Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Fatherless terhadap Kemandirian Emosional pada Remaja Akhir Perempuan Generasi Z: The Influence of Fatherlessness on Emotional Independence in Late Adolescent Generation Z Girls Intan Khoirun Nisa; Asih Kuswardinah
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 6 No. 01 (2026): Call for Papers April 2026
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v6i01.8244

Abstract

The phenomenon of the diminishing psychological role of fathers in childcare is increasingly common in Indonesia, influenced in part by the strong view that fathers only serve as breadwinners. This lack of involvement has the potential to negatively impact an individual's emotional stability, particularly for women transitioning into adulthood, where they are increasingly expected to be emotionally independent and no longer dependent on their parents. This study aims to analyze the influence of this condition on the level of emotional independence in Generation Z women. The approach used was quantitative with a correlational design. Data collection was conducted online through a purposive sampling technique with 173 respondents, with the criteria of women aged 18 to 25 years in the early adult phase. The research instrument used an adapted questionnaire that had undergone feasibility testing, with the results of 44 statements being declared valid and having a fairly good level of reliability (Cronbach's Alpha of 0.670). Data were analyzed using descriptive statistics and simple linear regression. The results showed that the level of fatherlessness among respondents was in the fairly high category, with an average value of 61.37. Hypothesis testing revealed a significant correlation between these conditions and emotional independence (a significance value of 0.000 and a regression coefficient of -0.226). This finding suggests that any increase in the sense of role loss will decrease an individual's ability to manage their feelings independently. This study concludes that paternal involvement is essential as a foundation for strong family bonds. The absence of this role has been shown to hinder adolescents' individuation process significantly.
Implementasi Program Peningkatan Kualiatas Hidup Perempuan (PKHP) Di Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang Assyifa Nur Hanifah; Asih Kuswardinah
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.16592

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Implementasi Program Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKHP) di Kecamatan Cipondoh serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program telah berjalan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi yang saling berkaitan dan cukup baik. Program ini mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri perempuan, khususnya dalam bidang pengolahan makanan dan kewirausahaan. Namun, pelaksanaan program belum sepenuhnya optimal karena masih terdapat kendala seperti kurangnya kejelasan informasi di awal kegiatan, keterbatasan modal usaha, serta belum maksimalnya monitoring dan evaluasi. Selain itu, tidak semua peserta mampu mengembangkan hasil pelatihan menjadi usaha yang berkelanjutan. Meskipun demikian, program PKHP tetap memberikan kontribusi positif dalam pemberdayaan perempuan dan peningkatan kualitas hidup keluarga, sehingga perlu adanya perbaikan agar program dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Peran Ibu Tunggal dalam Pembentukan Kemandirian Emosional Remaja dengan Fatherless Syndrome Sandrina Septiana Rizkia; Asih Kuswardinah
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.16840

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh peran ibu tunggal terhadap pembentukan kemandirian emosional remaja yang mengalami fatherless syndrome akibat keputusan perceraian sepihak dari ayah. Fenomena ini sangat krusial mengingat keputusan ayah yang meninggalkan keluarga secara tiba-tiba menciptakan dinamika psikososial yang kompleks bagi remaja, khususnya terkait dengan regulasi emosi, konsep diri, dan ketahanan dalam menghadapi tekanan sosial. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, penelitian ini mengukur peran ibu tunggal melalui instrumen skala psikologi Parental Authority Questionnaire - Revised (PAQ-R). Sementara itu, tingkat kemandirian emosional remaja diukur menggunakan adaptasi Emotional Autonomy Scale (EAS). Hasil penelitian ini diharapkan mampu menunjukkan korelasi yang signifikan antara tingkat kehangatan dan tuntutan (demandingness) ibu tunggal dengan kemandirian emosional remaja, yang meliputi aspek de-idealisasi, memandang orang tua sebagai individu, non-dependensi, dan individuasi. Penelitian ini menegaskan bahwa peran ibu tunggal tidak sekadar menggantikan fungsi ayah, melainkan secara terukur menciptakan lingkungan emosional baru yang memungkinkan remaja untuk tetap tumbuh mandiri meskipun berada di tengah kondisi keluarga yang tidak utuh.