Claim Missing Document
Check
Articles

SOSIALISASI UPAYA PELESTARIAN SATWA LIAR DI KAMPUNG PERSIAPAN BERBER, DISTRIK BONGGO BARAT, KABUPATEN SARMI Rophi, Apriani Herni; Kawatu, Paul Johan; Rehiara, Rosaniya E.; Raunsay, Edoward Krisson; Megawati, Ruth; Jesajas, David R.
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.25740

Abstract

Kampung Berber merupakan salah satu kampung yang terletak di Distrik Bonggo Barat, Kabupaten Sarmi, Papua. Di kampung ini, masih dapat ditemui cenderawasih (Paradisaea minor) yang merupakan hewan endemik papua yang juga dilindungi. Masyarakat masih dapat melihat aktivitas bermain, mencari makan maupun melakukan aktivitas kawin dari burung ini. Selain itu, beberapa hewan yang dilindungi lainnya seperti burung kaka tua, nuri serta kangguru juga masih dapat ditemui di kawasan hutan. Melihat adanya potensi ancaman bagi keberlangsungan satwa liar dilindungi di kawasan kampung Berber maka perlu dilakukan sosialisasi upaya pelestarian satwa liar di sekitar hutan kawasan kampung Berber. Adapun metode yang digunakan meliputi: perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.Kegiatan sosialisasi dapat diselengarakan dengan baik dan lancar sesuai dengan rencana kegiatan yang telah dibuat. Kegiatan ini disambut baik oleh masyarakat dengan jumlah peserta yang hadir mencapai target 100%. Materi dapat disampaikan secara tuntas serta pada akhir kegiatan, peserta memiliki wawasan baru terkait pemanfaatan kekayaan alam disekitar kawasan kampung dengan bertanggung jawab.
PELATIHAN GURU MGMP IPA DALAM IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBALUSAN IPA PADA SMP DI KOTA JAYAPURA Rehiara, Rosaniya E.; Raunsay, Edoward Krisson; Antoh, Alfred Alfonsoh; Kameubu, Konstantina MB.; Kawatu, Paul Johan; Akobiarek, Maik NR.; Aisoi, Leonardo Elisa; Megawati, Ruth; Rophi, Apriani Herni; Jesajas, David Reinhard; Bwefar, Marsya I.; Satar, Suriyah; Listiani, Hanida
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.35315

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan guru-guru MGMP IPA dalam implementasi model Probalusan dalam pembelajaran IPA di SMP. Pelatihan ini diharapkan guru-guru sebagai fasilitator yang kreatif dan inovatif memiliki keterampilan dalam menyelenggarakan pembelajaran menggunakan model pembelajaran inovatif. Sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah guru-guru MGMP IPA di kota Jayapura yang berjumlah 41 orang. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian, meliputi penyampaian materi model pembelajaran Probalusan IPA, simulasi sintaks model pembelajaran Probalusan IPA dan dilanjutkan dengan diskusi seputar model pembelajaran Probalusan IPA untuk memberi kesempatan bagi guru untuk mengatasi kendala dalam menerapkan model Probalusan IPA. Manfaat yang diperoleh guru dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memperoleh pengetahuan tentang model pembelajaran inovatif yaitu model Probalusan IPA dan dapat menerapkannya dalam pembelajaran IPA di SMP. Hasil angket respon guru setelah mengikuti pelatihan untuk kategori sangat setuju diatas 85% dari 41 guru dan setuju 15% artinya guru sangat senang mengikuti kegiatan pelatihan implementasi model pembelajaran Probalusan IPA. Menurut Guru pelatihan ini membantu mereka memahami model pembelajaran inovatif diantaranya model Probalusan IPA. Guru lebih mengerti konsep dasar model pembelajaran Probalusan IPA, disertai contoh-contoh praktis yang berguna untuk diterapkan di kelas. Pelatihan ini mendorong guru-guru sebagai fasilitator lebih kreatif dan inovatif, serta memiliki keterampilan dalam menyelenggarakan pembelajaran menggunakan model pembelajaran inovatif. Implementasi model Probalusan IPA menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, inovatif dan menyenangkan sehingga tujuan pembelajaran tercapai dengan mudah.
Macroscopic Fungal Diversity in Oil Palm Plantations in Buasom Village, Unurum Guay District, Jayapura Regency, Jayapura Papua Raunsay, Edoward Krisson; Dorsila Iwanembut; Supeni Sufaati; Dolfina Costansah Koirewoa; Apriani Herni Rophi
Indonesian Journal of Contemporary Multidisciplinary Research Vol. 3 No. 2 (2024): March 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/modern.v3i2.8128

Abstract

One of the unidentified fungi that occupy habitats or are found in oil palm lands. The importance or urgency of this research is carried out so that various types of fungi in Papua can be properly identified so as to enrich mushroom research data in various types of habitats. This study aims to determine the types and diversity of macroscopic fungi (fungi) found in oil palm plantations in Buasom Village, Unurum Guay District, Jayapura Regency. This study used 5 transects and each transect consisted of 5 observation plots which would be placed in oil palm plantations. The total number of observation plots is 25 with a size of 20 m x 20 m. The collected data will be analyzed using the K, KR, F, FR, INP and H' approach. The results showed that the composition of macroscopic mushroom species in the oil palm plantation of Buasom village, Unurum Guay District, Jayapura Regency as a whole was 24 species of mushrooms in 13 families. The number was distributed in the observation transect, namely, in the first transect 11 species with (H' 2.01) moderate category, in the second transect 7 species with (H' 1.81) low category, in the third transect 12 species with (H' 2.19) medium category, transect fourth 7 species with (H' 1.71) low category and fifth transect 5 species with (H' 1.31) low category
Vegetation Association of Bird of Paradise Community in Berber Village Forest, West Bonggo District, Sarmi Regency, Papua Province Indonesia Raunsay, Edoward Krisson; Koirewoa, Dolfina Costansah; Jesajas, David Reinhard; Nurcholis, Waras
Indonesian Journal of Contemporary Multidisciplinary Research Vol. 3 No. 6 (2024): November 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/modern.v3i6.12272

Abstract

This research aims to determine the richness, diversity and dominance of tree and bird species, as well as analyzing the relationship between trees and bird communities in the Berber Village forest.  Data collection methods include observation, exploration and Concentration Counts. Species richness analysis uses the Margalef Index. Diversity index, with the Shannon-Wiener equation, Dominance index using the dominance index. Assessment of the ecological function of trees using four assessment categories (very good, good, moderate and poor). A total of 36 individuals were observed, consisting of 23 males and 13 females. The richness of birds of paradise in Berber village forests is in the low category (0.4343) and is dominated by P. minor. Activity P. minor observed at various heights ranging from 21 to 64 meters above sea level (masl). Distribution of Bird of Cenderawasih activity (P. minor And C. king) shows a predilection for certain tree types and variations in height.
Monitoring Vegetation as Habitat (Paradisaea minor jobiensis Rothschild, 1879) in the Period 2024, 2018, and 2024 to Support Birdwatching Ecotourism in Barawai Yapen Islands Regency Papua Edoward Krisson Raunsay; Basa T. Rumahorbo; Apriani Herni Rophi; David R. Jesajas; Rudolf Abrauw
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 12 (2024): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i12.9347

Abstract

Imbowiari Forest in Barawai Village, Yapen, Papua, has complex flora and fauna biodiversity, including as a habitat for Paradisaea minor jobiensis. In Papua, especially the Yapen Islands Regency, endemic species such as Paradisaea minor jobiensis are the main attraction for tourists. Managed by the community through local wisdom and the Dorey Jaya group, this area has the potential to be developed as birdwatching ecotourism. However, it has not been widely popular with tourists. This study aims to analyze changes in the vegetation of the bird's habitat for three periods (2014, 2018, and 2024) and provide recommendations for ecotourism management in Barawai. Vegetation structure and composition data were collected using the grid line method and analyzed using PAST software. The results showed an increase in the number of species at all vegetation levels, especially seedlings (21 species in 2014 to 72 in 2024), saplings (27 to 64), poles (26 to 76), and trees (41 to 96). The number of individuals also increased significantly, especially on saplings and poles. The diversity index also increased, especially at the tree level (2.78 to 4.07). This study indicates an increase in overall vegetation, with recommendations for optimizing ecotourism management based on biodiversity and local wisdom.
LITERASI LAUT PADA SISWA SD INPRES DORMENA UNTUK MEMBENTUK GENERASI YANG BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP PEMANFAATAN LAUT Cornelius Tanta; Apriani Herni Rophi; Edoward Krisson Raunsay; David R. Jesajas; Mivtha Citraningrum
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37484

Abstract

Kampung Doromena yang berada di Distrik Depapre Kabupaten Sentani, Papua merupakan kampung yang memiliki potensi perairan yang besar apabila dikelola dengan baik. Masyarakat Pesisir Kampung Doromena sebagian besar menggantungkan hidupnya dari hasil laut dengan bermata pencaharian sebagai nelayan. Akan tetapi, beberapa masyarakat masih melakukan destructive fishing yang dapat menyebabkan kerusakan terumbu karang sebagai tempat hidup banyak biota laut serta merusak regenerasi dan rantai makanan dalam eksosistem tersebut. Selain itu, berdasarkan hasil observasi kesadaran masyarakat akan laut masih rendah, hal ini terlihat dari perilaku masyarakat yang masih membuang limbah rumah tangganya langsung ke laut. daerah Depapre juga menjadi area yang sangat sering dikunjungi oleh wisatawan karena lautnya yang indah. Hal ini dapat menjadi ancaman dimana kegiatan pariwisata seperti snorkeling yang kurang bertanggung dapat merusak eksosistem terumbu karang dan eksosistem lamun. Ditambah lagi berdasarkan hasil observasi dan wawancara di sekolah diketahui bahwa literasi laut kurang dilakukan. Hal ini akan berdampak pada kesadaran dan kepedulian generasi muda yang kurang dalam menjaga kelestarian laut di daerahnya. Berdasarkan permasalahan diatas, maka perlu adanya literasi laut pada masyarakat pesisir kampung Doromena sejak usia Sekolah Dasa Tujuan dari kegiatan ini ialah untuk memberikan literasi laut bagi anak-anak Sekolah Dasar. Adanya kegiatan literasi laut ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman anak-anak pesisir tentang pentingnya laut bagi keberlanjutan hidup manusia. Dengan pemahaman tersebut, diharapkan kedepannya generasi Doromena tidak lagi melakukan destructif fishing atau kegiatan pengrusakan laut lainnya. Melalui kesadaran tersebut, masyarakat Doromena ke depannya dapat mengelola dan memanfaatkan laut secara berkelanjutan sehingga sumberdaya laut dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lama. Kegiatan pengabdian dapat diselengarakan dengan baik dan lancar sesuai dengan rencana kegiatan yang telah dibuat. Kegiatan ini disambut baik pihak sekolah dan masyarakat setempat dengan jumlah peserta yang hadir mencapai target 93%. Materi dapat disampaikan secara keseluruhan serta pada akhir kegiatan, peserta memiliki penilaian sikap peduli laut pada kategori sedang hingga tinggi dengan persentase sebesar 83%.
PEMBELAJARAN KONSERVASI KONTEKSTUAL MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI MELALUI PRAKTIKUM PENGAMATAN BURUNG CENDERAWASIH DI KAMPUNG RHEPANG MUAIF KABUPATEN JAYAPURA Rosaniya E. Rehiara; Edoward Krisson Raunsay; Aldolf Z.D. Siahay; Dolfina Costansah Koirewoa
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.47029

Abstract

Kegiatan ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran konservasi kontekstual bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi melalui praktikum lapangan dalam pengamatan burung Cenderawasih di Kampung Rhepang Muaif, Kabupaten Jayapura. Pendekatan ini mengintegrasikan tridharma perguruan tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian—dalam satu kesatuan kegiatan berbasis ekosistem lokal. Mahasiswa terlibat langsung dalam pengamatan spesies, pencatatan data, dan interaksi dengan masyarakat adat yang memiliki kearifan ekologis lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa partisipasi aktif dalam pengalaman lapangan memicu peningkatan signifikan dalam aspek kognitif, afektif, dan reflektif mahasiswa. Praktikum ini mendorong penguatan sikap dan empati konservasi melalui pengalaman langsung yang tidak dapat diperoleh di ruang kelas. Selain itu, integrasi nilai budaya lokal memperkaya pemahaman mahasiswa terhadap makna ekologis burung Cenderawasih sebagai simbol identitas dan keberlanjutan alam Papua. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti efektif sebagai strategi pembelajaran ekologis yang membentuk agen konservasi berwawasan lokal dan reflektif.
PENGUATAN KAPASITAS KELOMPOK KPA DAN MMP DALAM MENDUKUNG EKOWISATA BIRDWATCHING DI AMAI DISTRIK DEPAPRE KABUPATEN JAYAPURA Edoward Krisson Raunsay; Rosaniya E. Rehiara; Dewi Sulistiowati; Dolfina Costansah Koirewoa; David Reinhard Jesajas; Safitri Salam; Dorce Kayoi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2025): Vol.6 No. 5 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i5.51498

Abstract

Peran masyarakat lokal memiliki kontribusi penting dalam menjaga keberlangsungan burung Cenderawasih di habitat alaminya. Namun, peran kelompok pencinta burung di Papua masih belum optimal karena keterbatasan pengetahuan ekologi dan kurangnya konsistensi dalam pelestarian. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan di Kampung Amai, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, dengan tujuan meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan konservasi masyarakat melalui pendekatan partisipatif. Metode yang digunakan meliputi ceramah, Focus Group Discussion (FGD), dan praktik lapangan bersama dua kelompok mitra utama, yaitu Kelompok Pencinta Alam (KPA) dan Masyarakat Mitra Pariwisata (MMP). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap ekologi burung Cenderawasih, identifikasi spesies, serta pengelolaan habitat dan jalur ekowisata. Evaluasi pre–post menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan sebesar 40–55%. Peserta kini mampu mengenali empat spesies utama Paradisaea minor, Seleucidis melanoleuca, Cicinnurus regius, dan Cicinnurus magnificus serta memahami jenis pohon pakan dan area aktivitasnya. Kegiatan ini membuktikan bahwa penguatan kapasitas masyarakat efektif dalam membangun kesadaran konservasi dan menjadi dasar pengelolaan ekowisata birdwatching berkelanjutan di Papua.
PENGUATAN KESADARAN MASYARAKAT TENTANG PENTINGNYA REKAYASA HABITAT MELALUI PENANAMAN Asplenium nidus SEBAGAI BIOINDIKATOR SARANG BURUNG CENDERAWASIH DI TABLASUPA DISTRIK DEPAPRE KABUPATEN JAYAPURA Marsia Isa Bwefar; Edoward Krisson Raunsay; Dewi Sulistiowati; Dolfina Costansah Koirewoa
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2025): Vol.6 No. 5 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i5.51556

Abstract

Berdasarkan beberapa hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa Asplenium nidus berperan pening dalam pelestarian burung Cenderawasih terutama sebagai bioindikator sarang burung Cenderawasih. Burung Cenderawasih meletakan sarangnya pada Asplenium nidus, oleh karena itu penting sekali dilakukan kegiatan penanaman tumbuhan bioindikator tersebut dalam kawasan atau habitat dimana satwa ini berada. Berdasarkan beberapa hasil observasi dan wawancara kepada kelompok-kelompok pencinta burung Cenderawasih di Tanbasupa yaitu KPA dan MMP menunjukkan bahwa populasi burung Cenderawasih dalam habitat masih sangat minim, belum pernah ditemukannya sarang burung Cenderawasih dan populasi tumbuhan bioindikator tersebut masih sangat minim dalam habutat dimana satwa ini berada. Oleh karenanya penting sekali dilakukan upaya penyadaran kepada masyarakat terutama komunitas-komunitas pencinta burung Cenderawasih atau mereka yang telah berkomitmen untuk mengelola dan menjaga kawasan demi pelestarian burung Cenderawasih. Upaya penyadaran ini akan dilakukan dengan kegiatan penanaman Asplenium nidus bersama dengan masyarakat di dalam habitat burung Cenderawasih. Metode PKM yang akan digunakan adalah Ceramah, Diskusi dan aksi nyata (penanaman) serta monitoring. Kegiatan penanaman ini dilakukan dengan tujuan untuk merekayasa habitat satwa burung Cenderawasih dengan menanam sejumlah Asplenium nidus pada setiap pohon-pohon tertentu terutama pada pohon bermain agar satwa ini dapat meletakan sarang untuk bertelur. Ketika sarangnya diletakan dalam kawasan atau habitat terutama pada pohon bermain maka harapannya adalah populasi satwa ini akan terus meningkat dalam kawasannya dan tidak berpindah ke tempat lain. Kegiatan penguatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya rekayasa habitat melalui penanaman Asplenium nidus sebagai bioindikator sarang burung Cenderawasih di Tablasupa, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, berhasil meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan. Melalui pendidikan, pelatihan, dan praktik langsung penanaman A. nidus serta pohon pakan seperti Ficus sp., Intsia bijuga, dan Pometia pinnata, masyarakat memperoleh pengetahuan tentang peran vegetasi sebagai penunjang habitat Cenderawasih dan membangun kesadaran kolektif menjaga keanekaragaman hayati lokal. Kegiatan ini juga menghasilkan aksi nyata berupa penanaman bibit yang menunjukkan tingkat adaptasi baik berdasarkan hasil pemantauan berkala terhadap kondisi habitat, sehingga program ini berkontribusi pada peningkatan kesadaran ekologis sekaligus pemulihan ekosistem alami pendukung keberlangsungan burung Cenderawasih.
SOSIALISASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA MATA PELAJARAN KIMIA (FASE E & F) KURIKULUM MERDEKA Dolfina Costansah Koirewoa; Irwandi Yogo Suaka; Edoward Krisson Raunsay
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 6 (2025): Vol. 6 No. 6 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i6.55794

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada guru mengenai pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi di kelas, sekaligus membantu guru dalam mengenali karakteristik serta kemampuan belajar peserta didiknya. Kegiatan dilaksanakan secara daring dengan memanfaatkan platform Zoom Meeting, mengingat peserta merupakan guru-guru kimia yang tersebar di SMA seluruh Tanah Papua. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan pakar pendidikan yang memiliki keahlian dalam pembelajaran berdiferensiasi, khususnya dalam bidang pembelajaran kimia.Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan berhasil meningkatkan pemahaman guru-guru kimia se-Tanah Papua mengenai konsep dasar dan prinsip-prinsip pembelajaran berdiferensiasi, yang mencakup diferensiasi konten, proses, dan produk. Pemaparan materi yang diberikan narasumber diperkaya dengan sesi pendampingan langsung, di mana para guru didampingi dalam menyusun perangkat pembelajaran seperti modul ajar kimia berbasis diferensiasi pada berbagai topik. Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan, baik dalam sesi pemaparan maupun pendampingan, dengan partisipasi aktif melalui diskusi, penyampaian persoalan yang dihadapi, serta konfirmasi terhadap praktik pembelajaran yang selama ini dilakukan di kelas. Bahkan, ada guru yang dengan jujur mengungkapkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi merupakan hal baru yang baru pertama kali diketahui, sehingga kegiatan pengabdian ini memberi pengalaman dan wawasan yang sangat berharga