Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

ASUHAN KEPERAWATAN BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF PADA KLIEN COVID-19 DI RUANG RIK CEMPAKA RSUD DR SOETOMO SURABAYA Elvin Elsa Maharenny; Minarti; Dhiana Setyorini
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 14 No. 1 (2020)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v14i1.16

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan Wabah disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Tujuan penelitian untuk mengetahui asuhan keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif pada klien covid-19. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Responden yang digunakan yaitu klien dengan kasus Covid-19 berjumlah 2 orang yang dirawat di ruang RIK Cempaka RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Metode pengambilan data pada penelitian ini yaitu dengan wawancara, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Instrument pengumpulan data menggunakan format pengkajian sesuai ketentuan yang berlaku di Prodi Pendidikan Profesi Ners. Analisa data secara deskriptif. Pada pengkajian didapatkan kedua klien memiliki keluhan utama yang sama yaitu batuk tidak efektif. Diagnosis yang muncul yaitu bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan sekresi tertahan ditandai dengan RR >22x/menit, SpO2 <95% dan adanya suara napas tambahan ronkhi. Tahap perencanaan untuk mempertahankan jalan napas maka dilakukan perencanaan manajemen jalan napas. Tindakan keperawatan dilakukan selama 3 hari yaitu manajemen jalan napas yang meliputi monitor pola napas, bunyi napas tambahan, sputum, pemberian posisi semi fowler, terapi O2, latihan batuk efektif serta kolaborasi pemberian obat mukolitik. Pada tahap evaluasi kedua klien didapatkan klien 1 masalah teratasi dan klien 2 masalah belum teratasi. Disarankan tenaga keperawatan dapat lebih meningkatkan kemandirian klien dalam melakukan latihan batuk efektif pada klien Covid-19 dengan masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif. Kata kunci : Covid-19, Bersihan jalan napas tidak efektif, Asuhan Keperawatan
Efektivitas Media Pendidikan Kesehatan Booklet Dan Leaflet Terhadap Perilaku Kepatuhan Minum Obat Pada Lansia Hipertensi Di Puskesmas Simomulyo Surabaya anugrah, elfira; Christiany, Irine; Minarti; Miadi
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v18i2.188

Abstract

ABSTRAK  Kepatuhan minum obat  masih dianggap sebagai masalah sepele sehingga banyak lansia yang memiliki perilaku  kepatuhan minum obat yang buruk. Penelitian ini menggunakan quast eksperimen komparatif dengan desain two-group pre-test dan post-test pada sampel  84 orang  kelompok intervensi pendidikan kesehatan dengan menggunakan booklet dan leaflet sebagai medianya. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner perilaku. Uji statistic menggunakan Uji Wilcoxon Sign Rank dan Uji Mann-Whitney. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa lansia menunjukkan perilaku buruk (76%) sebelum menerima media pendidikan kesehatan. Setelah mendapat media pendidikan kesehatan, lansia menunjukkan perilaku yang lebih baik (79%). Penggunaan media untuk membuktikan perilaku minum obat khususnya pada lansia penderita hipertensi. Pendidikan kesehatan melalui booklet dan leaflet efektif dalam meningkatkan perilaku  minum obat pada lansia. Di Puskesmas Simomlyo Surabaya dibandingkan kedua media tersebut, media booklet lebih efektif dalam meningkatkan perilaku  minum obat pada lansia. Hasil penelitian menujukkan bahwa media booklet lebih efektif dalam peningkatan kepatuhan minum obat pada lansia di Puskesmas Simomulyo.   ABSTRACT   Adherence to taking medication is still considered a trivial problem so that many elderly people have poor medication adherence behavior. This study used a comparative quast experiment with a two-group pre-test and post-test design on a sample of 84 people in the health education intervention group using booklets and leaflets as media. Data were collected using a behavioral questionnaire. Statistical tests using Wilcoxon Sign Rank Test and Mann-Whitney Test. The results showed that the elderly showed poor behavior (76%) before receiving health education media. After receiving health education media, the elderly showed better behavior (79%). The use of media to prove the behavior of taking medicine, especially in the elderly with hypertension. Health education through booklets and leaflets is effective in improving the behavior of taking medication in the elderly. At Puskesmas Simomlyo Surabaya compared to the two media, booklet media is more effective in improving the behavior of taking medicine in the elderly. The results showed that booklet media was more effective in increasing compliance with taking medication in the elderly at Simomulyo Health Center. 
STATUS GIZI DAN KADAR GLUKOSA DARAH LANSIA DI POSYANDU ABIYOSO POLKESBAYA Juliana Christyaningsih; Luthfi Rusyadi; Imam Sarwo; Ferry Kriswandana; Sri Utami; I Dewa Gede Hari Wisana; Edy Haryanto; Minarti; Hilmi Yumni; Dwi Wahyu Wulan Sulistyowati; Irwan Sulistio; Taufiqurrahman; Isnanto; Endro Yulianto; Retno Sasongko Wati; Fitri Rokhmalia; Siti Mar'atus; Slamet Wardoyo; Liliek Soetjiatie; Yuni Ginarsih; Ira Rahayu Tiyar Sari; Ira Puspitasari
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/tkrg.v8i2.609

Abstract

Currently, the percentage of the elderly population in Indonesia has increased much higher than in previous years. As people age, their immune system decreases and they are more likely to be affected by diabetes mellitus. In Indonesia, diabetes mellitus currently ranks as the third most prevalent cause of mortality following cardiovascular disease. Diabetes mellitus is closely associated with blood glucose levels. People with high blood glucose levels have a tendency to be overweight or obese. The increasing prevalence of diabetes mellitus in the elderly, it will have an impact on hampering the development of the country. To improve the quality and life expectancy in the elderly, preventive measures are needed to increase excess glucose levels in the body. From these problems, community service activities were conducted in the form of health checks on nutritional status and blood glucose in elderly participants. The activity took place at the Abiyoso Integrated service post Polkesbaya on May 3, 2023. From the results of the examination, it was found that most of the elderly participants who participated in the activity had excess nutritional status but had normal blood glucose in the body. From this it can be concluded that high blood glucose levels in the body are not always determined by a person's nutritional status, but also lifestyle, and diet. Saat ini, presentase penduduk lanjut usia di Indonesia telah meningkat jauh lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Seiring bertambahnya usia pada seseorang, daya tahan tubuh manusia akan semakin menurun dan cenderung menderita diabetes melitus. Di Indonesia, penyakit diabetes melitus menempati posisi ketiga sebagai pemicu kematian tertinggi setelah penyakit kardiovaskular. Penyakit diabetes melitus memiliki kaitan erat dengan kadar glukosa dalam darah. Seseorang yang memiliki kadar glukosa dara tinggi cenderung memiliki berat badan berlebih atau obesitas. Dengan semakin meningkatnya prevalensi penderita diabetes melitus pada masa lansia, akan mengakibatkan dampak terhambatnya pembangunan negara. Untuk meningkatkan kualitas dan harapan hidup pada masa lansia diperlukan tindakan pencegahan kenaikan kadar glukosa berlebih dalam tubuh. Dari permasalahan tersebut dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk pemeriksaan kesehatan status gizi dan glukosa darah pada peserta lansia. Kegiatan berlangsung di posyandu Abiyoso Polkesbaya pada tanggal 3 Mei 2023. Berdasarkan hasil pemeriksaan didapatkan bahwa sebagian besar peserta lansia yang mengikuti kegiatan memiliki status gizi berlebih tetapi memiliki glukosa darah yang normal dalam tubuh. Dari hal ini dapat disimpulkan tingginya kadar glukosa darah dalam tubuh tidak selalu ditentukan dari status gizi seseorang, melainkan juga gaya hidup, dan pola makan
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN VULVA HYGIENE DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN DI PONDOK PESANTREN BAHRUL ULUM DESA MULYASARI TAHUN 2024 Puspita, Apriani; Fika Minata Wathan; Erma Puspita Sari; Minarti
JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA Vol 13 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN INDRAMAYU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36973/jkih.v13i1.689

Abstract

According to the World Health Organization (WHO), it was estimated 33% of people worldwide Vaginal discharge is a reproductive health problem that is often experienced by women, this condition will cause uncomfortable conditions and can interfere with daily activities. This study aims to determine the relationship between knowledge, attitudes, and vulva hygiene simultaneously with the incidence of vaginal discharge at Bahrul Ulum Islamic Boarding School, Mulyasari Village in 2024. The type of research is used quantitative research (data in the form of numbers) with a survey research design with a cross-sectional approach. Data collection in this study used primary data obtained from filling out questionnaires. The population in this study were 51 young women at the Bahrul Ulum Islamic Boarding School in 2024. Sampling used the total sampling technique or a sampling technique where the number of samples was the same as the population. From the 51 respondents, there were 24 respondents (47.1%) who experienced vaginal discharge and 27 respondents (52.9%) did not experience vaginal discharge. From the results of the Chi Square test, was obtained the P-Value = 1,000, which means there was no relationship between Knowledge and the Incident of Vaginal Discharge. The P-Value = 0.766 was obtained, which means there was no relationship between Attitude and the Incident of Vaginal Discharge. The P-Value value <0.000 was obtained, indicating a significant relationship between vulva hygiene and the incidence of vaginal discharge at the Bahrul Ulum Islamic Boarding School, Mulyasari Village in 2024. In addition, the results of the Odds Ratio (OR) analysis showed an OR value of 0.026 and a Confidence Interval (CI) of 95% in adolescents who experienced vaginal discharge with a value range was 0.005-0.14
HUBUNGAN PENGETAHUAN, JARAK KEHAMILAN DAN FREKUENSI KUNJUNGAN ANC DENGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) PADA IBU HAMIL DI WILAYAH PUSKESMAS 7 ULU KOTA PALEMBANG TAHUN 2024 Mahpiroh, Dekis; Fika Minata Wathan; Erma Puspita Sari; Minarti
JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA Vol 13 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN INDRAMAYU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36973/jkih.v13i1.690

Abstract

Chronic Energy Deficiency (CED) is the condition where a pregnant woman is deprived of nutrition for a long period of time which is characterized by a LILA size less than 23,5 cm. The aim of this study is to determine the relationship among knowledge, pregnancy spacing, frequency of ANC visits, and the incidence of Chronic Energy Deficiency (CED) among pregnant women. Factors that influence Chronic Energy Deficiency include: age, education, knowledge, economy, pregnancy spacing, ANC frequency, history of illness, parity, husband’s support and the role of health workers. This study used a cross-sectional approach which was conducted at Tujuh Ulu Community Health Centre Palembang on June 25, 2024 – June 29, 2024 by using univariate and bivariate analysis. The results obtained from the 81 respondents studied were 16 (19,8) respondents experienced CED, and 65 (80,2) respondents did not experience CED. Additionally, 21 respondents (25,9%) had less knowledge, 29 respondents (35,8%) had high risk pregnancy spacing, and 10 respondents (12,3%) had less frequency of ANC visits. The chi-square test revealed significant relationships between knowledge and the incidence of CED, with a p-value of 0.000, and between pregnancy spacing and the incidence of CED, with a p-value of 0.028. However, no significant relationship was found between the frequency of ANC visits and the incidence of CED, with a p-value of 0.102. It can be concluded that there is no relationship among knowledge, pregnancy spacing, and frequency of ANC visits simultaneously with the incidence of CED among pregnant women at 7 Ulu Community Health Centre in Palembang City. It is suggested that health workers at 7 Ulu Community Health Centre should increase counselling regarding the danger of CED and how to solve it so that the incidence of CED could be reduced
Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Deteksi Dini Kejadian Wasting Pada Balita Di Wilayah Puskesmas Semanding Kab.Tuban Tety Fajiro; Minarti; Sri Utami; Titik Sumiatin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1908

Abstract

Wasting merupakan bentuk malnutrisi akut tandanya BB jauh rendah disandinglan TB (BB/TB). Deteksi dini kondisi ini fundamental guna mitigasi efek panjang berpeluang menghambat pertumbuhan anak. Kasus balita dengan wasting di wilayah kerja Puskesmas Semanding pada periode 2022 hingga 2024 menunjukkan angka peningkatan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menilai tingkat pengetahuan ibu mengenai deteksi dini kejadian wasting pada balita. Studi mempergunakan model deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi studi mencakup semua ibu mempunyai balita pada Desa Boto, daerah Puskesmas Semanding Kabupaten Tuban, dengan jumlah 78 orang. Sampel penelitian terdiri dari 65 responden yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Instrumen studi berbentuk kuesioner, sedangkan data dikaji deskriptif mempergunakan tabel, distribusi frekuensi, serta persentase. Temuan studi menggambarkan hampir setengah (46%) ibu berpendidikan SMA, sebagian besar (58%) ibu tidak memperoleh informasi wasting, Sebagian besar (54%) ibu bekerja, serta hampir setengahnya (45%) berumur 26-35 tahun. Sebagian besar (75%) ibu memiliki pengetahuan baik mengenai Deteksi Dini kejadian Wasting pada Balita. Berdasarkan Karakteristik, hampir seluruhnya ibu yang berpengetahuan baik memiliki Pendidikan di Perguruan Tinggi, pernah mendapatkan informasi tentang wasting, tidak bekerja, dan berusia 26-35 tahun. Pentingnya peran ibu dalam mendeteksi dini kejadian wasting sangat krusial, mengingat pengetahuan yang baik dapat mempengaruhi keputusan dalam mencari bantuan medis dan memberikan nutrisi yang tepat. Sehingga peningkatan akses informasi seperti program edukasi atau penyuluhan dan pendidikan bagi ibu sangat diperlukan untuk mendukung deteksi dini dan penanganan masalah gizi pada balita, guna mencegah dampak jangka panjang dari wasting.
Hubungan Tingkat Pengetahuan, Sikap, Dan Perilaku Ibu Dalam Pemenuhan Kebutuhan Gizi Dengan Status Gizi Pada Balita Dipuskesmas Semanding Sabila Dhiyaul Auliya; Sri Utami; Minarti; Su’udi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1910

Abstract

Status gizi balita sangat dipengaruhi oleh peran ibu yang berperan menjadi pengambil keputusan utama pada pemenuhan kebutuhan gizi anak. Pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu menjadi faktor penting dalam menciptakan kondisi gizi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu dalam pemenuhan kebutuhan gizi dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Semanding. Penelitian ini menggunakan desain analitik melalui pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini tersusun atas ibu yang mempunyai balita, yang diambil mempunyai metode purposive sampling, yang bisa diperoleh sampel sejumlah 114. Data diambil melalui kuesioner dan pengukuran status gizi balita. Analisis data dilangsungkan melalui uji Chi-square dengan tingkat signifikansi 0,05. Temuan penelitian menjabarkan Sebagian besar ibu tingkat pengetahuan baik mempunyai balita dengan berat badan kurang (87%) hasil uji chi square diperoleh (p value=0,008) terdapat hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan status gizi balita, temuan menunjukkan mayoritas ibu dengan sikap cukup mempunyai balita dengan berat badan kurang (73%) temuan uji chi square menunjukkan skor (p value =0,016), mengindikasikan terdapat hubungan sikap ibu dengan status gizi balita,hasil penelitian menunjukkan Sebagian besar ibu dengan perilaku cukup mempunyai balita dengan berat badan kurang (75%) temuan uji chi square diperoleh(p value=0,012) terdapat hubungan perilaku ibu dengan status gizi balita. Terdapat hubungan yang signifikansi antara tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku ibu dengan status gizi pada balita. Upaya peningkatan edukasi gizi kepada ibu sangat diperlukan untuk mencegah masalah gizi pada balita.
Gaya Hidup Pasien Penyakit Jantung Koroner Di Poli Jantung RSUD dr. R. Koesma Tuban Rossy Sinta Nurbaya; Anita Joeliantina; Padoli; Minarti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1960

Abstract

Secara global, Penyakit Jantung Koroner termasuk faktor kematian tertinggi di antara penyakit lainnya, bersama Tingkat prevalensi tinggi di Indonesia. Diabetes Mellitus (DM) sebagai faktor risiko memperburuk kondisi pasien PJK. Aspek kebiasaan sehari-hari yang menambahkan potensi bahaya kesehatan, termasuk pola makan yang tidak sehat, rendahnya tingkat aktivitas fisik, dan kebiasaan merokok, dan kurang istirahat menjadi penyebab utama. Menganalisa dan memaparkan ciri khas gaya hidup pasien Penyakit Jantung Koroner di Poli Jantung RSUD Dr. R. Koesma Tuban merupakan tujuan penelitian. Studi ini menggunakan desain deskriptif melalui pendekatan cross-sectional. Dengan populasi berjumlah 112 pasien PJK, dengan sampel sebanyak 74 pasien dipilih menggunakan metode purposive sampling. Data diperoleh melalui kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif. Data dan temuan yang diperoleh melalui penelitian ini, kebanyakan responden berada antara umur 60 hingga 74 tahun (47,3%), berjenis kelamin laki-laki (54,1%), berpendidikan rendah (hampir setengahnya tidak sekolah), dan tidak bekerja (57,3%). Sebanyak 89,2% pasien memiliki gaya hidup yang tidak sehat, ditandai oleh aktivitas fisik yang kurang, pola makan tinggi lemak, serta kebiasaan istirahat yang kurang. Seluruh pasien mengonsumsi makanan yang disediakan keluarga, dan sebagian besar belum pernah menjalani tindakan operasi atau kateterisasi jantung. Data yang dihasilkan dari penelitian ini memperlihatkan bahwa gaya hidup pasien PJK sangat dipengaruhi oleh faktor sosiodemografis seperti usia lanjut, rendahnya pendidikan, dan status pekerjaan. Rendahnya tingkat aktivitas fisik dan konsumsi makanan yang tidak seimbang termasuk masalah utama yang dapat memperburuk kondisi pasien. Hal ini menegaskan pentingnya peran tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi yang konsisten dan berkelanjutan kepada pasien dan keluarga, serta perlunya pengembangan program promotif dan preventif oleh fasilitas kesehatan untuk mendukung perubahan gaya hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Ibu Hamil Pada Trimester III di Klinik Tsuraya Dabuk Rejo Kecamatan Lempuing Kabupaten OKI Tahun 2024 Frantika Fitrianing Tyas; Intan Sari; Rini Gustina Sari; Minarti
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Kebidanan : Jurnal Ilmu Kesehatan Budi Mulia
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35325/kebidanan.v14i2.512

Abstract

Nutritional status is an indicator of success in meeting nutritional needs during pregnancy. Pregnant women need nutrition in large quantities to meet the nutritional needs and growth of the fetus. The aim of the research is to determine the factors related to the nutritional status of pregnant women in the third trimester at the Tsuraya Dabuk Rejo Clinic, Lempuing District, OKI Regency in 2024. This research design uses an analytical survey with a cross sectional method. The population in this study were all third trimester pregnant women who had their pregnancy checked at the Tsuraya Dabuk Rejo Clinic, Lempuing District, OKI Regency from May to June 2024, totaling 53 pregnant women. The sampling technique uses total sampling where all members of the population are sampled. The sample in this study was 53 pregnant women. The analysis technique used Univariate, Bivariate (Chi square). Based on the results of the Chi Square statistical test, there is a relationship between knowledge and the partial nutritional status of pregnant women in the third trimester at the Tsuraya Dabuk Rejo Clinic, Lempuing District, OKI Regency in 2024, the Chi-Square result obtained is p value = 0.001, there is a relationship between education and nutritional status Partial nutrition of pregnant women in the third trimester at the Tsuraya Dabuk Rejo Clinic, Lempuing District, OKI Regency. In 2024, the Chi-Square results obtained p value = 0.001, there is a relationship between economic status and partial nutritional status of pregnant women in the third trimester at the Tsuraya Dabuk Rejo Clinic. Lempuing District, OKI Regency in 2024, the Chi-Square result obtained was p value = 0.001. It is hoped that the results of this research can be an illustration for the Tsuraya Dabuk Rejo Clinic to further improve health services, especially services for examining the nutritional status of pregnant women.