Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Pemberian Terapi Propofol pada Pasien General Anestesi di RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara Ardiyan Damar Prabowo; Danang Tri Yudono; Madyo Maryoto
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.166 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1065

Abstract

General anestesi merupakan suatu keadaan reversibel yang mengubah status fisiologis tubuh, ditandai dengan hilangnya kesadaran, hilangnya persepsi nyeri, hilangnya memori (amnesia) dan relaksasi. Anestesi jalur intravena adalah pada pemberian obat seperti propofol paling rentan terjadinya perubahan tekanan darah hipotensi. Propofol kemungkinan lebih banyak akan membuat efek hipotensi akibat depresi sistem kardiovaskular, kondisi ini dikarenakan propofol yang menurunkan tahanan pembuluh darah perifer dan kontraktilitas jantung. Apnea bisa terjadi setelah pemberian dosis induksi propofol, kejadian dan lamanya apnea bergantung pada dosis, kecepatan injeksi, dan premedikasi yang diberikan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemberian terapi propofol pada pasien general anestesi RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara. Desain penelitian ini menggunakan desain deskriptif. Teknik sampel dengan total sampling. Jumlah sampel sebanyak 30 responden. Penelitian menggunakan Observasi yang berisi tentang data pasca anestesi yang meliputi umur, jenis kelamin, IMT, kejadian apnea dan kejadian hipotermi. Hasil penelitian diperoleh usia pasien general anastesi paling banyak adalah pasien dengan kategori dewasa awal sejumlah 40% Jenis kelamin mayoritas adalah laki – laki sejumlah 53,3% sedangkan untuk IMT mayoritas dengan kategori normal sejumlah73,3%. Kejadian hipotensi pada pasien general anastesi sejumlah 70%. Kejadian Apnea pada pasien general anestesi mayoritas sejumlah 76,7 %. Terdapat pemberian terapi propofol pada pasien general anestesi dengan rata-rata waktu 2,70 menit.
Hubungan Pemberian Propofol dan Tiopental dengan Perubahan Hemodinamik pada Pasien General Anestesi di RSU Kabupaten Tangerang Ramlan Ramlan; Wilis Sukmaningtyas; Madyo Maryoto
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.437 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1121

Abstract

Anestesi umum atau general anesthesia mempunyai tujuan agar dapat menghilangkan nyeri, membuat tidak sadar, dan menyebabkan amnesia yang bersifat reversibel dan dapat diprediksi. Propofol dapat menyebabkan stabilitas hemodinamik diantaranya hipotensi. Tiopental pada pemberian cepat dapat menyebabkan apneu dan hipotensi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian propofol dan tiopental dengan perubahan hemodinamik pada pasien general anestesi di OK (Kamar Operasi) Cito RSU Kabupaten Tangerang. Desain penelitian, deskriptif korelational dengan pendekatan cross sectional. Tekhnik sampling dengan total sampling 72 pasien. Data diambil dengan pengukuran tekanan darah dan laju nadi sebelum dan sesudah 3 menit induksi anestesi. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan induksi propofol dan tiopental terhadap perubahan hemodinamik pada pasien general anestesi dengan nilai p value sistolik =0.349 dan p value laju nadi = 0.453. Hal ini kemungkinan disebabkan perbedaan perlakuan seperti dosis dan kecepatan pemberian obat serta rentang waktu observasi.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG NARKOBA PADA REMAJA DI SMK MUHAMMADIYAH 3 PURWOKERTO Ika Setiyani, Harni; Maryoto, Madyo; Apriliyani, Ita
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v15i3.2280

Abstract

The problem of drug has become a significant global issue, with prevalence observed in nearly all countries. In Banyumas, the level of drug, which was ranked third in Central Java in 2022, has increased by 13.2 percent. Adolescents are a demographic that is characterized by an unstable emotional and psychological state, coupled with a high level of curiosity and susceptibility to negative influences. This makes them particularly vulnerable to drug. It is imperative to possess knowledge about drug in order to prevent its occurrence among adolescents. The objective of this study was to ascertain the extent of knowledge regarding drug among adolescents at SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto. This study employs a descriptive research design with a cross-sectional approach. The sample size was 80 respondents, selected through simple random sampling. The research instrument employed was a questionnaire. The data were analyzed using univariate analysis. The findings indicated that the majority of students at SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto demonstrated a satisfactory level of knowledge regarding drug, with 70 students (87.5%) exhibiting a high frequency of knowledge. Consequently, the level of knowledge about drug among students at SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto can be classified as satisfactory.
PENERAPAN ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA NYERI AKUT PADA KLIEN GASTRITIS Arni Nur Rahmawati; Tyas Febriyanti; Madyo Maryoto
Community Health Nursing Journal Vol. 1 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gastritis atau yang dikenal dengan istilah maag atau sakit pada bagian ulu hati, merupakan gejala yang muncul mendadak dan tidak menular. Gastritis merupakan sesuatu penyakit yang diakibatkan terdapatnya inflamasi pada lapisan lambung, sehingga lambung yang mengalami peradangan akan membengkak dan menyebabkan infeksi. Masalah keperawatan yang sering ditemukan pada klien gastritis salah satunya adalah nyeri akut. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan asuhan keperawatan keluarga pada pasien nyeri akut gastritis di Puskesmas Sumbang 1. Metode penelitian ini yaitu deskriptif studi kasus menggunakan pendekatan proses keperawatan mulai dari pengkajian, analisis data, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan, dan evaluasi. Partisipan dalam penelituan ini adalah tiga orang, satu yang menderita nyeri akut gastritis dan yang dua adalah keluarganya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil studi kasus ini menunjukkan bahwa diagnosis keperawatan utama pada keluarga dengan klien yang mengalami gastritis yaitu nyeri akut dan intervensi keperawatan yang dipilih adalah manajemen nyeri. Kesimpulan yang didapatkan dari studi kasus ini adalah pelaksanaan implementasi manajemen nyeri: teknik relaksasi napas dalam dapat mengatasi masalah keperawatan nyeri akut pada klien gastritis selama tiga hari perawatan.
Edukasi Tentang Obat Anti Tuberculosis (OAT) Pada Pengawas Menelan Obat (PMO) Penderita Tb Paru Di Puskesmas Sokaraja 1 Sofyani, Yulyana; Maryoto, Madyo; Cahyaningrum, Etika Dewi
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2024): September 2024 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v4i5.584

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis (MTB) yang paling sering menyerang paru-paru. Pengawas menelan obat (PMO) merupakan petugas yang menjamin keteraturan pengobatan agar pasien cepat sembuh dan berhasil menyelesaikan pengobatannya. Berdasarkan hasil pra survey kepada petugas kesehatan Puskesmas Sokaraja 1 terdapat 37 orang PMO penderita TB Paru pada bulan Januari-April 2024. Setelah dievaluasi kembali PMO penderita TB Paru Puskesmas Sokaraja 1 belum mengetahui tentang Obat Anti Tuberculosis (OAT). Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai OAT. Metode yang digunakan kuasi-eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test pada kelompok PMO yang mengikuti program edukasi. Evaluasi peningkatan pengetahuan dengan pre-test dan post-test. Kegiatan ini dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan dan diikuti oleh 16 PMO. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanyat peningkatan pengetahuan dengan nilai rata-rata 67,06 menjadi 84,18. Kesimpulan dari kegiatan ini yaitu adanya peningkatan pengetahuan melalui pendidikan kesehatan tentang OAT pada PMO penderita tuberkulosis Paru.
PEMBERIAN REFLEKSI PIJAT KAKI PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA DAWUHAN PURBALINGGA Kusumo, Kelvin Angling; Maryoto, Madyo
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i03.p11

Abstract

Hipertensi adalah penyakit yang prevalensinya meningkat setiap tahunnya dan menjadi penyebab peningkatan morbiditas dan mortalitas secara universal. Keluarga bisa menurunkan hipertensi melalui penatalaksanaan non farmakologis. Pendekatan non farmakologis yang dapat mengurangi hipertensi ialah pijat refleksi kaki. Pijat refleksi adalah praktik manipulasi reseptor tangan dan kaki tertentu. Manfaat kesehatan pijat refleksi tidak lagi dipertanyakan. Kemampuannya untuk meringankan ketidaknyamanan tubuh ialah salah satu kualitasnya yang paling populer. Manfaat lainnya ialah pencegahan berbagai penyakit. Nugroho memperbaharui temuan penelitian ini, yang menunjukkan bahwa pijat refleksi kaki lebih efektif daripada hipnoterapi dalam menurunkan tekanan darah. Penelitian ini memakai studi kasus dengan pendekatan keperawatan, tahapan pengkajian hingga evaluasi dan implementasi pijat refleksi kaki selama 30 menit, dan pengukuran tekanan darah memakai tensimeter analog pada awal dan akhir implementasi. Perangkat implementasi diberikan satu kali dan persetujuan responden diperoleh terlebih dahulu sebagai pedoman etis. Perbandingan pembacaan tekanan darah sebelum dan sesudah perawatan refleksi kaki dilakukan. Terapi refleksi kaki menurunkan tekanan darah pasien hipertensi sebanyak 20 poin, dari 170/110 mmHg menjadi 150/90 mmHg. Hal ini menunjukkan bahwa refleksiologi mengurangi tekanan darah pasien hipertensi. Berlandaskan temuan studi kasus yang dilakukan pada tanggal 1 - 4 November 2022 pada Bapak M dengan masalah keperawatan hipertensi, penerapan terapi pijat refleksi ternyata efektif dalam mengontrol dan menurunkan tekanan darah pasien.
Asuhan Keperawatan Keluarga Ny. M Dengan Masalah Keperawatan Utama Nyeri Akut Pada Hipertensi di Puskesmas Sumbang I Utami, Ristanti Dwi; Maryoto, Madyo; Rahmawati, Arni Nur
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 12 (2024): Madani, Vol. 1 No. 12 2024
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10471220

Abstract

Hypertension is a disease caused by very high blood pressure in the blood vessels which are the carriers of the heart which pumps blood to all tissues and organs of the body. Every increase of 20 mmHg in systolic blood pressure or 10 mmHg in distolic blood pressure can increase the risk of death from ischemic heart disease and stroke. One of the nursing problems that can be found in hypertensive clients is acute pain. The aim of this research is to provide family nursing care to acute hypertensive pain patients at the Sumbang 1 Banyumas Community Health Center. The design of this research is a descriptive case study approach of nursing care starting from assessment, diagnosis, planning, nursing intervention, nursing implementation, and evaluation. Participating in this research were two people, one suffering from acute hypertension pain and the second was his family. Data collection techniques in this research were carried out using observation, interviews and documentation studies. The results of this research showed that families with hypertensive clients could be diagnosed with the main disease, namely acute pain, and the treatment intervention chosen was pain management. Conclusion: implementation of acute pain management: deep breathing relaxation techniques and murotal distraction techniques are not good for treating acute pain in hypertensive clients during 3 days of treatment.
Gambaran Hubungan Dukungan Keluarga Dan Kemandirian ADL (Activity Daily Living) Pada Lansia Asih Syifa'ul Hasanah; Madyo Maryoto; Feti Kumala Dewi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dukungan keluarga yang diberikan secara optimal sangat berdampak dan dapat meningkatkan kesehatan dan kemandirian lansia. Dukungan yang baik dari keluarga disebabkan karena keluarga sangat baik dalam membantu dan melayani lansia. Semakin baik dukungan dari keluarga maka lansia akan semakin mandiri, sebaliknya jika dukungan dari keluarga tidak baik maka lansia akan kurang mandiri atau tidak mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hubungan dukungan keluarga dan kemandirian ADL pada lansia : Literature Review. Penelitian ini menggunakan Secondary Research Methodology berupa Literature Review dengan Primary Source. Proses pengumpulan data menggunakan metode ekstraksi data dengan pendekatan PEOS (Population, Exposure, Outcome, dan Study design). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa berdasarkan 11 jurnal yang dilakukan review didapatkan hasil bahwa ditemukan 10 jurnal yang menyatakan ada hubungan antara dukungan keluarga dan kemandirian ADL pada lansia dan ditemukan satu jurnal yang menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dan kemandirian ADL pada lansia.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Lansia Penderita Hipertensi Puput Kusdiana; Madyo Maryoto; Dwi Novitasari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 7 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalah kondisi peningkatan tekanan darah, yang umum terjadi pada lansia. Hipertensi tanpa dilakukan perawatan dan kontrol yang tepat, dapat memperburuk kualitas hidup. Adanya dukungan keluarga sangat penting bagi kesehatan lansia. Dukungan keluarga dapat meningkatkan kepercayaan diri dan dorongan untuk mempertahankan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu hubungan dukungan keluarga dengan kepuasan hidup lansia penderita hipertensi di Puskesmas Sumbang 1. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Pendekatan yang digunakan adalah cross sectional, Sampel pada penelitian ini sebanyak 50 pasien dengan menggunakan teknik sampling total sampling. Kuesioner yang digunakan adalah dukungan keluarga dan kualitas hidup lansia (OPQOL-Brief). Penelitian dilaksanakan di wilayah pelayanan Puskesmas Sumbang I Kabupaten Banyumas terdapat hubungan antara dukungan keluarga pasien hipertensi lanjut usia dengan kualitas hidupnya. Hasil penelitian didapatkan usia 60-70 tahun (88,5%), jenis kelamin perempuan 33 (63,5%) status janda 26 (50,0%), tingkat pendidikan SD 43 (82,7%), tidak bekerja 40 (76,9%), tidak memiliki penyakit kronis 48 (93,3%), tinggal dengan anaknya 30 (57,7%), dengan dukungan keluarga baik 43 (82,7%), kualitas hidup baik 43 (82,7%). Terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup p-value 0,000. Saran peneliti diharapkan agar terus melibatkan keluarga dalam dukungan perawatan lansia yang mengalami hipertensi.
Edukasi Terapi Relaksasi Napas Dalam Untuk Mengatasi Kecemasan Pada Lanjut Usia Dengan Hipertensi Di Puskesmas Sokaraja 1 Kabupaten Banyumas Fitrianti, Lolita; Rahmawati, Arni Nur; Maryoto, Madyo
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2024): November 2024 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v4i6.608

Abstract

Hipertensi adalah salah satu kondisi medis yang umum di kalangan lanjut usia (lansia), dan sering kali diiringi dengan tingkat kecemasan yang tinggi. Kecemasan dapat melemahkan kondisi hipertensi, sehingga memerlukan intervensi yang efektif untuk mengatasinya. Salah satu intervensi yang dapat digunakan adalah terapi relaksasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas edukasi terapi relaksasi napas dalam dalam mengatasi kecemasan pada usia lanjut dengan hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test. Sampel penelitian adalah 16 lansia penderita hipertensi diberikan edukasi terapi relaksasi napas dalam selama 2 kali pertemuan. Data kecemasan diukur menggunakan kuesioner Zung-Self Anxiety Rate Scale sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan pada tingkat kecemasan. 16 lansia mengalami penurunan kecemasan menggunakan Zung-Self Anxiety Scale dengan nilai rata-rata pre test 57,93 menjadi 50,43 setelah dilakukan 2 kali pertemuan edukasi terapi relaksasi napas dalam. Edukasi terapi relaksasi napas dalam efektif dalam mengurangi kecemasan pada usia lanjut dengan hipertensi. Intervensi ini dapat dianggap sebagai salah satu metode non-farmakologis dalam manajemen kecemasan pada lansia hipertensi.