Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Total suspended solid distribution mapping using sentinel-2A imagery in Ketapang Waters, South Lampung Fadel, Ahmad Al; Ningsih, Ellis Nurjuliasti; Ulqodry, Tengku Zia
Jurnal Lahan Suboptimal : Journal of Suboptimal Lands Vol. 14 No. 1 (2025): JLSO
Publisher : Research Center for Suboptimal Lands (PUR-PLSO), Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jlso.14.1.2025.711

Abstract

The distribution of total suspended solids (TSS) in coastal waters significantly affects water turbidity and light penetration, which affects aquatic ecosystems. The research aimed to compare the accuracy of algorithms using Sentinel-2A imagery to map the distribution of TSS in Ketapang Waters, South Lampung. Polynomial regression analysis and validation tests using R² and RMSE were performed to assess accuracy. The results showed that the Laili algorithm performed better, achieving an R² value of 0.9723 and a lower RMSE of 0.639, with TSS concentrations ranging from 17.26 to 22.90 mg/L. The derived third-order polynomial regression model y = -0.0228x³ + 1.3401x² - 25.16x + 170.08 effectively predicted TSS concentrations. Spatial distribution analysis showed higher TSS levels near the coastline, likely due to sediment input from human activities and natural hydrodynamic processes, which gradually decreased towards the offshore area. These findings demonstrate the potential of the Laili algorithm for remote sensing-based water quality monitoring in dynamic coastal environments. Future research should include seasonal variations and explore the integration of multiple algorithms to improve the accuracy of TSS estimation and better understand temporal fluctuations in coastal sediment dynamics.
Keanekaragaman Jenis Ikan Sidat (Anguilla spp.) di Provinsi Bali Septiana, Dwi Rizki; Suryati, Ni Komang; Septimesy, Annisa; Ningsih, Ellis Nurjuliasti; Pamungkas, Yanu P; Muthmainnah, Dina; Fauziyah, Fauziyah
Jurnal Penelitian Sains Vol 27, No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v27i2.1165

Abstract

Ikan sidat (Anguilla spp.) merupakan ikan katadromus yang memiliki siklus hidup kompleks dari laut hingga perairan darat, dengan tahapan perkembangan dari telur yang menetas menjadi leptocephalus, glass eels, elvers, yellow eels, hingga silver eels. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman jenis berdasarkan morfologi, morfometrik, dan analisis genetik ikan sidat di Provinsi Bali. Identifikasi morfologi dilakukan dengan karakterisasi ano-dorsal fin, dan corak kulit, sedangkan uji morfometrik melibatkan pengukuran jarak sirip anal dan dorsal. Berdasarkan analisis morfologi, morfometrik, dan genetika penelitian ini berhasil mengidentifikasi tiga spesies utama ikan sidat yang ditemukan di perairan Provinsi Bali yaitu A. marmorata (58%), A. bicolor bicolor (40%), dan A. interioris (2%), dengan distribusi yang berbeda berdasarkan lokasi dan kondisi habitat. Analisis genetik menunjukkan bahwa A. marmorata memiliki tingkat homologi tinggi, A. interioris lebih jauh hubungannya tetapi masih terkait, sementara A. bicolor bicolor memiliki variasi genetik lebih beragam, memberikan dasar penting bagi pengelolaan dan konservasi sidat di Bali.
Studi Komparatif Komposisi Fitoplankton dan Zooplankton di Perairan Semenanjung Utara Banyuasin, Sumatera Selatan Febrianti, Amanda Astri Pratiwi; Fauziyah, Fauziyah; Agustriani, Fitri; Ningsih, Ellis Nurjuliasti; Supriyadi, Freddy
Jurnal Penelitian Sains Vol 27, No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v27i2.1198

Abstract

Perairan Semenanjung Utara Banyuasin digunakan sebagai lokasi berbagai aktivitas masyarakat, termasuk pemukiman, perikanan, dan pelabuhan. Kondisi ini memberikan perubahan dinamika perairan baik dari fisika, kimia dan biologi salah satunya yaitu plankton. Studi komparatif komposisi fitoplankton dan zooplankton di perairan Semenanjung Utara Banyuasin diperlukan untuk mengidentifikasi perbedaan dan persamaan komposisi plankton di perairan kajian, serta memahami faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan dan persamaan dari kedua kelompok plankton tersebut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2020 dengan 6 (enam) titik lokasi pengambilan sampel. Penelitian ini mengkaji keanekaragaman dan komposisi plankton di Perairan Semenanjung Utara Banyuasin, Sumatera Selatan, dengan fokus pada fitoplankton dan zooplankton. Ditemukan 34 jenis fitoplankton dari 3 kelas, dimana Bacillariophyceae mendominasi dengan 72% komposisi, diikuti oleh Dinophyceae dan Oligotrichea. Chaetoceros sp. merupakan jenis fitoplankton paling melimpah. Zooplankton teridentifikasi sebanyak 44 jenis dari 8 filum, dengan dominasi filum Arthropoda, khususnya copepod. Analisis komparatif menunjukkan hubungan antara fitoplankton dan zooplankton sebesar 37,66%, dengan sisanya dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti suhu, salinitas, dan intensitas cahaya. Hubungan ini mencerminkan peran zooplankton sebagai konsumen utama fitoplankton dalam rantai makanan perairan. Studi ini menegaskan pentingnya interaksi plankton dan kondisi lingkungan dalam menjaga produktivitas ekosistem perairan.
Edukasi Peningkatan Kesadaran Masyarakat Dalam Menjaga Primitive Horseshoe Crab (Belangkas) Sebagai Biota Yang Dilindungi Di Desa Sungsang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan Fauziyah, Fauziyah; Ningsih, Ellis Nurjuliasti; Agustriani, Fitri; Nur, Muhamad; Melki, Melki; Rozirwan, Rozirwan; Febrianti, Amanda Astri Pratiwi
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 9, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v9i3.6065

Abstract

Penangkapan ikan di perairan Banyuasin seperti belangkas (horseshoe crab) menimbulkan kekhawatiran terhadap kelestarian spesies ini. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan kesadaran untuk menjaga biota laut yang dilindungi dan melestarikan lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga biota laut yang dilindungi dari ancaman kepunahan di wilayahnya dan lebih menghargai lingkungan serta saling berbagi pengalaman di antara mereka. Metode yang dilakukan adalah wawancara dan memberikan edukasi. Instrumen yang digunakan sebagai alat ukur keberhasilan kegiatan adalah Pre dan post-test serta umpan balik. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada bulan September 2023 di Desa Sungsang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Hasil pengabdian adalah terjadi pemahaman yang meningkat dari responden dalam mengenali horseshoe crab (dari 97,8% menjadi 100%) dan mampu membedakan jantan dan betina (semula 38,6% menjadi 80%). Selain itu, kesadaran responden meningkat untuk melepaskan horseshoe crab yang terjaring alat tangkap ke perairan (semula 50,9% menjadi 100%) dan peningkatan kesadaran bahwa horseshoe crab adalah biota yang dilindungi (semula 68,9% menjadi 100%). Mayoritas responden (98,2%) menerima secara positif kegiatan pengabdian ini. 
Pemetaan Topografi Dasar Laut dan Jenis Sedimen di Perairan Banyuasin Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan: Mapping Topography of the Seabed and Types of Sediment in Banyuasin Waters, Banyuasin Regency, South Sumatera Akbarimansyah, Remi; Ningsih, Ellis Nurjuliasti; Agustriani, Fitri; Supriyadi, Freddy; Febrianti, Amanda Astri Pratiwi; Fauziyah, Fauziyah
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v15i2.45086

Abstract

Perairan Banyuasin terdiri dari beberapa wilayah seperti daerah pelayaran dan daerah konservasi. Topografi dasar laut di perairan ini dapat berubah akibat adanya pendangkalan oleh karena proses sedimentasi. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan topografi dasar laut dan jenis sedimen di perairan Banyuasin. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Oktober 2020 sampai Februari 2021 di perairan Banyuasin, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Salah satu metode yang digunakan untuk mendeteksi objek bawah laut yaitu metode hidroakustik yang memanfaatkan gelombang suara dengan menggunakan alat single beam echosounder Simrad EK-15. Hasil penelitian menunjukkan kedalaman terendah (0,6 meter) terletak di perairan Tanjung Carat, sedangkan kedalaman tertinggi terletak di daerah yang mendekati perbatasan laut teritorial Banyuasin (33 meter). Rata-rata kedalaman perairan Banyuasin adalah 9 meter. Selain itu juga diperoleh tiga jenis sedimen yaitu lempung, lempung berpasir, dan pasir berlempung. Jenis sedimen yang mendominasi adalah lempung. Pengukuran pasang surut untuk nilai ketinggian muka air laut rata-rata (MSL) adalah 1,3 meter dan nilai jarak muka surutan (Z0) adalah 1,16 meter. Penelitian ini memberikan informasi terbaru dari sebaran jenis sedimen dan batimeteri untuk aktivitas pelayaran dan wilayah konservasi di daerah penelitian.
OPTIMALISASI KONTEN VISUAL SEBAGAI STRATEGI PROMOSI DIGITAL UMKM DI DESA WISATA SUNGSANG IV Ningsih, Ellis Nurjuliasti; Fauziyah; Agustriani, Fitri; Nur, Muhamad; Febrianti, Amanda Astri Pratiwi
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v11i1.23610

Abstract

Kualitas foto produk merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung promosi digital dan daya saing UMKM. Namun, sebagian besar pelaku UMKM di Desa Wisata Sungsang IV masih menghadapi keterbatasan keterampilan dalam menghasilkan foto produk yang layak promosi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dasar fotografi produk melalui kelas praktis foto produk dengan menggunakan hp. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan berbasis praktik langsung, dan evaluasi melalui dokumentasi foto sebelum dan sesudah, serta kuesioner. Kegiatan dilaksanakan pada September–Oktober 2025 dengan melibatkan dua UMKM yang diwakili oleh empat peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kualitas visual foto produk pada aspek pencahayaan, ketajaman, komposisi, dan latar belakang. Hasil kuesioner juga mengindikasikan peningkatan pemahaman teknik dasar fotografi serta kepercayaan diri peserta dalam melakukan pemotretan secara mandiri, meskipun kemampuan editing masih bervariasi dan dipengaruhi keterbatasan perangkat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kelas praktis foto produk dengan perangkat sederhana mampu meningkatkan kualitas konten visual UMKM secara realistis dan aplikatif.
The effect of chitosan addition on the tensile strength characteristics of carrageenan from Eucheuma spinosum Margareta, Tanti; Ningsih, Ellis Nurjuliasti; Hendri, Muhammad; Amal, Ikhlasul
Journal of Marine Resources and Coastal Management Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/mrcm.v7i1.2432

Abstract

The accumulation of non-biodegradable plastic waste and its detrimental effects on the environment underscore the imperative to develop sustainable packaging alternatives, such as edible films. In this study, the incorporation of chitosan was investigated to enhance the mechanical properties of an edible film based on carrageenan extracted from the seaweed Eucheuma spinosum. The carrageenan was extracted from E. spinosum cultivated in the coastal waters of Ketapang, Lampung, Indonesia and its yield and dry shrinkage were determined. Edible films were then fabricated by varying the concentrations of carrageenan and chitosan, with glycerol employed as a plasticiser. Characterisation included tensile strength testing, thickness measurement using a micrometer, and morphological analysis via scanning electron microscopy (SEM). The results indicated that tensile strength increased with the addition of chitosan up to an optimal concentration; beyond this point, further addition resulted in a decline in tensile strength. The maximum tensile strength achieved was 15.31 MPa, and film thickness ranged from 0.06 to 0.20 mm, thereby meeting the requirements of the JIS Z 1707:2019 standard. Morphological analysis revealed a smooth surface but a non-homogeneous particle distribution, suggesting that the mixing process was not yet fully optimised. Overall, the combination of carrageenan and chitosan significantly improved the physical and mechanical properties of the edible film, indicating its potential as a safe, biodegradable, and environmentally friendly food-packaging material.
Penguatan Literasi Kelautan Melalui Edukasi Oseanografi dan Instrumentasi Kelautan pada Siswa Sekolah Menengah Atas Nur, Muhamad; Barus, Beta Susanto; Agustriani, Fitri; Diansyah, Gusti; Purwiyanto, Anna Ida Sunaryo; Ningsih, Ellis Nurjuliasti; Febrianti, Amanda Astri Pratiwi; Utami, Risnita Tri
Journal of Community Development Vol. 6 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1886

Abstract

  Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi sumber daya laut yang besar dan strategis, sehingga memerlukan sumber daya manusia yang kompeten dan memiliki pemahaman memadai tentang sistem kelautan. Oseanografi dan instrumentasi kelautan berperan penting dalam memahami dinamika laut, pemantauan kualitas perairan, serta pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan. Namun, pemahaman dan minat generasi muda, khususnya siswa sekolah menengah atas (SMA), terhadap bidang tersebut masih tergolong rendah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, membentuk persepsi positif, serta menumbuhkan minat siswa terhadap oseanografi dan instrumentasi kelautan. Kegiatan dilaksanakan pada Mei 2025 di SMA Nurul Yakin Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, dengan melibatkan dosen dan mahasiswa Jurusan Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Sriwijaya. Metode yang digunakan meliputi edukasi melalui presentasi dan diskusi interaktif, demonstrasi alat kelautan sederhana, serta evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Evaluasi difokuskan pada tiga dimensi, yaitu tingkat pengetahuan, persepsi terhadap urgensi dan daya tarik bidang oseanografi, serta minat siswa dalam kegiatan lanjutan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh dimensi yang diukur. Tingkat pengetahuan siswa pada kategori Sangat Mengetahui meningkat dari 2% menjadi 71%, sementara kategori Tidak Mengetahui menurun dari 87% menjadi 7%. Persepsi siswa terhadap urgensi bidang oseanografi menunjukkan peningkatan kategori Sangat Perlu dari 11% menjadi 73%. Selain itu, minat siswa pada kategori Sangat Tertarik meningkat dari 9% menjadi 69%. Hasil ini menegaskan bahwa pendekatan edukatif berbasis interaksi dan praktik sederhana efektif dalam meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan motivasi siswa terhadap bidang kelautan, serta berpotensi menjadi model pengenalan ilmu dan karier kelautan di tingkat sekolah menengah.