Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Perilaku “Cerdik” sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular pada Lansia Islamudin, Syarif Febrian; Maryoto, Madyo; Sumarni, Tri
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 5 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v5i5.670

Abstract

Introduction: Older adults are vulnerable to noncommunicable diseases (NCDs) due to the aging process, lifestyle changes, and lack of health knowledge. The high incidence of NCDs among older adults in Karangsembung Village has not been matched by adequate health education. The implementation of CERDIK behavior is seen as an effective strategy to raise awareness and prevent NCDs. Objective: This activity aims to increase the knowledge of the elderly regarding CERDIK behavior as an effort to prevent NCDs. Method: The activity methods included a pre-test, interactive education on CERDIK behavior, a post-test, and observation of the application of behavior in the elderly at the Manggis Health Center in Karangsembung Village. Result: The pre-test results showed that most participants’ knowledge was in the adequate category (47.4%), which increased to the good category (89.5%) after education. Implementation of CERDIK behavior was largely achieved, with 100% compliance in routine health checks, smoking cessation, light physical activity, healthy eating, healthy sleep, and stress management. However, knowledge regarding the dangers of smoking (52.6%) and adequate sleep (89.5%) remained suboptimal. Conclusion: These findings indicate that health education effectively improves knowledge and promotes positive preventive behaviors, though certain areas still require reinforcement.
Gambaran Tingkat Demensia pada Lansia di Rojinhome Ikedaen Okinawa Jepang Nabila, Bangkit Isna; Kurniawan, Wasis Eko; Maryoto, Madyo
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 8 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v2i8.425

Abstract

The aging process in the elderly can be divided into three stages, namely weakening of function, functional limitations, disabilities, and handicaps that arise as a result of this decline. The cognitive or intellectual system, namely dementia, is one of the body systems that experience decline. Dementia is a condition of progressive intellectual decline that affects cognitive and functional abilities. Dementia has a detrimental effect on the elderly if not treated immediately, including changes in the patient's behavior such as forgetting who he is, and the elderly who wander alone to a location are likely to get lost because they do not remember the direction home. The brains of older adults with dementia are found to be damaged, with cell death and loss of blood supply to the brain. The aim of this study was to determine the prevalence of senility in the elderly at Rojinhome Ikadaen, Okinawa. The magnitude of senility in the elderly in fulfilling daily activities was described using quantitative and descriptive methods in this study. Most of the older women (75-90 years old) had a history of hypertension, and most had moderate dementia. The elderly are required to be able to perform regular physical activities, ranging from low-intensity activities such as meeting daily needs to moderate-intensity activities such as participating in the orphanage gymnastics program to improve cognitive function.
Education on Making Bay Leaf Tea for Gout Therapy Arthritis in Cadres in Klapagading Kulon Village, Wangon District, Banyumas Regency Adhelia Clarysha; Wasis Eko Kurniawan; Madyo Maryoto
Jurnal Multidisiplin Sahombu Vol. 5 No. 08 (2025): Jurnal Multidisiplin Sahombu, December (2025)
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The community service program, titled "Bay Leaf Tea Education for Gout Arthritis Therapy for Cadres in Klapagading Kulon Village, Wangon District, Banyumas Regency," addresses the significant health problem of gouty arthritis, particularly among the elderly. Gouty arthritis, characterized by severe joint pain, swelling, and redness, is often caused by high uric acid levels due to excessive purine consumption and a lack of public knowledge regarding its management. This problem is prevalent in Klapagading Kulon Village, where 52 elderly people suffer from gouty arthritis, and local cadres lack sufficient knowledge to effectively address it. The choice of this topic is crucial because bay leaves (Syzygium Polyanthum Wight) have known diuretic and analgesic properties, capable of lowering uric acid levels by increasing urine production. They also contain antioxidants and various beneficial compounds such as tannins and flavonoids. The program aims to increase cadres' knowledge about preparing bay leaf tea for gouty arthritis therapy and their interest in disseminating this information to the elderly. The methodology involved pre-testing, health education through lectures, discussions, and live demonstrations of bay leaf tea preparation, followed by post-testing. The results showed a substantial increase in cadre knowledge, with the average post-test score increasing to 95.5 from a baseline of 68.8, and all nine participating cadres achieving the 'good' category. This demonstrates the effectiveness of the educational methods used and the high enthusiasm of the cadres. The program successfully improved cadres' understanding and practical skills, highlighting the importance of utilizing local herbal remedies for non-pharmacological gout management. This enhanced knowledge empowered cadres to provide valuable health information to the elderly in their communities.
Aplikasi Senam Otak Dalam Upaya Meningkatkan Pengetahuan bagi Lansia Ryan, Muhammad Fernan Panggih Aufa; Maryoto, Madyo; Rahmawati, Ns Arni Nur
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7095

Abstract

Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami penurunan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia. Salah satu upaya pencegahan dalam melalui penerapan senam otak yang dapat merangsang kerja otak serta menjaga kemampuan berpikir. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia mengenai senam otak di Desa Kebanggan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Metode pelaksanaan meliputi edukasi melalui ceramah, media audia – visual (video, power point, leafleat), serta demonstrasi langsung senam otak. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post – test. Hasil menunjukan bahwa sebelum dilakukan intervensi, mayoritas lansia memiliki pengetahuan baik yaitu 0% atau 0 lansia kategori cukup yaitu 14% atau 5 lansia, sedangkan kategori kurang 86% atau 32 lansia dan setelah melakukan senam otak, terjadi peningkatan signifikan dimana 89% atau 33 lansia berada pada ketegori pengetahuan baik sedangakan ketegori cukup yaitu 11% atau 4 lansia sedangkan kategori kurang yaitu menjedi 0% atau 0 lansia. Dengan demikian, penerapan senam otak terbukti dapat meningkatkan pengetahuan lansia tentang pencegahan penurunan fungsi kognitif serta mendorong mereka untuk menerapakannya secara mandiri dalam kehidupan sehari – hari.
Intervensi Rom dalam Meningkatkan Mobilitas Fisik Pada Ekstremitas Sinistra Pasien F dengan Stroke Non Hemoragic di Roujinhome Inahokai Okinawa Fitriani, Lilis; Maryoto, Madyo; Ulfah, Mariah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36849

Abstract

Stroke non-hemoragik merupakan penyebab utama gangguan mobilitas fisik pada lansia akibat kerusakan sistem neuromuskular yang berdampak pada penurunan kekuatan otot dan keterbatasan rentang gerak. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk meminimalkan dampak imobilisasi adalah latihan Range of Motion (ROM). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan intervensi ROM dalam meningkatkan mobilitas fisik ekstremitas sinistra pada pasien F dengan stroke non-hemoragik di Roujinhome Inahokai Okinawa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif terhadap satu subjek lansia berusia 70 tahun dengan diagnosis keperawatan gangguan mobilitas fisik. Intervensi ROM pasif pada ekstremitas kiri dan ROM aktif pada ekstremitas kanan dilakukan selama 3×24 jam. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi dengan penilaian mobilitas menggunakan indikator SLKI. Hasil menunjukkan adanya penurunan nyeri dari skala 4 menjadi 2, peningkatan kelenturan sendi, serta peningkatan skor ROM dan pergerakan ekstremitas dari 1 menjadi 3, meskipun kekuatan otot masih berada pada derajat 1. Disimpulkan bahwa intervensi ROM efektif dalam mempertahankan dan meningkatkan rentang gerak sendi, mengurangi nyeri, serta meningkatkan kenyamanan pasien pascastroke non-hemoragik, namun peningkatan kekuatan otot memerlukan rehabilitasi jangka panjang dan kolaborasi fisioterapi.
Upaya Meningkatkan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Kontrol Rutin Pada Penderita Diabetes Melitus Di Puskesmas Kembaran 1 Pradani, Viky Dwi Pradani; Kurniawan, Wasis Eko; Maryoto, Madyo
Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Februari 2026 - Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/mmsxjx30

Abstract

Keluarga merupakan individu terdekat yang dapat berkontribusi aktif untuk memperoleh kepatuhan dan keberhasilan pengobatan. diabetes adalah suatu kondisi metabolisme yang bermanifestasi sebagai peningkatan kadar gula darah melebihi batas normal. Koping negatif disebabkan oleh kurangnya dukungan keluarga sehingga mengganggu kepatuhan kontrol rutin pada penderita diabetes. Tingkat kepatuhan dipengaruhi oleh empat faktor yaitu faktor demografi, penyakit, program terapeutik, dan psikososial. Puskesmas Kembaran II berjumlah 367 pasien.Metode yang digunakan dalam mengatasi permasalahan yaitu dengan pemberian edukasi tentang pengaplikasian metode pendampingan keluarga pada tingkat kepatuhan minum obat penderita diabetes mellitus dengan metode edukasi. Pengukuran tingkat pengetahuan peserta dilakukan dengan mengidentifikasi pengetahuan sebelum (pre-test) dan setelah (post-test) kegiatan pengabdian.setelah dihitung dari 30 peserta 26 peserta di kategori kurang pengetahuan dengan presentasi 86,6%, 3 peserta di kategori baik dengan presentase 0,1%, dan 1 peserta sudah di kategori cukup baik dengan presentase 0,03%, 30 peserta, 28 peserta meningkat kategori cukup baik dengan presentase 93,3%, dan 2 peserta meningkat kategori baik dengan prasentase 0,06%. Berdasarkan nilai presentase pre-test dan post-test dapat disimpulkan bahwa ada perubahan nilai dalam pengetahuan sebelum dan sesudah mengikuti penyuluhan tentang dukungan keluarga tentang kepatuhan kontrol rutin yang awalnya menujukan pengetahuan mayoritas masih di kategori kurang, setelah dilakukan penyuluhan kepada keluarga penderita diabetes melitus menunjukan adanya peningkatan pada angka pengetahuan yang baik dalam pemahaman mereka, hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yang telah dilaksanakan dapat dilihat adanya peningkatan pengetahuan dari nilai presentase pada pre-test dan post-test adanya peningkatan sebanyak 16,67%, dari hasil nilai tertingi pada saat pre-test 86,6% (kurang) dan nilai tertinggi pada post-test 93,3% (cukup baik). 
Co-Authors Adhelia Clarysha Adiratna Sekar Siwi Afifah, Titi Nur Alfiah, Viqi Fatatun Alfiana, Unik Amela Noormalita Apriliyani, Ita Ardiyan Damar Prabowo Arni Nur Rahmawati Asih Syifa'ul Hasanah Astuti, Yuria Dwi Bahari, Egin Wahyu Septiawan Bangkit Andriawan Barokah, Bharata Bagus Cahyaningrum, Etika Dewi Danang Tri Yudhono Danang Tri Yudhono Danang Tri Yudono Dwi Novitasari Dwijayanti, Elisia Erin Nofitasari Ernawati, Esti Falah, Rifqy Al Farhani, Muhammad Fatih Febri Panji Saputra Ferdian, Fadli Reka Feti Kumala Dewi Fika Alfiyah Firdaus, Eza Kemal Fitriani, Lilis Fitrianti, Lolita Fuddin, Mokhamad Ari Hadi, Umar Hanana Hanana, Hanana Iis Lutvitaningsih Ika Setiyani, Harni Indri Heri Susanti, Indri Heri Islamudin, Syarif Febrian Ita Apriliyani Khoiruroch, Ragil Umi Kurniawan, Wasis Eko Kusumo, Kelvin Angling Leli Ngatikoh Mariah Ulfah Ma’rifah, Atun Raudotul Mu'thiya Hasymah Muliana, Dwi Nabila, Bangkit Isna Naqzi, Niam Three Ningrum, Ema Wahyu Noor Yunida Triana Noormalita, Amela Nurulistyawan T.P Pradani, Viky Dwi Pradani Pramudya Wardhani, Putri Puput Kusdiana Rahayu, Gina Sri Rahmawati, Ns Arni Nur Rakhmasari, Pramesti Regita Ramadanti, Sahra Ramlan Ramlan Ryan, Muhammad Fernan Panggih Aufa Safinatunnajah, Kamiliya Sari, Nurlita Lidya Sofyani, Yulyana Suci Khasanah Sutanto Sutanto Tri Sumarni Tyas Febriyanti Utami, Ristanti Dwi Wasis Eko Kurniawan Wilis Sukmaningtyas Wintana, Dwi Amalia Putri Bian Wurdaningsih, Tri Kusuma Wurdaningsih Yantoro, Awal Tunis Zahra Istikomah, Wakhidatus