Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Penggunaan Smartphone Terhadap Konsep Diri Mahasiswa (Studi Kasus Prokrastinasi Belajar) Nakhma’ussolikhah Nakhma’ussolikhah; Yayan Rahtikawati; Jamali Jamali
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 6 No. 2 (2024): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v6i2.170

Abstract

Perkembangan individu di era transformasi digital melibatkan pengaruh smartphone untuk membantu perkembangan aspek kognitif. Pemahaman keliru sering kali dilakukan secara tidak sadar dalam akses dunia maya. Hal ini menyebabkan habit negatif seperti menunda pekerjaan atau tugas pokok. Metodologi penelitian dengan metode pendekatanan kualitatif deskriptif esain studi kasus. Subjek primer penelitian terdiri dari 2 mahasiswa semester VIII dan subjek sekunder 2 dosen pembimbing skripsi di Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon. Hasil penelitian menemukan bahwa kebiasaan mahasiswa akses Smartphone tidak untuk menyelesaikan tugas akhir kuliah melainkan estimasi waktu akses mayoritas digunakan untuk bermain sosial media, tiktok, youtube dan game online. Habit ini mengakibatkan kebiasaan menunda tugas pokok seperti penyusunan skripsi dan bimbingan secara intensif. Manajemen waktu dan pemahamahan diri mahasiswa masih tergolong rendah. Mahasiswa diberikan layanan konseling individual dengan treatement pendekatan CBT (Cognitive Behavior Therapy). Setelah diberikan terapi CBT mahamahasiswa dapat melakukan bimbingan intensif dengan waktu 2 kali 1 minggu bimbingan dan dapat menyelesaikan tugas akhir di semester IX.
Ketidakadilan Gender dalam Film The Exchange Karya Dan Mazer Salsabillah, Ade Inas; Rahtikawati, Yayan; Rohanda, Rohanda
Kode : Jurnal Bahasa Vol. 14 No. 1 (2025): Kode: Edisi Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v13i1.65906

Abstract

Tujuan penelitian dalam artikel ini adalah untuk menganalisis representasi ketidakadilan gender dalam film The Exchange menggunakan teori feminisme liberal. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana identitas perempuan digambarkan dalam film, terutama dalam menghadapi dominasi budaya patriarki di tempat kerja dan lingkungan sosial. Selain itu, penelitian ini menyoroti perjuangan karakter perempuan dalam memperoleh kebebasan individu dan kesetaraan hak, serta mengeksplorasi bagaimana film ini merefleksikan perubahan sosial terkait peran perempuan di masyarakat Timur Tengah. Film The Exchange mengangkat isu ketidakadilan gender yang terefleksi dalam pengalaman perempuan menghadapi dominasi budaya patriarki. Penelitian ini menggunakan teori feminisme liberal untuk menganalisis perjuangan identitas perempuan yang direpresentasikan melalui karakter Farida dan Munira. Metode penelitian kualitatif digunakan untuk menggali data dari dialog, adegan, dan simbol dalam serial tersebut.
QASHR DALAM KITAB UQUDULUJAIN KARYA SYEH MUHAMMAD NAWAWI BIN UMAR AL-JAWI AL- BANTANI (Kajian Ilmu Ma’ani) Nurkhotimah, Cucu; Solihin, Ihin; Rahtikawati, Yayan
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 5 No 1 (2022): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v5i1.14402

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai Qashr yang terdapat pada Kitab Uqudulujain Karya Syekh Muhammad Nawawi bin Umar Al-Jawi Al-Bantani. Kitab tersebut merupakan salah satu kitab yang penting dan terbilang popular baik dikalangan pesantren atau dikalangan luar pesantren. Banyak materi pengajian yang bersumber dari kitab tersebut.  Kitab Uqudulujain merupakan kitab kecil yang mampu menjadikan pondasi keluarga yang sakinah mawadah dan rahmah. Karena dalam  kitab tersebut menjelaskan mengenai peran atau hak-hak dan kewajiban antara suami dan isteri. Dalam kitab tersebut terdapat hadist dan ungkapan-ungkapan yang indah dengan disajikan dalam bentuk Qashr. Oleh karena itu, penulis sangat tertarik untuk membedah kitab tersebut dengan pisau kajian ilmu ma’ani salah satu bagian dari ilmu balaghah.  Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui sighat qashr, jenis qashr dan tujuan qashr yang digunakan dalam kitab tersebut.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Metode deskriptif analisis digunakan dengan cara mempelajari, mengkaji dan mengamati hadist-hadist dan ungkapan-ungkapan yang terdapat pada kitab uqudulujain, kemudian dalam upaya mecapai tujuan penelitian, penulis kemudian mendeskripsikannya sesuai dengan sighat yang digunakan, termasuk jenis qashr apa dan tujuan qashr tersebut untuk apa. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian Ilmu ma’ani tentang Qashr Berdasarkan hasil analisis qashr dalam kitab uqudulujain karya syekh Muhammad Umar An-Nawawi, terdapat 36 data yang mana terdiri atas sighat dengan “innama”, “nafi dan istisna” dan “dhomir fashl”. Kemudian terdiri atas jenis qashr idhafi dan haqiqi berserta mausuf ‘ala sifat dan sifat ‘ala mausufnya” kemudian terdiri dari tujuan “takhsis”, “ta’kid”  dan “Takhlis”.
Legitimasi Hukum dan Ketimpangan Gender dalam Isbat Nikah Anak: Studi Putusan PA Tasikmalaya Nomor 283/Pdt.P/2024/PA.Tmk Supartini, Titing Oting; Rahtikawati, Yayan; Rumagia, Supriati
al-Battar: Jurnal Pamungkas Hukum Vol. 2 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Yayasan Cendekia Gagayunan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63142/al-battar.v2i2.287

Abstract

Marriages that are not officially registered are still a legal issue in Indonesia, especially when it involves minors. This research aims to analyze the Decision of the Tasikmalaya City Religious Court Number 283/Pdt.P/2024/PA. Tmk related to the application for isbat nikah involving child marriage, reviewed from a legal and gender perspective. The research method used is a normative juridical approach with the study of judgments as the main object of analysis, complemented by a review of the legal and gender literature. The results of the study show that legally, the ruling provides legitimacy to the marital status and legal protection for children born of the marriage. However, from a gender perspective, this case reflects the weak implementation of protection for girls, in the midst of efforts to increase the minimum age of marriage through Law Number 16 of 2019. The discussion highlighted the negative impact of child marriage on women, including limited access to education, increased reproductive health risks, and unequal power relations in households. These findings underscore the urgency of strengthening regulations related to marriage dispensation and the need for comprehensive legal education to prevent the practice of child marriage and ensure the protection of women's and children's rights in a fair manner.
Praktik Pembacaan Ayat-ayat Al-Qur’an sebagai Dzikir Najib, Muhamad; Rahtikawati, Yayan; Rusmana, Dadan
Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir Vol. 2 No. 3 (2023): Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/mjiat.v2i3.31965

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik serta pemaknaan masyarakat terhadap pembacaan ayat-ayat Al-Quran di majelis Safari Dzikir Muhibbatul Quran komplek Dwipapuri Residence Cipadung Cibiru Kota Bandung dalam perspektif living quran. Peneliti menggunakan metode dan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pisau analisis teori sosiologi pengetahuan Karl Mannheim mengenai Tindakan manusia dibentuk oleh dua dimensi, yakni perilaku (behavior) dan makna (meaning). Karl Mannheim mengklasifikasikan makna perilaku dari suatu tindakan sosial menjadi tiga macam yaitu: makna objektif, makna ekspresif, dan makna documenter. Adapun hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Praktik pembacaan ayat-ayat Al-Quran dilakukan rutin setiap awal bulan sebagai bentuk pemahaman terhadap Al-Quran itu sendiri. 2) pembacaan ayat-ayat Al-Quran jika dilihat dengan menggunakan makna suatu tindakan dalam teori sosiologi pengetahuan Karl Mannheim ada tiga kategori makna yang diperoleh. Pertama, makna Objektiif Safari Dzikir Muhibbatul Quran ini merupakan salah satu program kerja bulanan dari DKM Raudhatul Jannah sehingga harus diikuti oleh para jamaah. Kedua, makna Ekspresif yakni makna yang ada dalam setiap jamaah yang mengikuti praktik Safari Dzikir Muhibbatul Quran, yaitu: sebagai media silaturrahmi antar sesama, sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah swt, sebagai sarana do’a bersama memohon segala hajat dan keinginan, sebagai media untuk mendapatkan ketenangan jiwa, sebagai sarana berkumpul dan makan bersama. Ketiga, makna dokumenter yakni Safari Dzikir Muhibbatul Quran secara sadar dan tidak sadar telah menjadi kebiasaan yang dilakukan oleh mMasyarakat komplek Dwipapuri Residence.
Orientasi Penyusunan Tafsir Tematik Kementerian Agama Republik Indonesia Fuad, Asep; Rusmana, Dadan; Rahtikawati, Yayan
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 5 No. 1 (2022): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hanifiya.v5i1.15846

Abstract

This study aims to discuss the thematic interpretation of the Ministry of Religion of the Republic of Indonesia by the work of a drafting team consisting of interpreters, hadith, and other Islamic sciences who are competent in their respective fields. Characteristics based on this thematic interpretation style is an interpretation whose nuances are social by interpreting the holy verses of the Qur'an using an exclusive theme by collecting verses of the Qur'an from an exclusive theme. This method is relatively new and is considered actual in interpreting the Qur'an. The author will try to reveal a complete understanding of the verses of the Qur'an. With this theory, the interpretation of the Qur'an can be synchronized with an exclusive theme. The research method used in this study is a literature review, which is a series of methods related to collecting library data, reading, taking notes, and studying research materials. The primary source is the thematic interpretation of the work of the Indonesian Ministry of Religion's Pentashihan Mushaf Lajnah. The substance of his research is more about theoretical matters. From there, it is known that the 23 themes of the thematic interpretation of the work of Pentashihan Mushaf Lajnah of the Ministry of Religion of the Republic of Indonesia contain answers to the challenges of the times that are more practical, systematic, moving forward, and very easily understood by the public. The emergence of this thematic interpretation is based on several aspects of the synchronization approach by examining the government's way of multiplying Islamic literature and creating a thematic interpretation that the Indonesian people can understand.
Insya Thalaby dalam Kitab Ayyuha Al-Walad Karya Imam Al-Ghazaly (Kajian Balaghah) Mardhiyah, Ira Siti Aenatum; Solihin, Ihin; Rahtikawati, Yayan
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 1 No 1 (2018): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v1i1.3172

Abstract

ABSTRACTBook of Ayyuha al-Walad by al-Imam Abi Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali is one of the books that discusses morals. The book contains the sincere counsel of Hujjah al-Islam al-Imam al-Ghazali which is cited in a letter to his beloved disciple. In a counsel contains a sentence that requires a demand. The purpose of this research is to know the types and meaning of insya thalaby in the book of Ayyuha Al-Walad. The method used in this research is analytical descriptive method. The sampling technique used in this research is purposive sampling that is intentional sampling technique. The results of the analysis, found 73 sentences insya thalabi. The types of insya thalabi contained in the book are amr, nahyi, istifham, tamanny and nida. The analysis shows that there are 38 amr, 7 nahyi, 23 istifham, 2 tamanny and 3 nida. The other meanings of the book are irshad, ighra, tasywiq, tahdid, taubikh, tamanni, tahassur and zajr.Keywords: Book of Ayyuha Al-Walad, advice, al-Ghazali, insya thalaby.ملخص البحثكتاب أيّها الولد للإمام أبي حامد محمّد بن محمّد الغزالي هو الكتاب الذي يبحث عن الأخلاق. نصح الإمام الغزالي نصيحة صريحة إلى تلاميذه في هذه الرسالة وفي النصيحة فيها الكلام طلب للعمل. وأما أغراض هذا البحث فهي وصف أنواع ومعان الإنشاء الطلبي في كتاب أيّها الولد ولكن ستبحث الباحثة عن كلام الغزالي فقط. وكان المنهج المستخدم في هذا البحث هو المنهج الوصفي التحليلي وهو يصف الواقع ثم يحلله. والطريقة المستخدمة  لأخذ العينة هي طريقة  purposive sampling وهي طريقة أخذ العينة بالقدر المعين. وأما نتائج البحث فهي أن توجد 73 الإنشاء الطلبي تحتوي على خمسة أنواع وهي الأمر والنهي والإستفهام والتمنّي والندا. ومن تحليل البيانات وجدت 38 الأمر، 7 النهي، 23 الإستفهام، 2 التمنّي و 3 النداء. أمّا المعان غير الحقيقي فهي الإرشاد والإغراء والتشويق والتهديد والتوبيخ والتمنّي و التحسّر والزجر. الكلمة الرئيسية: كتاب أيّها الولد، النصيحة، الغزالي، علم المعاني، الإنشاء الطلبي. ABSTRAKKitab Ayyuha al-Walad karangan al-Imam Abi Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali merupakan salah satu kitab yang membahas tentang akhlak. Kitab tersebut berisi tentang nasihat tulus dari Hujjah al-Islam al-Imam al-Ghazali yang dinukilkan dalam surat kepada murid yang disayanginya. Dalam sebuah nasihat terkandung suatu kalimat yang menghendaki adanya suatu tuntutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis dan makna insya thalaby dalam kitab Ayyuha Al-Walad. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel secara sengaja. Adapun hasil analisis, ditemukan 73 kalimat insya thalabi. Jenis insya thalabi yang terdapat pada kitab tersebut adalah amr, nahyi, istifham, tamanny dan nida. Hasil analisis menunjukkan ada 38 amr, 7 nahyi, 23 istifham, 2 tamanny dan 3 nida. Adapun makna-makna lain pada kitab tersebut yaitu irsyad, ighra, tasywiq, tahdid, taubikh, tamanni, tahassur dan zajr.  Kata kunci : Kitab Ayyuha Al-Walad, nasihat, al-Ghazali, ilmu ma’ani, insya thalaby.
Menyingkap Al-Hikam: Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce terhadap Nilai Pendidikan Karakter Siswanto, Adi; Yayan Rahtikawati; Mohammad Rosyid Ridho
TSAQOFIYA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 7 No 2 (2025): Tsaqofiya: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/h3ej6f81

Abstract

This study aims to identify the character education values present in the book Al-Hikam by Sheikh Ibn 'Athaillah through the application of Charles Sanders Peirce's semiotic approach. This text was selected due to its rich moral and spiritual teachings, which remain pertinent to the development of human character today. Employing a qualitative descriptive method, this research utilizes Peirce's triadic semiotic analysis technique, which encompasses three components: representamen, object, and interpretant. The data analyzed include eight wisdoms purposively selected from Al-Hikam. The findings indicate that Al-Hikam encompasses character education values that address individual, social, and transcendental dimensions. Through Peirce's semiotic framework, the wisdoms in this book can be interpreted as a system of signs conveying profound moral and spiritual messages. Key values identified include sincerity, tawakkal (trust in God), patience, self-reflection, trustworthiness, contentment, and asceticism, which are essential in the cultivation of Islamic character. This research contributes to the integration of classical Islamic heritage into contemporary character education development. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam kitab Al-Hikam karya Syekh Ibnu ‘Athaillah dengan menggunakan pendekatan Semiotika dari Charles Sanders Peirce. Kitab ini dipilih karena berisi banyak ajaran moral dan spiritual yang masih relevan untuk membentuk karakter manusia di masa sekarang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis semiotik triadik Peirce, yaitu terdiri dari tiga unsur: representamen, objek, dan interpretan. Data yang dianalisis berupa 8 hikmah terpilih dari Al-Hikam secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan kitab al-Ḥikam mengandung nilai-nilai pendidikan karakter yang mencakup aspek individu, sosial, dan transendental. Melalui pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce, hikmah-hikmah dalam kitab ini dapat dianalisis sebagai sistem tanda yang mengandung pesan moral dan spiritual yang mendalam. Nilai-nilai seperti ikhlas, tawakkal, sabar, muhasabah, amanah, qana’ah, dan zuhud, teridentifikasi sebagai unsur penting dalam pembentukan karakter Islami. Penelitian ini berkontribusi pada pemanfaatan warisan klasik Islam dalam pengembangan pendidikan karakter di masa sekarang.
الأفعال الكلامية التوجيهية في فيلم كارتوني فصحة فواز ونورة لسكردي حسن الدين (دراسة تداولية) Annisaa Nurjayanti, Vina Bella; Rahtikawati, Yayan; Heryani, Yani; Wati, Wiwit Rahma; Zainul Mustofa, Ady Muh.
Lughaat: Journal of Arabic Linguistics Vol. 2 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Departement of Arabic Language and Literature

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/lughaat.v2i1.2332

Abstract

This study discusses the speech form and function of directive speech acts in the two classical Arabic cartoons, Fawaz and Naurah, produced by Sakardi Hasanudin's YouTube channel and iEN Youtube Channel. The classical Arabic cartoon, Fawaz and Naurah, depicts a family that offers many lessons about education in everyday life. The objectives of the study are: 1) To identify the form of directive speech acts in the dialogue of the Arabic cartoon, Fawaz and Naurah. 2) To identify the function of directive speech acts in the Arabic cartoon, Fawaz and Naurah. The method used in this research is the library method, using several scientific research sources in the form of books or magazines related to the title or topic to be discussed. This research is descriptive of the object to be studied. The research steps : 1) Writing down directive speech acts founded in Fawwaz and Nauroh cartoon; 2) Determining speech acts types; 3) Analysing speech acts from eight components purpose (SPEAKING); 4) Analysing the meaning purposed behind the data from speech acts types and its function. Results of the analysis of direct directive speech acts and indirect directive speech acts in the cartoon, Fawaz and Naurah: 3 data for directive speech acts and 3 data for indirect directive speech acts.
Orientasi Tafsir Turjuman Al-Mustafid Karya Abdur Rauf Al-Singkili Faqih, Sahlan Muhammad; Rusmana, Dadan; Rahtikawati, Yayan
JURNAL AT-TURAS Vol 9, No 1 (2022): Mu'amalah dan Hukum Islam
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/at-turas.v9i1.3205

Abstract

This article discusses the study of the interpretation orientation (ittijah al-mufassir) of Tarjuman al-Mustafid, as a pioneer in the development of the 'fardi' (individual) interpretation of Nusantara in the Century. This article uses a qualitative approach and an exploratory-phenomenological approach. Al-Singkili's scientific odyssey to the Arabian Peninsula to the 'maqam' that has matured in various sciences. After returning to Aceh, al-Singkili was appointed mufti of the kingdom by contributing to the thought and administrative aspects. The lineage of thought of the sanad al-Singkili is directly related to the author of 'Tafsir al-Jalalain'. As a stream of practical Sufism (Tasawwuf Al-'Amali) and the depth of Shari'a knowledge that he controls, he always thinks moderately in making decisions and religious fatwas. This can be done in his response when faced with a mystical dispute that occurred between the thoughts of Hamzah al-Fanzhuri and Nuruddin al-Raniri. Al-Singkili tried to be moderate without making accusations, but did not agree with al-Raniri's position. This wasathiyyah thought can be found in the explanations presented in his commentary when faced with anthropopomorphic verses.