Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Ketidakadilan Gender dalam Film The Exchange Karya Dan Mazer Salsabillah, Ade Inas; Rahtikawati, Yayan; Rohanda, Rohanda
Kode : Jurnal Bahasa Vol. 14 No. 1 (2025): Kode: Edisi Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v13i1.65906

Abstract

Tujuan penelitian dalam artikel ini adalah untuk menganalisis representasi ketidakadilan gender dalam film The Exchange menggunakan teori feminisme liberal. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana identitas perempuan digambarkan dalam film, terutama dalam menghadapi dominasi budaya patriarki di tempat kerja dan lingkungan sosial. Selain itu, penelitian ini menyoroti perjuangan karakter perempuan dalam memperoleh kebebasan individu dan kesetaraan hak, serta mengeksplorasi bagaimana film ini merefleksikan perubahan sosial terkait peran perempuan di masyarakat Timur Tengah. Film The Exchange mengangkat isu ketidakadilan gender yang terefleksi dalam pengalaman perempuan menghadapi dominasi budaya patriarki. Penelitian ini menggunakan teori feminisme liberal untuk menganalisis perjuangan identitas perempuan yang direpresentasikan melalui karakter Farida dan Munira. Metode penelitian kualitatif digunakan untuk menggali data dari dialog, adegan, dan simbol dalam serial tersebut.
Praktik Pembacaan Ayat-ayat Al-Qur’an sebagai Dzikir Najib, Muhamad; Rahtikawati, Yayan; Rusmana, Dadan
Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir Vol. 2 No. 3 (2023): Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/mjiat.v2i3.31965

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik serta pemaknaan masyarakat terhadap pembacaan ayat-ayat Al-Quran di majelis Safari Dzikir Muhibbatul Quran komplek Dwipapuri Residence Cipadung Cibiru Kota Bandung dalam perspektif living quran. Peneliti menggunakan metode dan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pisau analisis teori sosiologi pengetahuan Karl Mannheim mengenai Tindakan manusia dibentuk oleh dua dimensi, yakni perilaku (behavior) dan makna (meaning). Karl Mannheim mengklasifikasikan makna perilaku dari suatu tindakan sosial menjadi tiga macam yaitu: makna objektif, makna ekspresif, dan makna documenter. Adapun hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Praktik pembacaan ayat-ayat Al-Quran dilakukan rutin setiap awal bulan sebagai bentuk pemahaman terhadap Al-Quran itu sendiri. 2) pembacaan ayat-ayat Al-Quran jika dilihat dengan menggunakan makna suatu tindakan dalam teori sosiologi pengetahuan Karl Mannheim ada tiga kategori makna yang diperoleh. Pertama, makna Objektiif Safari Dzikir Muhibbatul Quran ini merupakan salah satu program kerja bulanan dari DKM Raudhatul Jannah sehingga harus diikuti oleh para jamaah. Kedua, makna Ekspresif yakni makna yang ada dalam setiap jamaah yang mengikuti praktik Safari Dzikir Muhibbatul Quran, yaitu: sebagai media silaturrahmi antar sesama, sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah swt, sebagai sarana do’a bersama memohon segala hajat dan keinginan, sebagai media untuk mendapatkan ketenangan jiwa, sebagai sarana berkumpul dan makan bersama. Ketiga, makna dokumenter yakni Safari Dzikir Muhibbatul Quran secara sadar dan tidak sadar telah menjadi kebiasaan yang dilakukan oleh mMasyarakat komplek Dwipapuri Residence.
Orientasi Penyusunan Tafsir Tematik Kementerian Agama Republik Indonesia Fuad, Asep; Rusmana, Dadan; Rahtikawati, Yayan
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 5 No. 1 (2022): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hanifiya.v5i1.15846

Abstract

This study aims to discuss the thematic interpretation of the Ministry of Religion of the Republic of Indonesia by the work of a drafting team consisting of interpreters, hadith, and other Islamic sciences who are competent in their respective fields. Characteristics based on this thematic interpretation style is an interpretation whose nuances are social by interpreting the holy verses of the Qur'an using an exclusive theme by collecting verses of the Qur'an from an exclusive theme. This method is relatively new and is considered actual in interpreting the Qur'an. The author will try to reveal a complete understanding of the verses of the Qur'an. With this theory, the interpretation of the Qur'an can be synchronized with an exclusive theme. The research method used in this study is a literature review, which is a series of methods related to collecting library data, reading, taking notes, and studying research materials. The primary source is the thematic interpretation of the work of the Indonesian Ministry of Religion's Pentashihan Mushaf Lajnah. The substance of his research is more about theoretical matters. From there, it is known that the 23 themes of the thematic interpretation of the work of Pentashihan Mushaf Lajnah of the Ministry of Religion of the Republic of Indonesia contain answers to the challenges of the times that are more practical, systematic, moving forward, and very easily understood by the public. The emergence of this thematic interpretation is based on several aspects of the synchronization approach by examining the government's way of multiplying Islamic literature and creating a thematic interpretation that the Indonesian people can understand.
Insya Thalaby dalam Kitab Ayyuha Al-Walad Karya Imam Al-Ghazaly (Kajian Balaghah) Mardhiyah, Ira Siti Aenatum; Solihin, Ihin; Rahtikawati, Yayan
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 1 No 1 (2018): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v1i1.3172

Abstract

ABSTRACTBook of Ayyuha al-Walad by al-Imam Abi Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali is one of the books that discusses morals. The book contains the sincere counsel of Hujjah al-Islam al-Imam al-Ghazali which is cited in a letter to his beloved disciple. In a counsel contains a sentence that requires a demand. The purpose of this research is to know the types and meaning of insya thalaby in the book of Ayyuha Al-Walad. The method used in this research is analytical descriptive method. The sampling technique used in this research is purposive sampling that is intentional sampling technique. The results of the analysis, found 73 sentences insya thalabi. The types of insya thalabi contained in the book are amr, nahyi, istifham, tamanny and nida. The analysis shows that there are 38 amr, 7 nahyi, 23 istifham, 2 tamanny and 3 nida. The other meanings of the book are irshad, ighra, tasywiq, tahdid, taubikh, tamanni, tahassur and zajr.Keywords: Book of Ayyuha Al-Walad, advice, al-Ghazali, insya thalaby.ملخص البحثكتاب أيّها الولد للإمام أبي حامد محمّد بن محمّد الغزالي هو الكتاب الذي يبحث عن الأخلاق. نصح الإمام الغزالي نصيحة صريحة إلى تلاميذه في هذه الرسالة وفي النصيحة فيها الكلام طلب للعمل. وأما أغراض هذا البحث فهي وصف أنواع ومعان الإنشاء الطلبي في كتاب أيّها الولد ولكن ستبحث الباحثة عن كلام الغزالي فقط. وكان المنهج المستخدم في هذا البحث هو المنهج الوصفي التحليلي وهو يصف الواقع ثم يحلله. والطريقة المستخدمة  لأخذ العينة هي طريقة  purposive sampling وهي طريقة أخذ العينة بالقدر المعين. وأما نتائج البحث فهي أن توجد 73 الإنشاء الطلبي تحتوي على خمسة أنواع وهي الأمر والنهي والإستفهام والتمنّي والندا. ومن تحليل البيانات وجدت 38 الأمر، 7 النهي، 23 الإستفهام، 2 التمنّي و 3 النداء. أمّا المعان غير الحقيقي فهي الإرشاد والإغراء والتشويق والتهديد والتوبيخ والتمنّي و التحسّر والزجر. الكلمة الرئيسية: كتاب أيّها الولد، النصيحة، الغزالي، علم المعاني، الإنشاء الطلبي. ABSTRAKKitab Ayyuha al-Walad karangan al-Imam Abi Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali merupakan salah satu kitab yang membahas tentang akhlak. Kitab tersebut berisi tentang nasihat tulus dari Hujjah al-Islam al-Imam al-Ghazali yang dinukilkan dalam surat kepada murid yang disayanginya. Dalam sebuah nasihat terkandung suatu kalimat yang menghendaki adanya suatu tuntutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis dan makna insya thalaby dalam kitab Ayyuha Al-Walad. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel secara sengaja. Adapun hasil analisis, ditemukan 73 kalimat insya thalabi. Jenis insya thalabi yang terdapat pada kitab tersebut adalah amr, nahyi, istifham, tamanny dan nida. Hasil analisis menunjukkan ada 38 amr, 7 nahyi, 23 istifham, 2 tamanny dan 3 nida. Adapun makna-makna lain pada kitab tersebut yaitu irsyad, ighra, tasywiq, tahdid, taubikh, tamanni, tahassur dan zajr.  Kata kunci : Kitab Ayyuha Al-Walad, nasihat, al-Ghazali, ilmu ma’ani, insya thalaby.
الأفعال الكلامية التوجيهية في فيلم كارتوني فصحة فواز ونورة لسكردي حسن الدين (دراسة تداولية) Annisaa Nurjayanti, Vina Bella; Rahtikawati, Yayan; Heryani, Yani; Wati, Wiwit Rahma; Zainul Mustofa, Ady Muh.
Lughaat: Journal of Arabic Linguistics Vol. 2 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Departement of Arabic Language and Literature

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/lughaat.v2i1.2332

Abstract

This study discusses the speech form and function of directive speech acts in the two classical Arabic cartoons, Fawaz and Naurah, produced by Sakardi Hasanudin's YouTube channel and iEN Youtube Channel. The classical Arabic cartoon, Fawaz and Naurah, depicts a family that offers many lessons about education in everyday life. The objectives of the study are: 1) To identify the form of directive speech acts in the dialogue of the Arabic cartoon, Fawaz and Naurah. 2) To identify the function of directive speech acts in the Arabic cartoon, Fawaz and Naurah. The method used in this research is the library method, using several scientific research sources in the form of books or magazines related to the title or topic to be discussed. This research is descriptive of the object to be studied. The research steps : 1) Writing down directive speech acts founded in Fawwaz and Nauroh cartoon; 2) Determining speech acts types; 3) Analysing speech acts from eight components purpose (SPEAKING); 4) Analysing the meaning purposed behind the data from speech acts types and its function. Results of the analysis of direct directive speech acts and indirect directive speech acts in the cartoon, Fawaz and Naurah: 3 data for directive speech acts and 3 data for indirect directive speech acts.
Sosialisasi Al-Qur’an Melalui Metode Iqra di Madrasah Diniyah: Studi Komparatif di MDTA Nurul Iman dan MDTA Nurul Hikmah Sumedang Maolidya Asri Siwi Fangesty; Yayan Rahtikawati; Dadan Rusmana
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 25 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v25i2.25400

Abstract

Metode Iqra merupakan cara yang marak digunakan di masyarakat terutama di desa karena eksistensinya yang telah lama muncul, tak terkecuali di Madrasah Diniyah. Namun, terdapat perbedaan efektivitas metode ini di Madrasah Diniyah. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan wawancara dan observasi dengan analisis komparatif serta menggunakan teori sosiologi struktural fungsional Emile Durkheim. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui persamaan dan perbedaan pola sosialisasi Al-Qur’an melalui metode Iqra di MDTA Nurul Iman dan Nurul Hikmah serta menganalisis efektivitas metode iqra terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an. Penelitian ini menunjukkan bahwa persamaan kedua MDTA ini adalah menggunakan Iqra versi lama, terdaftar di FKDT, santri yang mampu membaca Al-Qur’an mendapat ranking di sekolah, internal santri diklaim sebagai faktor utama tidak mampu membaca Al-Qur’an dan metode pengajaran. Sedangkan perbedaannya terletak pada jumlah santri yang mampu membaca Al-Qur’an, waktu mengaji, SDM dan fasilitas serta dukungan orangtua. Metode Iqra dinilai efektif untuk membaca Al-Qur’an karena mudah dan sistematis. Namun, terkadang keefektifitasan Iqra berkurang disebabkan oleh beberapa faktor yakni konten buku Iqra lama yang masih digunakan, waktu mengaji yang kurang sementara santri banyak, metode penyampaian guru, psikologis siswa yang lebih gemar bermain serta kurang rajin, keluarga yang kurang mendukung serta lingkungan teman dan gadget. Adapun faktor guru menjadi faktor utama yang dapat melahirkan faktor lainnya. Sebab dalam teori sosiologi struktural fungsional, guru menjadi posisi dominan dalam pembelajaran.
Nilai-Nilai Moral dalam Film Min Wara Al-Mawj Karya Matty Brown Kajian Semiotika Charles Sanders Pierce Ahmad Arif Septian; Yayan Rahtikawati; Rohanda Rohanda
Kode : Jurnal Bahasa Vol. 15 No. 1 (2026): Kode: Edisi Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/k2trgp67

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mendeskripsikan nilai-nilai moral yang terdapat dalam film Min Wara’ al-Mawj me-lalui analisis semiotika Charles Sanders Peirce. Fokus penelitian diarahkan pada bentuk-bentuk representasi moral yang ditampil-kan melalui adegan, dialog, tindakan tokoh, serta simbol visual yang membangun pesan etis dalam alur cerita film bertema sur-vival keluarga tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi mendalam melalui proses menonton film secara berulang, pen-catatan adegan serta dialog yang mengandung unsur moral, dan pengklasifikasian data berdasarkan model triadik Peirce yang meliputi representamen, objek, dan interpretant. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini memuat sejumlah nilai moral, antara lain keteguhan, rasa syukur, kebersamaan, kepedulian, keimanan, kerja keras, pantang menyerah, solidaritas keluarga, dan tolong-menolong. Nilai-nilai tersebut muncul melalui para tokoh dalam menghadapi tantangan bertahan hidup ikatan keluarga dan keya-kinan kepada Tuhan. Temuan ini menegaskan bahwa Min Wara’ al-Mawj bukan hanya menghadirkan ketegangan dan drama pet-ualangan, tetapi juga menyampaikan pesan moral mendalam mengenai ketahanan, tanggung jawab, dan kemanusiaan. Penelitian ini membuktikan bahwa analisis semiotika Peirce efek-tif digunakan untuk mengungkap nilai-nilai moral dalam media film, terutama dalam menginterpretasikan tanda-tanda visual dan verbal sebagai sarana penyampai pesan etis kepada penonton.   Kata Kunci: Analisis Semiotika, Film, Nilai Moral, Peirce, Representamen, Tanda 
Qur’anic and Tafsir Virtual: Penyajian al-Qur’an dan Tafsir di Dunia Maya (Studi Kasus Kajian Tafsir Min Wahyil Qur’an Sayyid Husain Fadhlullah di Media YouTobe) Ilma Amalia; Yayan Rahtikawati; Muhammad Faris Rasyadan
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA Vol. 2 No. 1 (2024): Januari : Jurnal Ilmiah Pendidikan Kebudayaan dan Agama
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jipa.v2i1.490

Abstract

The Koran, as the main holy book of guidance for Muslims, is almost impossible to understand if it is not interpreted. Since ancient times, the transmission of interpretations of the Al-Qur'an has been carried out through various methods, including oral and written. Meanwhile, nowadays, times continue to develop, the delivery of interpretations of the Al-Qur'an is also developing through online audio-visual methods, especially through YouTube media. This article aims to analyze the interpretation of the Al-Qur'an through YouTube media in the book Min Wahyil Qur'an written by a contemporary tafsir scholar named Sayyid Husain Fadhlullah and how it influences the religious lives of his listeners. The method used in this research is a quantitative method by distributing questionnaires to 130 listeners of the Islamic Studies and JR TV channels. The research method is also equipped with qualitative methods by reviewing several library sources to enrich the reader's knowledge. The results of this research indicate that in quantity many listeners feel they want to change their attitudes and lifestyle in religion, especially after listening to the seventh series of Min Wahyil Qur'an tafsir studies with the theme: humans and religion.
Studi Komparasi Metodologi Penafsiran Amina Wadud dan Zaitunah Subhan dalam Masalah Perempuan Karimah, Fatimah Isyti; Rusmana, Dadan; Rahtikawati, Yayan
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 16, No 1 (2022): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v16i1.13088

Abstract

Perempuan dipandang sebagai makhluk yang inferior dibandingkan laki-laki. Posisinya sering terpinggirkan dalam segala aspek kehidupan manusia. Bahkan agama menjadi salah satu dasar untuk menempatkan perempuan di bawah laki-laki. Hal ini terlihat dalam beberapa tafsir klasik yang pengarangnya adalah laki-laki. Amina Wadud dan Zaitunah Subhan adalah dua tokoh perempuan yang merasa ketidakadilan terhadap perempuan di sekitarnya harus dihilangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbandingan metodologi tafsir Zaitunah Subhan dan Tafsir Amina Wadud dalam mengkaji masalah “Perempuan”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-analisis. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: Secara umum metodologi Tafsir Zaitunah Subhan dan Tafsir Amina Wadud menggunakan metode maudhu'i, karena sama-sama fokus membahas tema-tema tertentu. Namun dalam proses analisisnya, Tafsir Zaitunah Subhan menggunakan metode tafsir maudhu'i dengan mengacu pada tiga kitab utama dari tiga generasi, yaitu Tafsir Al-Qur'an karya Ibnu Katsir, Tafsir Al-Azhar karya Hamka dan Al-Qur'an dan terjemahannya. Sedangkan Tafsir Amina Wadud menggunakan model interpretasi hermeneutik.
Representasi Ketimpangan Gender dalam Film Wadjda karya Haifa : Kajian Feminisme Marxis Sosialis Az Zahra Farhatu Niswah; Yayan Rahtikawati; Khomisah Khomisah
Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa Vol. 4 No. 2 (2026): Bhinneka
Publisher : Universitas Palan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/bhinneka.v4i2.1773

Abstract

This study examines the representation of gender inequality and forms of women's resistance in Haifaa al-Mansour's film Wadjda using a Marxist-Socialist feminist perspective. This study aims to identify the forms of gender inequality represented in the film and analyze the forms of resistance carried out by female characters against the patriarchal structure in Saudi Arabian society. The research method used is a descriptive analytical method with a qualitative approach. Research data were obtained through observation and note-taking techniques of dialogue, scenes, and visual elements in the film related to gender issues and women's resistance. The results of the study indicate that there are four forms of gender inequality in the film, namely restrictions on women's roles, women's lack of freedom in behavior, patriarchal acts, and claims of culture and Islamic norms of Saudi Arabian society that are used to legitimize women's subordination. In addition, this study also found several forms of resistance carried out by female characters, especially Wadjda, such as the desire to own a bicycle, independent economic strategies, negotiations with school authorities, unconventional expressions of identity, and covert resistance shown by Wadjda's mother.