Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KELAYAKAN USAHA TERNAK SAPI POTONG DI KECAMATAN RAIMANUK KABUPATEN BELU (Feasibility analysis of beef cattle business in Raimanuk Sub-District of Belu) Theofila S.R. Taek; Ulrikus Romsen Lole; Arnoldus Keban
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 8 No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v8i1.4222

Abstract

This study aims to were: 1) to know the amount of income farmers in the business of beef cattle in the District Raimanuk. 2) to know the feasibility of beef cattle business in Raimanuk District. Sampling is done through two stages. The first stage is the determination of sample villages conducted by purposive sampling and the second stage is the determination of the respondents who made a simple random. The data were collected using interview technique. The data collected includes primary and secondary data. Primary data obtained from observation and interview, while secondary data obtained from related institutions and literature related to research. The analysis is done by using income analysis and financial analysis. The results showed that the income earned by each cattle rancher amounted to Rp10.318.759/year and the financial investment criteria such as NPV Rp7. 561.847, Net B/C 1.96, IRR 23%, and PBP 2.96 years.
Profil Metabolit Darah Sapi Bali Jantan yang Diberikan Pakan Hasil Integrasi Rumput - Legume - Tanaman Pangan di Lahan Kering Pulau Timor: Metabolic Blood Profile of Male Bali Cattle That at Gives Integration Feed Grass- Legume and Food Cropsin Dry Land Timor Island Grace Maranatha; Sukawaty Fattah; Jacob Nulik; Ulrikus Romsen Lole; Yohanis Umbu Laiya Sobang; Fredeicus Dedy Samba
Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science) Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/jipvet.v11i2.130

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan hasil integrasi rumput unggul - legume Clitoria tarnatea dan tanaman pangan pada sapi bali jantan penggemukan ditingkat peternak terhadap kadar urea, glukosa, dan hemoglobin darah. Dalam penelitian ini digunakan 8 ekor sapi Bali jantan bakalan pada kisaran umur 1 – 1,5 tahun dengan berat badan 101-134 kg, dengan rataan 114,25 kg dan koefisien variasi 6,12%. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan menggunakan rancangan bujur sangkar latin ganda (RBSL) dengan 4 perlakuan dan 4 periode sebagai ulangan. Adapun perlakuan dalam penelitian ini adalah P0: pakan hasil integrasi rumput mulato + legum + jagung + kacang nasi + labu kuning, P1: pakan hasil integrasi rumput odot + legum + jagung + kacang nasi + labu kuning, P2: pakan hasil integrasi rumput Setaria + legume + jagung + kacang nasi + labu kuning, P3: pakan hasil integrasi rumput Brachiaria + legum + jagung + kacang nasi + labu kuning. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata P>0,05 terhadap kadar urea, glukosa dan hemoglobin darah sapi Bali jantan penggemukan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian hasil integrasi rumput unggul - legume dan tanaman pangan memberikan pengaruh yang sama antar perlakuan terhadap profil metabolit darah sapi bali jantan penggemukan. Integrasi rumput unggul - legume dan tanaman pangan berpotensi untuk diterapkan pada daerah lahan kering karena mampu menyediakan pakan dengan biomassa yang cukup bagi ternak yang dibuktikan dengan profil metabolit darah ternak masih berada pada keadaan normal.
Manfaat Ekonomi Usaha Ternak Babi Program Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (Perak) di Daerah Golewa Kabupaten Ngada Maria Ursula Masu; Ulrikus R. Lole; Johanes G. Sogen
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 2 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Jurnal Peternakan Lahan Kering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.405 KB)

Abstract

Suatu penelitian secara survei telah dilaksanakan di Daerah Golewa Kabupaten Ngada selama satu bulan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui perkembangan populasi ternak babi program Perak di Daerah Golewa; 2) mengetahui pendapatan usaha ternak babi program Perak; dan 3) mengetahui kelayakan finansial usaha ternak babi program Perak. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif baik kualitatif maupun kuantitatif dan analisis pendapatan serta analisis kelayakan finansial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi progran Perak terhadap peningkatan populasi ternak babi adalah sebesar 33,01% dengan rata-rata peningkatan populasi babi per tahun adalah 4,72%. Rata-rata pendapatan yang diperoleh tiap peternak penerima program Perak adalah sebesar Rp14.108.324/tahun dimana 63,57% dari pendapatan total tersebut adalah pendapatan tunai. Analisis kelayakan finansial menunjukkan bahwa nilai BEPQ= 0,79 ST, BEPp= Rp3.967.361, nilai PBP= 1,6 tahun, nilai ROI= 139%, nilai R/C= 2,63, dan nilai B/C= 1,63. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa usaha ternak babi program Perak di Daerah Golewa telah memberikan kontribusi terhadap peningkatan populasi, menguntungkan dan layak secara finansial. Oleh karena itu usaha ini perlu dikembangkan dan ditingkatkan. Kata kunci: manfaat ekonomi, pendapatan, kelayakan finansial, ternak babi program Perak A study focussing on community empowerment program called Perak was conducted in the Golewa Region of Ngada Regency for one month. The study aims to: 1) evaluate the development of pig population dealing with the Perak program in the Golewa Region; 2) to find out the income from pig business of Perak program and 3) to study the feasibility of pig farm of Perak program. The methods of data analysis used are qualitative and quantitative descriptive analysis, income analysis and financial feasibility analysis. The results showed that pig population of Perak program increased 33.01% with 4.72% increase per year. The average income obtained from the Perak program were Rp14.108.324/year where 63,57% out of this are cash income. Financial feasibility analysis shows the value of BEPQ= 0.79 ST, BEPp= Rp3.967.361, PBP= 1,6 years, ROI=139%, R/C=2,63, and B/C =1,63. In summary, the Perak program in the Golewa Region has contributed to population increasing, profitably and financially feasible. Therefore this program needs to be developed and improved. Keywords: economic benefits, income, financial feasibility, Perak piglets program
PENGARUH SUBSTITUSI RANSUM KOMERSIAL DENGAN KANGKUNG AIR AFKIR TERFERMENTASI TERHADAP KINERJA EKONOMI AYAM KAMPUNG SUPER JANTAN (The effect of commercial ration substitution with fermented reject water kale on the economic performance of ......) Imakulata A. Putri; Franky M S Telupere; Ulrikus R. Lole; Arnoldus Keban
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 10 No 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v10i1.7789

Abstract

This study aims was to analyse the effect of substitution commercial ration with fermented reject water kale on the economic performance of super rooster native chickens. The material used was 80 heads of 5 week old super rooster native chickens. This study used a complete randomized design (RAL) with 4 treatments of 5 replications with each replication consisted of 4 super rooster native chickens. The treatment tried was R0: 100% commercial ration, R1: 90% commercial ration + 10% fermented reject water kale, R2: 80% commercial ration + 20% fermented reject water kale, R2: 70% commercial ration + 30% fermented reject water kale. The variables observed were production costs, revenue, income, IOFC business feasibility analysis B/C, R/C and (production BEP and price BEP). The results of this research showed that substitution commercial ration with fermented reject water kale had a significant effect on of the economic performance of super rooster native chickens. The best treatment is R3 because production costs are low but get optimum income.
Analisis Usaha Ternak Babi Peranakan Landrace Fase Starter Yang Diberi Tepung Limbah Kubis (Brassica oleraceae) Terfermentasi Dalam Ransum Basal: Business Analysis Of Landrace Starter Pig Fed Fermented Cabbage Waste Flour (Brassica oleraceae) In Basal Ration Heny Suek; Sabarta Sembiring; Matheos Filipus Lalus; Ulrikus Romsen Lole
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 5 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A study on starter phase landrace crossbreed pigs fed with fermented cabbage waste flour (Brassica oleraceae) in basal rations was to determine the income obtained, changes in costs, changes in profits and business feasibility of using this technology.The material used was 12 landrace crossbreed pigs aged 8 weeks with a body weight of 9-15kg (CV=15.33%). The study used a randomized block design (RBD) which consisted of 4 treatments and 3 replications. The four treatments were: R0: 100% basal ration, R1: 5% fermented cabbage waste flour + 95% basal ration, R2: 10% fermented cabbage waste flour + 90% basal ration, R3: 15% fermented cabbage waste flour + 85 % basal ration.The parameters analyzed are revenue, cost and profit gross margin and business feasibility.The data analysis method used is analysis of variance, partial budgetanalysis and business feasibility.analysis i.e. analysis of break-even point, payback period and revenues – costs ratio.The results showed that the treatment had no significant effect (P>0.05) on revenues. The biggest incremental profit was IDR 304,771 at 5% level. The break-even point was obtained from the sale of 8 pigs with a price break-even point of IDR1,310,977 and R/C of 1.54. In summary, the use of fermented cabbage waste flour in the basal ration is financially feasible. Suatu penelitian pada ternak babi peranakan landrace fase starter yang diberi tepung limbah kubis (Brassica oleraceae) terfermentasi dalam ransum basal adalah untuk mengetahui penerimaan yang diperoleh, perubahan biaya, perubahan keuntungan serta kelayakanusaha dari penggunaan teknologi  tersebut. Materi yang digunakan adalah 12 ekor ternak babi peranakan landrace yang berumur 8 minggu dengan bobot badan 9-15kg (KV=15,33%). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAK) yang terdiri atas 4 perlakuan 3 ulangan. Empat perlakuan tersebut adalah: R0: ransum basal 100%, R1: 5% tepung limbah kubis terfermentasi + 95% ransum basal, R2: 10% tepung limbah kubisterfermentasi + 90% ransum basal, R3: 15% tepung limbah kubis terfermentasi + 85% ransum basal. Parameter yang dianalisis adalah penerimaan, marjin kotor biaya dan keuntungan serta kelayakan usaha. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis varians, analisis anggaran parsial dan analisis kelayakan usaha melalui perhitungan titik impas, waktu pengembalian modal dan ratio penerimaan dan biaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap penerimaan. Keuntungan tambahan terbesar adalah Rp304.771 pada level 5%. Titik impas diperoleh pada penjualan ternak babi sebanyak 8 ekor dengan titik impas harga sebesar Rp1.310.977 dan rasio pendapatan dan biaya sebesar 1,54. Secara ringkas, pemanfaatan tepung limbah kubis terfermentasi dalam ransum basal dikatakan layak secara finansial.  
Strategi Pengembangan Ternak Sapi Potong Pola Usaha Rakyat di Kawasan Peternakan Kabupaten Ende: Strategy for Development of Beef Cattle Livestock Patterns of People's Business in the Livestock Area of Ende Regency Yeniria Sofia Ida; Ulrikus Romsen Lole; Tenang Barus; Maria Krova
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 5 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the strategy for the development of beef cattle according to the people's business pattern in the livestock area of ​​Ende Regency. The research was conducted in the livestock area of ​​Ende Regency. Data collection techniques used are observation and interviews. The sampling method was carried out in 3 (three) stages, namely stages 1 and 2 carried out purposively and stage 3 carried out by simple random sampling. The analysis used is SWOT analysis. The results of the IFE matrix analysis obtained a total score of 2.605 meaning that internally the development of cattle is strong enough so that the business remains sustainable. The EFE matrix obtained a total score of 3.76, meaning that externally the development of cattle is very strong where the response from the development area has been very good. The results obtained through SWOT diagram analysis are in Quadrant 1, namely supporting aggressive growth policies or very profitable positions. The results of the QSPM analysis, the three main priority strategies that will be implemented are educating farmers regarding maintenance management for the development of cattle business with a total attractiveness score (TAS) of 6.99; procure supporting equipment or technology for processing feed in the form of hay and silage with a TAS acquisition of 4.84 and optimizing the availability of grazing land for cattle development with a TAS acquisition of 4.8. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan ternak sapi potong pola usaha rakyat di kawasan peternakan Kabupaten Ende. Penelitian dilakukan di kawasan peternakan Kabupaten Ende. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Metode penarikan sampel dilakukan dalam 3 (tiga) tahap yakni tahap 1 dan 2 dilakukan secara purposif dan tahap 3 dilakukan secara simple random sampling . Analisis yang digunakan adalah analisis  SWOT. Hasil analisis matriks IFE memperoleh total skor 2,605 artinya secara internal pengembangan ternak sapi cukup kuat sehingga usaha tetap berkelanjutan. Matriks EFE memperoleh total skor 3,76 artinya secara eksternal pengembangan ternak sapi sangat kuat dimana respon dari wilayah pengembangan sudah sangat baik. Perolehan hasil melalui analisis diagram SWOT berada pada Kuadran 1 yaitu mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif atau posisi yang sangat menguntungkan. Hasil analisis QSPM, tiga prioritas utama strategi yang akan diterapkan yakni mengedukasi petani peternak terkait manajemen pemeliharaan  untuk pengembangan usaha ternak sapi dengan perolehan total attractiveness score (TAS) 6,99; mengadakan alat penunjang atau teknologi  untuk pengolahan pakan berupa hay dan silase dengan perolehan TAS 4,84 dan mengoptimalkan ketersediaan padang penggembalaan untuk pengembangan ternak sapi dengan perolehan TAS 4,8.
Analisis Usaha Jagal Sapi di Rumah Potong Hewan Kecamatan Langke Rembong Kabupaten Manggarai Elisabet Ekaristi; Johanes G. Sogen; Ulrikus R. Lole; Maria R.D. Ratu
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 12 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v3i12.1277

Abstract

Suatu penelitian telah dilakukan untuk mengetahui besarnya pendapatan para jagal sapi di RPH Ruteng dan mengetahui kelayakan usaha jagal sapi tersebut. Pengambilan contoh dilakukan secara acak sederhana terhadap 6 orang jagal sapi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancaradan studi dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif berupa analisis pendapatan dan analisis kelayakan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan tunai yang diperoleh tiap jagal adalah Rp43.893.644/tahun dan secara finansial diperoleh nilai R/C = 1,29 dan B/C= 0,29. Disimpulkan bahwa usaha jagal sapi di RPH Ruteng telah menghasilkan pendapatan bagi para jagal dan keluarganya dan secara finansial layak untuk diusahakan dan dikembangkan pada masa yang akan datang
KINERJA EKONOMI BEBERAPA JENIS PINANG (Areca catechu) SEBAGAI FEED ADDITIVE TERHADAP AYAM BROILER (Economic performance of several different types of betel nut (Arecca catechu) as feed additives against broiler chickens) Theresia Priska Woka; Maria Yasinta Luruk; Herowati Titi Pangestuti; Ulrikus R. Lole
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 10 No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v10i2.9913

Abstract

The purpose of the study was to analyze the cost of production, revenue, profit, income over feed cost (IOFC) and break even point (BEP) with the use of betel nut in mercial feed of broiler chickens. The study livestockwas 96 heads (KV = 7.62%). The design used is a Complete Randomized Design (RAL) consisting of 4 treatments, 6 tests and each test there are 4 broiler chickens. The treatment tried was P0: commercial feed without the addition of betel nut P1: commercial feed + 1% betel nut bonak, P2: commercial feed + 1% irian betel nut irian and P3: commercial feed + 1% ornamental betel nut hias.Data analysis is an economic analysis which includes, production costs, receipts, profits, IOFC and BEP. The results of the analysis showed that giving different types of betel nut as feed additives to broiler chicken feed had no real effect on the cost, receipt, profit and IOFC. The production of this study as many as 54 heads has been able to restore the production costs incurred and the price is smaller than the market price, so it can be concluded that this research is profitable.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Dan Strategi Pengembangan Usaha Ternak Babi Di Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada Tea, Yovita Dhiu; Krova, Maria; Luruk, Maria Yasinta; Lole, Ulrikus Romsen
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jinak.v4i2.6686

Abstract

Suatu penelitian dilakukan untuk: 1) mengidentifikasi struktur dan dinamika populasi ternak babi, 2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas usaha ternak babi, dan 3) merumuskan strategi pengembangan usaha ternak babi di Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada. Teknik pengambilan contoh dilakukan secara bertahap yaitu penentuan desa/kelurahan contoh secara purposive, dimana dari 22 desa/kelurahan diperoleh 4 desa contoh. Selanjutnya penentuan responden contoh secara acak non proporsional, dimana setiap desa/kelurahan contoh diambil 15 peternak sebagai responden dan diperoleh 60 responden. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif, analisis regresi linier berganda dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur populasi ternak babi di Kecamatan Bajawa cenderung berimbang antara ternak jantan dan ternak betina. Dinamika populasi ternak babi di Kecamatan Bajawa mengalami peningkatan selama satu tahun terakhir sebesar 36,11%. Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas usaha ternak babi di Kecamatan Bajawa adalah harga jual ternak (X1) dan tingkat pendidikan formal peternak (X3). Analisis strategi menunjukkan bahwa posisi usaha ternak babi berada pada Kuadran I dan posisi ini merupakan situasi yang sangat menguntungkan. Strategi yang diterapkan mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif adalah meningkatkan produksi ternak babi untuk memenuhi permintaaan pasar.
Strategi Pengembangan Usaha Ternak Kerbau di Kabupaten Sumba Timur Bulu, Bernardus A.; Krova, Maria; Lole, Ulrikus R.
JURNAL KAJIAN VETERINER Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Kajian Veteriner
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jkv.v12i1.15521

Abstract

Buffalo livestock in the culture of the people of East Sumba have a large role, both as working livestock, social and cultural livestock such as traditional mourning events, weddings and traditional houses. However, the government's role in developing the buffalo farming business is very low and the lack of development by breeders causes a decline in buffalo livestock productivity, resulting in a decline in population and an impact on fluctuating buffalo livestock prices. This research aims to: (1) develop a strategy for developing the buffalo population in East Sumba Regency. This research uses SWOT analysis to formulate a strategy for developing a buffalo livestock business. This research uses a survey method and purposive sampling with the minimum criteria of having three buffalo, having sold livestock in the last two years and being a fairly influential figure in the village. Primary and secondary data are used to answer the objectives of this research. The results of the SWOT analysis show that the buffalo farming business is in quadrant I with an X value = 0.16 and a Y value = 0.52. The strategy used is an aggressive strategy. The strategy for developing buffalo livestock is optimizing pastures by using feed processing technology so that feed is always available and increasing the production and productivity of buffalo livestock to maintain the availability and demand for buffalo livestock.