Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Sari Pediatri

Red-Cell Distribution Width (RDW) dan Mean Platelet Volume (MPV) sebagai Biomarker Keparahan Pneumonia Anak Wigit Kristianto; Retno Asih Setyoningrum; Agoes Boediono
Sari Pediatri Vol 19, No 6 (2018)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.071 KB) | DOI: 10.14238/sp19.6.2018.335-41

Abstract

Latar belakang. Pneumonia masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas anak balita di seluruh dunia. Red-cell distribution width (RDW) dan mean platelet volume (MPV) adalah dua parameter dalam pemeriksaan darah lengkap yang sederhana, murah, dan tersedia hampir di seluruh rumah sakit di Indonesia. Penggunaannya sebagai biomarker keparahan pneumonia dapat menjadi salah satu upaya untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas akibat pneumonia.Tujuan. Menganalisis hubungan antara nilai RDW dan MPV dengan derajat keparahan pneumonia anak.Metode. Penelitian cross-sectional dilaksanakan pada Juni-November 2017 di RSUD Nganjuk, melibatkan 30 anak berusia 2-59 bulan dengan pneumonia. Nilai RDW dan MPV dihubungkan dengan klasifikasi diagnosis, derajat keparahan yang diukur menggunakan skor RISC (respiratory index of severity in children) dan PRESS (pediatric respiratory severity score), dan hasil terapi pneumonia.Hasil. Terdapat perbedaan bermakna pada nilai RDW antara subjek dengan pneumonia dan pneumonia berat (t28=-1,721, p=0,096). Nilai RDW antara kelompok dengan nilai PRESS rendah, sedang, dan tinggi juga berbeda bermakna (F(2,27)=4,083, p=0,028). Nilai RDW berhubungan bermakna kuat dengan klasifikasi diagnosis pneumonia (x(1)=0,530, p=0,004), dan berhubungan bermakna moderate dengan skor RISC (rs=0,369, p=0,023), serta skor PRESS (rs=0,318, p=0,043). Kesimpulan. Nilai RDW berhubungan dengan klasifikasi diagnosis pneumonia, skor RISC dan skor PRESS.
Akurasi Diagnostik Prokalsitonin Sebagai Petanda Serologis untuk Membedakan Infeksi Bakteri dan Infeksi Virus pada Anak Dominicus Husada; I Gusti Ngurah Twi Adnyana; Retno Asih Setyoningrum; Darto Saharso; Ismoedijanto Ismoedijanto
Sari Pediatri Vol 13, No 5 (2012)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.208 KB) | DOI: 10.14238/sp13.5.2012.316-23

Abstract

Latar belakang.Deteksi dini infeksi bakteri dan infeksi virus pada anak sangat penting untuk tata laksana antibiotik lebih dini. Prokalsitonin (PCT) merupakan suatu temuan baru sebagai petanda serologis yang bisa dipercaya. Belum banyak informasi tentang akurasi diagnostik PCT untuk spektrum penyakit infeksi di negara berkembang.Tujuan.Melakukan akurasi diagnostik PCT sebagai petanda serologis untuk membedakan infeksi bakteri dan infeksi virus pada anak. Metode.Penelitian prospektif dengan desain potong lintang dilakukan di Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSU Dr. Soetomo Surabaya, dari September 2009 sampai November 2010. Pasien dibagi dalam kelompok infeksi bakteri dan infeksi virus (sebagai kontrol). Data demografi, pemeriksaan darah tepi, CRP and PCT dievaluasi. Analisis statistik menggunakan uji studentt dan uji Mann Whitney U dengan interval kepercayaan 95% dan bermakna jika nilai p<0,05. Dilakukan perhitungan sensitivitas, spesifisitas, nilai duga positif (NDP), nilai duga negatif (NDN) dan rasio kemungkinan (RK) Hasil.Di antara 130 pasien yang terkumpul didapatkan 54 sampel untuk tiap kelompok. Ditemukan perbedaan kadar PCT yang bermakna antara kelompok infeksi bakteri dibandingkan infeksi virus (rerata 18,34 dan 0,22 ng/ml, p<0,0001). Dengan menggunakan kadar 0,5 ng/ml sebagai kadar ambang (sesuai penelitian sebelumnya) didapatkan sensitivitas 88,9%, spesifisitas 94,4%, NDP 94,1%, NDN 89,4% dengan RK positif 15,87 dan RK negatif 0,09.Kesimpulan.Prokalsitonin merupakan petanda serologis dengan akurasi diagnostik yang tinggi untuk membedakan infeksi bakteri dan infeksi virus pada anak.
Faktor Risiko Pneumonia pada Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan Tia Harelina; Retno Asih Setyoningrum; Yan Efrata Sembiring
Sari Pediatri Vol 21, No 5 (2020)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp21.5.2020.276-81

Abstract

Latar belakang. Penyakit jantung bawaan (PJB) merupakan faktor risiko utama yang memperparah infeksi saluran pernapasan bawah akut. Infeksi saluran pernapasan bawah akut yang paling umum adalah pneumonia. Beberapa faktor predisposisi untuk pneumonia telah diidentifikasi, seperti pada malnutrisi berat.Tujuan. Untuk mengetahui faktor risiko kejadian pneumonia anak dengan penyakit jantung bawaan di RSUD Dr.Soetomo Surabaya.Metode. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain kasus kontrol berdasarkan data rekam medik pasien yang dirawat di Ruang Rawat Inap SMF Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya selama periode Januari 2016 sampai dengan Desember 2016. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square dan regresi logistik. Kriteria inklusi untuk kelompok kasus adalah pasien PJB dengan pneumonia, sedangkan kelompok kontrol pasien PJB tanpa pneumonia dengan umur 1 bulan sampai 60 bulan. Kriteria eksklusi adalah rekam medik yang tidak lengkap.Hasil. Diperoleh subjek sebesar 66 pasien, dengan perbandingan kasus-kontrol 1:1. Hasil analisis multivariat ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara anemia dengan kejadian pneumonia pada anak dengan PJB (p=0,002) dan terdapat hubungan yang signifikan antara neuromuscular disease dengan kejadian pneumonia pada anak dengan PJB (p=0,015).Kesimpulan. Adanya hubungan antara anemia dan neuromuscular disease dengan pneumonia pada anak dengan penyakit jantung bawaaan.
Co-Authors Abdul Latief Azis Agoes Boediono Ahmad Suryawan Aida Fahira Rachma Aisah, Nurul Albarok, Muhammad Abdir Rahman Aldise Mareta, Aldise Alpha Fardah Athiyyah Amrina Rosyada Anang Endaryanto Ananto, Muhammad Arif Andri Kurnia Wahyudhi Andy Darma Arda Pratama Putra Chafid Arina Setyaningtyas Budi Utomo Budi Utomo Budi Utomo Chafid, Arda Pratama Putra Clarissa Cita Magdalena Darto Saharso Deasy Fetarayani Deby Kusumaningrum DEWI RAHMAWATI Dharmawati, Ira Didik Didik Handijatmo, Didik Diska Hanifah Nurhayati Djoko Poetranto, Djoko Dominicus Husada Dwi Putri Lestari Dwi Susanti Edith Frederika, Edith Eka Sri Handayani Ergia Latifolia Far-Far, Imanuel Ferry Sandra Gatot Soegiarto Hapsari Widya Ningtiar Hapsari, Rika Hedi Mustiko Hidajat, Boerhan Hubah Asyiroh I Dewa Gede Ugrasena I Gusti Made Reza Gunadi Ranuh I Gusti Ngurah Twi Adnyana Ismoedijanto Khoirunnisa Shafira Deshpande Kristianto, Wigit Laksmi Wulandari Lestari, Sally Rizkita Litiya Parahita Putri Firnadi Lucia Landia Setyowati, Lucia Landia Maharani, Rizky Arisanti Manillaturrochmah Manillaturrochmah Maranatha, Daniel Masaoki Yamaoka, Masaoki Mohammad Yamin Sunaryo Suwandi Muhammad Faris, Muhammad Muhammad Helmi Imaduddin Mustiko MD, Hedi Nabila Annisa Harum Neurinda Permata Kusumastuti Ni Made Mertaniasih Oktaviani, Ranti Dewanti Prananda Surya Airlangga Prasanti, Siva Allysha Pratista Oktafia Pudji Lestari Purwanto, Satiti Palupi Puspamaniar, Vania Ayu Ranti Dewanti Oktaviani Rarome, Berlian Beatrix Ratih Kumala Sari, Ratih Kumala Rebekah Setiabudi, Rebekah Resti Yudhawati Rifah Zafarani Soumena Rika Hapsari Salsabila, Sabila Sembiring, Yan Efrata Shofia Ihtasya SITI NURUL HIDAYATI Sudarmo, Subijanto Marto Syafa'ah, Irmi Tia Harelina Tutwuri Handayani Umiastuti, Pirlina Utariani, Arie Visuddho, Visuddho Widati Fatmaningrum Wigit Kristianto Wiharjo Hadisuwarno Wiweka Merbawani Wungu, Citrawati Dyah Kencono Yuli Astika