Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Kotoran Kambing Pada Budidaya Tanaman Buah Dalam Pot Untuk Mendukung Perkembangan Pondok Pesantren Mujiyo Mujiyo; Suryono Suryono
PRIMA: Journal of Community Empowering and Services Vol 1, No 1 (2017): June
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/prima.v1i1.35147

Abstract

Program IbM ini bekerjasama dengan dua mitra, yaitu: (1) UKM Peternakan Kambing “Maendo Mulyo”, dan (2) Pondok Pesantren “Al Mukhlishin”. Mitra (1) berlokasi di Desa Bakalan Desa Ngadirejo, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar yang berjarak tempuh sekitar 25 km dari Fakultas Pertanian UNS. Bidang usaha yang dikembangkan oleh mitra (1) tersebut adalah usaha kambing. Sedangkan Mitra (2) berlokasi di Desa Tegalgede Kecamatan Karanganyar Kabupaten Karanganyar. Pondok Pesantren Al Muklishin tergolong Pondok Pesantren Salafiyah; yang masih tetap mempertahankan sistem pendidikan khas Pondok Pesantren, baik kurikulum maupun metode pendidikannya. Selain kegiatan Keagamaan, PonPes Al Muklishin juga megadakan kegiatan lain diantaranya adalah pertanian. Permasalahan Mitra 1 (UKM Peternakan Kambing “Maendo Mulyo”) : Mitra 1 dalam kegiatan IbM ini menghadapi permasalahan utama yaitu banyaknya kotoran kambing yang belum termanfaatkan, produksi limbah ternak kambing (kotoran kambing) yang sangat tinggi, yaitu sekitar 50 kg limbah per hari (1,5 ton per bulan), dan jika hal ini dibiarkan akan menjadi tumpukan kotoran kambing yang sangat berbau dan dapat mengundang lalat sebagai penular berbagai macam penyakit, apabila dikelola/diolah/difermentasi bisa digunakan sebagai pupuk organik yang sangat bermutu. Dalam usaha peternakan kambing ini ingin mengarah pada peternakan yang ramah lingkungan sehingga tidak menjadi masalah di masyarakat. Permasalahan Mitra 2 (Ponpes “Al Mukhlishin”) : Mitra 2 dalam kegiatan IbM ini menghadapi permasalahan utama yaitu tingginya kebutuhan buah harian untuk santri mukim sejumlah 95 orang yang diasuh oleh 4 orang guru pondok tetap. Oleh karena itu diperlukan penyediaan buah secara mandiri yang harganya lebih murah, seperti buah organik yang ditanam dalam pot dengan memanfaatkan pupuk dari kotoran kambing yang dibuat dengan menggunakan kotoran ternak kambing yang belum dimanfaatkan. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan utama yang dihadapi mitra (1) adalah teknologi pembuatan pupuk organik yang dapat digunakan sebagai pupuk organik yang sangat bermutu yang dapat digunakan sebagai pupuk organik bagi usaha budidaya buah organik dalam pot pada mitra (2).
Aplikasi Pupuk Organik Diperkaya Mikrobia Pada Usaha Pembibitan Tanaman Mujiyo Mujiyo; Sumarno Sumarno; Suryono Suryono; Novi Rahmawati Sutopo
PRIMA: Journal of Community Empowering and Services Vol 2, No 2 (2018): December
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/prima.v2i2.36118

Abstract

Micro small business (UKM: in indonesian) "Sejahtera" is a chicken farm that has problems with chicken manure that has not been utilized properly. The farmer group "Bejo Agro Farm" is a plant nursery located in Mojogedang District, Karanganyar Regency. Availability of soil nutrients is one of the determinant factors of the quality of plant seeds. Availability of nutrients for plants can be obtained by applying organic fertilizers. Applications of microbial enriched organic fertilizers can be used as an alternative to maintain plant quality. Microbial enriched organic fertilizers contain several types of microbes that can support plant growth. Organic fertilizer comes from chicken manure coupled with several bio-starter containing beneficial microbes. The organic fertilizer used has been tested for its quality, to determine the content of the nutrient. The technology in the form of microbial enriched organic fertilizer can help "Bejo Agro Farm" to maintain the quality of plant seeds and be able to solve the problems of chicken manure waste of "Sejahtera" chicken farms.
Pemanfaatan Berbagai Tanaman Refugia Sebagai Pengendali Hama Alami Pada Tanaman Cabai (Capsicum annum L.) Dwiwiyati Nurul Septariani; Aktavia Herawati; Mujiyo Mujiyo
PRIMA: Journal of Community Empowering and Services Vol 3, No 1 (2019): June
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/prima.v3i1.36106

Abstract

Tanaman cabai merupakan komoditas dengan  nilai ekonomis tinggi di Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul. Produktivitas cabai di lahan sub-optimal pasir pantai tidak kalah tinggi dibandingkan dengan lahan sawah. Namun penurunan produktivitas cabai yang disebabkan serangan organisme pengganggu tanaman mengakibatkan kerugian bagi petani, sehingga perlu dilakukan pengendalian OPT. Edukasi tentang pemanfaatan tanaman refugia sebagai pengendali hama alami belum pernah dilakukan. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah paparan (edu-agriculture) tentang pemanfaatan tanaman refugia, pembuatan demonstrasi plot tanaman cabai dengan berbagai jenis tanaman refugia, serta inisiasi wisata swafoto bunga. Hasil kegiatan yang diperoleh berupa peningkatan pengetahuan mengenai teknik pengendalian hama dan penyakit secara alami sehingga mengurangi ketergantungan terhadap pestisida sintetik dengan memanfaatkan tanaman refugia yang terdapat di lingkungan sekitar. Kegiatan terbukti mengatasi permasalahan para petani dan memanfaatkan sumber daya alam secara maksimal yang sangat penting bagi peningkatan produktivitas pertanian.
Pembuatan Pupuk Organik sebagai Wujud Integrasi Ternak- Tanaman dalam Pemberdayaan Masyarakat Mujiyo, Sumarno, Suryono, Khalyfah Hasanah, Suminah, Bambang Hendro Sunarminto
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.474 KB)

Abstract

Pembuatan pupuk organik menjadi bagian dari integrasi ternak-tanaman sebagai wujud pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan usaha di sektor pertanian. Pupuk organik yang dibuat dengan memanfaatkan bahan dari kotoran ternak dan limbah pertanian akan mengurangi pencemaran lingkungan akibat menumpuknya bahan-bahan tersebut. Hal ini juga untuk mewujudkan pertanian terpadu dan berkelanjutan,serta memberikan nilai tambah bagi pendapatan petani. Kegiatan dilakukan bersama 3 mitra di tiga lokasi yang berbeda yaitu Mitra 1 Kelompok Tani “TANI MAKMUR’ di Kabupaten Boyolali, Mitra 2 UKM Tanaman Hias “BEJO AGROFARM” di Kabupaten Karanganyar, dan Mitra 3 Kelompok Tani “TANI ASLI” di Kabupaten Sukoharjo. Lingkup kegiatan meliputi penyampaian materi mengenai macam bahan dan tata cara pembuatan pupuk organik dan kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatannya. Bahan pembuatan pupuk organik menyesuaikan dengan ketersediaan spesifik di masing-masing mitra, sedangkan tata cara pembuatan diseragamkan untuk ketiga mitra. Indikator keberhasilan kegiatan adalah kualitas pupuk organik yang dihasilkan melalui analisis sampel di laboratorium dengan parameter kadar air, N total, P2O5, K2O, C-organik, C/N rasio dan pH. Penilaian kualitas berdasarkan standar baku pupuk organik di Indonesia. Pupuk organik yang dihasilkan oleh UKM Tanaman Hias “BEJO AGROFARM” mempunyai kualitas paling baik di antara ketigannya, kadar air 25,14%, N total 2,3%, P2O5 1,48%, K2O 2,68, C-organik 27,24%, dan pH 8,22 sudah memenuhi standar, sementara itu C/N rasio 11,79% di bawah standar. Pupuk organik dari Kelompok Tani “TANI MAKMUR” dan “TANI ASLI” untuk parameter N total + P2O5 + K2O masingmasing 3,80% dan 3,68% di bawah standar, demikian juga parameter C/N rasio masing-masing 13,14 dan 14,81 di bawah standar. Parameter kadar air (23,14% dan 22,64%), C-organik (20,23% dan 18,36%) dan pH (8,46 dan 8,17) masing-masing dari kedua kelompok tani tersebut sudah memenuhi standar. Secara umum pupuk organik yang dihasilkan dari ketiga mitra sudah berkualitas cukup baik. Upaya untuk memperbaiki kualitas hasil pupuk organik perlu dilakukan untuk memenuhi standar agar pada saat diaplikasikan dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang optimal. Upaya tersebut juga dalam rangka memenuhi standar produk yang dapat diterima oleh ketentuan pangsa pasar. Pemilihan bahan-bahan tertentu untuk menurunkan atau meningkatkan parameter tertentu dapat dilakukan agar standar kualitas pupuk organik dapat terpenuhi.
Mapping of Agricultural Land Use Change and Effect on Land Capability as a Basis for Land Use Direction in Nguntoronadi-Indonesia Mujiyo Mujiyo; Suntoro Suntoro; Rifa Rizhandion Akbar; Rahayu Rahayu
International Journal of Agriculture System VOLUME 10 ISSUE 1, JUNE 2022
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2555.933 KB) | DOI: 10.20956/ijas.v10i1.3644

Abstract

The occurrence of conversion of agricultural land can cause erosion proneness, low fertility soils, and decreased land productivity. Land conversion requires an evaluation of land capability, as a basis for direction to maintain land productivity. This study aims to determine the rate of conversion of agricultural land, land capability class, the determinants of land capability, and direction of land management on initial land and converted land in agricultural land, Nguntoronadi District, Karanganyar Regency. The method used is a survey, with the research area divided into 6 LMU (Land Map Units) represented by 6 sample points in each LMU including 3 points on fixed land and 3 points on converted land, resulting in 36 samples determined by purposive sampling. The research stages include; 1) Pre survey, 2) Survey, 3) Post survey. The results of the study show that the land-use change from 2011 to 2020 covers an area of 258.56 ha and a rate of 28.73 ha per year. The land capability of the research area on fixed land and converted land is classified into land capability III and class IV. Factors that determine land capability include soil erodibility and drainage. The recommended direction for land use and management for Nguntoronadi District is the provision of green manure, making terracing, and making drainage irrigation
Evaluasi Kemampuan dan Kesesuaian Lahan untuk Budidaya Kopi Arabika di Desa Jayagiri, Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat Hafizh Marianto; Mujiyo Mujiyo; Sutarno Sutarno; Lidya Zaela Wijaya; Khoerunnisa Amaliah Syamsuddin; Balina Dita Eisya Prashanti Nugroho
PRIMA: Journal of Community Empowering and Services Vol 6, No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/prima.v6i1.48116

Abstract

Arabica Coffee Cultivation in Jayagiri Village as a Result of Land Suitability Evaluation Assessment. Jayagiri Village, Lembang District, West Bandung Regency, West Java has the agricultural sector as its economic main sector. This village is located at an altitude of 1,312-2,084 m above sea level and has a plantation area of 23 ha. Plant commodities other than vegetables need to be developed at that location, therefore information on land suitability is needed. One commodity that has a high potential to be developed is Arabica coffee, while information relating to the characteristics and suitability of land for this commodity needs to be known. This activity aims to determine the land suitability class for Arabica coffee and how to improve the limiting factors at the research site. Evaluation of land suitability is carried out based on procedures from BPPS for Agricultural Land, Ministry of Agriculture. The research stages include pre-survey activities, making SPT, taking soil samples, making representative pedons, and analyzing samples. Data analysis was carried out using the matching method to determine the land suitability class and its limiting factors. The results of the activity show that the land suitability class in Jayagiri Village is included in the marginal suitability class (S3). The limiting factor of land suitability in the area is the high slope and low availability of nutrients. Efforts that can be made to improve the land suitability class, as well as the limiting factor, are by conserving terraces and fertilizing both organically and inorganically.
Utilization of Local Grass Cynodon dactylon for Football Field Rehabilitation and Minimizing the Incidence of Injuries Rahayu Rahayu; Mujiyo Mujiyo; Ganjar Herdiansyah; Aktavia Herawati; Sutarno Sutarno; Geun Mo Yang; Tiara Hardian; Nanda Mei Istiqomah; Viviana Irmawati; Muhammad Rizky Romadhon; Khalyfah Hasanah; Akas Anggita
AgriHealth: Journal of Agri-food, Nutrition and Public Health Vol 4, No 1 (2023): April
Publisher : Research and Development Center for Food, Nutrition and Public Health (P4GKM) LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agrihealth.v4i1.70492

Abstract

The problems faced are uneven football field surface, uneven grass growth, many pebbles and boulders, stagnant and muddy during the rainy season and fractures in the soil during the dry season which make the field not of a good standard for use and have an impact on the incidence of injuries to field users. This study aims to improve the quality of grass for football field using quality local grass Cynodon dactylon in order to overcome the problem of bad fields and avoid field’s users injury. The method is through field rehabilitation technology by improving the surface design and soil media profile as well as the use of quality local grass. The rehabilitation technology includes improving the surface of the field to improve drainage by designing a “geger sapi” shape. The assessment of the rehabilitation results used a qualitative approach with a questionnaire survey to the local community of field users. The results of field grass rehabilitation make the quality of grass in the field after rehabilitation better growth by 45%, perception grass quality was very good by 43%, the surface of the field is flatter, no gravel and surface rocks are found so the flooded were not found by 83%. Field conditions with better grass quality also reduce the frequency of injuries incidents of player during competition about 61%. Hence, field grass rejuvenation benefits the environment and public health. This great benefit will increase the comfort and closeness between the local community.
Evaluasi Tingkat Bahaya Erosi Beberapa Penggunaan Lahan di Kecamatan Sidoharjo, Wonogiri, Jawa Tengah dengan Metode USLE (Universal Soil Loss Equation) Aktavia Herawati; Sutarno Sutarno; Mujiyo Mujiyo; Yogi Sukma Mahendra
Pedontropika : Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 8, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v8i2.56395

Abstract

Erosion is one of the problems in agricultural activities. Soil erosion can cause loss of topsoil that contains nutrients for plants. The diversity of land use in agricultural activities affects the amount of erosion that occurs. This research aims to identify the level of erosion hazard in several agriculture land use and the determine factor of erosion, as well as provide direction for conservation in Sidoharjo District, Wonogiri, Central Java. This research is a survey research with exploratory descriptive approach based on the results of field observation and laboratory analysis. Sampling points were determined purposively on 12 land units. Parameters observed were soil texture, soil structure, organic matter, permeability, slope length and slope, vegetation, and conservation management. The results showed that the level of erosion hazard in the study area contained light, moderate, and severe erosion hazard levels, and moorland have the highest level and paddy field have the lowest level of erosion hazard. The determinant factors of soil erosion are plant management / vegetation and slope length/slope gradient. Conservation directions that can be carried out in Sidoharjo District for land use management improvement are a combination of vegetative conservation techniques such as the use of organic mulch and plant management to increase organic matter and mechanical conservation techniques such as terrace repairs to minimize soil loss.
Transfer knowledge of organic agriculture for healthy horticulture cultivation on the Bengawan Solo River, Central Java Widyatmani Sih Dewi; Supriyadi Supriyadi; Mujiyo Mujiyo; Desti Dian Amalina; Muhammad Rizky Romadhon
Community Empowerment Vol 8 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.8104

Abstract

Organic farming practices are needed to maintain soil fertility and the health of horticultural products on the banks of the Bengawan Solo river in Jangglengan village, Sukoharjo. This community service aims to teach the farming community about organic farming principles and the practice of making liquid organic fertilizer to support healthy horticultural farming on riverbanks in the Jangglengan area. The partner group, the Jangglengan village government, involves 60 farmer representatives. The methods used were focus group discussion, practices for making liquid organic fertilizer, and evaluation. The results of community service activities show that 75% farmers can show good organic waste material for organic fertilizer, and 95% farmers had improved skills and were able to try making fertilizer by themselves. This organic farming socialization is a good start toward implementing good agricultural practices on the land along the Bengawan Solo River in Jangglengan.
Evaluasi Kemampuan Lahan sebagai Dasar Rekomendasi Penggunaan Lahan di Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Wonogiri Mujiyo, Mujiyo; Nugroho, Diki; Sutarno, Sutarno; Herawati, Aktavia; Herdiansyah, Ganjar; Rahayu, Rahayu
Agrikultura Vol 33, No 1 (2022): April, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i1.37950

Abstract

Kemampuan lahan merupakan komponen yang digunakan untuk menentukan kesesuaian potensi dengan penggunaan lahannya. Penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan kemampuannya berpotensi mengalami degradasi lahan. Tujuan penelitian ini adalah memberikan informasi mengenai kemampuan lahan, faktor penentunya, dan memberikan arahan penggunaan lahan serta pengelolaannya secara tepat. Penelitian jenis survey ini menggunakan metode purposive sampling untuk pengamatan kondisi di lapangan dan pengambilan sampel. Data hasil pengamatan diolah dengan matching data kemampuan lahan dan uji statistik ANOVA dan korelasi untuk menemukan faktor yang paling menentukan kemampuan lahan di Ngadirojo. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan lahan di Kecamatan Ngadirojo adalah III-l2.d3.b1, IV-d4, IV-l3 dan IV-l3.d4. Faktor yang menentukan kemampuan lahan di antaranya penggunaan lahan dan kedalaman tanah. Arahan penggunaan lahan yang dapat diterapkan berupa sawah, sawah dengan konservasi, dan agroforestry.
Co-Authors Adinda Rusdiani Putri Aditya Bagas Calosa Afifah Afiana Susila Ahmad Norri Prasetyo Aisyiyah Amini Akas Anggita AKTAVIA HERAWATI Ali Pramono Anggita, Akas Apriani Widiatiningsih Apriani Widiatiningsih Arif Anshori Arif Anshori, Arif Asri Wulandari Aulia Arifa Ayunda Fitri Ulya Maslina Bagas Yulianto Balina Dita Eisya Prashanti Nugroho Bambang Hendro Sunarminto Bambang Hendro sunarminto Bambang Hendro Sunarminto Bambang Hendro Sunarminto Bambang Hendro Sunarminto Budi Kristiawan Budiarti, Wiwin Budiono, R Dany Farel Ega Arsanto Daradinda Surya Irawaningsih Desti Dian Amalina Devi Novitasari Putri Wibowo Dhika Sri Anggrahini Dika Dwi Darmawan Dwi Meisari Dwi Priyo Ariyanto Dwiwiyati Nurul Septariani Eko Hanudin Eko Hanudin Eko Haryono Endika Sofya Pramesti Erina Prasdila Ashari Erlyna Wida Riptanti Essla, Verona Putri Evi Gravitiani Evi Gravitiani Evi Gravitiani, Evi Faris Achmad Baharudin Fatchur Rochman Febryana, Nesia Ferina Pungky Ferry Rachmanto Fitriana Romdhati Fitriana, Ummi Nur Gaizka Mahdafikia Ganjar Herdiansyah Ganjar Herdiansyah Ganjar Herdiansyah Ganjar Herdiansyah, Ganjar Geun Mo Yang Geun Mo Yang Geun Mo Yang Hafizh Marianto Hanifah Salsabilla Hardian Ningsih, Hardian Hardian, Tiara Hargiani, Fransisca Xaveria Hasanah, Khalyfah Hasna Nur Faramida Heru Irianto Hery Widijanto Hery Widiyanto Himawan Adi Nugroho Holyness Nurdin Singadimedja Indri Hapsari Pusponegoro Irawaningsih, Daradinda Surya Irmawati, Viviana Istiqomah, Nanda Mei Jaka Suyana Jaka Widada JAKA WIDADA Jauhari Syamsiah Jauhari Syamsiyah Jauhari Syamsiyah Jauhari Syamsiyah Jauhari Syamsiyah Jauhari Syamsiyah Jauhari Syamsiyah Jauhari Syamsiyah Joko Winarno Joko Winarno Joon Soo Choi Khalyfah Hasanah Khoerunnisa Amaliah Syamsuddin Komariah Komariah Komariah Lestari, Audi Soekma Leviana Eka Vivia Lidya Zaela Wijaya Mapan Rochmadtulloh Mapan Rochmadtulloh Maroah, Siti Maro’ah, Siti Mentari Nurul Lathifah Muhammad Rizky Romadhon Nanda Mei Istiqomah Noorhadi Noorhadi novi rahmawati sutopo Novi Rahmawati Sutopo Novi Rahmawati Sutopo Nugroho, Diki Nur Aida Suheri Nurul Farahin Ongko Cahyono ongko cahyono P Purwanto Pangastuti, Triyana Suryaning Priono, Timur Putri Oktafia Niawati Putri, Elvia Febriani Qonita Luthfiyah Qonita, Rade Rara Aulia R Budiono R Budiono R Rahayu Rachma Ulfa Arini Raditia Eka Kurniawan Rafirman, Rizkisadi Rahayu Rahayu Rahayu Rahayu Rahayu Rahayu Rahayu Rahayu Rahayu Rahayu Rahayu Rahayu Rahayu Randy Ramadhan Ranita Restu Nur Azizah Retno Rosariastuti Retno Rosariastuti Retno Wisnu Murti Rifa Rizhandion Akbar Rizkisadi Rafirman Robby Eko Christanto Romadhon, Muhammad Rizky S Minardi S Sumarno S Suntoro S Supriyadi S Sutarno Sari Mukti Rohmawati Slamet Minardi Slamet Minardi Sri Hartati Sudadi Sudadi Sudadi Sudadi Sudjono Utomo Sumani . Sumani Sumani Sumani Sumani Sumarno Sumarno suminah . Suntoro Suntoro Suntoro Suntoro Suntoro Suntoro Suntoro Suntoro Suntoro Suntoro Suntoro Suntoro Supriyadi Supriyadi Supriyono Supriyono Surachman, Rinta Faradila Suryono Suryono Suryono Suryono Sutarno Sutarno Sutarno Sutarno Sutarno Sutarno Sutarno Sutarno Sutarno Sutarno Sutarno Sutarno Sutarno Sutopo, Novi Rahmawati Suwarto Suwarto Suwarto Suwarto Tiara Dyah Puspitasari Tiara Hardian Tiara Meti Pratingkas Timur Priono Trijono Djoko Sulistyo Ustiatik, Reni Vita Ratri Cahyani Viviana Irmawati WIDHI LARASATI Widhiyastuti, Alfia Nisa Widyatmani Sih Dewi Widyatmani Sih Dewi Wiwin Budiarti Wiwin Budiarti Yogi Sukma Mahendra Yosua Yoga Setyawan