Pengembangan budaya kerja praktik kejuruan berkaitan dengan keterampilan abad 21, tidak terlepas dari kebutuhan dunia industri terhadap tenaga kerja dengan kompetensi. Keterampilan abad 21 yang harus dimiliki adalah kemampuan beradaptasi, kecakapan berkomunikasi, keingintahuan intelektual, berpikir kritis dan sistemik, melek informasi dan media, kecakapan hubungan antar pribadi dan kerjasama, kecakapan mengidentifikasi masalah dan menemukan solusi, pengarahan pribadi, dan tanggung jawab sosial. Peserta didik membiasakan budaya kerja 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke) yang baik agar pekerjaan berjalan dengan efisien dan optimal. Tujuan penelitian untuk mengkaji penilaian pengembangan budaya kerja praktik kejuruan peserta didik SMK. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner kepada guru produktif bidang teknologi di SMK untuk memvalidasi instrumen dan mengetahui keterlaksanaan budaya kerja peserta didik SMK. Sebagai data kualitatif dilaksanakan FGD (Forum Group Discussion) terhadap guru produktif. Hasil penelitian menunjukkan instrumen budaya kerja 5S kategori tinggi pada reliabilitas (0,793) dan validitas konten. Tingkat keterlaksanaan budaya kerja sudah berjalan sangat baik.