Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIARE PADA BAYI 0-6 BL DI PUSKESMAS MANGKANG KOTA SEMARANG KUSUMASTUTI, ARYU CANDRA
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 2, No 3 (2014): JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnh.2.3.2014.%p

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Diare adalah suatu keadaan pengeluaran tinja yang tidak normal atau tidak seperti biasanya, dimana terjadi peningkatan volume, konsistensi lunak atau encer dan frekuensi lebih dari 3kali/hari dan pada neonates lebih dari 4 kali/hari. Angka kejadian dan kematian diare masih tinggi terutama pada bayi yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Mangkang Semarang. Tujuan : Mengetahui faktor risiko kejadian diare pada bayi usia 0-6 bulan di wilkayah kerja Puskesmas Mangkang Semarang. Metode : Jenis Penelitian adalah analitik observasional dengan rancangan kasus kontrol dengan matching berdasarkan usia bayi. Pengambilan subjek secara purposive sampling. Kelompok kasus adalah 40 subjek yang mengalami diare sedangkan kontrol adalah 40 subjek yang tidak mengalami diare. Data dianalisis menggunakan uji statistic Chi Square. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan sebesar 92,5% bayi pada kelompok kasus menderita diare dan diberi susu formula. Faktor risiko yang terbukti berhubungan dengan kejadian diare adalah pemberian susu formula (p = 0.010; OR= 9,1; CI = 2,9-66,4), cara pemberian susu formula berhubungan dengan kejadian diare (p = 0.040; OR 4.1; CI = 2,4-34) . faktor risiko yang tidak terbukti berhubungan dengan kejadian diare adalah pendidikan ibu, pekerjaan ibu, usia bayi, dan jenis kelamin bayi. Simpulan : pemberian susu formula merupakan faktor risiko kejadian diare pada bayi 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Mangkang Semarang. Kata kunci : bayi 0-6 bulan; diare; susu formula; studi kasus control
PENGARUH SUPLEMENTASI MIKRONUTRIEN TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA BALITA Candra, Aryu
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 7, No 3 (2019): JNH (JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnh.7.3.2019.1-20

Abstract

 Background : The incidence of diarrhea in clinic and hospitals was still high with 6,547 cases and 8,692 cases. Providing zinc and iron supplementation could enhance the immune system to against infectious diseases. This study aimed to determine the effect of zic and iron supplementation on the incidence of diarrhea in toddler.Method : This study used a quasi experimental design with post test only group design. A total of 44 toddlers aged 2-5 years were divided into 4 groups, namely the control group, zinc supplementation group (10 mg/day), iron supplementation group (7.5 mg/day), and group supplementation of zinc+iron (zinc 10 mg/day and iron 7.5 mg/day) for 8 weeks. Data on duration and frequency of diarrhea, as well as supplementation compliance was collected every weekend. Food intake was obtained by the Semi Quantitative Food Frequency Questionaire (SQ-FFQ) method. Data were analyzed using the One Way ANOVA and Kruskal Wallis tests. Result : The duration of diarrhea in the zinc, iron, zinc + iron supplementation and control groups were 0.73 ± 1.23 days; 1.00 ± 1.41 days; 0.18 ± 0.60 days; and 1.00 ± 1.78 days. The total frequency of diarrhea in the zinc, iron, zinc + iron supplementation and control groups was 2.45 ± 4.28 times 3.18 ± 4.45 times; 0.73 ± 2.41 times; and 3.36 ± 5.94 times. The frequency of diarrhea per day in the zinc, iron, zinc + iron supplementation and control groups were 0.92 ± 1.58 times; 1.18 ± 1.67 times; 0.36 ± 1.21 times; and 0.93 ± 1.59 times. The duration, total frequency and frequency of diarrhea per day between the four groups did not have a significant differences (p> 0.05).Conclution : There were no significant differences between the four groups based on duration, total frequency and frequency of diarrhea per day. However, the zinc+iron supplementation group had the lowest duration and frequency of diarrhea.Keyword : Diarrhea, Zinc Supplementation, Iron Supplementation ABSTRAK  Latar Belakang : Angka kejadian diare di puskesmas dan rumah sakit masih tinggi dengan 6.547 kasus dan 8.692 kasus. Pemberian suplementasi seng dan zat besi dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian suplementasi seng dan zat besi terhadap kejadian diare pada balita.Metode : Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan post test only group design. Sebanyak 44 balita berusia 2-5 tahun yang dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok kontrol, kelompok suplementasi seng (10 mg/hari), kelompok suplementasi zat besi (7,5 mg/hari), dan kelompok suplementasi seng+zat besi (seng 10 mg/hari dan zat besi 7,5 mg/hari) selama 8 minggu. Pengumpulan data durasi dan frekuensi diare, serta kepatuhan suplementasi dilakukan setiap akhir minggu. Asupan makan diperoleh dengan metode Semi Quantitative Food Frequency Questionaire (SQ-FFQ). Data dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA dan Kruskal Wallis. Hasil : Durasi diare pada kelompok suplementasi seng, zat besi, seng+zat besi, dan kontrol masing-masing 0,73 ± 1,23 hari; 1,00 ± 1,41 hari; 0,18 ± 0,60 hari; dan 1,00 ± 1,78 hari. Total frekuensi diare pada kelompok suplementasi seng, zat besi, seng +zat besi, dan kontrol masing-masing 2,45 ± 4,28 kali; 3,18 ± 4,45 kali; 0,73 ± 2,41 kali; dan 3,36 ±5,94 kali. Frekuensi diare per hari kelompok suplementasi seng, zat besi, seng+zat besi, dan kontrol masing-masing 0,92 ± 1,58 kali; 1,18 ± 1,67 kali; 0,36 ± 1,21 kali; dan 0,93 ± 1,59 kali. Durasi, total frekuensi dan frekuensi diare per hari antara keempat kelompok tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p>0.05).
FAKTOR RISIKO ANEMIA PADA IBU MENYUSUI KUSUMASTUTI, ARYU CANDRA
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 2, No 2 (2014): JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnh.2.2.2014.%p

Abstract

FAKTOR RISIKO ANEMIA PADA IBU MENYUSUI
PENGARUH PEMBERIAN SARI BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) TERHADAP TEKANAN DARAH SISTOLIK REMAJA Asprilia, Annisa; Kusumastuti, Aryu Candra
Journal of Nutrition College Vol 5, No 3 (2016): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.326 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v5i3.16379

Abstract

Latar Belakang: Salah satu gangguan kesehatan pada remaja yang prevalensinya terus mengalami peningkatan adalah hipertensi. Remaja yang memiliki tekanan darah lebih dari normal mempunyai risiko lebih besar menderita penyakit jantung koroner atau gagal jantung saat dewasa. Buah belimbing wuluh mengandung vitamin C, kalium, flavonoid, dan saponin yang efektif menurunkan tekanan darah.Metode: Penelitian pra-eksperimental dengan rancangan the one group pretest-posttest design. Subjek sebanyak 21 orang merupakan siswa dan siswi SMA Negeri 15 Semarang dengan tekanan darah sistolik ≥130 mmHg. Subjek hanya terdiri dari 1 kelompok, yaitu kelompok perlakuan.  Sari buah belimbing wuluh diberikan pada subjek sebanyak 100 ml selama 14 hari. Pengukuran tekanan darah sistolik dilakukan pada hari ke 1 dan 15. Hasil: Seluruh subjek penelitian memiliki status gizi obesitas. Tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel asupan lemak, serat, vitamin C, natrium, kalium, dan kalsium dengan tekanan darah sistolik setelah intervensi (p > 0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan tekanan darah sistolik seletelah intervensi (p = 0,001). Terjadi penurunan tekanan darah sistolik pada remaja sebesar 33,52 ± 5,68 mmHg (p = 0,000).Kesimpulan: Konsumsi sari buah belimbing wuluh sebanyak 100 ml sebanyak 1 kali sehari selama 14 hari mampu menurunkan tekanan darah sistolik pada remaja secara signifikan.
Hubungan Asupan Protein, Zat Besi, dan Seng Dengan Kejadian Infeksi Kecacingan Pada Balita Di Kota Semarang Ulayya, Talitha; Kusumastuti, Aryu Candra; Fitranti, Deny Yudi
Journal of Nutrition College Vol 7, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.866 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v7i4.22277

Abstract

Latar Belakang : Protein, zat besi dan seng adalah pembentuk antibodi yang berpengaruh pada sistem imunitas anak terhadap serangan infeksi. Kejadian infeksi kecacingan pada balita di Indonesia Tahun 2006 sekitar 21%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan asupan protein, zat besi, dan seng dengan kejadian infeksi kecacingan pada balita.Metode : Jenis penelitian ini adalah cross sectional dengan subjek balita berusia 2-5 tahun (n= 50), diambil dengan teknik purposive sampling. Data yang dikumpulkan meliputi riwayat asupan protein,zat besi,dan seng diambil menggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQFFQ). Data personal hygiene dan sanitasi lingkungan dikumpukan dengan pengisian kuesioner. Data kejadian infeksi kecacingan diperoleh dengan pengisian kuesioner tanda gejala dan uji laboratorium dengan metode kato-katz. Data dianalisis menggunakan Uji Fisher’s Exact.Hasil : Terdapat satu subjek terinfeksi cacing Enterobius vermicularis. Berdasarkan gejala,sebanyak 6% subjek diketahui positif infeksi kecacingan. Berdasarkan tanda, 2% subjek diketahui positif infeksi kecacingan. Hasil wawancara menunjukkan bahwa 46% subjek memiliki personal hygiene tidak baik, dan 62% subjek memiliki sanitasi lingkungan tidak baik. Asupan protein, zat besi, dan seng tidak menjadi faktor yang mempengaruhi infeksi kecacingan.Simpulan : Tidak ditemukan hubungan antara asupan protein,zat besi,dan seng dengan kejadian infeksi kecacingan pada balita.
PENGARUH SUPLEMENTASI SENG DAN ZAT BESI TERHADAP BERAT BADAN BALITA USIA 3-5 TAHUN DI KOTA SEMARANG Yuniasri, Eka Endah; Kusumastuti, Aryu Candra
Journal of Nutrition College Vol 5, No 4 (2016): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.442 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v5i4.16447

Abstract

Latar Belakang : Seng dan Zat Besi diketahui memiliki manfaat yang penting bagi tubuh. Peranan terpenting seng bagi mahluk hidup adalah pada pertumbuhan dan pembelahan sel. Defisiensi seng berhubungan dengan menurunnya nafsu makan serta dapat mengakibatkan lambatnya pertumbuhan. Zat besi berperan dalam masa tumbuh kembang bayi dan anak. Defisiensi zat besi dapat menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan yang lambat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh suplementasi seng dan zat besi terhadap berat badan balita usia 3-5 tahun di Kota Semarang.Metode :  Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimental dengan randomized control group pre post test design. Subjek penelitian adalah balita usia 3-5 tahun di Kota Semarang yang dibagi kedalam 4 kelompok secara random sampling. Kelompok kontrol diberikan placebo, sedangkan kelompok perlakuan 2, 3, dan 4 berturut-turut diberikan suplementasi Seng, Zat Besi, dan Seng-Zat besi selama 60 hari. Dosis seng dan zat besi masing-masing sebesar 10 mg/hari dan 7,5 mg/hari. Pengukuran berat badan dilakukan pada awal dan akhir penelitian. Asupan makan di peroleh dengan metode Semi Quantitative Food Frequency Questionaire (SQ-FFQ). Analisis data menggunakan uji beda Paired T-Test dan One-way ANOVA. Hasil : Berdasarkan z-score BB/U, terdapat 1 subjek (2,8%) yang berstatus gizi buruk, 10 subjek (27,8%) berstatus gizi kurang, dan 25 subjek (69,4%) berstatus gizi baik. Berat badan pre-post pada keempat kelompok memiliki perbedaan yang bermakna (p<0,05), namun perubahan berat badan yang terjadi pada keempat kelompok tidak memiliki perbedaan yang bermakna antara satu kelompok dengan kelompok yang lainnya (p>0,05). Simpulan : Ada pengaruh yang signifikan terhadap berat badan subjek di 4 kelompok penelitian (p<0,05). Namun, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol (p>0,05).
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DAN ASUPAN ASAM LEMAK JENUH DENGAN RASIO LDL/HDL SERUM LANSIA Nurrul Affanti, Karunia Agustin; Candra K, Aryu
Journal of Nutrition College Vol 4, No 2 (2015): April 2015
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.14 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v4i2.10064

Abstract

Latar belakang: Peningkatan prevalensi overweight pada lansia yang diikuti dengan peningkatan kejadian penyakit jantung koroner, salah satunya dipengaruhi oleh pemilihan makanan tinggi lemak. Rasio LDL/HDL  merupakan indikator yang lebih akurat dalam prediksi Penyakit Jantung Koroner. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dan asupan asam lemak jenuh dengan rasioLDL/HDL serum lansia.Metode : Desain penelitian ini adalah belah lintang yang dilakukan pada lansia PWRI Semarang Selatan. Subyek dipilih berdasarkan kriteria inklusi dengan jumlah sampel minimal 38 orang. Data indeks massa tubuh dan  asupan asam lemak jenuh diperoleh melalui Food Frequency Questionnaire(FFQ). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Pearson dan Spearman untuk mengetahui hubungan Indek massa tubuh dan asupan lemak jenuh dengan rasio LDL/HDL sementara untuk lanjutan multivariat dilakukan dengan analisis regresi linierHasil : Dari 40 lansia 20 (50%) overweight, 17 (42,5%) normal dan 3 (7,5%) underweight.Asupan lemak jenuh lansia PWRI 87,5% diantaranya tinggi, sedangkan 12,5 % lansia memiliki asupan lemak jenuh yang rendah. Ditemukan hubungan yang signifikan antara Indeks massa tubuh denganrasio LDL/HDL.Simpulan :Pada penelitian didapatkan adanya hubungan antara indeks massa tubuh dengan rasio LDL/HDL pada lansia yang  merupakan salah satu faktor terjadinya penyakit jantung koroner.
PENGARUH SUPLEMENTASI SENG DAN ZAT BESI TERHADAP TINGGI BADAN BALITA USIA 3-5 TAHUN DI KOTA SEMARANG Ghazian, Muhammad Isyraqi; Kusumastuti, Aryu Candra
Journal of Nutrition College Vol 5, No 4 (2016): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.436 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v5i4.16463

Abstract

Latar Belakang : Stunting merupakan masalah gizi yang dapat dipengaruhi oleh kekurangan asupan makronutrien dan mikronutrien kronis. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2013, prevalensi stunting di Indonesia sebesar 37,2 %. Seng dan zat besi diketahui memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan tubuh. Suplementasi dapat digunakan untuk meningkatkan asupan seng dan zat besi.Metode : Jenis Penelitian ini adalah quasi experimental dengan randomized control group pre-post test design. Subjek penelitian adalah balita usia 3-5 tahun di Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari, Kota Semarang sebanyak 36 subjek yang diambil secara purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan dibagi kedalam 4 kelompok (9 subjek/kelompok) secara random sampling. Kelompok 1 / kontrol diberikan placebo, sedangkan kelompok perlakuan 2, 3, dan 4 berturut-turut diberikan suplementasi Seng, Zat Besi, dan Seng-Zat Besi selama 60 hari. Dosis seng dan zat besi masing-masing sebesar 10 mg/hari dan 7,5 mg/hari. Pengukuran tinggi badan dilakukan di awal dan di akhir penelitian. Asupan makan di peroleh dengan metode Semi Quantitative Food Frequency Questionaire (SQ-FFQ). Analisis data menggunakan uji beda paired t-test, dan uji Kruskal-Wallis.Hasil : Berdasarkan z-score TB/U, terdapat 4 subjek (11,1 %) yang berstatus severe stunted, 8 subjek (22,2 %) berstatus stunted, dan 24 subjek (66,7 %) berstatus normal. Tinggi badan pre-post pada keempat kelompok memiliki perbedaan yang bermakna (p<0,05), namun perubahan tinggi badan yang terjadi pada keempat kelompok tidak memiliki perbedaan yang bermakna antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol (p>0,05).Kesimpulan : Adanya pengaruh yang signifikan terhadap tinggi badan subjek di 4 kelompok penelitian (p<0,05). Namun, tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol (p>0,05).
PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA LAMK) TERHADAP KADAR ASAM URAT TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) Rahmawati, Rahmawati; Kusumastuti, Aryu Candra
Journal of Nutrition College Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.745 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v4i4.10167

Abstract

Latar belakang :  Asam urat merupakan hasil akhir metabolisme purin yang apabila dalam jumlah yang berlebihan dapat memicu terjadinya berbagai macam penyakit, salah satunya adalah gout. Moringa oleifera lamk, atau dikenal dengan daun kelor telah dipercaya masyarakat sebagai tanaman herbal untuk gout, arthritis, dan beberapa penyakit lainnya karena kandungan fitokimianya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian seduhan daun kelor (Moringa oleifera Lamk) terhadap kadar asam urat tikus putih.Metode : Dua belas ekor tikus wistar jantan dengan berat 150 – 180 g dibagi menjadi dua kelompok secara acak. Kedua kelompok diberi  otak kambing 2 g/ekor/hari selama 8 hari. Selanjutnya, kelompok kontrol (K) diberi akuades, sedangkan pada kelompok perlakuan (P) diberi seduhan daun kelor 3,6 ml selama 14 hari. Bubuk daun kelor dengan dosis 3,75 g/kg berat badan diseduh dengan air hangat bersuhu 600C. Data yang diperoleh diuji normalitasnya menggunakan Saphiro-Wilk. Perbedaan kadar asam urat sebelum dan sesudah perlakuan pada  masing – masing kelompok diuji dengan dependent pair t test. Untuk mengetahui perbedaan antara kedua kelompok digunakan uji independent pair t test.Hasil penelitian : Perubahan kadar asam urat sebelum dan sesudah pemberian otak kambing pada kelompok kontrol dan perlakuan adalah -0,529 mg/dl (p= 0,002) dan 0,831 mg/dl (p= 0,08). Perubahan kadar asam urat sebelum dan sesudah pemberian seduhan daun kelor pada kelompok perlakuan adalah 0,675 mg/dl (p= 0,04). Kesimpulan : Pemberian seduhan daun kelor dengan dosis 3,75 g/kgbb selama 14 hari dapat menurunkan kadar asam urat tikus.
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN PENURUNAN PERSEN LEMAK TUBUH IBU MENYUSUI Harsanti, Yulia; Kusumastuti, Aryu Candra
Journal of Nutrition College Vol 2, No 4 (2013): Oktober 2013
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.317 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v2i4.3732

Abstract

Latar Belakang: Sebagian besar ibu setelah melahirkan mengalami kenaikan berat badan sampai terjadi obesitas.  Obesitas yang terjadi pada wanita disebabkan oleh faktor sosial, ekonomi, lingkungan, dan faktor reproduksi. Perubahan fisiologi yang terjadi pasca melahirkan, masa kehamilan dan  menyusui menyebabkan terjadinya obesitas pada ibu. Menyusui secara eksklusif dapat menurunkan berat badan ibu sehingga dapat mengurangi risiko obesitas postpartum.Tujuan: Mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dengan penurunan persen lemak tubuh ibu menyusui.Metode: Desain penelitian cohort dengan jumlah subjek 54 ibu menyusui di wilayah puskesmas Ngemplak Simongan dan Candi Lama. Data yang diteliti meliputi pemberian ASI eksklusif dengan cara wawancara dan kuesioner, persen lemak tubuh yang diukur dengan alat Omron Body Fat Analyzer Scale model HBF-200, dan  asupan lemak menggunakan formulir FFQ semi quantitative. Analisis bivariat menggunakan uji Chi Square dan uji Fisher’s. Analisis multivariat menggunakan  uji regresi logistik untuk melihat hubungan kedua variabel setelah dikontrol oleh asupan lemak.Hasil: Proporsi pemberian ASI eksklusif sebesar 19 subjek (35,2%) dan ASI tidak eksklusif sebesar 35 subjek (64,8%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 12 subjek (63,2%) pada kelompok ASI eksklusif dan sebesar 9 subjek (25,7%) pada kelompok ASI tidak eksklusif mengalami penurunan persen lemak tubuh. Analisis bivariat menunjukkan ada hubungan pemberian ASI eksklusif dengan penurunan persen lemak tubuh (p=0,007; RR= 2,7). Ada hubungan bermakna antara pemberian ASI eksklusif dengan penurunan persen lemak tubuh setelah dikontrol oleh asupan lemak (p= 0,006).Kesimpulan: Terdapat hubungan pemberian ASI eksklusif dengan penurunan persen lemak tubuh. Menyusui secara eksklusif menurunkan persen lemak tubuh 2,7 kali lebih besar dibandingkan dengan tidak menyusui secara eksklusif.
Co-Authors Ahmad Syauqy Aida Fitri Nazillah Aila, Safrina Luthfia Alfadila, Tsania Izza Alnur Aulia A, Alnur Amatulloh Dewi Fajar Andreas Arie Setiawan Anggitasari, Elok Dwi Anggraeni, Gita Devita Ani Margawati Annta Kern Nugrohowati Ariosta Ariosta Asprilia, Annisa Astuti, Anak Agung Ayu Fuji Dwi Ayu Rahadiyanti Ayu Rahadiyanti Banundari Rachmawati Binar Panunggal Chairunnisa, Estillyta Choirun Nissa Choirun Nissa Chyntia Septi Nurifadah Darmawati Ayu Indraswari Deny Yudi Fitranti Desy Amelia Ardi Dewi Marfu’ah Kurniawati Dewi Masitha Dewi, Dian Puspita Dewi, Suci Noviya Diana Nur Afifah, Diana Nur Dwi Astuti Dwi Retnoningrum Dzuriyati Solikhah Endrinikapoulos, Ariana Enny Probosari Ervi Diantari Etika Ratna Noer Etisa Adi Murbawani Fala, Etika Nurul Farinta Annisa Maulidina Fatikhu Yatuni Asmara Fatinah Shahab Fauzia Purnamasari Ferry Sandra Fillah Fithra Dieny Fillah Fithra Dieny Fransiska Nimas Ayu Kristiyanti Furi, Agnes Kalpita Ghazian, Muhammad Isyraqi Handayani, Endah Nur Hangujiwat, Puspo Palupi Yekti Hartanti Sandi Wijayanti Hertanto Wahyu Subagio Hillary Meita Audrey I Ketut Suada Ika Vemilia Warlisti JC Susanto Jessica Christanti Josephine Josephine Josevaldo Bagus P Karina S, Else Karunia Agustin Nurrul Affanti, Karunia Agustin Kurniawati, Dewi Marfu’ah Kusmiyati Tjahjono Lestari, Sarah Syifa Lilyn Setyorini Puspitaningrum Lusi Setiyani Luthfiatul Khusna M Nino Nurhakim, M Nino Maharani, Dara Gumintang MARTHA ARDIARIA Mei Elyana Meita Hendrianingtyas Menad M, Aria Muhammad Ryan Radifan Gustisiya Muhammad Sulchan Nanda Ilham Nur Kharisma Nanda Indrawan Nida Nur Amalia Niken Puruhita Ninik Rustanti Nissa, Choirun Noviasti Rahma Utami Nugraheni Nugraheni Nugraheni Saptyaningtiyas Nur Ahmad Habibi Nur Widianti Nuraenny Ratna Bauw Nurbaity, Annisa Dinah Nuriza Astari Nurmasari Widyastuti Nuryanto Nuryanto Nyoman Suci Widiastiti Prabu Giusta Nugraha Prasetya, Gita Zeny Pravita Dewi Suhada Puteri P, Pradipta Rachma Purwanti Rachmaningrum, Cindy Annissa Rahadiyan Nur Widiawan Rahmadanti, Tia Sofa Rahmawati, Rahmawati Ratha, Putu Prayoga Retno Safitri, Retno Rikhana Dwi Rahmawati, Rikhana Dwi Rintis Widya Utami Rizkita, Maura Sania Sahara, Mailina Prima Salma S Salma S Setiawan L, Edward Kurnia Shiany Henly Citraminata Sidhin, Syaharani Siti Fatimah Muis Syafira Noor Pratiwi Taradipa, Priska Tamara Tri Nur Kristina Ulayya, Talitha Ulil Albab Vonny Folanda Wahyu Budiyono Yuhud Tri Hapsari Yulia Harsanti Yuni Yanti Mariza Yuniasri, Eka Endah ZAHRA, SYARIFAH