Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF UNTUK MENSTABILKAN TEKANAN DARAH DAN MENINGKATKAN KENYAMANAN LANSIA DENGAN HIPERTENSI Fuddin, Mokhamad Ari; Maryoto, Madyo
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v16i2.559

Abstract

Terapi farmakologis untuk mengobati hipertensi harus didukung oleh terapi non-farmakologis untuk menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kenyamanan pasien. Relaksasi otot progresif (ROP) adalah salah satu terapi yang terbukti efektif, yang dilakukan dengan mengendurkan dan melemaskan otot secara berkala dengan tujuan menenangkan dan mengurangi aktivitas saraf simpatis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui "pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap tekanan darah dan tingkat kenyamanan pada lansia dengan hipertensi". Untuk mencapai tujuan ini, desain penelitian ini menggunakan pendekatan "studi kasus", di mana seorang pria berusia 72 tahun dengan hipertensi telah menderita sejak usia 43 tahun. Intervensi diberikan selama tiga hari berturut-turut, masing-masing selama dua puluh menit. Sebelum dan sesudah terapi, tekanan darah diukur untuk mengevaluasi tingkat kenyamanan melalui observasi dan respons subjektif pasien. Hasil penelitian menunjukkan penurunan tekanan darah yang signifikan; tekanan darah sistolik rata-rata turun dari 155,6 mmHg menjadi 144,6 mmHg dan tekanan darah diastolik turun dari 82,6 mmHg menjadi 79,3 mmHg. Selain itu, setelah tiga hari terapi, tingkat kenyamanan pasien meningkat dari 4 menjadi 9, dan keluhan fisik seperti pusing, nyeri kepala, dan kesemutan berkurang. Penelitian ini menemukan bahwa terapi relaksasi otot progresif menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kenyamanan pada orang tua dengan hipertensi. Terapi ini dapat dianggap sebagai "intervensi keperawatan komplementer" yang aman, sederhana, dan mudah diterapkan untuk membantu pasien dengan hipertensi mencapai kestabilan tekanan darah mereka dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Pengalaman Mahasiswa Keperawatan Anestesi dalam Menghadapi Tugas Akhir di Universitas Harapan Bangsa Hanana, Hanana; Firdaus, Eza Kemal; Maryoto, Madyo
Jurnal Inovasi Global Vol. 2 No. 10 (2024): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v2i10.201

Abstract

Mahasiswa sering kali menghadapi tantangan dalam menyelesaikan tugas akhir, terutama karena kurangnya pemahaman tentang metodologi penelitian, keterbatasan referensi, dan tekanan emosional seperti stres dan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman mahasiswa keperawatan anestesi dalam menghadapi tugas akhir di Universitas Harapan Bangsa. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 8 partisipan yang dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Analisis data dilakukan dengan mentranskrip hasil wawancara dan melakukan koding untuk memperoleh tema-tema utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menghadapi berbagai kendala, termasuk kesulitan mencari judul, referensi yang terbatas, serta tekanan dari dosen pembimbing. Dukungan lingkungan sosial, seperti keluarga dan teman, memainkan peran penting dalam membantu mahasiswa menyelesaikan tugas akhir. Kesimpulannya, penting untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam mengelola stres dan menyediakan akses yang lebih baik terhadap referensi dan bimbingan akademik.
Pengaruh Pemberian Booklet terhadap Peningkatan Pengetahuan tentang Gigitan Ular pada Palang Merah Remaja Wira Muliana, Dwi; Siwi, Adiratna Sekar; Maryoto, Madyo
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.2299

Abstract

Kasus gigitan ular kurang mendapat perhatian khusus dan sering diabaikan oleh masyarakat. 5,4 juta kasus gigitan ular terjadi setiap tahunnya di dunia, dan 1,8 sampai 2,7 juta kasus gigitan ular yang terjadi disebabkan oleh gigitan ular berbisa. Pada tahun 2017-2019 telah terjadi 136 kasus gigitan ular di Indonesia. Pembekalan pengetahuan kegawatdaruratan gigitan ular dalam penelitian ini adalah dengan media booklet. Booklet kegawatdaruratan gigitan ular dalam penelitian ini memuat informasi-informasi penting mengenai pengetahuan gigitan ular, kategori dan tingkat bahaya, tanda dan gejala, efek akibat gigitan, manajemen penanganan, serta tindakan pencegahan gigitan ular. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian booklet terhadap peningkatan pengetahuan tentang gigitan ular. metode penelitian yang digunakan yaitu pre eksperimen dengan desain penelitian one grup pre post test. Teknik sampling dengan total sampel sebanyak 110 siswa PMR WIRA. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Uji statistik penelitian ini menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh peningkatan pengetahuan setelah pemberian booklet pada siswa PMR WIRA dengan nilai p-value 0.000. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh pada peningkatan pengetahuan tentang gigitan ular pada siswa PMR WIRA.
Asuhan Keperawatan Hipervolemia pada Ny T dengan Gagal Ginjal Kronik Falah, Rifqy Al; Khasanah, Suci; Maryoto, Madyo
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 3 (2024): Juni 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i3.2344

Abstract

Hipervolemia mengacu pada peningkatan volume cairan tubuh. Data menunjukkan adanya peningkatan kasus Gagal Ginjal Kronis (GGK) di seluruh dunia, termasuk Indonesia. National Kidney Foundation (2017) melaporkan peningkatan jumlah orang yang menjalani hemodialisis, yang mencerminkan besarnya beban penyakit ini. Data Riskesdas (2018) menunjukkan 0,2% penduduk Indonesia terkena GGK, atau setara dengan lebih dari 500.000 orang. Penelitian ini memiliki arti penting dalam meningkatkan pemahaman asuhan keperawatan pada pasien GGK dan meningkatkan efisiensi perawatan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai asuhan keperawatan hipervolemia di ruang As-Syfa RSI Banjarnegara pada kasus Ny. T pasien gagal ginjal kronik. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif dalam konteks studi kasus yang melibatkan Ny. T dan hipervolemianya pada setting gagal ginjal kronik di ruang As-Syfa RSI Banjarnegara. Pendekatan yang diambil mencakup pengelolaan keseimbangan cairan, dihitung melalui perbandingan asupan dan keluaran cairan, dan pemberian transfusi darah selama tiga hari. Masalah hipervolemia, terkait dengan tidak berfungsinya sistem regulasi selama periode tiga hari, masih belum terselesaikan. Intervensi terus dilakukan, meliputi pemantauan tanda-tanda vital, pengawasan edema, dan penilaian laboratorium (hematokrit dan osmolaritas urin). Jika edema semakin parah, kolaborasi dengan tim medis akan dimulai. Evaluasi tiga hari menunjukkan bahwa masalah hipervolemia masih belum terselesaikan karena gangguan mekanisme regulasi.
Penerapan Intervensi Keperawatan Pemberian Parutan Mentimun untuk Membantu Menurunkan Tekanan Darah pada Pasien Astuti, Yuria Dwi; Maryoto, Madyo
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 6 (2024): Desember 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i6.3620

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang menjadi masalah utama di masyarakat terutama lansia yang merupakan penyakit degeneratif. Hipertensi tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan tenang.Mentimun merupakan salah satu jenis buah yang mudah ditemukan dan sering dikonsumsi oleh masyarakat dan dapat menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan penerapan intervensi keperawatan pemberian parutan mentimun untuk membantu menurunkan tekanan darah pada pasien di desa pandansari banyumas . Desain penelitian ini adalah deskriptif melalui studi kasus pada keluarga Ny. R dengan hipertensi. Peneliti dalam mengumpulkan data melalui tahapan proses anamnesis, pengamatan, phsysical assessment, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perkembangan kondisi keluarga Ny. R sebelum dan sesudah diberikan implementasi berupa pendidikan kesehatan tentang pentingnya penanganana hipertensi dan pemberian parutan mentimun untuk menurunkan tekakan darah. Kesimpulan masalah keperawatan keperawatan utama pada studi kasus ini adalah Manajemen Kesehatan keluarga tidak efektif (D.0115) berhubungan dengan Kompleksitas program perawatan/pengobatan tentang penyakit hipertensi. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan keluaraga Ny.R bias menjawab 80 persen pertanyaan tentang penyakit hipertensi dan bias memperagakan bagaimana cara mengolah parutan mentimun yang baik.
Aplikasi Pemberian Jus Buah Belimbing untuk Membantu Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Safinatunnajah, Kamiliya; Maryoto, Madyo; Afifah, Titi Nur
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 1 (2025): Februari 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i1.3673

Abstract

Hipertensi yang tidak terkontrol bisa memberikan penurunan fungsi sistem kardiovaskuler dan kualitas hidup para pasien hipertensi. Kategori hipertensi untuk usia dewasa (<60 tahun) adalah tekanan darah dimulai dari tekanan sistolik ≥140 mmHg dan diastolik >90 mmHg. Penanganan hipertensi bisa diterapkan melalui terapi non farmakologis, diantaranya menggunakan jus belimbing (Averrhoe Carambola Linn) yang dapat berfungsi menstabilkan tekanan darah. Temuan memiliki tujuan, mengelola asuhan keperawatan lansia dengan hipertensi melalui pemberian jus buah belimbing yang diberikan selama 7 (tujuh) hari, selanjutnya dilakukan analisis terhadap perubahan tekanan darah. Metode yang digunakan dengan studi kasus terhadap Ny.T dengan hipertensi. Pengumpulan data dilakukan dengan tahap anamnesis, observasi, dokumentasi dan phsysical assessment. Masalah keperawatan yang ditemui dalam kasus ini adalah nyeri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat nyeri karena hipertensi yang dirasakan Ny.T menurun setelah diberikan jus buah belimbing dalam waktu 7 (tujuh) hari. Ini sesuai dengan temuan Mariyati dan Wahyuningsih (2017) tentang keefektifan memberikan jus belimbing untuk lansia sebagai penurunan hipertensi didapatkan hasil adanya keefektifan dalam memberikan jus belimbing untuk lansia sebagai penurunan hipertensi. Permasalahan keperawatan utama oleh Ny.T yakni nyari akut (D.0007) berhubungan dengan Ny. T mengeluh sakit kepala dan terasa pusing, leher terasa kaku dan pegal- pegal kaki berkaitan dengan penyakit hipertensi, asuhan keperawatan dilakukan dengan cara identifikasi faktor yang memperingan dan memperberat nyeri yang disebabkan hipertensi, pemberian pendidikan kesehatan tentang hipertensi, menginformasikan pemicu atau penyebab nyeri, menginformasikan strategi mengatasi nyeri dengan teknik non-farmakologis dengan cara meminum jus buah belimbing untuk mengurangi rasa nyeri karena hipertensi. Hasil analisa pada asuhan keperawatan untuk Ny.T dengan hipertensi adalah masalah keperawatan teratasi sebagian, keluhan nyeri hipertensi menurun, dan tekanan darah yang tinggi menjadi cukup membaik.
Gambaran Derajat Luka Diabetikum Kronis pada Lansia Hadi, Umar; Kurniawan, Wasis Eko; Maryoto, Madyo
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 6 (2024): Desember 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i6.4238

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah karena defisiensi sekresi insulin atau resistensi insulin, atau kombinasi keduanya. Kondisi hiperglikemia pada pasien diabetes mellitus apabila tidak diobati dapat memicu komplikasi kesehatan seperti penyakit kardiovaskular, jantung iskemik, dan komplikasi diabetes lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran derajat luka diabetikum kronis pada lansia di wilayah puskesmas Bobotsari Purbalingga. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 30 sampel sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Uji analisis yang digunakan yaitu analisis univariat dimana hasil penelitian menunjukkan derajat luka pada lansia dengan luka diabetikum kronis berdasarkan karakteristik jenis kelamin sebagian besar jenis kelamin perempuan berada pada kategori derajat luka 1 sebanyak 11 (36,7%) responden, berdasarkan usia sebagian besar usia responden 60-74 tahun berada pada kategori derajat luka 1 sebanyak 18 (60%) responden dan berdasarkan riwayat pekerjaan sebagian besar responden dengan riwayat pekerjaan ibu rumah atau tidak bekerja berada pada kategori derajat luka 1 sebanyak 9 (30%) responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa derajat luka pada lansia dengan luka diabetikum kronis berdasarkan kepatuhan pola makan, responden yang termasuk kedalam kategori patuh mengalami derajat luka 1 sebanyak 13 (43,3%) responden.
Hubungan antara Usia, Pendapatan Keluarga dan Keterlambatan Pencarian Pengobatan TB Paru di Banyumas: Keterlambatan pencarian pengobatan TB Paru di Banyumas Maryoto, Madyo; Khasanah, Suci
Viva Medika Vol 14 No 02 (2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v14i02.597

Abstract

ABSTRACT Pulmonary tuberculosis is a pulmonary infectious disease caused by mycobacterium tuberculosis. The big rate of disease transmission is due to the low Case Detection Rate (CDR).The Delay seeking treatment Pulmonary TB was contributes to disease transmission. This study aims to analyze the relationship and family income by searching for information on pulmonary TB patients in Banyumas Regency. The research design in this study used descriptive correlational analitic. The sample in this study were patients undergoing intensive phase TB treatment (the first 2 months) at the Puskesmas in Banyumas Regency with a sample size of 102 people, the sampling technique was purposive sampling. Where the variables include: Age, family income, and information seeking pulmonary TB treatment. The data analysis used in this research is simple logistic regression The results showed that most of the pulmonary TB patients in the Banyumas Regency area were not delay in seeking treatment, about 56 (54.9%). There is a relationship between age, family stage and delay seeking tratment for pulmonary tuberculosis patients in Banyumas Regency. Keywords: Age, Family Income, and Delay in seeking pulmonary TB treatment Delay, Health Seeking Behavior
Hubungan Mindfulness dengan Kepuasan Hidup Pekerja Perempuan di Usaha Mikro Kecil Ddan Menengah Bulu Mata Kecamatan Padamara Purbalingga Barokah, Bharata Bagus; Susanti, Indri Heri; Maryoto, Madyo
Viva Medika Vol 15 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v15i2.867

Abstract

Mindfulness adalah perhatian yang dipusatkan terhadap sesuatu yang terjadi pada saat ini dan melibatkan kesadaran dan ketidakberpihakan. Kepuasan hidup merupakan penilaian menyeluruh terhadap kualitas kehidupan seseorang berdasarkan kriteria-kriteria yang ditetapkannya sendiri. Mindfulness diharapkan meningkatkan kepuasan hidup dan mencegah kondisi stress dan menciptakan ketenangan pada hidup. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan mindfulness dengan kepuasan hidup pekerja perempuan di usaha mikro kecil dan menengah di Kecamatan Padamara Purbalingga. Metode penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif korelatif dan menggunakan pendekatan cross sectional. Tehnik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 68 pekerja perempuan. Data diambil dengan memberikan kuesioner kepada pekerja perempuan. Data diolah dengan menggunakan editing, coding, scoring, tabulating, processing, dan cleaning. Analisa penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat. Untuk mengetahui hubungan variabel independent dengan variabel dependent dilakukan uji spearman-rank. Hasil dari penelitian mindfulness dengan kategori baik sejumlah 30 responden dengan nilai 44,1% dan kepuasan hidup dengan kategori puas sebanyak 40 responden dengan nilai 58,8%. Hasil nilai mindfulness dan kepuasan hidup dengan nilai p value 0,000 dengan koefisien korelasi 0,562. Penelitian dapat disimpulkan bahwa mindfulness dengan kepuasan hidup terdapat hubungan
Nursing Care for Mr. S Families with Diabetes Mellitus in The Village of Padamara, Mipiran District, Purbalingga District Alfiana, Unik; Maryoto, Madyo
Viva Medika Vol 16 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v16i4.1090

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a non-communicable disease. According to World Health Organization in 2021, it is a chronic disease caused by the pancreas that is not producing enough insulin or it is caused by the body that is not using the generated insulin effectively. Insulin is a hormone regulating blood glucose. One of the complications of Diabetes Mellitus is neuropathy, indicated by pain, tingling, and numbness. The possible treatment for this symptom in DM patients is by doing regular exercise for 30 minutes three until four times a week such as foot exercise. Physical activity can transport glucose into the cell and increase insulin sensitivity. The research was carried out from Monday, 31st October 2022 to Monday, 7th November 2022. The result of this study showed that on the third day Mrs. K presented a better condition in which she could follow the movement in diabetic foot exercise well and her feet were getting more comfortable; tingling and numbness were not frequently felt.