p-Index From 2021 - 2026
6.099
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Dedikasi Jurnal Inspirasi Pendidikan Jurnal Pendidikan Matematika RAFA Jurnal Elemen HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika JMPM: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Pi: Mathematics Education Journal Jurnal Tadris Matematika Buana Matematika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) Kurawal - Jurnal Teknologi, Informasi dan Industri JPM PAMBUDI JPM : Jurnal Pendidikan Matematika Al-Khwarizmi: Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) M A T H L I N E : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika PRISMATIKA: Jurnal Pendidikan dan Riset Matematika J-ADIMAS (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Journal of Education and Learning Mathematics Research (JELMaR) Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MATHEMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA At-Thullab : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Jurnal Graha Pengabdian Rainstek : Jurnal Terapan Sains dan Teknologi Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Pi: Mathematics Education Journal SOROT: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mindset : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Pembelajaran Jurnal Pengabdian Barelang Lentera : Jurnal Kajian Bidang Pendidikan dan Pembelajaran Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran JPM Pambudi Jurnal Tadris Matematika Media Pendidikan Matematika Mathema: Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Didaktik Matematika
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Pi: Mathematics Education Journal

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK PADA MATERI PERBANDINGAN : Indonesia Maria Peda Moni Moza; Nyamik Rahayu Sesanti; Retno Marsitin
Pi: Mathematics Education Journal Vol. 3 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.68 KB) | DOI: 10.21067/pmej.v3i2.4531

Abstract

Penelitian ini dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kreatif peserta didik pada materi perbandingan. Subjek penelitian terdiri atas 28 peserta didik kelas VII-2 SMP Negeri 23 Malang, kemudian diambil 6 peserta didik untuk dianalisis, karena terdapat kesamaan jawaban di setiap tingkatannya. Pengumpulan data dilakukan dengan tes, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi metode. Data dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu pada kriteria kurang kreatif atau Tingkat Kemampuan Berpikir Kreatif (TKBK) dengan 39,28%, dan kriteria tidak kreatif dengan 60,71%. Kriteria sangat kreatif, kreatif dan cukup kreatif tidak ditemukan subjek pada tingkatan ini. Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh kemampuan berpikir kreatif dengan kriteria kurang kreatif, siswa mampu memahami soal, memberikan ide, memberikan lebih dari satu jawaban dan menjawab tetapi belum ada unsur kebaruan. Siswa dengan kriteria tidak kreatif terdapat 17 orang, siswa mampu memahami soal, memberikan ide, memberikan satu jawaban walaupun kurang lengkap dan menjawab tetapi belum ada unsur kebaruan.
ANALISIS PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DALAM DISCOVERY LINK MAP: indonesia Mega Nur Aini; Retno Marsitin; Trija Fayeldi
Pi: Mathematics Education Journal Vol. 3 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.752 KB) | DOI: 10.21067/pmej.v3i2.4533

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematika terdiri dari 4 langkah yaitu pemahaman masalah, perencanaan cara penyelesaian, pelaksanaan rencana dan memeriksa kembali. Tujuan adalah untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan pemecahan masalah peserta didik dalam Discovery Link Map dan untuk mengetahui penyebab kesalahan peserta didik dalam menyelesaikan soal. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dan jenis penelitiannya adalah deskriptif-kualitatif. Subjek yang dianalisi adalah 8 peserta didik kelas X SMK Islam Gondanglegi. Prosedur pengumpulan data terdiri dari tes kemampuan pemecahan masalah, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian tes dan wawancara dilakukan validasi oleh validator. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi metode. Data penelitian yang terkumpul dianalisis dengan tahapan perekduksian data, penyajian data dan penarikan kesimpulan Hasil dari penelitian yaitu hasil tes dan wawancara menunjukkan kriteria sangat baik terdapat 4 peserta didik, kriteria baik terdapat 6 peserta didik, kriteria cukup terdapat 4 peserta didik, kriteria kurang terdapat 4 peserta didik, dan tidak ada peserta didik yang tergolong kriteria sangat kurang. Persentase pada aspek memahami masalah adalah 87,03%, pada aspek merencanakan penyelesaian adalah 85,18%, pada aspek melaksanakan rencana adalah 79,62%, dan pada aspek memeriksa kembali adalah 68,51%. Kesimpulannya adalah kriteria sangat baik, kriteria baik, kriteria cukup, kriteria kurang, dan sangat kurang. Penyebab kesalahan peserta didik yaitu masih belum teliti dalam menentukan satuan dari jawaban yang diberikan, kurang memanfaatkan waktu dalam mengerjakan soal, lupa mengerjakan beberapa tahapan pemecahan masalah, dan masih belum paham sepenuhnya metode subsitusi dan metode eliminasi Saran untuk penelitian selanjutnya dapat mengambangkan menjadi beberapa tingkatan yang lebih spesifik
PENERAPAN PENDEKATAN PROBLEM SOLVING MODEL POLYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DI SMP MODERN AL-RIFA’IE MALANG TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Achmad Bachrul Anam; Retno Marsitin; Nyamik Rahayu Sesanti
Pi: Mathematics Education Journal Vol. 4 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.843 KB) | DOI: 10.21067/pmej.v4i2.5377

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami soal dan mengerjakannya terutama pada materi sistem persamaan linier dua variabel. Tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan metode pendekatan problem solving dengan model polya untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model yang dikembangkan oleh Kemmis & Mc Teggart. Penelitian dilaksanakan di SMP Modern Al-Rifa’ie Malang pada peserta didik kelas VIII-D dengan menggunakan subjek sebanyak 28 peserta didik tahun ajaran 2020/2021. Teknik dan Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, adanya peningkatan hasil belajar peserta didik aspek kognitif pada setiap siklus. Persentase ketuntasan rata-rata yang diperoleh pada siklus I yaitu 34% sedangkan persentase ketuntasan rata-rata pada siklus II yaitu 80%. Jadi persentase peningkatan yang terjadi pada siklus I dan II yaitu 46%. Kata Kunci: Penelitian tindakan kelas, problem solving model polya, hasil belajar.
Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Peserta Didik dalam Menyelesaikan Soal Cerita di SMAN 6 Malang Linola, Delima Mei; Marsitin, Retno; Wulandari, Tri Candra
Pi: Mathematics Education Journal Vol. 1 No. 1 (2017): October
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.991 KB) | DOI: 10.21067/pmej.v1i1.2003

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis peserta didik dalam menyelesaikan soal cerita di SMAN 6 Malang. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI MIPA 4. Indikator yang digunakan untuk menganalisis kemampuan penalaran peserta didik antara lain (1 ) melakukan manipulasi matematika, (2) menyusun bukti dan memberikan alasan terhadap kebenara solusi, (3) menyajikan pernyataan matematika secara tertulis, diagram, dan gambar, dan (4) menarik kesimpulan pernyataan secara logis. Teknik pengumpulan data terdiri dari tes tertulis dan wawancara. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil bahwa kemampuan penalaran matematis peserta didik kelas XI MIPA 4 SMAN 6 Malang dalam menyelesaikan soal cerita tergolong tinggi. Peserta didik dengan kemampuan penalaran kategori rendah sebanyak 4%, peserta didik dengan kemampuan penalaran kategori sedang sebanyak 32%, dan peserta didik dengan kemampuan penalaran kategori tinggi sebanyak 64%
LEARNING CYCLE 5E TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS PESERTA DIDIK Dewi Wulandari, Karina Pekasih; Marsitin, Retno; Wulandari, Tri Candra
Pi: Mathematics Education Journal Vol. 1 No. 3 (2018): October
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.386 KB) | DOI: 10.21067/pmej.v1i3.2743

Abstract

Kemampuan komunikasi matematis dapat dikembangakan melalui penerapan model pembelajaran yang tepat. Salah satunya menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Learning Cycle 5E terhadap kemampuan komunikasi matematis peserta didik di SMP Kartika IV-9 Malang. Sampel penelitian adalah kelas VII C dan VII D yang masing-masing berjumlah 31 peserta didik. Jenis penelitian adalah kuasi eksperimen. Analisis data berupa uji validitas dan uji reliabilitas, uji normalitas, uji homogenitas serta uji hipotesis. Pengujian hipotesis menggunakan uji Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menujukkan bahwa pengujian hipotesis diperoleh nilai signifikansi 0,000<0,05 dan rata-rata nilai kemampuan komunikasi matematis peserta didik dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E adalah 61,49serta perlakuan yang diberikan pada peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran langsung adalah 39,39. Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat pengaruh model pembelajaran Learning Cycle 5E terhadap kemampuan komunikasi matematis peserta didik di SMP Kartika IV-9 Malang.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS PESERTA DIDIK DALAM DISCOVERY LINK MAP Setiasari, Atmi; Marsitin, Retno; Fayeldi, Trija
Pi: Mathematics Education Journal Vol. 4 No. 1 (2021): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.402 KB) | DOI: 10.21067/pmej.v4i1.5298

Abstract

The ability of students to express many ideas when solving mathematical problems is called mathematical creative thinking. The level of creative thinking ability is a criterion for understanding and analyzing the creativity of students. The purpose of this study is to classify students' creative thinking skills with a discovery link map model. This study uses a qualitative approach, with a descriptive-qualitative research type. The research subjects consisted of 19 students of class VIIA SMP PGRI 6 Malang, then 6 students were taken to be analyzed, because there were similarities in answers at each level. Accumulated scores were obtained from tests, interviews, and documentation. Test the correctness of the data obtained from the method triangulation technique. Values are analyzed through data reduction steps, data presentation and drawing conclusions. The results of the study included, in the fluency aspect, students were classified as quite creative with a percentage of 63.15%, in the flexibility aspect, students belonged to the creative criteria with a percentage of 73.68%, and in the aspect of authenticity, students belonged to the criteria. not creative with a percentage of 0%. The conclusion based on the results of the study showed that students' mathematical creative thinking abilities in the fluency aspect were classified as quite creative criteria. The flexibility aspect is classified as a creative criterion. The aspect of authenticity is classified as uncreative criteria.
Penerapan Pembelajaran Media Pohon Matematika Untuk Melatih Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa IPA SMA Djoko Adhi Susilo; Retno Marsitin; Kurriawan Budi Pranata
Pi: Mathematics Education Journal Vol. 6 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/pmej.v6i2.8418

Abstract

Mengembangkan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis maupun bekerja sama sudah lama menjadi fokus dan perhatian pendidik matematika di kelas, karena hal itu berkaitan dengan sifat dan karakteristik keilmuan matematika. Padahal kemampuan itu yang sangat diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan kompetitif. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka perlu adanya suatu pendekatan dalam pembelajaran matematika yang dapat membantu mengembangkan kreativitas siswa lewat pola pikir kreatifnya. Dalam pembelajaran matematika, pengajuan masalah (problem posing) menempati posisi yang strategis. Pengajuan masalah dikatakan sebagai inti terpenting dalam disiplin matematika dan dalam sifat pemikiran penalaran matematika. penelitian yang menggabungkan dua pendekatan pembelajaran yaitu problem posing dan open ended untuk melatih kemampuan berpikir kreatif siswa berupa pembelajaran dengan menggunakan media pohon matematika. Penelitian ini mengambil pokok bahasan persamaan kuadrat yang dibahas pada kelas XI semester ganjil. Pokok bahasan ini diambil dengan alasan bahwa materi persamaan kuadrat mempunyai peranan yang cukup penting dalam kehidupan sehari-hari, selain itu berdasarkan hasil wawancara pada observasi awal sebelum melakukan penelitian bahwa banyak siswa masih belum memahami betul tentang persamaan kuadrat. Â