Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Application of Retort Pouch Sterilization Technology to DD Satoe Packaged Chili Sauce Surabaya Ali, Dego Yusa; Estiasih, Teti; Yulianingsih, Rini; Puspita, Riska; Adila, Lutfia; Praditya, Brilliant
Journal of Innovation and Applied Technology Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiat.2023.9.2.17

Abstract

People in Indonesia are usually consuming commercial packaged of home-made chili sauce, which is mostly produced by MSMEs. UD Dede Satoe produce chili sauce using preservation techniques with aseptic packaging. The weakness of this technique is that aseptic conditions  are  not  fully  adequate  for  preservation. Nowadays, people awareness to health and food safety are increasing. To meet market demand for packaged chili products without preservatives addition, UD DD Satoe is trying to change the process from aseptic packaging to sterilizing packaged chili sauce using retort technology. The evaluation results show that retort pouch sambal can last for 1 year without the addition of preservatives. This result was proven to be better than the preservation method of making semi-dry packaged chili sauce, because it can maintain the color, taste and texture of the chili sauce.
OPTIMASI KONSENTRASI MALTODEKSTRIN DAN SUHU INLET PENGERING SEMPROT TERHADAP SENYAWA BIOAKTIF DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SUSU BUBUK EDAMAME Pramita, Hera Sisca; Ali, Dego Yusa; Widyaningsih, Tri Dewanti; Sapitri, Nia
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2024.025.02.2

Abstract

Edamame menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan Kota Jember, Jawa Timur. Pada kategori ekspor, edamame yang digunakan harus memiliki kualitas unggul sehingga perlu dilakukan penyortiran. Namun selama ini pemanfaatan edamame yang tidak memenuhi syarat ekspor tersebut masih belum optimal. Alternatif yang dapat dilakukan yaitu pembuatan susu bubuk edamame dengan metode pengering semprot. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan formulasi konsentrasi maltodekstrin dan suhu inlet pengering semprot yang optimal terhadap senyawa bioaktif dan aktivitas antioksidan susu bubuk edamame. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Central Composite Design (CCD) dengan faktor konsentrasi maltodekstrin (5,71–10%w/w) dan suhu inlet pengering semprot (160–215°C) yang diolah dengan metode Respone Surface Methodology (RSM). Kombinasi konsentrasi maltodekstrin 7,13%w/w dan suhu inlet pengering semprot 191,5°C dipilih sebagai kondisi optimum berdasarkan respon tertinggi dengan total fenol 275,79 mg GAE/100g, total flavonoid 59,93 mg QE/100g, ABTS 101,48 mg GAE/100g, dan FRAP 60,89 µg GAE/g. Hasil verifikasi kondisi optimum berbeda nyata dengan saran dari Design Expert 12, dimana kandungan senyawa bioaktif dan aktivitas antioksidan hasil verifikasi lebih tinggi.
Diversifikasi Kemasan Minuman dan Produk Olahan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Produksi Kelompok Wanita Tani Desa Kotes, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar Ali, Dego Yusa; Estiasih, Teti; Astuti, Retno; Kusumawati, Andriani; Rayesa, Neza Fadia; Ahmadi, Kgs
TRI DHARMA MANDIRI: Diseminasi dan Hilirisasi Riset kepada Masyarakat (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : JTRIDHARMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2023.003.02.106

Abstract

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) adalah tanaman berkhasiat yang ditanam di lahan pekarangan yang dikelola oleh keluarga. Salah satu daerah penghasil TOGA di Indonesia khususnya di Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur adalah Desa Kotes, Kecamatan Gandusari. Peluang besar untuk mengembangkan makanan atau minuman olahan dari TOGA belum diimbangi dengan keterampilan dan pengetahuan tentang pengolahan TOGA menjadi produk olahan yang siap untuk dikonsumsi. Leather herbal dan minuman herbal dalam kemasan merupakan produk yang dihasilkan dari proses yang sederhana dan feasible diterapkan di Mitra Kelompok Wanita Tani (KWT) anggota BUMDes Manunggal Abadi. Proses produksi yang sederhana membuat produk ini diharapkan dapat diproduksi dalam skala rumah tangga. Tujuan dari program pengabdian kepada masyarakat ini antara lain diversifikasi produk olahan TOGA, peningkatan pengetahuan mitra tentang prinsip-prinsip sterilisasi dan pengemasan aseptis, dan dihasilkannya produk baru olahan TOGA oleh mitra. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (RAP) dengan kegiatan yang dilakukan dalam program ini antara lain diskusi dengan mitra untuk rencana pengembangan produk, pelatihan produk leather herbal, pelatihan pengemasan minuman herbal TOGA dalam kemasan gelas plastik, dan pelatihan cara produksi pangan olahan yang baik. Dari hasil kegiatan, didapatkan bahwa KWT dapat mempraktikkan cara produksi leather herbal sampai dengan pengemasannya. Selain itu, KWT juga dapat memahami dan mempraktikkan cara pengemasan minuman herbal dalam kemasan gelas plastik sebagai variasi produk baru yang diproduksi oleh KWT.
Production Improvement and Sugarcane-based Product Diversification of SMEs Yodhatama, Cendono Village, Kandat Sub-District, Kediri District Ali, Dego Yusa; Astuti, Retno; Estiasih, Teti
Journal of Innovation and Applied Technology Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiat.2024.10.02.013

Abstract

Cendono Village is a sugarcane-producing village with sugarcane areas reaching 50% of agricultural land. The distinctive sugarcane products of Cendono Village are green sugarcane juice drinks and green sugarcane syrup, managed and produced by a productive youth group called Yodhatama. The processed products of this productive youth group are manufactured through a third-party manufacturing system at BUMDES Makmur Abadi, Bendosari Village, Blitar. Activities conducted include equipment facilitation, training and assistance in implementing aseptic sterilization and hot filling, product diversification, and process standardization. Diversification of green sugarcane processed products includes cup-packaged sugarcane juice drinks, jelly drinks, and jelly candies. Production training is conducted with equipment facilitation in the form of food dehydrators and cup sealers. Quality control and consistency are achieved through the development of Standard Operating Procedures (SOPs) and the implementation of Good Manufacturing Practices (GMP).
Optimization of Sweet Sorghum (Sorghum Bicolor L. Moench) Clarifying Process Using a Centrifugation: Optimasi Proses Penjernihan Nira Sorgum Manis (Sorghum Bicolor L. Moench) Menggunakan Sentrifugasi Istianah, Nur; Fatmala, Yayank Ulfa; Ali, Dego Yusa; Putri, Widya Dwi Rukmi
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 13 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2025.013.01.3

Abstract

Abstract Sweet sorghum juice is currently widely used as raw material for bioethanol and can potentially be converted into liquid sugar. However, impurity particles from the extraction process are still an issue in fermentation and evaporation. This study aims to determine the optimal conditions for the sorghum juice clarification process through the centrifugation process by analyzing the effect of rotation speed (300-700 RPM) and centrifugation time (45-75 minutes) on turbidity and total dissolved solids (TSS) parameters using the Response Surface Methodology (RSM) method. The results showed that rotation speed and centrifugation time significantly affected turbidity and TSS values. The optimum conditions were obtained at a rotation speed of 500 RPM for 53.49 minutes with a turbidity value of 2.02 NTU and TPT of 17.93 °Brix. These results are expected to provide information on the best conditions for the sorghum juice clarification process using centrifugation. Abstrak Nira sorgum manis saat ini banyak digunakan untuk bahan baku bioetanol dan berpotensi untuk diolah menjadi gula cair. Namun, partikel pengotor dari proses ekstraksi masih menjadi permasalahan baik pada proses fermentasi maupun evaporasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimal proses penjernihan nira sorgum melalui proses sentrifugasi dengan menganalisis pengaruh kecepatan putar (300-700 RPM) dan lama sentrifugasi (45-75 menit) pada parameter turbiditas dan total soluble solid (TSS) menggunakan metode Response Surface Methodology (RSM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan putar dan lama sentrifugasi memiliki pengaruh signifikan pada nilai turbiditas dan TSS. Adapun kondisi optimum didapatkan pada kecepatan putar 500 RPM selama 53,49 menit dengan nilai turbiditas 2,02 NTU dan TPT 17,93 0Brix. Hasil ini diharapkan mampu memberikan informasi kondisi terbaik pada proses penjernihan nira sorgum menggunakan sentrifugasi.
The effects of drying temperature and duration on rose tea chemical and sensory profiles as a functional beverage Bimo, Igoy Arya; Ali, Dego Yusa; Sunarharum, Wenny Bekti; Mu’awannah, Nailul; Athirah, Clarissa Evanarda; Jatmiko, Naila Syakira; Pranita, Meylda Dyah
Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.afssaae.2025.008.01.3

Abstract

This study examined rose tea's stress-relieving potential through its chemical and sensory characteristics. Aligned with Indonesia’s SDG point 3, the phenolics and antioxidants contents of rose tea reinforce its role as a functional beverage. Variations in Oolong withering duration (18 hours), drying temperature (60°C and 80°C), and drying duration (1-3 hours) affected key properties, including acidity, sugar content, phenolics, flavor, aroma, and mouthfeel. Sensory and chemical analyses revealed that optimal drying conditions enhance taste and aroma, increased acidity and phenolics sharpen flavors, while higher sugar content balances the profile. Sample A1 (dried rose tea at 60°C for 1 hour) achieved the highest consumer acceptance due to its balanced acidity (0.19 ± 0.02 g/L), sweetness (14.00 ± 0.61 g/L), and floral aroma (3.49 ± 1.14). The phenolic content (1.21 ± 0.16 mg GAE/g) enhanced flavor without excessive bitterness (3.95 ± 1.25), while higher sugar content improved sweetness (3.84 ± 1.12). The well-balanced astringency (2.94 ± 1.41), floral flavor (3.81 ± 1.18), and sweet aroma (3.27 ± 1.37) contributed to its high preference, despite its lower brown (1.61 ± 0.81) and red (1.12 ± 0.42) color intensity. These findings highlight the importance of optimizing processing conditions to enhance both sensory appeal and functional benefits of rose tea.
Study on the Effectiveness of Slow-Release Fertilizer Combining Maggot waste and Azospirillum brasilense on the Growth of Choy Sum (Brassica rapa var. parachinensis) Wijaya, Alvin Bowen; Kusuma, Achmad Fauzi; Pangestu, Clive Nathan; Jocelino, Vincenzio; Akbar, Verga Windi; Ali, Dego Yusa
Journal of Tropical Agricultural Engineering and Biosystems - Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol. 13 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2025.013.01.04

Abstract

The use of conventional fertilizers is a major contributor to nitrogen leaching in agriculture. The development of Slow-Release Fertilizers (SRF) has garnered increasing attention due to their ability to control nutrient release. However, current SRF formulations still rely on costly and environmentally unfriendly chemical substrates. The application of SRF using organic maggot waste fertilizer combined with the Plant Growth-Promoting Rhizobacteria (PGPR) Azospirillum brasilense shows potential to rival commercial SRF quality. Maggot waste has been shown to contain NPK levels comparable to commercial fertilizers, while A. brasilense has demonstrated the ability to induce plant growth hormones. This study investigates SRF synthesized with varying amounts of maggot waste and A. brasilense suspension, focusing on SRF characteristics and their effect on the growth of choy sum (Brassica rapa var. parachinensis). All SRF treatment groups exhibited high water absorption and sustained nutrient release for up to 30 days, aligning with the choy sum growth period. The synthesized SRF showed the highest compatibility with the Ritger–Peppas kinetic release model (R² > 0.97), indicating a quasi-Fickian diffusion mechanism. However, the combination of SRF and A. brasilense did not significantly enhance plant growth (p > 0.05) in terms of fresh weight, total leaf area, and leaf count. Further research is needed to optimize SRF formulations for more effective and efficient application in agriculture.
Diversifikasi Kemasan Minuman dan Produk Olahan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Produksi Kelompok Wanita Tani Desa Kotes, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar Ali, Dego Yusa; Estiasih, Teti; Astuti, Retno; Kusumawati, Andriani; Rayesa, Neza Fadia; Ahmadi, Kgs
TRI DHARMA MANDIRI: Dissemination and Downstreaming of Research to the Community (Journal of Community Engagement) Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : SMONAGENES Research Center, Univeritas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2023.003.02.106

Abstract

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) adalah tanaman berkhasiat yang ditanam di lahan pekarangan yang dikelola oleh keluarga. Salah satu daerah penghasil TOGA di Indonesia khususnya di Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur adalah Desa Kotes, Kecamatan Gandusari. Peluang besar untuk mengembangkan makanan atau minuman olahan dari TOGA belum diimbangi dengan keterampilan dan pengetahuan tentang pengolahan TOGA menjadi produk olahan yang siap untuk dikonsumsi. Leather herbal dan minuman herbal dalam kemasan merupakan produk yang dihasilkan dari proses yang sederhana dan feasible diterapkan di Mitra Kelompok Wanita Tani (KWT) anggota BUMDes Manunggal Abadi. Proses produksi yang sederhana membuat produk ini diharapkan dapat diproduksi dalam skala rumah tangga. Tujuan dari program pengabdian kepada masyarakat ini antara lain diversifikasi produk olahan TOGA, peningkatan pengetahuan mitra tentang prinsip-prinsip sterilisasi dan pengemasan aseptis, dan dihasilkannya produk baru olahan TOGA oleh mitra. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (RAP) dengan kegiatan yang dilakukan dalam program ini antara lain diskusi dengan mitra untuk rencana pengembangan produk, pelatihan produk leather herbal, pelatihan pengemasan minuman herbal TOGA dalam kemasan gelas plastik, dan pelatihan cara produksi pangan olahan yang baik. Dari hasil kegiatan, didapatkan bahwa KWT dapat mempraktikkan cara produksi leather herbal sampai dengan pengemasannya. Selain itu, KWT juga dapat memahami dan mempraktikkan cara pengemasan minuman herbal dalam kemasan gelas plastik sebagai variasi produk baru yang diproduksi oleh KWT.
PENJERNIHAN NIRA TEBU DAN NIRA SORGUM MENGGUNAKAN PROSES SENTRIFUGASI DENGAN PENAMBAHAN ADSORBEN Ali, Dego Yusa; Yuwono, Sudarminto S.; Istianah, Nur
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v2i1.2319

Abstract

Produksi gula kristal maupun gula cair yang ada saat ini sangat rumit, membutuhkan energi yang besar dan juga biaya yang mahal. Penelitian ini bertujuan untuk menyederhanakan proses pembuatan bahan pemanis bentuk sirup dengan mengoptimalkan penguapan sebagai proses akhir sehingga akan memberikan efisiensi yang lebih baik. Nira didapatkan dengan cara ekstraksi mekanis dan diolah dengan adsorpsi dan sentrifugasi. Kombinasi bentonit dan karbon aktif digunakan sebagai adsorben dan diikuti dengan sentrifugasi untuk menghilangkan kotoran. Metode Ini bisa mengurangi kekeruhan jus gula dari 0,87 menjadi 0,188. Di sisi lain, sari gula yang diolah dengan adsorpsi memiliki brix yang lebih tinggi (19,13) dibandingkan dengan sentrifugasi tunggal (17,90).
The Effect of Pre-Cooling and the Soaking of CaCl₂, NaCl, and Ca(OH)₂ on the Physicochemical Quality of Bird's Eye Chili (Capsicum frutescens) during Frozen Storage : Pengaruh Pre-Cooling dan Perendaman CaCl₂, NaCl, serta Ca(OH)₂ terhadap Kualitas Fisik-Kimia Cabai Rawit (Capsicum frutescens) selama Penyimpanan Beku Ali, Dego Yusa; Imanukha, Aizahwa
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 13 No. 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2025.013.04.6

Abstract

Abstract Bird’s eye chili (Capsicum frutescens) has high economic value in Indonesia, but fluctuating supply causes price instability and challenges for MSMEs. This study evaluated the effects of pre-cooling and soaking in CaCl₂, NaCl, and Ca(OH)₂ solutions on chili physicochemical properties during 30-day frozen storage. A two-factor Randomized Complete Block Factorial design was applied: pre-cooling (none, room temperature ≈26 °C, cold ≈5 °C) and soaking solution (none, CaCl₂, NaCl, Ca(OH)₂). Parameters observed included color change, hardness, vitamin C, weight change, and titratable acidity. Results showed that soaking solutions significantly affected all parameters, pre-cooling influenced color, hardness, and acidity, and their interaction was significant for vitamin C. The best treatment for MSMEs was cold pre-cooling (≈5 °C) followed by 8% Ca(OH)₂ soaking, yielding minimal color change, high vitamin C, good texture, and maintained acidity.   Abstrak Cabai rawit (Capsicum frutescens) memiliki nilai ekonomi tinggi di Indonesia, namun pasokannya yang fluktuatif memicu kenaikan harga dan menyulitkan UMKM yang bergantung padanya. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh pre-cooling dan perendaman dalam larutan CaCl₂, NaCl, dan Ca(OH)₂ terhadap sifat fisikokimia cabai selama penyimpanan beku. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Acak Faktorial dua faktor: pre-cooling (tanpa, air suhu ≈26 °C, dan air dingin ≈5 °C) serta jenis larutan perendaman (tanpa, CaCl₂, NaCl, Ca(OH)₂). Cabai disimpan pada freezer selama 30 hari. Parameter yang diamati meliputi perubahan warna, kekerasan, vitamin C, perubahan bobot, dan total keasaman tertitrasi. Hasil menunjukkan larutan perendaman berpengaruh signifikan pada seluruh parameter, pre-cooling berpengaruh pada warna, kekerasan, dan keasaman, sedangkan interaksi keduanya signifikan pada vitamin C. Perlakuan terbaik untuk UMKM adalah pre-cooling air dingin (≈5 °C) diikuti perendaman Ca(OH)₂ 8%, yang menghasilkan perubahan warna terendah, vitamin C tinggi, tekstur baik, dan keasaman tetap tinggi.  
Co-Authors Adila, Lutfia Adnel Nathaniela Sabatudung Agustina Shinta Ahmad Zaki Mubarok Akbar, Verga Windi Al Subhi, Alif Javier Ali Wafa Alia Fibrianingtyas Andriani Kusumawati Annisa Aurora Kartika Aprilia Putri Rahayu Aswar, Ravita Nila Athirah, Clarissa Evanarda Azzahramidha Pradichaputri Bella Ayu Shafira Brilliant Praditya Deny Meitasari Dr.Ir. Yunianta, DEA Elsa Lolita Anggraini Endrika Widyastuti Faiza, Naila Fatmala, Yayank Ulfa Firhad, Muhammad Dzulfadzli Heli Tistiana Igoy Arya Bimo Imanukha, Aizahwa Jatmiko, Naila Syakira Jayanti, Theresia Vania Jocelino, Vincenzio Kgs Ahmadi KIKI FIBRIANTO Kusuma, Achmad Fauzi Lutfia Adila Putri Mahardika, Rizkiana Muhamad Ibnu Shidqi Farras Mu’awannah, Nailul N.A. Kartina Nadyah Eka Nurizza Nevara Latansya Neza Fadia Rayesa Neza Fadia Rayesa Neza Rayesa Nur Istianah Nur Istianah Nur Istianah Nurtyastuti, Fenty Pangestu, Clive Nathan Praditya, Brilliant Pramita, Hera Sisca Pranita, Meylda Dyah Prasetyaningrum, Dian Islami Purnama Darmadji Puspita, Riska Puteri, Alya Salsabila Rayesa, Mohammad Alfiza Rayesa, Neza Fadia Retno Astuti Rifani, Aulia Nadhifah Rini Yulianingsih Riska Puspita Riyanti Isaskar Sabrina, Annisa Rahma Sapitri, Nia Sihombing, Lidia Valentina SIMON BAMBANG WIDJANARKO Siska Septiana Sudarma Dita Wijayanti Sudarminto Setyo Yuwono Tanalyna Hasna Teti Estiasih Teti Estiasih Teti Estiasih Togi Siholmarito Simarmata Tri Dewanti Widyaningsih Verdiana, Vera Wenny Bekti Sunarharum Widya Dwi Rukmi Putri Wijaya, Alvin Bowen Wisynu Ari Gutama Yudi Pranoto