Claim Missing Document
Check
Articles

PERILAKU KOMUNIKASI RISIKO DALAM FASE KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT MENGHADAPI BENCANA BANJIR DI ACEH BARAT yuhdi fahrimal; asmaul husna; Fathayatul Husna
SOURCE : Jurnal Ilmu Komunikasi Source : Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 9 Nomor 1 April 2023
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/source.v9i1.7244

Abstract

KETERDEDAHAN INFORMASI BENCANA DAN KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT MENGHADAPI BENCANA BANJIR ROB DI KABUPATEN ACEH BARAT Farina Islami; Yuhdi Fahrimal; Asmaul Husna; Putri Maulina
Jurnal Media dan Komunikasi Indonesia Vol 4, No 1 (2023): MARCH
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmki.82761

Abstract

 The research objective is to analyze the influence of individual characteristics and disclosure of disaster risk information on community preparedness in facing coastal floods. The methodology used is explanatory research with a quantitative approach. In this study, a questionnaire was used with the number of samples were 82 respondents who were in the desa Pasir, Kec. Johan Pahlawan, Kab.Aceh Barat. The results of this study indicate that the individual characteristics of gender, age, and final education have a significant effect on community preparedness to face coastal flooding, but are classified as quite weak. Meanwhile, the disclosure of disaster risk information, namely the intensity of media use, the frequency of media use, and the quality of information has a significant effect on community preparedness to face coastal flooding, and is classified as strong.   
Revitalisasi Peran Pemuda Dalam Gerakan Sosial Peduli Perubahan Iklim Di Era Digital Yusril Sahendra; Shinta Riski Amanda; Ramadhani; Shanti Aulia Faradela; Yuhdi Fahrimal; Asmaul Husna
Jurnal Komunikasi Korporasi dan Media (JASIMA) Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemerosotan mutu lingkungan hidup dan kehutanan semakin dirasakan dampaknya dalam kehidupan manusia, oleh karena itu perlu upaya pencegahannya melalui penumbuhan kepedulian masyarakat termasuk generasi muda terhadap pelestarian alam dan lingkungan. Generasi mudaperlu mengambil bagian sebagai bagian dariadvokasi perubahan iklim atau krisis itu sendiri. Upaya penanggulangan perubahan iklim harus dimulai dari kesadaran bersama melalui proses penyadaran, pembentuk persepsi risiko, dan penyebaran pengetahuan. Tujuan artikel iniadalah mendeskripsikan peran yang dapatdiambil oleh generasi muda untuk berpartisipasidalam menumbuhkan kesadaran komunitas untukmerespon perubahan iklim. Di samping itu, artikel ini juga menganalisis peluangpemanfaatan media digital sebagai salurankomunikasi pada generasi muda dalam aktivismemengadvokasi perubahan iklim. Riset ini menggunakan pendekatan desktriptif kualitatif dengan metode desk study. Penelitimengumpulkan data-data sekunder dari berbagaidokumen yang relevan seperti buku, jurnal, laporan penelitian, dan publikasi. Hasil telaah kepustakaan yang dikumpulkan dan dianalisis menjelaskan bagaimana sebuah negara sejatinyamenaruh harapan besar bagi generasi muda untuk menjadi penerus dan berkontribusi bersama pemerintah dalam membangun sebuah negara dan memecahkan sebuah masalah yang sedang dihadapi masyarakat. Generasi muda dan kecakapannya dalam bermedia sosial akanmenjadi senjata yang paling efektif dalam menggeliatkan agenda-agenda pengendalian perubahan iklim di dunia. Gerakan sosial yang dikemas dengan gaya kekinian akan semakinmenarik minat generasi muda, sehingga diharapkan dapat semakin menyukseskan upaya bersama mengendalikan perubahan iklim, mendorong masyarakat ke arah yang lebih baik.
Sosialisasi dan Motivasi Peserta Didik Sebagai Upaya Mempersiapkan Generasi Emas Kota Subulussalam Shinta Riski Amanda; Asmaul Husna; Yuhdi Fahrimal; Cut Asmaul Husna
Lok Seva: Journal of Contemporary Community Service Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/lokseva.v2i1.7264

Abstract

 Education is the first step in building and forming a generation that has a constructive mindset. Education will create a golden age that can be used as a hope to change civilization. School institutions are the first place that plays a vital role in introducing the importance of higher education to students to motivate them to continue their education at a higher level. This service activity was carried out at Sultan Daulat 1 Public High School to first inform access to information on scholarships to continue their education at state universities. Second, to provide information related to the entrance route to state universities. Third, to inform about the basic terms that exist in tertiary institutions. Fourth, to help direct and introduce what study programs can be taken based on the interests and abilities of each individual who will run them. The methods used in this community service activity include (1) planning and preparation, (2) the implementation process using the lecture method, and (3) evaluation. The target group in this community service activity is students from grades 11 and 12 from the Science and Social Studies majors so that there is representation from each department to extend information to other students at the school. This activity resulted in a significant change in interest in continuing education from before socialization. There were only a few students who had an interest in continuing their education after the socialization. Some very many students wanted to continue their education.
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dan Kearifan Lokal dalam Peningkatan Etika dan Budaya dalam Berpolitik Asmaul Husna; Eza Aulia; Yuhdi Fahrimal; Cut Asmaul Husna; Reni Juliani
Lok Seva: Journal of Contemporary Community Service Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/lok seva.v1i1.6553

Abstract

Pancasila sebagai sumber etika politik, oleh sebab itu masyarakat perlu mengetahui bagaimana implementasinya di dalam kehidupan mereka, terutama bagi masyarakat yang ingin terjun di dunia politik. Oleh sebab itu kegiatan pengabdian ini diselenggarakan guna membawa perubahan positif bagi para pesertanya yang merupakan masyarakat Simeulue, sekurang-kurangnya pemahaman mereka mengenai politik semakin meningkat. Pelaksanaannya kegiatan pengabdian ini terbagi dalam 2 sesi dengan metode ceramah dan dialog interaktif. Di mana setiap sesinya peserta akan diberikan pretest dan post test yang sebarkan melalui google form. Hasil dari kegiatan pengabdian yang dilakukan membawa perubahan positif bagi para pesertanya, sekurang-kurangnya pemahaman mereka mengenai politik semakin meningkat dengan mengimplementasikan nila-nilai Pancasila di dalamnya. Dengan kata lain, yang tidak tahu menjadi tahu, yang sudah tahu menjadi lebih paham, dan yang lebih jauh adalah mereka akan menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupan sehari-harinya.
Manajemen Program Siaran Morning Live Chat Berjaringan Pada Lembaga Penyiaran Publik RRI Meulaboh Cut Intan Zahira; Asmaul Husna; Yuhdi Fahrimal
Communication Vol 14, No 2 (2023): Communication
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/comm.v14i2.2454

Abstract

Persaingan media penyiaran dalam merebut pasar khususnya bagi radio saat ini semakin kompetitif, sehingga mendorong perusahaan media untuk merancang program siaran yang memiliki diferensiasi dan daya tarik bagi konsumen. Program Morning Live Chat (MLC) Berjaringan merupakan salah satu program siaran yang diunggulkan oleh Radio Republik Indonesia (RRI) Meulaboh untuk menjangkau pendengar dari kalangan milenial. Oleh karenanya tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan mendeskripsikan proses manajemen program siaran yang dilaksanakan oleh redaksi Radio Republik Indonesia (RRI) Meulaboh untuk program siaran MLC Berjaringan. Dengan menggunakan metode kualitatif, peneliti melakukan wawancara semi-terstruktur kepada informan yang menjadi tim redaksi program Morning Live Chat (MLC) Berjaringan serta melakukan observasi dan analisis dokumen untuk mendukung analisis data. Penelitian ini menemukan program siaran MLC Berjaringan dilakukan melalui tahapan manajemen, yaitu, pertama pada tahap perencanaan dilakukan dua proses, yaitu, (1) perencanaan insidental meliputi pembagian segmentasi pendengar, tujuan program, format program, dan bagaimana program akan dikemas nantinya dan (2) perencanaan rutin yang meliputi aktivitas diskusi untuk menentukan bintang tamu rutin, topik yang akan dibahas, hingga apakah pelaksanaan kegiatan akan dilakukan secara taping ataupun live. Pada tahap pengorganisasian, redaksi MLC Berjaringan diperkuat oleh distribusi pekerjaan dan tanggung jawab kepada anggota tim. MLC Berjaringan merupakan program siaran mingguan yang berisikan konten informasi dan hiburan dengan target segmentasi khalayak anak muda. Proses pengawasan program siaran MLC Berjaringan dilakukan pada pasca-produksi untuk mengidentifikasi kelemahan program, melakukan perbaikan strategi, dan perencanaan produksi selanjutnya. Penelitian ini juga mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat efektivitas program siaran MLC Berjaringan. Rekomendasi diberikan untuk perbaikan manajemen produksi program siaran di lembaga penyiaran publik di masa depan.
Maximizing public service through a humanistic communication approach Ainal Fitri; Asmaul Husna; Yuhdi Fahrimal; Futri Syam
Community Empowerment Vol 9 No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.11064

Abstract

Optimal public service by an institution is closely tied to effective communication practices. However, at the West Aceh Police, the desire to maximize public services is impeded by communication problems between police officers and the public during service provision. This issue has prompted community service activities aimed at enhancing public services by improving communication skills, particularly through a humanistic approach. The training involved 30 members of the West Aceh Police and utilized various methods such as lectures, discussions, basic communication techniques training, and public speaking exercises. The objective was to identify communication shortcomings in service provision, evaluate them based on participants' experiences, and rectify them to enhance performance. Results revealed that participants frequently encountered communication failures with the public and had yet to fully implement a humanistic communication approach. However, the training significantly improved participants' ability to analyze and reflect on communication failures, empowering them to devise their own solutions.
Komunikasi Risiko Berbasis Masyarakat dalam Menghadapi Banjir di Kabupaten Aceh Barat Yuhdi Fahrimal; Asmaul Husna
Calathu: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 5 No. 2 (2023): Calathu: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : School of Communication Science and Media Business

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/calathu.v5i2.4004

Abstract

Flooding is a hydrometeorological disaster that still poses a threat to people’s lives, especially in rural areas such as Blang Beurandang Village, West Aceh District. Ecological conditions, deforestation, and uncontrolled land use change increase the risk of flooding in an area, in addition to high-intensity rainfall factors. Flood mitigation efforts are not only a structural-technical approach but also require an understanding of community knowledge and experiences that are exchanged in social interactions. Using the concept of community-based risk communication, this research was conducted to explain the risk communication practices carried out by the community of Blang Beurandang Village in dealing with recurrent floods. Data was collected through interviews with ten community informants, who were selected based on predetermined criteria. The results showed that at the community level, risk perception is formed as a subjective assessment of environmental vulnerability, socio-economic vulnerability, hazards, and capacity. Risk perception plays a role in encouraging communities to seek flood risk information from easily accessible sources and use the information channels they have. We recommend a community-based risk communication model that considers the interrelated dimensions of risk perception and risk communication. Keywords: risk communication, risk perception flood, community-based preparedness, environment
Analisis Strategi Komunikasi Pemasaran Wisata Bencana Berbasis Storynomic pada Museum Tsunami Aceh Shinta Riski Amanda; Asmaul Husna; Yuhdi Fahrimal
Jurnal Komunikasi Global Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkg.v13i1.37816

Abstract

Storynomic menjadi pendekatan yang penting dalam pengembangan strategi komunikasi pemasaran wisata dengan mengandalkan kekuatan cerita dari suatu atraksi wisata seperti Museum Tsunami Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran wisata bencana Museum Tsunami Aceh berbasis storynomic dengan melihat indikator audiens sasaran, materi pelajaran, insiden yang menghasut, objek keinginan, tindakan pertama, reaksi pertama, pilihan krisis dan reaksi iklim. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk mendapatkan data yang komprehensif melalui wawancara kepada sembilan informan seperti pengelola dan pengunjung Museum Tsunami Aceh, observasi lapangan, serta analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Museum Tsunami Aceh secara umum telah melakukan strategi tersebut sebagai gaya pemasaran wisata atau promosi dengan memenuhi delapan indikator capaian. Sejauh ini dalam menjalankan strategi pemasaran wisata berbasis tidak ada hambatan yang dihadapi. Akan tetapi, Museum Tsunami Aceh belum menjadi destinasi wisata super prioritas dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sehingga penerapan konsep storynomic belum dilakukan secara komprehensif.Storynomic is an important approach to developing tourism marketing communicationstrategies by relying on the strength of a tourist attraction's story, such as the Aceh TsunamiMuseum. This study aims to analyze the Aceh Tsunami Museum's disaster tourism marketingstrategy based on storynomic by examining indicators such as target audience, subject matter,inciting incident, object of desire, first action, first reaction, crisis options, and climax reaction.The descriptive qualitative method was used to obtain comprehensive data through interviewswith nine informants, including managers and visitors to the Aceh Tsunami Museum, fieldobservations, and document analysis. The results demonstrated that the Aceh TsunamiMuseum has successfully implemented a tourism marketing or promotion strategy by meetingall eight achievement indicators. So far, there have been no obstacles in carrying out thetourism-based marketing strategy. However, the Aceh Tsunami Museum has not yet beendesignated a super-priority tourist destination by the Ministry of Tourism and CreativeEconomy, so the application of the concept has not been carried out comprehensively.
Peningkatan Kapasitas Panitia Pengawas Dalam Pelaksanaan Pencegahan dan Penanganan Pelanggaran Pemilu di Kabupaten Aceh Barat Maulana, Jefrie; Quthni Effida, Dara; Asmaul husna; Aulia, Eza; Rotin Djusfi, Apri; Fahrimal, Yuhdi
MEUSEURAYA - Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (Desember 2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/meuseuraya.v2i2.2242

Abstract

Pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) yang berkualitas dengan berasas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil menjadi kebutuhan dalam negara demokrasi seperti Indonesia. Pemilu yang berkualitas tidak terlepas dari sistem pengawasan untuk melakukan deteksi dini, pencegahan, dan penanganan sengketa yang mungkin muncul selama pelaksanaan pemilihan umum. Oleh karenanya kapasitas sumber daya manusia panitia pengawas pemilihan umum hingga level kecamatan menjadi salah satu aspek yang perlu ditingkatkan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk (1) memberikan transfer pengetahuan terkait pengawasan pemilihan umum kepada panitia pengawas di Kabupaten Aceh Barat dan (2) menyusun rencana tindak lanjut sebagai komitmen mendorong pemilihan umum yang berkualitas. Mitra dalam kegiatan ini adalah Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Aceh Barat dengan kelompok sasaran 36 (tiga puluh enam) panitia pengawas di tingkat kecamatan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan perubahan positif peserta mengenai hierarki peraturan perundang-undangan dan jenis pelanggaran pemilu menjadi lebih baik. Selanjutnya dengan adanya kegiatan ini, kompetensi para peserta meningkat sehingga dalam pelaksanaan tugas dan fungsi dapat dijalankan secara optimal. Pemaparan dari narasumber diharapkan dapat menjadi informasi pendukung bagi peserta dalam mengawal pelaksanaan pemilu di Kabupaten Aceh Barat tahun 2024.