Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Beberapa Aspek Bioekologi Hama Penggerek Batang Mangga Muryati, Muryati; Istianto, M; Affandi, Affandi
Jurnal Hortikultura Vol 20, No 2 (2010): Juni 2012
Publisher : Indonesian Center for Horticultural Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Penggerek batang merupakan masalah utama pada budidaya mangga di wilayah rendah basah. Informasimengenai hama ini masih sangat sedikit, sehingga upaya untuk mendapatkan teknologi pengendalian agak sulitdilakukan. Penelitian bertujuan untuk mengumpulkan data mengenai jenis penggerek, tingkat serangan OPT padabeberapa lokasi dan varietas mangga, serta eksplorasi untuk mendapatkan musuh alaminya. Penelitian dilakukandengan metode survai mulai Januari 2005 sampai dengan Desember 2006. Hasil penelitian menunjukkan bahwahama penggerek yang menyerang tanaman mangga di Sumatera Barat dan Sumatera Utara adalah Rhytidodera integra(Coleoptera: Cerambycidae) (Kolbe 1886). Selain didominasi jenis hama tersebut, di Kebun Percobaan Balai PenelitianTanaman Buah Tropika juga ditemukan jenis lain, yaitu spesies Palimna annulata Oliver (Coleoptera: Cerambycidae).Perilaku kedua jenis hama tersebut sama, yaitu menyerang mangga mulai dari pucuk kemudian menuju ke bagianbatang utama. Hama penggerek batang menyerang hampir semua varietas yang ditemui dan ditemukan di semuadaerah yang disurvai. Tingkat serangan rerata hama penggerek batang di Sumatera Barat 8,83% dan di Sumatera Utara10,36%. Varietas mangga yang terserang paling parah di Sumatera Barat adalah Cengkir (23,26%) dan di SumateraUtara adalah Podang (19,01%). Lima jenis agens pengendali biologi hama penggerek batang mangga ditemukanselama pelaksanaan survai. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai informasi awal untuk menyusun teknologipengendalian hama penggerek batang mangga.ABSTRACT. Muryati, M. Istianto, and Affandi. 2010. Some Bioecological Aspects of Mango Stem Borer.Stem borer is the most important pest on mango in the wet lowland area. The information about this pest was stillvery limited, therefore, it is difficult to arrange its control strategy. The research were intended to collect data on thespecies of stem borer from some locations, its damage severity on some mango varieties as well as its natural enemies.The study was conducted by survey method from January 2005 to December 2006. The research revealed that thestem borer found in some locations was dominated by Rhytidodera integra (Coleoptera: Cerambycidae) (Kolbe 1886).Besides this species, another Cerambycidae, i.e. Palimna annulata Oliver was also found at Aripan Research Stationof Indonesian Tropical Fruit Research Institute. Both species have a similar behavior. The stem borer attacked almostall varieties that were found in research locations. The damage severity of mango by stem borer was 8.83 and 10.36%in West Sumatera and in North Sumatera, respectively. The most severe damage of mango variety in West Sumaterawas Cengkir (23.26%), while in North Sumatera was Podang (19.01%). Five species of natural enemies were foundduring the study. The results of this experiment can be used as initial information to control mango stem borer
The Effect of Gradually Stirring On Halophilic Bacteria Growth with Artemia salina Nutrition for Salt Production Nilawati, Nilawati; Muryati, Muryati; Marihati, Marihati
Biopropal Industri Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.43 KB)

Abstract

Halophilic bacteria are microorganisms whose habitat is at high salt content. Halophilic bacteria in the presence of salt crystallization can increase the purity of NaCl. Nutrients that contain carbon and oxygen must be available for the survival of bacteria, where Artemia salina contains 52% protein and 15.49% carbohydrate. The purpose of this study was to determine the development of the growth of halophilic bacteria using nutrient Artemia salina for salt production. Three variables were used in this reserach: the first variables includes aeration and stirrer, the second variable was stirring time (½, 1, 2, 3, 4, 5 and 6 hours) and the third variable was mixing period, there were consisted of 1st, 2nd, 3rd, 4th, 5th, 6th and 7th day. The best treatment for transmitance and microbial analysis were 6 hours and seven days of aeration, each point was 33% transmitance and 2,25 x 103 colony forming unit per mililiter for microbilogy analysis.
Peluang dan Tantangan Pustakawan Menghadapi Perkembangan TIK Muryati, Muryati; Sulistyono, Irwan
Pustakaloka Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : STAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/pustakaloka.v6i1.86

Abstract

Information and technology has changed all human aspects, including libraries. This condition also changes librarians, this article tries to explore the roles and challenges of librarian in ICT era. The role of lirbrarians in this era are information managers, and information mediators than book keepers, information mediators from many information and resources centre.
KARAKTERISTIK IBU YANG TIDAK MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF Muryati, Muryati; Widyastuti, Yani; Purnamaningrum, Yuliasti Eka
Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak Vol 7 No 1 (2015): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4811.271 KB) | DOI: 10.29238/kia.v7i1.235

Abstract

Baby food and children are critical to improving child survival and promote healthy growth and development of promotive and preventive efforts to prevent deaths and improve children's intelligence have been carried out, showing that breastfeeding is the best way to decrease the mortality of children under five. Sleman PHC is one of the health centers in the district of SIeman the number of infants who are exclusively breastfed lows in 2011 is 38.30%. Order to determine the characteristics of mothers who did not breastfeed exclusively at PHC Sleman 2012. Type a descriptive study with a cross-sectional design. The population in this study is that all mothers of infants aged 6-12 months are not exclusive breastfeeding at Puskesmas Sleman in 2012. In this study using a study population that was not done sampling. Maternal characteristics are based on education, employment, parity, and age. The data analysis using descriptive analysis techniques with relative frequency distribution method. Result: Women who are not exclusively breastfed majority of primary education (48%), work status (86.7%), parity 1 (41%), and unhealthy reproductive age (63.3%).
MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU KIMIA DALAM MENGELOLA PEMBELAJARAN DENGAN MODEL PROJECT BASED LEARNING Muryati, Muryati
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 4 No 3 (2019)
Publisher : IPTPI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/edudikara.v4i3.158

Abstract

Penelitian tindakan sekolah ini Bettujuan untuk meningkatkan ketrampilan guru untuk mata pelajaran kimia menyusun RPPmenggunakan model pembelajaran Project Based Learning, dan untuk mengungkap pengaruh pembelajaran dengan model Project Based Learning terhadap motivasi dan hasil belajar siswa setelah guru menerapkan model pembelajaran tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitif, yang dilakukan terhadap 25 guru kimia di MGMP Kimia SMA. Hasil penelitian pada siklus I, diperoleh rata-rata capaian guru kimia pada fase Probject based learning pada kriteria Sangat baik dan baik sebesar 46,67%. Dan, pada akhir siklus II , diperoleh rata-rata capaian guru kimia pada fase Probject based learning pada kriteria Sangat baik dan baik sebesar 79,33%. Terjadi kenaikan yang sangat signifikan sebesar 32,67%. Untuk itu, penelitian tindakan sekolah ini dinyatakan ‘berhasil’ dan dihentikan pada siklus II, bagi fase yang belum mencapai kriteria akan diberikan bimbingan secara individual atau supervisi klinis.
Model of Handling People with Mental Disorders through Christian Spiritual Therapy at the Gerasa Rehabilitation Center Muryati, Muryati; Christanto, Andreas; Tahulending, Matius
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v12i1.5008

Abstract

Diseases in humans consist of diseases of spirit, body, and soul. Diseases of the Christian faith's spirit are solved by prayer and repentance. Diseases of the body by taking him to the hospital to be treated by medical personnel. While mental illness until now has not had the proper treatment. It needs to do because there are people with mental disorders (ODGJ). This study aims to determine the model and impact of Christian spiritual therapy in dealing with ODGJ patients at the Gerasa rehabilitation center. This research uses the descriptive qualitative method. The results showed that the model of therapy given to ODGJ patients was 1) one year of orientation period; 2) perform worship: prayer, praise worship, and the word of God; pastoral counseling which carried out every day either personally/communally; organize recreation, community service, and sports; and medical treatment. Then the impacts include: 1) behavior change; 2) changes in speech; 3) change of mindset; 4) self-discovery; 5) self-potential development; 6) character change; 7) recovered and allowed to return to the family and get a job.
HAGAR YANG TERTINDAS: ANALISIS RELASI-KUASA DALAM KEJADIAN 16:1-16 Muryati, Muryati
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v4i2.181

Abstract

Dasar terbentuknya relasi antara atasan dan bawahan adalah saling membutuhkan satu sama lain. Hal ini akan menciptakan iklim keharmonisan antara keduanya, jauh dari konflik. Namun, faktanya ditemukan konflik antara atasan dan bawahan yang menyebabkan kekerasan yang dilakukan atasan/majikan terhadap bawahannya. Hal ini memperlihatkan bahwa relasi adalah aspek dari kekuasaan. Kasus ini menimpa Hagar yang terekam dalam Kejadian 16:1-16. Hagar yang berstatus hamba mendapat tindak kekerasan yang dilakukan oleh majikannya yaitu Sarai. Sikap Hagar yang meremehkan Sarai karena ia mengandung memantik terjadinya kekerasan tersebut. Sarai yang tersakiti dan menderita, menggunakan otoritasnya untuk menindas Hagar. Adapun penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan relasi-kuasa dengan kekerasan yang dialami oleh Hagar di Kejadian 16:1-16. Metode yang digunakan adalah kualitatif berbasis studi pustaka murni dengan pendekatan sosial-kultur. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa penyalahgunaan kekuasaan yang berdampak kekerasan pada Hagar dipicu oleh kultur yang berlaku saat itu dan emosi Sarai atas penghinaan Hagar.
Hubungan Dukungan Sosial Teman dengan Depresi pada Lansia Tamansyah, Gustya; Muryati, Muryati; Fatah, Vera Fauziah; Rukman, Rukman
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Depresi merupakan masalah kesehatan mental yang umum terjadi pada populasi lansia, hal ini dimungkinkan karena kurangnya dukungan sosial dimana semakin bertambahnya usia lansia akan berisiko mengalami depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman dengan depresi pada lansia. Metode penelitian yang digunakan deskripsi korelasi dengan teknik sampel total sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 44 lansia. Instrumen yang digunakan kuesioner dukungan sosial teman serta kuesioner depresi PHQ-9. Hasil penelitian dukungan sosial sedang sebanyak 25 lansia dan dukungan sosial rendah sebesar 19 lansia, sedangkan lansia yang memiliki gejala depresi ringan sebanyak 21 dan tidak ada gejala depresi 23 lansia. Hasil penelitian ini menunjukkan p=0,000 dimana jika 0,000 < 0,05 berarti terdapat hubungan antara dukungan sosial teman dengan depresi pada lansia.Oleh karena itu, salah satu upaya menurunkan tingkat depresi adalah dengan meningkatkan dukungan sosial atau kepedulian sesama lansia di panti melalui program SMB (Sharing Motivasi Bersama).
Analisis Faktor Penyebab Depresi pada Lansia: Riwayat Penyakit, Interaksi Sosial dan Dukungan Keluarga Rachmawati, Fanny; Z, Desmaniarti; Muttaqin, Zaenal; Muryati, Muryati
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v3i2.1782

Abstract

Kejadian depresi merupakan salah satu gangguan psikologis yang dapat terjadi pada lansia dan harus mendapatkan perhatian. Depresi pada lansia yang tidak ditangani dengan baik, dapat menimbulkan keinginan bunuh diri. Depresi dapat disebabkan oleh faktor fisik dan faktor psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan depresi pada lansia di Puskesmas. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan model rancangan Cross Sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 43 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Geriatric Depression Scale (GDS), kuesioner interaksi sosial, kuesioner dukungan keluarga, dan lembar checklist riwayat penyakit yang sudah valid dan reliabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara riwayat penyakit (p value = 0,045), dengan depresi pada lansia. Hubungan terkuat terhadap depresi pada lansia ditunjukkan oleh faktor dukungan keluarga (OR = 6,24). Perlu dilakukan upaya pencegahan timbulnya depresi serta meningkatnya tingkat depresi yang sudah dialami lansia. Upaya yang dapat dilakukan puskesmas yaitu dengan mengadakan screening dan terapi aktivitas kelompok khusus lansia. Selain itu, dukungan dari keluarga juga diperlukan sehingga kondisi fisik dan psikologis lansia dapat terjaga. Penelitian mengenai intervensi yang tepat dalam menangani depresi pada lansia juga perlu dilakukan.
Intensitas Penggunaan Gadget berhubungan dengan Pola Interaksi Sosial Remaja Awal Albar, Madha Mahesa; Muttaqin, Zaenal; Fatah, Vera Fauziah; Muryati, Muryati
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v4i1.2132

Abstract

Gadget termasuk salah satu teknologi yang terus berkembang dengan memberikan pembaruan yang membuat penggunanya lebih nyaman dan praktis. Fenomena perubahan perilaku yang diakibatkan oleh penggunaan gadget banyak terjadi di kalangan remaja. Perubahan sosial yang     diakibatkan oleh penggunaan gadget memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap hubungan sosial remaja. Mengetahui hubungan antara pola interaksi sosial remaja awal dengan tingkat penggunaan gadget merupakan tujuan dari penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan teknik proportionate simple random sampling dengan jumlah 79 responden. Alat ukur yang digunakan yaitu kuesioner intensitas penggunaan gadget dan pola interaksi sosial. Penelitian ini dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan r-hitung sebesar -0,300 dan nilai p-value sebesar 0,007. Hasil uji korelasi Pearson Product Moment menunjukkan tingkat hubungan yang kuat dan arah hubungan yang negatif. Semakin tinggi intensitas penggunaan gadget maka  semakin rendah pola interaksi sosial. Diharakan pihak sekolah mampu mengarahkan siswa untuk membagi waktu dalam perhatian menggunakan gadget agar dapat melakukan interaksi sosial yang terbuka dengan teman-temannya dilingkungan sekolah maupun dirumah.