Claim Missing Document
Check
Articles

Inovasi Pertanian Melalui Teknologi Hidroponik Untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan Di Desa Langensari, Kabupaten Semarang Naila Syarifatul Jannah; Alisha Eka Pratiwi; Athaya Aprilia Putri; Lulu Dwi Hanan; Indah Khoirun Nisa; Asih Kuswardinah; Sita Nurmasitah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): Vol 2 no 2 July 2026
Publisher : Ponpes As-Salafiyyah Asy-Syafi'iyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71305/jpkm.v2i2.298

Abstract

Mengatasi tantangan pertanian di wilayah dengan keterbatasan lahan merupakan langkah krusial dalam mendorong pembangunan pedesaan yang berkelanjutan. Desa Langensari, yang terletak di Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, mengalami penurunan luas lahan produktif akibat alih fungsi lahan dan pertumbuhan penduduk. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan teknologi hidroponik sebagai solusi pertanian yang inovatif dan berkelanjutan guna mendukung ketahanan pangan lokal. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan partisipatif melalui pelatihan langsung kepada warga desa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan minat masyarakat terhadap budidaya hidroponik. Sekitar 73% peserta menyatakan kesiapan untuk mengimplementasikan hidroponik secara mandiri di rumah, sementara sisanya berminat membentuk kelompok tani hidroponik. Program ini juga mendorong interaksi sosial, meningkatkan kesadaran akan pertanian ramah lingkungan, serta membuka peluang wirausaha mikro berbasis sayuran segar. Inisiatif ini menjadi model yang dapat direplikasi dalam pemberdayaan pertanian modern bagi komunitas yang menghadapi keterbatasan lahan serupa.
Diversifikasi Produk Olahan Ikan Sebagai Upaya Penguatan Unit Usaha Produksi di Program Studi PKK Unnes : Diversification of Processed Fish Products as an Effort to Strengthen Production Business Units in the Family Welfare Education Program, Universitas Negeri Semarang Meddiati Fajri Putri; Asih Kuswardinah; Bambang Triatma; Moch Faizal Rachmadi; Arina Haque; Moh Muttaqin; Thamrin Thamrin; Zaimatun Nabilah; Sultan Ahmad El Hakim
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v6i1.4896

Abstract

Abstrak Perkembangan industri makanan modern mendorong meningkatnya kebutuhan akan produk pangan yang praktis, sehat, dan bernilai gizi tinggi. Unit Produksi Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang (FT UNNES) memiliki potensi untuk mengembangkan produk olahan ikan modern, namun masih menghadapi permasalahan berupa keterbatasan variasi produk, ketergantungan kegiatan produksi pada mata kuliah usaha produksi, serta belum optimalnya pengelolaan usaha dan pelayanan pelanggan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat Unit Usaha Produksi PKK FT UNNES melalui diversifikasi produk olahan ikan modern dan peningkatan keterampilan kewirausahaan. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan dan workshop pengolahan bakso ikan, siomay ikan, dan pempek ikan, pelatihan pelayanan pelanggan, serta penguatan keterampilan entrepreneur dan entrepreneurship. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan keberlanjutan Unit Produksi, meningkatkan kualitas dan daya saing produk, serta memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan dan kepuasan konsumen. Kata kunci: Pengolahan Ikan, Teknologi Pangan, Pangan Modern Diversifikasi Produk, Unit Produksi Abstract The development of the modern food industry is driving an increasing need for practical, healthy, and nutritious food products. The Production Unit of the Family Welfare Education (PKK) Study Program, Faculty of Engineering, Semarang State University (FT UNNES), has the potential to develop modern processed fish products, but still faces problems such as limited product variety, dependence on production activities on production business courses, and suboptimal business management and customer service. This community service activity aims to strengthen the PKK FT UNNES Production Business Unit through diversification of modern processed fish products and improving entrepreneurial skills. The implementation method includes training and workshops on processing fish balls, fish dumplings, and fish pempek, customer service training, and strengthening entrepreneurial and entrepreneurship skills. This activity is expected to increase the capacity and sustainability of the Production Unit, improve product quality and competitiveness, and have a positive impact on increasing income and customer satisfaction. Keywords: Fish Processing, Food Technology, Modern Food Product Diversification, Production Unit
Pengetahuan sikap tindak wirausaha melalui pendidikan teknologi pengolahan hasil pertanian Asih Kuswardinah
Jurnal Pendidikan Vokasi Vol. 2 No. 1 (2012)
Publisher : ADGVI & Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.569 KB) | DOI: 10.21831/jpv.v2i1.1017

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: menemukan model penguatan sikap tindak wirausaha melalui pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT). Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Semarang, Propinsi Jawa Tengah. Pengambilan sample dilakukan secara purposif sampling, dengan pertimbangan sekelompok subyek yang memiliki karakteristik: sebagai anggota KWT kategori proaktif, reaktif dan nonaktif; memiliki status sosial ekonomi rendah, berdomisili di Kabupaten Semarang. Jumlah sample 198 orang. Penelitian ini adalah penelitian tindakan (Action Research), yang diharapkan menghasilkan model dan modul pemberdayaan KWT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat pengetahuan siswa paska pendidikan pada kategori baik; (2) terbukti ada peningkatan pengetahuan siswa paska pendidikan. Berdasarkan temuan hasil penelitian, beberapa saran yang dapat disampaikan khususnya untuk dinas terkait di Kabupaten Semarang, yakni: Bagi Dinas Pertanian: akan lebih tepat memasukan program kewirausahaan; pengolahan pangan hasil pertanian (lokal). ke dalam program kerja rutin KWT. STRENGTHENING STUDENTS ENTREPRENEURSHIP THROUH EDUCATION OF PROCESSING TECHNOLOGY OF FARMINGAbstractThis research was aimed at investigating model of strengthening student entrepreneurship through Female Farmer Group (FFG). This research was conducted in Kabupaten Semarang, the Province of Jawa Tengah. The 198 people was the sample and was selected purposively from the population. Subject was selected based on some criteria: pro-active, reactive, and non-active member of FFG; low economics condition, and Kabupaten Semarang inhibitants. This action research was expected to produce model and module for FFG empowerment. The results of research: (1) student knowledge was good; (2) student achievement was improved. This research recommendation is for the county office of farming, that it is better to provide entrepreneurship program for FFG empowerment.
Determinan pembentuk keluarga sejahtera bagi keluarga miskin pedesaan di Kabupaten Wonosobo yang berbasis industri kreatif pangan Asih Kuswardinah
Jurnal Pendidikan Vokasi Vol. 6 No. 3 (2016)
Publisher : ADGVI & Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.042 KB) | DOI: 10.21831/jpv.v6i3.11439

Abstract

Penelitian bertujuan mendeskripsikan: tingkat pemahaman tentang makna keluarga sejahtera dan tentang industri kreatif pangan di kalangan keluarga miskin (gakin); faktor determinan terhadap terbentuknya keluarga sejahtera yang berbasis pada usaha industri kreatif pangan; mengidentifikasi dan menganalisis kebutuhan gakin. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif yang digunakan sebagai dasar analisis penelitian pengembangan (research and development). Data-data yang diperlukan untuk mencapai tujuan penelitian diperoleh melalui kegiatan-kegiatan FGD. Lokasi penelitian ialah dua desa kategori termiskin di kabupaten Wonosobo. Subjek penelitian ialah gakin yang berjumlah 61 keluarga. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa, tingkat pemahaman gakin terhadap makna keluarga sejahtera dan terhadap makna industri kreatif pangan keduanya bernilai cukup; Determinan utama yang membentuk keluarga sejahtera ialah motiv beribadah, sementara determinan utama yang membentuk usaha memenuhi kebutuhan hidup melalui industri kreatif pangan ialah, diperolehnya pelatihan-pelatihan untuk mengolah pangan. Hasil analisis terhadap faktor-faktor pembentuk keluarga sejahtera dan usaha guna memperoleh penghasilan yang dilakukan melalui industri kreatif pangan ialah: faktor pendidikan dan kesejahteraan keluarga; hubungan inter dan antarkeluarga; peran orang tua dalam mendidik anak; pengaturan ekonomi keluarga; keamanan lahir batin dan perencanaan hidup sehat; pengembangan industri kreatif pangan.Kata kunci: pendidikan, kesejahteraan keluarga; industri kreatif pangan; keluarga miskin DETERMINANT FACTORS FOR ESTABLISHING PROSPEROUS FAMILY FOR RURAL POOR  IN WONOSOBO REGENCY BASED ON CREATIVE FOOD INDUSTRYAbstractThis study aim to describetheng level of understanding of the definition of both prosperous family and food creative industry among poor family, to find out the determinant factors for the establishing prosperous family based on creative food industry, and to identifyand analyse the needs of the poor family. This study adopted a descriptiv approach as the basis for the analysis in the research and development. The data were collected through FGD activities. The research sites were the two poorest villages in Wonosoboregency. The subjects consisted of 61 poor families.The results of the study show that the level of understanding of the definition of both prosperous family and food creative industry is categorized as fair. Additionally, the main determinant factor for establishing prosperous family is religious motives and the main determinant factor for establishing business activities to support livelihood needs through food creative industry is by joining trainings on food processing.Also, the vital components for establishing prosperous family and to establish business activities to earn income through food creative industry include:education, family welfare; intra and interfamily relationship; the role of parents for the children's education; family economy management; physical and spiritual security, healthy life planning; and development of food creative industry.Keywords: education; family welfare; food creative industry; poor family