Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Peningkatan Penanganan Ikan Hasil Tangkapan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu Nanda Sari; Ernani Lubis; Thomas Nugroho; Retno Muninggar; Mustaruddin Mustaruddin; Dwi Putra Yuwandana; Julia Eka Astarini
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM) Vol. 2 No. 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.233 KB)

Abstract

Handling fish caught after the fishing prosess is very important to do. Because it will affects the quality of the fish caught. Fish is a perishable product. So that the quality can drop dramatically if no handling of fish catches properly. The handling of fish caught is not only done while on the ship, but is carried out starting from the fish caught on the ship to the fish caught to the final consumer. Handling of fish caught in PPN Palabuhanratu has not been good and right for payang fisherman. Therefor an initial step is taken, for example through counselling to payang fisherman and fisheries businesess regarding the handling of fish catch that are good and right. Counselling that has been done was attend by people as many as 42 fisherman with payang fishing gear.
PERSEPSI SUPPLIER DAN NILAI TAMBAH RANTAI PASOK IKAN LAYUR DI PT PIB, PPN MUARA ANGKE Retno Muninggar; Muhamad Irfan; Iin Solihin; Tri Nanda Citra Bangun; Dwi Putra Yuwandana; Didin Komarudin
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 5 No. 1 (2021): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.5.1.103-115

Abstract

Permasalahan yang dihadapi industri pengolahan ikan layur di PPN Muara Angke adalah ketidakpastian pasokan bahan baku. Ketersediaan bahan baku yang tidak pasti dapat menyebabkan ketidaklancaran pada proses produksi dan rendahnya utilitas industri perikanan. Untuk menilai efektivitas rantai pasok perlu menilai kelancaran informasi dan bahan baku serta nilai tambah produk. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan persepsi supplier terhadap kelancaran pasokan dari ikan layur, dan menghitung nilai tambah pengolahan ikan layur. Penelitian ini menggunakan metode case study dengan metode pengumpulan data dilakukan dengan accidental sampling. Analisis data menggunakan pendekatan skoring untuk menghitung persepsi dan metode Hayami untuk analisis nilai tambah. Persepsi supplier terhadap aliran informasi dan bahan baku menunjukkan hasil yang beragam, untuk supplier nelayan dari dalam PPN Muara Angke menunjukkan persepsi yang lebih baik karena adanya kemitraan dengan pihak PT PIB dan dukungan PPN Muara Angke berupa fasilitas pelabuhan. Nilai tambah pengolahan produk layur beku adalah Rp136.891,37/kg, hal ini menunjukkan bahwa usaha ikan layur beku menguntungkan. Faktor konversi memiliki nilai 1,58 yaitu setiap satu kg bahan baku ikan layur yang digunakan akan menghasilkan 1,58 kg output atau produk. Kata kunci: ikan layur, persepsi, PPN Muara Angke, PT PIB, rantai pasok
PERSEPSI SUPPLIER DAN NILAI TAMBAH RANTAI PASOK IKAN LAYUR DI PT PIB, PPN MUARA ANGKE Retno Muninggar; Muhamad Irfan; Iin Solihin; Tri Nanda Citra Bangun; Dwi Putra Yuwandana; Didin Komarudin
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 5 No. 1 (2021): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.5.1.103-115

Abstract

Permasalahan yang dihadapi industri pengolahan ikan layur di PPN Muara Angke adalah ketidakpastian pasokan bahan baku. Ketersediaan bahan baku yang tidak pasti dapat menyebabkan ketidaklancaran pada proses produksi dan rendahnya utilitas industri perikanan. Untuk menilai efektivitas rantai pasok perlu menilai kelancaran informasi dan bahan baku serta nilai tambah produk. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan persepsi supplier terhadap kelancaran pasokan dari ikan layur, dan menghitung nilai tambah pengolahan ikan layur. Penelitian ini menggunakan metode case study dengan metode pengumpulan data dilakukan dengan accidental sampling. Analisis data menggunakan pendekatan skoring untuk menghitung persepsi dan metode Hayami untuk analisis nilai tambah. Persepsi supplier terhadap aliran informasi dan bahan baku menunjukkan hasil yang beragam, untuk supplier nelayan dari dalam PPN Muara Angke menunjukkan persepsi yang lebih baik karena adanya kemitraan dengan pihak PT PIB dan dukungan PPN Muara Angke berupa fasilitas pelabuhan. Nilai tambah pengolahan produk layur beku adalah Rp136.891,37/kg, hal ini menunjukkan bahwa usaha ikan layur beku menguntungkan. Faktor konversi memiliki nilai 1,58 yaitu setiap satu kg bahan baku ikan layur yang digunakan akan menghasilkan 1,58 kg output atau produk. Kata kunci: ikan layur, persepsi, PPN Muara Angke, PT PIB, rantai pasok
STRATEGI PENGEMBANGAN EKSPOR PRODUK PERIKANAN (STUDI KASUS PT STARFOOD INTERNATIONAL) Cindy Septiany Huda; Julia Eka Astarini; Tri Wiji Nurani; Muhammad Fedi Alfiadi Sondita; Retno Muninggar
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 7 No. 1 (2023): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.7.1.047-062

Abstract

PT Starfood International (PT SI) di Lamongan mengekspor produk olahan ikan ke beberapa negara Asia. Pada lima tahun terakhir, termasuk masa pandemi Covid-19, perusahaan mengalami penurunan omset tahunan. Pengelola perusahaan ini perlu strategi yang adaptif dengan perkembangan terkini baik di dalam negeri maupun luar negeri. Penurunan omset terjadi akibat turunnya permintaan dari importir di negara tujuan ekspor, turunnya jumlah bahan baku, serta persaingan bisnis yang meningkat. Secara keseluruhan permasalahan yang terjadi berkaitan dengan faktor internal dan eksternal perusahaan yang berpengaruh terhadap kinerja ekspor perusahaan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor internal-eksternal yang berpengaruh tersebut dan merumuskan alternatif strategi untuk menjaga dan memperbaiki kinerja ekspor PT SI. Penelitian dilakukan selama 5 bulan dengan menerapkan pendekatan studi kasus yang memanfaatkan data dan informasi kualitatif dan kuantitatif yang dapat diakses dalam situasi pandemi. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara dan penyampaian kuesioner; data sekunder diperoleh dari dokumentasi internal perusahaan. Proses pengolahan dan analisis data diawali dengan identifikasi dan evaluasi faktor internal dan eksternal (IFE-EFE), kemudian penyusunan matriks IE dan SWOT, yang diakhiri dengan penyusunan matriks QSP untuk menentukan prioritas strategi utama. Hasil pengolahan dan analisis data menunjukkan terdapat 9 faktor internal dan 11 faktor eksternal, masing-masing dengan total skor berturut-turut 3,327 dan 2,632. Matriks SWOT menghasilkan 8 alternatif strategi yang digolongkan berdasarkan empat tipe strategi. Berdasarkan matriks QSP, perusahaan ini sebaiknya menerapkan strategi yang berfokus pada pengembangan produk (product development). Kata kunci: ekspor, matriks IE, matriks SWOT, strategi, QSPM
Socialization of Regulations for Migrant Fishing Vessel Crew Protection to Palabuhanratu West Java Fisherman Retno Muninggar; Akhmad Solihin; Julia Eka Astarini; Dahri Iskandar; Mustaruddin Mustaruddin; Thomas Nugroho
Eumpang Breuh : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2023): EUMPANG BREUH : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/ebjpm.v2i1.7739

Abstract

The difficulty with capture fisheries operations is the lack of protection against the crew of fishing vessels, particularly those who work on foreign fishing ships. Uncertainty regarding compensation and working hours, the amount of unprocedural recruitments, a lack of proper pre-ship training, and other abuses of migrant rights are all common issues for migrant fisherman. Several fishermen from Palabuhanratu, West Java, who worked as crew members on migrant fishing vessels were unfamiliar with the different rules governing their rights and responsibilities while aboard foreign ships. To accomplish so, the regulations governing the protection of migrant fishing vessels must socialized. Keywords: migrant fishing vessel crew,Palabuhanratu, labor protection for migrant workers, fisherman
PENDAPATAN NELAYAN PADA USAHA PERIKANAN TANGKAP DAN WISATA BAHARI DI PANTAI GLAGAH KULON PROGO, YOGYAKARTA Muninggar, Retno; Fauziah, Faza Itsna; Mustaruddin
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 5 No. 2 (2021): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.5.2.187-197

Abstract

Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil DIY Tahun 2011-2030 mengatur kegiatan perikanan tangkap nelayan yang direlokasikan ke PPI Karangwuni sedangkan Pantai Glagah difokuskan pada kegiatan pariwisata. Namun hingga saat ini nelayan tetap bertahan melakukan penangkapan ikan di Pantai Glagah meski dengan fasilitas pendaratan ikan yang terbatas, pada saat yang sama mereka juga melakukan usaha wisata bahari sebagai sambilan. Tujuan penelitian adalah: 1) mengidentifikasi karakteristik dan kondisi ekonomi nelayan pada sektor perikanan tangkap dan wisata bahari Pantai Glagah; (2) menghitung besarnya kontribusi pendapatan perikanan tangkap dan wisata bahari yang dilakukan nelayan di Pantai Glagah. Penelitian ini menggunakan metode case study dengan metode pengumpulan data dilakukan dengan accidental sampling dan purposive sampling. Analisis dilakukan dengan pendekatan analisis curahan waktu kerja nelayan, analisis rasio biaya manfaat, analisis keuntungan usaha serta prosentase kontribusi perikanan tangkap dan wisata terhadap pendapatan nelayan. Curahan waktu kerja untuk perikanan tangkap adalah 46,11 % sedangkan wisata bahari 11 %. Hasil B/C Ratio perikanan tangkap sebesar 1,66 dan wisata bahari sebesar 1,83, keduanya termasuk usaha yang menguntungkan. Analisis keuntungan usaha menunjukkan bahwa usaha perikanan tangkap memberikan keuntungan lebih besar daripada usaha wisata bahari. Nilai kontribusi relatif perikanan tangkap lebih tinggi dibanding wisata bahari yaitu sebesar 98,02 % dan 1,98 % terhadap pendapatan nelayan setiap tahunnya. Kata kunci: kontribusi pendapatan, nelayan, perikanan tangkap, wisata bahari
PENILAIAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA KUTARAJA BERDASARKAN PARAMETER ECO-FISHINGPORT Wahyuni, Dyva Mahda; Mustaruddin; Muninggar, Retno
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 6 No. 2 (2022): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.6.2.123-137

Abstract

Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaraja merupakan pusat perekonomian masyarakat Aceh yang memiliki aktivitas dan produktivitas yang cukup tinggi. Namun di sisi lain, masih terdapat berbagai permasalahan lingkungan di PPS Kutaraja seperti penanganan sampah, penurunan kualitas perairan dan pengelolaan limbah cair. Permasalahan lingkungan di PPS Kutaraja dapat dikendalikan melalui penerapan konsep pelabuhan perikanan berwawasan lingkungan (eco-fishingport). Tujuan penelitian ini adalah menilai status pengelolaan lingkungan PPS Kutaraja berdasarkan parameter eco-fishingport. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2021-Maret 2022. Metode pengumpulan data menggunakan metode purposive dan accidental sampling. Analisis data menggunakan standar parameter eco-fishingport yang terdiri dari aspek lingkungan fisik, aspek sosial ekonomi, aspek komoditas perikanan serta aspek kelembagaan dan pengawasan. Berdasarkan analisis data didapatkan skor berikut: aspek lingkungan fisik 1,60, aspek sosial ekonomi 1,65, aspek komoditas perikanan 2,00 dan aspek kelembagaan serta pengawasan 1,30. Nilai indeks eco-fishingport PPS Kutaraja adalah 1,59 yang artinya perlu peningkatan kinerja menuju kriteria eco-fishingport. Kata kunci: eco-fishingport, pelabuhan, pengelolaan lingkungan, PPS Kutaraja
DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP PEDAGANG IKAN DI TEMPAT PELELANGAN IKAN PALABUHANRATU Muninggar, Retno; Meitama, Salma; Solihin, Iin
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 6 No. 1 (2022): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.6.1.067-076

Abstract

Pembatasan kegiatan selama pandemi Covid-19 memberikan dampak pada kegiatan pemasaran ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Palabuhanratu. Tujuan penelitian ini adalah menghitung indeks persepsi pedagang terhadap dampak Covid-19, menghitung keuntungan pedagang ikan serta kelayakan usaha pemasaran ikan saat pandemi. Penelitian ini menggunakan pendekatan case study. Teknik penentuan responden menggunakan metode accidental sampling. Analisis data menggunakan metode skoring, analisis keuntungan dan Revenue Cost Ratio. Hasil penelitian menunjukkan indeks persepsi pedagang ada pada interval 54,3% atau sedang. Artinya, hal tersebut menunjukkan bahwa pandemi Covid-19 menyebabkan perubahan terhadap parameter aktivitas pemasaran ikan dengan dampak sedang. Parameter yang terkena dampak: jumlah konsumen, harga ikan, pendapatan pedagang, jumlah ikan, jumlah pedagang, kegiatan lelang dan kegiatan jual beli. Perbandingan keuntungan pedagang ikan di TPI saat pandemi mengalami penurunan hingga 50%. Nilai R/C > 1 menunjukkan bahwa usaha pemasaran ikan di TPI Palabuhanratu tetap layak dilakukan. Kata kunci: pandemi Covid-19, Palabuhanratu, pedagang, pemasaran, Tempat Pelelangan Ikan
PERFORMA STABILITAS KAPAL PURSE SEINE SAMPOERNA 02 KABUPATEN PAMEKASAN, JAWA TIMUR Bangun, Tri Nanda Citra; Yuwandana, Dwi Putra; Komarudin, Didin; Muninggar, Retno
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 6 No. 2 (2022): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.6.2.155-163

Abstract

Kapal purse seine merupakan armada penangkapan ikan yang tergolong sebagai encircling gear dan umumnya menangkap ikan yang bergerombol. Kapal purse seine Sampoerna 02 termasuk salah satu armada yang berlokasi di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur dan pernah mengalami risiko kecelakaan kapal. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung dan menganalisis kapal Sampoerna 02, terhadap 4 kondisi kapal, yaitu kondisi kapal kosong, kapal berangkat menuju ke fishing ground, kapal berada di fishing ground, dan pada saat kapal pulang. Perhitungan rasio dimensi utama kapal, diperoleh nilai L/B sebesar 4,15, nilai L/D sebesar 9,44, dan nilai B/D sebesar 2,28. Perhitungan dan analisis stabilitas kapal menggunakan kriteria dari standar International Maritime Organization (IMO). Berdasarkan perhitungan stabilitas diperoleh nilai GZ maksimum pada sudut 30° pada kondisi 1 sebesar 0,531 m, kondisi 2 sebesar 0,322 m, kondisi 3 sebesar 0,362 m, dan kondisi 4 sebesar 0,391. Berdasarkan hasil analisis stabilitas, kapal Sampoerna 02 pada kondisi 1 dan kondisi 4 memiliki stabilitas yang baik, berbeda dengan stabilitas yang dihasilkan pada kondisi 2 dan 3. Hal ini diakibatkan oleh adanya perubahan muatan serta tata letak yang dipindahkan ke atas kapal. Sehingga untuk memperoleh hasil stabilitas yang baik perlu dilakukan kajian lanjutan terkait manajemen tata letak dan muatan di atas kapal. Kata kunci: stabilitas kapal, kapal purse seine, kapal perikanan
PENGELOLAAN LIMBAH PADAT DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA MUARA ANGKE JAKARTA Muninggar, Retno; Fadhilah, Harits Ridho; Mustaruddin; Puspito, Gondo
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 6 No. 2 (2022): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.6.2.189-198

Abstract

Permasalahan lingkungan yang dihadapi oleh Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Muara Angke adalah adanya limbah padat yang belum terkelola dengan baik di daratan pelabuhan. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi jenis limbah padat dan estimasi jumlah limbah padat di dermaga PPN Muara Angke dan mengukur persepsi pengguna terhadap kesadaran pengelolaan limbah padat. Penelitian ini menggunakan pendekatan case study. Teknik penentuan responden menggunakan metode accidental sampling. Analisis data menggunakan metode deskriptif berdasarkan SNI 19-3964-1994 dan metode skoring dengan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa estimasi limbah sebesar 278,31 kg/hari dengan jenis limbah yang mayoritas ditemukan terdiri dari: kayu (29,47%) dan plastik (27,33%). Persepsi pengguna pelabuhan terhadap kesadaran pengelolaan sampah memiliki kategori positif sekitar 84,62%. Kata kunci: limbah padat, lingkungan, PPN Muara Angke, pengelolaan, sampah