Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Indeks Massa Tubuh Dan Hipertensi Pada Remaja: Analisis Data Penerima Vaksin Covid-19 KKP Bandung 2021 Mon Via, Liana Rica; Sudaryo, Mondastri Korib
Jurnal Dunia Kesmas Vol 12, No 2 (2023): Volume 12 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v12i2.9105

Abstract

Prevalensi hipertensi di Indonesia adalah sebesar 34,11%, dengan salah satu faktor risikonya adalah lansia. Namun saat ini hipertensi juga mulai bergeser ke usia muda termasuk usia remaja, dan salah satu faktor risiko hipertensi di usia remaja adalah Indeks Massa Tubuh (IMT). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanya hubungan Indeks Massa Tubuh dan kejadian hipertensi pada remaja dengan mengambil data skrining vaksinasi Covid-19 KKP Bandung tahun 2021. Rancangan penelitian adalah cross sectional dengan variabel independen adalah indeks massa tubuh sedangkan variabel dependen adalah hipertensi. Variabel kovariat yaitu: usia, jenis kelamin, dan dosis vaksinasi yang akan diterima (terkait kecemasan). Sampel penelitian adalah total sampel yaitu responden berusia 10-19 tahun yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, sebanyak 1.630 responden. Analisis bivariat menggunakan uji chi square, sedangkan analisis multivariat menggunakan uji regresi cox. Hasil penelitian menunjukkan sebesar 15,83% remaja mengalami hipertensi. Indeks massa tubuh berhubungan dengan terjadinya hipertensi pada remaja. Remaja kategori gemuk memiliki risiko hipertensi sebesar 2,082 kali dibandingkan remaja yang tidak gemuk (p = 0,000; PR = 2,082; 95% CI = 1,574 - 2,754). Disarankan selain melakukan pemeriksaan tekanan darah secara teratur sebagai upaya kontrol, faktor risiko hipertensi pada remaja dapat dikurangi dengan menjaga IMT tetap pada kategori normal dengan menerapkan pola hidup sehat.
Prediktor Kejadian TB pada ODHA di Salah Satu RS Pemerintah Bogor, Tahun 2014-2016 Karima, Ulya Qoulan; Sudaryo, Mondastri Korib; Kiptiyah, Nuning Maria
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 1, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TB merupakan tantangan bagi pengendalian Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) karena merupakan infeksi oportunistik terbanyak pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA). TB dapat meningkatkan progresivitas HIV dan meningkatkan risiko kematian bagi penderita HIV. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prediktor yang berhubungan dengan kejadian TB pada ODHA di salah satu RS tahun 2014-2016. Desain studi yang digunakan adalah cross sectional dengan menggunakan data register ART dan Rekam Medis. Sampel berjumlah 817 pasien HIV. Analisis data dilakukan dengan menggunakan multiple cox regression. Hasil analisis multivariat menunjukkan adanya peningkatan risiko TB pada kelompok dengan anemia (PR=1,54, 95% CI: 1,17-2,03) dibandingkan kelompok tanpa anemia, adanya status IO (PR=5,9, 95% CI: 2,92-11,91) dibandingkan kelompok tanpa IO, stadium HIV 3-4 (PR=8,794, 95% CI: 4,54-17,00) dibandingkan stadium HIV 1-2. Selain itu ditemukan adanya interaksi antara variabel stadium HIV dan status IO. Perlu adanya perhatian khusus kepada ODHA dengan anemia, infeksi oportunis, dan stadium HIV lanjut (3-4) serta perlu perhatian khusus kepada ODHA dengan stadium HIV awal (1-2) tetapi disertai dengan infeksi oportunis
Determinan yang Meningkatkan Risiko Terinfeksi HIV pada Wargabinaan Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan di Indonesia: Studi Tinjauan Pustaka 2007-2017 Sudaryo, Mondastri Korib
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wargabinaan pemasyarakatan (WBP) diduga berisiko terinfeksi HIV selama tinggal di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) akibat menyuntik narkotika dan perilaku berisiko lainnya. Studi ini bertujuan mengetahui determinan yang meningkatkan faktor risiko terinfeksi HIV di kalangan WBP di lapas/rutan di Indonesia. Rancangan studi adalah tinjauan pustaka sistematik (systematic literature review) yang merangkum dan membandingkan hasil studi dari 12 artikel yang diterbitkan sejak 2007 2017 di jurnal nasional/internasional berbahasa Inggris/Indonesia mengenai karakteristik dan determinan infeksi HIV pada populasi WBP yang tinggal di lapas/rutan di Indonesia. Karakteristik demografis WBP: umumnya laki laki; usia rata-rata 30 tahun (rentang: 21-51 tahun); sebagian besar <=SMU; setengahnya menikah. Prevalensi HIV di kalangan WBP di beberapa lapas: 10%-56%. Tiga survei nasional tahun 2011, 2013, 2015 menunjukkanprevalence rate antara 1,2% – 3%. Proporsi perilaku berisiko: menyuntik narkotika (antara 5% - 66%), berbagi jarum suntik (28%-47%), kontak seksual tidak aman dengan sesama WBP (2%-13%), atau dengan WPS (96%), pakai tattoo (2%-56%), atau tindik (5%-13%), minum alkohol (47%). Dari 3 survey yang sama tingkat prevalensi Sifilis antara 2,1%– 5%. Determinan/faktor risiko terinfeksi HIV: menggunakan narkotika suntik (OR antara 11,4 - 104,8), pakai tatoo (OR: 1,7 -2,4), pakai tindik (OR = 4,4), seks tidak aman (OR=1,9), terinfeksi Sifilis (OR=4,2). Faktor-faktor penting yang meningkatkan risiko terinfeksi HIV di kalangan WBP di lapas/rutan adalah penggunaan narkotika suntik, berbagi jarum suntik tidak steril, kontak seksual dengan sesama WBP &/ WPS, terinfeksi Sifilis dan memakai tato/tindik.
Hubungan Campak dengan Berat Badan Kurang pada Anak Usia 24-59 Bulan di Indonesia (Analisis Data Survei Status Gizi Indonesia 2021) Gautami, Wiandhari Esa; Sudaryo, Mondastri Korib
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 8, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berat badan kurang atau underweight merupakan masalah gizi kurang yang diukur dengan perbandingan berat badan dan umur. Berat badan kurang pada balita akan mempengaruhi pertumbuhan fisik, kemampuan kognitif, meningkatkan risiko kematian dan penularan infeksi penyakit, salah satu penyakit infeksi yang umum terjadi pada balita adalah campak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan infeksi campak dengan berat badan kurang pada balita usia 24-59 bulan di Indonesia, dengan mengontrol variabel kovariat diantaranya jenis kelamin, usia, pendidikan ibu BBLR, riwayat TB paru, riwayat diare, riwayat ISPA, riwayat imunisasi campak dan pola makan. Studi ini menggunakan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) di 34 Provinsi di Indonesia menggunakan stratified two stage sampling, desain studi ini adalah cross-sectional. Uji statistik yang digunakan adalah cox regression. Dari 57,904 sampel balita, studi menunjukan sebagian besar sampel berjenis kelamin laki-laki 51,22% (29.661) dengan berat badan kurang 19,02% (11.014) dan balita yang menderita campak sebanyak 2,74% (1.585). Hasil studi Penelitian ini menggambarkan tidak ada hubungan antara campak dengan berat badan kurang pada balita dengan nilai Adjusted PR (prevalence ratio) 1,03 (95%CI 0,91-1,16) yang artinya prevalensi balita dengan berat badan kurang yang terinfeksi campak hampir sama jika dibandingkan dengan balita yang tidak terinfeksi campak. Hasil tidak signifikan pada studi ini tidak serta merta menyangkal kemungkinan hubungan antara campak dan underweight, hal tersebut mungkin saja terjadi karena adanya keterbatasan data dan desain pada penelitian ini.
Hubungan Penyakit Jantung Koroner dengan Kebugaran Jasmani pada Jemaah Haji di Provinsi DKI Jakarta Tahun 2023 Herawati, Yanti; Sudaryo, Mondastri Korib
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 8, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Haji adalah ibadah yang membutuhkan jasmani sehat juga bugar. Permenkes terkait tentang Istithaah Kesehatan Jemaah Haji Nomor 15 Tahun 2016 membawa konsekuensi mengedepankan pemeriksaan juga pembinaan kesehatan bagi jemaah haji sehingga mampu menyelesaikan seluruh ritual ibadahnya sesuai syariat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan Penyakit Jantung Koroner (PJK) terhadap kebugaran jasmani jemaah haji di Provinsi DKI Jakarta Tahun 2023. Desain studi penelitian menggunakan kohort restrospektif, dengan total sampling sebanyak 4.779 sampel serta menggunakan data sekunder dari aplikasi Siskohatkes Kementerian Kesehatan RI tahun 2023. Kriteria pemilihan sampel adalah responden yang mempunyai data pemeriksaan kesehatan tahap kedua dan hasil pengukuran kebugaran jasmani. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kebugaran jasmani adalah metode Rockport Walking Test atau Six Minutes Walking Test. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat. Analisis bivariat menggunakan uji Cox Regression dan nilai Hazard Ratio (HR) sebagai kekuatan hubungan diasumsikan setara dengan Risk Ratio (RR) pada studi kohort. Analisis multivariat menggunakan model proporsional hazard dengan metode Cox Regression dengan metode backward. Berdasarkan model akhir pada penelitian ini, secara statistik PJK berhubungan dengan kebugaran jemaah haji dengan nilai RR adjusted sebesar 1,37 (95%CI:1,19-1,59). Artinya jemaah haji yang mengalami PJK berisiko 1,37 kali lebih besar untuk tidak/kurang bugar dibandingkan jemaah haji tanpa PJK. Perlunya mendorong penerapan program GERMAS dan CERDIK serta upaya pengendalian melalui program PATUH secara optimal untuk mewujudkan kondisi fisik yang sehat dan bugar sehingga memiliki kemampuan untuk melaksanakan seluruh ritual ibadah haji secara mandiri tanpa tergantung pada orang lain. Selain itu, promosi kesehatan terkait kebugaran jasmani dengan menggabungkan aspek fisik (latihan fisik) dan aspek psikologis (Motivation Interviewing) perlu dilakukan secara sinergis melalui kerjasama dan koordinasi baik antar maupun lintas sektor yang terkait.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Ketidakpatuhan Minum Antiretroviral pada Orang dengan HIV di Rumah Sakit Umum Daerah Balaraja Kabupaten Tangerang Sari, Dessi Marantika Nilam; Sudaryo, Mondastri Korib; Nada, Qotrun; Ahmadi, Ilham
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 7, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya kepatuhan terhadap pengobatan menjadi faktor risiko munculnya jenis HIV yang resisten terhadap obat, yang dapat ditularkan kepada orang lain. Kepatuhan terhadap pengobatan yang buruk tidak hanya membahayakan kesehatan individu tetapi juga meningkatkan penularan. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya ketidakpatuhan minum obat ARV pada ODHIV yang mendapatkan terapi ARV di Rumah Sakit Umum Daerah Balaraja. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilakukan di poli HIV Rumah Sakit Umum Daerah Balaraja Kabupaten Tangerang dan waktu penelitian dilakukan pada bulan Juli 2023 menggunakan data sekunder. Populasi penelitian berjumlah 382 ODHIV yang aktif menjalani pengobatan antiretroviral di Rumah Sakit Umum Daerah Balaraja dengan menggunakan teknik random sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi sehingga sampel penelitian berjumlah 198 ODHIV. Analisis data menggunakan aplikasi STATA. Hasil analisis kai kuadrat secara statistik ada hubungan antara stadium klinis HIV (P-value=0,036), lamanya terapi (P-value=0,020), dan riwayat infeksi oportunistik TB (P-value=0,029) dengan ketidakpatuhan minum obat ARV. Hasil analisis Cox Regression dengan faktor yang secara statistik berhubungan terhadap kepatuhan minum obat antiretroviral pada ODHIV adalah lamanya terapi (P-value=0,045) dengan nilai PR 1,45 dengan 95% CI (1,01-2,08), yang artinya lamanya minum obat ARV >5 tahun memiliki resiko 1,45 kali lebih besar tidak patuhnya minum obat ARV. Faktor lamanya terapi ARV memiliki pengaruh terhadap kepatuhan minum obat antiretroviral (ARV) pada ODHIV di Rumah Sakit Umum Daerah Balaraja.
Faktor Determinan Hipertensi pada Jemaah Haji Usia Lebih Dari 40 Tahun di Provinsi DKI Jakarta Tahun 2022 Danny, Danny; Sudaryo, Mondastri Korib
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 7, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di seluruh dunia, hipertensi adalah penyakit tidak menular paling umum yang menyebabkan kematian. Hipertensi menjadi penyakit yang mendominasi pada jemaah haji Indonesia dengan prevalensi yang terus meningkat. Jemaah haji merupakan populasi khusus yang cukup rentan karena ibadah haji membutuhkan kemampuan fisik dan mental yang baik sehingga penyelenggaraan kesehatan haji menjadi tugas penting bagi pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan kejadian hipertensi pada jemaah haji usia lebih dari 40 tahun di provinsi DKI Jakarta tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang dengan sampel sebanyak 3.339 orang. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari pemeriksaan kesehatan tahap 2 jemaah haji yang diperoleh dari aplikasi Siskohatkes Kementerian Kesehatan. Analisis data menggunakan uji chi square (bivariat) dan uji cox regression (multivariat). Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor determinan hipertensi pada jemaah haji usia >40 tahun di provinsi DKI Jakarta tahun 2022 adalah usia (PR 1,45 ; 95% CI: 1,30-1,62) , jenis kelamin (PR 1,18 ; 95% CI: 1,06-1,32), riwayat hipertensi pada keluarga (PR 1,29 ; 95% CI: 1,15-1,45), status gizi (PR 1,38 ; 95% CI: 1,15-1,45), penyakit jantung (PR 1,33 ; 95% CI: 1,14-1,55) dan diabetes mellitus (PR 1,35 ; 95% CI: 1,18-1,54). Usia merupakan faktor determinan yang paling dominan, dimana usia >56 tahun memiliki risiko paling besar (1,45 kali) untuk terjadi hipertensi. Sebagian dari faktor determinan lainnya merupakan faktor risiko yang dapat diubah, sehingga upaya pencegahan hipertensi dapat dilakukan melalui pola hidup sehat dengan ruti melakukan aktivitas fisik yang cukup, mengonsumsi buah dan sayur, tidak merokok dan tidak mengonsumsi alkohol, serta selalu cek kesehatan secara berkala khusus pada jemaah haji usia diatas 56 tahun.
Asosiasi antara Indeks Massa Tubuh dan Mortalitas pada Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalankan Hemodialisa Reguler: Meta-analisis dari Studi Kohort Latupeirissa, Joue Abraham Trixie; Sudaryo, Mondastri Korib; Gabriella, Dorothy, Ms.; Suryandari, Benedikta, Ms.; Putri, Vine Aprilianita Sri Indah, Ms.
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 8, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chronic kidney failure patients must undergo hemodialysis for life, therefore it is important to maximize hemodialysis services in every health facility. Accordingly, factors related to survival rates must be addressed. One of them is low Body Mass Index (BMI). This study assessed the relationship between low BMI and mortality in the patients. The study design used was meta-analysis. The articles involved were in the period 2012 - 2024. There are three literature sources: medical databases, previous studies, and ongoing research. Overall, 26 articles were obtained. Data analysis showed that BMI
Hubungan antara Hipertensi dan Kematian Pasien COVID-19 di Layanan Rawat Inap RSUD Tarakan Tahun 2022 (Association between Hypertension and Mortality of COVID-19 Inpatients at Tarakan Regional General Hospital in 2022) Widyasari, Karina; Sudaryo, Mondastri Korib
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 8, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is an infectious disease caused by the Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). COVID-19 was the leading disease in terms of the highest number of hospital admissions and cause of death at the Tarakan Regional General Hospital (RSUD Tarakan) in 2022. COVID-19 patients who received treatment at the hospital were often individuals with underlying conditions, such as hypertension. Therefore, it is important to conduct research on comorbidities, specifically hypertension, and its relationship to COVID-19 mortality at the RSUD Tarakan’s inpatient in 2022, so the hospital can design spesific care plans for COVID-19 patients with hypertension. This study used a retrospective cohort design with secondary data from the RSUD Tarakan's SIMRS reports. A total of 534 samples met the criteria for analysis. The variables measured included COVID-19 mortality, patient’s age and gender, hypertension, type 2 Diabetes Mellitus (DM), heart failure, Chronic Kidney Disease (CKD), Acute Kidney Injury (AKI), sepsis, and Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS). Analysis was performed using cox proportional hazards regression. The results showed a significant association between hypertension and COVID-19 mortality (aRR= 0.406; 95% CI 0.250-0.659; p-value: 0.000) after controlling for age. This indicates that patients with hypertension were 59.4% less likely to die from COVID-19 compared to those without hypertension. It is important to note that there are other factors that were not considered in this study. Therefore, the researchers suggest conducting further studies which take into account the severity of hypertension and the impact of antihypertensive treatment on COVID-19 mortality.
Determinan Faktor dengan Ketidakpatuhan dalam Mengonsumsi Obat Antiretroviral Pada Orang Dengan HIV(ODHIV) Di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Tangerang Tahun 2023 SARI, DESSI MARANTIKA NILAM; Sudaryo, Mondastri Korib; Syarif, Syahrizal; Umniyati, Helwiah; ., Suyono
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 9, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketidakpatuhan alasan utama Pasien HIV tidak menerima pengobatan ARV sehingga harus selalu dipantau dan dinilai secara teratur serta didorong pada setiap kunjungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati determinan faktor terjadinya ketidakpatuhan dalam mengonsumsi obat ARV pada ODHIV yang mendapatkan terapi ARV di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Tangerang. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilakukan di poli HIV RSUD Kabupaten pada bulan November 2023 menggunakan data laporan HIV pada SIHA. Populasi penelitian berjumlah 1.337 ODHIV aktif menjalani pengobatan antiretroviral di RSUD Kabupaten Tangerang dengan menggunakan total sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi sehingga sampel penelitian berjumlah 1.286 ODHIV. Metode analisis data menggunakan cox regression dengan aplikasi STATA. Hasil analisis univariat menunjukan bahwa 88% studi populasi masuk dalam populasi kunci. Didapatkan faktor dominan yang berpengaruh terhadap ketidakpatuhan minum obat ARV adalah: variabel umur (PR 1,20 dengan 95% CI 1,05-1,38), status perkawinan (PR 1,18 dengan 95% CI 1,03-1,36), domisili (PR 1,19 dengan 95% CI 1,04-1,36), viral load (PR 1,27 dengan 95% CI 1,10-1,43), lamanya pengobatan (PR 1,25 dengan 95% CI 1,07-1,47), kelompok populasi kunci (PR 1,27 dengan 95% CI 1,04-1,56) dan dukungan teman sebaya (PR 1,15 dengan 95% 1,00-1,32). Hasil penelitian ini diharapkan menjadi acuan bagi RSUD dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan penanganan HIV/AIDS, melalui edukasi dan motivasi kepatuhan ARV yang didukung keluarga, PMO, dan teman sebaya. Selain itu, perlu pengembangan SIM RS yang fleksibel serta standarisasi pencatatan dan pelaporan untuk optimalisasi pemantauan pasien.