Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KETELITIAN POINT CLOUDS TEKNOLOGI TERRESTRIAL LASER SCANNER (STUDI KASUS: DEKANAT LAMA FAKULTAS TEKNIK) Ramadhani, Sekar Melati; Prasetyo, Yudo; Bashit, Nurhadi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPoint clouds adalah kumpulan titik yang memiliki informasi koordinat X, Y, Z, biasa digunakan sebagai acuan 3 dimensi baik untuk pembuatan Digital Elevation Model (DEM), Digital Surface Model (DSM), modelling atau meshing. Teknologi untuk membuat model 3D dan mesh pada saat ini semakin berkembang, sehingga tuntutan pembuatan model 3D atau mesh semakin diperhatikan ketelitiannya. Ketelitian model 3D dan mesh bergantung pada ketelitian point clouds, semakin teliti point clouds, semakin teliti pula model 3D atau mesh yang dibuat, sehingga perlu adanya penelitian untuk mengetahui ketelitian point clouds. Akuisisi point clouds dapat dilakukan menggunakan beberapa metode yang memiliki karakteristik berbeda. Penelitian ini fokus untuk mengetahui kualitas dan ketelitian point clouds hasil akuisisi menggunakan TLS Leica BLK360 pada Gedung Dekanat lama fakultas teknik. Data TLS diregistrasi menggunakan metode cloud to cloud sehingga terbentuk point clouds Dekanat Lama Fakultas Teknik. Hasil penelitian ini dapat menunjukkan bahwa TLS memiliki ketelitian yang baik dengan RMSE jarak sebesar 0,025m dan RMSE ICP antara lain RMSEx 0,044m, RMSEy 0,027, RMSE 0,066 RMSExy 0,052 dan RMSExyz 0,084 m.
ANALISIS PEMODELAN 3 DIMENSI PADA METODE CLOSE RANGE PHOTOGRAMMETRY MENGGUNAKAN FREE AND OPEN SOURCE SOFTWARE Dinoto, Tjiong, Susilo; Prasetyo, Yudo; Bashit, Nurhadi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDewasa ini, pemodelan 3 dimensi (3D) memiliki peran penting dalam dokumentasi objek dalam bentuk digital. Hal ini erat diimplementasikan ke dalam teknologi rekonstruksi pada software.Salah satu alternatif adalah Free and Open Source Software (FOSS) fotogrametriyang menyediakan otomatisasi yang fleksibel dan dapat diakses secara mudah. Penelitian ini menggunakan FOSS MicMac untuk merekonstruksi objek dalam bentuk dense cloud.. Hasil akhir berupa model 3D digital dapat diperoleh melalui tahap post processing menggunakan CloudCompare. Hasil akhir penelitian menunjukan bahwa FOSS mampu merekonstruksi dan memodelkan objek. Hasil akhir model memiliki kesesuaian cukup baik dari segi bentuk dan warna. Nilai rata-rata selisih koordinat ICP pada model MicMac sebesar 8,519 mm. Nilai tersebut menunjukan bahwa model MicMac telah memenuhi standar ketelitian model < 1 cm sesuai dengan CIPA Heritgae Documentation.
PEMETAAN PARAMETER SUHU PERMUKAAN LAUT DAN OKSIGEN TERLARUT DI PERAIRAN PULAU KARIMUNJAWA KABUPATEN JEPARA MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT-8 Ikhtifari, Muh. Nurshauma; Prasetyo, Yudo; Sukmono, Abdi
Jurnal Geodesi Undip Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kepulauan Karimunjawa Kabupaten Jepara memiliki wilayah yang sebagian besar terdiri dari laut dengan potensi sumber daya laut yang tinggi seperti sumber daya ikan karang, budidaya karamba jaring apung (KJA) ikan kerapu, usaha rumput laut dan potensi sumber daya lainnya. Pada pengelolaan budidaya keramba jaring apung, rumput laut dan lainnya perlu diperhatikan beberapa parameter yang mempengaruhi kualitas air laut seperti suhu permukaan laut dan oksigen terlarut. Suhu permukaan air laut dan oksigen terlarut mempunyai peranan penting sebagai penentu kualitas perairan, suhu permukaan air laut dan oksigen terlarut merupakan faktor yang sangat penting bagi kehidupan organisme di lautan.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengolahan suhu permukaan laut pada musim peralihan 2 yang diambil pada tanggal 13 November 2018 didapatkan nilai bahwa sebaran suhu permukaan laut pada suhu 27,5 - 28,0 (oC) dengan luas 0,003 km2, suhu 28,0 - 28,5 (oC) dengan luas 6,072 km2, suhu 28,5 – 29,0 (oC) dengan luas 1,210 km2, suhu 29,0 – 29,5 (oC) dengan luas 1,582 km2, suhu 29,5 – 30,0 (oC) dengan luas 2,413 km2. Sedangkan musim Timur yang diambil pada tanggal 25 Agustus 2018 didapatkan nilai bahwa sebaran suhu 26,0 – 26,5 (oC) dengan luas 0,043 km2, suhu 26,5 – 27,0 dengan luas 11,237 km2. Oksigen terlarut dari penelitian ini pada musim peralihan 2 yang diambil pada tanggal 13 November 2018 didapatkan nilai sebaran 11,5 – 12 (mg/l) dengan luas 11,280 km2. Sedangkan musim Timur yang diambil pada tanggal 25 Agustus 2018 menunjukkan bahwa oksigen terlarut mempunyai sebaran 11,0 – 11,5 (mg/l) dengan luas 0,025 km2, oksigen terlarut 11,5 – 12,0 (mg/l) dengan luas 11,255 km2.Kata Kunci : Citra Landsat-8, Oksigen terlaut, Pulau Karimunjawa, Suhu permukaan lautABSTRACTKarimunjawa Islands, Jepara Regency has an area that mostly consists of seas with high potential marine resources such as reef fish resources, grouper floating net cage cultivation, seaweed business and other potential resources. In the cultivation of floating net cages, seaweed and others, several parameters that affect seawater quality need to be considered, such as sea surface temperature and dissolved oxygen. Sea surface temperature and dissolved oxygen have an important role in determining water quality, sea surface temperature and dissolved oxygen are very important factors for the life of organisms in the oceans.The results of this study indicate that the processing of sea surface temperature in the transition season 2 taken on November 13, 2018 obtained values that the distribution of sea surface temperature at temperatures 27.5 - 28.0 (oC) with area 0.003 km2, temperature 28.0 - 28.5 (oC) with area 6.072 km2, temperature 28.5 - 29.0 (oC) with area 1.210 km2, temperature 29.0 - 29.5 (oC) with area 1.582 km2, temperature of 29.5 - 30.0 (oC) with area 2.413 km2. While the East season taken on August 25, 2018, the value of temperature distribution is 26.0 - 26.5 (oC) with area 0.043 km2, temperature 26.5 - 27.0 with area 11.237 km2. Dissolved oxygen from this study in the transition season 2 taken on November 13, 2018 obtained a distribution value of 11.5 - 12 (mg / l) with area 11.280 km2. While the East season taken on August 25, 2018 shows that dissolved oxygen has a distribution of 11.0 - 11.5 (mg / l) with area 0.025 km2, dissolved oxygen 11.5 - 12.0 (mg / l) with area 11.255 km2.Keywords : Dissolved oxygen, Karimunjawa Island, Landsat-8 imageries, Sea surface temperature.
PEMODELAN MODEL 3D MENGGUNAKAN METODE TLS (TERRESTRIAL LASER SCANNER) (STUDI KASUS : CANDI PLAOSAN LOR, KABUPATEN KLATEN) Rahmawati, Nabila; Prasetyo, Yudo; Hadi, firman
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Candi Plaosan merupakan cagar budaya yang menjadi salah satu detinasi wisatawan untuk berkunjung saat berada di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Guna mempertahankan dan melestarikan candi, dibutuhkan generasi penerus yang paham akan Candi. Kendati hal itu, untuk tetap menjaga dan melestarikan Candi tersebut diperlukan langkah rekonstruksi dan konservasi. Hal ini dapat dilakukan dengan pendokumntasikan 3D Candi secara digtal. Salah satu jalan keluar yang ditawarkan oleh teknologi kini adalah pemodelan 3D dengan wahana TLS. TLS dipilih karena perkembangannya yang lebih baik jika di bandingkan dengan pemodelan mebggunakan UAV (Bernard Ray, 2017)TLS melakukan 11 kali perekaman data mengelilingi objek Candi Plaosan. Proses perekaman data dilakukan dengan bantuan BLK seris 360. Setelah data didapatkan, kemudian melakukan registrasi dengan bantuan registrasi software Autodesk RecapPro. Tahap selanjutnya adalah pemodelan 3D pada software CloudCompare dengan metode Poisson Surface Reconstruction. Model 3D yang dihasilkan dianalisis dengan mengganakan standar kualitas Level of Detail (LoD) yang dikembangkan oleh City Geography Markup Language (CityGML) menurut Biljecki, et al. (2016).Penelitian ini menghasilkan nilai registrasi point cloud pada overlap dengan nilai rata-rata 20.2 %, balance dengan nilai rata-rata 7.6%, dan points dngean nilai rata-rata 95.3%. Model 3D yang tercipta dari proses Poisson Surface Reconstruction data TLS menghasilakn. 12.959.390 faces. Hasil uji kualitatif model menggunakan 5 sampel bagian yang dimiliki model 3D dan kenampakan pada lapangan tingkat kedetailan model 3D yang dihasilkan oleh TLS memiliki tangka kedetilan pada LoD3.1.
Suitability analysis of rice varieties using learning vector quantization and remote sensing images Annisa Apriliani; Retno Kusumaningrum; Sukmawati Nur Endah; Yudo Prasetyo
TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Vol 17, No 3: June 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/telkomnika.v17i3.12234

Abstract

Rice (Oryza Sativa) is the main food for Indonesian people, thus maintaining the stability of rice production in Indonesia becomes an important issue for further study. A strategy to overcome the issue is to apply precision agriculture (PA) using remote sensing images as a reference due to its effectiveness. The initial stage of PA is suitability analysis of rice varieties, including INPARA, INPARI, and INPAGO. While the representative features that can be extracted from remote sensing images and related to agriculture field are NDVI, NDWI, NDSI, and BI. Therefore, the aim of this study is to identify the best model for analyzing the most suitable superior rice varieties using Learning Vector Quantization. The results show that the best LVQ model is obtained at learning rate value of 0.001, epsilon value of 0.1, and the features combination of NDWI and BI values (in standard deviation). The architecture generates accuracy value of 56%.
Analisis Korelasi Kawasan Pengembangan Kendal Industrial Park Terhadap Ruang Terbuka Hijau Yudo Prasetyo; Nurhadi Bashit; Hanum Fadhil Baihaqi
Jurnal Kelautan Tropis Vol 24, No 1 (2021): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v24i1.10297

Abstract

The Industrial Park in Indonesia has increased in each province, especially in Central Java Province because it has a positive impact on prosperity, economic level and can open jobs. Kendal Industrial Park (KIP) is one of the Industrial Park in Central Java that is experiencing growth and is expected to attract investors to enter. KIP has its own charm in the form of integration with ports so that it can reduce land route logistics costs. KIP will have an impact on land use and improvement of the road network that occurs around the area. Land use in KIP needs to be monitored so as not to cause problems due to changes in land use in the form of a physical environment. Therefore, Green Open Space (RTH) is needed to reduce the physical impact of the environment and can also improve the comfort of the community around KIP. This study intends to analyze the growth of Green Open Spaces (RTH) as a supporter of the KIP environment at the stage of land clearing and development. The results showed changes in land use occurred from the original water body class by 72% to 68% because it turned into open land. This is due to KIP preparing land for industrial use and not yet doing much development. Based on this, land-use changes cause an increase in Land Surface Temperature (LST) in the KIP, but the RTH does not increase. RTH needs to be improved to provide comfort in KIP locations. This research is expected to provide benefits for local governments in making policies for the KIP. Kawasan Industri di Indonesia mengalami peningkatan di setiap provinsi khususnya di Provinsi Jawa Tengah karena berdampak positif terhadap kesejahteraan, tingkat ekonomi dan dapat membuka lapangan kerja. Kendal Industrial Park (KIP) merupakan salah satu Kawasan Industri di Jawa Tengah yang sedang mengalami pertumbuhan dan diharapkan dapat menarik investor untuk masuk. KIP memiliki daya tarik tersendiri berupa integrasi dengan pelabuhan sehingga dapat menekan biaya logistic jalur darat. KIP akan berdampak pada tutupan lahan dan peningkatan jaringan jalan yang terjadi di sekitar kawasan. Tutupan lahan di KIP perlu dimonitor agar tidak menimbulkan masalah akibat perubahan tutupan lahan berupa lingkungan fisik. Oleh karena itu, Ruang Terbuka Hijau (RTH) diperlukan untuk mengurangi dampak fisik lingkungan dan juga dapat meningkatkan kenyamanan masyarakat sekitar KIP. Penelitian ini bermaksud untuk menganalisis pertumbuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai pendukung lingkungan KIP pada tahap pembukaan dan pengembangan lahan. Hasil penelitian menunjukkan perubahan tutupan lahan terjadi dari kelas badan air semula sebesar 72% menjadi 68% karena berubah menjadi lahan terbuka. Hal ini disebabkan KIP menyiapkan lahan untuk keperluan industri dan belum banyak melakukan pembangunan. Berdasarkan hal tersebut, perubahan tutupan lahan menyebabkan peningkatan Suhu Permukaan Lahan (SPL) di KIP, namun RTH tidak meningkat. RTH perlu ditingkatkan untuk memberikan kenyamanan di lokasi KIP. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pemerintah daerah dalam pengambilan kebijakan KIP.
APLIKASI SATELIT ALTIMETRI DALAM PENENTUAN SEA SURFACE TOPOGRAPHY (SST) MENGGUNAKAN DATA JASON-2 PERIODE 2011 (Studi Kasus : Laut Utara Jawa) Alvian Danu Wicaksono; Bambang Darmo Yuwono; Yudo Prasetyo
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (857.116 KB)

Abstract

ABSTRAK                Indonesia merupakan negara kepulauan yang sebagian besar wilayahnya terdiri dari perairan. Luasnya wilayah perairan Indonesia memerlukan pengembangan penelitian lebih lanjut terkait kondisi fisis dan biologis perairan tersebut. Salah satu bentuk kajian fisis perairan Indonesia adalah pengamatan bentuk muka air laut (sea surface topography/SST). Sea Surface Topography (SST) merupakan tinggi permukaan air laut di atas geoid. Penelitian ini berfungsi untuk memperoleh fenomena laut secara temporal.Pada penelitian ini menggunakan data satelit altimetri dari dua penyedia data yaitu RADS dan AVISO dengan lokasi penelitian di perairan Semarang dengan jalur pass 51 dan 64 sedangkan  Surabaya pada jalur satelit pass 127 dan 140. Metode yang digunakan adalah mengolah data satelit altimetri Jason-2 tahun 2011 dengan analisis perbandingan akurasi, arus dan karakteristik sea surface topography menggunakan sofware BRAT 2.0..Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat akurasi data pengolahan satelit altimetri RADS dan software BRAT adalah <  0,25 m berdasarkan uji statistik simpangan baku dan hasil nilai SST yang tertingi terjadi pada pass 064 terjadi pada cycle 110 sebesar  1,5752 m pada tanggal 27 Mei 2011 – 07 Juni 2011 sedangkan nilai SST terendah terjadi pada pass 051 dengan cycle 095  sebesar 0,544 m pada tanggal 30 Januari 2011 – 09 Februari 2011. Berdasarkan pengamatan dan analisis menerangkan bahwa arah arus bergerak ke arah Samudra Hindia ini dapat diketahui dengan nilai sea surface topography yang mengacu pada ketinggian geoid lebih tinggi di daerah Utara laut Jawa dari pada di Selatan laut Jawa.Kata Kunci : Aviso, BRAT, Jason-2, Radar Altimetry Database System (RADS), Sea Surface Topography (SST) ABSTRACTIndonesia can be classified as an archipelago nation in which most of its territory consisted of water. With this large number of water territory, Indonesia needs to develop an advanced research related to the physical and biological condition of the water territory. One of the physical study of Indonesian water territory is the observation of sea surface (Sea Surface Topography/SST). Sea Surface Topography (SST) can be defined as the high level of sea surface above the geoid. The purpose of this research is to get the sea phenomenon temporally                This research was using altimetry satellite data from two data provider RADS and AVISO with the research sites in Semarang satellite pass 51 and pass 64 and Surabaya satellite pass 127 and 140. The method used in this research is by processing altimetry satellite data Jason-2 2011 with the comparison analysis of the current and the characteristic of Sea Surface Topography using software BRAT 2.0.                The result of the research showed that the accuracy level of the processed data of altimetry satellite and software BRAT is < 0.25 m according to the statistic test of standard deviation and the result of SST point the highest happened on pass 064 in cycle 110 with the result of 1.5752 m on May 27th 2011 – June 07th 2011 and the lowest happened on pass 051 in cycle 095 with the result of 0.544 m on January 30th 2011 – February 09th 2011. The observation and the analysis showed that the current which moving towards the Indian Ocean can be known with Sea Surface Topography point that refers to the high level of geoid higher in the northern Java Sea rather than Southern Java SeaKeywords: Aviso, BRAT, Jason-2, Radar Altimetry Database System (RADS), Sea Surface Topography (SST)
STUDI PENURUNAN MUKA TANAH DI KAWASAN INDUSTRI KENDAL DENGAN METODE PERMANENT SCATTERER INTERFEROMETRIC SYNTHETIC APERTURE RADAR (PS InSAR) MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL 1-A TAHUN 2014-2019 Bilal Fadhlurrohman; Yudo Prasetyo; Nurhadi Bashit
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.92 KB)

Abstract

ABSTRAKKabupaten Kendal merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang terletak di wilayah pesisir utara Pulau Jawa. Pemerintah Kabupaten Kendal sedang gencar melakukan pembangunan infrastruktur pada beberapa tahun terakhir yang ditandai dengan adanya proses pembangunan Kawasan Industri Kendal (KIK). Proses pembangunan infrastruktur yang terjadi di Kabupaten Kendal tidaklah lepas dari adanya fenomena alam yang harus dihadapi seperti penurunan muka tanah (PMT). Oleh sebab itu, penelitian ini mengkaji terkait PMT di KIK yang dilakukan dengan menggunakan teknik Permanent Scatterer Interferometric Synthetic Aperture Radar (PS InSAR) menggunakan 14 citra Sentinel-1A tahun 2014-2019 yang diolah menggunakan software SNAP dan StaMPS. Hasil pengolahan PS InSAR menunjukkan laju PMT yang terjadi di KIK mencapai 3,1 ± 0,09 hingga 0,88 cm/tahun dengan laju rata-rata sebesar 1,5 ± 0,09 hingga 0,88 cm/tahun. Pola pertumbuhan kawasan terbangun di KIK menunjukkan perubahan terjadi dari arah timur ke barat. Hasil overlay antara PMT dan pertumbuhan kawasan terbangun menunjukkan korelasi spasial yang cukup kuat karena keduanya memiliki arah yang sama yang mana PMT semakin besar ketika mengarah ke barat KIK. Dampak PMT terhadap pertumbuhan kawasan terbangun cenderung tidak besar. Pertumbuhan kawasan terbangun yang tergolong kedalam kelas PMT tinggi dengan rentang nilai 2 hingga 3,1 ± 0,09 hingga 0,88 cm/tahun mencapai 38,5% dengan luas sebesar 401.033 m2, kedalam kelas PMT sedang dengan rentang nilai 1 hingga 2 ± 0,09 hingga 0,88 cm/tahun sebesar 37,4% dengan luas 389.802 m2 dan kelas rendah sebesar 15,8% dengan luas 164.818 m2. Sedangkan yang tidak mengalami PMT adalah sebesar 8,3% dengan luas 85.941 m2.  Kata Kunci   : Kawasan Industri Kendal, Penurunan Muka Tanah, PS InSAR, Sentinel, StaMPSABSTRACTKendal Regency is one of the regencies in Central Java which is located in the northern coast of Java Island. The Kendal Regency Government is intensively conducting infrastructure development in the last few years marked by the process of developing the Kendal Industrial Zone (KIK) which is experiencing the natural phenomena that must be faced such as land subsidence (LS). Therefore, this study examines LS in KIK conducted by using Permanent Scatterer Interferometric Synthetic Aperture Radar (PS InSAR) technique using 14 Sentinel-1A images in 2014-2019 which were processed in SNAP and StaMPS software. The results of PS InSAR processing show that LS rates that occur in KIK reach 3.1 ± 0.09 to 0.88 cm/year with an average rate of 1.5 ± 0.09 to 0.88 cm/year. The growth pattern of the built up area in KIK shows the change occurred from east to west. The results of overlaying between the PMT and the growth of the built up area show a fairly strong spatial correlation because both have the same direction where the PMT gets bigger when it heads to west of the KIK. The impact of the PMT on the growth of the built up area tends not to be large. The growth of the built up area which is classified into high PMT class with a range of values from 2 to 3.1 ± 0.09 to 0.88 cm/year reaches 38.5% with an area of 401,033 m2, into moderate PMT class with values ranging from 1 to 2 ± 0.09 to 0.88 cm/year by 37.4% with an area of 389,802 m2 and into low PMT class by 15.8% with an area 164,818 m2. While that which did not experience PMT was 8.3% with an area of 85,941 m2.  Keywords       : Kendal Industrial Area, Land Subsidence, PS InSAR, Sentinel, StaMPS
STUDI OPTIMALISASI PEMANFAATAN LAHAN DI KAMPUS UNIVERSITAS DIPONEGORO TEMBALANG BERDASARKAN ANALISIS CITRA MULTI TEMPORAL Ulifatus Sa&#039;diyah; Yudo Prasetyo; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1242.107 KB)

Abstract

ABSTRAK Universitas Diponegoro (UNDIP) adalah salah satu universitas terbesar di Provinsi Jawa Tengah dengan luas kampus Tembalang sekitar 1.352.054 m2. Sejak menempati kampus Tembalang tahun 1996 sampai tahun 2015, penggunaan lahan di kawasan kampus dan daerah di sekitarnya banyak mengalami perubahan terutama lahan kosong menjadi lahan terbangun untuk kegiatan pendidikan. Jika dilihat saat ini masih terdapat lahan kosong yang tersebar di dalam kampus UNDIP dan belum difungsikan. Untuk itu perlu penelitian yang mengkaji perubahan pemanfaatan lahan secara multitemporal dan studi optimalisasi lahan kampus UNDIP.Penelitian ini menggunakan data Citra Quickbird tahun 2006 dan 2011, serta foto udara UAV Fx79 tahun 2015. Data-data tersebut diinterpretasi dan dijitasi sehingga dapat dianalisis pemanfaatan lahan UNDIP secara multitemporal. Penggunaan lahan kampus UNDIP diklasifikasikan menjadi lima kelas, yaitu: administrasi, fasilitas umum, kegiatan belajar mengajar, lahan kosong dan pusat kegiatan mahasiswa.Dari penggunaan lahan tiap tahun, dilakukan analisis perubahan penggunaan lahan dari segi luas, fungsi dan pola distribusi spasialnya. Dari tahun 2006-2011, 90,93% tidak terjadi perubahan fungsi lahan. lahan kosong berkurang 21,94%. Pertambahan pembangunan paling besar pada kelas administrasi, yakni sebesar 52,77%. Pola distribusi spasial penggunaan lahan tahun 2006-2011 adalah mengelompok. Sedangkan dari tahun 2011 ke tahun 2015, terjadi perubahan fungsi lahan 24,18%. Perubahan paling besar adalah dari lahan kosong menjadi fasilitas umum dengan pola distribusi spasial mengelompok.Studi optimalisasi lahan dengan data penggunaaan lahan tahun 2015 menggunakan parameter kesesuaian terhadap masterplan, kelayakan terhadap kebutuhan penggunaan lahan dan kapabilitas sebagai lahan kampus. Hasilnya 71,76% lahan di UNDIP dikategorikan sangat optimal, 11,66% optimal, 0,56 % kurang optimal dan hanya 16,02% luas lahan yang tidak optimal. Kata Kunci : Citra Resolusi Tinggi, Optimalisasi, Perubahan Tata Guna Lahan, Universitas Diponegoro ABSTRACT UNDIP is one of the biggest  university in Central Java Province. UNDIP has 1.352.054 m2  area located in Tembalang. Since 1996 Tembalang campus has been used, until 2015 land use in Tembalang campus and the surrounding area has many changes especially wasteland that become educational activities building. If we see today, Tembalang campus still has many wasteland spreaded inside the campus area and not yet functioned. Because of that, a research that studying land use changes multitemporally and studying optimalization of campus land is needed.This research use 2006 and 2011 Quickbird imagery data and 2015 UAV aerial photo. These data are interpreted and digitalized so land use in Tembalang campus multitemporally can be analized. Land use in Tembalang campus is classified into five classes: administration building, public facility, learning facility, wasteland and student activity center.From land use each year, its change from area, function and spatial distribution pattern is analized. On period 2006 – 2011, there is no change of land use as much as 90.93% and wasteland decreased 21.94%. The biggest development is in administration building class as much as 52.77%. Spatial distribution pattern on 2006 – 2011 period is clustered. While on 2011 – 2015, land use change is about 24.18%. The biggest change is from wasteland that become public facility with spatial distribution pattern is clustered.Land optimalization studies with 2015 land use data using masterplan compatibility parameter, appropriateness of land use need and capability as campus land. The result is 71.76% of Tembalang campus is categorized very optimal, 11.66% is optimal, 0.56 is less optimal, and 16.02% is not optimal. Keywords: Diponegoro University, High-Resolution Imagery, Land Use Change, Optimizing.*) Penulis , Penanggung jawab
STUDI PENENTUAN KAWASAN RESAPAN AIR PADA WILAYAH DAS BANJIR KANAL TIMUR Setyo Ardy Gunawan; Yudo Prasetyo; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.218 KB)

Abstract

ABSTRAKDAS Banjir Kanal Timur merupakan DAS yang terletak di tengah-tengah Kota Semarang yang merupakan kota terbesar di Provinsi Jawa Tengah dengan jumlah pembangunan infrastruktur dan pemukiman kota yang tinggi tiap tahunnya. Bencana kekurangan air tiap musim kemarau sering dialami di sejumlah daerah DAS Banjir Kanal Timur karena jumlah air tanah dalam daerah tersebut kecil dan sulit diperbarui. Pembaharuan air tanah ini erat hubunganya dengan resapan air, kondisi resapan air yang baik mampu mengalirkan air dari permukaan ke dalam tanah untuk menjadi air tanah.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi, sebaran dan pola resapan air di kawasan DAS Banjir Kanal Timur. Dalam penentuan kondisi resapan air terdapat lima parameter yaitu jenis tanah, penggunaan lahan, kelerengan, potensi air tanah dan curah hujan. Terdapat tiga metode dalam penelitian ini yaitu metode pengolahan citra optis (klasifikasi terawasi), citra radar (InSAR) dan sistem informasi geografis (SIG). Data citra terdiri dari dua jenis citra optis dan satu citra radar, diantaranya citra ALOS PRISM tahun 2010, SPOT-6 tahun 2014 dan ALOS PALSAR tahun 2008. Kriteria resapan air dibedakan menjadi enam kriteria, yaitu baik, normal alami, mulai kritis, agak kritis, kritis dan sangat kritis.Pada penelitian ini diperoleh hasil kondisi resapan air di DAS Banjir Kanal Timur dalam kondisi mulai kritis dengan luas mencapai 2607,523 Ha (33,17 %), kondisi normal alami seluas 1507,674 Ha (19,18 %), agak kritis dengan luas 1452,931 Ha (18,48 %) dan berturut-turut dengan kondisi baik, kritis dan sangat kritis dengan luas  1157,04 Ha (14,72 %), 1058,639 Ha (13,47 %),  dan 75,0387 Ha (0,95 %). Sebaran dan pola resapan air tidak merata yang tersebar di kawasan tengah dan utara DAS untuk kondisi resapan air  mulai kritis, normal alami  dan baik. Sementara kawasan selatan DAS dengan kondisi resapan air agak kritis, kritis  dan sangat kritis.Kata Kunci          : Klasifikasi Terawasi, InSAR, SIG, Resapan Air, Air Tanah    ABSTRACTBanjir Kanal Timur Watershed located in the center of Semarang. Semarang is the biggest city in central Java which infrastructure development and construction is high nowadays. The lack of fresh water become problem in dry season in watershed area because ground water is not rechargeable well. Rechargeable groundwater depends on water recharge area whether it is good or not.The objective of the study is to determine condition and dissemination of water recharge in watershed area. Recharge area conditions determined by five parameters, soil type, land use, slope, ground water potential and rainfall. In this study use three methods, supervised classification to acquire land use from optic imagery, InSAR to derive DTM from SAR Imagery and GIS. There is two types optical image, ALOS PRISM 2010 and SPOT-6 2014. While SAR image is ALOS PALSAR 2008 only. The criteria of water recharge divided into six criteria, it is good, naturally normal, begin to critical, a little bit critical, critical and very critical.The result shows that water recharge condition of Banjir Kanal Timur Watershed is in begin to critical condition with 2607,523 Ha (33,17 %), naturally normal with 1507,674 Ha (19,18 %), a little bit critical with 1452,931 Ha (18,48 %), good with 1157,04 Ha (14,72 %), critical with 1058,639 Ha (13,47 %) and very critical with 75,0387 Ha (0,95 %). The distribution of water recharge area in Banjir Kanal Timur Watershed has irreguler pattern. In northern area of watershed consists of begin to critical, naturally normal, and good condition. Meanwhile in southern area of watershed consists of a little bit critical, critical and very critical condition.Key words             : Supervised classification, InSAR, GIS, Recharge Area, Ground Water  *) Penulis Penanggung jawab
Co-Authors Abdi Sukmono, Abdi Adito Maulana ADYVICTURA TINAMBUNAN Agree Isnasatrianto Ahmad Iqbal Maulana Lubis Aji, Bernardinus Joko Prakosta Santu Alfian Adi Atmaja Alfonsus Bima Samudra Alvatara Partogi Hutagalung Alvian Danu Wicaksono An Nisa Tri Rahmawati Anang Ikhwandito Andri Suprayogi Anggoro Pratomo Adi Annisa Apriliani Annisa Octaviana ARDI SETYO PRATOMO Ari Setiani Arief Laila Nugraha Ariescha Eko Yuniarto Arif Rahman Arwan Putra Wijaya Aryasatya, Muhammad Farhan Atina Qothrunnada Salsabila Azeriansyah, Reyhan Bahtiar Ibnu Lonita Bambang Darmo Yuwono Bambang Sudarsono Bandi Sasmito Bashit, Nurhadi Bernard Ray Barus Bilal Fadhlurrohman Billy Silaen Bram Ferdinand Saragih chotimah, Saffira noor Dafid Januar Dani Nur Martiana Daud Panji Permana David Jefferson Baris Dede Handoko Delima Canny Valentine Simarmata Deviana Putri Sunarernanda Dicky Nur Krisnha Dinoto, Tjiong, Susilo Dita Ariani Dita Rizki Amliana Dito Seno Aji DIYANAH DIYANAH Dzulvikar, Azfa Ahmad Emeralda Amirul Ariefa Fadlila Ananingtyas, Fadlila Faisal Aldin Faiz Mahbubi Faizal Ibnu Adrian Fajriah Lita Pamungkasari Farras Nabilah Fatimah Putri Utami Fauzi Janu Amarrohman, Fauzi Janu Firman Hadi Fitrah Trikusuma Franstein Kevin J.B Galuh Puteri Saraswati Gantra S.D Hutahaean Gusmiarti, Neni Indah Hadi, Firman Hana Sugiastu Firdaus Hana Sugiastu Firdaus, Hana Sugiastu Hani'ah, Hani'ah Haniah Haniah Hanif Arafah Mustofa Hanum Fadhil Baihaqi Hanum Fadhil Baihaqi Harintaka Harintaka Hestiningsih Hestiningsih Ikhtifari, Muh. Nurshauma Imanuel Sitepu Indah Purwanti Irfan Baharudin Jamilah, Mutiara Kurnia Wisnu Aziz Lanjar Cahyo Pambudi Laode M Sabri Lukman Jundi Fakhri Islam Luluk Dita Shafitri Maliha, Arnetta Tia Nur Marissa Isabella Panggabean Marissa Isabella Panggabean Maylani Daraputri Mazazatu Rosyada Moehammad Awaluddin Muhammad Adnan Yusuf, Muhammad Adnan Muhammad Arizar Hidayat Muhammad Helmi Muhammad Nur Khafidlin Muna, Nailatul Nabila Rahmawati Nanang Noviantoro Prasetyo Narendra Sava Hanung Naryoko Naryoko Naufal Dwiakram NIRTANTO, ILHAAM CAHYA Nizma Humaidah Noviar Afrizal Wahyuananto Nuardi Dwi Pradipta Nurhadi Bashit Panji Pratama Putra Pran Shiska, Pran Qudriyah, Riska Amirotul Rahmawati, Nabila Ramadhani, Sekar Melati Rendi Aulia Retno Kusumaningrum Rifki Purnama Aji Rina Emelyana Riska Pratiwi Riza Ashar Rizqika, Salsabilla Nurul Sabri, LM Sawitri Subiyanto Setyo Ardy Gunawan Sintauli Manullang Sukamta Sukamta Sukamta Sukmawati Nur Endah Supriadi Sanjaya Purba Syachril Warasambi Mispaki Syaharini, Jay She Tegar Dio Arsadya Rahadian Tengku Oki Al Akbar Theresia Niken Kurnianingsih Thoriq Fajar Setiawan, Thoriq Fajar Ulifatus Sa&#039;diyah Ulinnuha, Ilham Virgus - Arisondang Wahyuddin, Yasser Widi Wicaksono WIWIT PURWANTI Yonanda Simarsoit YULIA SAVIRA RACHMA Zainab Ramadhanis Zia Ul Maksum Zuraidha, Riza Nur