Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENDIDIKAN KARAKTER: ANALISIS ANTARA KONSEP DAN IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Amanur Latifah; Zulmuqim Zulmuqim; Muhammad Zalnur
Andragogi: Jurnal Pendidikan Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Vol 4, No 03 (2022): Andragogi: Jurnal Pendidikan Islam dan Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Institut PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36671/andragogi.v4i03.344

Abstract

Pendidikan Karakter adalah pendidikan untuk membentuk kepribadian seseorang melalui pendidikan budi pekerti, yang hasilnya terlihat dalam tindakan nyata seseorang, yaitu tingkah laku yang baik, jujur, bertanggung jawab, menghormati hak orang lain, kerja keras, dan sebagainya. Tujuan utama dalam mempromosikan manusia yang tangguh, baik secara individu atau dalam kelompok. Dalam Islam, karakter lebih dikenal sebagai akhlaq Nabi ketika ia dikirim sebagai delegasi Allah di bumi. Berdasarkan semangat pendidikan karakter saat ini, tulisan ini adalah untuk mengulas tentang bagaimana konsep pendidikan karakter yang sebenarnya dalam Islam serta implementasinya. Adapun metode yang digunakan dalam studi ini yaitu library riset. Hasil kesimpulan dari studi ini yaitu pendidikan karakter dalam Islam terbentuk dalam hal akhlakul karimah. Berdasarkan aspek metodologis, metode pembiasaan dan keteladanan adalah cara terbaik untuk pendidikan karakter, yang membiasakan hal yang baik sampai dianggap sebagai budaya dengan pikiran, perasaan dan tindakan. Dan Contoh hal-hal baik untuk siswa sehingga mentransfer nilai ke dalam jiwa mereka, maka itu akan menghasilkan pengetahuan, serta terwujud dalam tindakan.          
Islamic Education In Brunei Darussalam Rahmat Hidayat; Zulmuqim Zulmuqim; Muhammad Zalnur; Alwis Fajri
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 3 No 3: Desember (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v3i3.539

Abstract

Brunei Darussalam yang menjadi fokus dalam pembahasan ini merupakan salah satu negara kecil di Asia Tenggara jika dibandingkan dengan negara tetangganya Malaysia dan Indonesia. Sebelum lebih jauh membahas tentang perkembangan pendidkan di negara tersebut, terlebih dahulu diuraikan perkembangan Islam sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam pembahasan tentang perkembangan pendidikan di negara yang dimaksud. Penelitian ini merupakan peneliatian pustaka (libarary research). Yang mana penelitian pustaka ini dilakukan diberbagai pustaka atau museum terhadap baha-bahan berupa buku-buku, majalah atau dokumen lainnya. Pembahasan tentang pendidikan merupakan hal yang amat menarik karena manusia sebagai subjek juga sekaligus sebagai objeknya. Perkembangan pendidikan pada setiap negara hampir tidak ada yang sama persis antara satu dengan lainnya, masing-masing memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri terutama di Negara Brunei Darussalam. Brunei Darussalam merupakan salah satu negara di kawasan Asia Tenggara yang terkenal sangat makmur. Brunei Darussalam yang merupakan anggota ke-6 ASEAN ini mendapatkan kemerdekaannya dari Inggris pada tanggal 1 Januari 1984. Kepala negara Brunei Darussalam adalah seorang Sultan yang sekaligus sebagai Kepala Pemerintahan (Perdana Menteri). Sistem Pendidikan Pemerintah Brunei menetapkan tiga bidang utama dalam pendidikan, yaitu: sistem dwi bahasa di sekolah, konsep Melayu Islam Beraja dalam kurikulum sekolah dan peningkatan sumber daya manusia termasuk pendidikan kejuruan dan teknik. Sistem pendidikan di Brunei memiliki banyak kesamaaan sengan negara lainnya seperti Inggris, Malaysia, Singapura sebagai sesama negara persemakmuran dan lain-lain.
Strategies for Avoiding Elementary School Students from Radicalism in Integrated Islamic Elementary School in West Sumatera Zulmuqim Zulmuqim; Zainimal Zainimal; Mahmud Mahmud; Muhammad Zalnur; Adriantoni Adriantoni; Puti Andam Dewi
AT-TA'LIM Vol 29, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jt.v29i2.784

Abstract

The Integrated Islamic Elementary School curriculum is considered exclusive, such as rejecting the ideology of other religions, claims of separation between Islam and the state and even believing in the government's evil conspiracy. Eradication of radicalism in schools is intended to narrow the space for movement, therefore the role of Integrated Islamic Elementary Schools (IIES) is very important in breaking away from the notion of radicalism. This study was conducted to answer the question of how the strategy of an integrated Islamic elementary school in integrating the curriculum, extracurricular activities, environmental creation and other activities to prevent radicalism is carried out. This is qualitative research with principals, teachers and students as the subject of documentation studies, and interviews, while data analysis is carried out with the stages of reduction, exploration, verification and contextualization of data. The result of this research is that research shows that the integration of the learning curriculum at IIES West Sumatra is divided into four types that strengthen the applicable curriculum for character strengthening, personal strengthening of students to face global challenges. Strategies in extracurricular activities are carried out with a structured and systematic pattern. The three strategies for creating the environment are pursued in an Islamic atmosphere, non-discriminatory, based on genetic characteristics, upholding ethical values, respecting cultural pluralism, and a polite culture for school members. The four strategies for routine, spontaneous and exemplary activities to prevent radicalism are carried out by strengthening character and integrating activities with learning activities, nurturing and habituation in the form of worship activities, order, neatness and cleanliness, eating and drinking. drinking, social behavior. So it can be concluded that there is no indication of the strengthening of radical ideology in IIES West Sumatra