Claim Missing Document
Check
Articles

Perbandingan indeks plak gigi setelah mengunyah buah stroberi dan buah apel pada siswa SMK Negeri 6 Manado Koagouw, Marco S.; Mintjelungan, Christy N.; Pangemanan, Damajanty H.C.
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.14160

Abstract

Abstract: Oral health plays an important role in human life. One effort to maintain oral health is plaque control. Plaque is a layer that is formed from food residues on the teeth that reacts with saliva, bacteria, enzymes, and acids. Strawberry and apple are juicy and fibrous fruit that are able to clean the dental plaque. This study was aimed to compare the plaque indexes after chewing strawberry and then apple. This was a quasi experimental study with a pre-post design group. This study was performed on students of 10th pharmaceutical grade SMK Negeri 6 Manado. Samples were obtained by using proportionate stratified simple random sampling of 3 classes of 10th grade. There were 55 students as respondents. The results showed that based on dental plaque index, chewing strawberries had a declined average of 0.74 meanwhile chewing apples had a declined average of 0.78. The unpaired T-test showed a p value of 0.58 (p> 0.05). Conclusion: Strawberries and royal gala apples could reduce dental plaque index, however, there was no significant difference between the two of them. Keywords: munching strawberry, munching apple, plaque indeks Abstrak: Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal penting dalam hidup manusia. Salah satu upaya menjaga kesehatan gigi dan mulut ialah dengan kontrol plak. Plak merupakan lapisan yang terbentuk dari sisa makanan, menempel pada gigi, dan bereaksi dengan ludah, bakteri, enzim, dan asam. Buah stroberi dan buah apel yaitu buah berair dan berserat yang mampu membersihkan plak gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan indeks plak setelah mengunyah buah stroberi dan apel. Jenis penelitian quasi experimental dengan rancangan pre-post design group terhadap siswa kelas X Farmasi SMK N 6 Manado. Untuk pengambilan sampel digunakan proportionate stratified simple random sampling pada 3 kelas X Farmasi dengan jumlah responden 55 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengunyah buah stroberi mempunyai rerata penurunan indeks plak gigi 0,74 dan mengunyah buah apel mempunyai rerata penurunan indeks plak gigi 0,78. Uji T tidak berpasangan menunjukkan nilai p = 0,58 (p > 0,05). Simpulan: Buah stroberi dan buah apel royal gala dapat menurunkan nilai indeks plak gigi tetapi tidak terdapat perbedaan bermakna antara keduanya.Kata kunci: mengunyah, buah stroberi, buah apel, plak gigi
Hubungan tingkat pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan status karies gigi pada penyandang tunanetra Marimbun, Betrix E.; Mintjelungan, Christy N.; Pangemanan, Damajanty H.C.
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.13924

Abstract

Abstract: Blind people have limited ability to receive any knowledge through their sight. A false perception can lead to wrong actions including the act of oral health maintenance, therefore, the risk of oral diseases such as caries, is higher in blind people than in normal ones. This study was aimed to determine the relationship between the level of oral health knowledge and caries status. Respondents were selected by using total sampling technique. This was a descriptive analytical study with a cross sectional design. Data were obtained by using questionnaires and caries status examination, the DMF-T (Decay, Missing, Filling - Teeth), and were presented in frequency distribution tables. The results showed that of 31 respondents aged 18-45 years old, there were 18 (58.1%) with poor knowledge and 13 (41.9%) with good knowledge. There were also 25 respondents (80.6%) with high caries status and 6 (19.4%) with low caries status. The Chi-Square showed a significant relationship between the level of oral health knowledge and caries status (p=0,022). Conclusion: There was a significant relationship between the oral health knowledge and caries status among blind people.Keywords: oral heath knowledge, caries status, blind people Abstrak: Penyandang tunanetra memiliki keterbatasan dalam penglihatan yang memengaruhi kemampuan untuk memperoleh pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut. Persepsi yang salah dapat menghasilkan tindakan yang keliru dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut sehingga resiko penyakit mulut antara lain karies diprediksikan lebih tinggi pada tunanetra. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara tingkat pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan status karies penyandang tunanetra. Jenis penelitian ialah deskriptif analitik dengan desain potong lintang. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan pemeriksaan status karies menggunakan DMF-T (Decayed, Missing, Filled - Teeth) dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Responden penelitian diperoleh menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian mendapatkan 31 responden pada kelompok usia 18-45 tahun. Sejumlah 18 responden (58,1%) dengan tingkat pengetahuan kurang dan 13 responden (41,9%) dengan tingkat pengetahuan baik. Terdapat 25 responden (80,6%) dengan status karies tinggi dan 6 responden (19,4%) dengan status karies rendah. Hasil uji Chi Square mendapatkan hubungan bermakna antara pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan status karies (p = 0,022). Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan status karies pada penyandang tunanetra. Kata kunci: pengetahuan kesehatan gigi dan mulut, status karies, tunanetra.
GAMBARAN PENGGUNAAN BAHAN ANESTESI LOKAL UNTUK PENCABUTAN GIGI TETAP OLEH DOKTER GIGI DI KOTA MANADO Ikhsan, Muhammad; Mariati, Ni Wayan; Mintjelungan, Christy
e-GiGi Vol 1, No 2 (2013): e-GiGi Juli-Desember 2013
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.1.2.2013.2624

Abstract

Abstract: Local anesthetic agent is one of the materials most commonly used in dentistry. Local anesthetic agent used for relieving pain arising from dental procedures. Local anesthetic agent is divided into two groups, namely esters and amides. This study provides information on the availability of local anesthetic agent in Manado. The purpose of this study to describe the use of local anesthesia by a dentist in the city of Manado. This type of research is a descriptive study and sampling was performed with a total sampling method. Retrieval of data by means of questionnaires by a dentist who practiced in the city of Manado. The number of samples in this study were 31 dentists. The results found that 22 dentists (70.96%) using the amide groups lidocaine HCl 2% and 2 dentists (6,45%) procaine and benzocaine is an ester group. The effectiveness of the local anesthetic agent is a major reason in the selection of a local anesthetic agent that is 90.32% or 28 dentists. Keywords: local anesthetic agents.     Abstrak: Bahan anestesi lokal merupakan salah satu bahan yang paling sering digunakan dalam kedokteran gigi. Bahan anestesi lokal digunakan untuk menghilangkan rasa sakit yang timbul akibat prosedur kedokteran gigi. Bahan anestesi lokal terbagi dua golongan yaitu ester dan amida. Penelitian ini memberikan informasi ketersediaan bahan anestesi lokal di Manado. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran penggunaan bahan anestesi lokal oleh dokter gigi di kota Manado. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dan pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling. Pengambilan data dengan cara pengisian kuesioner oleh dokter gigi yang berpraktik di kota Manado. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 31 dokter gigi. Hasil penelitian mendapati bahwa 22 dokter gigi (70,96%) menggunakan golongan amida yaitu lidokain HCl 2% dan 2 dokter gigi (6,45%) golongan ester yaitu prokain dan benzokain. Keefektifan bahan anestesi lokal merupakan alasan utama dalam pemilihan bahan anestesi lokal yaitu 90,32% atau 28 orang dokter gigi. Kata kunci: bahan anestesi lokal.
GAMBARAN STATUS KEBERSIHAN MULUT SISWA SD KATOLIK ST. AGUSTINUS KAWANGKOAN Mawuntu, Maureen M.; Pangemanan, Damajanty H. C.; Mintjelungan, Christy
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.8763

Abstract

Abstract: Oral health problems are influenced by many factors, one of them is personal attitude. School aged children need special attention since they are still in growth and development process, and still depend on adult people to maintain their oral hygiene. Caries of deciduous teeth will make bad impacts on the growth of their permanent teeth. This study aimed to obtain the oral hygiene status of students in Catholic Elementary School St. Agustinus, Kawangkoan. Total respondents were 65 student. Data of oral hygiene were obtained by using OHI-S index. The results showed that there were 37% of students belonged to good category; 60% of students to fair category; and 3% to poor category. Conclusion: Most of the students in Catholic Elementary School St. Agustinus, Kawangkoan belonged to fair category of oral hygiene.Keywords: oral hygiene status, elemetary studentAbstract: Masalah kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya ialah perilaku. Anak usia sekolah perlu mendapat perhatian khusus karena pada usia ini anak sedang menjalani proses tumbuh kembang, dan masih sangat bergantung kepada orang dewasa dalam hal menjaga kesehatan dan kebersihan mulut. Gigi susu yang terkena karies akan memengaruhi pertumbuhan gigi permanen. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran status kebersihan misturb the development of permanent teeth.ulut siswa SD Katolik St. Agustinus Kawangkoan. Responden penelitian ialah seluruh siswa berjumlah 65 anak. Data status kebersihan mulut siswa diperoleh melalui pemeriksaan status kebersihan menggunakan indeks OHI-S. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa 37% responden termasuk kategori baik; 60% kategori sedang; dan 3% kategori buruk. Simpulan: Gambaran status kebersihan mulut sebagian besar siswa SD Katolik St. Agustinus Kawangkoan termasuk dalam kategori sedang.Kata kunci: status kebersihan mulut, anak SD
Gambaran Status Kebersihan Gigi dan Mulut pada Pengidap HIV/AIDS di Yayasan Batamang Plus Bitung Kinontoa, Fitrisya C.; Mintjelungan, Christy N.; Tambunan, Elita
e-GiGi Vol 5, No 2 (2017): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.5.2.2017.17512

Abstract

Abstract: Human immunodeficiency virus/acquired immune deficiency syndrome (HIV/ AIDS) is an infectious disease that attacks the immune system, therefore, the individual becomes more susceptible to opportunistic infections. The lower the dental and oral hygiene status are, the more susceptible an individual to opportunistic infections in the oral cavity due to the presence of HIV/AIDS. This study was aimed to obtain the status of oral and dental hygiene in individuals with HIV/AIDS at the Batamang Plus Foundation in Bitung. This was a descriptive study with a cross-sectional design. Data were obtained by examination of oral and dental hygiene status using OHI-S index. There were 30 respondents obtained by using total sampling method. The results showed that the highest percentage of the oral and dental hygiene status of the respondents (68% of male respondent and 57% of female respondents) was at moderate category. The average OHI-S was 2,2, categorized as moderate. Conclusion: Most respondents in this study had moderate category of oral and dental hygiene status.Keywords: human immunodeficiency virus, dental and oral hygiene status Abstrak: Human immunodeficiency virus/acquired immune deficiency syndrome (HIV/AIDS) merupakan penyakit menular yang menyerang sistem kekebalan tubuh seseorang sehingga lebih mudah terserang infeksi oportunistik. Semakin rendah status kebersihan gigi dan mulut seorang pengidap HIV/AIDS akan lebih memudahkannya terserang infeksi oportunistik pada rongga mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kebersihan gigi dan mulut pada pengidap HIV/AIDS di Yayasan Batamang Plus Bitung. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Data diperoleh dari hasil pemeriksaan status kebersihan gigi dan mulut menggunakan indeks OHI-S. Terdapat 30 responden yang diperoleh mengunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa persentase tertinggi dari status kebersihan gigi dan mulut responden berada pada kategori sedang yaitu 68% responden laki-laki dan 57% responden perempuan. Rerata OHI-S yang diperoleh ialah 2,2 yang tergolong kategori sedang. Simpulan: Sebagian besar responden memiliki status kebersihan gigi dan mulut kategori sedang.Kata kunci: pengidap HIV/AIDS, kebersihan gigi dan mulut
Perbedaan efektivitas DHE dengan media booklet dan media flip chart terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut siswa SDN 126 Manado Bagaray, Felisa E. K.; Wowor, Vonny N. S.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.13487

Abstract

Abstract: Oral health is still a problem in Indonesia, including Manado. General sources of dental health problems are closely related to the behavior of dental and oral hygiene maintenance. Although Dental Health Education (DHE) could change the bad behavior, it still depends on the media or educational tools. This study aimed to analyze the differences in the effectiveness of DHE with booklet and flipchart media on the improvement of dental health knowledge of students in SDN 126 Manado. This was a quasi experiment with two group pre-test post-test design. Samples were students of SDN 126 aged 8-10 years obtained by using total sampling method. The samples were divided into two treatment groups: booklet media and flip chart media. Data were statistically analyzed by using the Mann-Whitney test with a confidence level of 95% (p<0.05). The results showed that in improving dental health knowledge of students the DHE using booklet media had a p-value = 0.025 and the DHE using flip chart media had a p-value = 0.008. The statistical test comparing the effectiveness of DHE using both media showed a p-value = 0.688. Conclusion: DHE using booklet media was as effective as DHE using flip chart media in improving the oral health knowledge of students of SDN 126 Manado.Keywords: DHE, booklet media, flipchart media, students’ knowledgeAbstrak: Kesehatan gigi dan mulut hingga kini masih menjadi masalah di Indonesia, termasuk di kota Manado. Sumber masalah kesehatan gigi umumnya berkaitan erat dengan perilaku pemeliharan kebersihan gigi dan mulut. Untuk merubah perilaku yang buruk, salah satunya dengan melakukan intervensi melalui pendidikan, yaitu melalui Dental health education (DHE). Keberhasilan DHE antara lain dipengaruhi oleh adanya media atau alat bantu pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan efektivitas DHE dengan media booklet dan media flip chart terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut siswa SDN 126 Manado. Jenis penelitian ini yaitu quasi experiment, dengan two group pre-test post-test design. Sampel penelitian yaitu siswa SDN 126 Manado yang berusia 8-10 tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Sampel dibagi menjadi dua kelompok perlakuan yaitu kelompok yang menggunakan media booklet dan kelompok yang menggunakan media flip chart. Penelitian ini menggunakan uji hipotesis Mann-Whitney dengan tingkat kepercayaan 95% (p< 0,05). Hasil penelitian menunjukkan nilai p=0,025 pada DHE menggunakan media booklet dan p=0,008 pada DHE menggunakan media flip chart terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak. Hasil uji statistik perbandingan efektivitas DHE dengan menggunakan kedua media tersebut, mendapatkan p= 0,688. Simpulan: DHE menggunakan media booklet dan flip chart keduanya sama efektif terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak SDN 126 Manado.Kata kunci: DHE, media booklet, media flip chart, pengetahuan anak
GAMBARAN KELUHAN DI RONGGA MULUT PADA PENGGUNA OBAT ANTIHIPERTENSI DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT TINGKAT III ROBERT WOLTER MONGISIDI MANADO Tambuwun, Priscilia G. J.; Suling, Pieter L.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.8761

Abstract

Abstract: Hypertension is a condition with an increased blood pressure above normal. Treatment of hypertension is proved to be very effective and widely available but some side effects inter alia in the oral cavity cannot be avoided. This study aimed to obtain the oral complaints of hypertensive outpatients at the Internal Department of Robert Wolter Mongisidi Hospital Manado. This was a descriptive cross sectional study. The results showed that of the 30 respondents there were more females (60%) than males (40%). The most frequent age group was 56-60 years (20% males and 26,6% females), and the most frequent antihypertensive agent was amlodipine (80%). The oral complaints were as follows: xerostomia (80%), swollen gums (16,67%), and stomatitis aphtous recurrent (3,33%).Keywords: hypertension, antihypertensive agents, oral complaints.Abstrak: Hipertensi adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah di atas normal. Pengobatan hipertensi terbukti sangat efektif dan tersedia luas, namun beberapa efek samping akibat penggunaan obat hipertensi antara lain pada rongga mulut tidak dapat dihindari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keluhan di rongga mulut pengguna obat antihipertensi rawat jalan di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Tingkat III Robert Wolter Mongisidi Manado. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan dessain potong lintang. Responden penelitian berjumlah 30 orang. Hasil penelitian memperlihatkan jenis kelamin perempuan (60%) lebih banyak dari laki-laki (40%); usia responden terbanyak 56-60 tahun (46,67%); dan obat antihipertensi yang tersering digunakan ialah amlodipine (80%). Keluhan rongga mulut yang dialami responden ialah xerostomia (80%), gingiva bengkak (16,7%), dan sariawan (3,3%).Kata kunci: hipertensi, obat antihipertensi, keluhan rongga mulut
Gambaran status karies dan status gizi pada murid TK Kartika XX-16 Manado Rengkuan, Raissa Y.E.; Wowor, Pemsi M.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 5, No 2 (2017): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.5.2.2017.17369

Abstract

Abstract: Dental caries is a dental hard tissue disease with multifactorial causes. Consumption of food and beverages improperly and less of dental treatment affect dental caries status and nutritional status. This study was aimed to obtain the profile of dental caries status and nutritional status of kindergarten students of Kartika XX-16 Manado. This was a descriptive study with a cross sectional design. Subjects were selected using nonprobability sampling method with consecutive sampling technique. There were 71 students as the total population; 48 students were selected as subjects. Deciduous dental examination was performed to assess the dental caries status using the dmf-t index. Body weight, height, and age were noted to assess the nutritional status using antrophometric indices based on z score to obtain the body mass index for age (BMI for age). The results showed that the dental caries status of the subjects was at high category (dmf-t index of 4.92). There were 37 subjects (77.1%) who had caries experience in primary teeth and 11 subjects (22.9%) with caries-free primary teeth. Of all subjects, 93.75% had normal nutrition status and 6.3% had nutritional problems. Conclusion: In general, the kindergarten students of Kartika XX–16 Manado had dental caries status of high category, however, their nutritional status was quite good.Keywords: dental caries status, nutritional status Abstrak: Karies gigi merupakan suatu penyakit jaringan keras gigi dengan penyebab multifaktorial. Konsumsi makanan dan minuman dengan pola yang tidak tepat, serta kurangnya pemeliharaan kesehatan gigi berdampak pada status gizi dan status karies gigi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status karies gigi dan status gizi pada murid TK Kartika XX-16 Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif observasional dengan desain potong lintang. Jumlah populasi 70 orang murid dengan subyek 48 anak diperoleh menggunakan metode nonprobability sampling dengan teknik consecutive sampling. Pemeriksaan gigi-geligi sulung untuk menilai status karies gigi. Penilaian status karies gigi menggunakan indeks dmft. Pemeriksaan berat badan, tinggi badan, dan usia untuk menilai status gizi. Penilaian status gizi menggunakan indeks antropometri berdasarkan z-skor terhadap indikator indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U). Status karies gigi murid TK Kartika XX–16 Manado berada pada kategori tinggi dengan indeks dmf-t 4,92. Jumlah subyek dengan riwayat karies gigi sulung sebanyak 37 anak (77,1%) sedangkan yang bebas karies gigi sulung sebanyak 11 anak (22,9%). Status gizi murid TK Kartika XX–16 Manado terdiri dari 93,75% status gizi normal dan 6,3% bermasalah gizi. Simpulan: Murid TK Kartika XX–16 Manado umumnya mempunyai status karies gigi pada kategori tinggi sedangkan status gizi cukup baik.Kata kunci: status karies gigi, status gizi
GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG HALITOSIS PADA BURUH DI PELABUHAN MANADO Irianti, Rizkia; Pandelaki, Karel; Mintjelungan, Christy
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.6401

Abstract

Abstract: Halitosis is a general term used to describe bad breath odor emanating from the oral cavity that may occur in physiological and pathological. The cause of halitosis much comes from the mouth as much as 80%. People's knowledge of halitosis is needed because it can help to prevent and deal with the halitosis and may be the first step for further diagnosis of the systemic disease. This study aims to describe the knowledge of halitosis in labor at the port of Manado. This research is a descriptive study using cross-sectional approach. The sample size was obtained by using Slovin formula with a total sample obtained 77 samples and sampling techniques using simple random sampling by means of a lottery. Knowledge was measured using a questionnaire containing some questions about the causes and prevention of halitosis. The result is a total of 27 respondents who have a good knowledge, 39 respondents have sufficient knowledge and 11 respondents have less knowledge. Respondents aged 37-48 years is the most respondents had a good knowledge. Based on this study, suggested a good enough knowledge to be maintained and applied in order to maintain and improve the health of your teeth and mouth.Keywords: Halitosis, knowledge, stevedore.Abstrak: Halitosis adalah suatu istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan bau nafas tidak sedap yang berasal dari rongga mulut yang dapat terjadi secara fisiologis dan patologis. Penyebab halitosis paling banyak berasal dari dalam mulut sebanyak 80%. Pengetahuan masyarakat terhadap halitosis sangat dibutuhkan karena dapat membantu untuk mencegah dan menanggulangi halitosis serta dapat menjadi langkah awal untuk mendiagnosis lebih lanjut terhadap penyakit sistemik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang halitosis pada buruh di pelabuhan Manado. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan potong lintang. Ukuran sampel diperoleh dengan menggunakan rumus Slovin dengan total sampel yang didapatkan 77 sampel dan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan cara lotre. Pengetahuan diukur dengan menggunakan kuesioner yang berisi beberapa pertanyaan tentang penyebab dan pencegahan halitosis. Hasilnya ialah sebanyak 27 responden yang mempunyai pengetahuan baik, 39 responden mempunyai pengetahuan cukup dan 11 responden mempunyai pengetahuan kurang. Responden berusia 37-48 tahun ialah responden paling banyak mempunyai pengetahuan baik. Berdasarkan penelitian ini, pengetahuan yang cukup baik disarankan untuk dapat dipertahankan dan diaplikasikan guna mempertahankan dan meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut.Kata Kunci : Halitosis, pengetahuan, buruh pelabuhan.
Hubungan Teknik Menyikat Gigi dengan Keparahan Resesi Gingiva pada Masyarakat Pesisir Pantai di Kawasan Megamas Kota Manado Rizkika, Lilies; Mintjelungan, Christy N.; Zuliari, Kustina; Khoman, Johanna
e-GiGi Vol 7, No 2 (2019): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.7.2.2019.23929

Abstract

Abstract: Gingival recession is the displacement of marginal gingiva to the apical direction of the cementoenamel junction due to the loss of alveolar bone attachment tissue resulting in exposure of the root surface of the tooth. Wrong technique of tooth brushing is one of the causes of gingival recession. This study was aimed to determine the correlation between tooth brushing techniques and gingival recession among the coastal coast community at the Megamas area of Manado. This was an analytical study with a cross sectional design. Sampleswere obtained by using total sampling method. Tooth brushing techniques were observed by looking at the way the respondents brushed their teeth. We provided check lists in accordance with the techniques they used. Data of gingival recession were obtained by examination of the oral cavity and then we calculated the severity of gingival recession. There were 43 respondents involved in this study. The result of the Kolmogorov-Smirnov obtained a p-value of 0.000. In conclusion, Yjere was a relationship between tooth brushing technique and the severity of gingival recession.Keywords: gingival recession, tooth brushing technique Abstrak: Resesi gingiva adalah perubahan posisi tepi gingiva ke arah apikal dari cemento enamel junction karena hilangnya jaringan perlekatan tulang alveolar sehingga mengakibatkan terbukanya permukaan akar gigi. Kesalahan teknik menyikat gigi merupakan salah satu penyebab resesi gingiva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan teknik menyikat gigi dengan keparahan resesi gingiva pada masyarakat pesisir pantai di Kawasan Megamas Kota Manado. Jenis penelitian ialah analitik dengan desain potong lintang. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling. Pengambilan data dilakukan dengan cara melihat gerakan menyikat gigi yang digunakan. Hasil pengamatan dimasukkan ke dalam check list sesuai dengan teknik yang digunakan. Resesi gingiva yang diperoleh melalui pemeriksaan langsung diklasifikasikan menurut tingkat keparahan resesi gingiva. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 43 orang. Hasil analisis menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov mendapatkan nilai p=0,000. Simpulan penelitian ini menunjukkan adanya hubungan teknik menyikat gigi dengan keparahan resesi gingiva.Kata kunci: resesi gingiva, teknik menyikat gigi
Co-Authors . Juliatri, . A.A. Ketut Agung Cahyawan W Andi I. A. Marhaban Angelia Langkir Anggow, Ollivia R. Aruperes, Geraldo Y. Aurelia S. R. Supit Aurelia S. R. Supit Aurelia Supit B. S. Lampus Bawenti, Suryani Bayahu, Cintia Billy J. Kepel Billy O. S. Mayusip, Billy O. S. Celin L. Sindar Christal G. Oroh, Christal G. Christian F. Poluan Citra Ilery D. H. C. Pangemanan Damajanty H. C. Pangemanan Damajanty H. C. Pengemanan Damajanty H.C. Pangemanan Deisye Supit Dewi Y. Anang, Dewi Y. Dinar A. Wicaksono Ekarisma, Verena M. Elita Tambunan, Elita Ezra G. R. Tambunan, Ezra G. R. Farrah F. Sumangando Felisa E. K. Bagaray, Felisa E. K. Freddy Wagey Gabrielle Warongan Galong, Junistika Priskila Galongi, Junistika P. Gary S. J. Nayoan, Gary S. J. Gerung, Ayumi Y. Gracecylia R. Salampessy Grant T. H. Mawei Hassan, Ewithya H. Herwanto, Adine V. K. Hontong, Cheny Imelda Ch. Manurung Indry Worotitjan Inoi, Archi G. P. Jane Wuisan Janno B. B. Bernadus Jefrianto Wololy Jeiska Triska Tulangow Jemima L. Waworuntu, Jemima L. Jimmy Posangi Joan Christiany, Joan Joenda Soewantoro Johanna A. Khoman Julian G. Komansilan, Julian G. Juliatri . Juliatri Juliatri Jumrah Jamil Kaida, Dita C. Karamoy, Deborah Karamoy, Keysha A. Karel Pandelaki Keloay, Princess Keynes Y. Supit Khoman, Johanna Kindangen, Miranda L. Kinontoa, Fitrisya C. Koagouw, Marco S. Kojongian, Gloria M. P. Kolonio, Fanessa E. Krista V. Siagian Kustina Zuliari, Kustina Kusumawardani, Chendrakasih Lidia Iswanto, Lidia Lolongan, Raymond A. Lumempouw, Novany Lydia E. N. Tendean, Lydia E. N. Mangindaan, Rocky J. Mangowal, Maya P. Mangundap, Gledis C. M. Mantiri, Amanda N. P. Mararu, Wahyu P. Marimbun, Betrix E. Mario S. Howarto, Mario S. Marsela Liwe, Marsela Maureen M. Mawuntu, Maureen M. Meartriecs Tandilangi, Meartriecs Mega S. J. Warongan, Mega S. J. Meilan M. Suleh, Meilan M. Meily Ivane Esther Neman Mendur, Sheren Ch. M. Meyke Widyaningrum Michael A. Leman Milinia Mongkaren Mo'o, Billie A. F. P. Mokodompit, Moh. Fahmi M. Mongi, Pebrian B. Monica A. V. Rumampuk Monica M. Sengkey, Monica M. Motto, Christavia J. Nadhira Thereza Manoy, Nadhira Thereza Najwa F. Modjo Ni Made Windrawati, Ni Made Ni Wayan Mariati Ni Wayan Mariati Nonutu, Stevia E. Nur I. Martin Octavian, David Olivia Waworuntu Olyvia Octaviany Monoarfa P. S. Anindita Pardanus, Darlene G. Paulina Gunawan Paulina N. Gunawan Pemsi M. Wowor, Pemsi M. Pieter L. Suling Priscilia G. J. Tambuwun, Priscilia G. J. Pritartha S. Anindita Pritartha S. Anindita Putra, Febrian S. Putrawan, I Putu G.E. Radiah . Rahayu, Mayangsari P. Rambitan, Wulan K. D. Ratulangi, Marly H.R. Rengkuan, Raissa Y.E. Reyna Agnes Nastassia Lumentut Rizka Wahyuni Rizka Wahyuni Rizki Mulyana Djokja Rizkia Irianti Rizkika, Lilies Rompas, Irene F. Rompis, Kezia R. Sagemba, Pascal G. Sagrang, Patricia S. Shane H.R. Ticoalu Sherry Deiristi Sulangi Shirley E. S. Kawengian Sompie, Grace M. M. Stefani M. Karamoy, Stefani M. Sundah, Michael J. Syukri, Dwi M. Tambunan, Miranda A. Tandra, Noviana F. Tangka’a, Roy R. B. Tato, Enjelin M. Tawas, Stevany A.D. Theodorus Pangalila Ticoalu, Jolanda P. Utomo, Hestia E. Vania, Marella T. Vonny N. S. Wowor Vonny N. S. Wowor Vonny N.S. Wowor, Vonny N.S. Wanti, Melyana Woran, Yobel R. Wowor, Stephanie G. Wulan G. Parengkuan, Wulan G. Wulandari, Fitri K.