Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PEMANFAATAN RUANG DI KAWASAN SEKITAR JALAN LINGKAR KOTA MANADO Malau, Febri Irwandi; Mononimbar, Windy; Rate, Johanes Van
SPASIAL Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan Pemanfaatan ruang merupakan faktor dominan yang mengarahkan dan membentuk struktur suatu kota. Perubahan ini akan mengakibatkan peningkatan produktivitas guna lahan dalam bentuk alih fungsi maupun peningkatan intensitas ruang. Perkembangan ruang di kawasan perkotaan tersebut, cenderung mengalami perubahan fungsi kawasan dari kawasan tidak terbangun menjadi kawasan terbangun. Masalah yang terjadi akibat dari perubahan tersebut, mengakibatkan daya dukung lahan dan kelestarian lingkungan hidup di masa yang akan datang mengalami gangguan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kesesuian pemanfaatan ruang dengan arahan perencanaan yang ada di kawasan sekitar jalan lingkar Kota Manado. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan analisis spasial/keruangan. Data yang diperoleh diolah menggunakan bantuan perangkat lunak/software Arcmap 10.3. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, bentuk struktur ruang di kawasan sekitar jalan lingkar Kota Manado mendekati konsep konsentris dan pola ruangnya terdiri atas fungsi lindung 302,28 Ha (13,43%) dan fungsi budidaya 1948,60 (86,57%), untuk kesesuaian struktur ruang sudah sesuai dengan arahan perencanaan yang ada karena sudah mampu melayani masyarakat yang ada di kawasan sekitar jalan lingkar, sedangkan pola ruang belum sesuai dengan arahan perencanaan yang ada karena terdapat ketidaksesuaian yaitu sebagai fungsi lindung 104,91 Ha (4,66%) dan fungsi budidaya 633,18 Ha (28,13%).                                                      Kata Kunci : Jalan Lingkar, Kota Manado, Pemanfaatan Ruang 
ANALISIS KAWASAN MINAPOLITAN DANAU TONDANO DI KABUPATEN MINAHASA Kuhu, Raine Amelia; Wuisang, Cynthia E. V.; Mononimbar, Windy
SPASIAL Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minapolitan merupakan konsepsi pembangunan ekonomi kelautan dan perikanan berbasis kawasan. Terwujudnya kawasan Minapolitan itu sendiri dilihat dari ketersediaan prasarana dan sarana pendukung kawasan. Selain dari ketersediaan prasarana dan sarana, penggunaan lahan/ ruang baik pada perairan maupun pada daerah sempadan harus diperhatikan sesuai dengan standart fisik yang dikeluarkan oleh pemerintah terkait. Kecamatan Kakas dan Eris, Kabupaten Minahasa, merupakan lokasi yang sudah ditetapkan dalam surat penetapan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dan pemerintah kabupaten dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Minahasa tahun 2014-2034 untuk dijadikan sebagai Kawasan Minapolitan Danau Tondano. Proses pengambilan data dilakukan dalam bentuk wawancara kepada para petani ikan selaku responden, untuk mengetahui ketersediaan prasana dan sarana pendukung kawasan Minapolitan. Sedangkan, untuk penggunaan lahan/ ruang baik pada daerah perairan maupun sempadan, data diolah berdasarkan pada Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Minahasa, juga peta citra Kecamatan Eris dan Kakas yang kemudian diolah menggunakan sowftware ArcGis 10.3 untuk melihat luasan penggunaan ruang pada perairan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis spasial. Berdasarkan hasil identifikasi kawasan serta analisis yang dilakukan dengan mengacu pada standart fisik pembangunan, ketersediaan prasarana dan sarana pendukung di Kecamatan Eris dan Kakas tidak memadai. Juga, tidak adanya perhatian tentang limbah terkait aktivitas masyarakat seperti proses pembudidayaan dan permukiman masyarakat yang berada pada sempadan danau. Aktivitas masyarakat tersebut menimbulkan masalah terkait pertumbuhan hama dan pencemaran pada danau yang meningkat dengan pesat. Dengan tidak adanya perhatian pembangunan fisik terkait daerah sekitar ekosistem danau, akan membuat fungsi, kualitas dan kelestariannya menurun. Kata Kunci : Kawasan Minapolitan, Prasarana Sarana, Penggunaan Lahan, Danau Tondano
PUSAT PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN ANAK AUTIS DI MANADO ‘IMPLEMENTASI METODE LOVAAS TERHADAP RUANG DALAM ARSITEKTUR’ Walelang, Rimer P. A.; Andries, Fredrik T.; Mononimbar, Windy
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i1.7744

Abstract

Anak merupakan generasi penerus bangsa yang, memiliki anak yang sehat tanpa kekurangan merupakan impian setiap pasangan, Namun tidak semua anak terlahir dengan sempurna tetapi ada juga anak yang lahir tidak sempurna yang terkadang sulit di terima oleh orang tua dan lingkungan sekitar, salah satu contohnya adalah anak Autis. Di Manado Autisme sudah sangat dikenal oleh masyarakat luas, tapi masih banyak juga yang belum mengetahui bahwa kelainan ini bisa disembuhkan, itu dibuktikan dengan masih kurangnya sekolah atau yayasan yang menangani / melakukan proses terapi penyembuhan kepada anak – anak autis. Menghadirkan suatu bangunan / fasilitas yang dapat mewadahi kegiatan pendidikan serta mengembangkan potensi dan prilaku anak autis serta menjadi tempat untuk mendapatkan informasi mengenai autisme bagi masyarakat luas. Menyediakan wadah yang bisa menampung aktivitas – aktivitas  yang berhubungan dengan anak autis itu sendiri, sehingga anak autis dapat berkembang dan dapat diterima oleh masyarakat. Dalam rancangan objek “Pusat Pendidikan Dan Pengembangan Anak Autis Di Manado” ini menggunakan tema “implementasi metode Lovaas terhadap ruang dalam arsitektur”, dimana metode Lovaas merupakan metode yang sering dilakukan para terapis/guru untuk penyembuhan / terapis bagi anak – anak autis dan anak – anak yang berprilaku khusus lainnya, yang kemudian dituangkan dalam perancangan ruang dalam serta sirkulasi dalam bangunan, sehingga arsitektur dapat berperan dalam proses penyembuhan anak autis. Kata Kunci : Pusat Pendidikan, Pengembangan Anak Autis, Metode Lovaas.
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN FLORIKULTURA DI TOMOHON (PERMACULTURE IN ARCHITECTURE) Nelwan, Richard A.; Mononimbar, Windy; MT, Suryono
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i2.10728

Abstract

ABSTRAK   Saat ini florikultura merupakan salah satu komoditas agribisnis yang cukup berarti di Indonesia. Hal tersebut didasari karena jenisnya yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi dan diterima masyarakat. Florikultura dinikmati konsumen dalam bentuk keindahannya, maka dari itu tuntutan terhadap kualitasnya sangat tinggi. Membudidayakan berbagai jenis florikultura dapat menjadi usaha agrobisnis yang sangat prospektif bagi masyarakat. Masyarakat baik di daerah pedesaan maupun perkotaan mempunyai kecenderungan untuk tinggal di tempat atau lingkungan yang nyaman dan segar. Keadaan ini dapat tercipta dengan adanya kehadiran tanaman florikultura baik di lingkungan rumah tinggal, perkotaan maupun di lingkungan taman- taman rekreasi banyak memberikan pengaruh yang positif. Kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan hidup yang segar, dapat mempengaruhi meningkatnya permintaan akan tanaman florikulura. Untuk menjawab kebutuhan akan permintaan tersebut, maka dirancanglah sebuah Pusat Penelitan dan Penembangan Florikultura di Tomohon, dimana Tomohon merupakan lokasi yang strategis dalam pengembangbiakkan tanaman florikultura yang didukung  iklim, suhu, serta kondisi tanah yang merupakan  syarat dalam pengembangbiakkan florikultura. Objek perancangan kemudian di padukan dengan tema Permaculture. Sebuah tema yang menekankan pengaturan ruang luar, penggunaan unsur alam, dan menggabungkan kebiasaan yang telah membudaya di masyarakat sekitar, dalam hal ini kebiasaan bercocok tanam florikultura. Dengan demikian, sangat diharapkan Pusat Penelitian dan Pengembangan Florikultura di Tomohon bisa menjadi sebuah objek rancangan yang berfungsi sebagai wadah pengembangbiakkan, pengumpulan informasi, dan edukasi mengenai tanaman florikultura. Menciptakan sebuah wadah arsitektural yang bersinergi dengan alam, dan masyarakar sekitar. Kata Kunci  : Florikultura, Penelitian, Pengembangan, Permaculture, Tomohon
REDESAIN PASAR TRADISIONAL AMURANG “Optimalisasi Penerapan Konsep Pengelolaan Pasar” Wungow, Tesalonika M.; Mononimbar, Windy; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v3i1.4877

Abstract

ABSTRAK Kota Amurang merupakan ibukota Kabupaten Minahasa Selatan yang memiliki sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan perekonomian kabupaten. Salah satunya kawasan perdagangan yaitu pasar tradisional Amurang. Setelah dievaluasi dari tahun ke tahun kondisi pasar tradisional Amurang saat ini semakin menurun oleh karena berbagai masalah yang muncul berkaitan dengan pengelolaan pasar. Diantaranya, ketidakefektifan gedung pasar, pengolahan utilitas serta masalah kebersihan. Berdasarkan pertimbangan kondisi tersebut, maka pembangunan kembali (redesain) bangunan pasar tradisional Amurang sangatlah dibutuhkan apalagi mengingat pasar ini adalah satu-satunya pasar terbesar yang mewadahi masyarakat kota Amurang dan sekitarnya. Perancangan objek ini menggunakan pendekatan kajian tipologi objek, kajian tematik, dan kajian tapak dan lingkungan. Proses desain objek ini menggunakan proses desain generasi II yang dikembangkan oleh John Zeizel (1981), dimana proses desain merupakan suatu perulangan secara terus menerus dari siklus “imajinasi-presentasi-test”. Untuk mewujudkan gagasan ini, digunakan tema perancangan “Optimalisasi Penerapan Konsep Pengelolaan Pasar” dengan pengaplikasian strategi perancangan berdasarkan ketentuan pengelolaan pasar tradisional yang baik, sehingga menghasilkan sebuah desain yang memberikan kenyamanan bagi penjual dan pembeli sesuai dengan kegiatan yang berlangsung di dalam pasar.   Kata Kunci :   Pasar Tradisional, Pengelolaan Pasar, Redesain
MANADO MUSIC CENTER. Matafora Arsitektur Kolanus, Marchall; Mononimbar, Windy; Gosal, Pierre H.
MEDIA MATRASAIN Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan berkembangnya dunia musik dan bertambahnya pelaku musik dewasa ini, maka tempat-tempat berkumpul para musisi tersebut mulai bermunculan. Fasilitas umum seperti taman maupun kafe menjadi pilihan tempat berkumpul, sehingga perlu membuat sebuah wadah khusus bagi para pelaku musik tersebut melakukan aktifitasnya seperti berlatih maupun sekedar berkumpul bersama para musisi lainnya. Kota Manado cukup banyak  melaksanakan kegiatan musik yang diadakan mulai dari skala kecil sampai skala besar, regional hingga nasional. Kegiatan musik tersebut tentunya membutuhkan tempat yang dapat mewadahi secara maksimal, maka dari itu Music Center sangat dibutuhkan.  Tema Metafora Arsitektur pada perancangan Manado Music Center dipilih dengan tujuan menerapkan konsep tersebut ke semua bagian bangunan. Kebutuhan akan fasilitas yang lengkap dan memadai dalam aktifitas pelaku musik tersebut menjadi dasar dari pemilihan judul Tugas Akhir ini. Kata Kunci : Music Center, Metafora Arsitektur
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI KORIDOR JALAN BOULEVARD AMURANG Langoy, Rilly Algi O.; Mononimbar, Windy; Hanny, Poli
SPASIAL Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan lahan di suatu wilayah selalu terkait dengan pertumbuhan penduduk dan aktivitasnya. Semakin meningkatnya jumlah penduduk dan semakin intensifnya aktivitas penduduk di suatu tempat berdampak pada meningkatnya perubahan penggunaan lahan. Salah satu contoh yang terjadi yaitu perubahan di sepanjang koridor jalan Boulevard Amurang. Amurang merupakan salah satu kota yang berkembang dengan jumlah penduduk yang setiap harinya meningkat serta memiliki berbagai macam kegiatan perkotaan yang bervariasi yang menyebabkan kebutuhan akan ruang juga meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan penggunaan lahan dan mengkaji faktor ? faktor apa yang mempengaruhi perubahan penggunaan lahan di koridor Jalan Boulevard Amurang. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif dengan metode deskriptif dan menggunakan analisis SIG (Sistem Informasi Geografi). Perubahan penggunaan lahan di koridor Jalan Boulevard Amurang meliputi perubahan luas lahan dan fungsi lahan serta fungsi bangunan. Perubahan tersebut cenderung meningkat setiap tahunnya perubahan dari lahan tidak terbangun menjadi lahan terbangun sebesar 7.39 ha atau sebesar 18.27%. Jenis perubahan fungsi lahan yang terjadi yaitu perubahan fungsi dari tanah kosong menjadi perdagangan jasa, hunian menjadi perdagangan jasa, hunian menjadi perdagangan jasa sekaligus hunian, dan perdagangan jasa menjadi perdagangan jasa lainnya. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan penggunaan lahan di Koridor boulevard adalah penduduk, aksesibiltas, prasarana dan sarana, daya dukung lahan, ekonomi.Kata Kunci: Amurang, Koridor Jalan, Perubahan Penggunaan Lahan
EVALUASI TINGKAT KEKUMUHAN KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH DI KOTA TOMOHON Kamuh, Amelia; Mononimbar, Windy; Poli, Hanny
SPASIAL Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Tomohon pada tahun 2016 teridentifikasi memiliki kawasan permukiman kumuh yakni sebesar 3,89 ha yang terbagi atas 8 kawasan yakni lingkungan II Kayawu, lingkungan II Kampung Jawa, lingkungan III Talete 1 dengan kategori Kumuh Sedang, dan lingkungan II Tinoor 1, lingkungan II Tinoor 2, lingkungan III Tondangow, lingkungan III Pangolombian, lingkungan II Lahendong dengan kategori Kumuh Berat. Hal ini telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Walikota Kota Tomohon Nomor 271 Tahun 2016 Tentang Penetapan Lokasi Kawasan Permukiman Kumuh. Namun dalam perkembangannya pada tahun 2019 ini diduga telah terjadi perubahan tingkat kekumuhan oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi tingkat kekumuhan dan kondisi aspek permukiman. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan analisis skoring dengan 7 indikator yaitu kondisi bangunan, kondisi jalan, kondisi air minum, kondisi drainase, kondisi air limbah, kondisi persampahan, dan kondisi proteksi kebakaran untuk menghasilkan penilaian tingkat kekumuhan pada 8 kawasan permukiman kumuh yang ada di Kota Tomohon  pada tahun 2019. Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi diketahui bahwa seluruh 8 kawasan lingkungan kumuh di Kota Tomohon mengalami penurunan tingkat kekumuhan dari sedang dan berat menjadi ringan. Penurunan tingkat kekumuhan ini didorong oleh beberapa faktor seperti program-program dari pemerintah yaitu bedah rumah/RTLH, rehabilitasi jalan lingkungan, pembuatan drainase, dan pembuatan sumber air bersih serta tingginya peran dan partisipasi masyarakat dalam menata lingkungan permukiman kumuh. Adapun aspek permukiman yang mengalami peningkatan signifikan sehingga memberikan dampak terhadap tingkat kekumuhan terdapat pada aspek prasarana permukiman yaitu jalan lingkungan, drainase lingkungan, sumber air bersih dan pengelolaan air limbah. Kata Kunci: Evaluasi, Kota Tomohon, Permukiman Kumuh, Tingkat Kekumuhan
ANALISIS KAWASAN MINAPOLITAN DANAU TONDANO DI KABUPATEN MINAHASA Kuhu, Raine Amelia; Wuisang, Cynthia E.V.; Mononimbar, Windy
SPASIAL Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minapolitan merupakan konsepsi pembangunan ekonomi kelautan dan perikanan berbasis kawasan. Terwujudnya kawasan Minapolitan itu sendiri dilihat dari ketersediaan prasarana dan sarana pendukung kawasan. Selain dari ketersediaan prasarana dan sarana, penggunaan lahan/ ruang baik pada perairan maupun pada daerah sempadan harus diperhatikan sesuai dengan standart fisik yang dikeluarkan oleh pemerintah terkait. Kecamatan Kakas dan Eris, Kabupaten Minahasa, merupakan lokasi yang sudah ditetapkan dalam surat penetapan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dan pemerintah kabupaten dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Minahasa tahun 2014-2034 untuk dijadikan sebagai Kawasan Minapolitan Danau Tondano. Proses pengambilan data dilakukan dalam bentuk wawancara kepada para petani ikan selaku responden, untuk mengetahui ketersediaan prasana dan sarana pendukung kawasan Minapolitan. Sedangkan, untuk penggunaan lahan/ ruang baik pada daerah perairan maupun sempadan, data diolah berdasarkan pada Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Minahasa, juga peta citra Kecamatan Eris dan Kakas yang kemudian diolah menggunakan sowftware ArcGis 10.3 untuk melihat luasan penggunaan ruang pada perairan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis spasial. Berdasarkan hasil identifikasi kawasan serta analisis yang dilakukan dengan mengacu pada standart fisik pembangunan, ketersediaan prasarana dan sarana pendukung di Kecamatan Eris dan Kakas tidak memadai. Juga, tidak adanya perhatian tentang limbah terkait aktivitas masyarakat seperti proses pembudidayaan dan permukiman masyarakat yang berada pada sempadan danau. Aktivitas masyarakat tersebut menimbulkan masalah terkait pertumbuhan hama dan pencemaran pada danau yang meningkat dengan pesat. Dengan tidak adanya perhatian pembangunan fisik terkait daerah sekitar ekosistem danau, akan membuat fungsi, kualitas dan kelestariannya menurun.Kata kunci: Kawasan Minapolitan, Prasarana Sarana, Penggunaan Lahan, Danau Tondano
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN KABUPATEN SORONG Da Costa, Alarico; Mononimbar, Windy; Takumansang, Esli D.
SPASIAL Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Distrik Aimas di Kabupaten Sorong merupakan salah satu Distrik yang kondisi lahannya harus diperhatikan karena merupakan wilayah yang makin berkembang salah satunya adalah permukiman. Kondisi fisik lahan di Distrik Aimas sangat bervariasi mulai dari morfologi bergunung dan kemiringan lereng yang curam oleh karena itu perlu dianalisis kemampuan dan kesesuaian lahan untuk pengembangan permukiman yang ada di Distrik Aimas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan pendekatan analisis spasial dengan bantuan SIG (Sistem Informasi Geografis). Analisis data menggunakan pedoman Permen PU No.20/PRT/M/2007 tentang teknik analisis fisik dan lingkungan, ekonomi serta sosial budaya dalam penyusunan tata ruang. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik superimpose/overlay (tumpang tindih) dan analisis skoring untuk pemberian nilai setiap parameter. Tahap analisis ini ialah menggabungkan setiap parameter SKL untuk mendapatkan satuan kemampuan lahan setelah mengetahui daya dukung suatu lahan, selanjutnya digabungkan berdasarkan aspek kesesuaian lahan untuk mendapatkan arahan yang sesuai untuk permukiman. Dari hasil analisis yang dilakukan pada aspek arahan tata ruang pertanian, arahan rasio penutupan, arahan ketinggian bangunan, arahan pemanfaatan air baku, dan perkiraan daya tampung lahan bahwa kesesuaian lahan permukiman di Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, memiliki 4 kelas kesesuaian lahan permukiman yaitu Kelas N2, Kelas N1, Kelas S2, Kelas S1. Kelas N2 yakni lahan tidak sesuai untuk permukiman dan tidak ada permukiman, Kelas N1 yakni lahan tidak sesuai untuk permukiman tetapi pada saat ini sudah ada permukiman, Kelas S2 yakni lahan sesuai untuk permukiman tetapi tidak ada permukiman dan Kelas S1 yakni lahan sesuai untuk permukiman dan pada saat ini sudah terbangun permukiman. Kelas kesesuaian lahan yang mendominasi di Distrik Aimas adalah Kelas N2.Kata Kunci: Kabupaten Sorong, kesesuaian lahan, permukiman.
Co-Authors . Pierre H. Gosal Adrianus Liem Ali, Sadam Alvin J. Tinangon Amanda Sembel Annastasia Gadis Pradiptasari, Annastasia Gadis Azzahra Putri Utami Celine Claudia Ticoalu Christian I. Kiroh Claudia S. Punuh, Claudia S. Cynthia E. V. Wuisang, Cynthia E. V. Cynthia E.V. Wuisang Da Costa, Alarico Dapas, Gisella A Dowes D. C. Larungkondo Dwight M Rondonuwu, Dwight M Elvira Florensia Metekohy, Elvira Florensia Esli D. Takumansang Faizah Mastutie Farly R. Sangkoy Fela Warouw Fela Warouw Franklin J.C Papia Franklin, Papia J. Fredrik T. Andries Frits O. P. Siregar Gabriela I. Sarira, Gabriela I. Sarira Gryzella L. Tangkau Hanny Poli Hanny Poli Hendra C. Supit, Hendra C. Hendriek H. Karongkong Indah Cipta Gobel Indah Cipta Gobel, Indah Cipta Indradjaja Makainas Ingerid L. Moniaga Inri I. Tilaar Joseph, Alfa A. Josua Rifaldo Sangkoy Judy O Waani Julianus A. R. Sondakh Julianus A. R. Sondakh Kamuh, Amelia Kevin T. S. Laotongan Kezia G. Wowiling Kolanus, Marchall Kuhu, Raine Amelia Kuhu, Raine Amelia Laipi, Cornelia Inri Langoy, Rilly Algi O. Lawene, Chilfy Lewina Linda Tondobala Linda Tondobala Malau, Febri Irwandi Mandang, Velline N.V. Marchall Kolanus Mariani R.G.O Sakul Mario Y. Maturbongs Meliza Mamangkey, Meliza Mirah, Edbert M Mpila, Gerald P Mursid, Azzahra Ngangi, Reddy Silvano Ngion, Renaldy Miracle Olivia O. Dondokambey Ondang, Ixnando J. Papia J.C. Franklin Papia, Franklin J.C Pierre H Gosal, Pierre H Pierre H. Gosal Poli Hanny, Poli Poludu, Ruth Wahyuni Rachmat Prijadi Rachmat Prijadi Ramlan Balahanti Rate, Johanes Van Raymond Ch. Tarore Reny Syafriny Reynaldo Tampinongkol Richard A. Nelwan, Richard A. Rimer P. A. Walelang Rondonuwu, Dwight Sadam Ali Sangkoy, Farly R. Sangkoy, Josua Rifaldo Sonny Tilaar Sonny Tilaar Soputan, Pricilia F. F. Surijadi Supardjo Suryono MT Tambajong, Josal Tampinongkol, Reynaldo Tangkau, Gryzella L. Tesalonika M. Wungow Ticoalu, Celine Claudia Tuhehay, Krisandi Tumembouw, Eunike D. K. Umi Muliya, Umi Utami, Azzahra Putri Verry Lahamendu, Verry Vicky H. Makarau Vicky H. Makarau Welang, Cindy P Wiarni, Suci Zekry N Mamahit, Zekry N