Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONCEPTUAL UNDERSTANDING PROCEDURES (CUPS) BERBANTUAN GEOGEBRA TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS IX SMP Aisya Bella Zq; Ni Nyoman Parwati; Putu Kartika Dewi
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/rmw7m474

Abstract

Pemahaman konsep matematis menjadi salah satu kompetensi esensial dalam pembelajaran matematika. Meskipun demikian, tingkat penguasaan siswa terhadap konsep masih belum optimal. Kondisi ini tidak terlepas dari pola pembelajaran yang masih bersifat teacher-centered, sehingga keterlibatan aktif siswa dalam membangun pemahaman konsep belum berkembang secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran CUPs berbantuan GeoGebra terhadap pemahaman konsep matematika siswa kelas IX SMP. Populasi dalam penelitian ini terdiri atas 10 kelas dengan jumlah keseluruhan 377 siswa. Sampel penelitian diambil sebanyak dua kelas yang ditentukan melalui teknik cluster random sampling. Berdasarkan hasil pengundian diperoleh kelas IXA8 sebanyak 37 siswa sebagai kelas eksperimen yang mengikuti model pembelajaran CUPs berbantuan GeoGebra dan kelas IXA9 sebanyak 39 siswa sebagai kelas kontrol yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain post-test-only control group. Untuk menguji hipotesis penelitian, analisis data dilakukan menggunakan uji independent samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen memperoleh rata-rata skor post-test sebesar 77,14, sedangkan kelas kontrol memperoleh rata-rata skor post-test sebesar 64,18. Hasil uji hipotesis menggunakan independent samples t-test dengan taraf signifikansi 0,05 menunjukkan nilai signifikansi (sig) sebesar < 0,001, yang lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran CUPs berbantuan GeoGebra lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran konvensional.
Analisis Pemilihan Model Tren Linear, Kuadratik, dan Kubik untuk Peramalan Jumlah Penduduk Miskin di Provinsi Sulawesi Tengah Desak Made Ristia Kartika; Sitti Masyitah Meliyana; Putu Kartika Dewi
Venn: Journal of Sustainable Innovation on Education, Mathematics and Natural Sciences Vol. 5 No. 4 (2026): MIPA dan dan Pendidikan lingkup MIPA
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/venn.v5i4.473

Abstract

Central Sulawesi experiences fluctuating poverty levels despite various government programs, making accurate forecasting essential for data-driven policies. This study aims to model and forecast the number of poor people in Central Sulawesi by comparing linear, non-linear quadratic, and non-linear cubic trend regression models based on data from Badan Pusat Statistik (BPS) 2002–2025. Initially, these three models were evaluated using the Ordinary Least Squares (OLS) method, where the quadratic and cubic models yielded relatively similar  values of 80.65% and 80.76%, respectively. However, rigorous diagnostic tests revealed that the residual independence assumption under OLS was severely violated across all models due to time-series dependencies. To resolve this issue, the Generalized Least Squares (GLS) method was employed to account for underlying autocorrelation structures. The linear GLS model (  = 552.6687 - 8.3413t) significantly outperformed both the quadratic and cubic GLS variants; it was the only model that fully satisfied the normality and autocorrelation-free (white noise) assumptions while maintaining a high predictive accuracy with a MAPE of 5.484%. Projections using this optimal linear model indicate a stable, continuous downward trend, predicting the poor population to decrease to 344.17 thousand in 2026 (t = 25) and eventually reach its lowest historical point of 227.41 thousand by 2040 (t = 39).
Bilangan Dominasi Sisi Lokal pada Comb Product Graf Bintang dengan Graf Lintasan, Roda, dan Bintang Gilbert Ferdinand Cias; Putu Kartika Dewi
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 20 No. 2 (2026): Agustus 2026 (In Press)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/wms.v20i2.119506

Abstract

Bilangan dominasi sisi lokal merupakan salah satu invarian numerik dalam teori graf yang berkaitan dengan penentuan himpunan sisi dominasi yang mampu membedakan setiap sisi yang tidak termasuk dalam himpunan dominasi berdasarkan lingkungan sisinya. Salah satu operasi dalam teori graf yang menarik untuk dikaji adalah comb product, namun penelitian mengenai bilangan dominasi sisi lokal pada graf hasil comb product yang melibatkan graf bintang masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai eksak bilangan dominasi sisi lokal pada graf bintang comb graf bintang, graf bintang comb graf roda, dan graf bintang comb graf lintasan. Penelitian ini merupakan penelitian dasar yang menggunakan metode kepustakaan, pencarian pola, dan deduktif-aksiomatik. Metode kepustakaan dilakukan untuk memperoleh landasan teori yang relevan, metode pencarian pola digunakan untuk menemukan dugaan bentuk umum bilangan dominasi sisi lokal, sedangkan metode deduktif-aksiomatik digunakan untuk membuktikan dugaan tersebut berdasarkan definisi, sifat, teorema, dan lemma yang telah ada. Hasil penelitian menunjukkan nilai eksak bilangan dominasi sisi lokal pada graf bintang comb graf bintang, graf bintang comb graf roda, dan graf bintang comb graf lintasan. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian mengenai invarian numerik pada teori graf, khususnya yang berkaitan dengan bilangan dominasi sisi lokal dan operasi comb product.
Bilangan kromatik graceful dari hasil kali kartesius graf prisma dan lintasan Alwi Ni'mah Firdausy; Putu Kartika Dewi; I Gusti Putu Sudiarta; Raphita Yanisari Silalahi
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 12 No. 03 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mathunesa.v12n3.p593-599

Abstract

Pewarnaan graceful-, pada graf G adalah pewarnaan titik yang menginduksi pewarnaan sisi yaitu , sedemikian hingga setiap titik dan sisi yang bertetangga tidak memiliki warna yang sama. Minimum banyaknya warna yang digunakan untuk pewarnaan graceful pada graf disebut dengan bilangan kromatik graceful pada graf G, dinotasikan dengan . Penelitian ini bertujuan untuk menentukan bilangan kromatik graceful dari graf hasil kali kartesius graf dengan graf yaitu graf untuk . Kata kunci: pewarnaan graceful, hasil kali kartesius, bilangan kromatik graceful, graf .
Algebraic Structures and Combinatorial Properties of Unit Graphs in Rings of Integer Modulo with Specific Orders Sahin Two Lestari; Putu Kartika Dewi; I Gede Adhitya Wisnu Wardhana; I Nengah Suparta
Eigen Mathematics Journal Vol 7 No 2 (2024): December
Publisher : University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/emj.v7i2.235

Abstract

Unit graph is the intersection of graph theory and algebraic structure, which can be seen from the unit graph representing the ring modulo n in graph form. Let R be a ring with nonzero identity. The unit graph of R, denoted by G(R), has its set of vertices equal to the set of all elements of R; distinct vertices x and y are adjacent if and only if x + y is a unit of R. In this study, the unit graph, which is in the ring of integers modulo n, denoted by G(Zn). It turns out when n is 2^k, G(Zn) forms a complete bipartite graph for k∈N, whereas when n is prime, G(Zn) forms a complete (n+1)/2-partites graph. Additionally, the numerical invariants of the graph G(Zn), such as degree, chromatic number, clique number, radius, diameter, domination number, and independence number complement the characteristics of G(Zn) for further research.