Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pembuatan POC dari Limbah Sirsak di Kelompok Tani Serba Guna Seribu Tanah, Binjai Selatan Sumatera Utara Angkat, Nina Unzila; Razali; Sijabat, Octanina Sari; Irwan Agusnu Putra; Ahmad Nadhira; Ali Ramadhan
JURNAL ABDIMAS MADUMA Vol. 3 No. 2 (2024): Oktober, 2024
Publisher : English Lecturers and Teachers Association (ELTA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/jam.v3i2.306

Abstract

Pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) berbahan dasar limbah daun sirsak yang telah dilaksanakan di Kelompok Tani Tani Serba Guna, Kelurahan Tanah Seribu, Binjai Selatan, Sumatera Utara bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memanfaatkan limbah daun sirsak sebagai bahan dasar POC guna mengurangi penggunaan pupuk kimia serta mendukung pertanian berkelanjutan. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 7 Oktober 2024, dihadiri oleh 30 petani yang terdiri dari kepala kelompok tani dan anggota. Metode yang digunakan meliputi ceramah penyampaian materi dan demonstrasi langsung pembuatan POC. Evaluasi kepuasan peserta dilakukan melalui angket tertulis. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 87% peserta telah memahami tahapan pembuatan POC, pentingnya penggunaan pupuk organik, dan cara mengimplementasikannya untuk mengurangi dampak negatif dari penggunaan pupuk kimia terhadap sifat kimia, fisika, dan biologis tanah Kata Kunci : Limbah Sirsak; POC
Pengaruh Berbagai Bahan Organik dan Pupuk Kalium Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Melon (Cucumis melo L) Ramadhan, Rizky; Putra, Irwan Agusnu; Kurniawan, Dedi
Agritechpedia Vol. 2 No. 02 (2024): Agritechpedia
Publisher : CV. Eduartpia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increasing public demand for melons has encouraged the cultivation sector to make improvements by providing inorganic materials accompanied by providing organic materials so that the quality of the soil and the quality of the melons also improves. The aim of this research is to analyze the effect of various organic materials and potassium treatments on the growth and production of melon plants. This research was carried out in Diski, Sunggal sub-district from June to August 2023. The research design used in this study was a Randomized Group Factorial Design (RAK) which consisted of two factors, the first factor was various organic materials O1: rice husk, O2: coconut belt, O3: water hyacinth. Factor 2. KCL K0: 0 g/plant, K1: 9.0 g/plant, K2: 18 g/plant. The parameters observed were plant length (cm), number of leaves (strands), fruit weight (gr), fruit diameter (cm), fruit thickness (cm). In this study, the treatment of various organic materials had a significant effect on plant height aged 4 to 7 WAP, number of leaves aged 3 and 7 WAP, plant fruit weight and fruit thickness, while potassium treatment had a significant effect on the number of leaves aged 6 WAP, plant fruit weight, and fruit diameter. Treatment interactions had a significant effect on the parameters of plant height aged 3 and 4 WAP
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR KIPAHIT DAN AB MIX TERHADAP PERTUMBUHAN PRODUKSI TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) SISTEM HIDROPONIK WICK halawa, sesillia; Putra, Irwan Agusnu; Berliana, Yunida
Agrobun Vol 1 No 1 (2024): AGROBUN: Januari-Juni
Publisher : LPPM Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/agrobun.v1i1.1203

Abstract

Tujuan penilitian ini adalah mengetahui pengaruh dari pemberian POC Kipahit dan AB Mix terhadap pertumbuhan selada keriting. Penelitian’ ini ‘dilaksanakan pada bulan Januari’- Maret 2023. Lokasi penelitian berada’‘di rumah kasa fakultas pertanian dan peternakan Universitas Tjut Nyak Dhien Medan. Pengumpulan data menggunakan Metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari faktor poc kipahit P1 (10 Ml/L), P2 (20 ml/l), P3 (30 ml/l) dan faktor dosis AB Mix A0 (Tanpa ab mix), A1 (5 ml/l). Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji F, apabila hasil menunjukkan perlakuan berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji DMRT 5%. Parameter yang diamati adalah panjang sulur, diameter batang dan bobot buah pertanaman Hasil penelitian memperlihatkan penerapan poc kipahit pada tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, bobot basah, dan bobot kering pada usia 40 hst, memberi pengaruhcukup besar. Hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa indikator perlakuan terbaik yaitu P3 (poc kipahit 30 ml/l).
PENGARUH PEMBERIAN TRICHODERMA SP DAN BAHAN ORGANIK YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN BUD SET TEBU (Saccharum Officinarum L) Fauzia, Nurul; Putra, Irwan Agusnu; Sijabat, Octa Ninasari; Angkat, Nina Unzila
Agrobun Vol 1 No 2 (2024): AGROBUN: Juli-Desember
Publisher : LPPM Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/agrobun.v1i2.1329

Abstract

Agar pertumbuhan tebu dapat berkembang dan tumbuh dengan optimal, perlu adanya penambahan Trichoderma sp. dan beberapa bahan organik lainnya sebagai tempat media tanam tebu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh yang diberikan Trichoderma sp dengan kombinasi bahan organik yang berbeda. Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Selayang, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Pada Bulan Januari 2024 sampai dengan bulan April 2024. Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial terdiri dari 2 Faktor yaitu Trichoderma sp T0 (Tanpa Trichoderma), T1 (20 gr Trichoderma), T2 (40 gr Trichoderma) dan Faktor bahan organik yang berbeda pupuk kompos M1 (Top soil + 150 gr kompos), M2 (Top soil + 150 gr pupuk kandang sapi), M3 (Top soil + 150 gr pupuk kandang kambing). parameter yang di amati yaitu tinggi tanaman (cm), panjang daun (cm), diameter batang (mm), jumlah daun (helai) dan volume akar (ml). Perlakuan Trichoderma sp tidak berpengaruh nyata pada semua parameter yang diamati sedangkan pupuk kandang kambing berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman dan diameter batang pada umur 2 MST dan 6 MST dan berpengaruh nyata juga terhadap volume akar. Interaksi kedua perlakuan berpengaruh nyata pada diameter batang, jumlah daun dan panjang daun pada umur 2 MST dan 4 MST dan tidak berpengaruh nyata pada volume akar, volume akar terbaik terdapat pada kombinasi T2 M3 (40 gr Trichoderma sp + 150 gr pupuk kandang kambing) dengan volume akar terberat 43,15 ml.
Pelatihan Budidaya Hidroponik Sistem Wick di Kelompok Tani Purnama Sari Kelurahan Jati Utomo, Kecamatan Binjai Utara Yunida Berliana; Irwan Agusnu Putra; Triara Juniarsih; Juli Mutiara Sihombing; Karina Mia Berutu; Ali Ramadhan; Fadli Wibowo; Selly Kajarina; Runi Amalia; Kiki Swandi Lase
ABDIMASKU : Jurnal Pengabdian Masyarakat UTND Vol 2 No 2 (2023): Edisi Juli 2023 - Desember 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/jpmtnd.v2i2.859

Abstract

Budidaya tanaman dengan cara Hidroponik merupakan sistem yang tidak memerlukan lahan yang luas. Hidroponik system wick adalah salah satu hidroponik yang menjadi jalan penghubung antara larutan nutrisi dengan media tanam menggunakan sumbu.. Sumbu yang pada umumnya dipakai berupa tali, sumbu lilin, atau benang katun. Hidroponik wick termasuk dalam kelompok penanaman pasif. Artinya, pergerakan atau perpindahan tidak terlalu banyak dibutuhkan, serta tidak memerlukan peralatan canggih seperti mesin atau pompa dalam penerapannya sehingga cukup sederhana, Karena sifatnya sederhana, sistem hidroponik wick cocok untuk pemula yang ingin menerapkan di bidang perkebunan hidroponik. Kelebihan sistem ini juga dapat menghasilkan tanaman subur meskipun rendah perawatannya. Kelompok tani Purnama Sari berada tidak jauh dari perkotaan dan fokus didalam pengembangan tanaman Hortikultura dan tanaman pangan dengan luas olah lahan yang tidak terlalu luas, sehingga budidaya tanaman dengan hidroponik sistem wick merupakan salah satu pilihan untuk dapat menghasilkan tanaman yang lebih bersih dan sehat di keterbatasan lahan yang sempit. Metode kegiatan yang dilaksanakan yaitu metode pendampingan (mentoring) dan metode partisipatory rural approach (PRA). Hasil kegiatan ini sudah memberikan informasi dan pemahaman tentang hidroponik sistem wick sehingga anggota kelompok tani dapat menerapkannya.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) TERHADAP PEMBERIAN BERBAGAI JENIS LIMBAH KELAPA SAWIT DAN MIKORIZA Putra, Dicky Pramana Satia; Putra, Irwan Agusnu; Kurniawan, Dedi
Agrobun Vol 2 No 1 (2025): AGROBUN: Januari-Juni
Publisher : LPPM Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/agrobun.v2i1.1469

Abstract

Masa pertumbuhan sampai dengan produksi tanaman bawang merah dilakukan dengan menggunakan limbah sawit dan mikoriza yang berbeda, dengan tujuan melihat pertumbuhan dan produksi bawang merah. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kelurahan Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur, Sumatera Utara, Pada bulan Juni sampai dengan September 2022. Rancangan penelitia yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan 2 faktor, dimana faktor pertama yaitu limbah sawit, M0: top soil, M1 : top soil + tkks, M2 : top soil + serat, M3 : top soil + sludge. Faktor kedua yaitu mikoriza, S0 : 0 gram, S1 : 50 gram, S2 : 100 gram. Parameter yang diamati, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi per rumpun, bobot basah per rumpun, bobot kering per rumpun, volume akar. Pada penelitian ini perlakuan limbah sawit tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah. Perlakuan mikoriza tidak berpengaruh nyata terhadap produksi dan pertumbuhan bawang merah,namun terdapat interaksi antara limbah sawit dan mikoriza.
Edukasi Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat yang Baik dan Benar di Lapangan Merdeka Kota Binjai Sumardi; Agusnu Putra, Irwan; Hidayat Sihotang, Supran; Nerdy; Hafiza, Nor; Pakpahan, Melibenni; Rasyidah, Latifur; Zulkhaira; Ramadhani, Putri; Hasibuan, Emilia; Razali
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuajabdimas.v2i2.69

Abstract

Masyarakat yang sehat termasuk salah satu program pembangunan bangsa dengan visi Indonesia sehat 2025. Obat menduduki peran penting dalam pemeliharaan, pemulihan dan pengobatan terkait permasalahan kesehatan, sehingga dibutuhkan tata laksana yang sesuai dengan tujuannya. Penggunaannya ada yang melibatkan apoteker dan tenaga Kesehatan lainnya namun dapat dilakukan secara mandiri atau lebih dikenal dengan sebutan swamedikasi. Pemerintah dengan program GERMAS sebagai langkah konkrit membangun kesadaran masyarakat cerdas menggunakan obat. Namun masih memiliki potensi kesalahan penggunaan baik dipengaruhi oleh faktor penyalahgunaan dan minim pengetahuan terkait indikasi, cara pakai, reaksi obat dan efek yang diharapkan. Oleh sebab itu upaya edukasi maupun penyuluhan dari tenaga Kesehatan dibutuhkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan terhadap keramaian massa di Lapangan Merdeka Kota Binjai yang bertepatan dengan peringatan Hari Pramuka ke-61. Kegiatan ini melibatkan civitas akademik Universitas Tjut Nyak Dhien, disambut baik oleh berbagai kalangan warga yang berkumpul. Pengetahuan masyarakat menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan terkait kandungan obat, khasiat, dosis, cara pakai dan efek sampingnya.
Sosialisasi Metode Tumpangsari pada Replanting kelapa sawit untuk meningkatkan pendapatan Petani sawit rakyat saragih, wismaroh; Awaludin, Awaludin; Wagino, Wagino; Agusnu Putra, Irwan; Kurniawan, Dedi; Br Sijabat, Octanina Sari
Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 9 No 2 (2025): Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/awpm.v9i2.12735

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat bertujuan meningkatkan pendapatan petani sawit rakyat selama masa replanting dengan metode tumpang sari, untuk mengoptimalkan lahan perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini menggunakan penyuluhan, diskusi, dan kunjungan ke kelompok tani di Desa Jaharun, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Program ini mengedukasi petani mengenai tanaman hortikultura, rempah, dan tanaman bernilai ekonomis lain yang dapat ditanam di sela kelapa sawit. Hasilnya menunjukkan bahwa tumpang sari memberikan pendapatan tambahan. Petani memilih ubi kayu dan pisang barangan karena cocok dengan kondisi agroklimat lokal dan memiliki pasar yang stabil. Simpulan pengabdian ini meningkatkan kesadaran dan keterampilan petani dalam memanfaatkan lahan secara produktif dan berkelanjutan. Kontribusi keilmuan kegiatan ini adalah membuktikan efektivitas tumpang sari dalam mendukung ketahanan pangan lokal dan kesejahteraan petani selama replanting kelapa sawit.
PENGARUH INTERVAL WAKTU SERTA PEMBERIAN KOMPOS KULIT BUAH PISANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG (Zea mays Saccharata L.) Wibowo, Fadli; Putra, Irwan Agusnu; Tanjung, Razali
Agroprimatech Vol. 7 No. 2 (2023): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v7i1.4234

Abstract

The aim of the research was to determine the effect of time intervals and the provision of banana peel compost on the growth and production of corn plants. This research was carried out at the People's Garden, Kel. Jati Utomo District. North Binjai. Binjai City, North Sumatra, in October 2022 - January 2023. The research used a factorial randomized block design (RAK) with 2 treatment factors, the first factor was time interval, namely W0 = 10 days before planting, W1 = 20 days before planting, W2 = 30 Days Before Planting. Second Factor Banana Peel Compost Fertilizer (P); P0 = No Application, P1 = 60 grams/plant ~ 960 grams/plot, P2 = 120 grams/plant ~ 1,920 grams/plot, P3 = 180 grams/plant ~ 2,880 grams/plot. The parameters observed were plant height, number of leaves, leaf area, wet weight of cobs with husks, wet weight of cobs without husks and dissolved solid sugar content. The research results showed that time interval treatment had a significant effect on all parameters, where the W1 treatment (20 days before planting) was the best. The banana peel compost treatment had a significant effect only on the parameters of plant height, number of leaves and leaf area and the P1 treatment (60 grams/plant) was the best, but had no significant effect on the parameters of cob weight with husks, cob weight without husks and soluble solid sugar content.
PEMANFAATAN COCOPEAT SEBAGAI MEDIA TANAM DAN EKSTRAK BAWANG MERAH TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DI PRE NURSERY Ginting, Ade Ricky Atmaja; Tanjung, Razali; Sijabat, Octanina Sari; Putra, Irwan Agusnu
Agroprimatech Vol. 8 No. 2 (2024): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v8i2.5317

Abstract

The purpose of the study was to determine the effect of giving cocopeat as a planting medium and the results of onion extract on the growth of oil palm plants in pre nursery. This research was conducted at the People's Garden, Kel. Binjai Estate, Kec. South Binjai. Binjai City, North Sumatra, from December 2023 to March 2024. The research used a Factorial Randomized Group Design (RAK) with 2 treatment factors, the first factor Cocopeat consists of 3 levels of treatment, C0 = No cocopeat, only a mixture of topsoil with cow manure, C1 = 25% cocopeat and 75% topsoil mixture with cow manure, C2 = 50% cocopeat and 50% topsoil mixture with cow manure. The second factor, shallot extract with three treatment levels, namely E0 = 0 ml, E1 = 10 ml, and E2 = 20 ml. The parameters observed consisted of stem diameter (mm), plant height (cm), leaf area (cm2) and number of leaves (strands). The results showed that cocopeat treatment had a very significant effect on the growth of plant height, number of leaves and stem diameter. C2 (50% cocopeat and 50% topsoil mixture with cow manure) is the best treatment. The shallot extract treatment showed a significant effect on the growth of plant height, leaf area, and number of leaves, E2 (20 ml of shallot extract) was the best treatment.