Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU MENYUSUI DENGAN STATUS GIZI BAYI USIA 0-6 BULAN Setiyani, Lusi; Kusumastuti, Aryu Candra
Journal of Nutrition College Vol 2, No 4 (2013): Oktober 2013
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.236 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v2i4.3821

Abstract

Latar Belakang: Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan utama bagi bayi usia 0-6 bulan. ASI yang diproduksi dipengaruhi oleh asupan makan dan riwayat gizi ibu. Anemia merupakan salah satu masalah gizi yang disebabkan karena kekurangan asupan mikronutrien seperti zat besi, asam folat, dan vitamin B12. Anemia ibu akan berhubungan dengan performa ibu,  kualitas dan kuantitasASI yang akan berpengaruh pada status gizi bayi.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kejadian anemia pada ibu menyusui dengan status gizi bayi usia 0-6 bulan. Metode: Desain penelitian Cross Sectional dengan jumlah sampel 51 ibu menyusui yang memiliki bayi usia 0-6 bulan. Sampel ditentukan secara Purposive Sampling. Data yang diteliti meliputi kadar Hemoglobin pada ibu yang ditentukan dengan metode Cyanmethemoglobin, berat badan bayi diukur dengan Baby Scale, pemberian ASI eksklusif diketahui melalui wawancara, dan asupan mikronutrien diperoleh melalui formulir Recall 3x24 jam kemudian dihitung dengan nutrisoft. Uji yang digunakan adalah uji Chi Square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 60,78% ibu menyusui mengalami anemia dan 3,92% bayi usia 0-6 bulan mengalami gizi kurang. Rerata kadar hemoglobin ibu menyusui sebesar 11,75±1,19 SD dan rerata untuk z-score BB/U bayi sebesar 0,08±1,05 SD. Tidak ada hubungan bermakna antara kejadian anemia pada ibu menyusui dengan status gizi bayi usia 0-6 bulan (p=0,75). Simpulan: Tidak ada hubungan antara kejadian anemia pada ibu menyusui dengan status gizi bayi usia 0-6 bulan.
PENGARUH ASUPAN PURIN DAN CAIRAN TERHADAP KADAR ASAM URAT WANITA USIA 50-60 TAHUN DI KECAMATAN GAJAH MUNGKUR, SEMARANG Diantari, Ervi; Kusumastuti, Aryu Candra
Journal of Nutrition College Vol 2, No 1 (2013): Januari 2013
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.631 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v2i1.2095

Abstract

Latar Belakang : Salah satu penyakit degeneratif yang sering dialami oleh golongan pralansia yaitu penyakit gout. Gout merupakan gangguan metabolik yang ditandai dengan meningkatnya kadar asam urat (hiperurisemia). Meningkatnya  kadar asam urat dipengaruhi oleh asupan makanan tinggi purin. Sementara, konsumsi cairan yang tinggi dapat menurunkan kadar asam  urat, karena cairan berfungsi sebagai pelarut dan sebagai media pembuangan hasil metabolisme. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh asupan purin dan cairan terhadap kadar asam urat wanita usia 50-60 tahun. Metode : Jenis penelitian adalah observasional dengan rancangan cross-sectional. Jumlah subjek penelitian adalah 40 orang wanita usia 50-60 tahun . Asupan  purin dihitung menggunakan tabel pengelompokan bahan makanan menurut kadar purin, sedangkan cairan menggunakan software nutrisurvey. Metode enzimatik digunakan untuk menganalisis kadar asam urat dalam darah. Data diolah menggunakan uji regresi linier. Hasil : Kadar asam urat sebagian besar subjek (95%) termasuk dalam kategori normal. Sebanyak 82,5% asupan purin subjek rendah, yaitu < 500 mg per hari dan juga 85% asupan cairan subjek cukup, yaitu  >1500 ml per hari. Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada pengaruh antara cairan dengan kadar asam urat (p>0,05) dan ada pengaruh  positif asupan purin terhadap kadar asam urat (p<0,05). Kesimpulan : Asupan purin berpengaruh terhadap kadar asam urat, sedangkan cairan tidak berpengaruh terhadap kadar asam urat pada wanita usia 50-60 tahun.
PENGARUH PEMBERIAN SELAI KACANG TANAH DENGAN SUBSTITUSI BEKATUL TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL TIKUS HIPERKOLESTEROLEMIA Widiawan, Rahadiyan Nur; Kusumastuti, Aryu Candra
Journal of Nutrition College Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.049 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v3i4.6888

Abstract

Latar belakang: Hiperkolesterolemia merupakan suatu kondisi dimana kolesterol dalam darah meningkat melebihi batas normal. Kolesterol sangat dibutuhkan untuk tubuh, namun apabila keberadaannya berlebih dalam tubuh maka dapat menimbulkan berbagai jenis penyakit degeneratif seperti penyakit jantung koroner, kanker, hipertensi, dan diabetes.Selai kacang tanah dengan substitusi bekatul adalah salah satu produk olahan kacang yang memiliki kelebihan dari segi zat gizi dan aktivitas antioksidannya. Produk ini diharapkan dapat menurunkan kadar kolesterol darah karena terdapat beberapa bahan makanan yang memiliki kandungan gizi yang dapat menurunkan kadar kolesterol darah seperti kandungan MUFA, serat, dan antioksidan.Metode: Penelitian ini termasuk dalam ruang lingkup penelitian gizi medik dengan rancangan penelitian eksperimental laboratorik sesungguhnya jenis pre-post test desain randomized control groups pre-post design. Sebanyak 34 ekor tikus jantan Sprague Dawley umur 6-8 minggu dengan berat badan ±80 gram yang dibuat hiperkolesterolemia diperoleh dari LPPT Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.Variabel tergantung dalam penelitian ini adalah perubahan kadar kolesterol total tikus, sedangkan variabel bebas adalah asupan selai kacang tanah dengan substitusi bekatul 30% sebanyak 21 mg/gramBB/hari. Galur, umur, jenis kelamin, pakan, kandang, dan sistem perkandangan tikus merupakan variabel terkontrol.Hasil: Rerata berat badan subjek kedua kelompok memiliki kecenderungan meningkat dari awal hingga akhir penelitian . Tidak terdapat perbedaan bermakna kadar kolesterol total antar kelompok setelah diberi intervensi. Kadar kolesterol total tikus kelompok perlakuan setelah intervensi selai kacang dengan substitusi bekatul 30% mengalami penurunan 2.94±8.51 mg/dl namun tidak bermakna (p > 0.05). Simpulan: Pemberian selai kacang dengan substitusi bekatul 30% dengan dosis 21 mg/gramBB/hari dalam waktu 2 minggu dapat menurunkan kadar kolesterol darah tikus hiperkolesterolemia sebesar 4.06% namun tidak bermakna.
Pengaruh Suplementasi Seng terhadap Kejadian Tonsilitis pada Balita Prasetya, Gita Zeny; Kusumastuti, Aryu Candra; Kurniawati, Dewi Marfu'ah
Journal of Nutrition College Vol 7, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.551 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v7i4.22278

Abstract

Latar Belakang : Tonsilitis merupakan salah satu infeksi pada saluran pernapasan bagian atas (ISPA) yang sering terjadi pada balita. Seng berperan pada sistem kekebalan tubuh manusia. Pemberian suplementasi seng dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan dapat menurunkan kejadian ISPA termasuk tonsilitis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh suplementasi seng terhadap kejadian tonsilitis pada balita.Metode : Penelitian true eksperimental dengan post test only control group design. Subjek dalam penelitian ini adalah 40 balita berusia 2-5 tahun yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok kontrol (mendapat sirup placebo) dan kelompok intervensi (mendapat suplemen seng 10 mg/hari selama 2 bulan). Data kejadian tonsilitis diperoleh pada akhir intervensi melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik. Data dianalisis menggunakan uji Independent T -Test dan Mann Whitney U-Test.Hasil: Rerata tingkat kecukupan seng pada kelompok kontrol selama penelitian 137,42± 50,05 dan pada kelompok intervensi 352,84 ± 48,54. Rerata frekuensi tonsilitis akut pada kelompok kontrol lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok intervensi, yaitu sebesar 0,26 ± 0,562 kali, sedangkan kelompok intervensi sebesar 0,21 ± 0,419 kali. Tidak terdapat perbedaan pada frekuensi kejadian dan skor tanda gejala tonsilitis antara kelompok kontrol dan intervensi (p>0,05)Simpulan : Rerata kejadian tonsilitis pada kelompok kontrol lebih tinggi dibandingkan kelompok intervensi, namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan.
HUBUNGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU MENYUSUI DENGAN STATUS GIZI BAYI USIA 7-12 BULAN Saptyaningtiyas, Nugraheni; Kusumastuti, Aryu Candra
Journal of Nutrition College Vol 2, No 4 (2013): Oktober 2013
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.37 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v2i4.3835

Abstract

Latar Belakang : Anemia merupakan masalah utama pada wanita hamil dan menyusui. Hal tersebut berkaitan dengan defisiensi asupan mikronutrien seperti zat besi, asam folat dan vitamin B12. Anemia pada ibu dapat berhubungan dengan pola asuh ibu, kualitas dan kuantitas ASI yang akan berpengaruh pada status gizi bayi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kejadian anemia pada ibu menyusui dengan status gizi bayi usia 7-12 bulan.Metode : Desain penelitian cross-sectional dengan subjek 51 ibu menyusui yang dipilih secara purposive sampling. Kadar hemoglobin ibu diukur menggunakan metode Cyanmethemoglobin, berat badan bayi diukur dengan Baby Scale. Asupan mikronutrien ibu diperoleh dengan metode Recall 24 jam dan asupan MPASI diperoleh dengan metode Food Frequency Questionnaire (FFQ) kemudian dihitung dengan nutrisoft. Analisis bivariat menggunakan uji Chi Square.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa 58,8% ibu menyusui mengalami anemia dan 9,8% bayi usia 7-12 bulan mengalami gizi kurang. Rerata kadar hemoglobin ibu 11,8 gr/dL dan rerata z-score bayi -0,40 ± 1,00 SD. Asupan MPASI 74,5% tergolong kurang. Tidak ada hubungan bermakna antara kejadian anemia pada ibu menyusui dengan status gizi bayi usia 7-12 bulan (p=0,95) dan tidak ada hubungan bermakna antara asupan MPASI dengan status gizi bayi usia 7-12 bulan (p=0,16).Simpulan : Tidak ada hubungan antara kejadian anemia ibu menyusui dengan status gizi bayi usia 7-12 bulan.
ASUPAN VITAMIN D, KALSIUM DAN FOSFOR PADA ANAK STUNTING DAN TIDAK STUNTING USIA 12-24 BULAN DI KOTA SEMARANG Chairunnisa, Estillyta; Kusumastuti, Aryu Candra; Panunggal, Binar
Journal of Nutrition College Vol 7, No 1 (2018): Januari
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.214 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v7i1.20780

Abstract

 Latar Belakang : Stunting merupakan masalah gizi yang banyak ditemukan pada anak di negara berkembang seperti di Indonesia. Stunting yaitu gangguan pertumbuhan disebabkan kekurangan gizi kronis berdasarkan nilai z-score panjang badan menurut umur kurang dari -2 SD. Kecukupan asupan zat gizi mikro yang tidak adekuat menjadi salah satu faktor penyebab terjadi stunting pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan asupan vitamin D, kalsium dan fosfor pada anak  stunting dan tidak stunting usia 12-24 bulan. Metode : Penelitian ini menggunakan desain case-control. Subjek adalah anak stunting dan tidak stunting usia 12-24 bulan di Kelurahan Rowosari dan Meteseh, Semarang. Total subjek pada masing-masing kelompok kasus dan kontrol sejumlah 40 orang. Pengambilan subjek menggunakan metode simple random sampling. Data asupan zat gizi diperoleh dengan menggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ). Analisis zat gizi menggunakan software NutriSurvey. Analisis data secara statistik menggunakan uji Chi Square, Fisher’s exact dan regresi logistik ganda.Hasil : Rerata asupan kalsium dan fosfor pada kelompok kasus sebesar 303,3±2,8 mg dan 440,1±1,9 mg sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 606±3 mg dan 662±2,5 mg. Rerata asupan vitamin D pada kelompok kasus sebesar 2,2±3,3 mcg dan pada kelompok kontrol sebesar 4,8±4,1 mcg. Terdapat perbedaan antara asupan kalsium (p=0,003; OR=4,5) dan fosfor (p=0,001; OR=13,5) pada anak stunting dan tidak stunting usia 12-24 bulan. Tidak terdapat perbedaan asupan vitamin D antara anak stunting dan tidak stunting (p=0,615; OR=3,162).Simpulan: Terdapat perbedaan antara asupan kalsium dan fosfor pada anak stunting dan tidak stunting usia 12-24 bulan.
HUBUNGAN ASUPAN LEMAK JENUH DENGAN KEJADIAN ACNE VULGARIS Indrawan, Nanda; Kusumastuti, Aryu Candra
Journal of Nutrition College Vol 2, No 4 (2013): Oktober 2013
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.609 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v2i4.3817

Abstract

Latar belakang: Acne vulgaris adalah salah satu penyakit kulit yang sering menjadi masalah bagi remaja dan dewasa muda. Pada wanita, acne vulgaris berkembang lebih awal, yaitu pada saat premenarke. Puncak insiden pada wanita dijumpai pada usia 14-17 tahun. Asupan makan terutama tinggi lemak jenuh dapat memicu timbulya acne vulgaris bahkan memperburuk acne vulgaris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan asupan lemak jenuh dengan kejadian acne vulgaris.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan sampel 60 siswi SMA Negeri 5 Semarang berusia 14-18 tahun. Data primer seperti riwayat  acne vulgaris diperoleh dari wawancara dan observasi. Data asupan diperoleh dari pengisian lembar food recall lalu dianalisis software nutrisoft. Selain data riwayat acne, peneliti juga mengambil data lain melalui wawancara seperti riwayat  menstruasi, stress, kebersihan wajah, riwayat keluarga yang menderita acne. Analisis data dilakukan dengan uji chi square, dengan tingkat kemaknaan p < 0,05Hasil penelitian: Kejadian acne vulgaris paling banyak ditemukan pada usia 16-17 tahun (51,7%). Asupan lemak jenuh pada responden  sebagian besar tergolong  lebih dari cukup (50,0%) . Berdasarkan hasil wawancara sebagian besar subjek (41,7%) menyatakan timbulnya acne vulgaris sewaktu-waktu. Pada sebagian besar siswi yang menderita acne  terdapat Riwayat keluarga yang positif (60,0%). Faktor menstruasi berpengaruh pada kejadian acne vulgaris p=0,003. Tidak ada hubungan bermakna antara asupan lemak jenuh dengan kejadian acne vulgaris p=0,988Simpulan: Terdapat hubungan yang tidak bermakna antara asupan lemak jenuh dengan kejadian acne vulgaris. Terdapat hubungan yang bermakna antara kejadian menstruasi dengan kejadian acne vulgaris.
PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN C TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA LANJUT USIA SETELAH PEMBERIAN JUS LIDAH BUAYA ( Aloe barbadensis Miller) Maulidina, Farinta Annisa; Kusumastuti, Aryu Candra
Journal of Nutrition College Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.1 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v3i4.6866

Abstract

Latar belakang : Hipertrigliseridemia merupakan salah satu faktor risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler.  Zat gizi yang terkandung dalam lidah buaya diduga dapat menurunkan kadar trigliserida. Vitamin C sebagai antioksidan diketahui dapat mempertahankan penurunan kadar trigliserida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh vitamin C terhadap kadar trigliserida setelah pemberian jus lidah buaya.Metode : Jenis penelitian ini adalah quasi experimental dengan rancangan   pre test- post test design. Subjek adalah lansia usia 60-75 tahun yang tinggal di Unit Rehabilitasi Sosial “Pucang Gading”. Subjek adalah 20 lansia pria dan wanita dengan kadar trigliserida ≥100 mg/dl, yang dibagi menjadi  kelompok perlakuan dan kontrol. Semua subjek diberikan jus lidah buaya 200ml/ hari selama 14 hari, selanjutnya pada kelompok perlakuan diberikan vitamin C 750 mg/hari selama 3 hari. Kadar trigliserida dianalisis dengan metode GPO-PAP. Uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk. Analisis statistik menggunakan uji paired t-test dan Wilcoxon.Hasil : Pemberian jus lidah buaya 200 ml selama 14 hari pada kelompok kontrol dan perlakuan dapat menurunkan kadar trigliserida. Pemberian vitamin C 750 mg/hari tidak berpengaruh terhadap penurunan kadar trigliserida lansia setelah pemberian jus lidah buaya (p=0,156). Tidak terdapat perbedaan kadar trigliserida antara kelompok perlakuan dan kontrol setelah pemberian vitamin C (p=0,268).Simpulan : pemberian vitamin C tidak berpengaruh terhadap penurunan kadar trigliserida lansia setelah pemberian jus lidah buaya.
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN PENURUNAN BERAT BADAN IBU MENYUSUI Ayu Kristiyanti, Fransiska Nimas; Kusumastuti, Aryu Candra
Journal of Nutrition College Vol 2, No 4 (2013): Oktober 2013
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v2i4.3831

Abstract

 *)Penulis Penanggungjawab Latar Belakang: Pemberian ASI eksklusif diyakini sebagai cara yang efektif untuk menurunkan berat badan setelah melahirkan. Hal tersebut masih bersifat kontroversi karena beberapa penelitian menunjukan bahwa menyusui dapat menurunkan berat badan, sedangkan beberapa penelitian belum menunjukan hasil yang serupa.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dengan penurunan berat badan ibu menyusui.Metode: Desain penelitian kohort prospektif dengan jumlah subjek 54 ibu menyusui yang dipilih secara purposive sampling. Data yang diteliti meliputi berat badan yang diukur dengan timbangan injak digital, pemberian ASI eksklusif diketahui melalui wawancara dengan kuesioner dan asupan energi diperoleh melalui formulir Food Frequency Questionaire semi kuantitatif kemudian dihitung dengan nutrisurvey. Uji chi square digunakan untuk analisis bivariat dan regresi logistik digunakan untuk analisis multivariat.Hasil: Proporsi pemberian ASI eksklusif sebesar 35,2% dan ASI tidak eksklusif sebesar 64,8%. Hasil penelitian ini menunjukan sebesar 78,9% ibu pada kelompok ASI eksklusif dan sebesar 51,4 % pada kelompok ASI tidak eksklusif mengalami penurunan berat badan. Rerata penurunan berat badan sebanyak 1,1 kg pada kelompok ASI eksklusif dan sebanyak 0,4 kg pada kelompok ASI tidak eksklusif. Ada hubungan bermakna antara pemberian ASI eksklusif dengan penurunan berat badan ibu menyusui (p=0,048; RR=1,54). Ada hubungan bermakna antara pemberian ASI eksklusif dengan penurunan berat badan setelah dikontrol oleh asupan energi (p=0,029).Simpulan: Ada hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan penurunan berat badan ibu menyusui. Penurunan berat badan ibu yang memberikan ASI eksklusif 1,54 kali lebih besar dibandingkan ibu yang memberikan ASI tidak eksklusif.
FAKTOR RISIKO HIPEREMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL DI SEMARANG Nurbaity, Annisa Dinah; Candra, Aryu; Fitranti, Deny Yudi
Journal of Nutrition College Vol 8, No 3 (2019): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.208 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v8i3.25801

Abstract

Latar belakang: Hiperemesis gravidarum adalah mual muntah yang terjadi pada ibu hamil dengan frekuensi lebih dari 3 kali dalam satu hari dan terjadi terus menerus. Hiperemesis terjadi pada 0,5 hingga 2% kehamilan. Hiperemesis terjadi sebagai interaksi antara faktor biologis, psikologis, dan sosiokultural. Hiperemesis paling banyak terjadi pada trimester 1, namun dapat berlanjut pada trimester 2. Hiperemesis jika tidak ditangani dapat menyebabkan gangguan pada ibu hamil dan janin.Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan case control dengan subjek 44 ibu hamil yang diambil dengan cara purposive sampling. Data indeks massa tubuh (IMT) didapatkan melalui pengukuran antropometri, data asupan diperoleh melalui wawancara semi-quantitative food frequency questionnaire. Analisis bivariat menggunakan uji chi square dan fisher exact.Hasil: Persentase asupan karbohidrat dan lemak jenuh lebih tinggi pada kelompok hiperemesis (4,5% ; 18,18%) daripada kelompok tanpa hiperemesis (0%; 4,5%). Tidak ada hubungan yang signifikan antara status gizi sebelum kehamilan, asupan karbohidrat, protein, lemak jenuh, asam lemak omega 3, asam lemak omega 6, dan vitamin B6 dengan hiperemesis gravidarum (p> 0,05) Simpulan: Status gizi sebelum hamil, asupan karbohidrat, protein, lemak jenuh, asam lemak omega 3, asam lemak omega 6, dan vitamin B6 bukan merupakan faktor risiko terjadinya hiperemesis gravidarum pada ibu hamil di Semarang.
Co-Authors Ahmad Syauqy Aida Fitri Nazillah Aila, Safrina Luthfia Alfadila, Tsania Izza Alnur Aulia A, Alnur Amatulloh Dewi Fajar Andreas Arie Setiawan Anggitasari, Elok Dwi Anggraeni, Gita Devita Ani Margawati Annta Kern Nugrohowati Ariosta Ariosta Asprilia, Annisa Astuti, Anak Agung Ayu Fuji Dwi Ayu Rahadiyanti Ayu Rahadiyanti Azizah Dynda Dwiputri Binar Panunggal Chairunnisa, Estillyta Choirun Nissa Choirun Nissa Chyntia Septi Nurifadah Darmawati Ayu Indraswari Deny Yudi Fitranti Desy Amelia Ardi Dewi Marfu’ah Kurniawati Dewi Masitha Dewi, Dian Puspita Dewi, Suci Noviya Diana Nur Afifah, Diana Nur Dwi Astuti Dwi Pudjonarko Dwi Retnoningrum Dzuriyati Solikhah Endrinikapoulos, Ariana Enny Probosari Ervi Diantari Etika Ratna Noer Etisa Adi Murbawani Fala, Etika Nurul Farinta Annisa Maulidina Fatikhu Yatuni Asmara Fatimah Muis, Siti Fatinah Shahab Fatinah Shahab Fauzia Purnamasari Ferry Sandra Fillah Fithra Dieny Fillah Fithra Dieny Fillah Fithra Dieny Fransiska Nimas Ayu Kristiyanti Furi, Agnes Kalpita Ghazian, Muhammad Isyraqi Handayani, Endah Nur Hangujiwat, Puspo Palupi Yekti Hartanti Sandi Wijayanti Hertanto Wahyu Subagio Hillary Meita Audrey I Ketut Suada Ika Vemilia Warlisti JC Susanto Jessica Christanti Josephine Josephine Josevaldo Bagus P Karina S, Else Karunia Agustin Nurrul Affanti, Karunia Agustin Kurniawati, Dewi Marfu’ah Kusmiyati Tjahjono Lilyn Setyorini Puspitaningrum Lusi Setiyani Luthfiatul Khusna M Nino Nurhakim, M Nino Maharani, Dara Gumintang MARTHA ARDIARIA Mei Elyana Meita Hendrianingtyas Menad M, Aria Muhammad Ryan Radifan Gustisiya Muhammad Sulchan Nanda Ilham Nur Kharisma Nanda Indrawan Nida Nur Amalia Niken Puruhita Ninik Rustanti Nissa, Choirun Noviasti Rahma Utami Nugraheni Nugraheni Nugraheni Saptyaningtiyas Nur Ahmad Habibi Nur Widianti Nuraenny Ratna Bauw Nurbaity, Annisa Dinah Nuriza Astari Nurmasari Widyastuti Nuryanto Nuryanto Nyoman Suci Widiastiti Prabu Giusta Nugraha Prasetya, Gita Zeny Pravita Dewi Suhada Puteri P, Pradipta Rachma Purwanti Rachmaningrum, Cindy Annissa Rahadiyan Nur Widiawan Rahmadanti, Tia Sofa Rahmawati, Rahmawati Ratha, Putu Prayoga Retno Safitri, Retno Rikhana Dwi Rahmawati, Rikhana Dwi Rintis Widya Utami Rizkita, Maura Sania Sahara, Mailina Prima Salma S Salma S Shiany Henly Citraminata Sidhin, Syaharani Siti Fatimah Muis Syafira Noor Pratiwi Syarifah Zahra Taradipa, Priska Tamara Tri Nur Kristina Tugasworo Pramukarso, Dodik Ulayya, Talitha Ulil Albab Vonny Folanda Wahyu Budiyono Yuhud Tri Hapsari Yulia Harsanti Yuni Yanti Mariza Yuniasri, Eka Endah