Jamaludin Jamaludin
Program Studi Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako

Published : 48 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Media Pembelajaran “Mading Pancasila” Untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa Dalam Pembelajaran PPKn Sukmawati Sukmawati; Jamaludin Jamaludin; Miftahul Jannah; Hilwa Hilwa; Deansi Deansi; Fani Fani; Nurfaisa Nurfaisa
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2710

Abstract

AbstrakDalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, guru dituntut mampu menjalankan tugasnya secara inovatif, kreatif, dan kritis dalam proses pembelajaran. Sehingga dengan adanya media pembelajaran mading pancasila yang kreatif mampu menarik perhatian peserta didik dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini guru berperan sebagai fasilitator yang menunjang keberhasilan peserta didik dalam memahami materi yang disampaikan, untuk itu guru harus mampu menyesuaikan dengan media pembelajaran yang digunakan, hal ini berrtujuan agar siswa mampu fokus terhadap materi yang diberikan.Kata Kunci: Pancasila, kreatif, Perkembangan Teknologi, Tantangan Guru AbstractIn the development of science and technology, teachers are required to be able to carry out their duties innovatively, creatively, and critically in the learning process. So that with the existence of creative mading pancasila learning media, it is able to attract the attention of students in the learning process. In this case, the teacher acts as a facilitator who supports the success of students in understanding the material presented, for this reason, the teacher must be able to adjust to the learning media used, this is intended so that students are able to focus on the material provided.Keywords: Pancasila, creative, Technological Development, Teacher Challenge
Penerapan Nilai-Nilai Pancasila Dalam Norma-Norma Yang Ada Di Masyarakat Dituangkan Ke Dalam Media Surat Sukmawati Sukmawati; Jamaludin Jamaludin; Tedy Yudiansa; Rahmat Rahmat; Gersiani Appang Allo; Anjeli Ayu Ranteallo; Riskina Saputri; Tri Nurfallah; Lilla Amalia
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2730

Abstract

AbstrakTujuan dari praktek ini adalah untuk mengetahui seberapa pentingnya nilai-nilai pancasila dan norma dalam pembelajaran PPKN , karena di zaman modernisasi seperti saat ini tidak selalu membawa perubahan yang lebih baik, contohnya yaitu terjadinya degradasi moral yang tampak pada perilaku generasi muda sekarang dengan maraknya pemberitaan tawuran pelajar yang berujung kematian. Hal ini menjadi tanggung jawab orang tua dan guru karena kurangnya perhatian yang cukup untuk anak melalui edukasi nilai, norma, dan moral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, lalu instrumen yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Hasil dari penelitian dinyatakan bahwa guru harus membimbing peserta didik agar dapat menemukan dan mengembangkan konsep, nilai, moral dan norma ke dalam ruang lingkup pembelajaran PPKN . Melalui seorang guru ini kemudian yang harus dilihat bagaimana dalam mengambangkan nilai dan moral sebagai karakterisrik pembelajaran PPKN d dan ketika hal itu mempu dilaksanakan disitulah akan terlihat bahwa dalam pembelajaran PPKN hadir untuk menanamkan nilai dan moral bagi generasi bangsa. Mengapa penanaman nilai dalam rangka pembentukan sikap warga Negara perlu diterapkan dalam kehidupan sehari – hari karena kecerdasan yang tinggi tanpa dibarengi moralitas yang baik, mungkin akan berbahaya bagi diri dan umat manusia. Bagaimana manusia bersikap, dan melakukan perbuatan lahir dan batin sebagai dorongan kehendak yang didasarkan atas putusan akal, rasa, dan kehendak sikap, perkataan dan perbuatan tersebut senantiasa diarahkan kepada kebenarandan kebaikan. Pada diri manusia harus selalu ada kemampuan untuk menyelenggarakan kerjasama akal, rasa, dan kehendak itu dalam hubungan kesatuan, akal ialah yang memberikan pengetahuan tentang perbuatan bagaimana yang harus dilakukan, rasa yang mengujinya dengan berpedoman kepada hasratnya sendiri, sedangkan kehendaklah yang menentukan sikap akan dilakukan atau tidaknya.Kata kunci : pacasila, norma, pembelajaran generasi milenialAbstractThe purpose of this study is to find out how important concepts, values, morals and norms are in teaching pancasila and civic education, because in modern times such as today do not always bring better changes, for example the occurrence of moral degradation that appears in the behavior of the younger generation now with the prevalence of reporting student brawls that lead to death. This is the responsibility of parents and teachers due to the lack of sufficient attention for children through the education of values, norms and morals. This study uses a qualitative approach, then the instruments used are observation, interviews, documentation, and questionnaires. The results of the study stated that teachers must guide students to be able to discover and develop concepts, values, morals and norms into the scope of elementary pancasila and civic education learning. Through a teacher, then what should be seen in developing values and morals as a characteristic of pancasila and civic education learning in elementary schools and when it is implemented, it will be seen that in learning pancasila and civic education is present to instill values and morals for the nation's generation, especially in the scope. Why is it necessary to inculcate values in the context of forming citizen attitudes?applied in everyday life because of high intelligence without being accompanied good morality, may be harmful to self and mankind. How Humans behave, and do physical and spiritual actions as an impulse of will which is based on the decisions of reason, taste, and will, attitudes, words and deeds is always directed to truth and goodness. In humans must there is always the ability to organize the cooperation of reason, taste, and will In a unitary relationship, reason is what gives knowledge about actions how to do it, the feeling that tested it by referring to his own desires, while it is the will that determines the attitude to be carried out or whether or not.Keywords: pancasila, norm, millennial generation learning
Penggunaan Monopoli Pancasila Dalam Pembelajaran PPKn Sebagai Media Pembelajaran Yang Kreatif Dan Menyenangkan Bagi Siswa Sukmawati Sukmawati; Jamaludin Jamaludin; Rian Rian; Husni Husni; Visca Visca; Julian Julian; Eli Eli; Silvia Silvia; Rista Rista
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2782

Abstract

AbstrakPenggunaan media permainan oleh guru kepada siswa bisa digunakan sebagai bahan belajar alternatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penggunaan media pembelajaran sangat penting dalam meningkatkan hasil belajar siswa, karena dengan adanya media pembelajaran sangat membantu pendidik maupun peserta didik agar pembelajaran lebih efisien dan mudah dipahami. Penggunaan media pembelajaran sudah banyak diterapkan dan diimplementasikan oleh guru-guru kepada siswa untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Media pembelajaran dengan konsep permainan akan sangat disukai oleh siswa karena aktivitas pembelajaran akan menyenangkan dan tidak membosankan.Kata kunci: Media Pembelajaran, Hasil Belajar, Menyenangkan AbstractThe use of game media by teachers to students can be used as alternative learning materials to improve student learning outcomes. The use of learning media is very important in improving student learning outcomes, because the existence of learning media is very helpful for educators and students so that learning is more efficient and easy to understand. The use of learning media has been widely applied and implemented by teachers to students to improve student learning outcomes. Learning media with the concept of games will be very much liked by students because learning activities will be fun and not boring.Keywords: Learning Media, Learning Outcomes, Fun
Booklet ‘Pakuli to Kaili’: An Innovative Civics Learning Media Utilizing Local Wisdom to Enhance the Pancasila Student Profile Shofi Nurul Fath; Sunarto Amus; Hasdin Hasdin; Jamaludin; Idrus; Lukman Nadjamuddin
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol. 8 No. 3 (2025): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jp2.v8i3.103205

Abstract

The main challenge in Civic Education lies in the weak integration of Pancasila values with local wisdom, which results in low students’ awareness of cultural identity, particularly the local wisdom of the Kaili ethnic group. This study aims to develop and evaluate the Pakuli To Kaili booklet as an innovative and contextual learning medium. This study employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model. The participants consisted of 35 students, 2 teachers, and 1 media expert as a validator. Data were collected through interviews, observation checklists, expert validation sheets, and student–teacher questionnaires. Instrument validity was analyzed using item–total correlation and reliability using Cronbach’s Alpha, while overall data were analyzed descriptively. Expert validation instruments were used to assess the feasibility of the Pakuli To Kaili booklet as a local wisdom–based Civic Education learning medium. The instruments were designed in the form of a four-point Likert-scale questionnaire (1–4), covering content feasibility, language, presentation, and media design aspects. Validation was conducted by learning media experts and Civic Education subject-matter experts.The results indicate that the Pakuli To Kaili booklet is valid, practical, and effective, and received positive responses from both teachers and students. The booklet was shown to enhance students’ understanding of Pancasila values and strengthen the Pancasila Student Profile based on local wisdom, indicating its potential as a sustainable alternative for contextual Civic Education learning.
Analisis terhadap Efektivitas Integrasi Media Digital dan Pembelajaran Berbasis Isu Mutakhir untuk Peningkatan Literasi Kewarganegaraan pada Era Masyarakat 5.0 Asep Anggi Buldani; Jamaludin Jamaludin; Sunarto Amus; Taufiq Eka Riandhana; Dinie Anggraeni Dewi
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 14 No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/dpp.v14i1.13063

Abstract

The Society 5.0 era has given rise to new citizenship challenges in the digital space, such as hoaxes, polarization of public opinion, hate speech, and low civic literacy. Civic education needs to transform from a theoretical approach to contextual, critical, and digital-based learning. This study aims to examine the effectiveness of issue-based civic education learning integrated with digital media in improving students' civic literacy in the era of Society 5.0. This approach places contemporary socio-political issues as the learning context that allows students to analyze real cases, test citizenship concepts reflectively, and formulate responsible civic attitudes and actions. The use of digital media strengthens this process by providing actual information sources, collaborative discussion spaces, and interactive media that encourage critical thinking and information literacy skills. The results of the study show that the integration of current issues and digital media has the potential to improve students' civic literacy, especially in terms of understanding citizenship issues, critical analysis skills, and awareness and responsibility in socio-political participation. Thus, this learning model is relevant to the character of Society 5.0 as a pedagogical innovation to strengthen civic competencies that are adaptive to the dynamics of digital society.
WORKSHOP PENYUSUNAN RENCANA AKSI PADA PELATIHAN MANDIRI DI PLATFORM MERDEKA MENGAJAR DAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Shofia Nurun Alanur; Jamaludin Jamaludin; Windy Makmur; Nasran Nasran
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27118

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian berupa workshop pelatihan mandiri pada platform Merdeka Mengajar memiliki banyak manfaat penting, khususnya dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di dunia pendidikan. Kurikulum Merdeka menekankan pembelajaran yang berpusat pada siswa, proyek berbasis kehidupan nyata, dan pengembangan profil pelajar Pancasila. Melalui workshop, guru dapat memahami cara menggunakan platform untuk menyusun rencana pembelajaran, modul ajar, dan asesmen yang relevan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan hardskill guru yaitu mampu menyusun rencana aksi yang kreatif, cakap melalui pelatihan mandiri di platform merdeka mengajar, dan menyusun model pembelajaran berdiferensiasi. Metode kegiatan yang digunakan adalah workshop dengan langlah ceramah, praktek dan penyetoran tugas. Mitra kegiatan ini adalah guru-guru di SMKN 1 Dolo Barat sebanyak 21 orang. Sistem evaluasi menggunakan angket/kuosioner melalui google form. Berdasarkan hasil evaluasi, peningkatkan skill guru-guru SMKN 1 Dolo Barat sebanyak 90%.Abstract: Community service activities in the form of independent training workshops on the Merdeka Mengajar platform have many important benefits, especially in supporting the implementation of the Merdeka Curriculum in the world of education. The Merdeka Curriculum emphasizes student-centered learning, real-life-based projects, and the development of Pancasila student profiles. Through workshops, teachers can understand how to use the platform to create learning plans, teaching modules, and relevant assessments. This activity aims to improve teachers' hard skills, namely being able to create creative action plans, being proficient through independent training on the Merdeka Mengajar platform, and developing differentiated learning models. The activity method used is a workshop with lectures, practices, and assignment submissions. The partners in this activity are 21 teachers at SMKN 1 Dolo Barat. The evaluation system uses a questionnaire via Google Form. Based on the evaluation results, the improvement in the skills of SMKN 1 Dolo Barat teachers was 90%.
WORKSHOP PENYUSUNAN RPP DENGAN PENDEKATAN DEEP LEARNING PADA GURU SMK Shofia Nurun Alanur; Jamaludin Jamaludin; Sukmawati Sukmawati; Windy Makmur; Alif Akbar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.34860

Abstract

Abstrak: Workshop penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan pendekatan Deep Learning dilaksanakan sebagai bentuk pemberdayaan guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam meningkatkan kompetensi pedagogik. Permasalahan yang dihadapi adalah masih banyak guru kesulitan menyusun RPP yang selaras dengan Kurikulum Merdeka, khususnya dalam merumuskan tujuan berbasis higher order thinking skills (HOTS) dan merancang asesmen autentik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk (1) memberikan pemahaman konseptual tentang pendekatan Deep Learning, (2) melatih guru menyusun RPP berbasis Deep Learning, (3) meningkatkan kemampuan guru dalam merancang pembelajaran inovatif, dan (4) memperkuat kualitas pembelajaran SMK agar relevan dengan tuntutan dunia kerja. Metode kegiatan dilaksanakan melalui workshop, praktik penyusunan RPP, diskusi interaktif, dan evaluasi menggunakan pre-test, post-test, serta angket. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan: 92% guru lebih memahami konsep Deep Learning, 77% lebih percaya diri menyusun RPP, 85% mampu merumuskan tujuan dengan kata kerja operasional tingkat tinggi, serta 77% mampu merancang asesmen autentik. Temuan ini menunjukkan bahwa workshop berimplikasi positif terhadap peningkatan kapasitas guru, sejalan dengan kebijakan Merdeka Belajar dan tuntutan pembelajaran abad 21. Program serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dengan pendampingan lebih intensif agar kualitas pembelajaran vokasi semakin optimal.Abstract: A workshop on preparing Lesson Implementation Plans (RPP) using the Deep Learning approach was held as a form of empowerment for Vocational High School (SMK) teachers in improving their pedagogical competence. The problem faced was that many teachers still had difficulty preparing lesson plans that were aligned with the Independent Curriculum, especially in formulating objectives based on higher order thinking skills (HOTS) and designing authentic assessments. This community service activity aimed to (1) provide a conceptual understanding of the Deep Learning approach, (2) train teachers in preparing lesson plans based on Deep Learning, (3) improve teachers' abilities in designing innovative learning, and (4) strengthen the quality of vocational high school learning so that it was relevant to the demands of the world of work. The activity method was implemented through workshops, lesson plan preparation practices, interactive discussions, and evaluation using pre-tests, post-tests, and questionnaires. The results of the activity showed significant improvements: 92% of teachers had a better understanding of the Deep Learning concept, 77% were more confident in preparing lesson plans, 85% were able to formulate objectives with high-level operational verbs, and 77% were able to design authentic assessments. These findings indicate that the workshop had positive implications for improving teacher capacity, in line with the Merdeka Belajar policy and the demands of 21st-century learning. Similar programs need to be implemented sustainably with more intensive mentoring to optimize the quality of vocational learning.
Yojo Game-Based Learning: A Kaili Local Wisdom Approach to Strengthening Pancasila Values Jamaludin Jamaludin; Shofia Nurun Alanur; Abdul Rahman; Sunarto Amus; Loso Judijanto; Arif Saefudin; Abdelghani Yahyaoi
Journal of Innovation in Educational and Cultural Research Vol 7, No 4 (2026)
Publisher : Yayasan Keluarga Guru Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46843/jiecr.v7i4.3170

Abstract

In the digital age, the process of internalizing national values faces various challenges due to the dominance of conventional and contextually deficient learning approaches. This study aims to examine the effectiveness of the Yojo digital game-based learning model, which integrates Kaili local wisdom, in strengthening students' understanding of Pancasila values. This study employs a quantitative approach using a quasi-experimental one-group pre-test–post-test design involving 20 students at MAN 1 Kota Palu. Data were collected using cognitive tests and perception questionnaires and analyzed using descriptive statistics, N-Gain Scores, and paired-samples t-tests. The results indicate an improvement in student learning outcomes, with the average score increasing from pre-test to post-test and a moderate N-Gain score. Students' perceptions of the Yojo game's use also fell into the high-to-very-high categories, particularly regarding engagement, motivation, and ease of understanding the material. These findings indicate that integrating local wisdom into game-based learning effectively enhances students' understanding and fosters meaningful, culturally contextual learning experiences. This study contributes to the development of a culturally grounded digital learning model that is responsive to contemporary educational needs.
Co-Authors Abdelghani Yahyaoi Abdul Rahman Abdy Evansyah Ade Ayu Aditya Aditya Agil Agil Agios Tangkuman Agusmita Agusmita Ahmad Gafar Ali Ali Alif Akbar Alifiyah Fitri Nuraisyah Alnawati Alnawati Anastasya Anastasya Andi Rahmatullah Anggriani Lagonda Anis Anis Anjeli Ayu Ranteallo Anjelina Anjelina Annisa Rahmayani Anthonius Palimbong Ardi Ardi Arif Saefudin Ariyadi Ariyadi Arliah Tri Sajana Sastrawati Asep Anggi Buldani Askar Askar Aswad Aswad Asyer Emarvino Kaitu Basran Basran Bela Bela Bryan Bryan Bulan Bulan Cahya Cahya Chairul Anwar Dahlia Syuaib Dalil Dalil Deansi Deansi Dewa Ayu Made Suryani Dewi, Dinie Anggraeni Dinarti Dinarti Dini Prastika Lagole Dwi Septiwiharti Eli Eli Elma Tiana Era Era Fadilla Fadilla Fadly Fadly Fahril Fahril Fani Fani Fatima Az-Zahra Febriana M. Pagisi Febriani Febriani Febrianto Febrianto Fera Fera Fifi Fifi Fina Fatikhatus Solikhah Firman Firman Fitra Fitra Fitria Fitria Fitriani Fitriani Gerhana Gerhana Gersiani Appang Allo Gita Gita Grasia Eirene Dimba Yelvita Dimba Hardian Ningsi Safitri Hasdin Hasdin Hasdin Hasdin Hasdin Hasdin Hasdin Hasdin Hasdin Hasdin Hildayanti Hildayanti Hilwa Hilwa Husaena Almahdali Husain Husain Husni Husni Ibnu Ibnu Idrus Intan Triana Iqra Ifan Irna Irna Ishak Ishak Iskandar Iskandar Isra Isra Isti Qumaira Ivon Ivon Jesicca Jesicca Jihan Fatihah Josua Josua Juana Juana Juisda Elisabet Julian Julian Kaharuddin Nawing Kartini Kartini Kembarini Kembarini Kiki Rinawati Kumbara Kumbara Lilla Amalia Lisa Selviana Lisdayani Lisdayani Loso Judijanto Lukman Nadjamuddin M. Shanda Saputra Madina Madina Marzella Dalla Mayangsari Mayangsari Miftahul Jannah Milan Milan Minarni Minarni Mita Mita Moh Fahrisi Moh. Mudatsir Moh. Rifky Nadila Yulianingsi Nanang Nanang Nasran Nasran Nasran, Nasran Nelfi Nelfi Nia Nia Niluh Niluh Nini Martini Nirmaya Sasnita Sari Novianti Novianti Nur Ainun Nur Azizah Nuraftitah Nuraftitah Nuralia Hamdan Nuralia Nuralia Nurfaisa Nurfaisa Nurhadija Nurhadija Nurhikma Nurhikma Nursholahatun Nursianna Nursianna Nursysyfa Nursysyfa Nurul Asrina Nurul Falah Nurul Hidayah Nurul Ma'rifatika Olha Olha Parigul Parigul Puspa Bandaso Putri Apriani Putri Putri Putri Sabina Putri Wahida Rahmadani H. Dunggio Rahmadani Rahmadani Rahmat Rahmat Rahmawati Rahmawati Renaldi Renaldi Reza Oktaviani Maindo Rezaldi Rezaldi Rian Rian Rifqa Rifqa Rini Wulandari Risal Risal Riska Maharani Riska Tambidjonga Riskina Saputri Rista Rista Sahrul Sahrul Saparudin Saparudin Sartina Sartina Sarwina Ayu Lestari Septiana Septiana Shofi Nurul Fath Shofia Nurun Alanur Shofia Nurun Alanur Shofia Nurun Alanur S Silvia Silvia Sisi Sisi Siti Fatima Siti Fatimah Siti Nurhaliza Siti Rukmana Siti Siti Sri Wahyuni Stevania Stevania Sukmawati Sukmawati Sukmawati, Sukmawati Sumawati Sukmawati Sunarto Amus Sunarto Amus Sunarto Amus Syafaat Muqaddin Tanti Tanti Tantri Tantri Taufik Taufik Taufiq Eka Riandhana Tedy Yudiansa Tesa Tesa Tri Nurfallah Umul Astifa Visca Visca Wafiq Saifullah Wanda Wanda Widya Astuti Windy Makmur Windy Makmur Witra Witra Yasinta Yasinta Yulianti Barung Zulwana Zulwana