Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

IDENTIFICATION OF ETHNOMEDICAL MEDICAL PLANTS FOR DEGENERATIVE DISEASES IN TARERAN DISTRICT, SELATAN MINAHASA REGENCY, NORTH SULAWESI, INDONESIA Ferny Tumbel; Friska Montolalu; Devitha Kalitouw
Indonesian Biodiversity Journal Vol. 1 No. 3 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/ibj.v1i3.4901

Abstract

This study aims to: Obtain distribution data and types of medicinal plants in Tareran District, South Minahasa. Obtain data on the use of medicinal plants for degenerative diseases in Tareran District, South Minahasa. Plant samples can be in the form of leaves, stems and roots or whole plants obtained in Tareran District, South Minahasa Regency. Samples of medicinal plants are devoted to medicinal plants that are used for degenerative diseases. The samples used were wet samples and dry samples (10% moisture content) and wet samples. Materials used include ethanol, alcohol, plant specimen paper, electric oven, etc. Inventory of medicinal plants using plant determination books and writing instruments, cameras and specimen boxes. Data on the use/utilization of medicinal plants using a questionnaire. The results showed that in Tareran District there are many types of plants used as medicinal plants for degenerative diseases, including: Cinnamon (hypertension), Noni (Diabetes), Temulawak (hyperlipidemia). The community has not cultivated medicinal plants intensively. Public knowledge of the scientific efficacy of medicinal plants is still very little so that it affects the utilization of these medicinal plants. In terms of the use of medicinal plants, the economically weak community uses medicinal plants more than the middle to upper economic community. In fact, there are more doubts about the efficacy of medicinal plants in the middle and upper economic community. The use of medicinal plants in the middle to upper economic community is only carried out by the elderly.
ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF CHLOROFORM EXTRACT AND RHIZOPHORA SPP LEAVES METHANOL EXTRACT ON MOUTH BACTERIA Carolin Manuahe; Herry Sumampouw; Friska Montolalu
Indonesian Biodiversity Journal Vol. 2 No. 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/ibj.v2i3.4987

Abstract

The purpose of this study was to obtain the phytochemical profile of the methanol and chloroform extracts of the leaves of Rhizophora apiculata and to find the antibacterial activity of the methanol and chloroform extracts against human oral bacteria. This research was carried out in 3 stages, namely Rhizopora spp. Leaf Sampling, Extraction and Analysis of Secondary Metabolite Content and Antibacterial Activity Test using the agar diffusion method. Based on the results of the phytochemical screening examination of the leaf extract of Rhizopora spp., the results showed that it was rich in chemical compounds of alkaloids, flavonoids, tannins, and saponins in both methanol extract and chloroform extract. The results of the antibacterial activity test of methanol extract obtained that the smallest concentration in bacterial isolate bacteria 2 was 30 mg/ml, while the smallest concentration in bacterial isolate 1 was 50 mg/ml. The results of the antibacterial activity test of the chloroform extract obtained that the smallest concentration in the bacterial isolate bacteria 2 was 20 mg/ml while the smallest concentration in the bacterial isolate 1 was 30 mg/ml. Both methanol extract and chloroform extract had better activity on gram-positive bacteria.
ANALISIS WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP OBAT JADI PASIEN RAWAT JALAN DI RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU Mawikere, Juliana Melda; Pareta, Douglas N.; Mongi, Jeane; Rumagit, Hanna M.; Montolalu, Friska M.
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 7 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jbiofartrop.v7i1.403

Abstract

Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan pasien dalam pelayanan di rumah sakit adalah lama waktu tunggu yang dibutuhkan pasien untuk mendapatkan obat di instalasi farmasi. Kualitas pelayanan akan berpengaruh pada kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan mengetahui berapa lama waktu tunggu pelayanan resep obat jadi pasien JKN rawat jalan di depo Rawat Jalan RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado, apakah sudah memenuhi standar pelayanan minimal rumah sakit sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 129 tahun 2008. Metode penelitian yang digunakan adalah non- dengan rancangan penelitian deskriptif dengan melakukan pengamatan langsung dan pengambilan data dijalankan bersamaan dengan pelayanan dilaksanakan, serta wawancara untuk mengetahui persepsi dan pendapat pimpinan dan petugas depo. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata waktu tunggu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan resep obat jadi adalah 58,52 menit.  Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata waktu tunggu pelayanan resep di depo Rawat Jalan RSUP.  Prof.  Dr.  R.  D.  Kandou Manado belum memenuhi standar pelayanan minimal waktu tunggu pelayanan resep.
Uji Efektivitas Ekstrak Daun Singkong Karet (Manihot gglaziovii) Terhadap Proses Penyembuhan Luka Sayatan Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Asmuruf, Yunice; Tumbel, Silvana L.; Mongi, Jeane; Lengkey, Yessie K.; Maarisit, Wilmar; Montolalu, Friska M.; Ginting, Margaretha S.
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 7 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jbiofartrop.v7i1.424

Abstract

Negara Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati yang dapat diolah menjadi berbagai macam obat yang dapat dimanfaatkan dalam semua aspek kehidupan manusia.  Salah satu tanaman yang digunakan adalah daun singkong karet yang mengandung flavonoid, saponin, dan tanin yang diketahui mempunyai aktivitas sebagai antibakteri dan juga memiliki efek dalam mengobati luka pada tikus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas ekstrak daun singkong karet (Manihot glaziovii) terhadap proses penyembuhan luka sayatan. Penelitian ini menggunakan tikus putih jantan sebanyak 15 ekor dengan membuat luka sayat di punggung tikus. Penelitian ini menggunakan bentuk ekspreimen laboratorium dengan 5 perlakuan yang terdiri dari negative control, positive control dan 3 konsentrasi bertingkat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun singkong karet konsentrasi 15 persen memberikan efek penyembuhan yang lebih efektif dibandingkan dengan ekstrak konsentrasi 5 persen dan ekstrak konsentrasi 10 persen.
Uji Efektivitas Infusa Daun Sereh (Cymbopogon ciratus) Sebagai Antipiretik pada Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Vaksin DPT-H Sawilan, Frensiska; Sambou, Christel N.; Hariyadi, Hariyadi; Kanter, Jabes W.; Untu, Sonny D.; Montolalu, Friska M.
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 6 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/Biofartrop.v6i2.441

Abstract

Sereh (Cymbopogon ciratus) termasuk tanaman obat banyak digunakan sebagai obat tradisional, daun sereh secara empiris digunakan untuk menurukan demam. Kenaikan suhu tubuh diatas normal disebut demam yaitu 36-37ºC. Antipiretik merupakan obat yang dipergunakan dalam penurunan suhu tubuh ketika orang menderita demam. Tujuan penelitian dalam melihat efektivitas infusa daun sereh (Cymbopogon ciratus) untuk antipiretik kepada Rattus norvegicus (tikus putih jantan)diinduksi vaksin DPT-Hb. Pengujian mempergunakan metode rancangan acak lengkap. Pengujian ini terdapat 5 perlakuan yakni kontrol negatif (Na-CMC), Kontrol positif (Paracetamol) dan kelompok uji yaitu pemberian infusa daun sereh dosis 6,3 mg/200grBB, 12,6 mg/200grBB, dan 25,2 mg/200grBB. Pengukuran suhu dilaksanakan sebelum diberikan vaksin DPT-Hb dan sesudah diberikan vaksin DPT-Hb. Tikus putih jantan diinduksi vaksin DPT-Hb dengan dosis 0,2 mL secara intramuscular. Suhu rektal diukur selama 3 jam dengan interval waktu 30 menit. Data yang didapatkan di analisis dengan paired sample test lalu dengan pengujian ANOVA dan Uji HSD (Honestly Significant Difference). Hasil penelitian menunjukan pada uji efek antipiretik menunjukkan penurunan suhu pada menit ke-180 pada dosis 6,3 mg/200grBB mengalami penurunan sebanyak 0,64ºC, pada dosis 12,6 mg/grBB mengalami penurunan suhu sebanyak 0,9ºC sedangkan pada dosis 25,2 mg/200grBB mengalami penurunan sebanyak 1,07ºC.
Studi Aktivitas Antioksidan Dari Ekstrak Etanol Daun Benalu (Dendrophthoe pentandra (L.) Miq) Pada Tanaman Pala Besin, Cecilia S. M.; Kanter, Jabes W.; Maarisit, Wilmar; Tumbel, Silvana L.; Pareta, Douglas N.; Montolalu, Friska M.
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 7 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jbiofartrop.v7i1.447

Abstract

Antioksidan merupakan zat yang menghambat atau mencegah kerusakan sel akibat oksidasi dari radikal bebas. Salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai alternatif pengobatan tradisional dan berpotensi sebagai antioksidan adalah benalu pala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah benalu pala memiliki aktivitas antioksidan dengan melakukan uji skrining fitokimia dan Spektrofotometer UV-Vis. Metode penelitian ini menggunakan benalu pada tanaman pala dan diekstraksi dengan etanol 95% dengan metode maserasi kemudian dipekatkan dengan rotary evaporator pada suhu 40°C untuk mencegah dekomposisi senyawa yang terdapat didalamnya. Setelah itu, dilakukan uji skrining fitokimia yang bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit yang ada pada sampel. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan metode DPPH pada panjang gelombang 517 nm dan pembanding vitamin C menggunakan Spektrofotometer UV-Vis, sedangkan uji skrining fitokimia secara kuantitatif dengan uji tabung reaksi untuk mengetahui senyawa-senyawa metabot yang ada seperti alkaloid, flavonoid, saponin, taniin, triterpenoid, dan steroid. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada uji skrining fitokimia, menunjukkan bahwa sampel memiliki senyawa metabolit seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan triterpenoid. Sedangkan untuk hasil uji antioksidan nilai IC50 yang diperoleh dari hasil persamaan regresi linier ialah 4,644 untuk ekstrak kasar dan nilai IC50 vitamin C sebagai pembanding 0,169. Berdasarkan hasil uji analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa daya antioksidan yang didapatkan tergolong sangat kuat dan berpotensi menangkal radikal bebas DPPH.
Aplikasi Budidaya Itik Petelur Berbahan Pakan Lokal pada Kelompok Tani Nyiur Melambai Untu, Sonny Denny; Palandi, Reky Royke; Rumondor, Fadly Steven Jefry; Montolalu, Friska Mery; Kanter, Jabes; Karauwan, Ferdy; Korua, Sammy Rommy Novie
Servitium Smart Journal Vol 3 No 1 (2024): Servitium Smart Journal
Publisher : Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31154/servitium.v3i1.33

Abstract

This service aims to help the Nyiur Melambai Farmers Group in Tomohon City in increasing the productivity of laying ducks through the application of locally made feed. The main problems faced by partners are the high price of commercial feed, low knowledge in making alternative feed, and suboptimal business management. The solutions implemented include training in processing feed from local ingredients, introduction to appropriate technology, and cage renovation. The results of this activity show an increase in feed production, a reduction in feed costs, and an increase in the capacity of partners in business management. This service contributes to increasing partner income and strengthening the sustainability of the laying duck business.
Antibacterial Activity Test Of Epazote Leaf Infusion (Dysphania ambrosioides L.) Against Escherichia coli Bacteria Carolina, Saroinsong F.; Montolalu, Friska M.; Tumbel, Silvana L.; Kanter, Jabes W.; Maarisit, Wilmar; pakingki, Priska
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 7 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jbiofartrop.v7i2.458

Abstract

The most common health problem in Indonesia is bacterial infection. Dysphania ambrosioides L., also known as epazote leaves, is an herbal plant that has antimicrobial potential. This research was conducted to see at what concentration there is antibacterial activity of epazote leaf infusion Dysphania ambrosioides L. against Escherichia coli bacteria. This laboratory experimental study used a complete randomized design (RAL) research. Antibacterial activity testing of epazote leaves was carried out using the disc paper diffusion method with concentrations of 50%, 75%, and 100%. Epazote leaves are boiled in an infusion pan for 15 minutes, until the temperature reaches 90 degrees Celsius. Ampicillin positive control 10 ?g/disc. Based on the test results of secondary metabolites of positive epazote leaf infusion there are alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, triterpenoids, and phenolics. The results of the study showed that infusion of epazote leaves inhibited Escherichia coli bacteria by diameter inhibition. Average at a concentration of 50% = 14.04 mm, 75% = 16.92 mm, 100% = 17.94 mm, which means that there is antibacterial activity of epazote leaf infusion against Escherichia coli bacteria.
Analysis of Medicine Management in the Pharmacy Installation at Hospital X of Tomohon City Rumagit, Hanna M.; Montolalu, Friska M.; Timburas, Mitra W.
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 7 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jbiofartrop.v7i2.479

Abstract

This study aims to analyze the efficiency of medicine management at Hospital X in Tomohon City by evaluating such indicators as selection, procurement, distribution, and use of drugs. It employed a descriptive method to examine retrospective data gleaned from interviews to assess the compliance of medicine management with the standards set by the Indonesian Ministry of Health, WHO, and Regulations of the Ministry of Health. The results indicated that the selection phase only reached 55.65% compliance with the National Formula, while procurement showed a budget allocation of 25.08%, which was below the standard. The distribution of drugs demonstrated full compliance on several indicators, such as the percentage of physical drug matching with stock cards (100%) and documentation error frequency (0%). Drug use showed varied outcomes in that antibiotic prescribing reached 30.2%, exceeding the WHO standard of ?22.7%. To some extent, this indicated potential irrationality. The study concludes that while the distribution and some aspects of procurement have satisfied the standards, the selection and use of drugs require improvement to enhance efficiency and regulatory compliance.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN MELALUI PELATIHAN PENGGUNAAN MESIN TEPAT GUNA DI DESA MOKODITEK Montolalu, Friska Mery; Rumondor, Fadly; Potalangi, Nerni O; Soputan, Grace Jenny; Samuel, Mokosuli Yeremia; Pomalingo, Moh Fikri
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol. 7 (2024): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan teknologi dalam proses pasca-panen sering menjadi hambatan utama dalam meningkatkan produktivitas pertanian di daerah perdesaan yang berbukit-bukit, termasuk di Desa Mokoditek. Jagung dan kelapa sebagai komoditas utama di desa ini diolah secara manual, yang membutuhkan waktu dan tenaga yang besar dan mengalami kesulitan dalam pengangkutan hasil panen. Untuk mengatasi tantangan tersebut, program ini memperkenalkan mesin pemipil jagung portabel, penepung, penggiling, dan pemarut portabel berpenggerak motor yang bisa dibawa sampai dilokasi pertanian sebagai solusi berbasis teknologi tepat guna. Pelatihan yang diberikan mencakup cara penggunaan, pemeliharaan, dan penerapan teknologi dalam kegiatan pasca-panen. Pelatihan ini berdampak pada peningkatan efisiensi produksi, dengan produktivitas hasil panen meningkat hingga 50% dan pengurangan waktu kerja sebesar 70% dibandingkan metode tradisional. Teknologi ini juga memungkinkan petani melakukan diversifikasi produk, seperti tepung jagung, minyak kelapa klentik, dan pakan ternak, yang memberikan nilai tambah pada hasil pertanian mereka. Pendapatan petani meningkat hingga 30%, serta tercipta peluang usaha baru yang mendukung keberlanjutan ekonomi desa.