Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Buletin Agrohorti

Analisis Produktivitas Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di PT. Perdana Inti Sawit Perkasa I, Riau Willy Monika Yohansyah; Iskandar Lubis
Buletin Agrohorti Vol. 2 No. 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.198 KB) | DOI: 10.29244/agrob.2.1.125-131

Abstract

Kegiatan magang dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman lapangan, serta bertujuan menganalisis faktor yang mempengaruhi produktivitas kelapa sawit, meliputi faktor umur tanaman, tenaga kerja panen, curah hujan,dan hari hujan. Kegiatan magang dilaksanakan di Kebun Sei Air Hitam, PT. Perdana Inti Sawit Perkasa I, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau pada bulan Februari-Juni 2013. Model yang digunakan untuk menganalisis adalah model analisis regresi linear berganda. Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa umur tanaman, tenaga kerja panen, curah hujan, dan hari hujan berpengaruh nyata terhadap produktivitas kelapa sawit dengan nilai koefisien determinasi sebesar 79.8%. Uji asumsi klasik yang dilakukan terhadap model menunjukkan bahwa tidak terdapat autokorelasi, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan data sudah terdistribusi normal, sehingga model layak digunakan.
Faktor Penentu Produktivitas Tenaga Kerja Panen Kelapa Sawit, Kalimantan Timur Septi Nur Afifah; Iskandar Lubis
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 2 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.559 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i2.15024

Abstract

Efektifitas tenaga kerja sangat dipengaruhi oleh pembinaan, pengaturan, pendayagunaan dan pengembangan yang dilakukan perusahaan. Kegiatan penelitian yaitu bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, meningkatkan kemampuan dan keterampilan kerja serta mempersiapkan diri untuk menghadapi kerja nyata. Selain itu penelitian bertujuan untuk mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan menggunakan model regresi linear berganda untuk analisis. Berdasarkan analisis regresi linear berganda secara parsial didapatkan tingkat pendidikan, jumlah tanggungan, dan umur tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja panen, sedangkan lama kerja berpengaruh secara signifikan. Pengujian  regresi secara simultan menunjukan  tingkat pendidikan, jumlah tanggungan, umur dan lama kerja berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja panen
Evaluasi Produktivitas Beberapa Varietas Padi Asep Hambali; Iskandar Lubis
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 2 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.14 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i2.15496

Abstract

Penelitian ini berlangsung pada bulan Februari sampai Juni 2014 dan dilaksanakan di Balai Penelitian Padi Muara, Bogor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari faktor-faktor tanaman yang mempengaruhi produktivitas beberapa varietas padi. Rancangan yang digunakan adalah rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) dengan satu faktor yaitu varietas yang terdiri dari 6 varietas. Varietas yang digunakan adalah varietas unggul baru (varietas Inpari 13, Ciherang, Mekongga), padi tipe baru (IPB 4S), varietas lokal (Mentik Wangi), dan varietas hibrida (Hipa Jatim 2). Masing-masing varietas diulang sebanyak tiga kali sehingga terbentuk 18 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum varietas unggul (VUB) Inpari 13, Ciherang dan Mekongga memiliki produktivitas lebih tinggi dari varietas yang lain (lokal, PTB, hibrida). Produktivitas VUB berkisar antara 4.59 hingga 5.62 ton ha-1. Hasil produktivitas ketiga VUB ini dipengaruhi oleh komponen hasilnya yaitu anakan produktif, bobot 1000 butir, persentase gabah isi dan ketahanan terhadap hama penyakit.
Respon Genotipe Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merrill) dari Berbagai Negara Terhadap Kondisi Lingkungan Tumbuh Kebun IPB Sawah Baru Dewi Valentina Butar Butar; Iskandar Lubis
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 2 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.951 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i2.18942

Abstract

Penelitian ini bertujuan mempelajari respon pertumbuhan dan produksi 130 genotipe kedelai dari berbagai negara terhadap lingkungan tumbuh Kebun Percobaan IPB Sawah Baru. Percobaan ini disusun dengan rancangan augmented dalam rancangan acak lengkap (RAL). Benih kedelai yang digunakan sebagai pembanding (kontrol) adalah kedelai varietas Tanggamus, Anjasmoro, Argo Mulyo, Wilis dan Tachinagaha (varietas Jepang) yang terdiri dari 5 ulangan sehingga terdapat 150 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe GmWMC192 yang berasal dari Nepal berdaya hasil tinggi dan beradaptasi baik pada lahan Kebun Percobaan IPB Sawah Baru. Hal ini dilihat dari persentase daya tumbuh di lapangan, tinggi tanaman, jumlah buku, jumlah polong per tanaman, dan persentase biji penuh/sempurna yang tinggi. Selain itu, genotipe GmWMC019 dan GmWMC042*2 yang berasal dari Korea Utara dan Republik Rakyat Cina berumur sangat genjah (66 hari) serta beradaptasi baik pada lahan Kebun Percobaan IPB Sawah baru. Kedua genotipe tersebut dapat digunakan sebagai sumber gen dalam perbaikan umur panen kedelai.
Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Kultivar Padi Lokal Kalimantan Kistia Arinta; Iskandar Lubis
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 2 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.741 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i2.18943

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi beberapa kultivar padi lokal Kalimantan. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2015 hingga Mei 2016 di Kebun Percobaan Sawah Baru, Institut Pertanian Bogor. Rancangan yang digunakan adalah rancangan kelompok lengkap teracak satu faktor yaitu kultivar dengan 3 ulangan. Padi lokal yang digunakan dalam penelitian ini adalah kultivar Abung, Mayas, Samarindah, dan Timur dengan kultivar pembanding yaitu Jatiluhur dan IPB 8G. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kultivar berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi padi. Kultivar yang memiliki produktivitas tertinggi dan persentase gabah hampa per malai per rumpun terendah diantara kultivar lokal Kalimantan adalah Samarindah.
Analisis Produksi Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Di Kebun Buatan, Kabupaten Pelalawan, Riau Muhammad Firdaus Lubis; Iskandar Lubis
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 2 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.9 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i2.18945

Abstract

Kegiatan penelitian dilaksanakan di PT. Inti Indosawit Subur, Kebun Buatan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau dari tanggal 13 Februari sampai dengan 13 Mei 2012. Kegiatan penelitian ini secara umum bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang budidaya tanaman kelapa sawit dan secara khusus menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi kelapa sawit.Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder.Kebun Buatan secara umum sudah menerapkan teknik budidaya kelapa sawit sesuai dengan SOP (Standard Operating Procedures) yang telah ditetapkan oleh perusahaan.Berdasarkan persamaan regresi linear berganda, produksi TBS (Tandan Buah Segar) dipengaruhi oleh jumlah hari kerja efektif tenaga kerja panen dan jumlah output pemanen.Nilai koefisien determinasi (R2) yang dihasilkan dalam analisis adalah 98.3%.Permasalahan utama adalah menurunnya produktivitas tanaman pada tanaman yang berumur lebih dari 22 tahun karena umur tanaman tersebut sudah diatas umur produktivitas maksimal rata-rata kelapa sawit.
Pengaruh Dosis Pupuk Fosfor dan Kalium terhadap Produksi dan Pertumbuhan Kedelai (Glycine max (L.) Merrill) Harahap, Ade Tika Sari; Lubis, Iskandar; Palupi, Endah Retno
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 3 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i3.51660

Abstract

Kedelai merupakan salah satu komoditas prioritas yang diupayakan untuk ditingkatkan produksinya guna mengurangi impor. Upaya peningkatan produksi nasional kedelai di antaranya perbaikan teknik budi daya melalui pengaturan pupuk. Pupuk fosfor (P) dan kalium (K) yang merupakan pupuk dasar yang dibutuhkan dalam budi daya kedelai. Penelitian ini bertujuan mendapatkan informasi mengenai pengaruh dosis pupuk P dan K terhadap pertumbuhan dan produksi kedelai. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan IPB Sawah Baru dari bulan September hingga Desember 2021. Percobaan menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) dengan dua faktor percobaan, yakni dosis pupuk P (0, 50, 100, dan 150 kg SP-36 ha- 1) dan dosis pupuk K (0, 100, dan 150 kg KCl ha-1). Varietas yang digunakan adalah Anjasmoro. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk P mempercepat umur panen serta menaikkan indeks luas daun, nilai kehijauan daun fase R1, bobot kering tajuk, laju pertumbuhan tanaman fase R5−R8, bobot biji per tanaman, bobot ubinan, dan potensi hasil kedelai. Dosis 150 kg SP-36 ha-1 menghasilkan bobot biji per tanaman, bobot ubinan, dan potensi hasil tertinggi dibanding dosis lainnya. Hasil panen perlakuan pupuk P 100 kg SP-36 ha-1 dan 150 kg SP-36 ha-1 melampaui potensi hasil varietas. Pemupukan K memperpanjang fase pengisian polong (R5) dan meningkatkan tinggi tanaman pada 9 MST, bobot kering tajuk, bobot biji per tanaman, bobot 100 butir, bobot ubinan, dan potensi hasil kedelai. Dosis 150 kg KCl ha-1 menghasilkan komponen produksi kedelai tertinggi dibanding dosis lainnya. Kata kunci: bobot biji, bobot kering tajuk, potensi hasil, umur panen, umur pengisian polong
Pengaruh Pemupukan Urea dan Varietas pada Tanaman Jagung (Zea mays L.) terhadap Produksi Biomassa dan Biji Fahmi, Muhammad Rasyid Noor; Lubis, Iskandar; Purnamawati, Heni
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 1 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v13i1.60720

Abstract

Jagung merupakan tanaman pangan yang mempunyai peran strategis dalam pembangunan pertanian dan perekonomian nasional. Produktivitas jagung sangat ditentukan oleh mutu genetik varietas yang ditanam dan pemupukan yang tepat. Kegiatan penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemupukan berbagai dosis pupuk urea terhadap dua varietas jagung yang ditanam melalui produksi biomassa dan biji. Penelitian dilakukan pada Januari hingga Mei 2023 di Kebun Percobaan Leuwikopo Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor, Dramaga, Bogor, Jawa Barat. Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan petak terbagi dalam rancangan kelompok lengkap teracak dengan tiga kali ulangan. Perlakuan terdiri dari 2 faktor yaitu varietas dan dosis pupuk urea. Varietas sebagai petak utama dan dosis pupuk urea sebagai anak petak. Dua varietas jagung, BISI-18 (hibrida) dan Bisma (komposit) ditanam dan dipupuk dengan dosis urea 0, 175, 350, dan 525 kg ha-1. Peningkatan dosis urea hingga 525 kg ha-1 secara linier meningkatkan total bobot kering, bobot tongkol dengan kelobot, bobot tongkol tanpa kelobot, diameter tongkol, bobot biji per tongkol, dan bobot biji per plot. Tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, panjang tongkol, dan nilai SPAD menunjukkan respons kuadratik dengan dosis Urea optimum masing-masing 461.25; 435; 350; 435 dan 518 kg ha-1. Dosis urea 439.25 kg ha-1 merupakan dosis optimum untuk mencapai produktivitas tinggi pada kedua varietas tersebut. Kata kunci: bobot tongkol, diameter tongkol, dosis optimum, produktivitas, total bobot kering
Pertumbuhan dan Produksi Empat Genotipe Kedelai (Glycine max (L.) Merril) dengan Cara Pemberian N yang Berbeda Mujahid, Sitta; Lubis, Iskandar; Zamzami, Ahmad
Buletin Agrohorti Vol. 11 No. 3 (2023): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v11i3.48438

Abstract

Kedelai merupakan komoditas pangan terpenting ketiga setelah jagung dan padi. Sayangnya, produksi kedelai dalam negeri belum mampu mencukupi kebutuhan nasional. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi kedelai yaitu pemupukan nitrogen dan penggunaan varietas unggul. Penelitian ini bertujuan mempelajari pertumbuhan dan produksi empat genotipe kedelai terhadap perbedaan cara pemupukan nitrogen. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Sawah Baru dan Laboratorium Pascapanen pada bulan Maret hingga Agustus 2019. Penelitian ini menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RLKT) dengan dua faktor percobaan, yakni genotipe (Tanggamus, Anjasmoro, Manshuu Masshokutou, dan SJ4) dan dosis pemupukan nitrogen (0 kg ha-1, 25 kg ha-1 melalui alur, dan pada umur 3,4,5,6 MST (minggu setelah tanam) dengan volume semprot 400 L ha-1). Genotipe kedelai menunjukkan respon yang nyata terhadap pertumbuhan tanaman pada tinggi tanaman, indeks luas daun, umur tanaman, nilai kehijauan daun, dan jumlah buku produktif. Genotipe juga memiliki respon yang nyata terhadap komponen hasil meliputi jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot 100 butir biji, serta persentase kondisi biji normal dan keriput. Perbedaan pemupukan nitrogen hanya berpengaruh terhadap umur berbunga tanaman. Tanggamus memiliki respon pertumbuhan dan hasil paling baik jika dibandingkan dengan genotipe lainnya berdasarkan tinggi tanaman, indeks luas daun, jumlah cabang dan buku produktif, persentase biji normal, jumlah polong, serta jumlah dan bobot biji per tanaman. Kata kunci: inokulan, komponen hasil, persentase biji normal
Pengaruh Pemberian Amelioran dan Aktinobakteri terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kedelai (Glycine max (L. (Merr)) dengan Budidaya Jenuh Air pada Lahan Pasang Surut Hidayah , Riska Firotul; Ghulamahdi, Munif; Lubis, Iskandar
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 2 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i2.54531

Abstract

Kedelai adalah komoditas utama untuk pangan nasional, dengan lebih dari 70% kebutuhan dipenuhi melalui impor. Hal ini disebabkan rendahnya produksi nasional akibat sentralisasi produksi di lahan sawah, sementara permintaan terus meningkat tiap tahun. Pemanfaatan lahan rawa pasang surut merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan produksi kedelai, akan tetapi lahan rawa pasang surut memiliki pH rendah serta kandungan Fe dan Al yang cukup tinggi. Aplikasi amelioran dan aktinobakteri mampu memperbaiki sifat kimia tanah, sehingga mampu meningkatkan produktivitas kedelai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik budidaya jenuh air, dan pemberian amelioran berupa kapur, pupuk kandang, abu sekam, serta aplikasi aktinobakteri terhadap pertumbuhan dan produktivitas kedelai varietas Tanggamus pada lahan pasang surut. Penelitian ini dilaksanakan pada tipe lahan pasang surut B di Desa Karya Bakti, Kecamatan Rantau Rasau, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi pada bulan April sampai Agustus 2022. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terpisah (split-plot) dengan faktor utama adalah amelioran (kontrol, 0.5 ton ha-1 kapur, kombinasi antara 0.5 ton ha-1 kapur + 0.5 ton ha-1 pupuk kandang, dan kombinasi lengkap 0.5 ton ha-1 kapur + 0.5 ton ha-1 pupuk kandang + 0.25 ton ha-1 abu sekam), dan aktinobakteri sebagai anak petak (tanpa aktinobakteri, dan dengan penambahan aktinobakteri). Hasil penelitian menunjukkan pemberian amelioran dengan kombinasi kapur + pupuk kandang + abu sekam memberikan produktivitas lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya yaitu mencapai 2.43 ton ha-1. Pemberian aktinobakteri belum mampu meningkatkan produktivitas kedelai. Kata kunci: aktinobakteri, amelioran, budidaya jenuh air, pasang surut, produktivitas
Co-Authors , Yudiwanti - Suwarno - Suwarno - Triwidiyati . Suwarno Achmad Gunawan Achmad Gunawan Adi, Defiyanto Djami Adinda Soraya Nasution Afifah, Septi Nur Ahmad Ghozi Manshuri Ahmad Ghozi Mansyuri AHMAD JUNAEDI Ahmad Junaidi Ahmad Junaidi Ahmad Rifqi Fauzi Ahmad Zamzami Aidi Noor Ananda Diah Oktaviani Andrea Emma Pravitasari, Andrea Emma Arinta, Kistia Asep Hambali Atmaja, ian Surya Fitra Bagus Arrasyid Bambang Sapta Purwoko Boedi Tjahjono Butar Butar, Dewi Valentina Chiharu Hongo, Chiharu Danner Sagala Darmasandi, Arjuna Puji Dede Kismantoro Deni Suhendar Desta Wirnas Dewi Valentina Butar Butar Didi Darmadi, Didi Didy Sopandie Eko Sulistyono Endah Retno Palupi Erika Santi Faadhilah, Fajar Fahmi, Muhammad Rasyid Noor Faisal Faisal Faqih Udin Fathnoer, Veronica Firdaus Puja Santana Fitratunnisah Fitriyah Nurul Ghulamhdi, Munif Gunawan, Achmad Gustiningsih, Dini HAJRIAL ASWIDINNOOR Hambali, Asep Harahap, Ade Tika Sari Hidayah , Riska Firotul Higuchi, Hirokazu Hiroshi Ehara Hiroshi Ehara Hiroshi Ehara Homma, and Koki Homma, Koki I Nyoman Widiarta I Nyoman Widiarta Ilham iwan Tona Iswari Saraswati Dewi Jayawarsa, A.A. Ketut Khairil Anwar Khursatul Munibah Kistia Arinta Koki Homma Kondo, Tomohiro Kurniawan, Dede Yudo Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Putu Ratna Sundari M A Chozin M A Chozin Maisura Maisura Manullang, Frisca Anggriani Marlinda, Barirah Maudy Susanti Maulana, Arlingga Ichwan Megayani Sri Rahayu Miftakhul Bakhrir Rozaq Khamid Muhamad Ahmad Chozin Muhamad Syukur Muhammad Firdaus Lubis Muhammad Firdaus Lubis Muhammad Hasjim Bintoro Djoefrie Hasjim Bintoro Djoefrie Mujahid, Sitta Mujio Mujio, Mujio Munandar, Arief Munawaroh, Laili Munif Ghulamahdi Novita Niken Putri Ulayyah Nur Fa'izah Zainal Ospa Pea Yuanita Meishanti Purwono Purwono Purwono Rakhman Adhiatma Ramadhani, Salwa Nikmatul Renica Nurhermawati Roedhy Poerwanto Saidah, Faza Yasmin SANTUN R.P SITORUS Septi Nur Afifah Shiraiwa, Tatsuhiko Siti Nurhidayah Siti Ria Chaerunisa Sopandie, Didie Sri Astuti Rais Sri Purwanti Sudradjat Sudradjat Sugiyanta Supijatno Suwarno - Suwarto Suwarto Suwitono, Bayu Tatsuhiko Shiraiwa Titi Candra Sunarti Titiek S. Yuliani TRI KOESOEMANINGTYAS Trikoesoemaningtyas Trilusianthy Hidayat, Janthy Waluyo, Anugrah Widiatmaka Willy Bayuardi Suwarno Willy Monika Yohansyah Willy Monika Yohansyah Wira Hadianto, Wira Yamamoto, dan Yoshinori Yartiwi, Yartiwi Yati Astuti Yudi Sastro Yusi Febriani Yuti Giamerti, Yuti