Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

EKSPLORASI SENYAWA BIOAKTIF DALAM BUNGA TAPAK DARA (CATHARANTHUS ROSEUS) DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGEMBANGAN OBAT HERBAL MODERN Nurhayati, Nurhayati; Astrina, Syarifah Yanti; Asyura, Syarifah; Maulidella, Maulidella; Dhirah, Ulfa Husna
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5247

Abstract

AbstrakBunga Catharanthus roseus diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif yang bernilai penting, seperti alkaloid vincristine, vindoline, serta kelompok flavonoid dan senyawa fenolik, yang memiliki potensi farmakologis yang luas. Artikel ini menyajikan tinjauan pustaka mengenai eksplorasi senyawa-senyawa tersebut pada bunga tapak dara dan keterkaitannya dengan pengembangan obat herbal modern dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa senyawa-senyawa ini memiliki aktivitas biologis yang menonjol, termasuk sifat antikanker, antiinflamasi, antioksidan, dan antidiabetik. Pemanfaatan pendekatan bioteknologi dan teknologi formulasi terkini, seperti multi-omik dan nanoteknologi, berkontribusi signifikan dalam meningkatkan produksi serta efektivitas senyawa bioaktif tersebut. Namun demikian, proses standarisasi, pengujian toksisitas, dan validasi klinis tetap diperlukan untuk memastikan keamanan dan kemanjurannya. Kajian ini memberikan landasan ilmiah yang kuat untuk mendukung potensi Catharanthus roseus sebagai kandidat dalam pengembangan fitofarmaka berbasis evidensi. 
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET FE PADA REMAJA PUTRI SMAN 1 KRUENG BARONA JAYA Wahyuni, Alfitri; Nuzul ZA, Raudhatun; Dhirah, Ulfa Husna; Rezeki, Sahbainur; Azkia, Naura; Putri, Riska Amalia
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5241

Abstract

AbstrakAnemia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang prevalensinya cukup tinggi, terutama pada kelompok remaja putri. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan prevalensi anemia pada remaja usia 15–24 tahun sebesar 32%, sementara penelitian lain melaporkan angka anemia pada remaja putri dapat mencapai 48,9%. Kondisi ini berdampak pada terganggunya pertumbuhan, penurunan konsentrasi belajar, serta menurunnya produktivitas. Upaya pencegahan anemia salah satunya adalah melalui konsumsi tablet Fe secara teratur, namun tingkat kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi tablet Fe masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan dan kepatuhan konsumsi tablet Fe pada remaja putri SMAN 1 Krueng Barona Jaya. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan rancangan pre-test dan post-test control group design. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling dan dibagi ke dalam kelompok intervensi serta kelompok kontrol. Instrumen penelitian berupa kuesioner untuk mengukur pengetahuan dan lembar observasi untuk menilai kepatuhan konsumsi tablet Fe. Analisis data dilakukan dengan uji paired t-test untuk menilai perubahan sebelum dan sesudah intervensi dalam kelompok, serta independent t-test untuk membandingkan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan signifikan pada rata-rata skor pengetahuan (p < 0,05) dan kepatuhan konsumsi tablet Fe (p < 0,05) pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol. Kesimpulan: Edukasi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan konsumsi tablet Fe pada remaja putri. Disarankan agar pihak sekolah bersama tenaga kesehatan melaksanakan program edukasi secara rutin untuk mendukung upaya pencegahan anemia di kalangan remaja.Kata kunci: anemia, remaja putri, edukasi kesehatan, kepatuhan, tablet Fe
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu dengan Capaian PIN Polio Pada Bayi Usia 6-12 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Jeulingke Kota Banda Aceh Dhirah, Ulfa Husna; Iskandar, Iskandar; Andika, Fauziah; Safitri, Faradilla
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3525

Abstract

Data Kemenkes RI (2022) provinsi dengan capaian imunisasi terendah, yaitu Aceh (42,7%). Data Dinas Kesehatan Banda Aceh, total anak usia 0-12 tahun yang telah mendapatkan tetes polio sebanyak 41.740 orang atau sekitar 90.9 persen dari total sasaran sebanyak 45.941 anak. Data itu, hasil rekapan kumulatif dari 11 Puskesmas di Kota Banda Aceh, hingga tanggal 10 Januari 2023. Puskesmas Kuta Alam dengan persentase terbesar 10,8 persen dan terendah Puskesmas Jeulingke dengan total cakupan 67,1 persen. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu dengan capaian PIN polio pada bayi usia 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Jeulingke kota Banda Aceh. Penelitian bersifat analitik dengan desain Cross Sectional, populasi semua ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan yang terdapat di Wilayah Kerja Puskesmas Jeulingke Kota Banda Aceh sebanyak 35 orang. Teknik penelitian menggunakan Total Sampling. Penelitian dilaksanakan Di Wilayah Kerja Puskesmas Jeulingke pada tanggal 04-08 Agustus 2023. Pengolahan data dengan langkah editing, coding, data entry, tabulating, dan analisis data secara univariat bivariate menggunakan chi square. Didapatkan p- value = 0,000 yaitu nilai α = < 0,05, dan p- value = 0,000 yaitu nilai α = < 0,05 artinya bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan capaian PIN Polio. Ada hubungan pengetahuan dan  sikap ibu dengan capaian PIN Polio pada bayi Usia 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Jeulingke Kota Banda Aceh. Perlu meningkatkan pemberian informasi mengenai kesehatan bayi khususnya dalam pemberian imunisasi polio.Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, PIN PolioData from the Indonesian Ministry of Health (2022) shows that the province with the lowest immunization achievement is Aceh (42.7%). Data from the Banda Aceh Health Service shows that the total number of children aged 0-12 years who have received polio drops is 41,740 people or around 90.9 percent of the total target of 45,941 children. The data is the result of a cumulative recapitulation from 11 Community Health Centers in Banda Aceh City, up to January 10 2023. Kuta Alam Community Health Center with the largest percentage of 10.8 percent and the lowest Jeulingke Community Health Center with total coverage of 67.1 percent The aim of this research is to determine the relationship between maternal knowledge and attitudes and the achievement of PIN polio in babies aged 6-12 months in the Jeulingke Community Health Center working area, Banda Aceh city. This research is analytical with a cross sectional design, the population of all mothers with babies aged 6-12 months in the Jeulingke Community Health Center Working Area, Banda Aceh City is 35 people. The research technique uses Total Sampling. The research was carried out in the Jeulingke Community Health Center Work Area on 04-08 August 2023. Data processing involved editing, coding, data entry, tabulating and univariate bivariate data analysis using chi square. Obtained p-value = 0.000, namely α value = <0.05, and p-value = 0.000, namely α value = <0.05, meaning that there is a relationship between maternal knowledge and attitudes and PIN Polio achievement. There is a relationship between maternal knowledge and attitudes and the achievement of PIN Polio in babies aged 6-12 months in the Jeulingke Community Health Center working area, Banda Aceh City. There is a need to increase the provision of information regarding baby health, especially in providing polio immunization.Keywords: Knowledge, Attitude, Polio PIN 
Efektivitas Massages Effleurage Abdomen dan Aromaterapi Jasmine Terhadap Penurunan Skala Nyeri Dismenore Primer Pada Remaja Putri di Universitas Ubudiyah Indonesia Banda Aceh Dhirah, Ulfa Husna; Ulfira, Melya
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.2664

Abstract

Nyeri dismenore primer kadang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari pada remaja putri. Angka kejadian nyeri menstruasi di dunia sangat besar pada tahun 2011 rata–rata di Amerika Serikat prevalensi nyeri menstruasi diperkirakan 45-90%, Adapun angka kejadian dismenore di Indonesia sebesar 64,25% yang terdiri dari 54,89% dismenore primer, dan 9,36% adalah dismenore sekunder. Adapun cara mengatasi nyeri dismenore primer pada saat menstruasi adalah melakukan massase effleurage dan memberikan aromaterapi jasmine. Untuk mengetahui efektivitas massase effleurage abdomen dan aromaterapi jasmine terhadap penurunan skala nyeri dismenore primer pada remaja putri di Universitas Ubudiyah Indonesia Banda Aceh. Jenis penelitian ini yaitu experimental design dengan pendekatan two group posttest design. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 12–30 Juni tahun 2021. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri di Universitas Ubudiyah Indonesia Banda Aceh tahun 2021 yang berjumlah 161 orang, sampel yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 30 orang yang terdiri dari dua grup. Intrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Adapun pengolahan data dilakukan dengan menggunakan uji statistik paired sample t test. Hasil penelitian analisa statistik menunjukkan bahwa ada efektifitas massase effleurage abdomen terhadap penurunan skala nyeri dismenore primer pada remaja putri dengan hasil nilai p-value 0,000, dan ada efektivitas aromaterapi jasmine terhadap penurunan skala nyeri dismenore primer pada remaja putri dengan hasil statistik p value 0,000. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada efektivitas massase effleurage abdomen dan aromaterapi jasmine terhadap penurunan skala nyeri dismenore primer pada remaja putri di Universitas Ubudiyah Indonesia Banda Aceh. Diharapkan kepada remaja putri untuk melakukan massase effleurage abdomen dan menghirup aromaterapi jasmine sehingga dapat menurunkan skala nyeri dismenore primer.Kata kunci : Massase Effleurage Abdomen, Aromaterapi Jasmine, dan Skala Nyeri Dismenore PrimerPrimary dysmenorrhe pain is sometimes very disruptive to daily activities in young women. The incidence rate of menstrual pain in the world is very large in 2011 on average in the United States the prevalence of menstrual pain is estimated at 45-90%, the incidence of dysmenorrhe in Indonesia is 64.25% consisting of 54.89% primary dysmenorrhe, and 9, 36% were secondary dysmenorrhe. The way to deal with primary dysmenorrhe pain during menstruation is to do massage effleurage and give jasmine aromatherapy. To determine the effectiveness of abdominal massage effleurage and jasmine aromatherapy on reducing the pain scale of primary dysmenorrhe in adolescent girls at Universitas Ubudiyah Indonesia Banda Aceh. This type of research is experimental design with a two group posttest design approach. This research was conducted on 12-30 June 2021. The population and sample in this study were all young women at Ubudiyah Indonesia University Banda Aceh in 2021, totaling 161 people, while the sample taken in this study amounted to 30 people consisting of two groups. . The research instrument used an observation sheet. The data processing was carried out using statistical test paired sample t test. The results of statistical analysis showed that there was an effectiveness of abdominal massase effleurage in reducing the pain scale of primary dysmenorrhe in young women with a p-value of 0.000, and there was the effectiveness of jasmine aromatherapy on reducing the scale of primary dysmenorrhe in young girls with a statistical result of p value 0.000. Based on the results of this study, it can be concluded that there is an effectiveness of abdominal massage effleurage and jasmine aromatherapy on reducing the pain scale of primary dysmenorrhea in female adolescents at Ubudiyah Indonesia University, Banda Aceh. It is hoped that young women can do abdominal effleurage massages and inhale jasmine aromatherapy so that it can reduce the pain scale of primary dysmenorrhe.Keywords: Effleurage Massase Abdominal, Jasmine Aromatherapy, and Primary Dysmenorrhe Pain Scale
Pengaruh Kejadian Stunting Terhadap Tumbuh Kembang Balita Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Alue Bilie Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya Dhirah, Ulfa Husna; Mardiah, Ainun
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2974

Abstract

Stunting atau balita pendek harus mendapatkan perhatian khusus karena merupakan salah satu dari banyak prioritas pembangunan kesehatan yang secara global tercantum dalam tujuan ke-2 Sustainable Developmental Goals (SGDs). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan prevalensi stunting sebesar 30,8%. Dibandingkan dengan hasil SSGBI angka stunting berhasil ditekan 3,1% dalam setahun terakhir. Jumlah anak penderita stunting di bawah usia lima tahun sebanyak 149,2 juta pada 2020, turun 26,7% dibandingkan pada 2000 yang mencapai 203,6 juta. Untuk mengetahui pengaruh kejadian stunting terhadap tumbuh kembang balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Alue Bilie kecamatan Darul Makmur kabupaten Nagan Raya. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif, populasi dalam penelitian ini semua ibu yang memiliki anak usia dibawah 24-59 bulan sebanyak 159 orang, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan mengacak 99 sampel dan diolah menggunakan uji chi square (x2). Hasil uji stastistik didapatkan p- value = 0,392 yaitu nilai α = > 0,05 artinya bahwa tidak ada hubungan antara tumbuh kembang balita dengan kejadian stunting. Diharapkan bagi pihak Puskesmas rutin dan kooperatif memberikan penyuluhan dalam menurunkan angka kejadian stunting dan protektif dalam memperhatikan kasus stunting yang terjadi pada balita, namun bagi balita yang terkena stunting menjadi perhatian bagi semua pihak untuk dapat ditangani secara optimal.Kata Kunci : Stunting, Tumbuh Kembang, BalitaStunting or short toddlers must receive special attention because it is one of the many health development priorities listed globally in the 2nd goal of the Sustainable Developmental Goals (SGDs). The 2018 Basic Health Research (Riskesdas) shows a stunting prevalence of 30.8%. Compared to the SSGBI results, the stunting rate has been reduced by 3.1% in the last year. The number of children with stunting under the age of five is 149.2 million in 2020, down 26.7% compared to 2000 which reached 203.6 million. To determine the effect of stunting on the growth and development of toddlers aged 24-59 months in the working area of the UPTD Alue Bilie Health Center, Darul Makmur sub-district, Nagan Raya district. This study was a quantitative study, the population in this study were all mothers who had children aged under 24-59 months, totaling 159 people. The sampling technique used purposive sampling technique by randomizing 99 samples and processing them using the chi square test (x2). The statistical test results obtained a p-value = 0.392, namely the value α = > 0.05 meaning that there is no relationship between the growth and development of toddlers and the incidence of stunting. It is hoped that the Puskesmas will routinely and cooperatively provide counseling in reducing the incidence of stunting and be protective in paying attention to stunting cases that occur in toddlers, but for toddlers who are affected by stunting it is a concern for all parties so that it can be handled optimally.Keywords: Stunting, Growth and Development, Toddlers
Faktor Yang Mempengaruhi Ketepatan Pemberian Imunisasi Dasar Di Wilayah Kerja Puskesmas Samalanga Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen Dhirah, Ulfa Husna; Maulida, Fitri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.2174

Abstract

Latar Belakang : Salah satu intervensi kesehatan yang telah terbukti paling hemat biaya karena dapat mencegah dan mengurangi kejadian kesakitan, kecacatan, dan kematian adalah imunisasi. Bayi yang tidak diberikan imunisasi dasar lengkap dan tidak teratur, maka kuman berbahaya yang menyerang tubuh cukup banyak, tubuhnya tidak dapat melawan kuman tersebut. Adapun cakupan imunisasi dasar lengkap Puskesmas Samalanga pada tahun 2019 mencapai 42,4% dan pada tahun 2020 mencapai 15,3%. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan, pekerjaan, sikap, pengetahuan, dan dukungan keluarga dengan ketepatan pemberian imunisasi dasar di Wilayah Kerja Puskesmas Samalanga Tahun 2021. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional dengan populasi sebanyak 517 orang. Penelitian ini dilaksanakan mulai 28 Mei sampai dengan 19 Juni 2021. Jumlah sampel sebanyak 225 orang dengan menggunakan teknik accidental sampling. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan variabel yang berpengaruh terhadap ketepatan pemberian imunisasi dasar adalah pendidikan ibu (p value=0,000), sikap ibu (p value=0,000), pengetahuan ibu (0,000) sedangkan variabel yang tidak berpengaruh adalah pekerjaan ibu (p value=0,063), dukungan keluarga (p value=0,777). Kesimpulan dan Saran : Adanya pengaruh yang signifikan antara variabel pendidikan, sikap, dan pengetahuan dengan ketepatan pemberian imunisasi dasar dan tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel pekerjaan dan dukungan keluarga terhadap ketepatan pemberian imunisasi dasar. Tenaga kesehatan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya memberikan imunisasi secara tepat sesuai usia bayi dan ibu meluangkan waktu untuk hadir dalam kegiatan sosialisasi serta mau memberikan imunisasi kepada bayi secara tepat. Kata Kunci : Ketepatan Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Background : One of the health interventions that has been proven to be the most cost-effective because it can prevent and reduce the incidence of morbidity, disability, and death is immunization. Babies who are not given complete and irregular basic immunizations, then the harmful germs that attack the body are quite a lot, the body cannot fight these germs. The complete basic immunization Coverage of the Samalanga Health Center in 2019 reached 42.4% and in 2020 it reached 15.3%. Objectives: to determine the effect of education level, occupation, attitude, knowledge, and family support with the accuracy of basic immunization in the working area of the Samalanga Health Center in 2021. Methods: This type of research is an observational analytic study with a cross-sectional approach with a population of 517 people. This research was conducted from May 28 to June 19, 2021. The number of samples was 225 people using accidental sampling technique.Results : The results showed that the variables that affected the accuracy of basic immunization were maternal education (p value = 0.000), mother's attitude (p value = 0.000), mother's knowledge (0.000) while the variable that had no effect was mother's occupation (p value = 0.063), family support (p value = 0.777). Conclusions and Suggestions: There is a significant influence between the variables of education, attitude, and knowledge with the accuracy of giving basic immunization and there is no significant effect between the variables of work and family support on the accuracy of giving basic immunization. Health workers increase socialization to the community about the importance of providing immunizations appropriately according to the age of the baby and mothers take the time to be present in socialization activities and are willing to provide immunizations to infants appropriately. Keywords: Accuracy of Complete Basic Immunization 
Literatur Review Pengaruh Peer Education terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja tentang Pencegahan HIV-AIDS Rezeki, Sahbainur; Mauliza, Putri; Dhirah, Ulfa Husna
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2876

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh per education terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang pencegahan HIV/AIDS. Berdasarkan hasil pengumpulan artikel sebagai referensi utama yang ditelaah dalam penelitian ini dan setelah dilakukan penyeleksian, diperoleh sebanyak 20 artikel yang memenuhi kriteria inklusi . Kemudian 20 artikel yang sudah memenuhi kriteria diseleksi kembali berdasarkan kesesuaian dengan tujuan penelitian dan kualitas quartile jurnal yang dikeluarkan oleh Scopus dan SchimagoJr, sehingga diperoleh 8 artikel yang dijadikan referensi utama.Kata Kunci: peer group, remaja, AIDSThe purpose of this study was to determine the effect of per education on the knowledge and attitudes of adolescents about HIV/AIDS prevention. Based on the results of the collection of articles as the main reference reviewed in this study and after selection, 20 articles were obtained that met the inclusion criteria. Then 20 articles that met the criteria were re-selected based on suitability with the research objectives and the quality of the journal quartiles issued by Scopus and SchimagoJr, so that 8 articles were obtained as the main references.Keywords: peer group, teenagaer, AIDS
Pengunaan KB Hormonal Beresiko Terhadap Kejadian Ca Mammae Studi Case Control di Rumah Sakit Ibu Anak (RSIA) Banda Aceh Rosdiana, Eva; Anwar, Chairanisa; Dhirah, Ulfa Husna; Thaharunnisa, Syarifah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.2571

Abstract

Latar belakang : Secara global, American Cancer Society mencatat jumlah penderita kanker, berdasarkan data insiden, prevalensi, dan mortalitas kanker, mencapai setidaknya 18 juta penderita pada 2018. Masalah utama dalam penanggulangan kanker adalah kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kanker dan kesadaran masyarakat untuk melakukan perilaku hidup sehat untuk mengurangi risiko kanker serta melakukan deteksi dini kanker.  Akibatnya sebagian besar kanker ditemukan pada stadium lanjut dan sulit ditanggulangi, sehingga memberikan beban yang besar bagi pasien kanker dan keluarganya. Tujuan Penelitian : untuk mengetahui pengaruh penggunaan KB Hormonal terhadap kejadian Ca mammae di RSIA Banda Aceh. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan case control dengan jumlah kasus  23 dan control 23, sehingga secara keseluruhan jumlah sampel sebesar 46 orang. Penelitian di Poliklinik Bedah Umum RSIA Banda Aceh pada tanggal 28 Juli sampai dengan 07 Agustus 2020. Dengan hasil ibu yang menggunakan KB hormonal berisiko 5 kali menderita ca mammae. Kesimpulan dan Saran : Ada hubungan penggunaan KB hormonal dengan kejadian Ca mammae  pada ibu di Rumah Sakit Ibu dan Anak Banda Aceh. Diharapkan kepada petugas kesehatan untuk memberikan edukasi kesehatan dan menggiatkan kegiatan konseling dan kepada keluarga untuk bersikap proaktif dalam mengingatkan dan memperhatikan serta mendukung wanita untuk memeriksakan payudara sendiri dari usia 20 tahun, Mammografi yang dilakukan mulai usia 40-49 tahun secara berkala.Kata Kunci   : KB hormonal, Ca MammaeBackground: Globally, the American Cancer Society recorded that the number of cancer sufferers, based on data on incidence, prevalence, and mortality of cancer, reached at least 18 million sufferers in 2018. The main problem in cancer prevention is the lack of public knowledge about cancer and public awareness of life behaviors. healthy to reduce the risk of cancer and early detection of cancer. As a result, most of the cancers are found at an advanced stage and are difficult to treat, thus placing a big burden on cancer patients and their families Research objective: To determine the effect of using hormonal family planning on the incidence of ca mammae at RSIA Banda Aceh. This type of research is descriptive-analytic with a case-control approach with 23 cases and 23 control so that the overall sample size is 46 people. Research at the General Surgery Polyclinic of RSIA Banda Aceh from July 28 to August 7, 2020. With the results, mothers who use hormonal birth control have five times the risk of suffering from breast cancer. Conclusions and Suggestions: There is a relationship between the use of hormonal birth control and the incidence of Ca mammae in mothers at the Maternal and Child Hospital Banda Aceh. It is hoped that health workers provide health education and encourage counseling activities and for families to be proactive in reminding and paying attention to and supporting women to have their breasts checked from the age of 20 years. Mammography is carried out from the age of 40-49 years regularly.Keyword: Hormonal Contraceptives, Ca Mammae    
HUBUNGAN POLA ASUH DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 12-24 BULAN DI DESA CIPARI PARI TIMUR KECAMATAN SULTAN DAULAT KOTA SUBULUSSALAM Dhirah, Ulfa Husna; Rezeki, Sahbainur; Wahyuni, Alfitri; Nuzul ZA, Raudhatun; Asyura, Finaul; Nurhayati, Nurhayati; Astryna, Syarifah Yanti; Andika, Fauziah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5246

Abstract

AbstrakStatus gizi balita merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kesehatan masyarakat, terutama pada usia 12–24 bulan yang merupakan periode emas pertumbuhan. Faktor pola asuh orang tua, khususnya ibu, sangat berpengaruh dalam menentukan asupan makanan dan status gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh dengan status gizi balita usia 12–24 bulan di Desa Cipari Pari Timur, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh balita usia 12–24 bulan di Desa Cipari Pari Timur, dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang yang diambil secara total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner untuk menilai pola asuh dan pengukuran antropometri (BB/U, TB/U, BB/TB) untuk menentukan status gizi. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (? = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola asuh yang baik (58%) dan status gizi balita normal (62%). Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh dengan status gizi balita (p-value < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah pola asuh orang tua, khususnya dalam pemberian makanan dan perawatan sehari-hari, berhubungan erat dengan status gizi balita. Disarankan kepada orang tua untuk meningkatkan praktik pola asuh gizi yang baik serta kepada tenaga kesehatan desa agar terus memberikan edukasi mengenai pemenuhan gizi optimal pada balita. 
Pengaruh Pedidikan Kesehatan Terhadap Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe Pada Ibu Hamil di Puskesmas Ulim Kabupaten Pidie Jaya Rosdiana, Eva; Mastura, Yuyun; Husna, Asmaul; Anwar, Chairanisa; Dhirah, Ulfa Husna
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3326

Abstract

Latar Belakang : Anemia adalah suatu kondisi medis dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin kurang dari normal. Prevalensi ibu-ibu  hamil di seluruh dunia yang  mengalami anemia sebesar 41, 8%. Angka anemia di Indonesia selama lima tahun terkahir mengalami peningkatan sebanyak 11.8% dan pada tahun 2022 mencapai 48.9%. Peningkatan anemia ini terjadi  karena kurangnya Kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe selama masa kehamilannya.Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe. Metodelogi Penelitian : Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah  quasi eksperiment dengan rancangan one group pretest dan posttest. Jumlah sampel diambil dengan menggunakan rumus slovin yaitu sebanyak 87 responden. Penelitian ini di laksanakan di Puskemas Ulim Kabupaten Pidie Jaya pada tanggal 24 Juli s/d 07 Agustus 2023. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon karena dari hasil uji normalitas data diperoleh hasil bahwa data tidak berdistribusi secara normal. Hasil Penelitian : Terdapat peningkatan kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe sebanyak 14 responden. Nilai P= 0.000. Kesimpulan : Terdapat pengaruh antara pendidikan kesehatan terhadap kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe. Saran : Petugas kesehatan perlu meningkatkan intensitas promosi dan pendidikan kesehatan khususnya tentang dampak anemia selama kehamilan serta pentingnya mengkonsumsi tabel Fe pada ibu hamilKata Kunci    : Pendidikan Kesehatan, Kepatuhan Konsumsi Tablet FEBackground: Anemia is a medical condition where the number of red blood cells or hemoglobin is less than normal. The prevalence of pregnant women worldwide who experience anemia is 41.8%. The anemia rate in Indonesia over the last five years has increased by 11.8% and in 2022 will reach 48.9%. This increase in anemia occurs due to the lack of compliance of pregnant women in consuming Fe tablets during their pregnancy. Research Objective: To determine the effect of health education on pregnant women's compliance in consuming Fe tablets. Research Methodology: The research design used in this research is quasi-experimental with a one group pretest and posttest design. The number of samples taken using the Slovin formula was 87 respondents. This research was carried out at the Ulim Community Health Center, Pidie Jaya Regency from July 24 to August 7 2023. Data analysis used the Wilcoxon test because the results of the data normality test showed that the data was not normally distributed. Research Results: There was an increase in the compliance of pregnant women in consuming Fe tablets by 14 respondents. P value = 0.000. Conclusion: There is an influence between health education on pregnant women's compliance in consuming Fe tablets. Suggestion: Health workers need to increase the intensity of health promotion and education, especially about the impact of anemia during pregnancy and the importance of consuming Fe table for pregnant women.Keywords: Health Education, Compliance with FE Tablet ConsumptionÂ