Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Integrasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal Haroa Dalam Pendidikan Karakter Di Sekolah Dasar Kabupaten Buton Muhammad Marsan .S Hidasia; Mas'ud Muhammadiah; Syamsul Bahri
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6214

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses integrasi nilai-nilai kearifan lokal Haroa dalam pendidikan karakter di sekolah dasar Kabupaten Buton serta memahami makna dan implikasinya terhadap pembentukan moral peserta didik. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pelestarian budaya lokal di tengah arus globalisasi yang menyebabkan pergeseran nilai dan melemahnya karakter generasi muda. Tradisi Haroa sebagai warisan budaya masyarakat Buton mengandung nilai-nilai luhur seperti kebersamaan, rasa syukur, gotong royong, dan penghormatan terhadap sesama, yang relevan dengan dimensi karakter dalam pendidikan nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan guru, siswa, tokoh masyarakat, dan tokoh adat sebagai informan utama. Data dianalisis secara interaktif melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Haroa dapat diintegrasikan secara efektif dalam kegiatan pembelajaran tematik, pembiasaan sekolah, serta kegiatan sosial budaya yang melibatkan partisipasi aktif siswa. Integrasi ini tidak hanya memperkuat karakter religius, tanggung jawab, dan sosial siswa, tetapi juga menumbuhkan kesadaran budaya serta kebanggaan terhadap identitas lokal. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendidikan berbasis budaya lokal sebagai strategi untuk memperkuat pendidikan karakter di sekolah dasar dan membentuk generasi yang berakhlak, berbudaya, serta berdaya saing di era modern. This study aims to analyze the process of integrating the local wisdom values of Haroa into character education in elementary schools in Buton Regency and to understand its meaning and implications for students’ moral development. The research was motivated by the need to preserve local culture amid globalization, which has led to value shifts and the weakening of young generations’ moral character. The Haroa tradition, as a cultural heritage of the Buton community, embodies noble values such as togetherness, gratitude, mutual cooperation, and respect for others—all of which align with the dimensions of character education in Indonesia’s national curriculum. This research employed a qualitative descriptive approach through interviews, observations, and documentation involving teachers, students, community figures, and traditional leaders as key informants. Data were analyzed interactively through the stages of reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that Haroa values can be effectively integrated into thematic learning, school habituation activities, and socio-cultural programs involving students’ active participation. This integration not only strengthens students’ religious, social, and responsible character but also fosters cultural awareness and pride in local identity. The study underscores the importance of local culture-based education as an effective strategy to reinforce character formation in elementary schools and to prepare a morally grounded, culturally rooted, and globally competitive generation in the modern educational context.
Arahan Revitalisasi Kawasan Bersejarah Benteng Somba Opu Kabupaten Gowa Rana Wafiqah Adiputri; Murshal Manaf; Syamsul Bahri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 2 (2026): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i2.6055

Abstract

Benteng Somba Opu merupakan sebuah warisan budaya peninggalan kesultanan Kerajaan Gowa-Tallo yang memiliki nilai sejarah yang tinggi, kebudayaan yang kuat, dan menginterpretasikan peradaban bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Sulawesi. Keberadaan Benteng Somba Opu saat ini diharapkan mampu menjadi sebuah obyek cagar budaya yang berorientasi sebagai destinasi pariwisata kebudayaan kebanggaan Provinsi Sulawesi Selatan. Namun, merujuk pada kondisi kawasan Benteng Somba Opu yang saat ini dapat dikatakan cukup memprihatinkan sebagai sebuah kawasan cagar budaya, maka perlu dilakukan revitalisasi. Penelitian ini kemudian ditujukan untuk mengkaji, menganalisis, dan menginterpretasi arahan revitalisasi pada kawasan bersejarah Benteng Somba Opu Kabupaten Gowa berdasarkan kondisi eksisting fisik, ekonomi, sosial, dan institusional kawasan yang menjadi faktor penyebab degradasi fungsi kawasan tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan alat uji berupa analisis Delphi dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 20 faktor penyebab degradasi fungsi kawasan bersejarah Benteng Somba Opu dan dua arahan revitalisasi yang tepat berdasarkan uji analisa. Pertama menghidupkan aktivitas kawasan sebagai edurekreasi budaya dan sejarah dan kedua yaitu mempertahankan fungsi kawasan Benteng Somba Opu sebagai warisan budaya (situs cagar budaya) dengan melakukan pengendalian dan pengawasan terhadap peruntukan kawasan Benteng Somba Opu. Selanjutnya, hasil penelitian ini diharapkan mampu untuk meningkatkan kembali fungsi kawasan Benteng Somba Opu sebagai sebuah kawasan cagar budaya yang berorientasi pada wisata sejarah dan mampu memberikan sumbangsih kajian ilmiah bagi pemerintah setempat.  Somba Opu Fort is a cultural heritage left by the sultanate of the Gowa-Tallo Kingdom which has high historical value, strong culture, and interprets the civilization of the Indonesian people, especially the people of Sulawesi. The current existence of Somba Opu Fort is expected to become a cultural heritage object oriented as a proud cultural tourism destination for South Sulawesi Province. However, referring to the current condition of the Somba Opu Fort area which can be said to be quite worrying as a cultural heritage area, it is necessary to revitalize it. This research is then aimed at reviewing, analyzing and interpreting the direction of revitalization in the historic area of Fort Somba Opu, Gowa Regency based on the existing physical, economic, social and institutional conditions of the area which are the factors causing the degradation of the area's function. This research was conducted using a qualitative approach with test tools in the form of Delphi analysis and SWOT analysis. The research results show that there are 20 factors causing the degradation of the function of the Somba Opu Fort historic area and two appropriate revitalization directions based on analysis tests. The first is to revive area activities as cultural and historical recreation and the second is to maintain the function of the Somba Opu Fort area as a cultural heritage (cultural heritage site) by controlling and supervising the designation of the Somba Opu Fort area. Furthermore, it is hoped that the results of this research will be able to improve the function of the Somba Opu Fort area as a cultural heritage area oriented towards historical tourism and be able to contribute to scientific studies for the local government.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Nasabah Pada PT Bank Mega Tbk KCP Pettarani Makassar Nur Adelia; Syamsul Bahri; Juharni Juharni
Paradigma Journal of Administration Vol. 4 No. 1 (2026): Paradigma Journal of Administration, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/pja.v4i1.8196

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan nasabah di PT Bank Mega Tbk. Kantor Cabang Pembantu Pettarani Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 90 nasabah yang dipilih menggunakan teknik non-probability sampling dengan kriteria telah menjadi nasabah minimal 3 bulan. Kualitas pelayanan diukur melalui lima dimensi SERVQUAL, yaitu bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati, sedangkan kepuasan nasabah diukur berdasarkan persepsi nasabah terhadap layanan yang diterima. Data dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, dan regresi linier sederhana dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berada pada kategori cukup baik dengan skor rata-rata 3,05, sedangkan kepuasan nasabah juga berada pada kategori cukup baik dengan skor rata-rata 2,92. Hasil uji t menunjukkan nilai t hitung sebesar 2,624 > t tabel 1,98 dengan signifikansi 0,01 < 0,05. Nilai R Square sebesar 0,570 menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berkontribusi sebesar 57,0% terhadap kepuasan nasabah. Dengan demikian, kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan nasabah. This study aims to analyze the effect of service quality on customer satisfaction at PT Bank Mega Tbk Pettarani Sub-Branch, Makassar. This research employed a quantitative approach using a survey method. Data were collected through questionnaires distributed to 90 customers selected using a non-probability sampling technique, with the criterion that respondents had been customers for at least three months. Service quality was measured using five SERVQUAL dimensions, namely tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy, while customer satisfaction was measured based on customers’ perceptions of the services received. The data were analyzed using validity tests, reliability tests, classical assumption tests, and simple linear regression with SPSS. The findings indicate that service quality was in the fairly good category, with an average score of 3.05, while customer satisfaction was also in the fairly good category, with an average score of 2.92. The t-test result indicated that the t-value was 2.624 > the t-table value of 1.98, with a significance value of 0.01 < 0.05. The R-squared value of 0.570 indicates that service quality accounts for 57.0% of the variation in customer satisfaction. Thus, service quality has a positive and significant effect on customer satisfaction.
Implementasi Digitalisasi Layanan Publik Pada Usaha Mikro Di PT Barokah Biqalbin Salim Arham Arham; Juharni Juharni; Syamsul Bahri
Paradigma Journal of Administration Vol. 4 No. 1 (2026): Paradigma Journal of Administration, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/pja.v4i1.8321

Abstract

Digitalisasi layanan publik merupakan bagian penting dari reformasi birokrasi yang bertujuan meningkatkan efisiensi, transparansi, aksesibilitas, dan kualitas pelayanan pemerintah kepada masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi digitalisasi layanan publik pada PT Barokah Biqalbin Salim sebagai usaha mikro di bidang fashion syar’i, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pemanfaatan layanan publik digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi layanan publik telah dimanfaatkan melalui pengurusan perizinan usaha berbasis Online Single Submission (OSS), layanan perpajakan digital, dan penggunaan platform digital untuk mendukung pemasaran usaha. Digitalisasi memberikan manfaat berupa kemudahan akses layanan, efisiensi administrasi, peningkatan legalitas usaha, serta perluasan peluang pemasaran. Namun, implementasinya belum optimal karena masih menghadapi hambatan berupa keterbatasan literasi digital, minimnya sosialisasi dan pendampingan dari pemerintah, kendala teknis pada sistem, serta belum tertatanya dokumentasi administrasi internal perusahaan. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan digitalisasi layanan publik pada usaha mikro sangat bergantung pada kesiapan internal organisasi, kemampuan sumber daya manusia, ketertiban administrasi, serta dukungan ekosistem digital yang berkelanjutan. Public service digitalization is an important part of bureaucratic reform aimed at improving the efficiency, transparency, accessibility, and quality of government services for society, including micro-enterprises. This study aims to analyze the implementation of public service digitalization at PT Barokah Biqalbin Salim as a micro-enterprise in the sharia fashion sector and to identify the supporting and inhibiting factors in the use of digital public services. This research employed a qualitative approach with a case study method. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation study, and were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that public service digitalization has been utilized through business licensing via the Online Single Submission (OSS) system, digital taxation services, and the use of digital platforms to support business marketing. Digitalization provides benefits such of easier access to services, administrative efficiency, improved legal compliance, and broader marketing opportunities. However, its implementation has not been fully optimal due to limited digital literacy, inadequate government outreach and assistance, technical system constraints, and poorly organized internal administrative documentation. This study emphasizes that the success of public service digitalization in micro-enterprises depends on internal organizational readiness, human resource capacity, administrative orderliness, and a sustainable digital ecosystem.
Implementasi Kebijakan Pemberdayaan Organisasi Kemasyarakatan Di Bakesbangpol Provinsi Sulawesi Selatan Muhammad Khaidir Dana Drajat; A. Muhibuddin Muhibuddin; Syamsul Bahri
Paradigma Journal of Administration Vol. 4 No. 1 (2026): Paradigma Journal of Administration, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/pja.v4i1.8982

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi kebijakan pemberdayaan Organisasi Kemasyarakatan di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sulawesi Selatan serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan informan dari unsur pemerintah dan perwakilan organisasi kemasyarakatan. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pemberdayaan Organisasi Kemasyarakatan telah berjalan sesuai regulasi, tetapi efektivitasnya belum optimal. Implementasi kebijakan masih cenderung berorientasi pada pemenuhan administrasi, sementara penguatan kapasitas kelembagaan, kemandirian, dan partisipasi substantif organisasi kemasyarakatan belum berjalan secara optimal. Faktor penghambat utama meliputi komunikasi kebijakan yang masih satu arah, keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran, disposisi pelaksana yang bersifat administratif, serta struktur birokrasi yang bersifat hierarkis. Digitalisasi layanan melalui SIOLA dan SIORMAS merupakan inovasi penting, tetapi belum optimal karena keterbatasan kapasitas digital dan kurangnya sosialisasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya komunikasi partisipatif, penguatan kapasitas, dan kemitraan yang kolaboratif. This study aims to analyze the effectiveness of the implementation of the community organization empowerment policy at the National Unity and Politics Agency of South Sulawesi Province and to identify the supporting and inhibiting factors in its implementation. This research employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation involving government officials and representatives of community organizations. The data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that the community organization empowerment policy has been implemented in accordance with existing regulations, but its effectiveness remains suboptimal. Policy implementation still tends to focus on administrative compliance, while strengthening institutional capacity, organizational independence, and the substantive participation of community organizations have not been fully achieved. The main inhibiting factors include one-way policy communication, limited human and financial resources, administratively oriented implementers’ disposition, and a hierarchical bureaucratic structure. Service digitalization through SIOLA and SIORMAS represents an important innovation, but it has not been optimally utilized due to limited digital capacity and insufficient socialization. This study highlights the need for participatory communication, capacity strengthening, and collaborative partnerships.
Persepsi Anggota DPRD Terhadap Pengaruh Kualitas Layanan Dan Akuntabilitas Pada Kepercayaan Publik DPRD Kota Makassar Tripentita Loto Patandianan; Syamsul Bahri; Nurkaidah Nurkaidah
Paradigma Journal of Administration Vol. 4 No. 1 (2026): Paradigma Journal of Administration, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/pja.v4i1.8986

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi anggota DPRD terhadap pengaruh kualitas layanan dan akuntabilitas terhadap kepercayaan publik terhadap DPRD Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh anggota DPRD Kota Makassar dengan jumlah sampel sebanyak 50 responden yang ditentukan melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup menggunakan skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan SPSS versi 26. Kualitas layanan diukur melalui dimensi bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati, sedangkan akuntabilitas diukur melalui transparansi, pertanggungjawaban, dan integritas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan publik dengan nilai t hitung 4,665 dan signifikansi < 0,001. Akuntabilitas juga berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai t hitung 5,990 dan signifikansi < 0,001. Secara simultan, kualitas layanan dan akuntabilitas berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan publik dengan nilai F hitung 31,433 dan Adjusted R Square 0,554. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan responsivitas layanan, keterbukaan informasi, pertanggungjawaban kinerja, dan integritas kelembagaan penting untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap DPRD Kota Makassar. This study aims to analyze DPRD members’ perceptions of the influence of service quality and accountability on public trust in the Makassar City Regional House of Representatives. This research employed a quantitative correlational approach. The population consisted of all members of the Makassar City DPRD, with a sample of 50 respondents selected using saturated sampling. Data were collected through a closed-ended Likert-scale questionnaire and analyzed using multiple linear regression with SPSS version 26. Service quality was measured through the dimensions of tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy, while accountability was measured through transparency, responsibility, and integrity. The findings show that service quality has a positive and significant effect on public trust, with a t-value of 4.665 and a significance level of < 0.001. Accountability also has a positive and significant effect, with a t-value of 5.990 and a significance level of < 0.001. Simultaneously, service quality and accountability significantly influence public trust, with an F-value of 31.433 and an Adjusted R Square of 0.554. These findings indicate that improving service responsiveness, information transparency, performance accountability, and institutional integrity is important for strengthening public trust in the Makassar City DPRD.
Pengaruh Akuntabilitas Publik Dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kualitas Pelayanan Di Pengadilan Negeri Malili Brigita Olivia Yuam; Syamsul Bahri; Juharni Juharni
Paradigma Journal of Administration Vol. 4 No. 1 (2026): Paradigma Journal of Administration, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/pja.v4i1.8987

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh akuntabilitas publik dan gaya kepemimpinan terhadap kualitas pelayanan di Pengadilan Negeri Malili, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai Pengadilan Negeri Malili sebanyak 24 orang, sehingga teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode sensus. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuntabilitas publik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pelayanan dengan nilai koefisien regresi 0,457, nilai t sebesar 3,860, dan signifikansi < 0,001. Gaya kepemimpinan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pelayanan dengan nilai koefisien regresi 0,266, nilai t sebesar 2,908, dan signifikansi 0,008. Secara simultan, akuntabilitas publik dan gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kualitas pelayanan dengan nilai F sebesar 40,965 dan signifikansi < 0,001. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,777 menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut menjelaskan 77,7% variasi kualitas pelayanan. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan akuntabilitas publik dan gaya kepemimpinan partisipatif untuk meningkatkan kualitas pelayanan peradilan. This study aims to analyze the influence of public accountability and leadership style on service quality at the Malili District Court, both partially and simultaneously. This research employed a correlational quantitative approach. The population consisted of all 24 employees of the Malili District Court; therefore, a census sampling technique was applied. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed through multiple linear regression with the assistance of SPSS. The results show that public accountability has a positive and significant effect on service quality, with a regression coefficient of 0.457, a t-value of 3.860, and a significance value of < 0.001. Leadership style also has a positive and significant effect on service quality, with a regression coefficient of 0.266, a t-value of 2.908, and a significance value of 0.008. Simultaneously, public accountability and leadership style significantly influence service quality, with an F-value of 40.965 and a significance value of < 0.001. The Adjusted R Square value of 0.777 indicates that both variables explain 77.7% of the variation in service quality. This study emphasizes the importance of strengthening public accountability and participatory leadership to improve the quality of judicial services.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Distrik Hobard Kabupaten Sorong Ferdinan Klasjok; Syamsul Bahri; Nawir Rahman
Paradigma Journal of Administration Vol. 4 No. 1 (2026): Paradigma Journal of Administration, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/pja.v4i1.8993

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor Distrik Hobard Kabupaten Sorong, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada pegawai Kantor Distrik Hobard, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Uji instrumen dilakukan melalui uji validitas dan reliabilitas, sedangkan pengujian hipotesis dilakukan melalui uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai t hitung sebesar 2,039 dan signifikansi 0,049. Kepuasan kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai t hitung sebesar 2,049 dan signifikansi 0,048. Secara simultan, gaya kepemimpinan dan kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, ditunjukkan oleh nilai F hitung sebesar 19,957 yang lebih besar dari F tabel sebesar 3,25. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut memberikan kontribusi sebesar 54% terhadap kinerja pegawai. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja pegawai perlu didukung oleh kepemimpinan yang efektif dan kepuasan kerja yang memadai. This study aims to analyze the influence of leadership style and job satisfaction on employee performance at the Hobard District Office, Sorong Regency, both partially and simultaneously. This research employed a quantitative approach using a survey method. Data were collected through questionnaires distributed to employees of the Hobart District Office and analyzed using multiple linear regression. The research instruments were tested for validity and reliability, while the hypotheses were examined using the t-test, F-test, and coefficient of determination. The results show that leadership style has a positive and significant effect on employee performance, as indicated by a t-value of 2.039 and a significance value of 0.049. Job satisfaction also has a positive and significant effect on employee performance, with a t-value of 2.049 and a significance value of 0.048. Simultaneously, leadership style and job satisfaction have a positive and significant effect on employee performance, as indicated by an F-value of 19.957, which exceeds the F-table value of 3.25. The coefficient of determination indicates that both variables explain 54% of the variance in employee performance. These findings confirm that improving employee performance requires effective leadership and adequate job satisfaction.