Claim Missing Document
Check
Articles

Aktivitas Antioksidan Kombinasi Fraksi Metanol Virgin Coconut Oil dan Madu Kele Bali dengan Metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhidrazyl) Ni Putu Eka Leliqia; I Ketut Gede Gilang Gama Harta; A.A. Bagus Yoga Saputra; Pande Made Nova Armita Sari; Ni Putu Linda Laksmiani
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v5i2.44070

Abstract

Virgin coconut oil (VCO) dan madu telah banyak digunakan sebagai bahan baku sediaan topikal untuk perawatan kulit. Salah satu khasiat yang telah terbukti adalah aktivitas antioksidannya. Namun efek VCO dan madu sebagai antioksidan umumnya masih dibuktikan dalam bentuk bahan tunggal tidak dalam bentuk kombinasi keduanya. Pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH memerlukan sampel uji yang bersifat polar. Fraksi metanol dari VCO dan madu telah diketahui bersifat polar. Tujuan penelitian ini adalah menentukan kombinasi fraksi metanol VCO dan madu kele Bali yang memberikan aktivitas antioksidan paling kuat. VCO dan madu kele Bali diperoleh dari Desa Aan, Bali. Skrining fitokimia fraksi metanol VCO dan madu kele Bali ditentukan ditentukan dengan metode yang sesuai. Aktivitas antioksidan (IC50) fraksi metanol VCO, madu kele Bali, dan kombinasi keduanya ditentukan dengan metode DPPH. Terdapat 5 kombinasi kedua bahan tersebut yang diuji. Data dianalisis menggunakan ANOVA oneway-LSD dengan taraf kepercayaan 95%. Fraksi metanol VCO mengandung flavonoid dan tanin, sedangkan madu kele Bali mengandung saponin, fenol, flavonoid dan steroid/triterpenoid. Fraksi metanol VCO dan madu kele Bali memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 berturut-turut sebesar 7,20±0,23 mg/mL dan 14,56±0,25 mg/mL. Perbandingan jumlah kombinasi fraksi metanol VCO dan madu kele Bali berpengaruh secara bermakna terhadap aktivitas antioksidannya (p<0,05). Kombinasi 0,0063 g fraksi metanol VCO dan 1 g madu kele Bali menunjukkan aktivitas antioksidan paling kuat (IC50 8,50±0,17 mg/mL). Fraksi metanol VCO dan madu kele Bali serta kombinasinya tergolong antioksidan lemah, namun terjadi peningkatan aktivitas antioksidan yang bermakna pada kombinasi ini dibandingkan madu kele Bali tunggal (p<0,05).
PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN BUNGA GEMITIR SEBAGAI MASKER WAJAH KAYA ANTIOKSIDAN L.P.F. Larasanty; N.L.P.V. Paramita; N.P.E. Leliqia; N.P.L. Laksmiani
Buletin Udayana Mengabdi Vol 22 No 4 (2023): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/BUM.2023.v22.i04.p05

Abstract

Gemitir flower cultivation is one of the agricultural commodities in Apuan village, Susut district, Bangli. The demand for gemitir flowers fluctuates from time to time. When prices are low, farmers will generally experience losses. It is necessary to carry out community service activities that aim to diversify gemitir flower agricultural products into cosmetic products in the form of natural face masks with high antioxidant content. Gemitir flower petals are known to contain tagetin and hydroxyflavones which are naturally antioxidants and are useful in the process of skin regeneration. This face mask product can become a processed product that provides more economic value for farmer groups in Apuan Bangli Village. Community service activities are carried out in stages starting with a survey at the location of the service to see when the gemitir flowers are harvested. At harvest time, the flowers that have bloomed are then collected as needed to be used as samples for processing into face masks. In the first step, the activities carried out were the process of selecting and drying flowers in a natural way and with the help of an oven, then they were made into powder. Product manufacturing activities begin with the pre-formulation of mask preparations. Then with the existing formula, training activities on how to make masks were carried out, including mask packaging. The results of monitoring and evaluation activities showed an increase in public knowledge with an initial average value of 28 to 71 after the final monitoring evaliation was carried out. Keywords: gemitir flower, face mask, natural, antioxidant, training.
Potensi Isokuersitrin Sebagai Agen Antihiperpigmentasi Secara In Silico Dengan Metode Molecular Docking Ni Luh Ari Krisma Anjani; Ni Putu Linda Laksmiani
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 1 (2022): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2022
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2022.v01.i01.p14

Abstract

Prevalensi hiperpigmentasi di Asia cukup tinggi, salah satunya di Indonesia. Iklim tropis Indonesia dan pajanan sinar matahari yang intens berdampak pada peningkatan kejadian hiperpigmentasi. Hiperpigmentasi merupakan peningkatan produksi melanin yang berakibat pada penggelapan warna kulit. Hiperpigmentasi ini cenderung mengganggu penampilan dan mengurangi kepercayaan diri sehingga mencerahkan warna kulit sering diupayakan banyak orang. Pengatasan terhadap hiperpigmentasi dapat dilakukan dengan menghambat proses sintesis melanin (agen antihiperpigmentasi). Salah satu enzim yang mengatur produksi melanin adalah D-dopachrome tautomerase. Isokuersitrin merupakan flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan kuat. Hiperpigmentasi dapat dicegah dengan antioksidan melalui mekanisme penghambatan ROS (Reactive Oxygen Species). Isokuersitrin umumnya ditemukan dalam tanaman obat, buah-buahan, dan sayuran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi isokuersitrin secara in silico sebagai agen antihiperpigmentasi terhadap D-dopachrome tautomerase melalui metode molecular docking. Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah preparasi dan optimasi isokuersitrin menggunakan Hyperchem 8, preparasi D-dopachrome tautomerase menggunakan Chimera 1.11.1, validasi metode dan docking menggunakan AutoDockTools 1.5.6. Metode molecular docking telah dinyatakan valid karena RMSD yang diperoleh sebesar 0,12 Å (tidak lebih dari 3 Å). Energi ikatan menggambarkan afinitas senyawa uji terhadap protein target. Berdasarkan hasil penelitian, energi ikatan isokuersitrin dengan Ddopachrome tautomerase sebesar -7,66 kkal/mol sedangkan native ligand energi ikatannya sebesar -6,48 kkal/mol. Hal tersebut menunjukkan nilai energi ikatan senyawa isokuersitrin lebih rendah dibandingkan dengan native ligand, sehingga secara in silico isokuersitrin berpotensi dikembangkan sebagai antihiperpigmentasi.
Studi Potensi Senyawa Hesperidin dan Naringin Kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) sebagai Agen Antiphotoaging secara In Silico Ni Made Rita Wiantini; Ni Putu Linda Laksmiani
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 1 (2022): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2022
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2022.v01.i01.p22

Abstract

Indonesia merupakanonegara tropis dengan paparan sinar matahariosepanjang tahun yang menyebabkan pendudukoIndonesiaorentan mengalami photaging. Photoaging merupakan kondisi penuaanokulit yang disebabkan karena paparan sinar ultraviolet (UV) berlebihan sehingga menyebabkan pembentukan reactive oxygen species yang menginduksi aktivitas enzim Matrix metalloproteinases-1 (MMP-1) mendegradasi kolagen berlebihan pada kulit sehingga muncul tanda photoaging. Maka dari itu, diperlukan agen anti-photoaging untuk menghambat aktivitas MMP-1. Masyarakat biasanya menggunakan kosmetik dengan klaim antiaging seperti serum retinol untuk menangani photoaging. Kulit jeruk nipis merupakan bahan alami yang dapat dimanfaatkan sebagai anti-photoaging karena kandungan flavonoid seperti hesperidin dan naringin memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi. Penelitian ini bertujuanountuk mengetahui afinitas serta model interaksi yang terbentuk antara hesperidin dan naringin terhadap enzim MMP-1 dibandingkan dengan kontrol positif retinol sebagai agen anti-photoaging secara in silico. Penelitian dilakukan secara eksploratif melalui uji in silico molecular docking dengan tahapan yakni preparasi serta optimasiosenyawa uji serta kontrol positif, preparasi protein target, validasi metode dan docking dilakukan menggunakan AutoDockTools 1.5.6. Berdasarkan hasil docking hesperidin dan naringin memiliki nilai energi ikatan masing-masing -11,73 dan -10,96 kkal/mol yang menunjukkan senyawa uji memiliki energi ikatan yang lebih negatif dari native ligand dan kontrol positif retinol yang memiliki energi ikatan masing-masing -10,07 dan -9,78 kkal/mol. Mekanisme molekuler senyawa uji dalam menghambat enzim MMP-1 melalui pembentukan ikatan hidrogen pada enzim tersebut. Hal tersebut menunjukkan hesperidin dan naringin memiliki afinitas yang lebih kuatodan stabiloterhadap protein target dibandingkan dengan native ligandnya dan retinol sehinggaoberpotensi sebagai antiphotoaging dan dikembangkan sebagai produk kosmetik.
Skrining Senyawa Aloesin Pada Lidah Buaya (Aloe vera (L.) Burm.f.) sebagai Antikanker Prostat Secara In Silico Ni Luh Putu Cintya Pramesti; Ni Putu Linda Laksmiani
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 1 (2022): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2022
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2022.v01.i01.p39

Abstract

Kanker prostat merupakan tumor ganas yang menempati urutan kelima jumlah penderita terbanyak pada pria di Indonesial. Salah satu penyebab terjadinya kanker prostat yaitu adanya ekspresi berlebih dari reseptor androgen yang meregulasi poliferasi sel kanker prostat pada kelenjar prostat. Tumbuhan lidah buaya (Aloe vera (L.) Burm.f.) diduga memiliki aktivitas sebagai antikanker. Salah satu senyawa yang terdapat di dalam tumbuhan lidah buaya dalam jumlah besar adalah aloesin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi senyawa aloesin dari lidah buaya sebagai antikanker prostat terhadap reseptor androgen menggunakan metode molecular docking secara in silico. Pengujian dilakukan dalam beberapa tahapan meliputi penyiapan database struktur 3D senyawa aloesin (CID: 160190) serta reseptor androgen (PDB ID: 3b67), preparasi serta optimasi aloesin menggunakan Hyperchem 8, preparasi reseptor androgen menggunakan Chimera 1.11.1, validasi metode molecular docking dan docking senyawa aloesin dilakukan dengan menggunakan aplikasi AutoDockTools 1.5.6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode molecular docking menunjukkan hasil validasi yang valid karena nilai RMSD yang dihasilkan sebesar 0,62 Å (≤ 2 Å). Hasil docking menunjukkan nilai energi ikatan native ligand dengan reseptor androgen adalah sebesar -9,11 kkal/mol sedangkan nilai energi ikatan senyawa aloesin dengan reseptor androgen sebagai protein target adalah sebesar -10,68 kkal/mol. Hasil tersebut menunjukkan bahwa senyawa aloesin yang terkandung dalam tumbuhan lidah buaya memiliki afinitas sebagai inhibitor lebih kuat dan stabil terhadap protein target yaitu reseptor androgen dibandingkan dengan native ligandnya dengan nilai energi ikatan yang lebih negatif, sehingga diketahui bahwa senyawa aloesin memiliki potensi sebagai antikanker prostat secara in silico melalui penghambatan reseptor androgen.
Potensi Galangin Pada Rimpang Lengkuas sebagai Anti-Photoaging dengan Metode Molecular Docking Ketut Yuantarisa Kartika Putri; Ni Putu Linda Laksmiani
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 1 (2022): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2022
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2022.v01.i01.p44

Abstract

Photoaging adalah penuaan pada kulit yang disebabkan oleh paparan sinar ultraviolet. Indonesia merupakan negara tropis yang mendapatkan paparan sinar matahari sepanjang tahun. Kondisi tersebut mengakibatkan masyarakatnya rentan untuk mengalami photoaging. Degradasi kulit disebabkan oleh protein MMP-1 (matrix metalloproteinase-1), sehingga untuk mengatasi photoaging diperlukan agen penghambat MMP-1. Salah satu penghambat MMP-1 yang digunakan secara luas di masyarakat adalah vitamin C. Rimpang lengkuas diketahui sebagai bahan alami yang memiliki aktivitas antioksidan dengan galangin sebagai biomarkernya. Galangin telah dilaporkan secara in vitro dan in vivo mampu meningkatkan ekspresi faktor pertumbuhan fibroblast dan prokolagen. Penelitian ini bertujuan untuk mendukung pembuktian potensi senyawa galangin sebagai anti-photoaging melalui molecular docking terhadap MMP-1dengan vitamin C sebagai kontrol positif. Tahapan yang dilakukan yaitu preparasi dan optimasi senyawa uji menggunakan Hyperchem 8, dan preparasi protein menggunakan Chimera 1.11.1. Validasi dan docking dilakukan menggunakan aplikasi AutoDockTools 1.5.6 dengan program Autodock4 dan Autogrid4. Metode molecular docking yang dilakukan dinyatakan telah valid apabila nilai RMSD yang diperoleh kurang dari 2 Å. Hasil pengujian molecular docking menunjukkan galangin memiliki afinitas terhadap MMP-1 dengan nilai energi ikatan yang negatif yakni -7,92 kkal/mol. Nilai tersebut lebih negatif jika dibandingkan dengan kontrol positif agen anti-photoaging yaitu vitamin C yang memiliki energi ikatan -5,47 kkal/mol terhadap MMP-1. Model interaksi yang dapat divisualisasikan dari ikatan galangin dengan protein target adalah ikatan hidrogen. Berdasarkan hasil docking, diketahui bahwa galangin memiliki potensi sebagai anti-photoaging dengan mekanisme penghambatan MMP-1 dan dapat dianjurkan untuk dikembangkan.
Molecular docking of lutein as anti-photoaging agent in silico Krisnayana, I Gede Bayu; Febyani, Putu Dewi; Sari, Ida Ayu Yadnyaningtias Permata; Laksmiani, Ni Putu Linda
Pharmacy Reports Vol. 1 No. 1 (2021): Pharmacy Reports
Publisher : Indonesian Young Scientist Group and UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.082 KB) | DOI: 10.51511/pr.15

Abstract

The accumulation of UV exposure resulted in the loss of skin elasticity, and the appearance of wrinkles on the skin is commonly known as photoaging. Matrix metalloproteinase-1 (MMP-1) is an enzyme that degrades type I and III fibrillar collagen. This study aims to determine the mechanism of MMP-1 inhibition by lutein, a carotenoid compound with high antioxidant activity, using in silico molecular docking. This study was conducted by optimization of lutein structure using HyperChem 8, preparation of MMP-1 (PDB ID: 966C) using Chimera 1.10.1, validation of the method, and docking lutein against MMP-1 using Autodock 4.2. The results showed lutein had binding energy of -12.28 kcal/mol, lower than RS2 native ligand (-10.83 kcal/mol). The hydrogen bond formed between lutein and MMP-1 through HIS228 residue. To conclude, lutein may be developed as an anti-photoaging agent by inhibiting the MMP-1.
In silico molecular docking of quercetin as anti-colorectal cancer agents by inhibiting LT4AH Saputra, Made Agus Widiana; Mahaswari, Anak Agung Istri Rani; Anggreni, Ni Ketut Sri; Putri, Wahyu Nadi Eka; Laksmiani, Ni Putu Linda
Pharmacy Reports Vol. 1 No. 2 (2021): Pharmacy Reports
Publisher : Indonesian Young Scientist Group and UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.564 KB) | DOI: 10.51511/pr.16

Abstract

Colorectal cancer is a malignant neoplasm originating from the colon or rectum. Overexpression of leukotriene A4 hydrolase (LTA4H) increases the growth of HCT116 colon cancer cells, therefore, this enzyme becomes an attractive target for commercial drug bestatin. Meanwhile, quercetin is a member of flavonoids possessing a wide variety of anticancer. This study aimed to determine the potential of quercetin as anti-colorectal cancer by inhibiting LTA4H through in silico molecular docking. The docking process involved optimizing quercetin structure, preparing LTA4H protein (PDB ID: 3U9W), validating the molecular docking method, and docking quercetin and bestatin on LTA4H. The binding energy of quercetin to LTA4H was -9.57 kcal/mol, while 28P native ligand and bestatin yielded -10.22 kcal/mol and -9.10 kcal/mol, respectively. Based on the binding energy value, quercetin has a potential inhibitory against the LTA4H.
In silico study of lutein as anti-HER-2 receptors in breast cancer treatment Cahyani, Ni Ketut Nitya; Putri, Wahyu Nadi Eka; Dwivayana, I Kadek Diva; Mirayanti, Ni Putu Dinda; Laksmiani, Ni Putu Linda
Pharmacy Reports Vol. 1 No. 1 (2021): Pharmacy Reports
Publisher : Indonesian Young Scientist Group and UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.851 KB) | DOI: 10.51511/pr.17

Abstract

Human Epidermal Receptor-2 (HER-2) overexpression is implicated in breast cancer progression; thus, HER-2 is widely used as the target of anticancer therapy. Lapatinib is a drug widely used to inhibit the HER-2 receptor and tyrosine kinase; however, it develops drug resistance. Lutein is promising to be developed as breast cancer therapy. This study aims to determine the mechanism of inhibition of HER-2 receptor overexpression by lutein in silico. Molecular docking was carried out by optimizing the lutein and lapatinib, preparing of protein target HER-2 (PDB ID 3PP0), validating of molecular docking protocol, and docking of lutein and lapatinib on HER-2. The study resulted in the binding energy of -12.37 kcal/mol, while the binding energy of the native ligand and lapatinib to HER-2 was -10.43 kcal/mol and -12.25 kcal/mol, respectively. The binding energy showed that lutein has potential as breast anticancer suggested from the stronger affinity to HER2.
Molecular docking of gallic acid as anti-photoaging in silico Dewi, Ni Kadek Diah Parwati; Suryadewi, Kadek Dinda; Fitriari, Diah Mawarni; Andini, Kadek Lia; Laksmiani, Ni Putu Linda
Pharmacy Reports Vol. 1 No. 2 (2021): Pharmacy Reports
Publisher : Indonesian Young Scientist Group and UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.053 KB) | DOI: 10.51511/pr.18

Abstract

Skin aging caused by excessive exposure to ultraviolet is known as photoaging. The mechanism underlying skin photoaging relates to collagen degradation in the extracellular matrix (ECM) by overexpression of matrix metalloproteinases-1 (MMP-1). Gallic acid is a phenolic antioxidant found in many types of plants and can be used as an anti-photoaging agent due to its antioxidant activity. This study aims to determine the potential effect of gallic acid as an anti-photoaging against MMP-1 using in silico molecular docking. The stages included gallic acid structure optimization using the HyperChem 8, preparation of protein target MMP-1 (PDB ID: 966C) using the Chimera1.10.1, validation the molecular docking protocol, and docking gallic acid on MMP-1 with the Autodock 1.5.6. The results showed that gallic acid had an affinity for MMP-1 with a binding energy of -6.0 kcal/mol. There are similar amino acid residues in hydrogen bonds between the native ligand RS2 with MMP-1 and gallic acid with MMP-1, namely ALA 182, LEU 181, and HIS 218. The results suggest that gallic acid has the potential as the anti-photoaging agent through the inhibition of the MMP-1 enzyme.
Co-Authors A. A.W. Lestari A. B. S. Pawarrangan A.A. Bagus Yoga Saputra A.A.I.K. Dewi Adhyaksa, I Nyoman Mahesa Praba Adiluhur M. A. Anak Agung Intan Kharisma Dewi Andika Prayoga Andini, Kadek Lia Anggreni, Ni Ketut Sri Anggreni, Ni Putu Ruscita Anjani, Ni Luh Ari Krisma Arifin, Muhammad Fajar Arimbawa I.B.S. Cahyani, Ni Ketut Nitya Cokorda Istri Sri Arisanti Cokorda Istri Tirta Rusmala Dewi Coky N. W. C. D.M. Nita Pratiwi Deddi Prima Putra Dewa Ayu Pramesti Utari Dewa Ayu Swastini Dewantari A. A. I. S. H Dewi L. R. Dewi Puspita Apsari Dewi, Cokorda Istri Tirta Rusmala Dewi, Komang Dian Merta Sari Dewi, Ni Kadek Diah Parwati Diarini A. S. Dwivayana, I Kadek Diva E.I. Setyawan Edy Meiyanto Febyani, Putu Dewi Fitriari, Diah Mawarni G. A. K. Amarawati G.A.D. Mayagita H. Prabowo I G.P. Putra I Gusti Ayu Made Srinadi I Gusti Ngurah Agung Dewantara Putra I K. Duantara I K. N. Sanjaya I K.N. Sanjaya I Ketut Gede Gilang Gama Harta I Komang Niko Sanjaya I Made Agus Gelgel Wirasuta I N.K. Widjaja I Nengah Kadjeng Widjaja I P.W. I P. W. Nugraha I P.Y. Astara Putra I W. A. Widiantara I W. I. Prayoga I W. Suwartawan I.G.A. Januarta I.G.N.A.D. Putra I.K. Subagia I.N.K. Widjaja I.P. Priyasana Ida Bagus Gde Agung Raditya Eka Putra K. D. Adnyani K. D. Adnyani K. M. Arianti K. R. Reynaldi K.M. Limba K.R Suciptha K.W. Astuti Kadek Joni Prayoga Ketut Widyani Astuti Ketut Yuantarisa Kartika Putri Krisnayana, I Gede Bayu L. W. E. Lestari L.P.F. Larasanty M. A. P. P. Rashid M. B. O. Rastini M. D. Widyastuti M. I. Widiastari Mahaswari, Anak Agung Istri Rani Mirayanti, Ni Putu Dinda N. K. M. Giantari N. K. M. Giantari N. K. M. Noviyanti N. K.S. Ani N. L. P. V. Paramita N.K. Cornelia Ayu Trisna N.N.A.S. Devi N.P.A.D. Wijayanti N.P.M.P.P. Winarni N.PA.D. Wijayanti Ni Kadek Warditiani Ni Luh Ari Krisma Anjani Ni Luh Putu Cintya Pramesti Ni Made Ary Sarasmita Ni Made Pitri Susanti Ni Made Rita Wiantini Ni Putu Ayu Dewi Wijayanti Ni Putu Diah Kusuma Dewi Ni Putu Eka Leliqia Ni Putu Eka Sulastini Ni Putu Ruscita Anggreni Ni Wayan Intan Indayanti Nyunda, Ricky Putra Banyim Oka M. P. A. I. A. Siaka P. V. P. Putri P.D. Wilantari P.P. Pramita Dewi Pande Made Nova Armita Sari, Pande Made Nova Pradnyana Putra Pradnyana, I Gusti Ngurah Agung Pradnyaswari, G. A. Desya Pramesti, Ni Luh Putu Cintya Pratama, I Putu Ari Anggara Catur Pujasari, Luh Wayan Sita Purnama, I.G.P.P Putra, I Made Harimbawa Putra, Komang Dian Aditya Putra, Made Ferdio Amarta Putri, Ketut Yuantarisa Kartika Putri, Lucienne Agatha Larasati Nugraha Putri, Putu Rika Jesika Putri, Wahyu Nadi Eka Putu Rika Jesika Putri Rashid, M.A.P.P Ratna Asmah Susidarti Rismayanti, A. A. M. I. Ritmaleni, Ritmaleni Rumiyati, Rumiyati Saputra, Made Agus Widiana Sari, Ida Ayu Yadnyaningtias Permata Sasi Ani Silawarti, Putu Ayu Karunia Sismindari . Sonia Sonia Suastika, I.G.A. Sunariyani, P. E. A. Suryadewi, Kadek Dinda Ulfatul Husnaa Utari, Dewa Ayu Pramesti V. Rahmadinha Wayan Suwartawan Wiantini, Ni Made Rita Widjaja, I. N. K. Widjaja, I. N. K.. Winarti, N.W. Wiratama Nugraha Yan Ramona Yudiastra, I.K. Yustiantara, Putu Sanna