Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Nilai-Nilai Moral dalam Film Min Wara Al-Mawj Karya Matty Brown Kajian Semiotika Charles Sanders Pierce Ahmad Arif Septian; Yayan Rahtikawati; Rohanda Rohanda
Kode : Jurnal Bahasa Vol. 15 No. 1 (2026): Kode: Edisi Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/k2trgp67

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mendeskripsikan nilai-nilai moral yang terdapat dalam film Min Wara’ al-Mawj me-lalui analisis semiotika Charles Sanders Peirce. Fokus penelitian diarahkan pada bentuk-bentuk representasi moral yang ditampil-kan melalui adegan, dialog, tindakan tokoh, serta simbol visual yang membangun pesan etis dalam alur cerita film bertema sur-vival keluarga tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi mendalam melalui proses menonton film secara berulang, pen-catatan adegan serta dialog yang mengandung unsur moral, dan pengklasifikasian data berdasarkan model triadik Peirce yang meliputi representamen, objek, dan interpretant. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini memuat sejumlah nilai moral, antara lain keteguhan, rasa syukur, kebersamaan, kepedulian, keimanan, kerja keras, pantang menyerah, solidaritas keluarga, dan tolong-menolong. Nilai-nilai tersebut muncul melalui para tokoh dalam menghadapi tantangan bertahan hidup ikatan keluarga dan keya-kinan kepada Tuhan. Temuan ini menegaskan bahwa Min Wara’ al-Mawj bukan hanya menghadirkan ketegangan dan drama pet-ualangan, tetapi juga menyampaikan pesan moral mendalam mengenai ketahanan, tanggung jawab, dan kemanusiaan. Penelitian ini membuktikan bahwa analisis semiotika Peirce efek-tif digunakan untuk mengungkap nilai-nilai moral dalam media film, terutama dalam menginterpretasikan tanda-tanda visual dan verbal sebagai sarana penyampai pesan etis kepada penonton.   Kata Kunci: Analisis Semiotika, Film, Nilai Moral, Peirce, Representamen, Tanda 
Qur’anic and Tafsir Virtual: Penyajian al-Qur’an dan Tafsir di Dunia Maya (Studi Kasus Kajian Tafsir Min Wahyil Qur’an Sayyid Husain Fadhlullah di Media YouTobe) Ilma Amalia; Yayan Rahtikawati; Muhammad Faris Rasyadan
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA Vol. 2 No. 1 (2024): Januari : Jurnal Ilmiah Pendidikan Kebudayaan dan Agama
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jipa.v2i1.490

Abstract

The Koran, as the main holy book of guidance for Muslims, is almost impossible to understand if it is not interpreted. Since ancient times, the transmission of interpretations of the Al-Qur'an has been carried out through various methods, including oral and written. Meanwhile, nowadays, times continue to develop, the delivery of interpretations of the Al-Qur'an is also developing through online audio-visual methods, especially through YouTube media. This article aims to analyze the interpretation of the Al-Qur'an through YouTube media in the book Min Wahyil Qur'an written by a contemporary tafsir scholar named Sayyid Husain Fadhlullah and how it influences the religious lives of his listeners. The method used in this research is a quantitative method by distributing questionnaires to 130 listeners of the Islamic Studies and JR TV channels. The research method is also equipped with qualitative methods by reviewing several library sources to enrich the reader's knowledge. The results of this research indicate that in quantity many listeners feel they want to change their attitudes and lifestyle in religion, especially after listening to the seventh series of Min Wahyil Qur'an tafsir studies with the theme: humans and religion.
The Rhetoric of Tashbīh in Fāris Banī Ḥamdān by Ali al-Jarim: An ʿIlm al-Bayān Analysis Muttaqin, Ahmad; Rahtikawati, Yayan; Rohanda, Rohanda
Al-Irfan : Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. 9 No. 2 (2026): Articles in Press
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58223/al-irfan.v9i2.823

Abstract

This study aims to identify the types of tasybih and analyze their purposes in the novel Faris Bani Hamdan by Ali al-Jarim. The study employs a descriptive qualitative approach with data collection techniques using the observation method. The data in this study were taken from phrases, sentences, and discourses containing tasybih. Data analysis was conducted using the tasybih approach in ilm al bayan, and to break down the linguistic constructions this study applies the distributional technique based on the Immediate Constituent Analysis method to identify the elements of musyabbah, musyabbah bih, adat tasybih, and wajh syibh. The findings show various types of tasybih namely mursal, muakkad, mufassal, mujmal, baligh, tamtsil, and qarib mubtazal. Meanwhile, tasybih baid gharib was not found. The purposes of their use include bayan hal al musyabbah, taqrir hal al musyabbah, bayan miqdar al musyabbah, taqbih al musyabbah, and madh al musyabbah. The absence of bayan imkan, bayan imkan wujud, and istitraf indicates that the use of tasybih is more focused on strengthening meaning and clarifying messages rather than creating effects of unfamiliarity or surprise within the narrative. This study confirms that tasybih plays an important role in strengthening linguistic beauty and narrative function in modern Arabic literature.
Studi Komparasi Metodologi Penafsiran Amina Wadud dan Zaitunah Subhan dalam Masalah Perempuan Karimah, Fatimah Isyti; Rusmana, Dadan; Rahtikawati, Yayan
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 16, No 1 (2022): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v16i1.13088

Abstract

Perempuan dipandang sebagai makhluk yang inferior dibandingkan laki-laki. Posisinya sering terpinggirkan dalam segala aspek kehidupan manusia. Bahkan agama menjadi salah satu dasar untuk menempatkan perempuan di bawah laki-laki. Hal ini terlihat dalam beberapa tafsir klasik yang pengarangnya adalah laki-laki. Amina Wadud dan Zaitunah Subhan adalah dua tokoh perempuan yang merasa ketidakadilan terhadap perempuan di sekitarnya harus dihilangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbandingan metodologi tafsir Zaitunah Subhan dan Tafsir Amina Wadud dalam mengkaji masalah “Perempuan”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-analisis. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: Secara umum metodologi Tafsir Zaitunah Subhan dan Tafsir Amina Wadud menggunakan metode maudhu'i, karena sama-sama fokus membahas tema-tema tertentu. Namun dalam proses analisisnya, Tafsir Zaitunah Subhan menggunakan metode tafsir maudhu'i dengan mengacu pada tiga kitab utama dari tiga generasi, yaitu Tafsir Al-Qur'an karya Ibnu Katsir, Tafsir Al-Azhar karya Hamka dan Al-Qur'an dan terjemahannya. Sedangkan Tafsir Amina Wadud menggunakan model interpretasi hermeneutik.