Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

STRUKTUR MIKRO KOMPOSIT HYDROXYAPATI/KITOSAN YANG DIINFILTRASI CYANOACRYLATE Purnomo -; Endang Tri Wahyuni Maharani
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL - HASIL PENELITIAN & PENGABDIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Brittle nature of hydroxyapatite (HA) for bone implants reduced by adding chitosan (K).  To strengthen the particles bond of the composite, cyanoacrylate infiltrated into the composites.Infiltration performed at room temperature and without any external pressure treatment system.The purpose of this study is to examine the microstructure of hydroxyapatite-chitosan composite by the presence infitrasi cyanoacrylate. The aim of this study is to examine the microstructure of hydroxyapatite-chitosan composite by infiltration of cyanoacrylate. Surface morphology observed by SEM on the specimen showed that the higher the content of chitosan, cyanoacrylateincreasingly looks much infiltrated composite hydroxyapatite-chitosan.
DAYA HAMBAT INFUSA BIJI PINANG (Areca catechu L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Maryam Ulfah Wael; Sri Sinto Dewi; Endang Tri Wahyuni Maharani
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, Sains dan Teknologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.321 KB)

Abstract

The objective of this research is to measure and analyze the difference of inhibition concentration of areca nuts concentration 2%b/v, 3%b/v, 4%b/v,5%b/v and 6%b/v on the growth of S.aureus. The sample used in this research isareca nuts (Areca catechu L.) with the object of research S.aureus that hasequalized turbidity with Mc Farland standard 0.5. Antibacterial testing is doneby diffusion method (wells). The results showed that areca nuts can inhibitS.aureus bacteria with area of inhibit zone for concentration 2% b/v, 3% b/v,4% b/v, 5% b/v and 6% b/v is 14,5 mm, 14,6 mm, 16 mm, 18 mm and 18 mm.Result of normality test Kolmogorov-Smirnov S.aureus (p=0,691) the valuesobtained are normally distributed. The homogenity test of S.aureus is nothomogeneous, Then proceed with non parametric test that is Kruskal Wallis(p=1,000) the values obtained showed no significant difference to meaninhibition zone diameter between concentrations 2%b/v, 3%b/v, 4%b/v, 5%b/vand 6%b/v areca nuts infusion against S. aureus bacteria. Keywords: Areca nuts infusion, Staphylococcus aureus, Inhibition
REFLEKSI PESERTA DIDIK GUNA MENGETAHUI TOLAK UKUR PEMAHAMAN PADA PEMBELAJARAN KIMIA VIA DARING DI SMA X KOTA SEMARANG Nisa Pramudya; Endang Tri Wahyuni Maharani
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 3 (2020): Optimalisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Menuju Kemandirian di Tengah P
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat ini covid-19 berdampak besar pada berbagai sektor, salah satunya pendidikan. Dunia pendidikan juga ikut merasakan dampaknya. Pendidik harus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, meskipun peserta didik berada di rumah. Solusinya, pendidik dituntut mendesain media pembelajaran sebagai inovasi dengan memanfaatkanmedia daring (online). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang dapat mempengaruhi kepemahaman peserta didik pada saat pembelajaran daring serta dapat meningkatkan metode pembelajaran guru dengan baik. Penelitian dilaksanakan dengan metode kualitatif dengan cara menyebarkan kuisioner secara online sebanyak 30 responden. Hasil belajar yang diperoleh peserta didik selama setengah semester memiliki rata-rata nilai sebanyak 73,48% untuk penilaian harian bersama (PHB) dan nilai rata-rata penugasan sebanyak 78%. Hasil belajar yang diperoleh peserta didik ditentukan oleh berbagai faktor yang mempengaruhinya. Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar dapat digolongkan dalam dua faktor, yaitu internal dan eksternal. Menurut Dimyati dan Mudjiono (2012). Faktor yang mempengaruhi hasil belajar peserta didik pada penelitian ini yaitu faktor internal yang mendapatkan hasil rata-rata sebanyak 50%. Keywords: Refleksi, Hasil Belajar, Faktor
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN KIMIA BERBASIS DIGITAL DALAM STORYBOARD PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA ‘’BUFFERPEDIA’’ SEBAGAI SUMBER BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XII Riska Novia Sari; Endang Tri Wahyuni Maharani
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 3 (2020): Optimalisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Menuju Kemandirian di Tengah P
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kimia merupakan ilmu yang pada awalnya diperoleh dan dikembangkan berdasarkan percobaan (induktif) namun pada perkembangan selanjutnya kimia juga diperoleh dan dikembangkan berdasarkan teori (deduktif). Storyboard visualisasi ide dari aplikasi yang akan dibangun, sehingga dapat memberikan gambaran dari aplikasi yang akan dihasilkan.Storyboard dapat dikatakan juga visual script yang akan dijadikan outline dari sebuah proyek, ditampilkan shot by shot yang biasa disebut dengan istilah scene. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan pada bulan November, di salah satu Madrasah Negeri di Kota Semarang. Subjek penelitian yaitu siswa XII MIPA tahun pelajaran 2020/2021 yang berjumlah 34 Siswa. Media pembelajaran berbasis storyboard pada materi larutan penyangga akan lebih efektif digunakan, hal ini dapat dilihat dari penguasaan siswa terhadap materi larutan penyangga yang hanya memiliki persentase sebesar 15% dari jumlah keseluruhan siswa, dan juga dapat dilihat dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan di rumah selama pendemi sangat mempengaruhi konsetrasi siswa serta kurangnya waktu yang disediakandalam memahami pembelajaran. Pembelajaran yang dilakukan d irumah sangat berpengaruh, hal ini dapat dilihat dari hasil persentase sebesar 73,50% serta kurangnya waktu yang disediakan yaitu memilki persentase sebesar 23,5%.Kata Kunci : Media pembelajaran, Storyboard, Larutan Penyangga
Perbandingan Tingkat Kemampuan Berpikir Kritis Generasi X dan Generasi Milenial pada Literasi Kimia Pangan Menggunakan Instrumen DOT Falah Nabila; Endang Tri Wahyuni Maharani; Andari Puji Astuti
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 5 (2022): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Guna Menunjang Pencapaian Sustainable Developm
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini masyarakat usia produktif termasuk ke dalam Generasi X dan Milenial. Salah satu skill yang dibutuhkan saat ini adalah kemampuan berpikir kritis. Literasi sains memiliki korelasi yang kuat dengan kemampuan berpikir kritis. Literasi sains penting dikuasai secara umum salah satunya literasi kimia pangan. Literasi kimia pangan mempengaruhi perilaku makan. Pola konsumsi makanan yang tidak sehat akan mempengaruhi kondisi kesehatan namun, masih banyak miskonsepsi tentang pangan yang beredar di masyarakat. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan dan tingkat kemampuan berpikir kritis pada literasi kimia pangan generasi X dan Milenial. Jenis penelitian inimerupakan penelitian Kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan ketentuan generasi X kelahiran tahun 1960-1980 dan generasi Milenial 1981-2000. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesionerdan wawancara, analisis data bersifat statistik dengan tujuan menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Penelitian dilaksanakan dengan cara menyebarkan kuesioner online kepada responden yang memenuhi kriteria yang telah ditentukan. Hasil uji Mann-Whitney diperolah hasil nilai Asymp.Sig. (2- tailed) 0,024 < 0,05. Maka dari itu Ho ditolak yang artinya, terdapat perbedaan pada tingkat kemampuan berpikir kritis Generasi X dengan Milenial pada bidang literasi kimia pangan dengan menggunakan instrumen DOT. Kemampuan berpikir kritis generasi X dan Milenial pada literasi kimia pangan tergolong “cukup kritis” dengan rata-rata 75,10 dan 75,12. Diharapkan untuk peneliti lain untuk mengembangkan penelitian lanjutan terhadap kemampuan berpikir kritis pada literasi kimia pangan seperti studi kasus di suatu tempat, analisis berdasarkan gender dan sosial budaya. untuk pemerintah atau institusi terkait untuk melakukan upaya peningkatan kemampuan berpikir kritis pada literasi kimia pangan untuk kesehatan masyarakat.Kata Kunci : Berpikir Kritis, Literasi Kimia Pangan, Generasi X, Generasi Milenial
Peningkatan Ketrampilan dalam Pembuatan Eco-print Bagi Ibu-Ibu Anggota Gapoktan Mekar Makmur dan PIKK Maratushsholihah Kelurahan Krapyak Semarang Maharani, Endang Tri Wahyuni; Adhimah, Dewi Rokhmatul; Febriansyah, Moch. Rizky; Triyono, Triyono; Sazuana, Yumi; Sari, Sintia; Hikmah, Annisa Nurul; Pramesti, Novia Eka; Mukaromah, Ana Hidayati
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i1.286

Abstract

Latar Belakang: Pembuatan kain batik eco-print menggunakan pewarna dan motifnya berasal dari berbagai bentuk daun, batang, dan akar dari tanaman alami. Motif batik dengan berbagai warna menarik dan terkesan berbeda karena polanya yang unik dan nilai jualnya yang tinggi. Sebagai mitra adalah Gapoktan Mekar Makmur di kelurahan Krapyak Semarang. Tujuan: untuk meningkatkan pengetahuan dan mengetahui cara managemen usaha, mengetahui cara pemasaran hasil produksi serta dapat meningkatkan pendapatan. Metode: Desain pengabdian kepada masyarakat menggunakan metode ceramah tentang tahapan dalam pembuatan batik eco-print, managemen usaha dan praktek pembuatan batik eco-print. Tes dilakukan sebelum dan setelah kegiatan, sehingga diperoleh peningkatan pengetahuan. Pengabdian masyarakat ini mendukung tujuan indikator kinerja utama yaitu dosen untuk mengajar di luar kampus dan menerapkan temuan penelitiannya di masyarakat. Mahasiwa mendapatkan pengalaman belajar di masyarakat dan dapat menerapkan pengetahuan mereka dari kampus ke masyarakat. Hasil: Kegiatan pembuatan eco-print pada tanggal 1 Oktober 2023 di Balai RW6 dengan jumlah peserta 19 orang, meliputi anggota Gapoktan dan PIKK Maratushsholihah. Nilai rata-rata responden sebelum pelatihan adalah 63,16 dan setelah pelatihan 94,21. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat tentang eco-print dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan serta dapat meningkatkan pendapatan anggota Gapoktan dan PIKK Maratushsholihah. Kegiatan ini direkomendasikan dilanjutkan untuk keberlangsungan program PKM. Kata kunci: gapoktan, pelatihan eco-print, PIKK Maratushsholihah _____________________________________________________________________________________ Abstract Background: Making eco-print batik cloth uses dyes and motifs derived from various forms of leaves, stems, and roots from natural plants. Batik motifs with various colors are attractive and seem different because of their unique patterns and high selling value. As a partner is Gapoktan Mekar Makmur in the Krapyak sub-district, Semarang. Objective:  To increase knowledge and know how to manage a business, know how to market production, and increase income. Method: The community service design uses a lecture method about the stages of making eco-print batik, business management, and the practice of making eco-print batik. Tests are carried out before and after the activity so that increased knowledge is obtained. This community service supports the goal of the main performance indicator, namely lecturers to teach outside campus and apply their research findings in the community. Students gain learning experience in the community and can apply their knowledge from campus to the community. Result: Eco-print-making activity on October 1 2023 at Balai RW6 with 19 participants including members of Gapoktan and PIKK Maratushsholihah. The average score of respondents before the training was 63.16 and after the training 94.21. Conclusion: Community service activities regarding eco-print can increase knowledge and skills and can increase income. It is recommended that this activity be continued for the sustainability of the PKM program. Keywords: gapoktan, eco-print training, PIKK Maratushsholihah
Pengembangan praktikum green-chemoentrepreneurship at home berbasis android guna menunjang wirausaha berwawasan lingkungan bagi siswa SMA di masa pandemi covid-19 Rizki Permata Sari; Eko Yuliyanto; Endang Tri Wahyuni Maharani
Science Education and Development Journal Archives Vol. 1 No. 1 (2023): Science Education and Development Journal Archives
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/sendja.v1i1.13

Abstract

Keterbatasan siswa SMA pada masa pandemi Covid-19 adalah tidak adanya praktikum di sekolah pada masa pandemi Covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan mengetahui kelayakan Praktik Kewirausahaan Hijau Berbasis Android di Rumah untuk Mendukung Wirausaha Berwawasan Lingkungan bagi Siswa SMA di Masa Pandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development. Prosedur penelitian pengembangan 4D. Proses pembangunan program aplikasi YouLab Berbasis Android termasuk kriteria sangat baik dalam mendukung kewirausahaan berwawasan lingkungan bagi Siswa SMA di Masa Pandemi Covid-19, dibuktikan dengan hasil validasi ahli materi sebesar 4,6 dan hasil validasi ahli media sebesar 4,6, hasil uji coba skala kecil kepada 3 siswa sebesar 4,3, hasil uji coba skala terbatas terhadap 10 siswa dengan skor 4,4. Hasil uji coba individu pada 1 orang guru dengan skor 4,8. Saran untuk program aplikasi YouLab kedepannya perlu dikembangkan lebih lanjut pada bagian materi. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk melakukan tahap uji coba skala besar.
ECO-ENZYME LIMBAH KULIT PISANG SEBAGAI ALTERNATIF PENGAWET ALAMI PADA BUAH ANGGUR Prasetyo, Muhammad Hadi; Maharani, Endang Tri Wahyuni
JURNAL DARMA AGUNG Vol 32 No 4 (2024): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung (LPPM_UDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/ojsuda.v32i4.4427

Abstract

Konsumsi buah pisang semakin berkembang, semakin banyak pula kulit buah pisang yang terbuang yang dapat mencemari lingkungan. Upaya mengurangi limbah kulit pisang bisa dilakukan dengan cara memanfaatkan limbah kulit pisang menjadi eco-enzyme. Eco-enzyme dapat digunakan sebagai alternatif pengawet buah alami pada buah anggur. Metode penelitian eksperimen dipilih dalam penelitian ini untuk mengetahui adanya respon terhadap perlakuan tertentu. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium kimia selama 3 bulan. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa buah anggur yang diberikan eco-enzyme memiliki waktu pembusukan yang lebih lama daripada buah anggur yang tidak diberikan eco-enzyme. Oleh karena itu, eco-enzyme dari limbah kulit pisang dapat digunakan sebagai pengawet alami pada buah.
Scientific Article "Lesson Study": Portrait of Improving the Teacher Learning Quality Winaryati, Eny; Iksan, Zanaton Haji; Rauf, Rose Amnah Abd; Sugiharto, Prasetyawan Aji; Fadlurohman, Alwan; Yusrin, Yusrin; Maharani, Endang Tri Wahyuni
Journal of Learning Improvement and Lesson Study Vol. 4 No. 1 (2024): JLILS (June Edition)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jlils.v4i1.87

Abstract

The aim of this research is: photographing the teacher's lesson study learning process, as well as evaluate information findings resulting from LS scientific article preparation activities. This research is based on a phenomenological approach, which focuses more on phenomena that are felt, obtained, responded to, perceived by subjects (humans) towards objects (LS scientific articles) written by teachers. The results of LS teacher's writing of scientific articles, are the result of narrating the implementation of lesson study, producing several findings, namely: firstly, they have writing skills to narrate teaching experiences. Some teachers are doing this skill for the first time. Second, photographing LS activities to narrate in articles, provides an interesting and challenging experience. Third, being able to present learning activities to be published as work results is a source of pride for teachers. Fourth, considering that LS activities are personal experiences, conveying them in written form is like telling a story. Fifth, encourage collaborative writing, as a result of collaborative LS experience, and the results of collaborative work. Sixth, preparing LS articles encourages teachers to look for lots of references, so that good LS articles are produced. Seventh, articles that are prepared collaboratively produce rich ideas, because they create an exchange of ideas to produce better articles. Eighth, there is a correlation between the lesson study stages, the problems that will be solved through learning, and the learning strategies carried out by the teacher. Ninth, LS activities will become teacher best practices in learning, when written in a scientific article. This LS scientific article expands information on the success or best practice of learning for many people. Tenth, the quality of the scientific articles produced is a portrait of the mastery of the lesson study that has been carried out. Suggestion: it needs to be used as a habit for lesson study activities which have an impact on writing scientific articles. The aim is to improve writing skills for teachers, while encouraging collaborative work as a habituation process, as well as training that learning experiences can become best practices that can be disseminated as more useful information.
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI KIMIA PANGAN GENERASI Z MENGGUNAKAN INSTRUMEN DOT: STUDI KASUS SALAH SATU UNIVERSITAS SWASTA KOTA SEMARANG Rita Dewi Lukitasari; Andari Puji Astuti; Endang Tri Wahyuni Maharani
JMRI Journal of Multidisciplinary Research and Innovation Vol. 2 No. 2 (2024): August
Publisher : Lembaga Riset dan Pengembangan Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61240/jmri.v2i2.69

Abstract

Generasi Z merupakan generasi yang lahir antara tahun 1995 sampai dengan tahun 2010. Generasi Z sangat rentan terhadap kondisi kesehatan, masalah kesehatan yang dihadapi oleh generasi ini sering kali terkait dengan pola konsumsi yang salah. Oleh karena itu, literasi kimia pangan menjadi hal yang penting dalam memahami dan mengambil keputusan yang bijaksana terkait konsumsi pangan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi kimia pangan generasi Z. dalam penelitian menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, metode yang digunakan adalah explanatory survey. Teknik pengumpulan sampel dilakukan menggunakan Teknik purposive sampling dengan ketentuan 280 responden mahasiswa di salah satu Universitas Swasta kota Semarang dari program studi eksakta dan non-eksakta. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan Uji Independent Sampel T-test yang telah dilakukan diperoleh hasil nilai Sig. (2-tailed) 0,002 < 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak, artinya terdapat perbedaan kemampuan literasi kimia pangan yang signifikan antara mahasiswa dari jurusan eksak dan non eksak. Kemampuan literasi kimia pangan generasi Z secara keseluruhan masuk dalam kategori cukup kritis dengan nilai rata-rata 68,99 namun hal ini tidak selaras dengan perilaku konsumsi sehari-hari. Faktor yang mempengaruhi perilaku konsumsi generasi Z seperti pengetahuan gizi, sosio ekonomi, keluarga maupun aktivitas kampus yang padat.