Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI KASUS PROSES ASUHAN GIZI TERSTANDAR (PAGT) PADA ANAK BALITA STUNTING DI UPTD PUSKESMAS KECAMATAN INGIN JAYA ACEH BESAR Ulfa Husna Dhirah; Asmaul Husna; Faradilla Safitri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita yang diakibatkan kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untukrak usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan, akan tetapi baru terlihat ketika bayi sudah berusia dua tahun. Stunting disebabkan oleh tidak mendapat perhatian khusus pada periode 1000 hari pertama kehidupan yang menjadi penentu tingkat pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktifitas seseorang dimasa depan. Kegiatan pembinaan yang di lakukan yaitu memberikan penyuluhan kesehatan tentang bagaimana studi kasus Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) Di Puskesmas Kecamatan Ingin Jaya Aceh Besar. Metode pelaksanaan mulai dari persiapan, pelaksanaan, evaluasi semua sudah terlaksana sesuai rencana. Hasil yang dicapai, publikasi artikel pada jurnal pengabdian masyarakat, tersedianya media KIE ( poster dan boklet efektif /mudah dipahami dan diterapkan). Dilaksanakan pemeriksaan kesehatan ke Posyandu, dari peserta penyuluhan yang terdiri dari warga Desa setempat dan sekitarnya, sudah mampu menerima penjelasan dan mengaplikasikan pada keluarga tentunya, dan khususnya untuk warga yang memiliki bayi dan balita serta anak yang gizinya belum sesuai dengan standar normal. Keywords : PAGT, StuntingStunting is a condition of failure to thrive in children under five caused by chronic malnutrition so that children are too short for their age. Malnutrition occurs since the baby is in the womb, but only appears when the baby is two years old. Stunting is caused by not receiving special attention during the first 1000 days of life which determines a person's level of physical growth, intelligence and productivity in the future. The coaching activities carried out were providing health education on how to study the case study of the Standardized Nutrition Care Process (PAGT) at the Puskesmas, Want Jaya District, Aceh Besar. The implementation method, starting from preparation, implementation, evaluation, has all been carried out according to plan. The results achieved, publication of articles in community service journals, availability of IEC media (effective posters and booklets/easy to understand and apply). Health checks were carried out at the Posyandu, from counseling participants consisting of local and surrounding villagers, who were able to receive explanations and apply them to families, of course, and especially for residents who have babies and toddlers and children whose nutrition is not up to normal standards.Keywords: PAGT, Stunting
PROMOSI KESEHATAN TENTANG PENCEGAHAN PENULARAN HIV/AIDS PADA REMAJA DI MAN RUKOH BANDA ACEH Ulfa Husna Dhirah; Eva Rosdiana
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) belakangan ini telah menjadi masalah global yang melanda dunia karena dalam waktu relatif cepat terjadi peningkatan jumlah penderita yang melanda di berbagai negara. Di samping itu belum diketemukannya obat/vaksin yang efektif terhadap AIDS, telah menyebabkan timbulnya keresahan dan keprihatinan di seluruh dunia. Salah satu upaya untuk menanggulangi kasus HIV/AIDS pada remaja yang bisa dilakukan adalah melalui promosi kesehatan di sekolah- sekolah untuk meningkatkan pengetahuan siswa-siswi). Upaya promosi kesehatan yang telah dilaksanakan untuk mencegah penularan HIV/AIDS pada remaja menggunakan media poster. Metode promosi kesehatan yang digunakan yaitu penyuluhan dikelas. Materi yang disampaikan yaitu cara penularan, cara pencegahan, pengobatan dan peluang kesembuhan serta mitos-mitos tentang HIV/AIDS yang beredar di masyarakat.Kata Kunci : Promosi Kesehatan, HIV-AIDSAIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) has recently become a global problem that has hit the world because in a relatively short time there has been an increase in the number of sufferers in various countries. In addition, the absence of an effective drug/vaccine against AIDS has caused anxiety and concern throughout the world. One effort to overcome HIV/AIDS cases in adolescents that can be done is through health promotion in schools to increase students' knowledge. Health promotion efforts that have been implemented to prevent the transmission of HIV/AIDS to adolescents use poster media. The health promotion method used is classroom counseling. The material presented includes methods of transmission, prevention methods, treatment and opportunities for recovery as well as myths about HIV/AIDS circulating in society.Keywords: Health Promotion, HIV-AIDS
PROMOSI KESEHATAN TENTANG FLOUR ALBUS SERTA PENANGANANNYA DI SMA NEGERI 8 BANDA ACEH Ulfa Husna Dhirah; Chairanisa Anwar
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 2, No 1 (2020): VOL. 2 NO. 1, APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractKeputihan (flour albus) merupakan gejala yang sangat sering dialami oleh sebagian besar wanita. Keputihan seringkali tidak ditangani dengan serius oleh para wanita. Padahal, keputihan bisa jadi indikasi adanya penyakit. Hampir semua perempuan pernah mengalami keputihan. Pada umumnya, orang menganggap keputihan pada wanita sebagai hal yang normal. Pendapat ini tidak sepenuhnya benar, karena ada berbagai sebab yang dapat mengakibatkan keputihan. Keputihan yang normal (fisiologis) memang merupakan hal yang wajar. Namun, keputihan yang tidak normal (patologis) dapat menjadi petunjuk adanya penyakit yang harus diobati. Sebagian besar remaja memiliki pengetahuan yang kurang tentang keputihan. Pemberian pendidikan kesehatan pada remaja merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap serta perilaku yang baik mengenai pencegahan keputihan patologisKeywords : Promosi Kesehatan, Flour Albus
SOSIALISASI KESIAPSIAGAAN PENCEGAHAN COVID 19 DI DESA MESJID KEUMANGAN KECAMATAN MUTIARA KABUPATEN PIDIE Ulfa Husna Dhirah; Sarini Vita Dewi; Soraya Lestari
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 3, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Virus Corona adalah sebuah keluarga virus yang ditemukan pada manusia dan hewan. Sebagian virusnya dapat mengingeksi manusia serta menyebabkan berbagai penyakit, mulai dari penyakit umum seperti flu, hingga penyakit-penyakit yang lebih fatal. Seringkali virus ini menyebar antara manusia ke manusia melalui tetesan cairan dari mulut dan hidung saat orang yang terinfeksi sedang batuk atau bersin, mirip dengan cara penularan penyakit flu. Tetes cairan dari mulut dan hidung pasien tersebut bisa jatuh dan tertinggal pada mulut dan hidung orang lain yang berada di dekatnya, bahkan dihisap dan terserap ke dalam paru-paru orang tersebut melalui hidungnya. Untuk itu diperlukan sosialisasi kesiapsiagaan pencegahan Covid 19 ini dengan mengajarkan cara cuci tangan yang benar, etika batuk dan bersin, konsumsi makanan yang sehat dan bergizi, istirahat yang cukup dan mengelola stress untuk meningkatkan kekebalan tubuh dalam melawan penyebaran infeksi termasuk Virus Corona.Keywords : Covid 19 
PENINGKATAN KUALITAS HIDUP REMAJA PUTRI MELALUI EDUKASI NYERI HAID DAN PELAKSANAAN SENAM DISMENORE DI MAS BABUN NAJJAH KOTA BANDA ACEH Raudhatun Nuzul ZA; Fitriyanti Fitriyanti; Ulfa Husna Dhirah; Rizky Swastika Renjani
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri haid (dismenore) merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang paling sering dialami oleh remaja putri dan berdampak pada aktivitas belajar serta kualitas hidup mereka. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan remaja putri dalam menangani nyeri haid melalui edukasi kesehatan serta praktik langsung senam dismenore sebagai metode non-farmakologis. Program dilaksanakan di MAS Babun Najjah Kota Banda Aceh dengan melibatkan 22 siswi kelas XII. Metode kegiatan mencakup penyuluhan, diskusi, demonstrasi video, dan praktik senam dismenore yang dievaluasi melalui observasi dan kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan remaja mengenai mekanisme nyeri haid, faktor pencetus, serta teknik penanganan non-obat. Seluruh peserta mampu mengikuti gerakan senam dengan baik dan menyatakan bahwa senam mudah dilakukan serta bermanfaat untuk mengurangi ketidaknyamanan saat menstruasi. Kegiatan ini memberikan dampak positif melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan manajemen nyeri, serta kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Intervensi edukasi dan senam dismenore direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah sebagai upaya promotif dan preventif bagi remaja putri.
MEMBANGUN GENERASI CERDAS DAN SEHAT MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI DI SMA NEGERI 1 KRUENG BARONA JAYA Fauziah Andika; Asmaul Husna; Ulfa Husna Dhirah; Finaul Asyura; Rahmat Akbar
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting dalam kehidupan manusia yang perlu diketahui sejak usia remaja. Di Indonesia, banyak remaja menghadapi tantangan besar terkait kesehatan reproduksi, antara lain rendahnya akses terhadap informasi yang benar, norma budaya yang menganggap pembicaraan tentang seksualitas sebagai hal tabu, serta minimnya pendidikan formal yang membahas isu ini secara menyeluruh. Hal ini menyebabkan remaja cenderung mencari informasi dari sumber yang tidak kredibel, seperti media sosial atau teman sebaya, yang berpotensi menyesatkan dan meningkatkan risiko terhadap perilaku seksual yang tidak sehat, kehamilan di luar nikah, serta penularan infeksi menular seksual (IMS), termasuk HIV/AIDSKegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 14 April 2025 dengan jumlah peserta 30 orang siswa dan siswi di SMA Negeri 1 Krueng Barona Jaya. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan sikap positif siswa terhadap pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak usia remaja. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang dilakukan, tampak adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan, khususnya terkait dengan fungsi organ reproduksi, perubahan fisik dan emosional saat pubertas, pentingnya menjaga kebersihan alat reproduksi, serta upaya pencegahan terhadap risiko penyakit menular seksual. Kata Kunci : Kesehatan Reproduksi, Pengetahuan, Penyakit Menular Seksual
PENTINGNYA MENSTRUASI SEHAT DENGAN PENGGUNAAN PEMBALUT KAIN PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 1 DARUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR Ulfa Husna Dhirah; Eva Rosdiana; Salisatul Uqrha; Ulfi Mawaddah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menstruasi adalah proses fisiologi normal yang terjadi setiap bulannya selama usia produktif wanita. Lama menstruasi merupakan jarak dari hari pertama menstruasi hingga darah berhenti keluar normalnya 3 sampai 7 hari.. Jumlah darah yang keluar selama satu kali haid dikatakan normal apabila tidak melebihi 80 ml. Pembalut merupakan salah satu alternatif untuk menahan rembasan darah haid. Kondisi ini menjadikan pembalut seakan menjadi kebutuhan pokok bagi kaum perempuan. Perilaku pemilihan pembalut merupakan hal sangat penting, dimana produk pembalut wanita harus bersih dan tidak mengandung zat berbahaya karena mempertimbangkan terjadinya kontak langsung antara pembalut dengan area intim perempuan. Muncul  terobosan  untuk  kembali  menggunakan pembalut wanita berbahan kain yang biasa dicuci ulang sehingga  lebih  hemat  dan  mengurangi  pembuangan sampah  pembalut  yang  mengandung  bahan  sulit  diurai oleh alam. Penggunaan kembali pembalut dengan bahan kain  haruslah  memenuhi  aspek  praktis  sehingga  cocok untuk  dipergunakan  oleh  wanita  masa  kini  yang  sibuk dengan   berbagai   aktivitas. Upaya promosi kesehatan yang telah dilaksanakan melalui penyuluhan dengan pemaparan materi melalui media laptop dan LCD serta membagikan poster. Metode promosi kesehatan yang digunakan yaitu penyuluhan dikelas. Materi yang disampaikan yaitu pengertian menstruasi, fase-fase menstruasi, tanda dan gejala menstruasi, manfaat penggunaan pembalut kain dan kekurangan pembalut kain.Kata Kunci: Menstruasi, Pembalut Kain Menstruation is a normal physiological process that occurs every month during a woman's productive age. The duration of menstruation is the distance from the first day of menstruation until the blood stops coming out, normally 3 to 7 days. The amount of blood that comes out during one menstruation is said to be normal if it does not exceed 80 ml. Sanitary napkins are an alternative to prevent menstrual bleeding. This condition makes sanitary napkins seem to be a basic necessity for women. The behavior of selecting sanitary napkins is very important, where women's sanitary napkin products must be clean and do not contain dangerous substances because they take into account the direct contact between the sanitary napkins and women's intimate areas. There has been a breakthrough to return to using cloth sanitary napkins that are usually rewashed so that they are more economical and reduce the disposal of sanitary napkin waste that contains materials that are difficult for nature to decompose. The reuse of cloth sanitary napkins must fulfill practical aspects so that they are suitable for use by today's women who are busy with various activities. Health promotion efforts have been carried out through outreach by presenting material via laptop and LCD media as well as distributing posters. The health promotion method used is classroom counseling. The material presented is the meaning of menstruation, menstrual phases, signs and symptoms of menstruation, the benefits of using cloth sanitary napkins and the disadvantages of cloth sanitary napkins.Keywords: Menstruation, Cloth Sanitary Pad
EDUKASI DAN MASALAH KESEHATAN REPRODUKSI DAN ANEMIA PADA REMAJA DI PASANTREN BABUN NAJAH ULEE KARENG KOTA BANDA ACEH Asmaul Husna; Faradilla Safitri; Ulfa Husna Dhirah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang berada pada masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa, yaitu sekitar usia 10–19 tahun. Masa ini ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang sangat cepat (WHO, 2021). Periode remaja menjadi fase krusial karena di masa ini terjadi proses pematangan organ reproduksi dan pembentukan perilaku hidup yang akan berpengaruh terhadap kualitas kesehatan di masa depan (Kemenkes RI, 2022). Dampak anemia tidak hanya sebatas kelelahan fisik, tetapi juga menurunkan kemampuan konsentrasi, mempengaruhi prestasi akademik, dan menurunkan daya tahan tubuh. Jika tidak ditangani sejak dini, anemia pada remaja putri dapat berlanjut hingga masa dewasa dan kehamilan, yang kemudian meningkatkan risiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah dan komplikasi kehamilan (Almatsier, 2019; WHO, 2021). Secara jangka panjang, peningkatan kesadaran dan pengetahuan remaja di pesantren ini akan berkontribusi terhadap penurunan angka kejadian anemia di kalangan remaja, peningkatan kualitas generasi muda, serta mendukung program nasional Indonesia Sehat 2045.
PENINGKATAN KUALITAS GENERASI SADAR KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI SMA NEGERI 1 KRUENG BARONA JAYA, KABUPATEN ACEH BESAR Ulfa Husna Dhirah; Alfitri Wahyuni; Raudhatun Nuzul ZA; Finaul Asyura; Syarifah Yanti Astryna; Soraya Lestari; Annisa Qadrunnada; Sahbainur Rezeki; Syarifah Naja; Siti Afsah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKesehatan reproduksi remaja merupakan salah satu isu strategis dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Rendahnya pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi dapat berdampak pada meningkatnya risiko perilaku berisiko, kehamilan tidak diinginkan, dan penyakit menular seksual. Berdasarkan hasil observasi awal di SMA Negeri 1 Krueng Barona Jaya, ditemukan bahwa sebagian besar siswa belum memiliki pengetahuan yang memadai mengenai kesehatan reproduksi, terutama terkait perubahan fisik dan psikologis pada masa pubertas, pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi, serta pencegahan perilaku seksual berisiko. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas generasi sadar kesehatan reproduksi melalui pendekatan edukasi interaktif, diskusi kelompok terarah, dan pembentukan duta kesehatan reproduksi sekolah. Metode pelaksanaan meliputi pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal, pemberian materi edukasi dengan media audiovisual dan modul cetak, simulasi, serta post-test untuk evaluasi efektivitas kegiatan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan remaja dalam menjaga kesehatan reproduksi, serta membentuk lingkungan sekolah yang mendukung perilaku hidup sehat. Hasil PKM ini diharapkan menjadi model pemberdayaan remaja berbasis sekolah yang dapat direplikasi di wilayah lain untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yaitu menjamin kehidupan sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua pada segala usia.
SOSIALISASI 1000 HPK (HARI PERTAMA KEHIDUPAN) CEGAH STUNTING DI DESA PAYA KEUREULEH KECAMATAN LEMBAH SEULAWAH KABUPATEN ACEH BESAR Ulfa Husna Dhirah; Rulia Meilina; Sahbainur Rezeki
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, kasus stunting masih menjadi masalah kesehatan dengan jumlah yang cukup banyak. Hal ini disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dengan manifestasi kegagalan pertumbuhan (growth faltering) yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun. Kondisi gagal tumbuh pada anak balita sehingga anak terlalu pendek untuk usianya disebut stunting. Stunting yang dialami anak dapat disebabkan karena tidak mendapat perhatian khusus pada periode 1000 hari pertama kehidupan yang menjadi penentu tingkat pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktifitas seseorang dimasa depan. Pada masa tersebut nutrisi yang diterima bayi saat didalam kandungan dan menerima ASI mempunyai dampak jangka panjang terhadap kehidupan saat dewasa. Sosialisasi ini merupakan salah satu upaya untuk untuk mencegah agar terhindar dari terjadinya stunting pada anak-anak dan status gizi yang kurang.Keywords : Sosialisasi, 1000 HPK, StuntingIn Indonesia, stunting cases are still a health problem with a large number. This is caused by chronic malnutrition with manifestations of growth failure (growth faltering) which starts from the time of pregnancy until the child is 2 years old. The condition of failure to thrive in children under five so that children are too short for their age is called stunting. Stunting experienced by children can be caused by not receiving special attention in the first 1000 days of life which determines the level of physical growth, intelligence and productivity of a person in the future. During this period, the nutrition that the baby receives while in the womb and receiving breast milk has a long-term impact on life as an adult. This socialization is one of the efforts to prevent stunting in children and poor nutritional status.Keywords : Socialization, 1000 HPK, Stunting
Co-Authors Ainun Mardiah Ainun Mardiah Alfitri Wahyuni Alya Ramadhani Andika, Fauziah Anis Hikma Mulia Annisa Qadrunnada Anwar, Chairanisa Anwar, Chairanisa Aris Natri Sutami Asmaul Husna Asmaul Husna Asyura, Finaul Chairanisa Anwar Cut Ratna Keumala Dian Ulviara ELFINA ELFINA Eva Rosdiana Eva Rosdiana Fahmi, Zaisar Faradilla Safitri, Faradilla Fauziah Andika Finaul Asyura Finaul Asyura Fithri Nazs Fitria Fitria Fitria Fitriyanti Fitriyanti Fitriyanti Fitriyanti Fitriyanti Fitriyanti fitriyanti fitriyanti Halija, Siti Hasratina, Illa Henny febriani Henny Febriani Iskandar Iskandar Juneris Aritonang Kesumawati, Kesumawati Lestari, Soraya Maghlisa, Ulfa Ibna MARNIATI . Marniati Marniati Marniati Marniati Marniati Marniati, Marniati Mastura, Yuyun Maulida, Fitri Maulidella Maulidella Meilina, Rulia Mifta Yunisa Mukhlis Mukhlis Naura Azkia Noerma Ismayukha Nurdin Nurdin Nurdin NurdinNurdin Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurna Fauziah Nuzulul Rahmi, Nuzulul Putri Mauliza, Putri Putri, Rizka Amalia Rahmad Akbar Rahmat Akbar Rahmat Akbar Ratna Wilis Ratna Wilis Ratna Wilis Raudhatun Nuzul ZA Raudhatun Nuzul ZA, Raudhatun Rezeki, Sahbainur Riska Amalia Putri Rizka Amalia Putri Rizky Swastika Renjani Rosdiana, Eva Rossi Aulia Pratiwi Rouzatun Nisa Rouzatun Nisa Rouzatun Nisa Rulia Meilina Sahbainur Rezeki Salisatul Uqrha Sarini Vita Dewi Siti Afsah Siti Rohani Siti Samaniyah Syarifah Asyura Syarifah Asyura Syarifah Naja Syarifah Yanti Astrina Syarifah Yanti Astryna Thaharunnisa, Syarifah Ulfi Mawaddah Ulfira, Melya Utama, Indra Wahyuni, Alfitri Wirza Wirza Yassirly, Yassirly Yunisa, Mifta