Claim Missing Document
Check
Articles

KORELASI TEBAL LEMAK BAWAH KULIT DENGAN NILAI FVC PADA MAHASISWA PSKPS FK ULM Azzahra, Wikha; Kaidah, Siti; Marisa, Dona; Asnawati, Asnawati; Haryati, Haryati
Homeostasis Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i1.12409

Abstract

Abstract: Body fat measurement can be performed in various ways, one of which is by measuring skinfold thickness. Excess body fat is often associated with decreased lung function. Spirometry, a crucial screening method, assesses respiratory health by measuring inspiratory and expiratory air volume. This study aimed to determine the correlation between skinfold thickness and FVC value of medical students at Lambung Mangkurat University. The research utilized an observational analytical method with a cross-sectional approach, sampling 32 participants through simple random sampling. Data collection involved direct measurement of skinfold thickness and the FVC value. Data was analyzed with the Pearson correlation test. The results revealed no significant correlation (p=0.472, r=-0.132) between skinfold thickness and the FVC value of medical students at Lambung Mangkurat University. In conclusion, skinfold thickness showed no significant correlation with the FVC value of medical students at Lambung mangkurat University Keywords: fat mass, skinfold thickness, FVC value, spirometry Abstrak: Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengukur massa lemak tubuh, salah satu caranya adalah dengan mengukur tebal lipatan kulit dan diukur pada area spesifik sesuai standar. Massa lemak yang berlebihan dalam tubuh erat dihubungkan dengan penurunan fungsi paru. Pemeriksaan spirometri merupakan metode screening yang sangat penting dilakukan untuk menilai kesehatan pernapasan secara umum dengan cara melihat nilai volume udara inspirasi dan ekspirasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara tebal lemak bawah kulit dengan nilai FVC pada mahasiswa PSKPS FK ULM. Metode penelitian bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik simple random sampling sebanyak 32 partisipan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil analisis data penelitian ini yaitu tidak terdapat korelasi bermakna (p=0,472, r=-0,132). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa tebal lemak bawah kulit tidak memiliki korelasi bermakna dengan nilai FVC pada mahasiswa PSKPS FK ULM. Kata-kata kunci: lemak tubuh, tebal lemak bawah kulit, nilai FVC, spirometri
KORELASI INDEKS OBESITAS SENTRAL DENGAN NILAI FVC PADA MAHASISWA PSKPS FK ULM Effiyana, Arika; Kaidah, Siti; Marisa, Dona; Asnawati, Asnawati; Haryati, Haryati
Homeostasis Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i1.12360

Abstract

Abstract: Central obesity is a condition where excessive fat is concentrated in the abdominal area. The index of central obesity can be measured with waist hip ratio (WHR). WHR is considered more accurate in assessing abdominal fat distribution than BMI. Students are included in the category of young adults who are vulnerable to central obesity. This research aims to analyze th correlation between the index of central obesity and FVC value in PSKPS FK ULM students. This research is an analytical observational with a cross-sectional design. The research population was PSKPS FK ULM students of 2020-2022 who met the inclusion criteria. Research subjects were selected using a simple random sampling technique according to the sample size of 32 students. Data analyzed with the Pearson correlation test showed that there was no correlation between WHR dan FVC values (p = 0.404, r = -0.153). Keywords: waist hip ratio, index of central obesity, FVC, spirometer Abstrak: Obesitas sentral adalah kondisi terdapat lemak yang berlebihan terlokalisasi secara khusus di daerah perut. Indeks obesitas sentral dapat dilakukan pengukuran melalui metode rasio lingkar pinggang dan pinggul  (RLPP). RLPP dianggap lebih akurat dalam menilai sebaran lemak perut dibandingkan pengukuran IMT. Mahasiswa termasuk dalam kategori remaja-dewasa muda yang rentan mengalami obesitas sentral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi indeks obesitas sentral dengan nilai FVC pada mahasiswa PSKPS FK ULM. Penelitian menggunakan metode observasional analitik dengan desain penelitian cross-sectional. Subjek penelitian yaitu mahasiswa PSKPS FK ULM angkatan 2020-2022 yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling dengan besar sampel yaitu 32 mahasiswa. Analisi data menggunakan uji korelasi Pearson menunjukkan tidak terdapat korelasi antara RLPP dan nilai FVC (p = 0.404, r = -0.153). Kata-kata kunci: rasio lingkar pinggang dan pinggul, indeks obesitas sentral, FVC, spirometer
GAMBARAN UJI FUNGSI PARU PADA MAHASISWA PSKPS FK ULM ANGKATAN 2022 Firdaus, Muhammad Reyhan; Kaidah, Siti; Marisa, Dona; Asnawati, Asnawati; Haryati, Haryati
Homeostasis Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i1.12418

Abstract

Abstract: Optimal lung function is crucial for maintaining health and contributing to an individual's quality of life. Pulmonary function testing is a method used to evaluate lung capacity and performance through spirometry. Various parameters, including vital capacity, airflow velocity, and lung volume can be measured. Spirometry assesses lung function by examining the values of inspiratory and expiratory air volumes with maximum effort. The aim of this research is to understand the overview of pulmonary function testing among students of PSKPS FK ULM Class of 2022. The research methodology employs observational descriptive research with a cross-sectional design. Probability sampling, specifically purposive sampling, was used to select 38 participants. Data collection involved measuring FVC and FEV1 values, followed by categorization based on gender, exercise habits, BMI, and smoking habits. The study's results conclude that all variables, including gender, exercise habits, BMI, and smoking history, exhibited normal values for FVC and FEV1. Keywords: lung function, spirometry, medical student Abstrak: Fungsi paru yang optimal penting dalam menjaga kesehatan dan memberikan kontribusi pada kualitas hidup seseorang. Uji fungsi paru merupakan suatu metode yang digunakan untuk mengevaluasi kapasitas dan kinerja paru-paru melalui alat spirometri. Melalui uji ini, berbagai parameter dapat diukur, termasuk kapasitas vital, kecepatan aliran udara, dan volume paru. Spirometri mengukur fungsi paru dengan cara melihat nilai volume udara inspirasi dan ekspirasi dengan upaya yang maksimal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran uji fungsi paru pada mahasiswa PSKPS FK ULM Angkatan 2022. Metode penelitian menggunakan observasional deskriptif dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling melalui pendekatan purposive sampling sebanyak 38 partisipan. Pengambilan data dilakukan dengan pengukuran nilai FVC dan FEV1 lalu dijabarkan dengan variabel jenis kelamin, kebiasaan berolahraga, IMT, dan kebiasaan merokok. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa semua variabel, baik jenis kelamin, kebiasaan berolahraga, IMT, dan riwayat merokok memiliki hasil normal pada nilai FVC dan FEV1. Kata-kata kunci: fungsi paru, spirometri, mahasiswa kedokteran
PENGARUH KEBIASAAN KONSUMSI KOPI TERHADAP TINGKAT TEKANAN DARAH PADA PEGAWAI DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2023 Khan, Muhammad Fawwaz; Marisa, Dona; Kaidah, Siti; Muttaqien, Fauzan; Illiandri, Oski
Homeostasis Vol 7, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i3.14532

Abstract

Abstract: Coffee is often associated with elevated blood pressure. Caffeine, a central nervous system alkaloid stimulant, is known to be contained in coffee. This study aims to analyze the effect of coffee consumption habits on blood pressure levels. The research method is observational analytics with a cross-sectional research design. The population in this study is employees of the Education and Culture Office of South Kalimantan Province. The sampling method used purposive sampling of as many as 50 employees. Hypothesis test using the non-parametric Spearman Rank test. The results showed that from 50 employees, most of them had moderate coffee consumption habits by 58%. Meanwhile, the blood pressure levels of the employees were mostly prehypertensive by 40%. Based on the results of the Spearman Rank test, a value of r=-0.109 was obtained. This study concludes that there is no influence of coffee consumption habits on blood pressure levels. Keywords: coffee consumption, blood pressure, employee Abstrak: Kopi sering dikaitkan dengan peningkatan tekanan darah. Kafein yang merupakan  sebuah stimulant alkaloid sistem saraf pusat, diketahui terkandung dalam kopi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebiasaan konsumsi kopi terhadap tingkat tekanan darah. Metode penelitian berupa observasional analitik dengan desain penelitian cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan. Metode penarikan sampel menggunakan purposive sampling dengan besar sampel penelitian sebanyak 50 pegawai. Uji hipotesis menggunakan uji non-parametrik Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 50 pegawai, kebanyakan memiliki kebiasaan konsumsi kopi sedang sebanyak 58%. Sementara itu, Tingkat tekanan darah pegawai paling banyak berada pada status prehipertensi sebanyak 40%. Berdasarkan hasil uji Spearman Rank didapatkan nilai r=-0,109. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat pengaruh kebiasaan konsumsi kopi terhadap tingkat tekanan darah. Kata-kata kunci: konsumsi kopi, tekanan darah, pegawai
HUBUNGAN ANTARA GANGGUAN DEPRESI DAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN HEMODIALISIS DI RSUD ULIN BANJARMASIN Zulfikar, Muhammad Rakha; Rudiansyah, Mohammad; Pratiwi, Dewi Indah Noviana; Cahyawati, Wiwit Agung Sri Nur; Marisa, Dona
Homeostasis Vol 7, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i3.14535

Abstract

Abstract: This research focuses on the relationship between depression and quality of life in hemodialysis patients at Ulin Regional Hospital, Banjarmasin. Chronic renal failure (CKD) is a progressive and irreversible failure in kidney function that affects various aspects of metabolism, fluid balance and electrolytes. Depression, as an ongoing emotional condition, affects a person's thoughts, emotions and behavior holistically. Deep mood generally reflects feelings of loss of hope. This study used the PHQ-9 to measure depressive symptoms and the QOL-SF36 to assess quality of life in hemodialysis patients. The sample for this study consisted of patients undergoing hemodialysis at the Ulin Regional Hospital, Banjarmasin. The research method was used by analytical observational with a cross sectional approach. The results showed a significant relationship between depression and quality of life (p = 0.04), with a weak negative correlation of -0.261. This confirms the correlation between depression and decreased quality of life in hemodialysis patients at Ulin Hospital, Banjarmasin. The conclusions of this study indicate that depression in these patients has an impact on reducing their quality of life. Keywords: depression, quality of life, hemodialysis, PHQ-9, QOL-SF-36.  Abstrak: Penelitian ini fokus pada hubungan antara depresi dan kualitas hidup pada pasien hemodialisis di RSUD Ulin Banjarmasin. Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan kegagalan progresif dan tak terbalik pada fungsi ginjal yang mempengaruhi berbagai aspek metabolisme, keseimbangan cairan, dan elektrolit. Depresi, sebagai kondisi emosional yang berkelanjutan, memengaruhi pikiran, emosi, dan perilaku seseorang secara menyeluruh. Mood dalam umumnya mencerminkan perasaan kehilangan harapan. Studi ini menggunakan PHQ-9 untuk mengukur gejala depresi dan QOL-SF36 untuk menilai kualitas hidup pada pasien hemodialisis. Sampel studi ini terdiri dari pasien yang menjalani hemodialisis di instalasi RSUD Ulin Banjarmasin. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan signifikansi hubungan antara depresi dan kualitas hidup (p = 0,04), dengan korelasi negatif lemah sebesar -0,261. Ini menegaskan adanya korelasi antara depresi dan penurunan kualitas hidup pada pasien hemodialisis di RSUD Ulin Banjarmasin. Kesimpulan studi ini mengindikasikan bahwa depresi pada pasien tersebut berdampak pada menurunnya kualitas hidup mereka. Kata-kata kunci: depresi, kualitas hidup, hemodialisis, PHQ-9, QOL-SF-36
NILAI RERATA SINGLE BREATH COUNT TEST DAN PEAK EXPIRATORY FLOW RATE PADA PASIEN SKOLIOSIS DI RSUD ULIN BANJARMASIN Hasna, Usratul; Hayati, Azka; Asnawati, Asnawati; Siddik, Muhammad; Marisa, Dona
Homeostasis Vol 7, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i3.14610

Abstract

Abstract: Scoliosis is a three-dimensional vertebral disorder in the form of an abnormal curvature laterally affecting one or more segments of the thoracolumbar vertebral column by forming the letter "S" or "C. Scoliosis can affect several factors, namely thoracic volume, diaphragm function, and airway resistance. This study aims to determine the mean value of single breath count test and peak expiratory flow rate in patients with scoliosis at Ulin Banjarmasin Hospital. This study is a descriptive study with a cross sectional design, the samples taken were patients diagnosed with scoliosis at Ulin Banjarmasin Hospital in the November-December 2023 period. The results of this study obtained the average mean results of SBCT in scoliosis patients of 37.6 and PEFR in scoliosis patients of 263.3 L/min. It can be concluded that the SBCT value in scoliosis patients at Ulin Banjarmasin Hospital is included in the normal category but the PEFR value in scoliosis patients is included in the abnormal category. Keywords: scoliosis, single breath count test, peak expiratory flow rate Abstrak: Skoliosis adalah suatu kelainan vertebra tiga dimensi berupa lengkungan abnormal ke arah lateral yang mempengaruhi satu atau lebih segmen kolom vertebra thorakolumbal dengan membentuk huruf “S” atau “C. Skoliosis dapat mempengaruhi beberapa faktor yaitu volume toraks , fungsi diafragma, dan resistensi saluran napas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai rerata single breath count test dan peak expiratory flow rate pada pasien skoliosis di RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif  dengan desain cross sectional, Sampel yang diambil merupakan pasien yang didiagnosis skoliosis di RSUD Ulin Banjarmasin periode November-Desember 2023. Hasil dari penelitian ini diperoleh rerata hasil rerata dari SBCT pada pasien skoliosis sebesar 37,6 dan PEFR pada pasien skoliosis sebesar 263,3 L/menit Dapat disimpulkan bahwa nilai SBCT pada pasien skoliosis di RSUD Ulin Banjarmasin termasuk dalam kategori normal tetapi nilai PEFR pada pasien skoliosis termasuk dalam kategori tidak normal Kata-kata kunci: skoliosis, single breath count test, peak expiratory flow rate
PENGARUH LATIHAN AEROBIK INTENSITAS SEDANG TERHADAP KEBUGARAN JANTUNG PARU PADA PASIEN SKOLIOSIS DI RSUD ULIN BANJARMASIN Ramadan, Yoga Aditya Noor; Hayati, Azka; Asnawati, Asnawati; Siddik, Muhammad; Marisa, Dona
Homeostasis Vol 7, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i3.14612

Abstract

Abstract: Patients with scoliosis experience changes in the shape of the spine and ribs that can affect cardiorespiratory fitness (VO2 max). Cardiorespiratory fitness is related to a person's ability to perform moderate to heavy intensity exercise continuously for a long time. One of the exercises to increase VO2 max is aerobic exercise. The purpose of this study was to determine the effect of moderate intensity aerobic exercise on cardiorespiratory fitness in scoliosis patients. This research is quasi-experimental with a one group pretest and posttest research design with no control group. The research subjects were scoliosis patients who met the inclusion criteria totaling 4 people who were taken at the medical rehabilitation section of Ulin Banjarmasin Hospital in the October-November 2023 period. Subjects were treated with moderate intensity aerobic exercise by walking 20 minutes/exercise, 3 times a week, for 4 weeks; then cardiorespiratory fitness test was applied using the 6-minute walk test method. The mean VO2 max value before aerobic exercise was 16.84±1.887 and after exercise was 23.60±5.168. The results of data analysis using paired t test from the mean VO2 max before and after training obtained p=0.047. It can be concluded that there is a significant effect of moderate intensity aerobic exercise on cardiorespiratory fitness in scoliosis patients at Ulin Hospital Banjarmasin. Keywords: scoliosis, cardiopulmonary fitness, VO2 max, aerobic exercise. Abstrak: Penderita skoliosis mengalami perubahan bentuk tulang belakang dan tulang rusuk yang dapat mempengaruhi fungsi kebugaran jantung paru (VO2 maks). Kebugaran jantung paru berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk melakukan latihan dengan intensitas sedang hingga berat secara terus-menerus dalam waktu yang lama. Salah satu latihan untuk meningkatkan VO2 maks adalah latihan aerobik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatahui pengaruh dari latihan aerobik intensitas sedang terhadap kebugaran jantung paru pada pasien skoliosis. Penelitian ini bersifat quasi eksperimental dengan desain penelitian one group pretest and posttest with no control group. Subjek penelitian merupakan penderita skoliosis yang memenuhi kriteria inklusi yang berjumlah 4 orang yang diambil di bagian rehabilitasi medik RSUD Ulin Banjarmasin periode Oktober-November 2023. Subjek diberi perlakuan latihan aerobik intrensitas sedang dengan berjalan kaki 20 menit/latihan, 3 kali seminggu, selama 4 minggu; kemudian dilakukan uji kebugaran jantung paru menggunakan metode uji jalan 6 menit. Didapatkan rerata nilai VO2 maks sebelum latihan aerobik 16,84±1,887 dan setelah latihan 23,60±5,168. Hasil analisis data menggunakan uji t berpasangan dari rerata VO2 maks sebelum dan setelah latihan didapatkan nilai p=0,047. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan latihan aerobik intensitas sedang terhadap kebugaran jantung paru pada pasien skoliosis di RSUD Ulin Banjarmasin. Kata-kata kunci: skoliosis, kebugaran jantung paru, VO2 maks, latihan aerobik.
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN TINGKAT TEKANAN DARAH PADA PEGAWAI DISDIKBUD KALSEL TAHUN 2023 Islami, Shafira Aulia; Marisa, Dona; Kaidah, Siti; Muttaqien, Fauzan; Illiandri, Oski
Homeostasis Vol 7, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i3.14598

Abstract

     Abstract: Sleep quality is an individual's ability to fulfill the maximum amount of sleep from Non Rapid Eye Movement (NREM) and Rapid Eye Movement (REM) to meet their sleep needs. Disruption of NREM is a failure of the body's mechanisms to maintain the sleep-wake cycle, thereby affecting the body's physiological functions, namely blood pressure. This study aims to determine the relationship between sleep quality and blood pressure levels. Using analytical observational research methods through a cross sectional study approach with a research population of all male employees of the DISDIKBUD KALSEL in 2023 who met the inclusion criteria. The research instrument used a digital blood pressure monitor and the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire which was analyzed using Spearman rank. The results showed that sleep quality had a moderate positive correlation (r = 0.581) which was significant (p = 0.000) with blood pressure, which means that the worse the sleep quality, the higher the blood pressure level. Thus, it can be concluded that there is a relationship between sleep quality and blood pressure levels. Keywords: sleep quality, blood pressure, PSQI Abstrak: Kualitas tidur merupakan kemampuan individu dalam memenuhi jumlah tidur maksimal dari Non Rapid Eye Movement (NREM) dan Rapid Eye Movement (REM) untuk mencukupi kebutuhan tidurnya. Terganggunya NREM merupakan kegagalan mekanisme tubuh dalam mempertahankan siklus tidur-bangun sehingga berpengaruh terhadap fungsi fisiologis tubuh, yaitu tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan tingkat tekanan darah. Menggunakan metode penelitian observasional analitik melalui pendekatan studi cross sectional dengan populasi penelitian seluruh pegawai laki-laki DISDIKBUD KALSEL tahun 2023 yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian menggunakan tensimeter digital dan kuisioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) yang dianalisis dengan Spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan kualitas tidur memiliki korelasi positif sedang (r = 0,581) yang signifikan (p = 0,000) dengan tekanan darah, yang berarti semakin buruk kualitas tidur maka semakin tinggi tingkat tekanan darah. Dengan demikian, dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan tingkat tekanan darah. Kata-kata kunci:  kualitas tidur, tekanan darah, PSQI
PENGARUH DERAJAT AKTIVITAS FISIK TERHADAP TINGKAT TEKANAN DARAH PADA PEGAWAI DISDIKBUD PROVINSI KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2023 Santrino, Syifa Nurafifah; Marisa, Dona; Kaidah, Siti; Muttaqien, Fauzan; Illiandri, Oski
Homeostasis Vol 7, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i3.14607

Abstract

Abstract: Physical activity which is any body movement produced by skeletal muscles that requires energy expenditure. Physical activity affects blood pressure through mechanisms including reducing vascular resistance. The subjects in this study were 50 men with 20-40 years old employees of DISDIKBUD the South Kalimantan Province in 2023. This research is observational analytic with a cross sectional research design. The hypothesis test used is the non-parametric Spearman Rank test. A digital sphygmomanometer and the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) were used. Based on the Spearman Rank test results, it shows that there is a significant negative correlation between the degree of physical activity and blood pressure (p=0.001, r =-0.443). Concluded that there is a correlation between the degree of physical activity and blood pressure levels of employees of DISDIKBUD at South Kalimantan Provincial in 2023. Keywords: physical activity, blood pressure, worker Abstrak: Aktivitas fisik merupakan pergerakan otot rangka didalam tubuh manusia dan membutuhkan suatu energi untuk dikeluarkan. Aktivitas fisik mempengaruhi tekanan darah melalui mekanisme termasuk mengurangi resistensi pembuluh darah. Subyek dalam penelitian ini adalah laki-laki berjumlah 50 orang pegawai DISDIKBUD Provinsi Kalsel tahun 2023 dengan rentang usia 20-40 tahun. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji non parametrik Spearman Rank. Sphygmomanometer digital dan Kuesioner Aktivitas Fisik Internasional (IPAQ) digunakan. Berdasarkan hasil uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara derajat aktivitas fisik dengan tekanan darah (p=0,001, r=-0,443). Disimpulkan terdapat hubungan antara derajat aktivitas fisik dengan tingkat tekanan darah pegawai DISDIKBUD Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2023. Kata-kata kunci: aktivitas fisik, tekanan darah, pegawai
Co-Authors Abdian Purnapita Pambudi Achmad Rofii Ahmad Husairi Ahmad Husairi Ahmad Husairi Ajeng Dwi Novitasari Alfi Yasmina Anggia Ayunanda Arrafieka Annisa Susilo Anwari Delmi Ariewardana, Angger Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati Athiya Nadifa Azzahra, Wikha Bagus Maulana Akbar Cibro, Impana Dewi Indah Noviana Pratiwi, Dewi Indah Noviana Diah Mutia Rahmawati Didik Dwi Sanyoto Diva Aurellia Rosa Dohamid, Firdinia Gafuri Dwi Laksono Adiputro Dwi Laksono Adiputro Dwi Laksono Adiputro Dwi Laksono Adiputro Edi Hartoyo Edyson Edyson Effiyana, Arika Eka Dewi Yanti Eko Suhartono Farisa Shauma Fachir Farisa Shauma Fachir, Farisa Shauma Farizka Erianti Farizka Erianti, Farizka Fauzan Muttaqien Fauzan Muttaqien Fauzan Muttaqien Finna Rahmiati Firdaus, Muhammad Reyhan Firdinia Gafuri Dohamid Firman Raudana Gusti Muhamma Edy Muttaqin Gusti Muhamma Edy Muttaqin, Gusti Muhamma Edy Handono Kalim Haryati Haryati Hasna, Usratul Hayati, Azka Islami, Shafira Aulia Istiana Istiana Ivana Ellenora Ellenora June Astri Nijka Khan, Muhammad Fawwaz Kusworini Handono Lisda Hayatie, Lisda M Naufal Firdaus M. Iqbal Hisyam Qiroth Mohammad Bakhriansyah Mohammad Bakhriansyah Mohammad Rudiansyah Muhammad Farid Adlirrahman Muhammad Hasan Ridhoni Muhammad Marwan Muhammad Muzain Azhar Muhammad Welly Dafif Muhammad Welly Dafif Munirah, Nida Nanang Miftah Fajari Nasywa Maharani Yudiantara Noer Komari Nur Qamariah Oski Illiandri Oski Illiandri Pagan Pambudi Panghiyangani, Roselina Prenggono, Muhamad Darwin Putri Nur Aini Rafida Ikhsania Camalis Ramadan, Yoga Aditya Noor Rizki Amalia Sari Rizky Frida Monica Santrino, Syifa Nurafifah Sanyoto, Didik Dwi Septiyan Dimas Putra Akbar Sherly Limantara Sherly Limantara Siddik, Muhammad Siti Juliati Siti Kaidah Theresa Tyra Sertani Vini Yulia Anhar Vivin Nurul Islami Widi Aurelia Mirmaningtyas Wiwit Agung Sri Nur Cahyawati Yusril Gunawan Zairin Noor Zulfikar, Muhammad Rakha