Susi Tursilowati
Poltekkes Kemenkes Semarang

Published : 90 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : LINK

PELATIHAN PEMBUATAN CRACKERS MODIFIKASI F100 DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG LABU KUNING BAGI TENAGA GIZI PENDAMPING GIZI BURUK Ria Ambarwati; Yuwono Setiadi; Susi Tursilowati; Ana Yuliah Rahmawati
Jurnal LINK Vol 14, No 1 (2018): MEI 2018
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.536 KB) | DOI: 10.31983/link.v14i1.3277

Abstract

Results of the monitoring and evaluation of programs comprehensive examination malnutrition children in the city of Semarang, 2014 shows a toddler can not spend PMT, one reason is the toddler suffering from boredom, so that changes in nutritional status and the expected weight gain cannot be achieved is not expected to be achieved so as to consider alternative forms of formulas for children malnutrition. The alternative to the manufacture of food in the form of crackers by using basic ingredients WHO F100 formula with flour substitute pumpkin. Ria and Yuwono study (2016) that cRackers with basic materials modification F100 with pumpkin flour substitution of 10% can be accepted by a toddler. Provide training on making crackers modified F100 with pumpkin flour substitution on energy malnutrition nutrition assistant at Home Nutrition Semarang. The training methods include lectures, practice and assessment discussion participants include taste, aroma, colour and texture Most participants (80%) were able to make modifications crackers F100 pumpkin flour substitution. Acceptance test conducted by the participants of the colour of 3.56, 3.14 aroma, flavour and texture 3,12 3.44.  Crackers modified F100 with pumpkin flour substitution can be used as an alternative food supplement for children with malnutrition.
PELATIHAN SCRENING GIZI UNTUK REMAJA PUTRI BAGI PENGELOLA USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) Susi Tursilowati; Yuwono Setiadi; Merina Dwi Larasati
Jurnal LINK Vol 14, No 2 (2018): NOVEMBER 2018
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.459 KB) | DOI: 10.31983/link.v14i2.3780

Abstract

AbstrakMasalah gizi yang sering terjadi pada remaja putri adalah kurangnya asupan zat gizi yang menyebabkan kurang energi kronis (KEK) dan anemia. Masalah tersebut harus ditangani menggunakan intervensi gizi secara spesifik maupun sensitif melibatkan bidang pendidikan melalui Usaha Kesehatan Sekolah. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan Pengelola UKS SMA/SMK dalam melakukan Sceening Gizi Remaja Putri untuk mencegah terjadinya KEK. Metode pelatihan meliputi ceramah, praktek, diskusi dan praktek lapangan. Hasil yang diperoleh yaitu terjadi peningkatan pengetahuan Pengelola UKS SMA/SMK. Data base hasil skrining gizi menunjukkan status gizi berdasarkan LILA/U sebagian mengalami KEK dan berdasarkan IMT/U sebagian besar normal (83%) dan gemuk (15%) dan hanya 2% mengalami kurus. Kesimpulan yang di peroleh yaitu adanya peningkatan pengetahuan Pengelola UKS SMA/SMK dan remaja putri mengalami masalah gizi ganda serta sebagian mengalami KEK 
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM ANAKKU SEHAT DAN CERDAS UNTUK PENGENTASAN STUNTING DI KABUPATEN BREBES Heni Hendriyani; Muflihah Isnawati; Susi Tursilowati; Estuasih Dyah Pertiwi; Agung Nugroho Setiawan
Jurnal LINK Vol 19, No 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v19i1.9679

Abstract

Indonesia masih menghadapi masalah gizi anak meskipun pemerintah sudah berupaya maksimal, namun prevalensi stunting anak bawah lima tahun (balita) tetap tinggi yaitu 30.8% pada tahun 2018. Berdasarkan data Riskesdas 2018, dan Data SSGI tahun 2022 menunjukkan prevalensi stunting nasional masih tinggi dari angka propinsi dan nasional. Upaya untuk menanggulangi stunting yang terintegrasi yang melibatkan beberapa stakeholders dan pemerintah daerah dapat dilakukan di Kabupaten Brebes mengingat besaran masalah stunting di wilayah ini masih tinggi dan pemerintah daerah serta masyarakatnya mendukung upaya ini. Tujuan kegiatan untuk memberdayakan serta mendampingi guru PAUD dan masyarakat dalam mengatasi masalah gizi dan implementasi program “Anakku Sehat dan Cerdas”. Kegiatan pelatihan program “Anakku Sehat dan Cerdas” dilaksanakan pada 22-23 Juli 2022 di Desa Kluwut Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes. Hasil dari kegiatan ini yaitu terdapat peningkatan pengetahuan pada peserta pelatihan program “Anakku Sehat dan Cerdas” dan diketahui bahwa 20% dari 80 anak yang dilakukan pengukuran antropometri mengalami stunting.
Pendampingan Kader Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM) Efektif Meningkatan Pengetahuan dan Ketrampilan Kader Tursilowati, Susi; Mintarsih, Sri Noor; Ambarwati, Ria; Assidhiq, Mohamad Reza
Jurnal LINK Vol 20, No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i2.12303

Abstract

Pasca masa pandemi Covid-19, kegiatan Pos Binaan Terpadu (Posbindu) tidak berjalan dikarenakan kondisi yang belum memungkinkan. Sehingga kondisi kesehatan masyarakat tidak terpantau oleh kader. Salah satu alternatif yang mungkin dapat dikembangkan dengan menghidupkan kembali Posbindu yang sudah pernah berjalan sebelum pandemi.  Kader perlu mendapat pendampingan untuk memulai  melaksanakan kegiatan Posbindu secara rutin. Kegiatan pendampingan kepada  kader Posbindu yaitu dengan memberikan Pelatihan Kader. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader dalam melaksanakan kegiatan khususnya pada meja III yaitu pengukuran antropometri (tinggi badan dan berat badan) dan meja IV adalah teknik edukasi dan penyuluhan gizi pada masyarakat. Manfaat pendampingan kader Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader dalam melakukan pengukuran antropometri  dan teknik memberikan edukasi dan penyuluhan gizi kepada masyarakat pada kegiatan Posbindu khususnya dalam penanggulangan Penyakit Tidak Menular (PTM). Peserta kegiatan pendampingan ini adalah perwakilan dari setiap kader di Wilayah Puskesmas Tlogosari Wetan. Kegiatan Monitoring Evaluasi dilakukan dengan memantau pelaksanaan Posbindu PTM dimasing-masing lokasi. Skor pengetahuan kader Posbindu terkait penyakit tidak menular (PTM) meningkat sebesar 6%. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan bahwa ketrampilan kader dalam melakukan pengukuran berat badan meningkat 17% dan ketrampilan mengukur berat badan meningkat sebesar 31%. Selain mendapatkan edukasi dan pelatihan ketrampilan, peserta juga diberikan contoh memberikan konseling gizi yang baik dan benar. Diharapkan telah mengikuti kegiatan pendampingan ini peserta dapat mengaplikasikan proses konseling gizi di Posbindu PTM.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM ANAKKU SEHAT DAN CERDAS UNTUK PENGENTASAN STUNTING DI KABUPATEN BREBES Hendriyani, Heni; Isnawati, Muflihah; Tursilowati, Susi; Pertiwi, Estuasih Dyah; Setiawan, Agung Nugroho
Jurnal LINK Vol 19 No 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v19i1.9679

Abstract

Indonesia masih menghadapi masalah gizi anak meskipun pemerintah sudah berupaya maksimal, namun prevalensi stunting anak bawah lima tahun (balita) tetap tinggi yaitu 30.8% pada tahun 2018. Berdasarkan data Riskesdas 2018, dan Data SSGI tahun 2022 menunjukkan prevalensi stunting nasional masih tinggi dari angka propinsi dan nasional. Upaya untuk menanggulangi stunting yang terintegrasi yang melibatkan beberapa stakeholders dan pemerintah daerah dapat dilakukan di Kabupaten Brebes mengingat besaran masalah stunting di wilayah ini masih tinggi dan pemerintah daerah serta masyarakatnya mendukung upaya ini. Tujuan kegiatan untuk memberdayakan serta mendampingi guru PAUD dan masyarakat dalam mengatasi masalah gizi dan implementasi program “Anakku Sehat dan Cerdas”. Kegiatan pelatihan program “Anakku Sehat dan Cerdas” dilaksanakan pada 22-23 Juli 2022 di Desa Kluwut Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes. Hasil dari kegiatan ini yaitu terdapat peningkatan pengetahuan pada peserta pelatihan program “Anakku Sehat dan Cerdas” dan diketahui bahwa 20% dari 80 anak yang dilakukan pengukuran antropometri mengalami stunting.
Pendampingan Kader Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM) Efektif Meningkatan Pengetahuan dan Ketrampilan Kader Tursilowati, Susi; Mintarsih, Sri Noor; Ambarwati, Ria; Assidhiq, Mohamad Reza
Jurnal LINK Vol 20 No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i2.12303

Abstract

Pasca masa pandemi Covid-19, kegiatan Pos Binaan Terpadu (Posbindu) tidak berjalan dikarenakan kondisi yang belum memungkinkan. Sehingga kondisi kesehatan masyarakat tidak terpantau oleh kader. Salah satu alternatif yang mungkin dapat dikembangkan dengan menghidupkan kembali Posbindu yang sudah pernah berjalan sebelum pandemi.  Kader perlu mendapat pendampingan untuk memulai  melaksanakan kegiatan Posbindu secara rutin. Kegiatan pendampingan kepada  kader Posbindu yaitu dengan memberikan Pelatihan Kader. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader dalam melaksanakan kegiatan khususnya pada meja III yaitu pengukuran antropometri (tinggi badan dan berat badan) dan meja IV adalah teknik edukasi dan penyuluhan gizi pada masyarakat. Manfaat pendampingan kader Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader dalam melakukan pengukuran antropometri  dan teknik memberikan edukasi dan penyuluhan gizi kepada masyarakat pada kegiatan Posbindu khususnya dalam penanggulangan Penyakit Tidak Menular (PTM). Peserta kegiatan pendampingan ini adalah perwakilan dari setiap kader di Wilayah Puskesmas Tlogosari Wetan. Kegiatan Monitoring Evaluasi dilakukan dengan memantau pelaksanaan Posbindu PTM dimasing-masing lokasi. Skor pengetahuan kader Posbindu terkait penyakit tidak menular (PTM) meningkat sebesar 6%. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan bahwa ketrampilan kader dalam melakukan pengukuran berat badan meningkat 17% dan ketrampilan mengukur berat badan meningkat sebesar 31%. Selain mendapatkan edukasi dan pelatihan ketrampilan, peserta juga diberikan contoh memberikan konseling gizi yang baik dan benar. Diharapkan telah mengikuti kegiatan pendampingan ini peserta dapat mengaplikasikan proses konseling gizi di Posbindu PTM.