Claim Missing Document
Check
Articles

PENGUATAN KAPASITAS KELOMPOK KPA DAN MMP DALAM MENDUKUNG EKOWISATA BIRDWATCHING DI AMAI DISTRIK DEPAPRE KABUPATEN JAYAPURA Edoward Krisson Raunsay; Rosaniya E. Rehiara; Dewi Sulistiowati; Dolfina Costansah Koirewoa; David Reinhard Jesajas; Safitri Salam; Dorce Kayoi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2025): Vol.6 No. 5 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i5.51498

Abstract

Peran masyarakat lokal memiliki kontribusi penting dalam menjaga keberlangsungan burung Cenderawasih di habitat alaminya. Namun, peran kelompok pencinta burung di Papua masih belum optimal karena keterbatasan pengetahuan ekologi dan kurangnya konsistensi dalam pelestarian. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan di Kampung Amai, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, dengan tujuan meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan konservasi masyarakat melalui pendekatan partisipatif. Metode yang digunakan meliputi ceramah, Focus Group Discussion (FGD), dan praktik lapangan bersama dua kelompok mitra utama, yaitu Kelompok Pencinta Alam (KPA) dan Masyarakat Mitra Pariwisata (MMP). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap ekologi burung Cenderawasih, identifikasi spesies, serta pengelolaan habitat dan jalur ekowisata. Evaluasi pre–post menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan sebesar 40–55%. Peserta kini mampu mengenali empat spesies utama Paradisaea minor, Seleucidis melanoleuca, Cicinnurus regius, dan Cicinnurus magnificus serta memahami jenis pohon pakan dan area aktivitasnya. Kegiatan ini membuktikan bahwa penguatan kapasitas masyarakat efektif dalam membangun kesadaran konservasi dan menjadi dasar pengelolaan ekowisata birdwatching berkelanjutan di Papua.
PENGUATAN KESADARAN MASYARAKAT TENTANG PENTINGNYA REKAYASA HABITAT MELALUI PENANAMAN Asplenium nidus SEBAGAI BIOINDIKATOR SARANG BURUNG CENDERAWASIH DI TABLASUPA DISTRIK DEPAPRE KABUPATEN JAYAPURA Marsia Isa Bwefar; Edoward Krisson Raunsay; Dewi Sulistiowati; Dolfina Costansah Koirewoa
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2025): Vol.6 No. 5 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i5.51556

Abstract

Berdasarkan beberapa hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa Asplenium nidus berperan pening dalam pelestarian burung Cenderawasih terutama sebagai bioindikator sarang burung Cenderawasih. Burung Cenderawasih meletakan sarangnya pada Asplenium nidus, oleh karena itu penting sekali dilakukan kegiatan penanaman tumbuhan bioindikator tersebut dalam kawasan atau habitat dimana satwa ini berada. Berdasarkan beberapa hasil observasi dan wawancara kepada kelompok-kelompok pencinta burung Cenderawasih di Tanbasupa yaitu KPA dan MMP menunjukkan bahwa populasi burung Cenderawasih dalam habitat masih sangat minim, belum pernah ditemukannya sarang burung Cenderawasih dan populasi tumbuhan bioindikator tersebut masih sangat minim dalam habutat dimana satwa ini berada. Oleh karenanya penting sekali dilakukan upaya penyadaran kepada masyarakat terutama komunitas-komunitas pencinta burung Cenderawasih atau mereka yang telah berkomitmen untuk mengelola dan menjaga kawasan demi pelestarian burung Cenderawasih. Upaya penyadaran ini akan dilakukan dengan kegiatan penanaman Asplenium nidus bersama dengan masyarakat di dalam habitat burung Cenderawasih. Metode PKM yang akan digunakan adalah Ceramah, Diskusi dan aksi nyata (penanaman) serta monitoring. Kegiatan penanaman ini dilakukan dengan tujuan untuk merekayasa habitat satwa burung Cenderawasih dengan menanam sejumlah Asplenium nidus pada setiap pohon-pohon tertentu terutama pada pohon bermain agar satwa ini dapat meletakan sarang untuk bertelur. Ketika sarangnya diletakan dalam kawasan atau habitat terutama pada pohon bermain maka harapannya adalah populasi satwa ini akan terus meningkat dalam kawasannya dan tidak berpindah ke tempat lain. Kegiatan penguatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya rekayasa habitat melalui penanaman Asplenium nidus sebagai bioindikator sarang burung Cenderawasih di Tablasupa, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, berhasil meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan. Melalui pendidikan, pelatihan, dan praktik langsung penanaman A. nidus serta pohon pakan seperti Ficus sp., Intsia bijuga, dan Pometia pinnata, masyarakat memperoleh pengetahuan tentang peran vegetasi sebagai penunjang habitat Cenderawasih dan membangun kesadaran kolektif menjaga keanekaragaman hayati lokal. Kegiatan ini juga menghasilkan aksi nyata berupa penanaman bibit yang menunjukkan tingkat adaptasi baik berdasarkan hasil pemantauan berkala terhadap kondisi habitat, sehingga program ini berkontribusi pada peningkatan kesadaran ekologis sekaligus pemulihan ekosistem alami pendukung keberlangsungan burung Cenderawasih.
SOSIALISASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA MATA PELAJARAN KIMIA (FASE E & F) KURIKULUM MERDEKA Dolfina Costansah Koirewoa; Irwandi Yogo Suaka; Edoward Krisson Raunsay
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 6 (2025): Vol. 6 No. 6 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i6.55794

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada guru mengenai pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi di kelas, sekaligus membantu guru dalam mengenali karakteristik serta kemampuan belajar peserta didiknya. Kegiatan dilaksanakan secara daring dengan memanfaatkan platform Zoom Meeting, mengingat peserta merupakan guru-guru kimia yang tersebar di SMA seluruh Tanah Papua. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan pakar pendidikan yang memiliki keahlian dalam pembelajaran berdiferensiasi, khususnya dalam bidang pembelajaran kimia.Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan berhasil meningkatkan pemahaman guru-guru kimia se-Tanah Papua mengenai konsep dasar dan prinsip-prinsip pembelajaran berdiferensiasi, yang mencakup diferensiasi konten, proses, dan produk. Pemaparan materi yang diberikan narasumber diperkaya dengan sesi pendampingan langsung, di mana para guru didampingi dalam menyusun perangkat pembelajaran seperti modul ajar kimia berbasis diferensiasi pada berbagai topik. Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan, baik dalam sesi pemaparan maupun pendampingan, dengan partisipasi aktif melalui diskusi, penyampaian persoalan yang dihadapi, serta konfirmasi terhadap praktik pembelajaran yang selama ini dilakukan di kelas. Bahkan, ada guru yang dengan jujur mengungkapkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi merupakan hal baru yang baru pertama kali diketahui, sehingga kegiatan pengabdian ini memberi pengalaman dan wawasan yang sangat berharga
PELATIHAN GURU-GURU IPA SMP NEGERI 6 SENTANI KABUPATEN JAYAPURA DALAM IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBALUSAN Rosaniya E. Rehiara; Agustinus Tandilolo Mamma; Edoward Krisson Raunsay; Adolf Z.D. Siahay; Dolfina Costansah Koirewoa; David R. Jesajas; Elisabeth Renyaan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Vol. 7 No. 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i1.55886

Abstract

Pembelajaran IPA di sejumlah SMP di Kabupaten Jayapura masih menghadapi berbagai permasalahan, terutama terbatasnya penerapan model pembelajaran inovatif yang mendorong keterlibatan aktif murid. Survei awal menunjukkan bahwa proses pembelajaran masih berpusat pada guru dan belum sepenuhnya menerapkan pendekatan konstruktivistik sebagaimana dianjurkan dalam Kurikulum Merdeka. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru -guru IPA melalui pelatihan implementasi model Probalusan, yaitu perpaduan Problem Based Learning (PBL) dan Susan Loucks-Horsley (SLH). Pelatihan dilaksanakan selama satu hari melalui tahapan penyampaian konsep dasar Probalusan, diskusi penerapan pada konteks pembelajaran IPA, serta simulasi sintaks pembelajaran. Evaluasi dilakukan melalui pre test dan post test, observasi partisipasi, dan refleksi guru. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat partisipasi guru sangat tinggi (≥90%) dan peningkatan pemahaman konsep Probalusan sebesar 40–45%. Guru mampu menyusun Modul dan LKM berbasis Probalusan, serta menunjukkan kesiapan menerapkan model ini dalam pembelajaran IPA di kelas. Pendampingan lanjutan melalui platform komunikasi digital memperkuat keberlanjutan program dan membantu guru merefleksikan praktik pembelajaran mereka. Hasil ini menegaskan bahwa pelatihan Probalusan efektif dalam meningkatkan kemampuan guru menerapkan pembelajaran inovatif, memfasilitasi aktivitas belajar yang lebih kreatif, kritis, dan kontekstual bagi murid, serta berpotensi direplikasi pada sekolah-sekolah lain di Kabupaten Jayapura.
The Influence of Cocopeat Plant Media and Manure on the Growth of Ketapang (Terminalia cattapa L.) in Telaga Cemara Beach Forest, Holmafen Village, Muara Tor District, Sarmi Regency Isobela Kornelia Felle; Alfred Alfonso Antoh; Edoward Krisson Raunsay; Maik N R Akobiarek; Leonard Elisa Aisoi; David Reinhard Jesajas
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 8 (2023): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i8.4596

Abstract

Planting media with a certain composition and different treatments influence the growth of a plant. This research was carried out for 5 months from December 2022 -May 2023 with the aim of research to find out the right composition for planting T. catappa plants in the rehabilitation process of the Telaga Cemara beach forest in Holmafen Village, Muara Tor District, Sarmi Regency. The composition of the growing media used in this study was manure, cocopeat, and soil. The research design used was Completely Randomized Design (CRD). There are three variables used in this study, namely the independent variable (combination of Cocopeat manure and soil), dependent variable (type of tree planted), and control variable (soil without treatment). The results showed that there was an effect of treatment on the Ketapang plant which showed significant results on the five parameters tested, NL (T2K3), LL (T2K1), LW (T2K1), PH (T2K1), NB (T2K1). Based on the results of linear regression, the correct composition was obtained, namely the composition of 32.5% cocopeat, manure 17.5%, and land 50%.    
Analysis of Science Process Skills of Junior High School Students Apriani Herni Rophi; Ruth Megawati; Yaneta Tabita Aiboy; Mivtha Citraningrum; Edoward Krisson Raunsay
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 5 (2024): May
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i5.7194

Abstract

Natural Sciences (IPA) emphasizes students' science process skills in every learning process. However, looking at the facts in the field when studying science, students still tend to memorize concepts, theories, and principles without understanding the discovery process. This has an impact on the ongoing learning process being uninteresting so that students become bored and ultimately causes students' understanding of science concepts to become low. This research aims to determine the quality of science process skills of class VII students at Kanda Middle School. The research method used is quantitative. The population is all class VII students at Kanda Middle School, totaling 46 people, while the sample in this study was 23 students taken by random sampling. The instruments used are performance that assesses practicum activities as well as interview guidelines used to gather information from science teachers. Data were analyzed using the percentage value formula. This research concludes that the science process skills of class VII Kanda State Middle School students have a percentage of 70.01% in the skilled category.
Utilization of Endemic Fruits in Efforts to Conserve Genetic Resources in Jayapura District Mariana Ondikeleuw; Bau Mene; Merlin K. Rumbarar; M. Nikmatulah; Klementin Fairyo; Sonya M. Kawer; Edoward Krisson Raunsay; Fenky Marsandi; Riska Ayu Purnamasari
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 10 (2024): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i10.9143

Abstract

Papua is known as an island rich in plant diversity and potential fauna. The problems encountered are that not all types of genetic resources have been explored and identified, limited guidance on the characterization of local plants and some of them are also starting to be difficult to find, especially species that experience rarity and lead to extinction. This study aims to explore and introduce the potential of typical Papuan fruit plants so that it is useful for policymakers for the development of typical fruit plants in the future as a food reserve source of vitamins, and minerals. The location was determined based on where typical fruit plants grow in Papua Province. Data collected include socio-cultural data (local wisdom), its contribution to the economy of farmer households, and growing environment data. The research method used was descriptive exploration, to be able to document community knowledge about the management of typical fruit germplasm requires appropriate information gathering and careful and in-depth study. Information was taken in the yard and land outside the yard/farmer's garden. Activities were carried out from March to December 2019 in Jayapura district. Local plants include fruit plants endemic to the local community, which have been used for generations by the local community.