Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi dan Pendampingan Pengolahan MP ASI dan PMT Anak Berbasis Pangan Lokal di Desa Rasau Jaya 1 (Program Pengembangan Desa Mitra Tahun 2019) Suwarni, Linda; Sarwono, Eko; Suryadi, Edy; Selviana, Selviana
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 11, No 3 (2020): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v11i3.4105

Abstract

Pangan berbasis lokal banyak yang belum termanfaatkan dengan baik dan optimal, termasuk di Desa Rasau Jaya 1. Desa Rasau Jaya 1 terkenal sebagai penghasil jagung manis (memiliki nutrisi yang baik), tetapi pangan lokal ini belum digunakan sebagai makanan pendamping (MP) ASI dan pemberian makanan tambahan pada anak. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi dan pendampingan pada kader posyandu dan ibu yang memiliki bayi dan balita dalam mengolah jagung menjadi makanan tambahan pada bayi usia 6-12 bulan dan balita (24-59 bulan). Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan dalam Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) sebagaimana direkomendasikan oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Pendekatan yang digunakan adalah melalui edukasi dan pendampingan melalui modul tentang resep olahan jagung menjadi makanan untuk bayi usia 6-12 bulan dan balita pada kader posyandu di Desa Rasau Jaya 1. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader tentang pengolahan jagung menjadi berbagai macam olahan dan nutrisi yang terkandung pada jagung. Diperlukan pendampingan kader selanjutnya dalam memvariasikan olahan jagung menjadi Makanan Pendamping ASI dan Makanan Tambahan pada Anak, sehingga pangan lokal dapat dimanfaatkan secara optimal.
JUrnal Pengabdian pada Desa PEMANFAATAN SISA ENDAPAN SAMPAH PLASTIK SETELAH PROSES PIROLISIS MENJADI PAVING BLOK SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN SAMPAH PLASTIK DI DESA LIMBUNG KAB KUBURAYA Julianto, Eko; Insani, Rachmad Wahid Saleh; Iwan, Muhammad; Gunarto, Gunarto; Sarwono, Eko; Utami, Putri Yuli; Gundiawan, Gundiawan; Setiawan, Agus
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i2.1402

Abstract

Dedication has potential in terms of region, physical, social, economic and environmental. Opportunities are still wide open to process plastic waste into other products such as plastic waste as the basic material for making plastic bricks or paving blocks as the main material and the mix of available plastic waste in waste banks is estimated to increase every year. It is hoped that the aim of the service will be a sustainable program and can become a selling point to produce an independent village and can process plastic waste into basic material for paving blocks to support village development as a substitute for sand and cement so that all plastic waste does not end up in piles in waste management and landfills. . The data analyzed is the result of combustion residue on plastic where the plastic deposits after evaporating cannot be used again, therefore we use the plastic deposits in the paving block pressing process. After implementing the treatment, the processing of these plastic paving blocks using a pyrolysis and melting process in a mold mixed with used oil is very effective, where PET is very hard and takes a long time to melt, while LDPE is very easy to decompose and melts when mixed with used oil, whereas HDPE plastic is very easy to use. melted but very fragile in the mold. Where the inside of the paving is still not completely dry and the drying process is quite long. However, this type of PET plastic is very strong, sturdy and heavy. This is because the related tests have not been carried out to test the hardness of paving and materials as well as testing during floods where this paving is relatively lighter than cement paving on the market. Therefore, it is necessary to carry out chemical tests for paving mixed with PET LDPE and HDPE. In this case the Service only carries out treatment of plastic which has been a waste problem until now for special development and infrastructure needs by utilizing non-organic waste.
Kolaborasi Sosial untuk Ketahanan Komunitas Pesisir Rawan Bencana: Penguatan Usaha Olahan Perkebunan dan KIE Kesehatan Selviana, Selviana; Suwarni, Linda; Sarwono, Eko; Hadary, Ferry; Prawatya, Yopa Eka; Sujana, Ivan
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amjpm.v5i2.664

Abstract

Desa Sengkubang, Kabupaten Mempawah, merupakan wilayah pesisir rawan kebakaran hutan dan banjir yang berdampak pada kestabilan ekonomi rumah tangga dan kerentanan terhadap masalah kesehatan. Program pengabdian ini memiliki pembeda dari PkM sejenis karena mengintegrasikan penguatan rantai nilai produk olahan berbasis komoditas lokal dengan penguatan kapasitas Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kesehatan dalam satu desain intervensi terpadu, melibatkan dua mitra dengan peran berbeda: kelompok PEKKA dan PKK. Mitra PEKKA menghadapi kendala pada konsistensi produksi, mutu, dan pemasaran, sedangkan mitra PKK mengalami keterbatasan manajemen kegiatan serta kemampuan menyusun dan menyampaikan KIE kesehatan yang terstruktur.Kegiatan bertujuan meningkatkan (1) kapasitas manajemen produksi, standardisasi mutu, dan pemasaran produk olahan komoditas perkebunan pada PEKKA serta (2) kapasitas manajemen program dan keterampilan penyusunan–penyampaian KIE kesehatan pada PKK, sebagai fondasi transformasi ekonomi dan penguatan promosi kesehatan di wilayah rawan bencana. Metode dilaksanakan Agustus–Oktober 2025 melalui pendekatan pelatihan-partisipatif dan pendampingan: pemetaan kebutuhan, pelatihan manajemen produksi–pemasaran, penerapan teknologi tepat guna untuk memperbaiki efisiensi proses dan mutu, serta penguatan perencanaan KIE (pesan, media, dan simulasi penyampaian) yang diintegrasikan dengan agenda desa. Evaluasi menggunakan pretest–posttest pengetahuan, penilaian keterampilan berbasis observasi (checklist proses produksi dan praktik KIE), serta pemantauan luaran produksi dan implementasi kegiatan. Sebanyak 20 peserta aktif mengikuti program. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan sebesar  71,4% berdasarkan perbandingan nilai pretest–posttest pada materi produksi–pemasaran dan KIE kesehatan, disertai peningkatan keterampilan pengolahan (termasuk minyak kelapa dan VCO), perbaikan mutu proses (kebersihan dan pengemasan), peningkatan kapasitas produksi, serta tersusunnya perangkat KIE dan pelaksanaan simulasi/penyuluhan oleh PKK. Keberlanjutan diperkuat melalui kolaborasi dengan pemerintah desa untuk integrasi agenda dan dukungan jejaring.
OPTIMALISASI PEMBELAJARAN MUATAN LOKAL UNTUK PRAKTIKUM PENERAPAN PADA ALAT PRINTER 3D DI SMKS MUHAMMADIYAH 1 KUBURAYA Julianto, Eko; Muhammad Iwan; Gunarto; Eko Sarwono; Yeyen Deaari Sandi
DEVELOPMENT: Journal of Community Engagement Vol. 5 No. 1 (2026): Maret
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/r0t6nw29

Abstract

This training activity on optimizing local content learning and 3D printer practical skills aims to improve participants' competence in project-based learning and basic digital manufacturing skills in vocational high school environments. The results of observation and evaluationshow an increase in participants' technical skills in operating the Anet A8 Plus 3D printer and Ultimaker Cura software, handle basic technical problems, and produce prototypes of adequate quality. In addition, this training encourages the development of participants' creativity in digital design and opens up opportunities for schools to develop local content and increase their independent production capacity in the creation of learning media and creative products. Based on these achievements, it is recommended that advanced training be conducted, focusing on advanced three-dimensional machine design and printing parameter optimization to produce more complex prototypes. Schools are also advised to add computer facilities and 3D printer devices and integrate three-dimensional printing technology into Merdeka Belajar-based learning modules. Sustained collaboration between universities and vocational high schools is deemed crucial to strengthen mentoring, enhance human resource competencies, and ensure consistent utilization of digital manufacturing technology at Muhammadiyah Vocational High School 1 Kubu Raya, Rasau Jaya District, West Kalimantan Province.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui PENKES (Pendidikan dan Kesehatan) untuk Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat Linda Suwarni; Selviana Selviana; Eko Sarwono; Ufi Ruhama
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 2 No. 1 (2018): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v2i1.290

Abstract

Masyarakat di wilayah pemekaran Kalimantan Barat masih berpendidikan minim (bahkan masih ada yang masih buta huruf) dan masalah kesehatan yang selalu ada, diantaranya diare. Faktor yang melatarbelakangi diantaranya belum sadarnya masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, dan rendahnya cakupan ASI Eksklusif. Selain itu, masih minimnya pendidikan yang ada.Dalam upaya mengatasi permasalahan tersebut maka solusinya adalah melalui Pemberdayaan Masyarakat melalui PenKes (Pendidikan dan Kesehatan) untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, antara lain dengan: (a) Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), melalui lokakarya mini kesehatan, promosi berbagai upaya kesehatan, dan pelatihan serta praktek pembuatan teknologi air bersih dengan saringan air bertingkat, (b) Peningkatan Pendidikan Masyarakat melalui pembentukan dan pelatihan kader pendidik “Pondok Pintar”, pelatihan pembuatan kolase, mozaik dan montase dari bahan-bahan sederhana, serta pelatihan metode morance. Kegiatan ini dilakukan melalui pendampingan masyarakat selama 2 bulan. Metode yang digunakan adalah pendampingan dan penyuluhan serta pelatihan.Hasil program pengabdian ini menunjukkan bahwa masyarakat mempunyai pengetahuan dan kesadaran untuk berperilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu, terbentuknya “pondok pintar’ dan kader pendidik dalam upaya memberantas buta huruf. Diperlukan dukungan yang kontinue dari pemerintahan setempat agar program yang ada dapat berjalan terus.
Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat Perbatasan Melalui Peningkatan Kesehatan Peningkatan Dan Produksi Olahan Pangan Lokal Linda Suwarni; Selviana Selviana; Eko Sarwono; Ferry Hadary; Ivan Sujana
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol. 5 No. 2 (2024): IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijecs.v5i2.5860

Abstract

Desa Tambatan terletak di Kabupaten Sambas, sebuah wilayah di Kalimantan Barat. Daerah ini merupakan salah satu daerah yang dekat dengan perbatasan Indonesia- Malaysia. Daerah ini menjadi salah satu daerah prioritas dalam pembangunan karena banyak masalah kesehatan, dan masih rendahnya perekonomian masyarakat setempat. Mitra dalam kegiatan ini adalah Kelompok Wanita Tanii )KWT) Rose dan PKK Desa Tambatan. Prioritas masalah adalah pada aspek produksi, pemasaran, dan sosial kemasyarakatan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan mitra dan introduksi teknologi tepat guna. Metode pelaksanaan terdiri dari beberapa tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan mitra sebesar 89,1%. Diperlukan pendampingan secara berkelanjutan agar dapat terus meningkatkan produksi olahan pangan lokal dan derajat kesehatan pada masyarakat sasaran.
PKM inovasi teknologi tepat guna dan e-Marketing pada UKM Chanda di Kota Pontianak Darusman Darusman; Eko Sarwono; M. Khairul Anwari; Selviana Selviana; Linda Suwarni
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.34964

Abstract

Abstrak UKM memberikan peranan yang positif dalam pemulihan perekonomian di suatu wilayah, termasuk UKM Chanda selaku mitra PKM dalam kegiatan ini. Masih terbatasnya peralatan produksi, dan pengetahuan tentang pemasaran digital menjadi masalah prioritas yang dihadapi. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk menerapkan hasil penelitian tim pengusul melalui PKM Penerapan Inovasi Teknologi Tepat Guna Dan E-Marketing Pada UKM Chanda untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk, serta pengetahuan tentang pemasaran digital. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini terdiri dari 5 tahap, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian ini yaitu terlaksananya penerapan inovasi teknologi melalui mxer turbo, ampia, spinner, siller, oven pemanggang serbaguna ukuran besar. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan mitra tentang manajemen kewirauhsaan dan pemasaran sebesar 60% antara sebelum dan setelah dilakukan kegiatan pengabdian. Saat kegiatan pengabdian selesai dilaksanakan, mitra sudah mampu melakukan memproduksi usahanya dengan menggunakan Teknologi tepat Guna yang telah diberikan sehingga mempercepat waktu produksi dan memperbanyak jumlah produksi. Kata kunci: PKM; teknologi tepat guna; e-Marketing; UKM. AbstractSMEs play a positive role in economic recovery in a region, including Chanda SME as the partner of this community service program. The limited production equipment and lack of knowledge about digital marketing remain the main problems faced. The objective of this program is to apply the research findings of the proposing team through the Community Service Program on the Application of Appropriate Technology Innovation and E-Marketing at Chanda SME to improve product quality and quantity, as well as knowledge of digital marketing. The implementation method of this program consists of five stages: socialization, training, technology application, monitoring, and evaluation. The outcomes of this community service include the successful application of technological innovations such as a turbo mixer, ampia, spinner, sealer, and a large multifunctional oven. In addition, the partner’s knowledge of entrepreneurship management and marketing increased by 60% between before and after the program. By the end of the program, the partner was able to produce using the provided appropriate technology, which accelerated production time and increased production capacity. Keywords: community empowerment; appropriate technology innovation; e-Marketing; SME.