Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Chronologia

Peran Pemerintah dan Masyarakat dalam Melestarikan Situs Cibuaya sebagai Cagar Budaya di Kabupaten Karawang Lelly Qodariah; Sadiah Sadiah
CHRONOLOGIA Vol 1 No 1 (2019): Chronologia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.327 KB) | DOI: 10.22236/jhe.v1i1.3552

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui peran Pemerintah dan masyarakat dalam melestarikan Situs Cibuaya sebagai cagar budaya di Kabupaten Karawang. Metode yang digunakan dalam penulisan penelitian ini adalah metode kualitatif yang dapat memaparkan dengan jelas kenyataan dilapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dokumentasi. Setelah data terkumpul lalu dianalisis dengan teknik Triangulasi data dengan menerapkan model analisis interaktif dari Miles dan Heberman, yang terdiri dari tiga komponen terkait yaitu reduksi, sajian data dan verifikasi atau simpulan data. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini bahwa Di desa Cibuaya pada masa lalu pernah berdiri sebuah kerajaan besar yaitu Kerajaan Tarumanegara dengan raja yang pernah berkuasa saat itu adalah Purnawarman, hal ini dilihat dari hasil penemuan dari benda-benda bersejarah seperti Arca Wisnu Cibuaya I dan II, batu pipisan, percandian lemah duhur dan sebagainya.
Modal Sosial Komunitas Motor Tua Japs Bratstyle Indonesia: Studi Kasus Paspampres, Jakarta Timur Muhammad Amin Syaifuddin; Lelly Qodariah; Hari Naredi
CHRONOLOGIA Vol 1 No 2 (2019): Chronologia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.361 KB) | DOI: 10.22236/jhe.v1i2.4717

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya hidup, kebebasan berekspresi, solidaritas sosial, dan tanggapan komunitas Japs Bratsyle Indonesia terhadap pandangan masyarakat yang sering memberikan stigma negatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Peneliti menggunakan teknik observasi yang berjenis observasi partisipasi moderat yang tersamar, teknik wawancara tak terstruktur kepada narasumber penelitian, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komunitas Motor Tua Japs Bratstyle Indonesia memiliki beberapa modal sosial seperti tidak menampik dengan adanya arus Modernisasi pada perkembangan teknologi industri otomotif, gaya hidup Komunitas Japs Bratstyle Indonesia sebenarnya sama, yang membedakan itu penampilan kendaraan mereka masing-masing, tidak ada kelas sosial, semua sama, berbagi rasa bersama, suka, duka, susah, senang bersama, menepis ego membuang pemikiran yang bertentang dengan rasa kebersamaan. Solidaritas dalam Komunitas JBI masuk dalam solidaritas mekanik, mempunyai rasa kepercayaan, kebersamaan, ketiakawanan dan persaudaraan. Komunitas Motor Tua Japs Bratstyle Indonesia sangat menghargai kebebasan, tapi bukan berarti mereka artikan kebebasan yang negatif. Komunitas Motor Tua Japs Bratstyle Indonesia hanya ingin sedikit dihargai dan diterima di tengah masyarakat umum.
Peran Benyamin Suaeb dalam Modernisasi Kesenian Gambang Kromong di Jakarta Tahun 1970 – 1975 Naufal Faris Amal; Rudy Gunawan; Lelly Qodariah
CHRONOLOGIA Vol 1 No 2 (2019): Chronologia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.951 KB) | DOI: 10.22236/jhe.v1i2.4719

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh Benyamin Suaeb dalam kesenian musik Gambang Kromong dari budaya tradisional menjadi budaya populer. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang terdiri dari tahapan heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian, peran Benyamin Suaeb dalam musik gambang kromong modern dalam lantunan nada maupun lirik, dengan memberikan sentuhan baru berupa penambahan-penambahan alat musik seperti gitar, bass, seksofone dalam musik gambang kromong modern dengan syair-syair di setiap lagunya yang lebih sering dikaitkan dengan orang kecil, adanya kesusahan hidup dan ketidakadilan. Benyamin berhasil menampilkan diri sebagai seniman yang mampu melihat sisi manusiawi dari kehidupan orang-orang Jakarta. Benyamin mempunyai cara tersendiri dalam mengangkat persoalan dengan kalimat yang spontan dan jenaka.
Peran Syeikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin (Abah Anom) dalam Mengembangkan Pendidikan di Tanjungkerta, Pager Ageung, Tasikmalaya Nurmalia Kusuma Putri; Lelly Qodariah; Laely Armiyati
CHRONOLOGIA Vol 1 No 2 (2019): Chronologia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.05 KB) | DOI: 10.22236/jhe.v1i2.4722

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pendidikan, mengetahui peran Abah Anom dalam mengembangkan pendidikan, dan mengetahui kendala yang dialami Abah Anom dalam mengembangkan pendidikan di Desa Tanjungkerta, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya melalui pondok pesantren Suryalaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan prosedur pengumpulan datanya adalah: 1) Observasi; 2) Wawancara; 3) Dokumentasi; 4) Tringulasi Data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Syeikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin dalam mengembangkan pendidikan di desa Tanjungkerta merupakan suatu wujud kesungguhannya untuk mengembangkan pendidikan keagamaan dan pendidikan formal di dalam lingkup Pondok Pesantren Suryalaya.
Peran Perguruan Silat Silo Macan untuk Mempertahankan Lokalitas Budaya Betawi di Condet Ade Andrian; Lelly Qodariah; Jumardi Jumardi
CHRONOLOGIA Vol 1 No 3 (2020): Chronologia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.464 KB) | DOI: 10.22236/jhe.v1i3.4726

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memperoleh gambaran secara menyeluruh bagaimana Peran Perguruan Silat Silo Macan untuk mempertahankan lokalitas Budaya Betawi. Silat Betawi yang mulai bersaing dengan seni beladiri lainnya dan bahkan seni beladiri dari luar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, sebagaimana yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang di alami oleh subyek penelitian, misalnya perilaku, persepsi, motivasi dan prosedur pengumpulan data pada penelitian ini adalah: 1) Observasi Perguruan Silat Silo Macan di Balekambang Condet 2) wawancara dengan informan diantaranya Guru Perguruan Silo Macan. 3) Dokumetasi, 4) Tringulasi Data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Perguruan Silat Silo Macan masih ada dan belum punah gerakan-gerakannya masih asli belum tercampur dengan gerakan beladiri lainnya. Pemerintah daerah bisa mendukung dan berpartisipasi salah satunya dengan cara memberikan tempat latihan yang layak agar bisa bersaing dan berprestasi di ajang ilmubeladiri. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Peran Perguran Silo Macan menanamkan karakteristik rohani kepada setiap anggota dalam menghadapi zaman yang modern sehingga sampai saat ini Perguruan Silo Macan masih dapat mempertahankan Eksistensinya.
Eksistensi Kesenian Wayang Ajen di Tengah Budaya Populer (Studi Kasus: Sanggar Wayang Ajen, Duren Jaya Bekasi Timur) Apriza Tri Gunarto; Lelly Qodariah; Jumardi Jumardi
CHRONOLOGIA Vol 1 No 3 (2020): Chronologia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.135 KB) | DOI: 10.22236/jhe.v1i3.4730

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi eksistensi kesenian wayang ajen di Bekasi Timur, mengetahui makna dalam kesenian Wayang Ajen, mengetahui tujuan Sanggar Wayang Ajen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, sedangkan pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan tiga cara, yakni wawancara, dokumentasi, observasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Kesenian Wayang Ajen di Bekasi Timur lahir dengan tafsir baru dan cara-cara modern. Nama Wayang Ajen di ambil dari kata Ajen yang artinya menghargai, tujuannya bermaksud untuk menghargai segala aspek kesenian yang ada seperti seni musik, seni tari, seni drama. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa keberadaan Sanggar Wayang Ajen bisa diterima oleh masyarakat karena memiliki warna baru dalam memberikan pertunjukan wayang, dengan cara tersebut Wayang Ajen bisa bertahan di tengah persaingan dengan budaya populer saat ini. Oleh karena itu Sanggar Wayang Ajen ini harus tetap melakukan perkembangan dalam hal kesenian agar selalu bisa diterima oleh masyarakat.
Eksistensi Kesenian Sintren di Kampung Tanjung Kerta, Kecamatan Karang Kancana, Kabupaten Kuningan Jawa Barat Dea Novianti Gunawan; Lelly Qodariah; Jumardi Jumardi
CHRONOLOGIA Vol 1 No 3 (2020): Chronologia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.34 KB) | DOI: 10.22236/jhe.v1i3.4732

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memperoleh gambaran secara menyeluruh bagaimana eksistensi kesenian Sintren di kampung Tanjung Kerta dan bagaimana rangkaian kesenian Sintren di Tanjung Kerta dan mengetahui bentuk pemanfaatan kesenian Sintren. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan prosedur pengumpulan datanya adalah observasi, wawancara, dokumetasi, dan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenian Sintren di kampung Tanjung Kerta merupakan kesenian tradisional yang menunjukkan aktivitas tarian diiringi dengan musik menggunakan alat musik gendang, kendi dan seorang sinden menyanyikan lagu-lagu Sunda seperti Sulasih Sulandana dan turun sintren dalam mengiringi seorang penari. Kesenian Sintren juga digunakan sebagai hiburan masyarakat di sela-sela aktivitas sore hari di kampung Tanjung Kerta, selain itu dapat juga dijadikan alat untuk meminta hujan, keberkahan, karena menjadi bagian dari nilai-nilai tradisi di kampung Tanjung Kerta. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kesenian Sintren di kampung Tanjung Kerta masih dilestarikan oleh masyarakat kampung Tanjung Kerta.