Claim Missing Document
Check
Articles

Perbedaan Tingkat Ansietas antara Pasien Penyakit Jantung Koroner yang Rutin dan Tidak Rutin Melakukan Senam Jantung Sehat Muhammad Farid Adlirrahman; Fauzan Muttaqien; Dona Marisa
Homeostasis Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.524 KB)

Abstract

Abstrack: Anxiety is a subjective feeling of disturbing mental tension as a general reaction to the inability to overcome a problem or lack of security. Anxiety can slow healing and is associated with increased morbidity and mortality in CHD patients. Healthy heart gymnastics is one of the restorative treatments for CHD patients. Gymnastics can provide a feeling of relaxation and pleasure after doing gymnastics. Gymnastics causes an increase in GABA which inhibits anxiety. The purpose of this study was to analyze differences in levels of anxiety between patients with coronary heart disease who routinely and do not routinely perform healthy heart exercises at the Indonesian Heart Foundation in South Kalimantan Branch. , as many as 24 subjects were obtained in total sampling, from 8 patients routinely doing healthy heart exercises found 6 patients with low anxiety levels and 2 patients with moderate anxiety levels, 16 patients did not routinely do healthy heart exercises found 15 patients with low anxiety levels and 1 patient with moderate anxiety. Data analysis using Fisher's test showed that there was no relationship between the level of anxiety with CHD patients who routinely and did not routinely perform healthy heart exercises (p = 0.249). It was concluded that there was no relationship between the level of anxiety with CHD patients who routinely and did not routinely perform healthy heart exercises at the Indonesian Heart Foundation South Kalimantan Branch. Keywords: Anxiety, Healthy Heart Gymnastics, Coronary Heart Disease. Abstrak: Ansietas adalah suatu perasaan subjektif mengenai ketegangan mental yang menggelisahkan sebagai reaksi umum dari ketidakmampuan mengatasi suatu masalah atau tidak adanya rasa aman. Ansietas dapat memperlambat penyembuhan dan berhubungan dengan peningkatan morbiditas dan mortalitas pasien PJK. Senam jantung sehat adalah salah satu perawatan restoratif untuk pasien PJK. Senam dapat memberikan perasaan rileks dan senang setelah melakukan senam. Senam menyebabkan peningkatan GABA yang menghambat terjadinya ansietas. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan tingkat ansietas antara pasien penyakit jantung koroner yang rutin dan tidak rutin melakukan senam jantung sehat di Yayasan Jantung Indonesia Cabang Kalimantan Selatan.Penelitian ini bersifat observasional dengan rancangan cross sectional dengan pengukuran tingkat ansietas menggunakan kuesioner Zung self-rating anxiety scale, sebanyak 24 subjek didapat secara total sampling, dari 8 pasien rutin melakukan senam jantung sehat didapatkan 6 pasien dengan tingkat ansietas rendah dan 2 pasien dengan tingkat ansietas sedang, 16 pasien tidak rutin melakukan senam jantung sehat didapatkan 15 pasien dengan tingkat ansietas rendah dan 1 pasien dengan tingkat ansietas sedang. Analisis data menggunakan uji Fisher’s menunjukan tidak terdapat hubungan antara tingkat ansietas dengan pasien PJK yang rutin dan tidak rutin melakukan senam jantung sehat (p=0,249), Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat ansietas dengan pasien PJK yang rutin dan tidak rutin melakukan senam jantung sehat di Yayasan Jantung Indonesia Cabang Kalimantan Selatan. Kata-kata kunci: ansietas, senam jantung sehat., penyakit jantung coroner
Literature Review: Perbedaan Waktu Reaksi antara Pemain Voli dan Pemain Basket Rafida Ikhsania Camalis; Asnawati Asnawati; Dona Marisa
Homeostasis Vol 4, No 3 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.991 KB)

Abstract

Abstract: Basketball and volleyball are sports that require quick reactions in their game, these two sports have some similarities in technical motion. Writing this literature review aim to summarize the comparison of reaction times between volleyball players and basketball players. The method used is the narrative review method, namely by using articles obtained through a literature search process. The writing was conducted by analyzing related literature obtained from the search results on medical journal databases, such as PubMed and Google Scholar. Included articles are in English and published in 2009-2020. The review included 5 articles. Based on the five articles, there is a significant difference in reaction time between the reaction time of volleyball players and basketball players’ reaction time, with the reaction time values obtained faster for basketball players than for volleyball players. Significant or not the difference in reaction time is influenced by several factors, such as arousal, age, exercise intensity, fatigue, fasting, exercise, awareness, differences in sample criteria and the test used. Keywords: reaction time, response time, basketball, volleyball Abstrak: Olahraga basket dan voli merupakan olahraga yang memiliki beberapa kesamaan dalam gerak teknik dan membutuhkan reaksi yang cepat dalam permainannya. Penulisan literature review ini bertujuan untuk mengetahui manfaat perbedaan waktu reaksi antara pemain voli dan pemain basket. Metode yang digunakan adalah metode narrative review, yaitu dengan menggunakan artikel yang didapat melalui proses pencarian literatur. Penulisan dilakukan dengan menganalisis literatur terkait yang didapatkan dari hasil pencarian di PubMed dan Google Scholar. Artikel yang disertakan menggunakan bahasa Inggris dan dipublikasikan tahun 2009-2020. Sebanyak 5 artikel disertakan dalam literature review ini. Berdasarkan kelima artikel tersebut terdapat perbedaan waktu reaksi yang signifikan antara pemain voli dan pemain basket, dengan nilai waktu reaksi lebih cepat pada pemain basket. Signifikan atau tidak perbedaan waktu reaksi dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu semangat pemain, usia, intensitas latihan, kelelahan, puasa, olahraga, kesadaran, perbedaan kriteria sampel dan test yang digunakan. Kata-kata kunci: waktu reaksi, waktu respon, basket, voli
Hubungan Penggunaan Earphone terhadap Derajat Keluhan Gatal pada Telinga Athiya Nadifa; Achmad Rofii; Zairin Noor; Oski Illiandri; Dona Marisa
Homeostasis Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.351 KB)

Abstract

Abstract: The use of technology during the pandemic is increasing because many activities are carried out online. One of the negative impacts of using earphones is they can cause irritation to the ear canal. This study aims to determine the relationship between duration, frequency, and type of earphone use and the degree of ear itching complaints. This research is an analytic observational study with a cross-sectional approach using the ordinal logistic regression test and using purposive sampling technique to take the number of samples, obtaining a sample of 104 respondents. The results of this study indicate that there is a relationship between frequency of using earphones and degree of itching complaints (p-value = 0,004). There was no correlation between length of use of earphones on degree of itching complaints (p-value = 0,845) and type of earphones used on degree of itching complaints with the supra-aural type as a comparison, there was a relationship between the use of earbuds and the degree of itching complaints (p-value = 0,030), and there was no significant relationship between the in-ear canal type (p-value = 0,055) and the degree of itching complaints. Keywords: Earphone, Itching of the ears, Degree of itch Abstrak: Penggunaan teknologi di masa pandemi semakin meningkat dikarenakan banyak aktifitas dilakukan secara online. Salah satu dampak negatif penggunaan earphone adalah dapat menyebabkan iritasi pada saluran telinga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara durasi, frekuensi, dan jenis penggunaan earphone serta derajat keluhan gatal pada telinga. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan uji regresi logistik ordinal dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sampel yang diperoleh sebanyak 104 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan frekuensi penggunaan earphone dengan keluhan derajat gatal (p-value = 0,004). Tidak ada hubungan antara lama penggunaan earphone pada keluhan derajat gatal (p-value = 0,845) dan jenis penggunaan earphone terhadap derajat keluhan gatal dengan tipe Supra-aural sebagai pembanding, terdapat hubungan antara penggunaan earphone tipe earbuds (p-value = 0,030) dengan derajat keluhan gatal, dan tidak terdapat hubungan bermakna antara tipe In-ear canal (p-value = 0,055) dengan derajat keluhan gatal. Kata-kata kunci: Earphone, Gatal pada telinga, Derajat gatal
HUBUNGAN ANTARA LDL DENGAN HASIL DIAGNOSTIC CORONARY ANGIOGRAPHY PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER M. Iqbal Hisyam Qiroth; Dwi Laksono Adiputro; Dona Marisa
Homeostasis Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: According to the data from WHO 2012, define that from all of the death case in field of cardiovascular,  Coronary Heart Disease’s (CHD) in the top rank.  There is still unspecific cause of CHD until now, but according to Vera Bittner Research define lipid profile is one of factors in keeping the atherosclerosis initiation development which close to coronary arthery. This research has purposed to analyze the corelation between low density lipoprotein (LDL) with Diagnostic Coronary Angiography result’s in CHD patient in catheterization lab on RSUD Ulin Banjarmasin 2016-2017. This research is observational analytical with cross sectional approach. There are 136 CHD patients for the sample which fulfill inclusion criteria. The research result’s get an indication between LDL and DCA result’s significant have p 0,001 score. According to the research that has been done by researcher,we can take conclusion that there is a significant  and one way corelation between LDL with DCA result’s significant.  Keywords: LDL, coronary heart disease, Diagnostic Coronary Angiography Abstrak: Berdasarkan data WHO 2012 menyatakan bahwa dari keseluruhan insiden kematian bagian kardiovaskular, penyakit jantung koroner (PJK) menduduki peringkat tertinggi. Hingga kini penyebab PJK belum diketahui secara spesifik, namun menurut penelitian Vera Bittner dinyatakan bahwa profil lipid merupakan salah satu faktor dalam memantau perkembangan atherosklerosis arteria koroner. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan low density lipoprotein (LDL) dengan hasil DCA pada pasien PJK di laboratorium kateterisasi jantung RSUD    Ulin   Banjarmasin 2016-2017. Penelitian  ini merupakan  penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 136 pasien PJK yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil     penelitian  didapatkan terdapat hubungan bermakna antara LDL dengan hasil DCA signifikan memiliki nilai p 0,001. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat hubungan bermakna dan searah antara LDL dengan hasil DCA signifikan. Kata-kata kunci: LDL,penyakit jantung koroner, Diagnostic Coronary Angiography
PERBEDAAN TEKANAN DARAH DAN DENYUT NADI SEBELUM DAN SESUDAH LATIHAN FISIK INTENSITAS SEDANG PADA PEMAIN FUTSAL Septiyan Dimas Putra Akbar; Dona Marisa; Ahmad Husairi
Homeostasis Vol 2, No 3 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.384 KB)

Abstract

Abstract: Measuring changes in blood pressure and heart rate during rest or post-exercise is the right method to monitor individual adaptations to the cardiovascular system during exercise. This study aims to determine differences in blood pressure and heart rate before and after moderate intensity physical exercise in futsal players and not futsal players in Banjarmasin. This research is a quasi-experimental study with a pre-test and post-test approach, with a population of futsal players and not futsal players who are in the Faculty of Medicine of Lambung Mangkurat University Banjarmasin. Medium intensity physical exercise that is used is pedaling the ergocycle for 10 minutes. The results of paired t test for blood pressure and the heart rate can be concluded that there were significant differences in blood pressure and heart rate before and after moderate intensity physical exercise in futsal players and not futsal players in Banjarmasin Keywords: futsal player, heart rate, physical exercise moderate intensity, blood pressure Abstrak: Pengukuran perubahan pada tekanan darah dan denyut nadi selama istirahat atau pasca latihan adalah metode yang tepat untuk memantau adaptasi individu terhadap sistem kardiovaskular pada saat latihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tekanan darah dan denyut nadi sebelum dan sesudah latihan fisik intensitas sedang pada pemain futsal dan bukan pemain futsal di Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental dengan pendekatan pre-test dan post-test, dengan populasi pemain futsal dan bukan pemain futsal yang berada di Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Latihan fisik intensitas sedang yang digunakan adalah mengayuh ergocycle selama 10 menit. Hasil uji t berpasangan untuk tekanan darah dan denyut nadi diperoleh  bahwa terdapat perbedaan bermakna pada tekanan darah dan denyut nadi sebelum dan sesudah latihan fisik intensitas sedang pada pemain futsal dan bukan pemain futsal di Banjarmasin.
Hubungan Hipertensi dengan Penyakit Jantung Koroner pada Pasien Gagal Jantung di RSUD Ulin Banjarmasin Rizky Frida Monica; Dwi Laksono Adiputro; Dona Marisa
Homeostasis Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.538 KB)

Abstract

Abstract: Heart failure is a complication that commonly occurs in CHD, especially acute myocardial infarction. Among the various risk factors associated with CHD, hypertension plays a major role given its high frequency and physiopathogenesis. This study is relationship of hypertension with coronary heart disease in heart failure patients in the Alamanda Ward Inpatient Room, Ulin Hospital, Banjarmasin. The research was an analytic observational study with cross sectional research design through a retrospective approach. Samples were 120 people obtained by consecutive sampling technique. As many as 29 of the 120 cases were hypertension with coronary heart disease, while 30 cases of hypertension were not with coronary heart disease. The results of hypothesis testing using Chi-square obtained a value of p = 0.045. This study conclusion is that there is a significant relationship between hypertension and coronary heart disease in patients with heart failure. Keywords: hypertension, coronary heart disease (CHD), heart failure Abstrak: Gagal jantung adalah komplikasi yang secara umum terjadi pada PJK terutama infark miokard akut. Di antara berbagai faktor risiko terkait dengan PJK, hipertensi memainkan peran utama mengingat frekuensinya yang tinggi dan fisiopatogenesisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan hipertensi dengan penyakit jantung koroner pada pasien gagal jantung di ruang rawat inap bangsal alamanda RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian dilakukan dengan mengambil data sekunder yaitu rekam medik pasien PJK yang mengalami gagal jantung di RSUD Ulin Banjarmasin periode 2015 - 2017. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional melalui pendekatan retrospektif. Sampel berjumlah 120 orang diperoleh dengan teknik consecutive sampling. Sebanyak 29 dari 120 kasus merupakan hipertensi dengan penyakit jantung koroner, sedangkan 30 kasus hipertensi tidak dengan penyakit jantung koroner. Hasil uji hipotesis menggunakan Chi-square didapatkan nilai p=0,045. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan bermakna antara hipertensi dengan penyakit jantung koroner pada pasien gagal jantung. Kata-kata kunci: hipertensi, penyakit jantung koroner (PJK), gagal jantung.
Perbedaan Nilai Heart Rate Reserve antara Pasien Penyakit Jantung Koroner yang Rutin dan Tidak Rutin Melakukan Senam Jantung Sehat Firman Raudana; Fauzan Muttaqien; Dona Marisa
Homeostasis Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.303 KB)

Abstract

Abstract: Healthy heart gymnastics conducted regularly is beneficial to improve cardiorespiratory fitness in patients with coronary heart disease (CHD). Heart Rate Reserve (HRR) is one method of measuring heart rate that can be used as an indicator in assessing cardiorespiratory fitness of CHD patients. This study aims to determine the differences in HRR values of CHD patients who routinely and do not routinely do healthy heart exercises at the Indonesian Heart Foundation branch in South Kalimantan. This study was observational with a cross sectional design with a population of CHD patients who routinely and did not routinely perform healthy heart exercises at the Indonesian Heart Foundation in South Kalimantan Branch, samples were taken using a consecutive sampling method with a total of 20 samples obtained, the HRR value was measured by calculating the pulse difference maximal heart rate and resting heart rate using the HRR formula. The average HRR value for 9 samples of patients who routinely perform healthy heart exercises (93.78), and the average HRR values of 11 samples of patients who do not routinely do healthy heart exercises (85.36). The unpaired t test results obtained significance number (p = 0.041), because the value (p< 0.05) can be concluded that there is a significant difference between the HRR values between CHD patients who routinely and do not routinely do healthy heart exercises at the Indonesian Heart Foundation South Kalimantan Branch. Keywords: CHD, healthy heart gymnastic, heart rate reserve Abstrak: Senam jantung sehat yang dilakukan secara teratur bermanfaat untuk meningkatkan kebugaran kardiorespirasi pada penderita Penyakit Jantung Koroner (PJK). Heart Rate Reserve (HRR) merupakan salah satu metode pengukuran denyut jantung yang dapat digunakan sebagai indikator dalam menilai kebugaran kardiorespirasi penderita PJK.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai HRR pasien PJK yang rutin dan tidak rutin melakukan senam jantung sehat di Yayasan Jantung Indonesia cabang Kalimantan Selatan. Penelitian ini bersifat observasional dengan rancangan cross sectional dengan populasi pasien PJK yang rutin dan tidak rutin melakukan senam jantung sehat, sampel diambil menggunakan metode consecutive sampling dengan jumlah yang didapat sebanyak 20 sampel, nilai HRR diukur dengan menghitung selisih denyut jantung maksimal dan denyut jantung istirahat menggunakan formula HRR. Nilai rata-rata HRR untuk 9 sampel pasien yang rutin melakukan senam jantung sehat (93,78), dan nilai rata-rata HRR 11 sampel pasien yang tidak rutin melakukan senam jantung sehat (85,36). Hasil uji t tidak berpasangan diperoleh angka significancy (p=0,041), karena nilai (p<0,05) dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan bermakna antara nilai HRR antara pasien PJK yang rutin dan tidak rutin melakukan senam jantung sehat di Yayasan Jantung Indonesia Cabang Kalimantan Selatan.  Kata-kata kunci:PJK.heart rate reserve, senam jantung sehat.
PERBEDAAN DAYA TAHAN KARDIORESPIRASI PEMAIN FUTSAL DAN PENARI MODERN DI BANJARMASIN Anggia Ayunanda Arrafieka; Dona Marisa; Asnawati Asnawati
Homeostasis Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Cardiorespiratory endurance or aerobic capacity, the most important component of physical fitness. A person with good cardiorespiratory endurance, has good cardiovascular and respiratory system, which can supply muscles so that the person is able to work sustainably without experiencing excessive fatigue. The objective of this research is finding out the differences in cardiorespiratory endurance between futsal players and modern dancers in Banjarmasin. This research is an observational analytic research using cross sectional approach. Population of this research is taken from futsal players who is in the Faculty of Medicine of Lambung Mangkurat University Banjarmasin and modern dancers in Banjarmasin. The samples were taken using purposive sampling method with the minimal amount of samples is 30 people per group. Cardiorespiratory endurance is measured using the Harvard test. The VO2Max average for futsal players is 70,8200 and for modern dancers is 62,8600. The results of the unpaired t test obtained a significance value of 0.269, because the value of p>0.05, so it can be concluded that there is no significant difference in the value of VO2Max average value between futsal players and modern dancers in Banjarmasin. Keywords: cardiorespiratory endurance, futsal players, modern dancer Abstrak: Daya tahan kardiorespirasi atau aerobic capacity, komponen terpenting dari kebugaran jasmani.  Seseorang yang daya tahan kardiorespirasinya baik, memiliki sistem kardiovaskular serta sistem respirasi yang baik, sehingga dapat mensuplai otot-otot agar yang bersangkutan dapat bekerja secara berkelanjutan tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan daya tahan kardiorespirasi antara pemain futsal dan penari modern di Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini ialah pemain futsal yang berada di Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin dan penari modern yang berada di Banjarmasin. Sampel diambil menggunakan metode purposive sampling dengan besar sampel minimal 30 orang per kelompok. Daya tahan kardiorespirasi diukur menggunakan tes Harvard. Rata-rata nilai VO2Max untuk pemain futsal adalah 70,8200 dan untuk penari modern adalah 62,8600. Hasil uji t tidak berpasangan didapatkan angka significancy 0,269, karena nilai p>0,05, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna dalam nilai VO2Max antara pemain futsal dan penari modern di Banjarmasin. Kata-kata kunci: daya tahan kardiorespirasi, pemain futsal, penari modern
Literature Review: Nilai Saturasi Oksigen pada Individu dengan Indeks Massa Tubuh Overweight Vivin Nurul Islami; Asnawati Asnawati; Dona Marisa
Homeostasis Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.58 KB)

Abstract

Abstract: Overweight is a health problem that often happens whether in Indonesia, or worldwide. Overweight can decrease respiratory function on individual and cause oxygen desaturation on individual. The purpose of this literature review is to summarize the value of oxygen saturation in individual with overweight body mass index. The reference data in the study of this article was obtained by searching using PubMed and Google Scholar published in 2011 to 2021. After search and selection process of the articles, 7 articles were included in this literature review. From all of the articles, only one article that found minimal association between oxygen saturation and body mass index, the rest of 6 articles show that the value of oxygen saturation is related to body mass index, the increase of body mass index can make oxygen desaturation whether someone is in resting condition or after doing exercise. The decrease of oxygen saturation is related with the increase of fat on chest muscle and abdomen that will makes compliance of lung become not maximal and cause the decrease of oxygen partial pressure in alveoli. Keywords: body mass index, overweight, oxygen saturation Abstrak: Overweight merupakan permasalahan kesehatan yang banyak terjadi baik di Indonesia maupun dunia. Overweight dapat menyebabkan penurunan fungsi pernafasan pada seseorang dan mengakibatkan penurunan saturasi oksigen. Tujuan penulisan literature review ini adalah untuk merangkum nilai saturasi oksigen pada individu dengan indeks massa tubuh overweight. Data acuan dalam kajian artikel ini didapatkan dengan penelusuran menggunakan PubMed dan Google Scholar yang dipublikasikan pada tahun 2011 hingga tahun 2021. Setelah proses pencarian dan seleksi artikel, didapatkan 7 artikel yang disertakan pada literature review ini. Dari seluruh artikel, terdapat satu artikel yang menunjukkan bahwa saturasi oksigen dengan indeks massa tubuh berhubungan secara minimal, sedangkan 6 artikel lainnya menunjukkan bahwa saturasi oksigen berhubungan dengan indeks massa tubuh seseorang, peningkatan indeks massa tubuh dapat menyebabkan penurunan saturasi oksigen baik saat dalam kondisi beristirahat maupun setelah berolahraga. Penurunan saturasi oksigen berkaitan dengan meningkatnya lemak pada dinding dada dan abdomen yang menyebabkan pengembangan paru kurang maksimal sehingga menurunkan tekanan parsial oksigen pada alveoli. Kata-kata kunci : indeks massa tubuh, overweight, saturasi oksigen
Perbedaan Nilai Kapasitas Vital Paru antara Pasien Penyakit Jantung Koroner yang Rutin dan Tidak Rutin Melakukan Senam Jantung Sehat Yusril Gunawan; Fauzan Muttaqien; Dona Marisa
Homeostasis Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.775 KB)

Abstract

Abstract: Coronary Heart Disease (CHD) is a disorder of heart function that occurs due to narrowing in the walls of coronary arteries due to the formation of plaque in artery walls. Physical exercise or sports causes increased endurance of the respiratory muscles so that respiratory function will increase. One of the recommended sports for CHD patients is healthy heart gymnastic. This study aims to determine the difference in the vital lung capacity between patients with coronary heart disease who routinely and do not routinely perform healthy heart exercises at the Indonesian Heart Foundation branch in South Kalimantan in 2019. This study was an observational study with a cross sectional design. The number of samples in this study was determined by total sampling. Spirometry in this study was used to assess lung function in the form of forced lung vital capacity (FVC). The sample of this study consisted of 6 CHD patients who routinely did healthy heart gymnastics, and 12 CHD patients who did not routinely do healthy heart gymnastics. The results showed that the average FVC value of CHD patients who did not routinely perform healthy heart gymnastics was 63.2750% ± 9.24931%, while the average FVC value of CHD patients who routinely performed heart gymnastics was 70.2733% ± 13.93647%. The results of data analysis with unpaired t test obtained p = 0.1095. Based on this research, it can be concluded that there is no significant difference between the vital lung capacity values of CHD patients who routinely and do not routinely perform healthy heart exercises. Keywords: coronary heart disease, heart healthy exercise, vital lung capacity. Abstrak: Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah gangguan fungsi jantung yang terjadi akibat penyempitan di dinding pembuluh darah koroner karena adanya pembentukan plak di dinding arteri. Latihan fisik atau olahraga menyebabkan terjadinya peningkatan daya tahan otot pernapasan sehingga fungsi pernapasan akan meningkat. Salah satu olahraga yang dianjurkan untuk pasien PJK adalah senam jantung sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai kapasitas vital paru antara pasien penyakit jantung koroner yang rutin dan tidak rutin melakukan senam jantung sehat di Yayasan Jantung Indonesia cabang Kalimantan Selatan tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan cara total sampling. Spirometri dalam penelitian ini digunakan untuk menilai fungsi paru berupa kapasitas vital paru paksa (FVC). Sampel penelitian ini berjumlah 6 orang pasien PJK yang rutin melakukan senam jantung sehat, dan 12 orang pasien PJK yang tidak rutin melakukan senam jantung sehat. Hasil penelitian didapatkan nilai rata-rata FVC pasien PJK yang tidak rutin melakukan senam jantung sehat adalah 63.2750% ± 9.24931%, sedangkan nilai rata-rata FVC pasien PJK yang rutin melakukan senam jantung adalah 70.2733% ± 13.93647%. Hasil analisis data dengan uji t tidak berpasangan didapatkan nilai p=0,1095. Berdasarkan penelitian didapatkan kesimpulan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara nilai kapasitas vital paru pasien PJK yang rutin dan tidak rutin melakukan senam jantung sehat. Kata-kata kunci: penyakit jantung koroner, senam jantung sehat, kapasitas vital paru
Co-Authors Abdian Purnapita Pambudi Achmad Rofii Ahmad Husairi Ahmad Husairi Ahmad Husairi Ajeng Dwi Novitasari Alfi Yasmina Anggia Ayunanda Arrafieka Annisa Susilo Anwari Delmi Ariewardana, Angger Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati Athiya Nadifa Azzahra, Wikha Bagus Maulana Akbar Cibro, Impana Dewi Indah Noviana Pratiwi, Dewi Indah Noviana Diah Mutia Rahmawati Didik Dwi Sanyoto Diva Aurellia Rosa Dohamid, Firdinia Gafuri Dwi Laksono Adiputro Dwi Laksono Adiputro Dwi Laksono Adiputro Dwi Laksono Adiputro Edi Hartoyo Edyson Edyson Effiyana, Arika Eka Dewi Yanti Eko Suhartono Farisa Shauma Fachir Farisa Shauma Fachir, Farisa Shauma Farizka Erianti Farizka Erianti, Farizka Fauzan Muttaqien Fauzan Muttaqien Fauzan Muttaqien Finna Rahmiati Firdaus, Muhammad Reyhan Firdinia Gafuri Dohamid Firman Raudana Gusti Muhamma Edy Muttaqin Gusti Muhamma Edy Muttaqin, Gusti Muhamma Edy Handono Kalim Haryati Haryati Hasna, Usratul Hayati, Azka Islami, Shafira Aulia Istiana Istiana Ivana Ellenora Ellenora June Astri Nijka Khan, Muhammad Fawwaz Kusworini Handono Lisda Hayatie, Lisda M Naufal Firdaus M. Iqbal Hisyam Qiroth Mohammad Bakhriansyah Mohammad Bakhriansyah Mohammad Rudiansyah Muhammad Farid Adlirrahman Muhammad Hasan Ridhoni Muhammad Marwan Muhammad Muzain Azhar Muhammad Welly Dafif Muhammad Welly Dafif Munirah, Nida Nanang Miftah Fajari Nasywa Maharani Yudiantara Noer Komari Nur Qamariah Oski Illiandri Oski Illiandri Pagan Pambudi Panghiyangani, Roselina Prenggono, Muhamad Darwin Putri Nur Aini Rafida Ikhsania Camalis Ramadan, Yoga Aditya Noor Rizki Amalia Sari Rizky Frida Monica Santrino, Syifa Nurafifah Sanyoto, Didik Dwi Septiyan Dimas Putra Akbar Sherly Limantara Sherly Limantara Siddik, Muhammad Siti Juliati Siti Kaidah Theresa Tyra Sertani Vini Yulia Anhar Vivin Nurul Islami Widi Aurelia Mirmaningtyas Wiwit Agung Sri Nur Cahyawati Yusril Gunawan Zairin Noor Zulfikar, Muhammad Rakha