Claim Missing Document
Check
Articles

Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa Berdasarkan Teori Skemp Ditinjau dari Gaya Belajar Giriansyah, Fajri Elang; Pujiastuti, Heni; Ihsanudin, Ihsanudin
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 1: Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v7i1.1515

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa berdasarkan teori Skemp ditinjau dari gaya belajar. Skemp membagi kemampuan pemahaman konsep matematis menjadi dua jenis yaitu kemampuan pemahaman instrumental dan relasional. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan mengambil 3 siswa SMA Negeri 1 Cilegon berdasarkan pertimbangan gaya belajar siswa yaitu visual, auditori, dan kinestetik. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu peneliti, angket gaya belajar, tes pemahaman konsep dan pedoman wawancara. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa dengan gaya belajar visual mampu memenuhi indikator mengklasifikasi objek-objek berdasarkan dipenuhi atau tidaknya persyaratan pembentuk konsep, menghubungkan satu konsep dengan konsep lainnya, dan menerapkan konsep secara algoritma ke pemecahan masalah namun belum mampu mengembangkan syarat perlu dan syarat cukup suatu konsep. Siswa dengan gaya belajar auditori mampu memenuhi indikator mengembangkan syarat perlu dan syarat cukup suatu konsep, dan menerapkan konsep secara algoritma ke pemecahan masalah namun belum mampu mengklasifikasi objek-objek berdasarkan dipenuhi atau tidaknya persyaratan pembentuk konsep, dan menghubungkan satu konsep dengan konsep lainnya. Sedangkan siswa dengan gaya belajar kinestetik mampu memenuhi indikator mengklasifikasi objek-objek berdasarkan dipenuhi atau tidaknya persyaratan pembentuk konsep dan menerapkan konsep secara algoritma ke pemecahan masalah namun belum mampu memenuhi indikator menghubungkan satu konsep dengan konsep lainnya dan mengembangkan syarat perlu dan syarat cukup suatu konsep.
Pengaruh Problem Based Learning berbantuan Scaffolding terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis dan Self-Concept Peserta Didik Mita, Mita; Ihsanudin, Ihsanudin
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v8i2.3198

Abstract

Rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis dan self-concept di SMPN 14 Kota serang serta penggunaan model pembelajaran yang digunakan pendidik yang masih kurang efektif menjadi latar belakang dalam penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis dan self-concept antara peserta didik yang mendapatkan model Problem Based Learning berbantuan scaffolding dengan peserta didik yang mendapatkan model pembelajaran ekspositori serta mengetahui apakah peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis antara peserta didik yang mendapatkan model Problem Based Learning berbantuan scaffolding lebih baik dengan peserta didik yang mendapatkan model pembelajaran ekspositori. Metode eksperimen semu (Quasi Experiment) yang digunakan pada penelitian ini. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di SMPN 14 Kota Serang Tahun ajar 2023/2024 dengan subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII-D sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-C sebagai kelas kontrol. Adapun instrumen yang digunakan terdiri dari instrumen tes (soal uraian) dan non tes (angket self-concept). Hasil analisis data diperoleh: (1) Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik yang menggunakan model Problem Based Learning berbantuan scaffolding dengan peserta didik menggunakan model ekspositori. (2) Peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis antara peserta didik yang mendapatkan model Problem Based Learning berbantuan scaffolding lebih baik daripada peserta didik yang mendapatkan model pembelajaran ekspositori. (3) Terdapat perbedaan self-concept peserta didik yang menggunakan model Problem Based Learning berbantuan scaffolding dengan peserta didik menggunakan model ekspositori.
Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah Terintegrasi STEM Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis dan Self Efficacy Siswa SMP Rizky, Evalina; Ihsanudin, Ihsanudin
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v8i2.3208

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan berpikir kritis matematis dan ­self efficacy siswa, namun kenyataannya berdasarkan studi pendahuluan yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kota Serang kedua hal tersebut belum sesuai dengan harapan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis dan ­self efficacy siswa antara kelas yang menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah terintegrasi (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) STEM dan model pembelajaran konvensional dengan metode ceramah, serta mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis antara dua kelompok penelitian. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kota Serang tahun ajaran 2023/2024. Sampel penelitiannya adalah kelas VII C sebagai kelas kontrol dan kelas VII D sebagai kelas eksperimen yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang memperoleh model Pembelajaran berbasis Masalah terintegrasi STEM dengan siswa yang memperoleh model pembelajaran konvensional metode ceramah, dengan perolehan rata-rata kelas eksperimen lebih baik dibandingkan rata-rata kelas kontrol, 2) Terdapat perbedaan self efficacy antara siswa yang memperoleh model Pembelajaran berbasis Masalah terintegrasi STEM dengan siswa yang memperoleh model pembelajaran konvensional metode ceramah, dengan perolehan rata-rata kelas eksperimen lebih baik dibandingkan kelas kontrol, 3) Peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa yang memperoleh Pembelajaran Berbasis Masalah terintegrasi STEM lebih baik dibanding siswa yang memperoleh model pembelajaran konvensional dengan metode ceramah, dengan perolehan rata-rata N-Gain kelas eksperimen lebih baik dibandingkan kelas kontrol.
Hubungan antara Motivasi dengan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Matematika: Studi Kasus di Salah Satu MTs di Kepandean, Kabupaten Serang, Indonesia Mayyadah, Umi; Isriyah, Nafitriani; Nurkhalifah, Hanum; Ihsanudin, Ihsanudin
Jurnal Studi Kasus Kegiatan Masyarakat Vol 4, No 1 (2026)
Publisher : Gemilang Maju Publikasi Ilmiah (GMPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53889/jskkm.v4i1.771

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana hasil belajar siswa dalam mata pelajaran matematika di salah satu MTs di Kepandean, Kabupaten Serang, Indonesia, berhubungan dengan motivasi belajar. Penelitian ini menggunakan metodologi korelasional kuantitatif. Sebanyak 48 siswa kelas satu dari tahun ajaran 2025–2026 dijadikan subjek penelitian. Kuesioner motivasi belajar dengan skala Likert dan catatan hasil Ujian Tengah Semester (UTS) digunakan sebagai instrumen penelitian. Uji korelasi Pearson Product Moment digunakan dalam analisis data. Dengan skor rata-rata 85,924, hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa berada pada tingkat tinggi. Kombinasi kategori Tinggi dan Sangat Tinggi menunjukkan bahwa 89,58% siswa memiliki sikap yang baik terhadap kegiatan pendidikan. Dengan nilai rata-rata ujian tengah semester sebesar 73, hasil belajar siswa dalam matematika termasuk dalam kelompok cukup hingga baik (≥61), dengan 66,67% siswa mencapai tingkat ini. Menurut hasil uji korelasi, nilai p adalah 0,000 0,05 dan nilai r yang dihitung adalah 0,996 r tabel = 0,254. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa dalam matematika berkorelasi kuat dan signifikan dengan motivasi mereka untuk belajar.