Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

EKSPLORASI Bacillus spp. PADA BEBERAPA RHIZOSFER GULMA DAN POTENSINYA SEBAGAI AGENS PENGENDALI HAYATI PATOGEN TANAMAN SECARA IN VITRO Rana Virga Tesha Syofiana; Rachmi Masnilah
JURNAL BIOINDUSTRI (JOURNAL OF BIOINDUSTRY) Jurnal Bioindustri: VOL. 2 NO. 1 (2019)
Publisher : Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jbio.v2i1.483

Abstract

One group of rhizobacteria that has been widely studied as a biological controlling agent is Bacillus spp. Through the mechanism of induction of resistance and antibiosis, these bacteria are able to suppress the growth of plant pathogens. Its ability to quickly colonize plant roots and broad adaptability to the environment causes Bacillus to spread in nature, especially in the rhizosphere. This study aims to determine the presence of Bacillus in several rhizosphere weeds and their ability to inhibit plant pathogen growth in vitro. This study consisted of two stages, namely, (1) sampling activities carried out in the Kalisat area, Jember Regency, and (2) isolation, selection and identification. Based on the results of the study, 17 Bacillus spp. Isolates. which was successfully isolated from several rhizosphere weeds. The results of Bacillus spp. in vitro the inhibition was obtained by 73% in suppressing Fusarium sp. and 14 mm clear zone formed by Bacillus against X. oryzae pv. oryzae. 5 superior Bacillus isolates obtained from the antagonist test were identified as B. subtilis, B. licheniformis, B. alvei, and B. coagulans.Keyword: Bacillus spp., biological agents, weeds of rhizosphere
Effects of Salicylic Acid to Control Bacterial Leaf Blight Disease (Xanthomonas oryzae pv. oryzae) on Three Varieties of Rice Siti Mai Saroh; Rachmi Masnilah
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 3 (2022): Agustus
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (987.57 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i3.15349

Abstract

ABSTRACTBacterial leaf blight is a disease in rice plants caused by Xanthomonas oryzae pv. oryzae. The use of resistant varieties is an effective, economic and easy way to do it, but it is limited by time and place so that it needs to be induced by the addition of salicylic acid. Salicylic acid is one of the compounds that can activate enzymes that play a role in plant resistance to pathogen infection. The purpose of this study was to determine the effect of the addition of salicylic acid to rice varieties to induce its resistance to bacterial leaf blight. The research was arranged in a factorial completely randomized design (CRD) consisting of 2 factors. The first factor used was mekongga rice varieties (V1); Ciherang (V2); and IPB 3S (V3), while the second factor is the concentration of salicylic acid consisting of 0 mM (K0); 7.5 mM (K1); 10 mM (K2); and 12.5 mM (K3) with each treatment repeated 3 times, and in each study unit there were 5 plants. Results showed that the addition of salicylic acid and the use of three varieties of rice can suppress the severity of the disease HDB, its resistance status increases when compared to control and increases the content of the phenol. The best treatment of 10 mM salicylic acid concentrations with Mekongga varieties (K2V2) can suppress the severity of the HDB disease by 18.47% by showing a moderately susceptible endurance status as well as the content of the phenol increased.Keywords : Salicylic Acid, Varieties of Rice, Xanthomonas oryzae pv. oryzae
Pemanfaatan Bacillus Sp. Dan Pupuk Organik Untuk Mengendalikan Penyakit Busuk Pelepah (Rhizoctonia Solani) Pada Tanaman Jagung Nasriyah Hidayatus Sholeha; Rachmi Masnilah
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 4 (2022): November
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.768 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i4.35221

Abstract

Jagung termasuk salah satu tanaman pangan utama setelah padi dan gandum yang tumbuh di daerah tropis salah satunya di Indonesia. Menurut data BPS, 2018 di Kabupaten Jember diketahui bahwa produksi jagung mengalami penurunan meskipun tidak signifikan. Pada tahun 2014 produksi jagung dapat mencapai 390,759 ton sedangkan, pada tahun 2018 dengan luas lahan yang lebih besar dibandingkan dengan tahun 2014, produksi jagung lebih rendah dan hanya menghasilkan 350,705 ton. Hasil produksi yang tidak dapat mencukupi nilai kebutuhan ini dapat disebabkan oleh berbagai hal salah satunya penurunan produksi Jagung yang dikarenakan adanya penurunan produktifitas lahan pertanian, kondisi cuaca yang tidak menentu, dan adanya serangan organisme pengganggu tanaman seperti penyakit busuk pelepah tanaman jagung Penyakit busuk pelepah merupakan salah satu penyakit penting yang menyerang tanaman jagung yang disebabkan oleh jamur Rhizoctonia solani.Pengendalian dapat dilakukan dengan menggunakan Bacillus sp. dan penambahan pupuk organik. Bacillus sp.dan berbagai pupuk organik efektif untuk mengendalikan dan atau menghambat perkembangan Rhizoctonia solani. untuk itu diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai efektifitas Bacillus sp dengan penambahan pupuk organik untuk mengendalikan dan menekan cendawan Rhizoctonia solani. Penelitian dilaksanakan pada juli 2021 bertempat di laboratorium penyakit tanaman dan greenhouse Program Studi Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jember. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu isolat Bacillus sp. yang terdiri dari 4 perlakuan dan faktor kedua ialah pupuk organik (B) yang terdiri dari 4 perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali dan dapat diperoleh 48 unit percobaan, dalam setiap unit percobaan akan ditanami sebanyak 3 benih. Perlakuan yang digunakan antara lain faktor pertama yaitu P0=kontrol, P1=Bacillus sp. asal buah naga, P2=Bacillus sp. asal bambu, P3=Bacillus sp. asal rumput gajah dan faktor kedua yaitu B0= kontrol, B1= Pupuk guano, B2= pupuk kandang, dan B3= pupuk kompos. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam ANOVA (Analysis of Varians), dan dilanjut dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) 5%. Kata Kunci: Bacillus sp., pupuk organik, busuk pelepah jagung Rhizoctonia solani
PENDAMPINGAN PRODUKSI MASAL SEDIAAN ORGANIK MELALUI TEKNOLOGI BIOFORMULATOR PADA KELOMPOK TANI JAYA II DI KABUPATEN JEMBER Mohammad Hoesain; Rachmi Masnilah; Aryo Fajar Sunartomo; Fariz Kustiawan Alfarisy
AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 6 No. 2 (2022): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LP2M UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v6i2.1637

Abstract

Sediaan organik seperti pupuk dan pestisida organik merupakan kebutuhan vital dari sistem pertanian organik. Hal ini dikarenakan tidak dianjurkan menggunakan bahan sintetis untuk proses budidaya. Desa Rowosari, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember merupakan salah satu desa unggulan yang mengembangkan usaha pertanian organik. Produk organik yang dihasilkan mampu memenuhi kebutuhan untuk wilayah se tapal kuda dan Jawa Timur. Namun untuk memenuhi permintaan dengan mutu kualitas yang baik diperlukan upaya-upaya untuk meningkatkan mutu produk. Kelompok Tani Jaya II merupakan kelompok tani yang telah berbadan hukum dengan Nomor AHU-0035438.AH.01.07 dan memiliki sertifikat organik yang dikeluarkan oleh LeSOS (Lembaga Sertifikasi Organik Seloleman). Namun ada beberapa kendala yang dihadapi oleh Kelompok Tani Jaya II dalam mengembangkan usaha pertanian organik. Adapun masalah yang dihadapi adalah (i) sediaan input organik masih berupa pupuk organik cair, (ii) membutuhkan varian pupuk organik dalam bentuk granul yang lebih kaya nutrisi namun terbatas dengan alat produksi, (iii) belum memiliki bioinsektisida unggul untuk mengendalikan hama utama pada tanaman budidaya organik, (iv) tantangan manejemen agroindustri yang belum terstruktur, serta (v) masalah pemasaran dan kelembagaan. Tujuan umum dilakukan PKM ini adalah membantu Kelompok Tani Jaya II dalam meningkatkan nilai tambah dalam pengembangan usaha pertanian organik. Sedangkan untuk tujuan khusus yaitu (i) menyediakan sediaan organik berupa pupuk organik granul dan dilengkapi dengan alat bioformulator, (ii) melakukan produksi masal bioinsektisida unggul yang telah teruji sebagai upaya proteksi tanaman terhadap serangan hama, (iii) membantu dalam mengembangkan usaha dalam agroindustri yang berkelanjutan, dan (iv) meningkatkan sumber daya pemberdayaan masyarakat melalui peran kelembagaan dan strategi pemasaran bisnis. Hasil dari kegiatan ini adalah pemberdayaan masyarakat atau petani organik dalam menyediakan teknologi untuk sediaan organik. Kemudian hasil berikutnya petani mampu menyediakan sediaan organik dengan formula granul, cair (pupuk dan pestisida organik) yang efektif untuk kegitan proses budidaya. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah disemenasi hasil teknologi untuk pemberdayaan masyarakat dalam menyediakan paket teknologi granulator dan formula cair.
Management of Whitefly (Bemisi tabaci Genn.) Attacks on Chili (Capsicum annuum L.) in the Greenhouse: Management of Whitefly (Bemisi tabaci Genn.) Attacks on Chili (Capsicum annuum L.) in the Greenhouse Bakhroini Habriantono; Rachmi Masnilah; Fariz Kustiawan Alfarisy
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 24 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v24i2.4650

Abstract

Kutu kebul (Bemisia tabaci Genn.) merupakan salah satu hama yang menyebabkan kerusakan dan kehilangan hasil pada tanaman cabai. Pengendalian yang sering dilakukan oleh petani adalah dengan penyemprotan pestisida sintetik yang berdampak pada timbulnya resistensi hama serta dampak buruk lainnya pada lingkungan. Oleh karena itu perlu adanya alternatif pengendalian lainnya seperti pengembangan agens hayati (Beauveria bassiana), pestisida nabati, serta pestisida sintetik dengan bahan aktif yang berbeda. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas konsentrasi dan jenis dari pengendalian dalam mengendalikan kutu kebul. Metode penelitian terdiri dari beberapa tahapan dimulai dari persiapan jenis pengendalian seperti pestisida berbahan aktif spinosad, minyak parafin, ekstrak daun mimba, dan jamur entomopatogen B. Bassiana. Penelitian dirancang dengan menggunakan RALF (Rancangan Acak Lengkap Faktorial). Variabel pengamatan yang diamati adalah intensitas kerusakan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak parafin dan ekstrak daun mimba merupakan perlakuan terbaik dalam menekan intensitas kerusakan kutu kebul. sedangkan konsentrasi 1% merupakan rekomendasi terbaik yang dapat digunakan dalam mengendalikan hama kutu kebul.
Identifikasi penyebab penyakit busuk bulir bakteri pada tanaman padi (Oryza sativa) dan pengendaliannya menggunakan isolat Bacillus spp. secara in vitro Isnaeni, Siti Juli; Masnilah, Rachmi
Jurnal Proteksi Tanaman Tropis Vol 1 No 1 (2020): Januari
Publisher : Department of Plant Protection, Faculty of Agriculture, Universitas Jember - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jptt.v1i1.15584

Abstract

Bacterial grain rot disease in rice plant is a new disease in Indonesia. The disease can reduce rice production up to 40% in severe disease attack. Morphological and physiological identification of these pathogens can be useful as a strategy of disease control. Control of this disease using Agent Biological Control is a right step and eco-friendly. The research was conducted in July until November 2018 at Plant Quarantine Laboratory of Agricultural Quarantine Center Surabaya. Design of experiment used on pathogenic identification is descriptively and analytically while in strategy of diseases control used are Randomized Complete Design method of single factor as many as 5 treatment of Bacillus spp. such as; Ba1: Bacillus spp. isolate 1, Ba2: Bacillus spp. isolate 2, Ba3: Bacillus spp. isolate 3, Ba4: Bacillus spp. isolate 4, and Ba5: Bacillus isolate spp. 5. Research result showed that the pathogen causing bacterial grain rot in Rice is Burkholderia glumae with bacterial characteristic are Gram negative, aerobic, not fluorescent on Kings B medium, mesophyll, isotonic, can hydrolysis arginine and can produce enzyme of gelatinase and (2) Bacillus spp. Isolate which consistent to inhibiting B. glumae in vitro is Ba-1 with a mean inhibition of 17.88 mm and a variety of resistance mechanisms, namely bacteriostatic and bactericidal Isolate of Bacillus spp Keywords: Bacterial grain rot rice; Bacillus spp; Burkholderia glumae
Pemberdayaan Masyarakat Sukorambi Melalui Implementasi Pertanian Sehat ADU (Anti Residu) Upaya Menghasilkan Produk Hortikultura Bebas Residu Pestisida Hoesain, Mohammad; Masnilah, Rachmi; Prastowo, Sigit; Pradana, Ankardiansyah Pandu; Alfarisy, Fariz Kustiawan; Wagiyana, Wagiyana; Suharto, Suharto; Hasjim, Saifuddin; Sunartomo, Aryo Fajar
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 6, No 2 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v6i2.2773

Abstract

AbstrakDesa Sukorambi merupakan Desa Sentra Tanaman Hortikultura untuk pemasok di Kabupaten Jember. Masyarakat di desa tersebut mayoritas bermata pencaharian sebagai petani. Sistem budidaya tanaman hortikultura yang diterapkan oleh Masyarakat Desa Sukorambi menggunakan sistem pertanian intensif dengan input pupuk dan pestisida sintetis, menjadi suatu permasalahan. Selain sistem pertanian, Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) menjadi masalah utama dalam budidaya tanaman. Tujuan dari pengabdian masyarakat adalah memberikan pemberdayaan dan pendampingan masyarakat mengenai implementasi pertanian sehat dengan teknologi produksi Anti Residu (ADU) untuk alternatif ketergantungan terhadap pestisida sintetis. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian desa binaan dilaksanakan dengan dua metode yaitu Focus Group Discussion (FGD) dan praktek di beberapa kelompok tani. Tujuan dilakukan FGD adalah untuk memberikan penyuluhan dan wawasan terkait implementasi pertanian sehat. Metode praktek teknologi produksi bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat terkait teknologi produksi ADU yang telah berhasil efektif dan teruji dalam skala laboratorium maupun di lahan percobaan untuk mengendalikan permasalahan seputar OPT. Kegiatan pengabdian desa binaan melibatkan beberapa perangkat desa, tokoh masyarakat, dan petani yang menjadi sasaran. Hasil program pengabdian ini memberikan respon positif untuk transfer teknologi mengenai implementasi pertanian sehat, petani mengetahui produksi ADU secara mandiri, dan memberikan pengaruh positif dalam menghasilkan produk-produk pertanian sehat bebas residu pestisida.Kata kunci: Anti Residu, Berkelanjutan, Desa Binaan, Terpadu.
Pengaruh Aplikasi Beberapa Jenis dan Dosis Bahan Organik Terhadap Populasi Trichoderma Sp Dalam Menekan Intensitas Penyakit Moler Bawang Merah Guswantoro, Dicky Ade; Masnilah, Rachmi
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Nomor 3
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v7i3.40608

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum) merupakan komoditas hortikultura yang memiliki banyak manfaat dan nilai tinggi dengan permintaan yang terus meningkat. Peningkatan produksi bawang merah belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat sehingga dianggap masih belum optimal dalam hal budidaya bawang merah. Permasalahan selama proses budidaya bawang merah tidak terlepas dari gangguan penyakit penyakit moler oleh cendawan Fusarium oxysporum f.sp cepae yang menyebabkan tanaman tidak dapat tumbuh dengan baik. Tujuan penelitian kali ini yaitu untuk mengetahui interaksi dan pengaruh antara jenis bahan organik dengan pemberian dosis yang beragam terhadap populasi Trichoderma sp., intensitas penyakit moler dan bobot segar umbi bawang merah. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pengamatan Hama Penyakit Tanaman Pangan dan Hortikultura Jember dan Lahan Budidaya di Desa Karanganyar, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember mulai bulan Oktober 2022 sampai Januari 2023. Metode percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, yang terdiri dari 2 faktor dengan 4 kali ulangan. Faktor pertama terdiri dari 2 perlakuan yaitu P1 (kompos jerami) dan P2 (vermikompos) dan faktor kedua terdiri dari 4 perlakuan yaitu: N0 = 0kg/ha, N1 = 15 ton/ha (0,48 kg/petak), N2 = 20 ton/ha (0,64 kg/petak), dan N3 = 25 ton/ha (0,80 kg/petak). Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan Analysis of Varians (ANNOVA). Variabel yang diamati meliputi populasi Trichoderma sp, intensitas penyakit moler, dan hasil berat segar umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara jenis bahan organik dan dosis bahan organik pada semua variabel pengamatan. Pengaruh faktor tunggal aplikasi dosis bahan organik berpengaruh sangat nyata terhadap populasi Trichoderma sp., masa inkubasi penyakit, intensitas penyakit moler dan bobot segar umbi bawang merah. Dosis 20 ton/ha memberikan hasil terbaik pada semua parameter pengamatan.
Kajian Efektifitas Bacillus Sp dengan Penambahan Pupuk Kompos dalam Mengendalikan Busuk Hitam (Xanthomonas Campestris) pada Tanaman Kubis Bunga Muslimah, Syafira Ayu; Masnilah, Rachmi
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 7 No 1 (2024): Februari
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v7i1.38168

Abstract

Produksi kubis bunga di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur pada tahun 2016 ke 2017 terjadi penurunan, hal ini disebabkan adanya beberapa faktor yang mempengaruhi produksi kubis bunga dari kualitas maupun kuantitas. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan produksi kubis bunga adalah serangan penyakit pada tanaman. Penyakit yang menyerang tanaman kubis bunga yaitu busuk hitam (Xanthomonas campestris) yang merusak sayuran terutama famili Brassicaceae. Pengendalian penyakit menggunakan pestisida kimia dapat menimbulkan dampak negatif bagi ekosistem dan kehidupan manusia. Cara efektif pengendalian serangan penyakit dapat melalui pemanfaatan agen hayati. Strategi pengendalian yang banyak dikembangkan yaitu pengendalian yang mengarah pada pemanfaatan potensi mikroorganisme. Salah satu agen pengendali hayati yang berguna bagi tanaman yaitu Bacillus sp. pengendalian penyakit dengan menambahakan pupuk kompos sebagai bahan pembawa dan menguntungkan antara tanaman dengan mikroorganisme. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan, yaitu P0: kontrol, P1: Bacillus sp., P2: Bacillus sp. + Pupuk kompos, P3: Bacillus sp + Pupuk vermikompos, P4: Bacillus sp. + Pupuk Bokashi. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali serta uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT). Variabel pengamatan meliputi masa inkubasi, keparahan penyakit, laju infeksi, populasi Bacillus sp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Bacillus sp. dengan penambahan pupuk vermikompos merupakan perlakuan terbaik dalam menekan perkembangan penyakit, meningkatkan populasi Bacillus sp. dan jumlah daun tanaman dengan masa inkubasi 12 HSI, keparahan penyakit 23,44%, laju infeksi 0,067 unit/hari, efektifitas 72,30%, populasi Bacillus sp. 1,92x109 cfu/ml, dan jumlah daun tanaman 23 daun.
IN VITRO STUDY OF PHYLLOSPHERE BACTERIA AS PROMISING BIOCONTROL AGENTS AGAINST BACTERIAL LEAF BLIGHT DISEASE (Xanthomonas oryzae pv. oryzae) IN RICE PLANTS Masnilah, Rachmi; Nurmala, Fenny; Pradana, Ankardiansyah Pandu
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v6i2.4094

Abstract

This study aimed to explore the potential of phyllosphere bacterial isolates as biological control agents against Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo). We isolated a strain exhibiting typical morphological and biochemical characteristics of Xoo, such as a yellowish, spherical colony, Gram-negative, and starch hydrolyzing ability. This isolate was shown to cause necrotic lesions on rice leaves, corroborating its pathogenic nature. Subsequently, we isolated ten diverse phyllosphere bacteria from rice plants. These isolates were characterized based on various morphological and biochemical attributes including colony shape, margin appearance, color, growth time, and the ability to fluoresce under UV light when cultivated on King's B medium. Crucially, none of these isolates induced a hypersensitive response in tobacco leaves, an initial indicator of their potential as safe biological control agents. In an antagonistic assay against Xoo, all the phyllosphere isolates demonstrated varying levels of inhibition, suggesting their potential role in biological control. Two isolates, PGM1 and PGM4, exhibited the highest antagonistic effects against Xoo. These findings provide preliminary evidence for the potential use of these phyllosphere isolates in managing bacterial leaf blight in rice, warranting further research to confirm their efficacy and safety under field conditions.
Co-Authors Abd Latif Abadi Abd Latif Abadi Abdul Majid Abdul Majid Agung Sih Kurnianto Ahmad Ilham Tanzil Ahmad Ilham Tanzil Alfarisy, Fariz Kustiawan Ali Wafa Ankardiansyah Pandu Pradana Aryo Fajar Sunartomo Bakhroini Habriantono Bambang Irawan Bela Indri Ayunita Chairunnisa, Eka Deviana Fitria Astuti Diah Yulisetiarini Dimas Ganda Permana Putra Efrian Kuncoro Fa'ayunina, Miftakhul Fachry Abda El Rahman Fandiyanto, Randika Farchan Mushaf Al Ramadhani Fariz Kustiawan Alfarisy Fitria Dwi Damayanti Gusna Merina, Gusna Guswantoro, Dicky Ade Habriantono, Bakhroini Hakim, Tiara Oktavia Putri HARDIAN SUSILO ADDY Hasbi Mubarak Hasjim, Saifuddin Himmatul Khasanah Hoesain, Mohammad Intan Kartika Setyawati Isnaeni, Siti Juli Khozin, Mohammad Nur Kustiawan Alfarisy, Fariz Lestari, Resti Putri Luqman Qurata Aini Maria Azizah Muhamad Aditia Ulhaq Muslimah, Syafira Ayu Mustapit Mustapit N, Suhartiningsih Dwi Nasriyah Hidayatus Sholeha Nugroho Hadi, Zul Fauzi Nurcahyanti3, Suhartiningsih Dwi Nurchayanti, Suhartiningsih Dwi Nurmala, Fenny Nusantara, Alrio Putra Ollyvia Eswinda Santi Prasetyaningtiyas, Susanti Puspaningrum, Diah Ramadhan, Farchan Mushal Al Rana Virga Tesha Syofiana Rismayani Risqianti, Riza Roni Yulianto RR. Ella Evrita Hestiandari Sari, Dwi Tirta Setiadi Jitendhriyawan Suwarno Shavanna Ardhelia Arijaya Sigit PRASTOWO Siti Mai Saroh Sri Subekti SUDARSIH SUDARSIH Suhartiningsih Dwi N Suhartiningsih Dwi Nurcahyanti Suharto Suharto Tarigan, Sri Ita Thia Mahardikha Ra Putri Tutung Hadi Astono Wagiyana Wagiyana, Wagiyana Widianingrum, Desy Cahya Wildan Muhlison, Wildan WIWIEK SRI WAHYUNI