Rika Meliansyah
Departemen Hama Dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Jalan Raya Bandung-Sumedang KM 21. Jatinangor, Indonesia 45363

Published : 28 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pengenalan Penyakit pada Tanaman Jambu Kristal (Psidium guajava L.) dan Pengendaliannya di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung Hartati, Sri; Puspasari, Lindung Tri; Suminar, Erni; Meliansyah, Rika
Agrikultura Masyarakat Tani Vol 1, No 1 (2023): November
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v1i1.51096

Abstract

Desa Mekar Jaya, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung merupakan salah satu lokasi yang cocok untuk budidaya tanaman jambu kristal. Adanya penyakit pada tanaman jambu kristal dapat menurunkan produksi dan kualitas. Tujuan dari kegiatan ini adalah memperkenalkan penyakit-penyakit pada tanaman jambu kristal dan pengendaliannya kepada masyarakat Desa Mekar Jaya, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan meliputi penjajagan, penyuluhan, pendampingan dan evaluasi hasil kegiatan. Materi penyuluhan yang diberikan di antaranya pengenalan macam-macam penyakit pada tanaman jambu kristal, penyebab penyakit atau patogen, dan cara pengendaliannya.  Kegiatan yang dilakukan adalah persiapan bahan tanam jambu kristal, penanaman tanaman jambu kristal di pekarangan rumah masing-masing, dan pengamatan gejala penyakit pada tanaman jambu kristal. Hasil kegiatan ini adalah peserta pelatihan menerima dan memahami dengan baik ilmu dan materi mengenai pengenalan penyakit, penyebab, dan pengendalian penyakit pada tanaman jambu kristal. Kegiatan ini dapat memotivasi masyarakat untuk menanam dan memelihara tanaman jambu kristal pada pekarangan rumah masing-masing.
Aplikasi Pembuatan Pestisida Nabati sebagai Alternatif Pengendalian Serangga Hama Tanaman pada Petani Sayur di Desa Margahayu dan Margacinta, Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut Puspasari, Lindung Tri; Meliansyah, Rika; Hartati, Sri; Dewi, Vira Kusuma
Agrikultura Masyarakat Tani Vol 1, No 3 (2024): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v1i3.56479

Abstract

Dalam kegiatan budidaya tanaman padi dan sayuran di Kecamatan Leuwigoong (Desa Margahayu dan Margacinta) kerap kali menghadapi kendala yaitu adanya serangan hama dan penyakit. Petani umumnya masih mengandalkan penggunaan pestisida kimia sintetik yang harganya lebih mahal dan berdampak negatif bagi manusia serta mencemari lingkungan. Alternatif lain untuk mengendalikan hama pada tanaman padi adalah dengan menggunakan pestisida nabati dari tanaman sekitar yang lebih aman bagi manusia dan lingkungan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mengenalkan kepada masyarakat (petani) tentang pemanfaatan pestisida nabati tanaman untuk pengendalian hama tanaman, mempraktikkan cara pembuatan pestisida nabati berbahan mimba dan cara aplikasinya di lapangan, serta mengurangi ketergantungan petani terhadap penggunaan pestisida kimiawi/sintetis. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penjajagan, penyuluhan, pendampingan dan evaluasi hasil kegiatan. Dari hasil kegiatan PkM ini, petani dapat mengetahui pemanfaatan pestisida nabati untuk pengendalian hama, serta dapat membuat sendiri pestisida nabati dan dapat mengaplikasikannya pada tanaman serta memasyarakatkan penggunaan pestisida nabati agar kerusakan lingkungan oleh pestisida kimia sintetis dapat diminimalisasi.
Pemanfaatan Babadotan Sebagai Sumber Pestisida Nabati Yang Berpotensi Untuk Mengendalikan Hama dan Penyakit pada Tanaman Padi Di Desa Cileungsir dan Cisontrol Meliansyah, Rika; Kurniawan, Wawan; Hartati, Sri; Puspasari, Lindung Tri
Agrikultura Masyarakat Tani Vol 1, No 1 (2023): November
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v1i1.51047

Abstract

Pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan pestisida nabati merupakan salah satu alternatif pengendalian hama dan penyebab penyakit tanaman yang ramah lingkungan. Babadotan yang memiliki nama ilmiah Ageratum conyzoides adalah salah satu tumbuhan yang banyak ditemukan di desa Cileungsir dan Cisontrol, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis. Babadotan memiliki potensi untuk digunakan sebagai bahan pestisida nabati. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dalam bentuk pelatihan pemanfaatan babadotan sebagai sumber pestisida nabati telah dilaksanakan di desa Cileungsir dan Cisontrol, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengenalan, pemahaman, pengetahuan dan keterampilan tentang gulma babadotan yang berpotensi sebagai sumber pestisida nabati yang dapat dimanfaatkan petani secara sederhana dalam budidaya tanaman untuk mengurangi penggunaan pestisida sintetik. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah pendekatan partisipasif berupa penyuluhan mengenai jenis hama dan penyakit pada padi, dampak penggunaan pestisida sintetik secara tidak bijaksana, pemanfaatan babadotan sebagai pestisida nabati serta mempraktekkan pembuatan pestisida nabati berbahan dasar babadotan. Peserta yang mengikuti kegiatan terdiri dari petani, tokoh masyarakat dan aparat desa. Kesimpulan hasil PKM ini adalah kegiatan pengabdian kepada Masyarakat telah dilaksanakan di Desa Cileungsir dan Cisontrol dengan peserta masing-masing desa sebanyak 50 orang yang terdiri dari petani, tokoh masyarakat dan aparat desa melalui kegiatan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan serta evalusi. Hasil evalusi proses, respon peserta cukup baik dalam mengikuti  kegiatan, materi yang disampaikan dapat dipahami oleh peserta. Pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pemanfaatan gulma babadotan sebagai sumber pestisida nabati yang berpotensi untuk mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman padi dengan nilai meningkat dari 2%-60% menjadi 88%-100% di Desa Cileungsir dan 8%-68% menjadi 92%-100%. Peserta pelatihan diharapkan juga dapat menjadi penyampai pengetahuan tentang pemanfaatan gulma babadotan sebagai sumber pestisida nabati kepada anggota komunitas lainnya, sehingga informasi ini dapat menyebar lebih luas.
Pelatihan Pengelolaan Hama Terpadu untuk Petani Di Desa Arjasari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung Sudarjat, Sudarjat; Puspasari, Lindung Tri; Meliansyah, Rika
Agrikultura Masyarakat Tani Vol 1, No 3 (2024): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v1i3.56423

Abstract

Penggunaan pestisida yang kurang bijaksana dalam budidaya pertanian dapat mengakibatkan berbagai dampak negatif seperti terjadinya resistensi dan resurjensi hama, ledakan hama sekunder, terbunuhnya mahluk hidup bukan sasaran dan pencemaran terhadap lingkungan serta gangguan terhadap kesehatan manusia. Salah satu upaya yang dilakukan sebagai alternatif pengendalian yang ramah lingkungan yaitu dengan pengeloaan hama terpadu (PHT). Program Pengabdian pada Masyarakat (PPM)-Integratif dilaksanakan di Desa Arjasari dalam bentuk pelatihan dengan tujuan untuk membantu masyarakat petani meningkatkan pengetahuan petani dalam mengendalikan OPT yang ramah lingkungan melalui penerapan PHT.  Desa Arjasari, Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung merupakan salah satu desa yang sebagian besar penduduknya bermatapencaharian sebagai petani dengan pemahaman terkait PHT masih rendah dan bahkan masih banyak petani yang tidak melaksanakan PHT.  Metode yang digunakan dalam kegiatan PPM-Integratif ini adalah metode partisipatif aktif dari peserta dalam mengikuti pelatihan mengenai pengelolaan hama pada tanaman hortikultura dan tanaman pangan lainnya baik deskripsi hama, gejala, pola hidup, kerugian, dan lain-lain serta teknologi penanganan hama secara terpadu. Kegiatan pelatihan  tersebut dipandu oleh dosen dan teknisi dan dibantu oleh mahasiswa.  Program pelatihan PHT untuk petani di Desa Arjasari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, sangat membantu petani dalam hal : 1) Peningkatan pengetahuan petani terhadap Pengendalian Hama Terpadu, 2) Peningkatan  pengetahuan petani terhadap jenis hama dan penyakit tanaman, 3) Peningkatan pengetahuan petani terhadap bahaya lingkungan akibat penggunaan pestisida yang kurang bijaksana, 4) Peningkatan pemahaman petani terhadap cara-cara pengendalian hama penyakit tanaman yang ramah lingkungan, 5) Peningkatan pengetahuan petani akan pentingnya pemanfaatan musuh alami hama sebagai agens pengendali hayati hama dan penyakit tanaman, 6) Peningkatan pemahaman petani akan sistem budidaya pertanian berkelanjutan.
Pengenalan Penyakit pada Tanaman Pisang (Musa paradisiaca) dan Pengendaliannya di Desa Cileles, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang Hartati, Sri; Meliansyah, Rika; Puspasari, Lindung Tri; Suminar, Erni
Agrikultura Masyarakat Tani Vol 1, No 2 (2024): Maret
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v1i2.53869

Abstract

Pisang merupakan salah satu komoditas buah-buahan yang biasa ditanam di pekarangan rumah atau lahan di berbagai lokasi. Desa Cileles, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang merupakan salah satu desa yang memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam tanaman buah-buahan salah satunya pisang. Akan tetapi, tanaman pisang yang ditanam di pekarangan warga kurang mendapatkan perawatan yang baik, sehingga produksi tanaman tidak optimal. Tujuan dari kegiatan ini adalah memperkenalkan penyakit-penyakit pada tanaman pisang, penyebab dan pengendaliannya sehingga masyarakat di Desa Cileles, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang memiliki pengetahuan dan kerampilan merawat tanaman pisang mereka yang ditanam di pekarangan. Sasaran dari kegiatan ini adalah petani dan kader PKK. Metode yang digunakan meliputi penjajagan, penyuluhan, pendampingan dan evaluasi hasil kegiatan. Penjajagan dilakukan dengan metode survei. Penyuluhan dilakukan dengan memberikan materi pengenalan jenis-jenis penyakit pada tanaman pisang, penyebab penyakit, dan cara pengendaliannya. Kegiatan pendampingan dilakukan pada tahap persiapan bibit tanaman pisang hasil kultur jaringan, pemeliharaan bibit tanaman pisang di polibag, dan pengamatan gejala penyakit pada tanaman pisang. Hasil kegiatan ini adalah meningkatnya wawasan dan pengetahuan peserta. Peserta dapat menerima dan memahami dengan baik materi mengenai pengenalan penyakit, penyebab, dan pengendalian penyakit pada tanaman pisang. Kegiatan ini memotivasi masyarakat untuk menanam dan memelihara tanaman pisang sehingga dapat berproduksi dengan optimal.
Pendampingan Petani dalam Upaya Meningkatkan Strategi Pengelolaan Hama Ramah Lingkungan dengan Menggunakan Pestisida Hayati (Bio-Pestisida) di Desa Sukamukti dan Mekarmukti Kecamatan Cilawu Kabupaten Garut Puspasari, Lindung Tri; Meliansyah, Rika; Hartati, Sri; Kurniawan, Wawan
Agrikultura Masyarakat Tani Vol 1, No 1 (2023): November
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v1i1.51075

Abstract

Dalam kegiatan budidaya tanaman di Desa Sukamukti dan Mekarmukti Kecamatan Cilawu kerap kali menghadapi kendala yaitu adanya serangan hama tanaman. Petani umumnya masih mengandalkan penggunaan pestisida sintetis yang harganya lebih mahal dan berdampak negatif bagi manusia seerta mencemari lingkungan. Alternatif lain untuk mengendalikan hama tanaman adalah dengan menggunakan mikroorganisme/pathogen sebagai pestisida hayati (bio-pestisida) yang lebih aman bagi manusia dan lingkungan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengenalkan kepada masyarakat (petani) mengenai pemanfaatan pestisida hayati (bio-pestisida) untuk pengendalian hama tanaman, mempraktekkan cara pembuatan pestisida hayati dan cara aplikasinya di lapangan, serta mengurangi ketergantungan petani terhadap penggunaan pestisida kimiawi/sintetis. Dari hasil kegiatan PKM ini, petani dapat mengembangkan dan menerapkan teknologi pengendalian   hama   tanaman dengan memaanfaatkan pestisida hayati (bio-pestisida) untuk pengendalian hama, serta dapat terampil membuat sendiri pestisida hayati dan dapat mengaplikasikannya pada tanaman serta memasyaratkan penggunaan pestisida hayati agar kerusakan lingkungan oleh pestisida kimia sintetis dapat diminimalisasi.
Sosialisasi Penyakit Tanaman Jeruk dan Pengendaliannya di Desa Pasigaran, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang Hartati, Sri; Puspasari, Lindung Tri; Meliansyah, Rika; Sudarjat, Sudarjat
Agrikultura Masyarakat Tani Vol 2, No 1 (2024): November
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v2i1.59604

Abstract

Desa Pasigaran, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang merupakan salah satu desa yang mayoritas masyarakatnya terlibat dalam sektor pertanian. Masyarakat Desa Pasigaran memanfaatkan lahan pekarangannya untuk menanam berbagai tanaman yang salah satunya adalah tanaman jeruk. Akan tetapi, pada umumnya tanaman yang ditanam di pekarangan warga kurang mendapatkan perawatan yang baik, sehingga tidak berproduksi dengan  baik. Tujuan dari kegiatan ini adalah memperkenalkan penyakit-penyakit pada tanaman jeruk, penyebab dan pengendaliannya sehingga masyarakat di Desa Pasigaran, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam merawat tanaman jeruk mereka dengan baik. Sasaran dari kegiatan ini adalah ibu-ibu dan kader PKK. Metode yang digunakan meliputi penjajagan, penyuluhan, pendampingan dan evaluasi hasil kegiatan. Penjajagan dilakukan dengan metode survei. Penyuluhan dilakukan dengan memberikan materi pengenalan jenis-jenis penyakit pada tanaman jeruk, penyebab penyakit, dan cara pengendaliannya. Kegiatan pendampingan dilakukan terhadap cara pemeliharaan tanaman terutama pengamatan terhadap gejala penyakit pada tanaman jeruk. Hasil kegiatan ini berupa peningkatan wawasan dan pengetahuan peserta. Peserta dapat menerima dan memahami dengan baik materi mengenai pengenalan penyakit, penyebab, dan pengendalian penyakit pada tanaman jeruk. Kegiatan ini telah mendorong masyarakat untuk menanam dan memelihara tanaman jeruk agar dapat berproduksi dengan optimal.
Peningkatan Edukasi Ibu-ibu PKK terhadap Penggunaan Pestisida Sintetik dan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) pada Tanaman Jambu Kristal di Desa Cileles, Jatinangor Puspasari, Lindung Tri; Hartati, Sri; Meliansyah, Rika
Agrimasta Vol 3, No 1 (2025): November
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v3i1.67496

Abstract

Jambu kristal merupakan salah satu komoditas hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi dan potensial dikembangkan oleh ibu-ibu PKK di Desa Cileles, Kecamatan Jatinangor. Namun, kendala utama dalam budidayanya adalah adanya serangan hama yang sering dikendalikan secara kimiawi menggunakan pestisida sintetik. Penggunaan pestisida sintetik secara berlebihan dan tidak tepat dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu PKK mengenai penggunaan pestisida sintetik secara bijak dan penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) pada tanaman jambu kristal. Metode yang digunakan yaitu melaui pendekatan participatory learning yang melibatkan ibu-ibu PKK secara aktif dalam proses edukasi melalui diskusi, simulasi, dan evaluasi berbasis pre-test dan post-test dengan 14 responden ibu-ibu PKK menggunakan kuesioner. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman ibu-ibu PKK terkait bahaya pestisida, alternatif pengendalian, serta prinsip PHT. Sebelum pelatihan, hanya 42,85% ibu-ibu PKK yang memahami konsep pengendaliam, dan setelah pelatihan meningkat menjadi 71,45%. Demikian pula, pemahaman mengenai pengendalian PHT dan hayati meningkat dari 28,57% menjadi 71,45%. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi intensif melalui pendekatan partisipatif mampu meningkatkan kesadaran ibu-ibu PKK dalam pengelolaan hama tanaman yang berkelanjutan.Kata kunci:  jambu kristal, pestisida, pengendalian hama terpadu, edukasi ibu-ibu PKK, Cileles