Claim Missing Document
Check
Articles

PERBEDAAN KADAR KOLESTEROL TOTAL DAN TRIGLISERIDA SEBELUM DAN SETELAH PEMBERIAN SARI DAUN CINCAU HIJAU (PREMNA OBLONGIFOLIA MERR) PADA TIKUS DISLIPIDEMIA Budiyono, Wahyu; Kusumastuti, Aryu Candra
Journal of Nutrition College Vol 2, No 1 (2013): Januari 2013
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.21 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v2i1.2096

Abstract

Latar Belakang : Dislipidemia merupakan faktor risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler. Tingginya kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah berhubungan erat dengan meningkatnya kejadian penyakit tersebut. Cincau hijau (Premna oblongifolia Merr) merupakan tanaman yang mengandung serat dan klorofil yang berpotensi menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida. Perlu dilakukan analisis untuk mengetahui perbedaan kadar kolesterol total dan trigliserida sebelum dan setelah pemberian sari daun cincau hijau. Metode : Penelitian ini adalah penelitian experimental labolatory dengan randomized control groups pre-post design. Subjek dalam penelitian ini adalah tikus jantan galur Sprague Dawley umur 7-8 minggu yang diinduksi dislipidemia, diberi sari daun cincau hijau sebanyak 2,7 ml dan 5,4 ml selama 28 hari. Kadar kolesterol total dan trigliserida diukur dengan menggunakan metode CHOD-PAP (Cholesterol Oxidase - Para Aminophenazone) dan GPO-PAP (Glycerol Phosphate Oxidase – Para Aminophenazone). Normalitas data diuji dengan Shapiro Wilks, kemudian dianalisis dengan menggunakan uji t berpasangan dan dianalisis menggunakan uji statistik parametrik Anova dan non parametrik Kruskal Wallis dilanjutkan dengan analisis Post Hoc. Hasil : Pemberian sari daun cincau hijau (Premna oblogifolia Merr) dengan dosis 5,4 ml pada tikus mampu menurunkan kadar trigliserida secara bermakna dari 102,86±20,07 mg/dl menjadi 84,14±23,75 mg/dl (p <0,05). Terjadi peningkatan kadar kolesterol total secara bermakna (p <0,05) pada kelompok dengan pemberian sari daun cincau hijau (Premna oblogifolia Merr) dengan dosis 2,7 ml dan 5,4 ml, yang masing-masing mengalami peningkatan 13,14±6,41 mg/dl dan 20,29±10,84 mg/dl. Kesimpulan : Sari daun cincau hijau 5,4 ml/hari mampu menurunkan kadar trigliserida tikus Sprague dawley dislipidemia secara bermakna  ±18%.
KADAR SENG SERUM DAN RASIO MOLAR FITAT:SENG PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI PESISIR KOTA SEMARANG Albab, Ulil; Kusumastuti, Aryu Candra; Rustanti, Ninik
Journal of Nutrition College Vol 6, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.216 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v6i4.18786

Abstract

Background: School-age children are at risk of zinc deficiency which can be identified by measuring serum zinc levels. Zinc intake, in particular, strongly affects zinc absorption and consequently alters serum zinc concentration. Phytate is the strongest inhibitor of zinc absorption. The scale of its inhibitory ability can be measured through phytate:zinc molar ratio. This study aimed to describe phytate:zinc molar ratio in school-age children in coastal area of Semarang.Method: This was a cross-sectional study on 50 samples of children aged 9-12 years chosen by non probability sampling from several elementary schools in Semarang. Observed data include subject characteristics, zinc intake, phytate intake, and serum zinc levels. Participants' intake was assessed using 3x24 hour food recall and food record, while serum zinc levels were evaluated through Atomic Absorbant Spechtrophotomety (AAS) methods. Data was analyzed by Pearson’s test.Result: The mean serum zinc level was 93,85±22,99 µg/dl, with a phytate:zinc molar ratio of 14,48±4,23. Only 14% of the subjects had low zinc serum levels, but there was 46% with low zinc absorption rates according to their molar ratio of phytate:zinc. No significant correlation was detected between phytate:zinc molar ratio and serum zinc levels (p=0,427). Conclusion: Low zinc serum levels was found in 14% of the subjects while 46% had low zinc absorption rate. No significant correlation was detected between phytate:zinc molar ratio and serum zinc levels.
PENGARUH VITAMIN C TERHADAP KADAR LOW DENSITY LIPOPROTEIN (LDL) LANJUT USIA SETELAH PEMBERIAN JUS LIDAH BUAYA (Aloe barbadensis Miller) Hapsari, Yuhud Tri; Kusumastuti, Aryu Candra
Journal of Nutrition College Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.351 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v3i4.6879

Abstract

Latar Belakang : Tingginya kadar LDL dapat menyebabkan terjadinya aterosklerosis yang merupakan awal terjadinya PJK. Kandungan zat gizi dari jus lidah buaya dan antioksidan dari vitamin C dapat menurunkan kadar LDL. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh vitamin C setelah pemberian jus lidah buaya terhadap kadar LDL lansia.Metode : Jenis penelitian adalah quasi experimental dengan rancangan pre-post test control design yang melibatkan lansia sebagai subyek. Penelitian dilakukan di Unit Rehabilitasi Sosial “Pucang Gading” Semarang. Seluruh subyek mendapatkan jus lidah buaya sebanyak 200 ml/hari selama 14 hari. Hari ke-15 dilanjutkan dengan intervensi yaitu pemberian vitamin C 750 mg/hari selama 3 hari pada kelompok perlakuan dan pemberian plasebo pada kelompok kontrol. Jumlah sampel tiap kelompok adalah 10. Analisis kadar LDL dilakukan dengan metode enzimatik. Uji normalitas data menggunakan Saphiro-Wilk, analisis statistik menggunakan dependent t-test dan WilcoxonHasil : Rerata penurunan kolesterol LDL setelah pemberian jus lidah buaya pada kelompok perlakuan sebesar 13,30 mg/dl (9,69%) dan kontrol sebesar 13,50 mg/dl (10,74%). Rerata penurunan kadar LDL setelah pemberian vitamin C kelompok kelompok perlakuan sebesar 13,20 mg/dl (11,91%) sedangkan kontrol sebesar 4,40 mg/dl (4,01%). Tidak ada perbedaan kadar LDL antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol setelah pemberian vitamin C (p>0,05).Kesimpulan : Pemberian jus lidah buaya menurunkan kadar LDL secara bermakna. Namun dalam penelitian ini pemberian vitamin C tidak terbukti mempertahankan penurunan kadar LDL.
Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Binahong (Anredera Cordifolia) terhadap Kadar Glukosa Darah pada Wanita Dewasa Sudirman, Sudirman; Kusumastuti, Aryu Candra
Journal of Nutrition College Vol 7, No 3 (2018): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.675 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v7i3.22270

Abstract

Latarbelakang : Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu penyakit metabolik yang terjadi akibat kerusakan pada sekresi insulin dan kerja insulin yang dapat diukur dengan melihat kadar glukosa dalam darah. Daun binahong memiliki kandungan saponin yang mempunyai aktivitas seperti insulin, dapat menghambat lipolisis, dan meningkatkan pengambilan glukosa oleh sel adipose. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan perubahan kadar glukosa darah pada wanita dewasa.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian quasi-experiment dengan rancangan control group pre test – post test pada 22 wanita dewasa di perumahan PGRI, kantor disnakertrans dan kantor kesbangpol kota semarang usia 34-53 tahun pada bulan juni 2016. Kelompok perlakuan diberikan rebusan daun binahong sebanyak 155 g/70 kgBB sedangkan kelompok control diberikan 2 g gula 0 kalori dengan penambahan air sebanyak 250 ml.  Intervensi dilakukan selama 14 hari. Metode t-test digunakan untuk menganalisis uji beda pengaruh rebusan daun binahong terhadap kadar gula darah puasa sebelum dan sesudah intervensi.Hasil: Terdapat perbedaan signifikan kadar GDP antara kedua kelompok (p<0.05), dimana kadar GDP 89.64±9.45 mg/dl pada kelompok perlakuan dan 98.54±15.00 mg/dl pada kelompok kontrol. Terjadi penurunan kadar GDP pada kelompok perlakuan (99.45 ± 10.80 mg/dl) menjadi (89.64 ± 9.45 mg/dl). Peningkatan kadar GDP terjadi pada kelompok kontrol (95.64 ± 13.50 mg/dl) menjadi (98.54 ± 15.00 mg/dl).Kesimpulan : Pemberian rebusan daun binahong dapat menurunkan kadar gula darah puasa pada wanita dewasa.
PENGARUH SUPLEMENTASI SENG (Zn) DAN ZAT BESI (Fe) TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN BALITA USIA 3-5 TAHUN Rachmaningrum, Cindy Annissa; Kusumastuti, Aryu Candra
Journal of Nutrition College Vol 5, No 4 (2016): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.029 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v5i4.16432

Abstract

Latar Belakang : Hemoglobin merupakan molekul yang terdiri dari kandungan zat besi dan bertugas untuk mengangkut oksigen. Pada masa anak anak sering terjadi penurunan kadar hemoglobin akibat sakit atau hal lainnya. Prevalensi anemia di Indonesia menurut WHO mencapai 63,5%. Pemberian suplementasi Fe dan Zn diyakini dapat meningkatkan kadar hemoglobin. Oleh karena itu penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh suplementasi seng dan zat besi terhadap kadar hemoglobin balita usia 3-5 tahun.Metode :  Penelitian ini adalah  true eksperimental dengan randomized control group pre post test design dengan total subjek 32 berusia 3-5 tahun. Subjek dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu  kelompok kontrol  dan 3 kelompok perlakuan. Kelompok perlakuan tersebut adalah diberi suplementasi seng ( 1) , suplementasi zat besi (2) , serta suplementasi seng dan zat besi (3). Dosis suplementasi zat besi 7,5 mg/ hari, suplementasi seng adalah 10 mg/ hari. Intervensi dilakukan selama 60 hari. Pengambilan sampel darah untuk mengetahui kadar hemoglobin dilakukan sebelum dan setelah intervensi oleh tenaga laboratorium dengan metode fotometri. Hasil : Terdapat 40% dari seluruh subjek memiliki kadar hemoglobin < 11 gr/dl. Terjadi peningkatan kadar hemoglobin pada kelompok perlakuan kedua dengan nilai p 0,001. Sedangkan pada kelompok perlakuan 1 dan 3 juga ada peningkatan kadar hemoglobin namun tidak signifikan.Simpulan : Pemberian suplementasi zat besi terbukti berpengaruh meningkatkan kadar hemoglobin balita. 
KUALITAS DIET DAN DAYA TAHAN (ENDURANCE) ATLET BULUTANGKIS REMAJA DI KOTA SEMARANG Sahara, Mailina Prima; Widyastuti, Nurmasari; Candra, Aryu
Journal of Nutrition College Vol 8, No 1 (2019): Januari
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.423 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v8i1.23810

Abstract

Latar Belakang: Prestasi olahraga bulutangkis cenderung menurun beberapa tahun terakhir. Salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi adalah daya tahan (endurance). Kualitas diet akan mempengaruhi daya tahan (endurance) sehingga seseorang dapat melakukan pekerjaan secara efektif dan efisien dalam waktu yang lama tanpa menimbulkan kelelahan yang berlebihan. Tujuan: Mengetahui hubungan antara kualitas diet dan daya tahan atlet bulutangkis remaja di Kota SemarangMetode: Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional. Subjek adalah 60 atlet bulutangkis usia 12-18 tahun. Variabel perancu adalah aktivitas fisik dan persen lemak tubuh subjek. Pengukuran daya tahan dengan metode Multistage Fitness Test (MFT). Data yang dikumpulkan yaitu kebiasaan makan yang diambil menggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQFFQ) dan data aktivitas fisik menggunakan Physical Activity Quistionnaires for Adolescent (PAQ-A). Kualitas diet dinilai menggunakan kuisioner Diet Quality Index International (DQI-I). Data antropometri meliputi tinggi badan, berat badan, dan persen lemak tubuh. Uji kenormalan data dengan uji Kolmogorov-Smirnov dan  analisis data dengan uji korelasi Rank Spearman.Hasil: Terdapat 1,7% subjek yang memiliki kualitas diet baik. Sebagian besar atlet memiliki daya tahan yang cukup (35%). Persen lemak tubuh subjek sebagian besar tergolong optimal (61,7%). Tidak terdapat hubungan antara kualitas diet dan daya tahan (endurance) (r = 0,122, p=0,353). Tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dan daya tahan (endurance) (r = 0,209, p= 0,109). Ada hubungan antara persen lemak tubuh dan daya tahan (endurance) ( r = -0,480, p=0,0001). Simpulan: Kualitas diet yang baik akan meningkatkan daya tahan (endurance), namun bersifat lemah dan secara statistik tidak berhubungan. Persen lemak tubuh yang optimal berkontribusi penting dalam menjaga daya tahan (endurance) atlet. Faktor perancu aktivitas fisik tidak mempengaruhi daya tahan (endurance).
PENGARUH PEMBERIAN SARI BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L) TERHADAP TEKANAN DARAH SISTOLIK TIKUS SPRAGUE DAWLEY Safitri, Retno; Kusumastuti, Aryu Candra
Journal of Nutrition College Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.647 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v4i4.10160

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan faktor risiko utama terjadinya penyakit kardiovaskuler, stroke, dan gangguan ginjal. Salah satu faktor yang berpengaruh pada tekanan darah adalah asupan. Peningkatan asupan fruktosa dan lemak seringkali dikaitkan dengan kejadian hipertensi. Fruktosa dan lemak memediasi peningkatan tekanan darah melalui stress oksidatif yang dapat menyebabkan vasokontriksi. Buah belimbing wuluh mengandung zat gizi dan antioksidan yang efektif menurunkan tekanan darah. Metode: Penelitian true experimental dengan randomized control groups pre-post design. Dua puluh satu tikus Sprague dawley dibagi menjadi 3 kelompok: 2 kelompok kontrol dan 1 kelompok perlakuan. Kontrol negatif diberi pakan standar, kontrol positif dan perlakuan diberi 66% dan lemak 10%. Sari buah sari buah belimbing wuluh  dengan dosis 2 ml/200gramBB/hari hanya dibrikan pada kelompok perlakuan selama 14 hari.  Pengukuran tekanan darah sistolik dengan metode tail cuff dilakukan pada hari ke 1, 16 dan 30.Hasil: Hasil post test tekanan darah sistolik pada seluruh kelompok mengalami penurunan. Rerata penurunan tekanan darah sistolik kelompok kontrol negatif sebesar 3,76% dan kontrol positif 0,55%. Penurunan terbesar pada kelompok perlakuan yaitu 30,03%. Pemberian sari buah belimbing wuluh mampu menurunkan tekanan darah sistolik secara signifikan (p<0,05).Kesimpulan: Pemberian sari buah belimbing wuluh dengan dosis 2 ml/200gramBB/hari selama 14 hari  berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah secara signifikan pada tikus yang diberi pakan tinggi fruktosa dan tinggi lemak.
PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA LAM) TERHADAP JUMLAH LEUKOSIT TIKUS PUTIH (Ratus novergicus) JANTAN Aulia A, Alnur; Kusumastuti, Aryu Candra
Journal of Nutrition College Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.421 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v4i4.10099

Abstract

Latar belakang: Daun kelor (Moringa oleifera Lam) dilaporkan memiliki sifat antiinflamasi karena mengandung vitamin, mineral, serta kuersetin. Hiperurisemia dapat memicu respon inflamasi yang salah satunya ditandai dengan meningkatnya jumlah leukosit.Tujuan:Menganalisis pengaruh pemberian seduhan daun kelor dengan dosis 3,27 g/kgBB terhadap jumlah leukosit tikus wistar jantan.Metode:Penelitian true experimental dengan pre-post test randomized control group design pada 12 tikus wistar jantan usia 8-12 minggu yang dibagi menjadi 2 kelompok secara acak masing-masing 6 ekor. Kelompok K (Kontrol) dan P (Perlakuan) diberi otak kambing 2g/ekor/hari selama 8 hari. Setelah itu kontrol diberi pakan standar dan akuades, sedangkan perlakuan diberi 3,6 ml seduhan daun kelor selama 14 hari. Pemeriksaan darah dilakukan sebanyak 3 kali, yaitu sebelum dan sesudah  pemberian otak kambing dan sesudah pemberian seduhan daun kelor.Hasil: Terdapat penurunan kadar asam urat yang signifikan pada kelompok kontrol (p=0,002), namun tidak terdapat perbedaan signifikan pada kelompok perlakuan (p=0,086) setelah pemberian otak kambing. Perbedaan signifikan terjadi pada jumlah leukosit pada kelompok kontrol (p=0,005) dan perlakuan (p=0,015) setelah pemberian otak kambing. Hal ini menunjukkan tidak terdapat hubungan antara kadar asam urat dan jumlah leukosit (p=0,65). Terdapat perbedaan signifikan pada jumlah leukosit kelompok perlakuan (p=0,008) maupun kontrol (p=0,004) setelah pemberian seduhan daun kelor, namun penurunan rerata lebih besar pada kelompok perlakuan.Kesimpulan:Pemberian seduhan daun kelor dengan dosis 3,27 g/kgBB selama 14 hari dapat menurunkan jumlah leukosit tikus secara signifikan
PENGARUH VITAMIN C TERHADAP KADAR HIGH DENSITY LIPOPROTEIN (HDL) LANJUT USIA SETELAH PEMBERIAN JUS LIDAH BUAYA (Aloe barbadensis Miller) Utami, Rintis Widya; Kusumastuti, Aryu Candra
Journal of Nutrition College Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.249 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v3i4.6875

Abstract

Latar Belakang : Sifat antiaterogenik pada HDL dapat menurunkan risiko penyakit jantung koroner. Kandungan zat gizi pada jus lidah buaya dan antioksidan dari vitamin C dapat meningkatkan kadar HDL. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh vitamin C terhadap kadar HDL lansia setelah pemberian jus lidah buaya.Metode : Penelitian quasi experimental dengan rancangan pre-post test control design diterapkan pada pria dan wanita usia 60-75 tahun di Unit Rehabilitasi Sosial Pucang Gading. Subyek dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kontrol yang masing-masing terdiri dari 10 subyek. Kedua kelompok mendapatkan jus lidah buaya sebanyak 200 ml/hari selama 14 hari. Pada hari ke 15 dilanjutkan pemberian intevensi selama 3 hari berupa suplementasi vitamin C dengan dosis 750 mg/hari untuk kelompok perlakuan sedangkan kelompok kontrol diberikan placebo. Metode enzimatik digunakan untuk menganalisis kadar kolesterol HDL. Data diuji normalitas menggunakan Shapiro Wilk kemudian dianalisis menggunakan paired t-test dan Wilcoxon.Hasil : Peningkatan HDL setelah pemberian jus lidah buaya pada kelompok perlakuan dan kontrol masing-masing 4,35 mg/dl (9,56%) dan 2,15 (4,39%). Rerata kadar HDL setelah intervensi vitamin C menurun sebesar 3,87 mg/dl (7,77%) pada kelompok perlakuan dan 1,27 mg/dl (2,49%) pada kelompok kontrol. Secara statistik suplementasi vitamin C tidak berpengaruh terhadap kadar HDL (p=0,241). Tidak terdapat perbedaan kadar HDL yang bermakna (p>0,05) antara kedua kelompok setelah pemberian vitamin C.Kesimpulan : Konsumsi jus lidah buaya meningkatkan kadar HDL secara bermakna. Suplementasi vitamin C tidak terbukti mempertahankan peningkatan kadar HDL setelah pemberian jus lidah buaya. 
Hubungan Beberapa Indikator Obesitas dengan Tekanan Darah Wanita Dewasa Muda Astuti, Anak Agung Ayu Fuji Dwi; Widyastuti, Nurmasari; Kusumastuti, Aryu Candra
Journal of Nutrition College Vol 6, No 3 (2017): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.532 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v6i3.16913

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan tekanan darah (TD) berhubungan dengan kelebihan berat badan dan obesitas. Obesitas dapat ditentukan melalui pengukuran antropometri seperti rasio lingkar pinggang terhadap lingkar panggul (RLPP), lingkar pinggang terhadap tinggi badan (RLPTB), indeks massa tubuh (IMT), lingkar pinggang (LiPi) dan baru-baru ini dikembangkan “A Body Shape Index” (ABSI). Tujuan: Menganalisis hubungan beberapa indikator obesitas dengan TD pada wanita dewasa muda. Metode: Studi cross sectional di wilayah kerja Puskesmas Kedung Mundu pada 64 wanita usia 18-21 tahun yang dipilih secara consecutive sampling. Pengukuran antropometri meliputi tinggi badan, berat badan, lingkar pinggang dan panggul dan TD. Data dianalisis dengan uji Fisher Exact dan perhitungan rasio prevalensi untuk mengetahui besar risiko. Hasil: Terdapat 9,4% wanita mengalami pre hipertensi. Gizi lebih berdasarkan IMT 28,1%. Resiko tinggi berdasarkan LiPi 6%, RLPP 62,5%, RLPTB 29,7% dan ABSI 50%. Terdapat hubungan signifikan antara IMT dengan TDS (p<0,05, RP6,3, CI 1,038±38,056). LiPi memiliki hubungan signifikan dengan TDD (p<0,05, RP6,3, CI 1,038±38,056). Tidak terdapat hubungan antara RLPP, RLPTB dan ABSI dengan TDS dan TDD (p>0,05). Simpulan: IMT berhubungan dengan TDS. LiPi berhubungan dengan TDD. Tidak terdapat hubungan antara RLPP, RLPTB dan ABSI dengan TDS dan TDD.
Co-Authors Ahmad Syauqy Aida Fitri Nazillah Aila, Safrina Luthfia Alfadila, Tsania Izza Alnur Aulia A, Alnur Amatulloh Dewi Fajar Andreas Arie Setiawan Anggitasari, Elok Dwi Anggraeni, Gita Devita Ani Margawati Annta Kern Nugrohowati Ariosta Ariosta Asprilia, Annisa Astuti, Anak Agung Ayu Fuji Dwi Ayu Rahadiyanti Ayu Rahadiyanti Azizah Dynda Dwiputri Binar Panunggal Chairunnisa, Estillyta Choirun Nissa Choirun Nissa Chyntia Septi Nurifadah Darmawati Ayu Indraswari Deny Yudi Fitranti Desy Amelia Ardi Dewi Marfu’ah Kurniawati Dewi Masitha Dewi, Dian Puspita Dewi, Suci Noviya Diana Nur Afifah, Diana Nur Dwi Astuti Dwi Pudjonarko Dwi Retnoningrum Dzuriyati Solikhah Endrinikapoulos, Ariana Enny Probosari Ervi Diantari Etika Ratna Noer Etisa Adi Murbawani Fala, Etika Nurul Farinta Annisa Maulidina Fatikhu Yatuni Asmara Fatimah Muis, Siti Fatinah Shahab Fatinah Shahab Fauzia Purnamasari Ferry Sandra Fillah Fithra Dieny Fillah Fithra Dieny Fillah Fithra Dieny Fransiska Nimas Ayu Kristiyanti Furi, Agnes Kalpita Ghazian, Muhammad Isyraqi Handayani, Endah Nur Hangujiwat, Puspo Palupi Yekti Hartanti Sandi Wijayanti Hertanto Wahyu Subagio Hillary Meita Audrey I Ketut Suada Ika Vemilia Warlisti JC Susanto Jessica Christanti Josephine Josephine Josevaldo Bagus P Karina S, Else Karunia Agustin Nurrul Affanti, Karunia Agustin Kurniawati, Dewi Marfu’ah Kusmiyati Tjahjono Lilyn Setyorini Puspitaningrum Lusi Setiyani Luthfiatul Khusna M Nino Nurhakim, M Nino Maharani, Dara Gumintang MARTHA ARDIARIA Mei Elyana Meita Hendrianingtyas Menad M, Aria Muhammad Ryan Radifan Gustisiya Muhammad Sulchan Nanda Ilham Nur Kharisma Nanda Indrawan Nida Nur Amalia Niken Puruhita Ninik Rustanti Nissa, Choirun Noviasti Rahma Utami Nugraheni Nugraheni Nugraheni Saptyaningtiyas Nur Ahmad Habibi Nur Widianti Nuraenny Ratna Bauw Nurbaity, Annisa Dinah Nuriza Astari Nurmasari Widyastuti Nuryanto Nuryanto Nyoman Suci Widiastiti Prabu Giusta Nugraha Prasetya, Gita Zeny Pravita Dewi Suhada Puteri P, Pradipta Rachma Purwanti Rachmaningrum, Cindy Annissa Rahadiyan Nur Widiawan Rahmadanti, Tia Sofa Rahmawati, Rahmawati Ratha, Putu Prayoga Retno Safitri, Retno Rikhana Dwi Rahmawati, Rikhana Dwi Rintis Widya Utami Rizkita, Maura Sania Sahara, Mailina Prima Salma S Salma S Shiany Henly Citraminata Sidhin, Syaharani Siti Fatimah Muis Syafira Noor Pratiwi Syarifah Zahra Taradipa, Priska Tamara Tri Nur Kristina Tugasworo Pramukarso, Dodik Ulayya, Talitha Ulil Albab Vonny Folanda Wahyu Budiyono Yuhud Tri Hapsari Yulia Harsanti Yuni Yanti Mariza Yuniasri, Eka Endah