Claim Missing Document
Check
Articles

PUSAT KEGIATAN KEROHANIAN KRISTEN DI MANADO. Psikologi Arsitektur Kevin T. S. Laotongan; Hanny Poli; Windy Mononimbar
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.24627

Abstract

Kegiatan kerohanian merupakan salah satu faktor penting dalam perkembangan perilaku baik dalam kehidupan umat Kristen. Pusat Kegiatan Kerohanian Kristen adalah wadah bagi umat Kristen untuk melakukan kegiatan-kegiatan spiritual dan rekreasi mereka diluar Gereja untuk lebih dapat mengembangkan diri khususnya secara moral. Fasilitas seperti ini dibutuhkan masyarakat kota Manado agar pertumbuhan karakter serta tingkat rasa kebersamaan mereka semakin tinggi apalagi masyarakat kota Manado mayoritas beragama Kristen.      Psikologi Arsitektur merupakan pendekatan tema yang berkaitan dengan perilaku manusia dan lingkungan sekitar. Ini dapat menjadi suatu korelasi yang baik dimana ada keterkaitan antara objek dan tema dimana objek dapat berkomunikasi dengan pengguna sehingga pengguna akan merasa nyaman ketika berada dalam objek tersebut dan dapat menuntun pengguna untuk berperilaku yang seharusnya.     Kata kunci : Pusat Kegiatan Kerohanian Kristen, Psikologi Arsitektur
PERPUSTAKAAN UMUM MULTIMEDIA DI MANADO. Folding Architecture Mario Y. Maturbongs; Windy Mononimbar; Julianus A. R. Sondakh
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25046

Abstract

Perkembangan teknologi multimedia di era digital ini semakin pesat. Disadari bahwa perkembangan teknologi menjadi salah satu indikator penentu meningkatnya daya saing daerah, namun harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusianya sehingga dibutuhkan fasilitas yang dapat mewadahi pengembangan teknologi sekaligus sumber daya manusia yang ada. Perpustakaan merupakan suatu wadah yang berfungsi sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan. Gedung perpustakaan saat ini tersingkir akibat hadirnya teknologi semakin canggih yang berdampak pada menurunnya animo masyarakat keperpustakaan.oleh sebab itu penulis ingin menghadirkan perpustakaan umum multimedia di mana masyarakat kota manado bisa memperoleh informasi bukan lagi dengan buku saja ,tetapi melalui teknologi multimedia yang bukan hanya bersifat informatif dan edukatif,tetapi juga bersifat rekreatif. Dengan pendekatan Folding Architecture atau arsitektur folding ini. Perpustakaan Umum di Manado ini perancangan dan penerapannya pada bentuk bentuk dilandasi dengan menggunakan karakter kertas dan mengubahnya/mentransformasikannya melalui proses lipat, potong, ditekuk, sehingga menghasilkan bentukan arsitektur yang di inginkan.  .  Kata Kunci : perpustakaan umum,Multimedia,Folding architecture dan Manado.
RUMAH DOA DI MANADO. Penerapan Analogi Tabernakel pada Desain Dowes D. C. Larungkondo; Windy Mononimbar; Hanny Poli
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.27807

Abstract

Kota Manado adalah salah satu kota di Indonesia yang penduduk mayoritasnya beragama Kristen. Untuk itu perlunya dihadirkan fasilitas yang bias menunjang kagiatan kerohanian di Kota Manado yaitu rumah doa. Tema yang akan diterapkan dalam perancangan ini adalah “Penerapan Analogi Tabernakel pada Desain” dengan metode perancangan glass box. Lokasi yang dipilih untuk perancangan adalah Kecamanatan Bunaken di Kelurahan Bailang dengan luas site 3200 m2. Lingkup pelayanan rumah doa ini adalah mencakup seluruh wilayah Kota Manado dan juga kota-kota di sekitarnya seperti Kota Tomohon, dan Kota Bitung. Fasilitas yang dihadirkan pada rumah doa adalah ruang doa, ruang seminar, ruang konseling, ruang baca, penginapan, kantor pengelola, dan kafetaria. Penerapan konsep tema diterapkaan pada unsur zoning, perletakan massa, vegetasi, fungsi, symbol, dan bentuk bangunan.Kata Kunci: Rumah Doa, keKristenan, Analogi, Tabernakel, Manado.
CHRISTIAN YOUTH CENTER DI AMURANG. Arsitektur Simbolisme Farly R. Sangkoy; Windy Mononimbar; Fela Warouw
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.29011

Abstract

Indonesia sebagai negara yang majemuk dengan berbagai macam suku bangsa, bahasa dan agama merupakan Negara yang ber-Ke-Tuhanan, sesuai dengan ideologi Pancasila sila pertama yaitu Ke-Tuhan-an Yang Maha Esa. Atas dasar ideologi Pancasila, negara menjamin kebebasan dalam kehidupan umat beragama untuk memilih dan beribadah  menurut agama dan kepercayaannya masing-masing. Kabupaten Minahasa Selatan yang merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara, yang memiliki penduduk yang mayoritas beragama Kristen. Di mana anak muda Kristen yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan cukup aktif dalam kegiatan-kegiatan keagamaan seperti kegiatan Festival Seni Pemuda yang dilaksanakan setiap tahunnya, kegiatan seminar-seminar keKristenan yang hampir tiap bulan dilaksanakan, kegiatan AEYA, dll.Untuk mewadahi kebutuhan tersebut maka diperlukan fasilitas-fasilitas penunjang, akan tetapi di Kabupaten Minahasa Selatan, belum ada fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan tersebut untuk bisa menunjang kegiatan kerohanian komunitas remaja/pemuda. Kehadiran Christian Youth Center diharapkan bisa menjadi salah satu wadah yang dapat menampung aktifitas remaja/pemuda Kristen dengan fasilitas yang memadai dan menjadi tempat pelatihan bagi siapapun yang memiliki keinginan untuk mengembangkan talenta dalam melayani Tuhan. Pada perancangan Christian Youth Center di Amurang, “Arsitektur Simbolisme” digunakan sebagai pendekatan tema. Istilah simbolisme pada dasarnya berbicara tentang tanda dan simbol. Lewat Penggunaan tema tersebut diharapakan Christian Youth Center di Amurang dapat menjadi media komunikasi Firman Tuhan secara arsitektural. Kata Kunci: Arsitektur, Christian Youth Center, Simbolisme
TERMINAL TIPE B DI TUMPAAN, KABUPATEN MINAHASA SELATAN. Transformasi Gerak ke Bentuk Inri I. Tilaar; Sonny Tilaar; Windy Mononimbar
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30712

Abstract

Terminal merupakan bagian  sistem transportasi yang berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Terminal bus menjadi salah satu bagian penting bagi kelancaran penggunaan transportasi umum darat. Selain merupakan tempat pemberhentian dan pemberangkantan kendaraan bus, terminal bus juga memegang peran untuk mengatru arah sirkulasi dan hirarki jalan. Pada terminal tipe b terletak dalam jaringan trayek antar kota dalam provinsi, untuk melayani pergerakan regional ke arah barat dan timur, utara dan selatan serta pergerakan antar kota dalam provinsi.Metode perancangan yang digunakan mengacu pada proses desain generasi II John, yang melihat proses perencangan sebagai sebuah tahapan spiralistik  yang berulang-ulang menuju kepada satu penajaman.Maka diperlukan terminal tipe  b untuk melayani transpotarsi angkutan kota dalam provinsi yang aman dan nyaman untuk para penumpang dan juga menghasilkan suatu karya arsitektur atau bangunan yang modern.Kata Kunci: Terminal Tipe B, Transformasi Gerak ke Bentuk
MANADO MUSIC CENTER. Matafora Arsitektur Marchall Kolanus; Windy Mononimbar; Pierre H. Gosal
MEDIA MATRASAIN Vol. 15 No. 2 (2018)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v15i2.21273

Abstract

Seiring dengan berkembangnya dunia musik dan bertambahnya pelaku musik dewasa ini, maka tempat-tempat berkumpul para musisi tersebut mulai bermunculan. Fasilitas umum seperti taman maupun kafe menjadi pilihan tempat berkumpul, sehingga perlu membuat sebuah wadah khusus bagi para pelaku musik tersebut melakukan aktifitasnya seperti berlatih maupun sekedar berkumpul bersama para musisi lainnya. Kota Manado cukup banyak  melaksanakan kegiatan musik yang diadakan mulai dari skala kecil sampai skala besar, regional hingga nasional. Kegiatan musik tersebut tentunya membutuhkan tempat yang dapat mewadahi secara maksimal, maka dari itu Music Center sangat dibutuhkan.  Tema Metafora Arsitektur pada perancangan Manado Music Center dipilih dengan tujuan menerapkan konsep tersebut ke semua bagian bangunan. Kebutuhan akan fasilitas yang lengkap dan memadai dalam aktifitas pelaku musik tersebut menjadi dasar dari pemilihan judul Tugas Akhir ini. Kata Kunci : Music Center, Metafora Arsitektur
ANALISIS ALIH FUNGSI LAHAN DI AREA SEMPADAN DANAU TONDANO Gryzella L. Tangkau; Windy Mononimbar; Fela Warouw
MEDIA MATRASAIN Vol. 17 No. 2 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v17i2.37035

Abstract

Perkembangan wilayah pada dasarnya sangat mempengaruhi banyak aspek yang tekait, salah satunya penggunaan lahan yang berakibat pada alih fungsi lahan. Alih fungsi lahan bukan hanya terjadi di wilayah perkotaan, namun sering juga terjadi di wilayah pedesaan bahkan di kawasan-kawasan lindung, seperti di kawasan sempadan danau. Kawasan sempadan Danau Tondano yang merupakan kawasan lindung adalah salah satu area yang padat aktivitas masyarakat, diantaranya kegiatan perkebunan, budidaya perikanan dan kawasan permukiman warga. Hal inilah yang memicu terjadinya alih fungsi lahan yang semakin besar di kawasan sempadan danau. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis alih fungsi lahan di area sempadan Danau Tondano. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis keruangan (spasial) menggunakan software ArcGIS untuk menganalisis alih fungsi lahan dan luasan  lahan yang berubah dari tahun 2010, 2015, 2020 serta analisis alih fungsi lahan eksisting dengan peruntukan lahan dari RTRW. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi perubahan lahan dimana ada 4 fungsi lahan mengalami kenaikan luasannya yaitu lahan Danau/Situ, Perkebunan, Permukiman, dan Tegalan/Ladang. Terdapat 2 fungsi lahan yang mengalami penurunan luasannya yaitu lahan Sawah dan Semak Belukar. Perbandingan dengan data dari RTRW, terdapat dua jenis kawasan dari RTRW yang tidak ada dalam data eksisting yaitu Kawasan Lindung diantaranya ada Kawasan Perlindungan Setempat dan Kawasan Rawan Banjir.
ANALISIS SISTEM PERSAMPAHAN DI KECAMATAN AMURANG TIMUR DAN KECAMATAN TUMPAAN Reynaldo Tampinongkol; Windy Mononimbar; Vicky H. Makarau
MEDIA MATRASAIN Vol. 17 No. 2 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v17i2.37038

Abstract

Permasalahan sampah masih menjadi salah satu masalah utama di Kabupaten Minahasa Selatan, khususnya pada kawasan perkotaan Amurang dan Tumpaan. Kecamatan Tumpaan dan Amurang Timur merupakan pintu masuk ke kawasan perkotaan Turangga terlihat banyak sampah-sampah berserakan di pinggir jalan, pinggir pantai, di badan sungai bahkan di kawasan pertokoan. Hal ini diduga selain disebabkan oleh masyarakat yang tidak peduli dengan lingkungan, juga karena sistem pengelolaan persampahan oleh pemerintah yang belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Sistem persampahan di Kecamatan Amurang Timur dan Kecamatan Tumpaan. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode analisis deskriptif untuk mendapatkan gambaran dan fakta-fakta akurat terkait penelitian dan analisis distribusi frekuensi dilakukan dengan tujuan mengolah data dengan perhitungan statistik sederhana. Dari hasil analisis yang dilakukan didapati, pertama teknik operasional persampahan Kecamatan Amurang Timur dan Kecamatan Tumpaan secara keseluruhan belum maksimal karena terdapat beberapa desa/kelurahan yang belum tersedia tempat pewadahan sampah komunal, pengumpulan dan pengangkutan sampah, untuk di kawasan permukiman dan sebagaian masyarakat di pesisir pantai di semua kelurahan/desa belum tersedia pewadahan tong/TPS dan pelayanan pengangkutan sampah sehingga masyarakat masih membakar sampah, membuang sampah di selokan/sungai  membuang sampah di pantai yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Kemudian yang Kedua faktor-faktor yang mempengaruhi sistem pengelolaan sampah yang masih terdapat masalah seperti budaya dan perilaku masyarakat, timbulan dan karakteristik sampah, sarana pengumpulan, pengangkutan, pengelolaan, pembuangan akhir sampah, biaya yang tersedia, dan peraturan daerah.
Analisis Kebutuhan Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum Permukiman Pesisir di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara: Analysis of Needs for Infrastructure, Facilities, and Public Utilities of Coastal Settlements in North Bolaang Mongondow Regency Utami, Azzahra Putri; Mononimbar, Windy; Prijadi, Rachmat
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2022): SABUA : JURNAL LINGKUNGAN BINAAN DAN ARSITEKTUR
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v11i2.45984

Abstract

Abstrak Kabupaten Bolaang Mongondow Utara adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara yang memiliki kawasan pesisir pantai dan terdapat 48 desa di enam desa yang memiliki garis pantai dan termasuk dalam kawasan pesisir. Prasarana, sarana dan utilitas umum di permukiman pesisir Kabupaten Bolaang Mongondow Utara juga masih ada yang belum tersedia dan terlayani. Penelitian ini betujuan untuk mengidentifikasi ketersediaan serta menganalisis kebutuhan prasarana, sarana dan utilitas umum permukiman pesisir di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara yang menggunakan analisis deskriptif kualitatif, analisis spasial dan analisis kuantitatif. Dari hasil analisis kebutuhan prasarana sarana dan utilitas umum maka sampai dengan tahun 2040 terdapat prasarana yang perlu ditambahkan agar bisa memenuhi Standar Pelayanan Minimal seperti jaringan drainase, jaringan persampahan dan jaringan air minum. Untuk sarana sampai dengan tahun 2040 sarana yang tersedia saat ini masih SNI 03-1733-2004 dan belum membutuhkan penambahan namun perlu ada peningkatan atau perbaikan. Untuk kebutuhan utilitas umum sampai dengan tahun 2040 masih membutuhkan penambahan untuk jaringan listrik, jaringan telekomunikasi dan proteksi kebakaran. Dari hasil tersebut dapat menunjukkan bahwa masih terdapat prasarana dan utilitas umum yang perlu ditambah agar kebutuhan prasarana, sarana dan utilitas di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara terpenuhi sampai tahun 2040. Kata Kunci : Analisis, Permukiman Pesisir, Prasarana, Sarana, Utilitas Umum Abstract North Bolaang Mongondow Regency is one of the regencies in North Sulawesi Province which has a coastal area and there are 48 villages in six sub-districts that have a coastline and are included in the coastal area. Infrastructure, facilities and public utilities in coastal settlements in North Bolaang Mongondow Regency are also still unavailable and underserved. This research aims to identify the availability and analyse the need for infrastructure, facilities and public utilities for coastal settlements in North Bolaang Mongondow Regency using qualitative descriptive analysis, spatial analysis and quantitative analysis. From the analysis of the needs for public facilities and utilities, until 2040 there are infrastructures that need to be added in order to meet the Minimum Service Standards such as drainage networks, waste networks and drinking water networks. For facilities up to 2040, the currently available facilities are still SNI 03-1733-2004 and do not require addition, but there needs to be an increase or improvement. For the needs of public utilities until 2040, they still require additions for the electricity network, telecommunications network and fire protection. From these results, it can be shown that there are still public infrastructure and utilities that need to be added so that the needs for infrastructure, facilities and utilities in North Bolaang Mongondow Regency are met until 2040. Keyword : Analysis, Coastal Settlements, Infrastructure, Facilities, Public Utilities
Analisis Jalur Evakuasi Bencana Tsunami Di Kabupaten Minahasa Selatan (Studi Kasus: Kecamatan Amurang, Kecamatan Amurang Barat Dan Amurang Timur): Analysis of Tsunami Evacuation Routes in South Minahasa Regency (Study Case: Amurang, West Amurang And East Amurang District) Sangkoy, Josua Rifaldo; Mononimbar, Windy; Sembel, Amanda
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2022): SABUA : JURNAL LINGKUNGAN BINAAN DAN ARSITEKTUR
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v11i2.45988

Abstract

Abstrak Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Minahasa Selatan tahun 2014-2034, terdapat tiga kecamatan yaitu Kecamatan Amurang, Amurang Barat dan Amurang Timur termasuk dalam kawasan rawan bencana tsunami, hal ini disebabkan karena kecamatan tersebut memiliki pemukiman yang berada di kawasan pesisir pantai. Sebagai kawasan rawan bencana tsunami, maka harus memiliki jalur-jalur evakuasi bencana. Oleh karna itu, tujuan penelitian ini mengidentifikasi ketersediaan dan menganalisis kebutuhan jalur evakuasi bencana tsunami di tiga kecamatan tersebut. Penelitian ini menggunakan dua metode yaitu metode spasial dan metode deskrptif. Berdasarkan hasil penelitian, dari aspek penelitian ketersedian jalur evakuasi, sebaran jalur evakuasi di tiga kecamatan memiliki 7 jalur evakuasi dan 7 kelurahan/desa yang yang lain tidak memiliki jalur evakuasi, untuk kondis kondisi jalur evakuasi yang ada masih terdapat jalan rusak dan ada satu jalur evakuasi yang melintasi jembatan. sedangkan aspek kebutuhan jalur evakuasi di tiga kecamatan terdapat 3 kelurahan/desa yang belum sesuai dengan aturan dan 4 kelurahan/desa sudah sesuai dengan aturan yang ada. Kata kunci : Analisis, Bencana Tsunami Jalur Evakuasi, Minahasa Selatan Abstract Based on the South Minahasa Regency Spatial Plan for 2014-2034, there are three sub-districts, namely Amurang, West Amurang and East Amurang sub-districts, which are included in tsunami-prone areas, this is because these sub-districts have settlements located in coastal areas. As a tsunami-prone area, it must have disaster evacuation routes. Therefore, the purpose of this study is to identify the availability and analyze the need for tsunami evacuation routes in the three sub-districts. This study uses two methods, namely the spatial method and the descriptive method. Based on the results of the study, from the aspect of research on the availability of evacuation routes, the distribution of evacuation routes in three sub-districts has 7 evacuation routes and 7 other villages / villages do not have evacuation routes, for the condition of the existing evacuation routes there are still damaged roads and one evacuation route crossing the bridge. While the aspect of the need for evacuation routes in the three sub-districts, there are 3 sub-districts/villages that have not complied with the rules and 4 sub-districts/villages that have complied with existing regulations. Keyword: Analysis, Tsunami Disaster Evacuation Path, South Minahasa
Co-Authors . Pierre H. Gosal Adrianus Liem Ali, Sadam Alvin J. Tinangon Amanda Sembel Annastasia Gadis Pradiptasari, Annastasia Gadis Azzahra Putri Utami Celine Claudia Ticoalu Christian I. Kiroh Claudia S. Punuh, Claudia S. Cynthia E. V. Wuisang, Cynthia E. V. Cynthia E.V. Wuisang Da Costa, Alarico Dapas, Gisella A Dowes D. C. Larungkondo Dwight M Rondonuwu, Dwight M Elvira Florensia Metekohy, Elvira Florensia Esli D. Takumansang Faizah Mastutie Farly R. Sangkoy Fela Warouw Fela Warouw Franklin J.C Papia Franklin, Papia J. Fredrik T. Andries Frits O. P. Siregar Gabriela I. Sarira, Gabriela I. Sarira Gryzella L. Tangkau Hanny Poli Hanny Poli Hendra C. Supit, Hendra C. Hendriek H. Karongkong Indah Cipta Gobel Indah Cipta Gobel, Indah Cipta Indradjaja Makainas Ingerid L. Moniaga Inri I. Tilaar Joseph, Alfa A. Josua Rifaldo Sangkoy Judy O Waani Julianus A. R. Sondakh Julianus A. R. Sondakh Kamuh, Amelia Kevin T. S. Laotongan Kezia G. Wowiling Kolanus, Marchall Kuhu, Raine Amelia Kuhu, Raine Amelia Laipi, Cornelia Inri Langoy, Rilly Algi O. Lawene, Chilfy Lewina Linda Tondobala Linda Tondobala Malau, Febri Irwandi Mandang, Velline N.V. Marchall Kolanus Mariani R.G.O Sakul Mario Y. Maturbongs Meliza Mamangkey, Meliza Mirah, Edbert M Mpila, Gerald P Mursid, Azzahra Ngangi, Reddy Silvano Ngion, Renaldy Miracle Olivia O. Dondokambey Ondang, Ixnando J. Papia J.C. Franklin Papia, Franklin J.C Pierre H Gosal, Pierre H Pierre H. Gosal Poli Hanny, Poli Poludu, Ruth Wahyuni Rachmat Prijadi Rachmat Prijadi Ramlan Balahanti Rate, Johanes Van Raymond Ch. Tarore Reny Syafriny Reynaldo Tampinongkol Richard A. Nelwan, Richard A. Rimer P. A. Walelang Rondonuwu, Dwight Sadam Ali Sangkoy, Farly R. Sangkoy, Josua Rifaldo Sonny Tilaar Sonny Tilaar Soputan, Pricilia F. F. Surijadi Supardjo Suryono MT Tambajong, Josal Tampinongkol, Reynaldo Tangkau, Gryzella L. Tesalonika M. Wungow Ticoalu, Celine Claudia Tuhehay, Krisandi Tumembouw, Eunike D. K. Umi Muliya, Umi Utami, Azzahra Putri Verry Lahamendu, Verry Vicky H. Makarau Vicky H. Makarau Welang, Cindy P Wiarni, Suci Zekry N Mamahit, Zekry N