Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Treffinger Berorientasi Masalah Kontekstual Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Luh Made Gita Laksmi; Putu Kartika Dewi; Ni Made Sri Mertasari
Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jfi.v2i1.72210

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan model pembelajaran Treffinger berorientasi masalah kontekstual terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika di tingkat sekolah menengah kejuruan (SMK). Masalah yang dihadapi adalah rendahnya capaian kemampuan berpikir kreatif siswa akibat dominasi pembelajaran konvensional yang lebih menekankan pada penguasaan prosedur dan algoritma, sehingga membatasi eksplorasi ide dan solusi kreatif. Dalam penelitian ini, dua kelompok sampel yang dipilih secara acak, yaitu kelompok eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Treffinger dan kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran konvensional, diuji dengan tes soal cerita matematika untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa pada kelompok eksperimen memperoleh skor posttest yang lebih tinggi (rata-rata 65,70) dibandingkan kelompok kontrol (rata-rata 51,73). Uji t menunjukkan nilai signifikansi 0,002 (p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa model pembelajaran Treffinger berorientasi masalah kontekstual secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis masalah kontekstual yang terintegrasi dengan model Treffinger dapat mendorong siswa untuk lebih aktif dalam proses berpikir kreatif, mengembangkan berbagai solusi kreatif, dan memahami masalah secara lebih mendalam. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar model ini diterapkan lebih luas di SMK dengan pemilihan masalah kontekstual yang relevan, serta penelitian lebih lanjut dilakukan untuk mengeksplorasi pengaruh model ini pada mata pelajaran lain dan dalam konteks pendidikan yang lebih luas.
PENERAPAN MODEL HYBRID ARIMA-GARCH DALAM PERAMALAN JUMLAH WISATAWAN DOMESTIK KE BALI Putu Ngurah Harimbawa; I Gusti Putu Suharta; Putu Kartika Dewi
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 13 No. 03 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mathunesa.v13n3.p366-377

Abstract

Pariwisata merupakan sektor strategis dalam perekonomian Bali. Namun, ketergantungan tinggi terhadap wisatawan mancanegara menyebabkan kerentanan saat krisis, seperti pandemi Covid-19. Oleh karena itu, diversifikasi terhadap wisatawan domestik menjadi strategi penting, sehingga perencanaan yang tepat ini memerlukan dukungan model peramalan yang akurat. Data jumlah wisatawan domestik cenderung memiliki volatilitas data yang tidak konstan dan bersifat heteroskedastisitas, seperti lonjakan saat musim liburan dan penurunan akibat kebijakan pembatasan, yang menyebabkan perubahan varians residual secara dinamis. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan peramalan yang mampu menangkap pola linier sekaligus memodelkan volatilitas bersyarat dalam data. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keakuratan model hybrid ARIMA–GARCH dalam meramalkan jumlah wisatawan domestik bulanan yang berkunjung ke Bali. Model ARIMA digunakan untuk menangkap pola linier jangka panjang, sedangkan GARCH digunakan untuk memodelkan volatilitas bersyarat. Data yang digunakan adalah data bulanan jumlah wisatawan domestik periode Januari 2004 hingga Desember 2024. Model terbaik yang diperoleh adalah ARIMA(2,1,4)-GARCH(1,0), dipilih berdasarkan nilai AIC dan SIC terkecil serta memenuhi uji diagnostik model. Evaluasi akurasi menunjukkan nilai MAE sebesar 129.524 dan nilai MAPE sebesar 16,15%, yang termasuk kategori akurat. Hasil peramalan digunakan untuk memproyeksikan jumlah wisatawan domestik periode Januari 2025 hingga Desember 2026. Temuan ini menunjukkan bahwa model ARIMA–GARCH efektif dalam menangani data wisatawan yang bersifat volatil dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam kebijakan pariwisata berbasis data di Bali. Kata Kunci: ARIMA-GARCH, peramalan, wisatawan domestik, volatilitas, Bali
PELABELAN HARMONIS GANJIL PADA GABUNGAN GRAF STRING GANDA Putu Ngurah Harimbawa; Putu Kartika Dewi; I Nengah Suparta
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 14 No. 01 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mathunesa.v14n1.p175-179

Abstract

Sebuah graf G(p, q) dikatakan harmonis ganjil jika terdapat fungsi injeksi f: V(G) → {0, 1, 2, 3, ..., 2q-1} sedemikian sehingga fungsi yang diinduksi f*: E(G) → {0, 1, 2, 3, ..., 2q-1} yang didefinisikan sebagai f*(uv) = f(u) + f(v) adalah fungsi bijektif. Graf yang memenuhi pelabelan tersebut disebut sebagai graf harmonis ganjil. Penelitian ini memfokuskan kajian pada tiga jenis graf, yaitu graf string, graf string berganda, dan gabungan graf string berganda. Graf string adalah graf linear sederhana dengan pola berurutan antar simpul. Graf string berganda merupakan pengembangan dari graf string dengan struktur tambahan, sedangkan gabungan graf string berganda merupakan penggabungan beberapa graf string berganda dalam satu konstruksi graf. Tujuan dari penelitian ini adalah membuktikan bahwa gabungan graf string berganda termasuk dalam kelas graf harmonis ganjil. Metode yang digunakan terdiri dari metode deteksi pola, untuk menemukan bentuk pelabelan yang memenuhi syarat, serta metode deduktif aksiomatik, untuk membuktikan secara formal sifat bijektif dari fungsi yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gabungan graf string berganda dapat diberi pelabelan harmonis ganjil yang valid, menunjukkan validitas pelabelan tersebut dan memperluas cakupan graf harmonis ganjil. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan teori pelabelan graf dan membuka peluang studi lanjutan, khususnya dalam pengembangan struktur graf non-trivial dalam pelabelan harmonis ganjil.
ANALISIS KESALAHAN SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN SOAL KONSEP BANGUN RUANG SISI DATAR BERDASARKAN NEWMAN I Komang Adi Wiguna; Putu Kartika Dewi
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 15 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v15i2.6149

Abstract

Materi bangun ruang sisi datar menuntut pemahaman konsep yang mendalam serta kemampuan visualisasi dan transformasi representasi, sehingga sering menimbulkan kesalahan dalam penyelesaian soal. Observasi di SMP Negeri 1 Baturiti menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan pada soal pemahaman konsep, sehingga diperlukan analisis kesalahan yang sistematis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis dan penyebab kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal pemahaman konsep bangun ruang sisi datar berdasarkan tahapan Newman. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek 32 siswa kelas IX G tahun ajaran 2024/2025. Data dikumpulkan melalui tes uraian dan wawancara tidak terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman serta divalidasi melalui triangulasi teknik dan konfirmasi guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan terjadi pada seluruh tahapan Newman, yaitu membaca (7,50%), memahami (28,75%), transformasi (36,25%), keterampilan proses (16,25%), dan penulisan jawaban akhir (11,25%), dengan kesalahan transformasi sebagai yang paling dominan. Faktor penyebab utama meliputi rendahnya pemahaman konseptual, ketergantungan pada hafalan rumus, penggunaan intuisi visual tanpa dasar konsep, serta kurangnya ketelitian dalam perhitungan. Secara keilmuan, temuan ini menegaskan bahwa hambatan utama pembelajaran geometri terletak pada kemampuan transformasi representasi matematis, sehingga analisis kesalahan berbasis prosedur Newman dapat menjadi kerangka diagnostik yang efektif untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang berorientasi pada pemahaman konsep dan penalaran matematis.
Pengaruh Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi Dengan Penilaian Teman Sebaya Terhadap Kemampuan Berpikir Komputasi Siswa SMA Luh Sudarmini; Gusti Ayu Mahayukti; Putu Kartika Dewi
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 15 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v15i1.6162

Abstract

Abstrak. Berdasarkan studi pendahuluan, penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir komputasi siswa yang disebabkan oleh terbatasnya pemberian latihan soal berbasis computational thinking, pembelajaran belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan siswa, serta belum melibatkan penilaian antar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penerapan pembelajaran berdiferensiasi dengan penilaian teman sebaya terhadap kemampuan berpikir komputasi siswa. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian eksperimen semu (quasi-experiment) dengan desain post-test only control group design. Populasi penelitian meliputi seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 2 Singaraja Semester Ganjil Tahun Ajaran 2025/2026 yang mengikuti mata pelajaran pilihan kelompok sains. Sampel penelitian ini terdiri dari tiga kelas. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling dan ditetapkan kelas XI B sebagai kelas eksperimen, kelas XI A sebagai kelas pembanding, serta kelas XI C sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes uraian kemampuan berpikir komputasi. Data post-test dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis, kerena data tersebut tidak memenuhi asumsi normalitas dan homogenitas. Hasil uji hipotesis menunjukkan H(2) = 22,173 dengan nilai Asymp. Sig. kurang dari 0,05, artinya terdapat perbedaan kemampuan berpikir komputasi siswa antara kelas eksperimen, kelas pembanding, dan kelas kontrol. Karena terdapat perbedaan, dilakukan uji lanjut menggunakan uji Mann-Whitney U berpasangan dengan koreksi Bonferroni dengan hasil sebagai berikut: (1) terdapat perbedaan kemampuan berpikir komputasi siswa pada kelas eksperimen dan kelas pembanding, (2) terdapat perbedaan kemampuan berpikir komputasi siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, (3) tidak terdapat perbedaan kemampuan berpikir komputasi siswa pada kelas pembanding dan kelas kontrol. Kata Kunci: Berpikir Komputasi, Pembelajaran Berdiferensiasi, Penilaian Teman Sebaya
Indeks Zagreb Pertama dan Kedua pada Graf Nilpoten Gelanggang Bilangan Bulat Modulo n Kevin Elshadai Saragih; Putu Kartika Dewi; I Gusti Putu Suharta
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 19 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/wms.v19i3.107149

Abstract

Teori graf merupakan cabang matematika yang mempelajari struktur graf serta hubungan antar titik dan sisi. Salah satu kajian dalam teori graf adalah indeks topologi, yaitu nilai numerik yang digunakan untuk merepresentasikan karakteristik suatu graf. Indeks Zagreb pertama dan kedua merupakan indeks topologi berbasis derajat yang banyak digunakan dalam analisis struktur graf. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rumus umum indeks Zagreb pertama dan indeks Zagreb kedua pada graf nilpoten dari gelanggang bilangan bulat modulo . Metode yang digunakan adalah metode deduktif aksiomatif dengan memanfaatkan konsep unsur nilpoten pada serta sifat-sifat graf. Graf nilpoten dibangun berdasarkan hubungan antar unsur nilpoten, kemudian ditentukan derajat setiap titik sebagai dasar perhitungan indeks Zagreb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumus indeks Zagreb pertama dan kedua pada graf nilpoten gelanggang bilangan bulat modulo  bergantung pada bentuk , yaitu bilangan prima, bilangan prima berpangkat, hasil kali dua bilangan prima, dan hasil kali dua bilangan prima berpangkat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian indeks topologi serta memperkuat keterkaitan antara struktur aljabar dan teori graf.
Analisis Data Longitudinal dengan Berbagai Tingkat Autokorelasi Menggunakan Metode Nonparametrik Spline Truncated dan Kernel Regression Ratih Yulinda; I Wayan Puja Astawa; Putu Kartika Dewi
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 20 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/wms.v20i1.112839

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja regresi nonparametrik Spline Truncated dan Kernel Regression pada pemodelan data longitudinal dengan berbagai tingkat autokorelasi. Penelitian dilakukan melalui studi simulasi dan penerapan pada data riil Persentase Penduduk Miskin (P0) tingkat provinsi di Indonesia periode 2016–2024. Pada studi simulasi, data panel seimbang dibangkitkan untuk 30 individu dan 5 titik waktu dengan galat AR(1) pada tiga skenario autokorelasi, yaitu  dan , serta 50 replikasi untuk setiap skenario. Parameter pemulus pada kedua metode dipilih menggunakan Generalized Cross Validation (GCV). Kinerja model dievaluasi menggunakan MSE, RMSE, MAE, dan , serta dilengkapi dengan diagnostik residual melalui ACF dan uji Ljung–Box. Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan autokorelasi cenderung meningkatkan kesalahan prediksi dan menurunkan koefisien determinasi. Pada seluruh skenario simulasi, Spline Truncated menghasilkan kinerja yang relatif lebih baik dibandingkan Kernel Regression. Pada data riil, performa in-sample kedua metode hampir sama, tetapi evaluasi cross-validation menunjukkan bahwa Kernel Regression sedikit lebih unggul dalam kemampuan generalisasi. Dengan demikian, Spline Truncated lebih sesuai untuk interpretasi kurva yang stabil, sedangkan Kernel Regression lebih kompetitif untuk tujuan prediksi pada data empiris.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: IMPLEMENTASI PENDEKATAN PEMBELAJARAN DIFERENSIASI PROSES BERDASARKAN KEMAMPUAN AWAL DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Yudiasa, I Gusti Ayu Agung Intan Ananda Suari; Mertasari, Ni Made Sri; Dewi, Putu Kartika; Ardana, I Made; Mahayukti, Gusti Ayu
De Fermat : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/defermat.v9i1.2530

Abstract

Differentiated learning is a key solution to addressing student diversity. However, the implementation of specific process strategies based on students' initial ability in mathematics learning still requires systematic review. This study aims to analyze and synthesize the literature related to the implementation of process differentiation based on students' initial ability in mathematics learning. The method used was a Systematic Literature Review (SLR) with three screening stages PRISMA: identification, screening, and eligibility. Data was collected through the Google Scholar database, covering publications from 2021 to 2026. From the initial search results of 204 articles, 14 final articles were selected that met the inclusion criteria, including articles indexed by Scopus and Sinta. The results indicate that the most effective implementation of process differentiation in mathematics is achieved through mapping initial ability as a basis for determining instructional strategies, such as the use of work examples for low-ability students and tiered exercises and practice. The literature synthesis concluded that adaptively adapting the learning process to the initial ability profile not only improves learning outcomes but also optimizes students' critical thinking skills and positive attitudes toward mathematics.
Pelabelan Anggun Super Pada Graf Tripartit Komplet K1,m,n Untuk m, n >=1 Putra, Dewa Made Krisna Dharma; Dewi, Putu Kartika; Suparta, I Nengah
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2026): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v8i1.25690

Abstract

Sebuah graf G dengan himpunan titik V(G) dan himpunan sisi E(G) dikatakan memiliki pelabelan anggun super jika terdapat fungsi bijektiff : V(G) U E(G) - {1, 2, 3, ..., |V(G)| + |E(G)|}sedemikian hingga untuk setiap sisi uv dalam E(G) berlaku:f(uv) = |(f(u) - f(v)|.Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa graf tripartit komplet K(1,m,n) untuk m,n = 1 memiliki pelabelan anggun super. Metode yang digunakan adalah konstruksi langsung, yaitu dengan memberikan fungsi pelabelan yang memenuhi sifat-sifat pelabelan anggun super pada setiap titik dan sisi graf K(1,m,n).Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk setiap nilai m,n = 1, graf K(1,m,n) dapat dilabeli secara anggun super melalui penentuan label yang sistematis dan terstruktur.
PEWARNAAN PELANGI DAN PEWARNAAN ANTIAJAIB PELANGI PADA GRAF SLINKY Sl_n C_4 I Kadek Agi Redityawan; Putu Kartika Dewi; Raphita Yanisari Silalahi
Journal of Scientech Research and Development Vol 8 No 1 (2026): JSRD, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v8i1.1570

Abstract

Rainbow coloring and rainbow antimagic coloring are developoing topics in graph theory bcause they combine the concepts of rainbow connectivity and antimagic labeling. this study aims to determine the rainbow connection number and the rainbow antimagic connection number of slinky graph (Sl_n C_4 ) for n≥2. This research employs a contructive approach by constructing rainbow antimagic coloring based on observed patterns. Furthermore, the existence of a rainbow path for every pair of vertices is verified. The results show that the rainbow connection number of the slinky graph (Sl_n C_4 ) is rc(Sl_n C_4 )=2n. In addition, upper bounds for the rainbow antimagic connection number ar obtained, namely 4≤rac(Sl_n C_4 )≤5 for n=2, and 2n≤rac(Sl_n C_4 )≤⌊(5n+5)/2 ⌋, for n≥3.