Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pengaruh Berbagai Sumber Arang dalam Me dia Kul tur In Vi tro terhadap Pertumbuhan Plantlet Oncidium Widiastoety, Dyah; Marwoto, Budi
Jurnal Hortikultura Vol 14, No 1 (2004): Maret 2004
Publisher : Indonesian Center for Horticultural Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh berbagai macam sumber arang terhadap pertumbuhan plantlet anggrekOncidium. Anggrek Oncidium merupakan salah satu jenis anggrek yang disukai konsumen. Budidaya anggrekumumnya menggunakan bibit yang berasal dari kul tur in vi tro. Optimasi me dia dalam kul tur in vi tro sangatdiperlukan untuk meningkatkan kemampuan multiplikasi dan kualitas bibit. Salah satu cara untuk mengoptimasi me -dia in vi tro yaitu dengan pemberian sumber arang aktif. Bahan penelitian yang digunakan adalah plantlet anggrekOncidium Goldiana yang ditumbuhkan dalam me dia Vacin dan Went padat dengan penambahan air kelapa 150 ml/l,sukrosa 20 g/l, dan bubur pisang 50 g/l. Perlakuan disusun dalam rancangan acak kelompok dengan lima perlakuandan lima ulangan. Perlakuan terdiri atas pemberian sumber arang ke dalam me dia kul tur, yaitu: tanpa arang (kontrol),arang aktif proanalisis 2 g/l, arang aktif teknis 2 g/l, norit 2 g/l, dan arang kayu 2 g/l. Hasil penelitian menunjukkanbahwa pemberian arang aktif proanalisis 2 g/l atau norit 2 g/l ke dalam me dia kul tur dapat meningkatkanpertumbuhan tinggi plantlet, luas daun, jumlah tu nas anakan, dan jumlah akar.The ef fect of var i ous char coal sources in in vi tro cul tureme dia on the growth of Oncidium plantlet. The aim of this ex per i ment was to de ter mine ef fect of var i ous char coalsources on the growth of Oncidium plantlet. Oncidium in one of the fa vour ite or chid gen era. The or chid plan ta tiongen er ally used or chid seed lings from in vi tro cul ture. Me dia op ti mi za tion is a crit i cal to im prove the ca pac ity of seed -ling mul ti pli ca tion and qual ity. One of the meth ods to en rich the me dium was by the use of a char coal. The ma te ri alsused in this re search were Oncidium or chid plantlet that were cul ti vated in VW me dium with the ad di tion of 150 ml/l ofco co nut wa ter, 20 g/l su crose and 50 g/l ba nana pulp. The treat ments were laid in a ran dom ized block de sign with fivetreat ments and five rep li ca tions. The treat ments were the ad di tion of char coal sources into the cul ture me dium, i.e.with out char coal (con trol), 2 g/l proanalisa char coal, 2 g/l tech nic char coal, 2 g/l norit, and 2 g/l wood char coal. The re -sult showed that the use of 2 g/l proanalisa char coal or 2 g/l norit in the cul ture me dia sig nif i cantly in creased growth ofplant height, leaf size, num ber of shoot, and num ber of roots.
Evaluasi Daya Hasil dan Adaptasi Klon- klon Harapan Krisan Wasito, Antoro; Marwoto, Budi
Jurnal Hortikultura Vol 13, No 3 (2003): SEPTEMBER 2003
Publisher : Indonesian Center for Horticultural Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lima belas klon harapan krisan ditanamkan di lokasi dengan tinggi 700 , 800 , dan 1.200 m di atas permukaan laut menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan, pada bulan Oktober 2000 sampai dengan Maret 2001. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh klon-klon krisan yang berdaya hasil tinggi untuk persiapan pelepasan varietas baru. Luaran yang diharapkan adalah lima klon krisan yang berdaya hasil tinggi dan adaptif terhadap kondisi lingkungan di sentra-sentra produksi krisan. Hasil penelitian mendapatkan lima klon krisan yang adaptif dan berdaya hasil tinggi yang selanjutnya dapat direkomendasikan untuk pelepasan varietas baru. Kata kunci; Krisan; Klon harapan; Daya hasil; Adaptasi ABSTRACT. Fiveteen promising clones of chrysanthemum were planted at three locations with eleva- tion 700, 900, and 1,200 m. above sea level. A randomized design with three replications, and conducted from October 2000 to March 2001. The objective of this experiments was to evaluate the potential yield and adaptation of breeder promising clones related to selection method on chrysanthemum breeding program for releasing varieties. The results showed that five clones of chrysanthemum possesed superior characteristics i.e high yielding potential and adaptive that should be recommended for releasing varieties.
Pengujian Keefektivan Gliokompos terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Krisan Wasito, Antoro; Marwoto, Budi
Jurnal Hortikultura Vol 13, No 3 (2003): SEPTEMBER 2003
Publisher : Indonesian Center for Horticultural Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh aplikasi gliokompos terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman krisan yang dilaksanakan di Kebun Percobaan Balai Penelitian Tanaman Hias Segunung dari bulan September 1999 sampai dengan Januari 2000. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok pola faktorial dengan tiga ulangan. Delapan komposisi media tanam berupa perbandingan volume gliokompos, pupuk kandang dan tanah sebagai faktor pertama dan tiga varietas, yaitu saraswati, retno dumilah dan varietas   dewi sartika sebagai faktor kedua. Data diperoleh dari beberapa peubah pertumbuhan dan hasil bunga. Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa penggunaan gliokompos efektif dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman, hasil bunga serta ketahanan tanaman terhadap serangan penyakit tular tanah.  Pertumbuhan dan hasil bunga  terbaik ditunjukkan oleh varietas Retno Dumilah, disusul dengan varietas saraswati dan dewi sartika.  penggunaan pupuk kandang sebagai media tanam cenderung menurunkan ketahanan tanaman akan serangan beberapa penyakit tular tanah.   Sebaliknya penggunaan gliokompos mampu menekan serangan penyakit tular tanah serta meningkatkan hasil bunga. Kata kunci: Dendrathema grandiflora Tzvelev; Gliokompos; Kesehatan tanaman; Pertumbuhan tanaman;Hasil bunga ABSTRACT. The objective of this experiment was to evaluate effectiveness of gliocompost as soil sterillant on the cutting production and healthiness. Experiment was conducted at Indonesian Or- namental Research Institute Segunung  from September 1999 to January 2000.  A factorial randomized block design with three replications was used in this experiment.  Eight medium compositions described by volume ratio of gliocompost, chicken manure and soil, were notated as first factor. Three varieties, namely saraswati, retno dumilah and dewi sartika, were used as second factor. Data collected were plant growth and healthiness as well as flower pro- duction. Based on the available data, concluded that the best plant growth performance and flowers production were showed by retno dumilah, followed by saraswati and dewi sartika. The use of chicken manure as a planting medium tended reduce plant resistance to soil borne diseases. Inversely, the use of gliocompost as planting medium increased plant resistance and  flower production.
Produktivitas Tanaman Induk dan Kualitas Stek Varietas Krisan di Rumah Plastik dan Lahan Terbuka Budiarto, Bagus Kukuh; Marwoto, Budi
Jurnal Hortikultura Vol 17, No 4 (2007): Desember 2007
Publisher : Indonesian Center for Horticultural Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Krisan merupakan komoditas tanaman hias yang penting pada industri florikultura nasional. Peningkatan harga input produksi akhir-akhir ini menyebabkan penurunan pendapatan petani, sehingga dikhawatirkan dapat mengakibatkan kelesuan pada agribisnis tanaman hias. Usaha peningkatan pendapatan petani krisan dapat dilakukan melalui efisiensi penggunaan input produksi, salah satunya adalah melakukan budidaya tanaman induk pada kondisi terbuka. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui performa pertumbuhan varietas-varietas krisan sebagai tanaman induk dan kualitas stek yang dihasilkan di lahan terbuka dan di bawah kondisi rumah plastik. Penelitian dilaksanakan di Balai Penelitian Tanaman Hias, Segunung dari bulan November 2003 hingga Mei 2004. Dua belas varietas krisan komersial, yaitu Sakuntala, Larasati, Kartini, Nyi Ageng Serang, Dewi Ratih, Dewi Sartika, Cut Nyak Dien, Saraswati, Chandra Kirana, Cut Nyak Meutia, Cat Eye, dan Town Talk ditanam sebagai tanaman induk untuk produksi stek pada 2 kondisi pertanaman. Kondisi pertanaman tersebut adalah di bawah kondisi rumah plastik dan kondisi lahan terbuka. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons varietas terhadap kondisi pertanaman berbeda nyata terlihat dari perbedaan produktivitas tanaman induk dan kualitas stek yang dihasilkan. Secara umum produktivitas tanaman induk dan kualitas stek varietas-varietas krisan yang ditanam di lahan terbuka lebih rendah daripada yang ditanam di bawah kondisi rumah plastik. Namun, di antara 12 varietas krisan yang dicoba, hanya cv. Cut Nyak Dien yang mempunyai daya adaptasi yang paling baik di antara varietas lainnya, terbukti dari produktivitas tanaman induk dan kualitas stek yang tidak berbeda nyata antarkedua tempat tersebut.ABSTRACT. Budiarto, K. and B. Marwoto. 2007. Mother Plant Productivity and Cutting Quality of Chrysanthemum Varieties Grown Under Plastichouse and Open Conditions. Chrysanthemum was one of the important ornamental plant in national floriculture agribusiness. The increase of production cost due to the increase of input prices have led in to the unfavorable business conditions. Efforts have been made to make chrysanthemum production become more competitive and profitable. One of the production input cost, that can be reduced was planting the stock plants for cutting production under open conditions. The research was conducted to find out the stock plant productivity and the cutting quality produced under plastichouse and open conditions. The research was carried out in Indonesian Ornamental Plant Research Institute, from November 2003 to May 2004. Twelve commercial chrysanthemum varieties, i.e. Sakuntala, Larasati, Kartini, Nyi Ageng Serang, Dewi Ratih, Dewi Sartika, Cut Nyak Dien, Saraswati, Chandra Kirana, Cut Nyak Meutia, Cat Eye, and Town Talk were planted as mother stock for cutting production under 2 set of environmental conditions, i.e. under plastichouse and open conditions. A randomized completely block design with 3 replications was used in each location. The results of the experiment showed that varietal differences were found significant among the varieties tested in terms of plant productivity and cutting quality, in both locations. To all varieties tested, better productivity and cutting quality were produced by the stock plants grown under plastichouse than those under open conditions. However, insignificant differences of cutting quality and average number of cuttings produced per plant were found by well adapted cv. Cut Nyak Dien at both planting conditions
Evaluasi Daya Hasil dan Adaptasi Klon-klon Harapan Krisan Wasito, Antoro; Marwoto, Budi
Jurnal Hortikultura Vol 13, No 4 (2003): DESEMBER 2003
Publisher : Indonesian Center for Horticultural Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lima belas klon harapan krisan ditanamkan di  lokasi dengan  tinggi 700, 800, dan 1.200 m dpl  menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan, pada bulan Oktober 2000 sampai dengan Maret 2001. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh klon-klon krisan yang berdaya hasil tinggi untuk persiapan pelepasan varietas baru.   Luaran yang diharapkan adalah lima klon krisan yang berdaya hasil tinggi dan adaptif terhadap kondisi lingkungan di sentra-sentra produksi krisan. Hasil penelitian mendapatkan lima klon krisan no. 49, 26, 4, 21, dan 29 yang adaptif dan berdaya hasil tinggi yang selanjutnya dapat direkomendasikan untuk pelepasan varietas baru. Kata kunci:  Chrysanthemum morifolium; Klon harapan; Daya hasil; Adaptasi ABSTRACT. Fiveteen promising clones of chrysanthemum were planted at three locations with eleva- tion 700, 900, and 1,200 m. above sea level. A randomized design with three replications, and conducted from October 2000 to March 2001. The objective of this experiments was to evaluate the potential yield and adaptation of breeder promising clones related to selection method on chrysanthemum breeding program for releasing varieties. The results showed that five clones of chrysanthemum no. 49, 26, 4, 21, dan 29 possesed superior characteristics i.e high yielding potential and adaptive that should be recommended for releasing varieties.
Pengujian Keefektifan Gliokompos terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Krisan Wasito, Antoro; Marwoto, Budi
Jurnal Hortikultura Vol 13, No 4 (2003): DESEMBER 2003
Publisher : Indonesian Center for Horticultural Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh aplikasi gliokompos terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman krisan yang dilaksanakan di Kebun Percobaan Balai Penelitian Tanaman Hias Segunung dari bulan September 1999 sampai dengan Januari 2000. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok pola faktorial dengan tiga ulangan. Delapan komposisi media tanam berupa perbandingan volume gliokompos, pupuk kandang, dan tanah sebagai faktor pertama dan tiga varietas, yaitu saraswati, retno dumilah, dan dewi sartika sebagai faktor kedua. Data diperoleh dari beberapa peubah pertumbuhan dan hasil bunga. Penggunaan gliokompos efektif dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman, hasil bunga serta ketahanan tanaman terhadap serangan penyakit tular tanah. Pertumbuhan dan hasil bunga terbaik ditunjukkan oleh varietas retno dumilah, disusul dengan varietas saraswati dan dewi sartika.  Penggunaan pupuk kandang sebagai media tanam cenderung menurunkan ketahanan tanaman akan serangan beberapa penyakit tular tanah.  Sebaliknya penggunaan gliokompos mampu menekan serangan penyakit tular tanah serta meningkatkan hasil bunga. Kata kunci: Dendrathema grandiflora Tzvelev; Gliokompos; Kesehatan tanaman; Pertumbuhan tanaman; Hasil bunga ABSTRACT. The objective of this experiment was to evaluate effective- ness of gliocompost as soil sterillant on the cutting production and healthiness. Experiment was conducted at Indone- sian Ornamental Research Institute Segunung  from September 1999 to January 2000.  A factorial randomized block design with three replications was used in this experiment.  Eight medium compositions described by volume ratio of gliocompost, chicken manure, and soil, were notated as first factor. Three varieties, namely saraswati, retno dumilah and dewi sartika, were used as second factor. Data collected were plant growth and healthiness as well as flower pro- duction. Based on the available data, concluded that the best plant growth performance and flowers production were showed by retno dumilah, followed by saraswati and dewi sartika. The use of chicken manure as a planting medium tended reduce plant resistance to soil borne diseases. Inversely, the use of gliocompost as planting medium increased plant resistance and  flower production..
Prospek Penggunaan Mikroba Antagonis sebagai agens pengendali hayati penyakit utama pada tanaman hias dan sayuran ., Hanudin; Marwoto, Budi
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 31, No 1 (2012): Maret 2012
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cultivation of ornamental plants and vegetables faces various problems that inhibit efforts to increase plant production. One of the most important constraints is disease incidences, i.e. wilt disease (Fusarium spp.) on carnation, damping off (Rhizoctonia spp.) on chrysanthemum, bacterial wilt (Ralstonia solanacearum) on Solanaceae, and club root (Plasmodiophora brassicae) on Barssicaceae. One of environmentally-friendly control methods is application of antagonistic microorganisms. The purpose of this paper is to inform prospects of the use of microbial antagonists as biological control agents of major diseases on ornamental plants and vegetables. Antagonistic microbes are the bacteria, fungi, actinomycetes or virus that can suppress other microbes. Antagonistic bacteria (Bacillus subtilis and Pseudomonas fluorescens), antagonistic fungi (Trichoderma harzianum, Gliocladium sp., and non-pathogenic Fusarium), actinomycetes (Streptomyces spp.), and virus (Carna-5 vaccine) are known to be effective as biological control agents. Their use as a biological control agent is proven to be  prospective since their isolation techniques, propagation and biopesticide formulation are well known by inventors in Indonesia. Nowdays, the microbes have been formulated by various research institutes as microbial pesticides and licenced to private company and commercialized widely to the domestic market. This indicates that prospect of application of antagonistic microbe is very bright to control major diseases of ornamental plants and vegetables. 
PENYAKIT KARAT PUTIH PADA KRISAN DAN UPAYA PENGENDALIANNYA ., Hanudin; Marwoto, Budi
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 31, No 2 (2012): Juni 2012
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit karat putih pada krisan yang disebabkan oleh Puccinia horiana P. Henn. merupakan kendala utamadalam budi daya krisan di Indonesia. Kehilangan hasil krisan oleh patogen tersebut pada varietas rentan dapatmencapai 100%. P. horiana bersifat parasit obligat dan memiliki inang terbatas. Cendawan ini menyebar dari satutanaman ke tanaman lain secara cepat dengan menggunakan basidiospora dan teliospora. Tujuan penulisan makalahini ialah memberikan informasi mengenai keberadaan penyakit karat putih pada krisan dan upaya pengendaliannya.Pengendalian P. horiana dapat dilakukan melalui: 1) penggunaan varietas toleran seperti Puma White, Tiger,Yellow West, dan Rhino, varietas introduksi yang sangat resisten, atau varietas lokal seperti kultivar PuspitaNusantara, Puspa Kania, Dwina Kencana, Dwina Pelangi, Pasopati, Paras Ratu, Wastu Kania, Ratna Wisesa, danTiara Salila, 2) perompesan daun terinfeksi yang mampu menurunkan intensitas penyakit karat sampai 44% padatahap awal, tetapi pada tahap selanjutnya menekan serangan penyakit sekitar 3–21%, 3) penyiraman pada pagihari (pukul 7.00), yang dapat menurunkan intensitas penyakit karat yang lebih baik dibandingkan dengan penyiramanpada siang atau sore hari, 4) penggunaan biopestisida berbahan aktif bakteri antagonis Bacillus subtilis BaAKCs-3,Pseudomonas fluorescens Pf-3 Sm, dan Corynebacterium-2, yang masing-masing efektif mengendalikan P. horiana38,49% dan mempertahankan hasil panen 14,58%, dan 5) penggunaan fungisida sintetis propineb atau mankozebyang dapat menurunkan intensitas penyakit karat 20–49%. Pencelupan setek pucuk krisan dalam fungisidamiklobutanil konsentrasi 100 mg/l sebelum tanam efektif mengeradikasi penyakit karat putih.
MEMBANGUN INDUSTRI BUNGA KRISAN YANG BERDAYA SAING MELALUI PEMULIAAN MUTASI Sanjaya, Lia; Marwoto, Budi; Soehendi, Rudy
Pengembangan Inovasi Pertanian Vol 8, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : +622518321746

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri bunga krisan berkembang pesat sejak dua dekade terakhir yang ditandai dengan peningkatan luas area tanam, produksi, produktivitas, nilai ekspor, dan jumlah petani. Dalam rangka menghadapi persaingan global, khususnya memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN, perlu upaya peningkatan daya saing agar industri krisan di dalam negeri tetap berkembang. Kegiatan pemuliaan merupakan langkah strategis untuk me-ningkatkan daya saing dengan menciptakan varietas unggul krisan yang adaptif terhadap perubahan iklim, tahan terhadap hama/penyakit, dan sesuai dengan preferensi konsumen. Pemu-liaan mutasi yang dikombinasikan dengan teknologi kultur jaringan dapat diandalkan untuk menghasilkan varietas unggul krisan, mengingat teknik ini dapat memperbaiki satu atau lebih karakter tanpa mengubah karakter dasar varietas asal. Pera-kitan varietas melalui induksi mutasi terdiri atas dua kegiatan utama, yaitu induksi keragaman melalui aplikasi mutagen dan seleksi secara sistematis terhadap populasi hasil induksi mutasi untuk mendapatkan individu dengan karakter yang diinginkan. Pengembangan varietas krisan mutan perlu dilaksanakan secara berkelanjutan yang diikuti pengembangan industri benihnya. Benih pemulia (BS) berupa planlet diaklimatisasi pada media sekam bakar dengan kondisi lingkungan yang optimal (cahaya rendah dan lembap). Hasil aklimatisasi digunakan sebagai tanaman induk yang akan menghasilkan setek pucuk sebagai benih dasar (FS). Benih dasar (FS) diturunkan menjadi benih pokok (SS) dan benih sebar (ES) untuk dimanfaatkan petani guna mendukung pengembangan agribisnis krisan.
PENYAKIT KARAT PADA KRISAN DAN PENGENDALIAN RAMAH LINGKUNGAN DALAM ERA MASYARAKAT EKONOMI ASEAN 2015 Hanudin, Hanudin; Marwoto, Budi; Djatnika, I.
Pengembangan Inovasi Pertanian Vol 8, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : +622518321746

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mutu bunga krisan merupakan salah satu faktor penting dalam menghadapi persaingan global dan menjadi indikator utama keberhasilan pengelolaan usaha tani krisan. Berbagai faktor dapat menurunkan mutu bunga potong/pot krisan, di antaranya cekaman lingkungan fisik, serangan penyakit, dan lemahnya sumber daya manusia. Di antara ketiga faktor tersebut, serangan penyakit paling berpengaruh terhadap mutu produk florikultura. Pada era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), tuntutan terhadap penerapan standar keamanan pangan dan lingkungan makin tinggi seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan dan lingkungan. Tuntutan tersebut berimplikasi terhadap praktik budi daya tanaman pertanian, termasuk krisan. Penggunaan bahan kimia sintetis yang berdampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan tidak dapat dipertahankan lagi. Tulisan ini membahas penyakit pada tanaman hias, epidemiologi penyakit, prinsip pengendalian penyakit ramah lingkungan, dan penerapannya menyongsong era MEA pada 2015. Sejak pengembangan industri krisan di Indonesia pada 1980-an, usaha krisan menghadapi kendala utama serangan penyakit. Besarnya kerugian yang diakibatkan oleh serangan penyakit ditentukan oleh tipe epidemiologi. Untuk mencegah kerugian akibat infeksi penyakit, perlu penerapan pengendalian penyakit ramah lingkungan dengan prinsip melakukan tindakan yang tepat pada saat patogen berada dalam fase perkembangan yang paling lemah dengan menggunakan tindakan yang memerhatikan kelestarian lingkungan dan keamanan pangan.