Claim Missing Document
Check
Articles

PERENCANAAN DAYA MAMPU PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR DI PLTMH DESA KARANG DANGIN KABUPATEN KETAPANG Eko Sarwono; Hasmi Eka Karsa; Eko Julianto; Gunarto Gunarto
Suara Teknik : Jurnal Ilmiah Vol 9, No 2 (2018): Suara Teknik: Jurnal Ilmiah
Publisher : Fakultas Teknik UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/stek.v9i2.1536

Abstract

Yang melatar belakangi penulis untuk merencanakan Pembangkit Listrik Mikro Hidro ini adalah dikarenakan di Desa Karang Dangin Kabupaten Ketapang memang belum ada penerangan yang difasilitasi oleh Negara dan masyarakat masih menggunakan penerangan tradisional, dikarenakan mungkin jarak atau letak geografis daerah tersebut memang jauh dan untuk mencapai kedaerahnya cukup sulit, setelah penulis melakukan observasi kelapangan dan melihat ada potensi di daerah tersebut untuk dijadikan suatu PLTMH, dengan data – data lapangan sebagai berikut, debit air (Q) 10. m3/dtk, serta tinggi (H) 31.654 m, maka penulis tertarik untuk merencanakan pembanagkit listrik tersebut. Adapun perhitungan-perhitungan yang dilakukan penulis yaitu, perhitungan tinggi air jatuh, diameter pipa pesat, daya potensi turbin, kecepatan spesifik, generator, poros, bantalan, pully, pasak dan sabuk. Dari perhitungan diatas didapatlah hasil dari perencanaan tersebut yaitu, jenis turbin adalah turbin Pelton, putaran turbin yang direncanakan adalah 500 rpm, daya generator 145 KW, diameter pipa pesat 6 inchi, Kapasitas Daya terpasang PLTM yang dapat dibangkitkan sebesar 22,430.55 kVA atau 22,428 kVA pada Debit rencana (rata-rata) = 10,5 m3/dt dan Tinggi terjun = 31,166 m, Tipe Turbin yang sesusai dengan Daya dan Ketinggian (Head) adalah tipe Med Cross Flow (Turbin Aliran Silang). Dengan Kapasitas Daya terpasang yang dibangkitkan sebesar 19,064 kW atau 22,428 kVA mampu mencukupi kurang lebih 44 Rumah atau 44 KK (Kepala Keluarga) dengan pembagian Daya sebesar 500 VA per Rumah (KK). Genset yang digunakan 145 kVA.
STUDI KASUS PERENCANAAN JARINGAN PERPIPAAN AIR BERSIH SISTEM GRAVITASI KABUPATEN KAPUAS HULU Eko Sarwono
Suara Teknik : Jurnal Ilmiah Vol 8, No 1 (2017): Suara Teknik: Jurnal Ilmiah
Publisher : Fakultas Teknik UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/stek.v8i1.529

Abstract

Sistem penyediaan air bersih perdesaan menghadapi banyak kendala dalam menjaga keberlanjutannya. Sarana air bersih yang telah dibangun oleh pemerintah, biasanya dikelola oleh masyarakat dengan membentuk lembaga pengelola air. Keterbatasan kemampuan pengelola, baik secara teknis maupun manajerial, akan mempengaruhi keberlanjutan sistem penyediaan air bersih di pedesaan. Karena keterbatasan kemampuan tersebut, maka dalam perencanaan sistem penyediaan air bersih perlu mempertimbangkan teknologi penyediaan air bersih yang diterapkan. Faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan teknologi ini adalah kemudahan pengoperasian dan keterjangkauan biaya. Dalam kaitan dengan permasalahan di atas, telah dilakukan penelitian dengan menggunakan metoda studi kasus yang dilakukan di Kabupaten Kapuas Hulu. Studi kasus ini dilakukan dengan menggunakan teknik observasi lapangan, wawancara, dan pengisian kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan teknologi yang sesuai dengan kondisi wilayah dan kondisi masyarakat setempat menjadi faktor penting bagi keberlanjutan sistem penyediaan air bersih.Studi kasus ini dilatarbelakangi oleh masih sulitnya masyarakat sekitar untuk mendapatkan pemenuhan jaringan air bersih PDAM karena instalasi jaringan air bersih PDAM di desa tersebut belum ada sama sekali, mengingat di desa tersebut memiliki jumlah penduduk yang semakin pesat sesuai dengan proyeksikebutuhan air bersih per 5 tahun  sehingga pemenuhan kebutuhan air bersih cukup tinggi. Dari hasil studi kasus ini memunculkan hasil analisa yang mana diketahui bahwa jumlah kebutuhan air bersih di desa tersebut tersebut pada saat sekarang dan 5 (lima) tahun ke depan sekiranya pihak Unit Pengelola Sarana (UPS) desa Rantau Kalis Kecamatan Kalis  dan desa Suka Maju Kecamatan Mentebah Kabupaten Kapuas Hulu sudah dapat pengetahui dan merealisasikan pembangunan instalasi jaringan air bersih sampai menjadi PDAM Desa.  Kata Kunci : Air bersih, pedesaan, penentuan teknologi, jaringan perpipaan, keberlanjutan
ANALISA USIA MAKSIMAL RANGKA PESAWAT HAWK 100 DAN HAWK 200 SKADRON UDARA 1 MENGGUNAKAN PENGHITUNGAN FATIQUE INDEX Zulkifli Ariffandi; Fuazen ,; Eko Sarwono
Suara Teknik : Jurnal Ilmiah Vol 11, No 1 (2020): Suara Teknik: Jurnal Ilmiah
Publisher : Fakultas Teknik UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/stek.v11i1.1921

Abstract

Setiap pesawat pasti mengalami kerusakan yang diakibatkan kelelahan (fatigue) pada struktur rangkanya, maka dari itu setiap type pesawat diberikan usia fatigue untuk menentukan saat kapan pesawat tersebut harus diistirahatkan atau dimodifikasi untuk memperpanjang usia pakainya. Konsumsi usia fatigue harus dimonitor untuk memastikan usia fatigue yang aman tidak terlampaui. Hal ini diukur dengan fatigue meter system yang terdiri dari accelerometer dan recorder. Konsumsi usia fatigue diukur dalam bentuk fatigue index (FI). Ini merupakan angka non-dimensional yang dihitung berdasarkan pembacaan fatigue meter atau perkiraan hasil penerbangan tiap sortie. Pembatasan nilai FI untuk beberapa komponen struktur didasarkan pada perhitungan design dan pengetesan secara penuh  kelelahan yang terjadi. Ketika fatigue meter telah terpasang di pesawat dan data detil tentang penerbangan telah dimasukkan dengan benar pada Flying Log dan Data Sheet, maka kerusakan akibat kelelahan dapat dihitung dengan akurat. Seandainya pesawat tidak terpasang fatigue meter atau terjadi kerusakan pada fatigue meter, FI dapat dihitung/diperkirakan dari detail tiap sortie dan hal ini tergantung pada tipe dan manuver pada saat beroperasi. Perkiraan/perhitungan dengan cara seperti ini pasti akan menghasilkan FI yang lebih besar dari pada perhitungan akurat berdasarkan pembacaan dari fatigue meter. 
PERFORMANCE ANALYSIS OF BTS (BASE TRANSCEIVER STATION) VIEWED FROM THE INFLUENCE OF LARGE DIAMETER MICROWAVE ANTENNA Fitri Imansyah; Iqbal Arsyad; Eko Sarwono; Eko Julianto
Suara Teknik : Jurnal Ilmiah Vol 14, No 1 (2023): Suara Teknik: Jurnal Ilmiah
Publisher : Fakultas Teknik UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/stek.v14i1.5446

Abstract

Microwave is an electromagnetic wave which is a form of radio emission that is transmitted through the air and received using a circular antenna mounted on a tower. The microwave antenna functions to receive and distribute radio waves, either from BTS to BTS or from BTS to BSC. BTS performance itself is influenced by the size of the diameter of the microwave antenna. The purpose of this research was to determine the effect of the diameter of a microwave antenna on BTS performance by comparing the diameter at several different locations with the same type of provider. As for the signal parameter values, they are adjusted to the link budget calculation, which will later be compared with the data monitored via StarWeb LCT, so that the data or signal can be transmitted optimally. Based on the results of the analysis, the diameter of the microwave antenna affects the RSL value, frequency, and transmitting distance of the signal. A microwave antenna with a diameter of 0.3 m can transmit signals as far as 1-2 km, a diameter of 0.6 m can transmit signals as far as 3-4 km, a diameter of 0.9 m can transmit signals as far as 9-12 km, and a diameter of 1.8 m can transmit signals as far as 17-12 km. 19 km, which means that the larger the size of the microwave antenna used, the farther the signal transmission distance will be.
PERENCANAAN SISTEM KEMUDI “ RACK AND PINION “, MOBIL HEMAT ENERGI SHELL ECO MARATHON ASIA 2018 EMISIA BORNEO 01 Hendra Kurniawan; Fuazen Fuazen; Eko Sarwono; Eko Julianto
Suara Teknik : Jurnal Ilmiah Vol 9, No 2 (2018): Suara Teknik: Jurnal Ilmiah
Publisher : Fakultas Teknik UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/stek.v9i2.1537

Abstract

Steering system atau sistem kemudi adalah suatu sistem pada kendaraan yang berfungsi untuk merubah arah gerak kendaraan melalui roda depan kendaraan dengan cara memutar roda kemudi kendaraan. Bila roda kemudi (steering wheel) diputar, poros utama kemudi akan meneruskan tenaga putarnya menuju gigi kemudi /steering gear. Gigi kemudi memperbesar tenaga putar ini sehingga dihasilkan momen yang lebih besar untuk menggerakkan roda depan melalui linkage. Model rack and pinion mempunyai konstruksi sederhana, sudut belok yang tajam dan ringan, tetapi goncangan yang diterima dari permukaan jalan mudah diteruskan ke roda depan. Cara kerja pada waktu roda kemudi diputar, pinion pun ikut berputar. Gerakan ini akan menggerakkan rack dari samping ke samping dan dilanjutkan melalui tie rod ke lengan nakel pada roda-roda depan sehingga satu roda depan didorong, sedangkan satu roda tertarik, hal ini menyebabkan roda-roda berputar pada arah yang sama. Berdasarkan hasil pengujian analisa sudut belok roda pada mobil emisia borneo 01 ini, sesuai aturan pada event shel echo marathon asia 2018 kendaraan harus mampu berbelok pada radius 6 meter, maka di rancang panjang wheel base 1.25 meter, panjang poros roda depan 65 cm, dengan sudut belok aman atau di ijinkan minimal 13˚, maka mobil emisia borneo 01 ini dinyatakan aman dan lulus uji tehnical impaction mampu berbelok dengan sudut roda 13˚ pada radius 6 m. Berdasarkan hasil pengujian analisa torsi yang dibutuhkan untuk membelokkan yaitu sebesar 16.660 Nm ata sama dengan 1,7 kg.mm2. Sehingga gaya sentrifugal yang terjadi karena rack menjauh dari titik tusuk pinion, saat berbelok terjadi gaya gesek antara roda dan permukaan jalan maka gaya sentrifugal yang didapat adalah sebesar 387.94 N/m2. Setelah terjadi kontak antara roda dan permukaan jalan maka gaya yang terjadi selanjutnya adalah gaya handling pada mobil emisia borneo 01 gaya handling yang didapat pada saat berbelok ke kanan dengan sudut 10˚,20˚,40˚ adalah 3128.7 N,3186.4 N, 3705.4 N, dan pada saat berbelok ke kiri adalah 3092.4 N, 3149.4 N, 3662,4 N.
Controlling of Water Flowrate in Pipe With Optimal Control Eko Sarwono; Hendro Priyatman
Suara Teknik : Jurnal Ilmiah Vol 1, No 1 (2010): Suara Teknik: Jurnal Ilmiah
Publisher : Fakultas Teknik UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/stek.v1i1.297

Abstract

Optimal control application gives more roles for performance improvement. One of control object is water flowrate in pipe with turbulence flow.  This water flow kind could disturb process, measurement equipment, and so information from measuring not exactly measurable and observable. According that reason, control system the water flowrate are needed to decrease error from steady state condition. Comparing simulation result from system no control and with optimal control,  can be concluded that optimal controller design could improve system performance, with decrease error, because all information about state   could be measured and observed. Optimal controller design by simulation is better use with high speed Personal Computer (PC) and capability to process information. PC’s delay effect from low speed PC for data processing which represented by graphic could give unsatisfaction simulation result.Keywords: Flowrate, Optimal Control.
PERANCANGAN TURBIN AIR PADA INSTALASI PIPA INTAKE PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM Eko Sarwono
Suara Teknik : Jurnal Ilmiah Vol 8, No 1 (2017): Suara Teknik: Jurnal Ilmiah
Publisher : Fakultas Teknik UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/stek.v8i1.547

Abstract

Sektor energy memiliki peranan besar dalam usaha meningkatkan pertumbuhan industri diKalimantan Barat. Namun ketersediaan energi, khususnya tenaga listrik sangat terbatas. Hal ini terkait dengan keterbatasan PLN dalam menyediakan pasokan tenaga listrik..Selain berusaha meningkatkan kemampuan PLN, dalam meningkatkan pelayanan, kebijakan pemerintah saat ini berusaha mendorong pemanfaatan sumber energi baru terbarukan (Renewable Energy) sebagai alternatif penyediaan energy secara mandir. Salah satunya sumber air dalam bentuk pembangkit listrik tenaga mikrohidro atau biasa disingkat PLTMH. Agar pembangunan PLTMH dapat dimanfaatkan secara optimal dan tidak sia sia, beberapa faktor harus dipertimbangkan antara lain kelayakan teknis. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar daya turbin yang dapat dibangkitkan pada Instalasi Pipa Intake Perusahaan Daerah Air Minum Tanjung Berkat Kabupaten Pontianak. Penelitian ini meliputi analisis teknik diantaranya perhitungan daya turbin, analisis teknik dilakukan sebagai dasar untuk mengetahui jenis turbin untuk pembangkit ini. Parameter yang digunakan untuk menentukan daya turbin kecepatan aliran dalam pipa, kapasitas aliran, diameter pipa dan tinggi jatuhan air (head). Hasil analisis perhitungan menunjukan dengan debit rata rata305 liter/detik dan tinggi jatuhan bersih 1,19 meter, potensi daya terbangkitkan 3,133 KW. Pada Intaka PDAM Tanjung Berkat Memiliki potensi untuk dibangun pembangkit listrik tenagamikrohidro.
ANALISA KERUSAKAN PART RETAINING RING PADA MESIN DECANTER PANX 650 Gunarto Gunarto; Endro Nasnaim Masput; Eko Sarwono
Suara Teknik : Jurnal Ilmiah Vol 9, No 2 (2018): Suara Teknik: Jurnal Ilmiah
Publisher : Fakultas Teknik UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/stek.v9i2.1533

Abstract

Salah satu hal yang mempengaruhi oleh adanya kendala pada satu mesin keluaran baru yaitu mesin dengan tipe decanter panx 650. Mesin dengan putaran 3175 rpm dan kapasitas 60 ton FFB/jam (Fresh Fruit Bunches) atau sering di bilang tandan buas segar, ini sering mengalam trouble shooting, walaupun mesin baru sekalipun. Ini sangat merugikan bagi PT. Alfa Lafal sendiri. Untuk mengetahui penyebab – penyebab mengapa itu bisa terjadi, maka diadakan penelitian terhadap part – part atau bagian – bagian yang mengalami kerusakan pada mesin tersebut. Salah satu bagian atau part yang bernama retaining ring dengan P/N 61243852-01 menjadi kunci penelitian, ini di karenakan part atau bagian itu lah yang paling sering mengalami kerusakan. Bahkan mesin yang baru jalan atau running 500 jam sudah ada yang mengalami kerusakan. Ini terjadi pada custumer PT. Saban Sawit
PERANCANGAN TURBIN AIR PADA INSTALASI PIPA INTAKE PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM Eko Sarwono
Suara Teknik : Jurnal Ilmiah Vol 8, No 1 (2017): Suara Teknik: Jurnal Ilmiah
Publisher : Fakultas Teknik UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/stek.v8i1.546

Abstract

Sektor energy memiliki peranan besar dalam usaha meningkatkan pertumbuhan industri di Kalimantan Barat. Namun ketersediaan energi, khususnya tenaga listrik sangat terbatas. Hal ini terkait dengan keterbatasan PLN dalam menyediakan pasokan tenaga listrik..Selain berusaha meningkatkan kemampuan PLN, dalam meningkatkan pelayanan, kebijakan pemerintah saat ini berusaha mendorong pemanfaatan sumber energi baru terbarukan (Renewable Energy) sebagai alternatif penyediaan energy secara  mandir. Salah satunya sumber air dalam bentuk pembangkit listrik tenaga mikrohidro atau biasa disingkat PLTMH. Agar pembangunan PLTMH dapat dimanfaatkan secara optimal dan tidak sia sia, beberapa faktor harus dipertimbangkan antara lain kelayakan teknis. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar daya turbin yang dapat dibangkitkan pada Instalasi Pipa Intake Perusahaan Daerah Air Minum Tanjung Berkat Kabupaten Pontianak. Penelitian ini meliputi analisis teknik diantaranya perhitungan daya turbin, analisis teknik dilakukan sebagai dasar untuk mengetahui jenis turbin untuk pembangkit ini. Parameter yang digunakan untuk menentukan daya turbin kecepatan aliran dalam pipa, kapasitas aliran, diameter pipa dan tinggi jatuhan air (head). Hasil analisis perhitungan menunjukan dengan debit rata rata 305 liter/detik dan tinggi jatuhan bersih 1,19 meter, potensi daya terbangkitkan 3,133 KW. Pada Intaka PDAM Tanjung Berkat Memiliki potensi untuk dibangun pembangkit listrik tenaga mikrohidro. Kata Kunci : Perhitungan Daya Turbin di PDAM Kabupaten Pontianak
ANALISA HASIL PENGECORAN PENAMBAHAN BAHAN MATERIAL PISTON DAN KALENG BEKAS PADA ALAT RUMAH TANGGA TERHADAP PERUBAHAN NILAI KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO AlMg-Si Eko Sarwono; Aris Sugianto; Masrum Hadisusanto; Eko Julianto
Suara Teknik : Jurnal Ilmiah Vol 9, No 1 (2018): Suara Teknik: Jurnal Ilmiah
Publisher : Fakultas Teknik UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/stek.v9i1.1526

Abstract

Dengan adanya perbedaan campuran dan proses pendinginan yang berbeda maka akan menghasilkan sifat mekanis dalam hal ini sifat kekerasannya dan struktur mikro yang berbeda. Pengujian yang dilakukan dibatasi hanya terhadap peningkatan nilai kekerasan dan perubahan struktur mikro akibat variasi Penambahan Material Piston Bekas dan kaleng bekas dengan menggunakan 30: 70 ,  50 dan 40 , 60 %, masing-masing di cor, proses pendinginan menggunakan media pendinginan udara bebas. Untuk mengetahui nilai kekerasan maka dilakukan pengujian kekerasan dengan menggunakan metode Rockwell F, dan Pengujian Impak, untuk perubahan struktur mikro maka dilakukan pengamatan metalografi dan uji komposisi. Dari hasil pengujian kekerasan pada masing-masing spesimen, diketahui adanya perubahan nilai kekerasan yaitu: Kaleng bekas 17.4HRB, Piston bekas 39HRB, Campuran 30:70% 39,58HRB, Campuran 40:60% 42.1HRB, dan Campuran 50:50% 28.9HRB. Dari data uji kekerasan menyatakan bahwa spesimen campuran 40:60 mempunyai nilai kekerasan paling tinggi dibanding spesimen campuran lainya, dan dari hasil uji Impact juga menunjukkan perubahan nilai kemampuan dalam menyerap energi dan menerima beban kejut dari setiap spesimen, Piston bekas 17070 J/ mm2, Kaleng bekas 26687.2 J/ mm2 , Campuran 30:70% 18864.6 J/ mm2 ,Campuran 40:60% 18083.6 J/ mm2 , dan Campuran 50:50% 22923.8 J/ mm2 . Dari data uji impact menunjukkan bahwa spesimen campuran 50:50 memiliki nilai uji impact yang paling tinggi dibandingkan dengan semua spesimen campuran lainya. Dari data pengujian (uji kekerasan dan uji impact), menunjukkan bahwa telah terjadi perbaikan sifat mekanis pada spesimen campuran antara piston dan kaleng bekas.