Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Prostitusi Terselubung Di Suak Indrapuri Iksan Iksan; Triyanto Triyanto; Yeni Sri Lestari
Jurnal Community Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jcpds.v7i2.4513

Abstract

This study aims to find out how the emergence of hidden prostitution in Suak Indrapuri, and how the impact on the surrounding community. The research method used in this study is qualitative. Snowball sampling was used to determine informants. The results of the study indicate that the existence of this hidden prostitution place has its aims and objectives for the Suak Indrapuri if at first glance there is indeed no place for prostitution that stands above the law but in social reality, there are some people who take advantage of certain places in the Indrapuri Suak. to commit prostitution (Zina). Some people feel benefited and some feel disadvantaged. Those who benefit are those who have a place in any form and provide it to those who practice prostitution, while the disadvantaged are those who are not involved but live around the location of the area, namely the Suak Indrapuri community itself. Keywords : Social Facts, Society, Prostitution, Suak Indrapuri, Social Problems
TUMPANG PUASA DAN HAJI PULO IE (Studi Tentang Polemik Dalam Persepsi Masyarakat di Meulaboh Aceh Barat) Triyanto Triyanto
Jurnal Community Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.779 KB) | DOI: 10.35308/jcpds.v4i2.993

Abstract

In the life of the Islamic community, you can be sure to know, experience and do Ramadan fasting, which must be done for a full month. On a normal day, it is not easy to fast someone, because there are many temptations to preserve thirst, hunger and emotions. If a day is overwhelmed, how can it take a month? Again, it really is not easy to get it right. If Muslims can afford to travel to Mecca, which is located in Saudi Arabia, the number is estimated at 6218 km. A long distance for an Acehnese trip. Long ago our ancestors made hajj with months of sea voyages and were full of risks. Even now, the hajj is not easy, because it has to raise enough funds for strength and health. But what if the Tumpang fasting is done just at the beginning and end of Ramadhan? What if Muslims do not have enough money to go on a hajj to Mecca, and it turns out they can do it in a village called Pulo Ie? Of course, there will be many Islamic organizations and Islamic leaders, including ulama, who claim to be bid'ah! The purpose of this article is to investigate how the actual Tumpang fasting and to make a hajj to Pulo Ie at Seunagan, Nagan Raya Aceh. Keywords: Hajj, Fasting, Tumpang, Abu Habib Muda, Seunagan, Nagan Raya
PENGARUH KOTA TERHADAP PERSEPSI MASYARAKAT DALAM INTERAKSI ANTAR TETANGGA DI SAMATIGA Triyanto Triyanto
Jurnal Community Vol 2, No 3 (2016): Community
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.844 KB) | DOI: 10.35308/jcpds.v2i3.99

Abstract

Masyarakat sebagai bentuk kesatuan hidup manusia memiliki sistem nilai untuk mengatur dirinya sendiri. Sebagai anggota masyarakat, setiap warga berusaha mempertahankan keutuhannya. Namun sistem nilai yang berlaku di desa dan kota ternyata berbeda, dan Samatiga sebagai daerah perdesaan yang tidak jauh dari kota menerima pengaruh yang dianggap negatif bagi masyarakat desa. Sehingga dalam berinteraksi dengan tetangga diasumsikan mengalami perubahan. Penelitian ini untuk memastikan bagaimana persepsi masyarakat terhadap tetangga dan bagaimana masyarakat Samatiga menyelesaikan konflik antar warga. Penelitian ini dengan pendekatan kualitatif dan teori interaksi simbolik sebagai pisau bedah terhadap data yang diperoleh di tempat penelitian. Hasilnya menunjukkan bahwa masyarakat masih memandang bahwa tetangga merupakan orang penting yang lebih dekat daripada saudara kandung yang berada di tempat lain. Terlalu sering sebuah keluarga melibatkan tetangganya, sehingga kehidupannya dipastikan tidak terlepas dari tetangga. Untuk itu setiap warga berusaha dekat dengan tetangga. Dengan demikian setiap konflik yang terjadi antar warga, penyelesaiannya diupayakan cukup dengan antar keduabelah pihak saja. Namun, ketika konflik tidak dapat diselesaikan, maka diperlukan pihak ketiga untuk membantu menyelesaikannya. Masyarakat menghindari penyelesaian konflik yang melibatkan kepolisian.    Keywords: Persepsi, Interaksi, Masyarakat, Tetangga, Samatiga, Desa Kota
Konsepsi Pembentukan Sistem Nilai Pancasila dan Syariat Islam Sebagai Landasan Sikap dan Perilaku Pada Masyarakat Perdesaan Aceh Barat Triyanto Triyanto; Irma Juraida; Rahma Husna Yana
Jurnal Community Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.766 KB) | DOI: 10.35308/jcpds.v5i2.1528

Abstract

The people of Aceh are currently confronted with two value systems that can be said to be their way of life. The two value systems are value systems based on Pancasila and value systems based on Islamic Sharia. Based on this it is important to know how this value system is formed in society so that everyday behavior will follow the Pancasila or Islamic Sharia value system. The results of the study show that the value system between the two can run together and there isn't a very significant difference. Differences occur only because of interpretation or understanding. The process of formation in addition to the acceptance of values by the community itself through an understanding of daily events is also determined by other components of society such as government officials, village leaders, teungku (religious leaders), and ureueng carong (clever clever people). This component has access to convey even sometimes can be imposed on the community. The community also adopts a value system from what the figures convey as well as adopting their learning from everyday behavior.  
POLA ASUH ANAK DI RUMAH SOS CHILDREN’S VILLAGE DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI Herma Yunita; Irma Juraida; Triyanto Triyanto
Jurnal Society : Pengamat Perubahan Sosial Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Society : Pengamat Perubahan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.731 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pola asuh di SOS Children's Homes Village dari perspektif sosiologis. Pola asuh ini sangat berpengaruh bagi anak-anak di SOS Children's Homes Village. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik penentuan informan menggunakan metode purposive sampling, sementara itu untuk pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menggambarkan bahwa pola asuh yang diterapkan pada anak di SOS Children's Village terdapat dua jenis yaitu pola asuh berbasis keluarga dan pola asuh demokratis.
KONFLIK PILCHIKSUNG DI SAWANG INDAH LABUHANHAJI TIMUR Irma Oktavia; Triyanto Triyanto
Jurnal Society : Pengamat Perubahan Sosial Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Society : Pengamat Perubahan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.989 KB)

Abstract

Penelitian ini tentang konflik pemilihan keuchik langsung (pilchiksung) di Sawang Indah, Labuhanhaji Timur Kabupaten Aceh Selatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penyebab terjadinya konflik dalam pemilihan keuchik langsung (pilchiksung) di Sawang Indah dan bagaimana penyelesaian terjadinya konflik pilchiksung di Sawang Indah. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori konflik. Metode dalam penelitian ini merupakan metode penelitian kualitatif dan data yang dikumpulkan melalui hasil wawancara, dokumentasi dan juga hasil observasi. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa penyebab terjadinya konflik pemilihan keuchik langsung di Sawang Indah Labuhanhaji Timur ialah perbedaan pendapat / dukungan, kecemburuan sosial karena ketidaksiapan akan kekalahan, hasutan pihak ketiga, saling mementingkan kelompok masing-masing/egois dan kurangnya keterbukaan dalam bermusyawarah. Cara penyelesaian terjadinya konflik pilchiksung di Sawang Indah Labuhanhaji Timur Aceh Selatan ialah dengan adanya konsiliasi dan mediasi.
PENERTIBAN PKL OLEH SATPOL PP DI DRIEN RAMPAK KABUPATEN ACEH BARAT Yudia Anisa; Triyanto Triyanto; Irma Juraida
Jurnal Society : Pengamat Perubahan Sosial Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Society : Pengamat Perubahan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.324 KB)

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang  penertiban PKL oleh Satpol PP di Drien Rampak Kabupaten Aceh Barat. Beberapa hal yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana Satpol PP menertibkan PKL di Drien Rampak, dan apa saja kendala yang dialami dalam menertibkan PKL. Teori yang digunakan yaitu teori struktural fungsional. Metode dalam penelitian ini merupakan metode penelitian kualitatif dan data yang dikumpulkan melalui hasil wawancara, dokumentasi dan juga hasil observasi. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa Satpol PP sebelum melakukan penertiban terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada para pedagang bahwa para pedagang tidak diperbolehkan berjualan di bahu jalan karena dapat mengganggu lalu lintas. Pedagang diberikan waktu yang cukup untuk mengemasi barang dagangannya, jika pedagang mengabaikan dan tetap berjualan akan dilakukan penertiban dan memberikan sanksi. Adapun kendala yang dihadapi Satpol PP dalam melakukan penertiban adalah kekurangan personil (SDM), kurangnya sarana prasarana yang baik sebagai solusi bagi PKL, dan kurangnya kesadaran PKL yang seolah egois seolah hanya dirinya saja yang kesusahan dalam berjualan.  
PUDARNYA TRADISI SEUMANOE PUCOK DI PAYA LUMPAT KECAMATAN SAMATIGA KABUPATEN ACEH BARAT Fitri Wahyuni; Triyanto Triyanto; Nurkhalis Nurkhalis; Lilis Sariyanti
Jurnal Society : Pengamat Perubahan Sosial Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Society : Pengamat Perubahan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.492 KB)

Abstract

Penelitian ini mengangkat tentang hilangnya tradisi Seumanoe Pucok di Paya Lumpat Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat. Padahal dari segi fungsinya, tradisi Seumanoe Pucok memberikan nasehat-nasehat kepada calon pengantin perempuan dalam menjalani kehidupan ke depan. Penelitian ini lebih fokus pada  mengetahui faktor-faktor penyebab hilangnya tradisi Seumanoe Pucok di Paya Lumpat Samatiga Kabupaten Aceh Barat. Metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik penentuan informan menggunakan Purposive Sampling. Hasil penelitian ini adalah faktor-faktor penyebab hilangnya tradisi Seumanoe Pucok yaitu tidak adanya tuntutan dalam agama, tidak adanya orang tua purba yang memahami adat Seumanoe Pucok, dan perubahan pola pikir masyarakat.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENGARUH KEDISIPLINAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DINAS SOSIAL KABUPATEN ACEH JAYA Lia Saputri; Triyanto Triyanto
Jurnal Society : Pengamat Perubahan Sosial Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Society : Pengamat Perubahan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedisiplinan pegawai sangat penting dalam sebuah organisasi atau instansi. Terlebih pada instansi pemerintah seperti Dinas sosial (Dinsos), dimana merupakan lembaga yang berperan dan bertanggung jawab dalam bidang masalah-masalah sosial. Sebagai instansi pemerintah. Dinsos memiliki pegawai dengan karakteristik berbeda-beda, perbedaan tersebut bisa dipengaruhi oleh pengetahuan, keterampilan, sikap, disiplin dan faktor lainnya. Hal ini membuat perbedaan keterampilan pegawai dalam melaksanakan tugas dan bahkan tingkat kedisiplinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh antara faktor kepemimpinan, lingkungan dan kompensasi terhadap kedisiplinan pegawai di Dinsos Aceh Jaya. Penelitian ini mengimplementasikan metode kuantitatif melalui pendekatan deskriptif untuk memperoleh analisa guna mencapai kesimpulan akhir. Hasil uji menggunakan alat bantu SPSS hasil menunjukkan sig 0.000 < 0.05 maka Faktor Kepemimpinan mempunyai pengaruh terhadap kedisiplinan PNS Aceh Jaya, selanjutnya nilai sig 0.002 < 0.05 maka faktor lingkungan kerja mempunyai pengaruh terhadap kedisiplinan Pegawai Negeri Sipil Aceh Jaya, Faktor kompensasi mempunyai pengaruh terhadap kedisiplinan PNS Aceh Jaya dengan nilai sig 0.004 < 0.05. dan Faktor aturan yang pasti mempunyai pengaruh terhadap kedisiplinan PNS Aceh Jaya nilai sig 0.002 < 0.05 dan juga uji determinasi menunjukan bahwa faktor kepimimpinan, faktor lingkungan kerja, faktor kompensasi dan faktor aturan yang pasti memiliki pengaruh 82,9% terhadap kedisiplinan Pegawai Negeri Sipil Dinas Sosial Aceh Jaya. Keyword: Faktor–faktor penyebab, Kedisiplinan dan Pegawai Negeri Sipil
POTRET SOSIAL EKONOMI PETUGAS PARKIR WANITA LANSIA DI KABUPATEN ACEH BARAT Wilda Muhfira; Afrizal Tjoetra; Triyanto Triyanto; Ligar Abdillah
Jurnal Society : Pengamat Perubahan Sosial Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Society : Pengamat Perubahan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to analyze and find out the various driving factors behind elderly women choosing jobs as parking attendants in West Aceh District. In addition, this study also aims to describe the socio-economic conditions of elderly women who work as parking attendants. Elderly women are a physically vulnerable group and can be targeted by criminals, such as fraud, violence, harassment, and discrimination. The theory used in this research is Coleman's rational choice. This study uses a descriptive qualitative method that prioritizes in-depth interviews with informants to obtain information relevant to the research focus. Qualitative research methods are also very useful for describing research results. The results of this study indicate that elderly women choose jobs as parking attendants mostly due to less established economic conditions. They hope that working as a parking attendant can solve their economic problems and can improve their social welfare.