Claim Missing Document
Check
Articles

Aplikasi Senam Otak Dalam Upaya Meningkatkan Pengetahuan bagi Lansia Ryan, Muhammad Fernan Panggih Aufa; Maryoto, Madyo; Rahmawati, Ns Arni Nur
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7095

Abstract

Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami penurunan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia. Salah satu upaya pencegahan dalam melalui penerapan senam otak yang dapat merangsang kerja otak serta menjaga kemampuan berpikir. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia mengenai senam otak di Desa Kebanggan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Metode pelaksanaan meliputi edukasi melalui ceramah, media audia – visual (video, power point, leafleat), serta demonstrasi langsung senam otak. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post – test. Hasil menunjukan bahwa sebelum dilakukan intervensi, mayoritas lansia memiliki pengetahuan baik yaitu 0% atau 0 lansia kategori cukup yaitu 14% atau 5 lansia, sedangkan kategori kurang 86% atau 32 lansia dan setelah melakukan senam otak, terjadi peningkatan signifikan dimana 89% atau 33 lansia berada pada ketegori pengetahuan baik sedangakan ketegori cukup yaitu 11% atau 4 lansia sedangkan kategori kurang yaitu menjedi 0% atau 0 lansia. Dengan demikian, penerapan senam otak terbukti dapat meningkatkan pengetahuan lansia tentang pencegahan penurunan fungsi kognitif serta mendorong mereka untuk menerapakannya secara mandiri dalam kehidupan sehari – hari.
Intervensi Rom dalam Meningkatkan Mobilitas Fisik Pada Ekstremitas Sinistra Pasien F dengan Stroke Non Hemoragic di Roujinhome Inahokai Okinawa Fitriani, Lilis; Maryoto, Madyo; Ulfah, Mariah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36849

Abstract

Stroke non-hemoragik merupakan penyebab utama gangguan mobilitas fisik pada lansia akibat kerusakan sistem neuromuskular yang berdampak pada penurunan kekuatan otot dan keterbatasan rentang gerak. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk meminimalkan dampak imobilisasi adalah latihan Range of Motion (ROM). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan intervensi ROM dalam meningkatkan mobilitas fisik ekstremitas sinistra pada pasien F dengan stroke non-hemoragik di Roujinhome Inahokai Okinawa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif terhadap satu subjek lansia berusia 70 tahun dengan diagnosis keperawatan gangguan mobilitas fisik. Intervensi ROM pasif pada ekstremitas kiri dan ROM aktif pada ekstremitas kanan dilakukan selama 3×24 jam. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi dengan penilaian mobilitas menggunakan indikator SLKI. Hasil menunjukkan adanya penurunan nyeri dari skala 4 menjadi 2, peningkatan kelenturan sendi, serta peningkatan skor ROM dan pergerakan ekstremitas dari 1 menjadi 3, meskipun kekuatan otot masih berada pada derajat 1. Disimpulkan bahwa intervensi ROM efektif dalam mempertahankan dan meningkatkan rentang gerak sendi, mengurangi nyeri, serta meningkatkan kenyamanan pasien pascastroke non-hemoragik, namun peningkatan kekuatan otot memerlukan rehabilitasi jangka panjang dan kolaborasi fisioterapi.
Implementasi Edukasi Keluarga dan Pemberian Rebusan Daun Seledri untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Mu’thiya Hasymah; Madyo Maryoto
Journal of Educational Innovation and Public Health Vol. 4 No. 2 (2026): April: Journal of Educational Innovation and Public Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/innovation.v4i2.9213

Abstract

Hypertension is a major public health concern with a high prevalence and a significant risk of complications if left uncontrolled. Effective management requires not only pharmacological treatment but also non-pharmacological approaches and active family involvement. One potential non-pharmacological therapy is the use of celery (Apium graveolens), which is believed to lower blood pressure. This study aimed to evaluate the effectiveness of family education combined with celery decoction administration in reducing blood pressure among patients with hypertension. A descriptive case study design was employed using a family nursing care approach over three home visits, each lasting 30–45 minutes. The intervention included health education on hypertension and a demonstration of how to prepare and administer celery decoction, which was consumed twice daily. Data were collected through interviews, observation, and blood pressure measurements. The results showed a reduction in blood pressure from 159/90 mmHg to 130/80 mmHg, along with a decrease in symptoms such as headaches and dizziness. In addition, there was an improvement in family knowledge, caregiving skills, and the ability to modify the home environment. In conclusion, family-based education combined with the administration of celery decoction appears to be effective in reducing blood pressure and enhancing the family’s role in managing hypertension.
Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Tahap Perkembangan Usia Lanjut Dengan Diagnosa Medis Stroke Di Wilayah Kerja Puskesmas Adipala I Cilacap Kenes Atresia Lunneta; Madyo Maryoto
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 5.C (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyebab kecacatan dan kematian tertinggi pada lanjut usia, sehingga keluarga memegang peran penting dalam perawatan dan pencegahan komplikasi. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran asuhan keperawatan keluarga pada lansia dengan stroke melalui pendekatan studi kasus di wilayah kerja Puskesmas Adipala I Cilacap. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek satu klien lansia yang mengalami stroke serta empat anggota keluarga. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi. Hasil studi menunjukkan adanya dua masalah utama dalam keluarga, yaitu ketidakmampuan koping keluarga dan kesiapan peningkatan pengetahuan terkait perawatan stroke. Intervensi berupa pendidikan kesehatan mengenai stroke dan latihan Range of Motion (ROM), serta penguatan dukungan keluarga, dilakukan selama tiga kunjungan. Evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman keluarga mengenai perawatan stroke, meningkatnya dukungan emosional terhadap klien, serta keterlibatan keluarga dalam latihan ROM. Kesimpulan dari studi ini menegaskan bahwa pendidikan kesehatan dan pemberdayaan keluarga berdampak positif terhadap peningkatan fungsi kesehatan keluarga dalam merawat lansia dengan stroke.
Waktu Skor Pemulihan Bromage 2 dengan Metode Enhanced Recovery After Caesarean Surgery (ERACS) dan Non ERACS di Rumah Sakit Emanuel Sulistyawati Geraldine Rambu Diki Ridja; Roro Lintang Suryani; Madyo Maryoto; Aris Rahmat
Journal of Educational Innovation and Public Health Vol. 4 No. 3 (2026): Juli: Journal of Educational Innovation and Public Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/innovation.v4i3.9610

Abstract

Cesarean section (CS) is an obstetric surgical procedure whose incidence continues to rise, making it necessary to optimize postoperative recovery to support early mobilization and prevent complications. Most CS procedures are performed under spinal anesthesia, making motor recovery an important indicator assessed using the Bromage score. The ERACS method was developed to accelerate recovery through a multimodal approach. Data from Emanuel Hospital show that out of 223 CS cases, 70 cases used ERACS and 153 cases were non-ERACS; however, data on the time to achieve a Bromage score of 2 for both methods are not yet available. This study aims to determine the profile of the time to achieve a Bromage score of 2 in post-SC patients using the ERACS and non-ERACS methods. This study employed a quantitative descriptive design with a cross-sectional approach involving 55 respondents selected via consecutive sampling. Data were collected through observation until patients reached a Bromage score of 2 and were analyzed using univariate analysis. The results showed that the mean time to achieve a Bromage score of 2 in the ERACS group was 39.00 minutes (15–75 minutes), and in the non-ERACS group, it was 67.50 minutes (30–90 minutes). Respondents were aged 19–43 years, with the majority having an ASA II physical status (96.4%), and the most commonly used anesthetics were bupivacaine (56.4%) and lidocaine-morphine as an adjuvant (43.6%). In conclusion, the ERACS method showed a trend toward faster motor recovery, thereby potentially supporting early mobilization and the development of perioperative care protocols. These findings reinforce the importance of implementing ERACS in anesthetic practice to support early mobilization, serve as a basis for the development of hospital protocols, and open opportunities for further research with analytical designs to strengthen the scientific evidence.
Efektivitas Teknik Relaksasi Napas dalam dan Kompres Air Hangat Menggunakan Warm Water Zak untuk Meredakan Nyeri pada Pasien Post Operasi Rizkia Suci Pratiwi; Madyo Maryoto
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2025): Mei : Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v4i2.4001

Abstract

Postoperative pain is a common complaint that affects patients' comfort and quality of life, especially among the elderly who experience declining physical function. This study aims to evaluate the effectiveness of deep breathing relaxation techniques and warm compresses using a Warm Water Zag (WWZ) in alleviating postoperative pain. The research employed a descriptive case study design involving an elderly patient in Prigi Village who experienced acute pain following surgery due to a prior fall. Nursing interventions were implemented over three days, focusing on improving family health management through education and family coping support. Results indicated a significant reduction in pain after the application of deep breathing exercises and warm compress therapy. These therapies work by improving local blood circulation, relaxing muscles, and reducing physiological responses to pain through parasympathetic nervous system activation. Daily evaluations showed enhanced patient comfort and active family involvement in care. These findings suggest that a complementary combination of deep breathing relaxation and warm compresses can serve as an effective non-pharmacological intervention for postoperative pain management. Furthermore, the intervention supports increased family engagement in elderly care at home.
PENERAPAN SENAM ERGONOMIK UNTUK MENURUNKAN NYERI SENDI PADA LANSIA PENDERITA ASAM URAT Wulandari Wulandari; Madyo Maryoto
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 8.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lanjut usia mengalami penurunan fungsi fisik dan peningkatan risiko penyakit degeneratif, salah satunya gout arthritis akibat tingginya kadar asam urat. Kondisi ini sering menimbulkan nyeri sendi, bengkak, keterbatasan gerak, dan gangguan aktivitas sehari-hari. Artikel ini membahas penerapan asuhan keperawatan gerontik dengan intervensi senam ergonomik untuk menurunkan nyeri sendi pada lansia penderita asam urat di PPSLU Dewanata Cilacap. Studi kasus dilakukan pada Ny. S usia 69 tahun dengan keluhan nyeri dari kaki hingga pinggang, skala nyeri 6, dan kadar asam urat 8,0 mg/dL. Diagnosa keperawatan utama meliputi nyeri akut, gangguan mobilitas fisik, dan defisit pengetahuan. Intervensi dilakukan selama 3×24 jam melalui manajemen nyeri, dukungan mobilisasi, edukasi kesehatan, serta penerapan teknik nonfarmakologis berupa senam ergonomik. Hasil evaluasi menunjukkan penurunan nyeri bertahap dari skala 6 menjadi 4, peningkatan kemampuan mobilitas, serta peningkatan pengetahuan pasien mengenai penyebab gout dan pola makan rendah purin. Hambatan selama intervensi berupa nyeri yang membatasi aktivitas, keterbatasan daya tangkap, serta waktu edukasi yang terbatas. Kesimpulannya, senam ergonomik dan edukasi bertahap efektif membantu menurunkan nyeri, meningkatkan mobilitas, dan memperbaiki pemahaman lansia dalam pencegahan kekambuhan gout arthritis.
Co-Authors Adhelia Clarysha Adiratna Sekar Siwi Afifah, Titi Nur Alfiah, Viqi Fatatun Amela Noormalita Apriliyani, Ita Ardiyan Damar Prabowo Aris Rahmat Arni Nur Rahmawati Asih Syifa'ul Hasanah Astuti, Yuria Dwi Bahari, Egin Wahyu Septiawan Bangkit Andriawan Barokah, Bharata Bagus Cahyaningrum, Etika Dewi Danang Tri Yudhono Danang Tri Yudhono Danang Tri Yudono Dwi Novitasari Dwijayanti, Elisia Erin Nofitasari Ernawati, Esti Falah, Rifqy Al Farhani, Muhammad Fatih Febri Panji Saputra Ferdian, Fadli Reka Feti Kumala Dewi Fika Alfiyah Fitriani, Lilis Fitrianti, Lolita Fuddin, Mokhamad Ari Hadi, Umar Iis Lutvitaningsih Ika Setiyani, Harni Indri Heri Susanti, Indri Heri Islamudin, Syarif Febrian Ita Apriliyani Kenes Atresia Lunneta Khoiruroch, Ragil Umi Kurniawan, Wasis Eko Kusumo, Kelvin Angling Leli Ngatikoh Mariah Ulfah Ma’rifah, Atun Raudotul Muliana, Dwi Mu’thiya Hasymah Nabila, Bangkit Isna Naqzi, Niam Three Ningrum, Ema Wahyu Noor Yunida Triana Noormalita, Amela Nurulistyawan T.P Pramudya Wardhani, Putri Puput Kusdiana Rahayu, Gina Sri Rahmawati, Ns Arni Nur Rakhmasari, Pramesti Regita Ramadanti, Sahra Ramlan Ramlan Rizkia Suci Pratiwi Roro Lintang Suryani Ryan, Muhammad Fernan Panggih Aufa Safinatunnajah, Kamiliya Sari, Nurlita Lidya Sofyani, Yulyana Suci Khasanah Sulistyawati Geraldine Rambu Diki Ridja Sutanto Sutanto Tri Sumarni Tyas Febriyanti Utami, Ristanti Dwi Wasis Eko Kurniawan Wilis Sukmaningtyas Wintana, Dwi Amalia Putri Bian Wulandari Wulandari Wurdaningsih, Tri Kusuma Wurdaningsih Yantoro, Awal Tunis Zahra Istikomah, Wakhidatus